Tag Archives: Di dalam Yesus

Efesus 1:4-6a

「Pemilihan di dalam Yesus Kristus」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 1:4-6a [ITB])
4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,
6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

Ayat 4 dalam terjemahan ITL atau CUV dimulai dengan sebagaimana (καθὼς kathos) atau KJV according as, menunjukkan bahwa konten setelah ayat ini adalah contoh dari berbagai berkat rohani dari Allah di ayat 3. Peran dari contoh-contoh ini, di satu sisi adalah untuk menunjukkan isi dari berkat-berkat rohani, di sisi lain menjelaskan mengapa Allah layak dipuji. Oleh karena itu, dalam terjemahan RCUV atau ITB kata sambung ini sebagai sebab, merupakan pemahaman yang masuk akal.

Alasan pertama untuk menaikkan pujian adalah bahwa Allah telah memilih kita di dalam Kristus. Dalam Perjanjian Baru kata kerja ini hanya muncul dalam bentuk kata kerja pasif atau middle voice (terkait pada diri pelaku sendiri, the subject both performs and receives the action expressed by the verb), menurut penelitian modern atas tata bahasa Yunani, kata-kata yang demikian mungkin memang sudah memiliki makna bahwa tindakan tersebut terkait diri pelaku. Dan dari ayat sebelum dan sesudahnya memberikan petunjuk yang jelas bahwa Allah memilih adalah karena demi kerelaaan kehendak-Nya sendiri (Tambahan penerjemah: bukan karena alasan dari luar diri Allah, misal perbuatan baik orang). Paulus juga lebih jauh menunjukkan bahwa pemilihan ini dilaksanakan sebelum dunia dijadikan, di satu sisi, ia menunjukkan bahwa pemilihan adalah mendahului waktu (sebelum waktu ada), di sisi lain, itu juga menunjukkan bahwa pemilihan ini terlepas dari semua kemungkinan faktor eksternal dan sejarah, lebih jelas bahwa ini adalah hasil dari kedaulatan Allah (sama sekali tidak dipengaruhi unsur apapun).

Pemilihan ini terjadi di dalam Kristus. Kita dapat melihat dari tulisan-tulisan Paulus bahwa frasa ini ia gunakan dalam cakupan yang luas, yang dapat mencakup makna peran perantara, ruang lingkup kejadian, pengakuan identitas dan sebagainya. Di sini, arti dari aspek-aspek ini semuanya dapat terkandung dalam frasa ini: kita dipilih adalah melalui Yesus Kristus dalam peran-Nya sebagai perantara, dan kita juga dipilih dalam ruang lingkup hubungan persatuan dengan Kristus, dan penggenapan pemilihan ini adalah karena kita percaya telah menerima keselamatan-Nya, pengakuan atas identitas Kristus dan menjadi milik Kristus.

Selanjutnya, Alkitab menggunakan klausa infinitif (kata kerja dasar yang belum mengalami perubahan bentuk) untuk menunjukkan tujuan Allah dalam memilih kita supaya kita …, ketika tujuan tindakan Allah dibahas dalam Alkitab, sering kali membawa unsur buah / hasil, karena kehendak Allah pasti tercapai, dan apa yang hendak dicapai dari kehendak Allah ini adalah menjadi kudus dan tak bercacat. Kedua kata ini dalam Perjanjian Lama biasanya digunakan dalam deskripsi persembahan korban, yang menunjukkan bahwa orang yang mempersembahkan korban atau korban itu kudus dan tak bercacat, dapat berkenan kepada Allah. Dalam Perjanjian Baru, frasa ini digunakan untuk menggambarkan Kristus (Ibrani 9:14; 1 Petrus 1:19), atau menunjuk pada gereja yang berdiri di hadapan Allah pada hari-hari terakhir (Efesus 5:27; Yudas 24; Wahyu 14:5), meskipun di sini juga bisa merujuk pada hasil akhir, tetapi lebih cenderung merujuk pada kekudusan yang dikejar orang percaya dalam hidup mereka.

Frasa dalam kasih dianggap sebagai bagian dari ayat 5 dalam terjemahan ITB ataupun Mandarin CUV, dan menjadi penyebab pemilihan dan ketetapan sebelumnya dari Allah. Tetapi karena pemilihan Allah itu sendiri merupakan pemilihan dalam kasih, maka memasukkan frasa ini pada ayat 5 sebenarnya ini tidak diperlukan. Sebaliknya, KJV, Mandarin CNV atau Indonesia IMB atau VMD meletakkan frasa ini di ayat 4, dan juga RCUV (dengan pemahaman yang sedikit berbeda). Mandarin CNV agar kita karena kasih, di hadapan-Nya menjadi kudus, tak bercacat menganggapnya sebagai penjelasan tambahan antara pemilihan Allah dan tujuan-Nya, menunjukkan bahwa Allah menjadikan kita kudus dan tak bercacat di hadapannya karena kasih; sedangkan Mandarin RCUV menganggap frasa ini sebagai bagian dari tujuan agar kita di hadapan-Nya menjadi kudus, tak bercacat, penuh kasih, menunjukkan bahwa Allah tidak hanya ingin menyucikan kita, tetapi juga ingin kita memiliki kasih di antara kita, hal ini tampaknya lebih sejalan dengan tema persatuan di Efesus.

Ayat 5 lebih lanjut menunjukkan bahwa tindakan pemilihan Allah adalah keputusan kehendak, adalah buah hasil dari kehendak-Nya, menentukan dari semula (KJV: predestinated) orang percaya menjadi anak-anak Allah. Kita menjadi anak Allah, bukan sifat natural kelahiran kita, tapi Allah akrena menerima kita sehingga kita mendapatkan bagian menjadi anak Allah (υἱοθεσίαν huiothesia) , kata ini pada dasarnya adalah tindakan hukum, merujuk pada orang yang awalnya bukan anak diangkat sebagai penerima warisan. Oleh karena itu, kita dapat memiliki pengharapan masa depan di dalam Kristus, dan identitas pengharapan ini sekarang telah ditegakkan dengan pasti.

Terakhir, di ayat 6, Paulus sepertinya menggunakan refrain dari sebuah himne pujian untuk memanggil pembaca, berseru kepada kita untuk menaikkan segala pujian kepada Allah karena kemuliaan kasih karunia Allah.

Renungkan:
Sebagai anak-anak Allah, bagaimana kita menanggapi kasih karunia yang telah kita terima?


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 1:3

「Terpujilah Allah」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 1:3 [ITB])
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.

Seluruh paragraf Efesus 1:3-14 terdiri dari serangkaian kata ganti dan kata sifat, merupakan kalimat dengan struktur yang kompleks, berisi beberapa klausa subordinat. Tidak mudah dianalisis dengan jelas yang membuat proses memahami bagian ini menjadi sulit, dan memiliki tantangan tertentu.

Namun di sisi lain, dapat kita pastikan bahwa Paulus ingin mengungkapkan inti sari penting yang terintegrasi dalam kalimat kompleks ini. Pertama-tama ia memakai metode himne pujian Ibrani, di klausa pertama ia mengungkapkan garis besar pujian ini, dan kemudian memasukkan detail dan alasan pujian dalam klausa subordinat berikutnya.

Di ayat 3 ini Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga, Paulus memakai beberapa kata yang saling berkaitan untuk mengungkapkan tema (garis besar) dari pujian ini, menunjukkan bahwa Allah adalah sumber dari segala kasih karunia. Bahasa asli kata pujian (Εὐλογητὸς eulogetos), mengaruniakan (εὐλογήσας eulogísas), dan berkat (εὐλογίᾳ eulogia) memiliki akar kata yang sama. Di satu sisi, mereka dapat memiliki efek paralel dalam pengucapan, dan di sisi lain, mereka juga menghubungkan terpujilah Allah saling berkait erat dengan telah mengaruniakan, ini juga mencerminkan format dasar himne dalam Perjanjian Lama.

Pujian (Εὐλογητὸς eulogetos) pada dasarnya merupakan kata sifat, dan pada frasa pertama ini tidak ada kata kerja, sehingga frasa pertama dapat diartikan sebagai sebuah deklarasi bahwa Allah memang layak terpuji. Namun di dalam himne ini, pembukaan yang berbentuk pengumuman deklarasi ini memiliki efek memanggil, mengajak para pembaca untuk menaikkan pujian sebagai respons atas seruan ini, maka banyak terjemahan menggunakan kata kiranya pujian untuk mengungkapkan makna ajakan ini (ITB sangat sesuai memakai bentuk ajakan terpujilah).

Pujian adalah ditujukan kepada Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang menunjukkan hubungan antara kita dan Allah. Allah adalah Bapa dari Yesus Kristus, dan Yesus Kristus adalah Tuhan kita, menyatakan bahwa melalui Yesus Kristus, kita dapat pergi kepada Allah dan menyembah Dia, ini adalah pesan penting dalam surat Efesus.

Di paruh kedua ayat ini, Paulus dengan sederhana dan kuat menunjukkan mengapa Allah layak dipuji. Pertama-tama ia memakai sebuah kata bentuk partisip untuk menunjukkan bahwa Allah adalah pemberi anugerah. Dengan kata lain, kita memuji Allah bukan karena kita mampu memberi Dia sesuatu, tetapi karena Dia sudah memberi anugerah kepada kita, kita hanya menanggapi kasih karunia Allah.

Ayat ini lebih jauh menggambarkan apa yang Allah telah berikan kepada kita yakni segala berkat rohani di dalam sorga. Dalam urutan teks bahasa aslinya, pertama-tama ditunjukkan bahwa yang diberikan Tuhan adalah beraneka ragam (πάσῃ pasē) berkat, ini memiliki makna komprehensif menyeluruh. Meskipun dalam ayat-ayat selanjutnya dicantumkan beberapa contoh penting, namun apa yang diungkapkan di sini sangat komprehensif dan kaya melimpah.

Kata sifat yang mengikuti selanjutnya dan juga frasa kata sifat yang mengikuti, memiliki efek saling menjelaskan secara timbal balik. Paulus menunjukkan bahwa karunia yang Allah berikan kepada kita adalah rohani dan surgawi. Ini bukan untuk menyangkal bahwa Allah memberi kita berkat jasmani, tetapi untuk menekankan karunia di dalam Kristus bersifat melampaui segalanya, dan itu tidak akan dibatasi oleh berkat jasmani dan berkat materi. Di antaranya, di dalam sorga diawali dengan preposisi, ditambah akar kata ini telah mengungkapkan sifat surgawi, yang jelas memiliki efek penekanan. Oleh karena itu, sebagian orang akan menafsirkannya sebagai di sorga yang tinggi, untuk mengungkapkan sifat transendensi (sifat melampaui segalanya) dari karunia-karunia ini .

Terakhir, ayat ini menunjukkan bahwa karunia Allah ini dianugerahkan kepada kita di dalam Kristus. Di satu sisi, ini mengungkapkan sifat perantara Yesus Kristus, dan di sisi lain, itu berarti bahwa kita menikmati karunia-karunia ini hanya dalam hubungan persatuan kita dengan Yesus Kristus. Pekerjaan Allah bagi kita diselesaikan melalui Yesus, sehingga kita dapat menikmati kelimpahan karunia ini di dalam Dia.

Renungkan:
Terpujilah Allah, dan kasih karunia-Nya berlimpah. Biarlah hidup kita bersaksi tentang Dia.

(Tambahan penerjemah: Kita menikmati karunia-karunia rohani sorgawi yang berkelimpahan, yang hanya dianugerahkan kepada kita di dalam hubungan persatuan kita dengan Yesus Kristus. Demikian juga pekerjaan Allah bagi kita yang diselesaikan-Nya melalui Yesus. Memnag sepatutnya kita hidup dengan penuh rasa syukur dan kesadaran bahwa tanpa Tuhan kita Yesus Kristus maka tidak ada segala kelimpahan tersebut. Ambillah satu atau dua komitmen bagaimana Anda hendak mengekspresikan bahwa Tuhan Yesus merupakan Peran utama dalam aktifitas kita, Ia bukan merupakan prioritas sampingan di antara kesibukan? Soli Deo Gloria.)

(Catatan terjemahan asli: Seluruh paragraf Efesus 1:3-14 terdiri dari serangkaian kata ganti relatif (relative pronouns, kata ganti yang digunakan untuk menghubungkan dua kalimat dan menerangkan kata benda, misal: who, whom, whose, which, that) dan partisip (participle, merupakan turunan dari kata kerja, yang biasanya digunakan sebagai kata sifat). Merupakan kalimat kompleks yang berisi beberapa klausa subordinat. Di antara banyak klausa subordinat, sintaksisnya tidak mudah dianalisis dengan jelas. Hubungan tersebut membuat penafsiran dari bagian ini menjadi sulit, dan analisis struktural juga menimbulkan tantangan tertentu.)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 1:3-14 (3)

「Rencana Kristus」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 1:3-14 [ITB])
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, 6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus 10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi. 11 Aku katakan di dalam Kristus, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya 12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.
13 Di dalam Dia kamu juga karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. 14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Mari kita meringkas isi dari paragraf pertama, Paulus sedang membicarakan topik mengenai Gereja.

Bagaimana mulainya iman dan Gereja? Dimulai dari rencana penebusan dan rahasia besar Allah.

Dalam Surat Efesus, Paulus pertama-tama menaikkan pujian atas semua kasih karunia Allah yang telah diberikan kepada orang percaya, tapi dia tidak berhenti pada aspek pengalaman orang percaya mendapatkan kasih karunia, ia segera melanjutkan pada rencana penebusan Allah dalam Kristus Yesus. Rencana penebusan ini sudah ditetapkan oleh Allah sebelum penciptaan dunia, dan direalisasikan hanya di hari akhir sesuai urutan rencana. Inilah yang Paulus sebut rahasia kehendak Tuhan (lihat 1 Kor. 2:1, 7).

Paulus tidak sedang menjelaskan tentang misteri Allah TriTunggal, Firman berinkarnasi menjadi manusia, penciptaan atau hari akhir, tapi rahasia Kristus dan penebusan. Dia berbicara tentang rencana Allah atas keselamatan bagi manusia dan dunia (kebenaran tentang keselamatan), dan rencana ini digenapkan di dalam Yesus Kristus (kebenaran tentang Kristus).

Rahasia ini adalah bahwa penciptaan dan karya penebusan Allah tercakup dalam satu rencana. Penciptaan dan penebusan tidak terpisah sebagai dua rencana; keselamatan bukanlah perbaikan atas rencana penciptaan yang dilaksanakan setelah dirusakkan oleh kejahatan manusia barulah kemudian dilakukan sebagai rencana B, dan Allah tidak pernah salah, sehingga tidak perlu untuk rencana kedua. Penciptaan dan penebusan adalah semua bagian dari rencana Kristus, dan Kristus adalah pusat dari semua tindakan Allah. Ia menciptakan segala sesuatu melalui Yesus Kristus, dan akhirnya Ia membawa semua yang ada kembali kepada Yesus Kristus menjadi milik-Nya, artinya 「untuk dipersatukan」 (lihat Ef. 1:10).

Rencana Kristus memiliki kaitan dengan kita. Sebelum penciptaan dunia, Allah telah memilih sekelompok orang untuk dipisahkan dari dunia untuk memperoleh identitas sebagai anak-anak Allah, mendapatkan keselamatan, dan untuk menerima semua berkat rohani. Allah telah memberikan segala anugerah ini adalah untuk menyatukan mereka dengan Kristus, menjadi perpanjangan Kristus di dunia, agar mereka melanjutkan rencana Kristus.

Selain rencana Kristus, Allah tidak melakukan rencana lain di dunia, di luar itu Ia tidak memberikan satu orang apa pun misi yang unik; semua ada di dalam rencana Kristus, semua adalah bagian dari rencana Kristus, dan posisi yang unik hanya dapat ditemukan hanya di dalam Kristus rencana.

「Di dalam Dialah (Yesus Kristus) kami mendapat bagian yang dijanjikan kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya」(Ef. 1:11) Posisi kita bukan ditentukan sesuai kesukaan kita sendiri, tetapi adalah bagaimana Tuhan hendak mengutus kita maka demikianlah kita diutus, kita tidak berhak untuk protes. Ada yang dilahirkan kaya, beberapa dilahirkan dalam kemiskinan, beberapa yang dilahirkan dalam kemakmuran, beberapa yang dilahirkan dalam keadaan penuh kesulitan, tidak ada yang bisa dikeluhkan. Allah adalah penulis dan sutradara kehidupan kita, Ia memiliki kedaulatan mutlak atas hidup kita.

Tapi titik persamaan umum adalah: misi kita adalah bersatu dengan Kristus, menghidupi Kristus dan memberitakan Kristus di dunia. Kita semua adalah perpanjangan eksistensi Kristus di dunia, tujuannya adalah agar orang-orang mengenal Kristus, mengikuti Kristus, memuliakan Kristus, tidak untuk mengenal dan mengikuti kita. (Apakah yang kita lakukan bertujuan agar orang mengenal diri kita atau Kristus?)

Rencana Kristus adalah milik Kristus dan milik tubuh Kristus dan oleh karena itu harus yang bersifat komunitas, gerejawi. Gereja adalah tubuh Kristus, setiap orang Kristen adalah bagian (anggota tubuh) dari Gereja (ditulis dalam huruf kapital, artinya Gereja secara Am, bukan gereja lokal), dan kita harus menemukan identitas dan peran kita sendiri dalam tubuh Kristus (bukan di dunia). Oleh karena itu, tidak ada orang Kristen dapat meninggalkan gereja atau melakukan merealisasikan tugas Injil di luar Gereja.
Ini adalah benang merah, pusat berita dari seluruh Surat Efesus, yang akan dibicarakan secara rinci di bawah ini.

Kita tidak dapat sepenuhnya memahami isi dari rahasia- rahasia Allah, terutama sulit untuk memahami bagaimana Allah menciptakan alam semesta dalam Kristus, atau juga tidak tahu bagaimana kelak semua yang ada dipersatukan dengan Kristus. Tetapi kita tahu bahwa keselamatan kita bukanlah suatu peristiwa terpisah, tetapi bagian dari seluruh ciptaan Allah dan rencana penebusan. Inilah kabar baik: kita dipilih dan diselamatkan tidak pernah merupakan kebetulan, tapi sudah diatur sebelum penciptaan dunia; Tapi ada satu berita buruk: kita bukan pemeran utama dalam rencana keselamatan Tuhan, hanyalah merupakan bagian saja, Yesus Kristus berinkarnasi datang ke dunia bukan didedikasikan untuk kita, dan keselamatan-Nya tidak hanya semata-mata untuk membawa kita pulang rumah di Sorga untuk menikmati kebahagiaan. Itu mungkin tidak akan sangat menarik bagi rakyat postmodern kita yang berpusat pada diri, tahu bahwa diri sendiri hanyalah bagian kecil dari rencana besar Tuhan.

Apa manfaatnya bagi kita bahwa kita tahu ada berbagai rahasia yang kita tidak dapat sepenuhnya mengerti? Manfaat terbesar adalah bahwa kita tidak melakukan privatisasi iman Kristen, mengubah Allah menjadi malaikat pelindung atau dewa rumah kita, juga kita tidak akan menganggap keberhasilan atau kegagalan individu sebagai indikator untuk mengukur benar dan palsunya iman. Paulus mengingatkan kita bahwa jikalaupun kita memiliki beban berat kehidupan bahkan saat semua energi kita sudah dihabiskan untuk kehidupan sehari-hari, jangan memandang Tuhan hanya terbatas dalam lingkaran kehidupan dunia pribadi kita sendiri saja (hanya berpusat pada individu diri kita saja). Allah adalah Tuhan yang besar, keselamatan Yesus Kristus adalah keselamatan yang besar, kita harus memiliki visi dan pikiran yang lebih luas, harus menerobos kerangka pikir yang terbatas dan terpusat hanya pada diri sendiri untuk memahami Tuhan yang besar dan misi-Nya yang besar. Ini akan tersambung dengan berita dalam ayat berikutnya besok.

Renungkan:

1. Isi dari perikop ini lebih sulit untuk dimengerti. Coba tutup renungan ini, gunakan kata-kata Anda sendiri untuk mengulang penjelasan. Tentunya ini tidak terlalu sulit bagi Anda.

2. Cobalah untuk pikirkan peran apa atau seberapa besar atau kecil Anda dapat ambil bagian dalam rencana Kristus? Apa jenis pelayanan yang Anda ikut berpartisipasi di dalam gereja sekarang? Apa rencana Anda ikut ambil bagian di masa depan?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 1:3-14 (2)

「Rahasia Allah」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 1:3-14 [ITB])
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. 4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, 6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. 9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus 10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi. 11 Aku katakan di dalam Kristus, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya 12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya. 13 Di dalam Dia kamu juga karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. 14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Paulus menunjukkan serangkaian tindakan Allah di dalam diri kita: memilih, menjadikan suci, memberikan status sebagai anak-anak Allah, penebusan. Tetapi ini tidak berarti bahwa segala tindakan Allah di dunia dilakukan bagi kita, dan kita bukanlah pusat dari penciptaan dan penebusan-Nya. Pusat-Nya ada di dalam Yesus Kristus.

Inti kunci perikop ini bukanlah kita, tetapi Yesus Kristus. Kita membaca beberapa ayat: 「3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. 4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, 6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya」 (Ef. 1:3-6). Dapat kita lihat bahwa frasa 「di dalam Kristus」 tiada henti diulang di sini, seluruhnya 11 kali dalam berbagai variasi, yang menunjukkan pentingnya frasa ini.

Apa makna 「di dalam Kristus?」 Artinya Bapa oleh karena Yesus Kristus barulah memilih kita, memisahkan kita menjadi kudus, memberikan kita status sebagai anak, menyelamatkan kita. Mengapa tindakan Allah di dalam kita berkaitan dengan Yesus Kristus? Ini adalah berita pesan yang paling penting dalam perikop ini.

Paulus memberitahukan kepada kita bahwa Allah menciptakan dan menyelamatkan dunia ini dengan satu tujuan yang khusus, yang Paulus sebutkan 「rahasia kehendak-Nya」 (ayat 9). Dalam Surat Efesus dan Surat Kolose, Paulus menunjukkan bahwa Allah memiliki suatu rahasia. Rahasia ini adalah yang tersembunyi, bukanlah suatu rahasia yang biasa-biasa, tapi khusus menunjuk kepada kehendak Allah di balik tindakan penciptaan dan penebusan dunia (「rahasia yang tersembunyi dalam penciptaan segala sesuatu」 Ef. 3:9). Allah bukanlah Tuhan yang bertindak sembarangan, tindakan Allah dilakukan sesuai dengan kehendak yang telah Ia tetapkan yang Ia tentukan (「ditentukan … sesuai dengan maksud Allah」 ayat 11). Banyak kali kita melihat tindakan Allah, tetapi kita tidak selalu tahu isi hati-Nya; sejauh yang kita tidak bisa tahu adalah rahasia.

Paulus bukanlah penganut paham mistik, ketika ia menyebutkan misteri Allah, ia secara khusus menunjukkan bahwa misteri ini telah disingkapkan untuk kita. 「Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus」 (ayat 9); 「rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya」 (Kol. 1:26). Ia dalam surat 1 Korintus berkata: 「Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia …」 (1 Kor. 2:7) Rahasia adalah hanya bagi mereka yang tidak mengenal Yesus Kristus, bagi Paulus, bagi kita, rahasia ini adalah pengetahuan yang sudah disingkapkan terbuka.

Rahasia ini adalah bahwa segala sesuatu yang Allah lakukan adalah untuk Yesus Kristus, penciptaan dan penebusan dari Bapa ada di dalam Kristus, dan Kristus adalah sumber dan juga merupakan tujuan segala sesuatu. Allah karena Kristus maka menciptakan segala sesuatu, dan pada akhirnya semua menjadi milik Kristus. Ayat 10 membuat referensi khusus tentang akhir dunia 「sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.」 Apakah 「mempersatukan di dalam Kristus?」 Sederhananya, itu berarti bahwa semua ada di bawah kuasa pemerintahan Kristus, seperti yang dikatakan dalam ayat 22 「segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus,」 atau Kol. 1:18 katakan 「… Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu」 (Ia menduduki tempat terbesar di antara segala yang ada)

Allah memiliki rencana Kristus di dalam dunia, apa kaitannya dengan kita? Ini adalah hubungan yang besar. Ayat 11 mengatakan 「di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan」 「Bagian yang dijanjikan」 di sini tidak menunjuk ke tanah atau harta warisan, tetapi menunjuk pada bagian dari identitas kita dan misi kita di dalam Kristus. Kita mendapatkan sebuah posisi, yakni memiliki peran dalam misi penebusan-Nya. Kita bukanlah mendapatkan bagian dari milik diri kita, tetapi kita adalah bagian dari rencana Yesus Kristus. Bagian itu adalah 「memiliki bagian di dalam Yesus Kristus」, yakni kita semua telah ditugaskan Allah untuk pelayanan dan posisi yang sudah ditentukan.

Kita menjadi bagian dari rencana Bapa di dalam Kristus, kita memiliki bagian di dalam karya-Nya, bagian dalam jalan-Nya, berbagi penderitaan-Nya di dunia, dan juga harapan berbagi kemuliaan-Nya di masa depan.

Ayat terakhir dari perikop ini 「Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya」 (Ayat 14); 「Jaminan」 adalah jaminan yang diperlukan untuk pinjaman, dan jaminan tentang kepastian pembayaran. Roh Kudus yang berdiam di dalam diri kita, membuat kita tahu dengan pasti bahwa kita adalah umat pilihan Allah, memiliki bagian di dalam rencana penebusan Yesus Kristus. Dalam Perjanjian Lama, hamba-hamba Tuhan yang digunakan Tuhan, semuanya memiliki Roh Tuhan di dalam diri mereka sebagai jaminan; Roh Kudus adalah jaminan bagi hamba yang diutus dan dipakai oleh Yesus Kristus.

Renungkan:

1. Rencana Allah adalah membawa bangsa-bangsa kepada Kristus dan membawanya di bawah kuasa pemerintahan Kristus. Sejak kita menjadi orang Kristen, kita telah menyatakan 「Kristus adalah Tuhan.」 Hari ini apakah Anda yakin Anda milik Kristus? Apakah Anda yakin Ia memegang kuasa dalam hidup Anda?

2. Marilah menyanyikan 《Ia adalah Tuhan》(He is Lord) dua kali sebagai penutup.

(https://www.youtube.com/watch?v=OTbhnTeF4yE)
Lyrics:

Again the wind is raging
But I will not be shaken
For I know, who’s in control
The greater One within me
Is more than what’s against me
He’s in control, for I know
He’ll see me through like before
He is Lord, He is Lord
I’m not afraid anymore
He is Lord, He is Lord
The One who holds tomorrow
Is calling me to follow
Heart and soul, I will go
The Maker of the promise
Will finish what He started
Heart and soul, I will go
He’ll see me through like before
He is Lord, He is Lord
I’m not afraid anymore
He is Lord, He is Lord
And at His name the mountains bow
Lift every voice declare it now
Jesus Christ is Lord
And with a shout the walls come down
Lift every voice declare it now
Jesus Christ is Lord
And at His name the mountains bow
Lift every voice declare it now
Jesus Christ is Lord
And with a shout the walls come down
Lift every voice declare it now
Jesus Christ is Lord
He’ll see me through like before
He is Lord, He is Lord
I’m not afraid anymore
He is Lord, He is Lord
He’ll see me through like before
He is Lord, He is Lord
I’m not afraid anymore
He is Lord, He is Lord


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 1:3-14

「Perbuatan Allah」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 1:3-14 [ITB])
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, 6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus 10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.
11 Aku katakan di dalam Kristus, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya 12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.
13 Di dalam Dia kamu juga karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. 14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Paulus sebelum memberikan pelajaran kepada saudara dan saudari, pertama-tama ia mewakili saudara dan saudari menaikkan pujian kepada Tuhan, memuji perbuatan Tuhan yang ajaib di atas diri mereka. Benar adanya, semuanya dimulai dari tindakan Allah, dan iman Kristen tidak dimulai dengan mengatakan apa yang akan kita lakukan untuk Tuhan, dengan melakukan untuk mendapatkan kelayakan di hadapan Tuhan, tetapi dengan menegaskan apa yang sudah dilakukan Tuhan bagi kita. Kita terlebih dahulu harus mengenal tindakan Tuhan, terutama apa yang Dia genapkan dalam diri kita. Saudara dan saudari, kita semua merupakan tindakan Tuhan, yang digenapkan di dalam Kristus. Hanya ketika diri kita merupakan tindakan Tuhan, kita dapat berbicara tentang melakukan apa untuk Dia.

Tindakan Tuhan di dalam diri kita, tentu saja merupakan kasih karunia-Nya. Alkitab mengatakan bahwa Tuhan telah menganugerahkan kepada kita 「segala berkat rohani」 (Ef. 1:3), dan dalam terjemahan CUVT mandarin frasa 「berbagai berkat rohani」 harus diterjemahkan sebagai 「segala berkat rohani」(seperti dalam ITB). Paulus tidak sedang menghitung berkat-berkat yang Tuhan telah anugerahkan kepada kita: memiliki orang tua yang baik, keluarga bahagia, tubuh yang sehat, tentu saja semua itu penting, tapi Paulus menekankan 「segala」, yakni segala hal, semua pengaturan, termasuk apa yang kita tidak sukai yang kita pikir adalah kutukan, yang bukan bagian dari kasih karunia. Seumur hidup kita semua adalah kasih karunia, bukan hanya sebagian saja merupakan kasih karunia, tetapi semuanya adalah kasih karunia. Ef. 1:3-14 membicarakan apa yang Allah (Roh Kudus) telah genapkan atau yang akan genapkan di tengah-tengah orang-orang percaya, mulai dari penciptaan dunia sampai akhir dunia.

Berkat dan kasih karunia yang bagaimana? Yang pertama adalah pemilihan. Ef. 1:4 memberitahu kita bahwa Tuhan telah 「memilih kita di dalam Kristus」 sebelum dunia diciptakan. Kita dipilih oleh Allah. Pemilihan ini adalah sebelum kita diciptakan, hubungan Tuhan dengan kami jauh sebelum kita mengenal Dia, jauh sebelum kita mengenal diri kita sebelumnya, jauh sebelum diri kita ada.

Yang kedua adalah pengudusan. Tuhan tidak hanya memilih kita, tetapi juga menjadikan kita kudus: 「supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.」 Untuk menjadi suci kudus adalah konsekuensi dari kita diberkati, adalah hasil dari apa yang Allah telah perbuat atas diri kita, bukan dicapai dari usaha kita sendiri. Paulus tidak mengatakan bahwa kita mengandalkan bersandar pada perilaku moral untuk mencapai kekudusan, mencapai kekudusan adalah oleh karena kasih karunia yang Allah genapkan atas diri kita, bahwa Ia telah mengadakan relasi yang intim dengan kita, dan Dia telah berbagi kekudusan dan kesempurnaan diri-Nya kepada kita.

Alkitab menyebutkan pengudusan, terutama merujuk kepada pengudusan pasif, bukan pengudusan aktif; Ini adalah pembentukan hubungan, bukan tentang kesempurnaan tindakan moral. Kekudusan adalah sifat yang hanya dimiliki Allah, Dia adalah Sang Mahakudus Israel (The Holy), hanya dengan terhubung kepada Dia saja, barulah dapat berbagi kekudusan-Nya (kita tidak bisa memiliki kekudusan jika terlepas dari Tuhan kita). Dapat diumpamakan hubungan antara magnet dan besi sebagai metafora, besi sendiri tidak memiliki daya magnet, hanya ketika besi dan magnet terhubung barulah besi bisa berbagi daya tarik magnet, tetapi jika besi memiliki daya magnet, daya magnet ini bukan miliknya, begitu besi terpisah dari magnet, maka daya magnet segera hilang pada waktu itu juga. Demikian pula, ketika kita terhubung dengan Tuhan, kita berbagi kesucian Allah, tetapi itu bukan milik kita, dan jika kita terpisah dari Allah maka tidak ada lagi kesucian kekudusan. Yesus berkata, 「Akulah pokok anggur, engkau adalah cabang dan engkau tidak bisa melakukan apapun tanpa aku.」 Jika kita terlepas dari Kristus, kita tidak lagi suci kudus.

Ini menyebutkan bahwa Allah menjadikan kita suci, menekankan bahwa Allah telah memisahkan kita. 「Dipisahkan untuk menjadi kudus」 yakni ada pemisahan barulah dapat menjadi kudus. Kita adalah kumpulan yang unik, saat dilahirkan ibu sudah menjadi unik, Allah sudah memisahkan kita untuk menjadi kudus, kita berbeda dari orang lain.

Berkat rohani ketiga adalah membawa hak bagian menjadi anak-anak-Nya. Dari pemilihan sampai dipisahkan untuk dikuduskan, kita diterima sebagai anak Allah. Paulus menekankan bahwa kita adalah anak-anak Allah melalui Yesus Kristus. Dengan kata lain, kita tidak karena diciptakan sehingga menjadi anak-anak Allah, tetapi karena penebusan keselamatan Kristus maka kita diterima sebagai anak-anak Allah. Iman Kristen tidak menyatakan bahwa semua manusia adalah anak-anak Allah. Menjadi anak-anak Allah bukan karena diciptakan, tetapi karena penebusan.

Berkat keempat adalah keselamatan Yesus Kristus. 「Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.」 (Ef. 1:7-8) Ini adalah Injil, dan kita akan menguraikannya lebih terperinci di pasal 2.

Renungkan:

1. Cobalah menunjukkan empat tindakan Allah yang Ia genapkan dalam perjalanan iman Anda pribadi?

2. Bagaimana pendapat dan pengalaman Anda tentang orang-orang Kristen dikuduskan karena persatuan dengan Kristus, Kristus telah meminta kita untuk terhubung erat dengan Dia?


Daftar renungan pemahama  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Kolose 3:5-6

「Matikanlah dalam Dirimu Segala Sesuatu yang di dunia 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kolose 3:5-6 [ITB])
5Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, 6semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).

Perikop kemarin menyebutkan bahwa kehidupan yang telah dibangkitkan harus membawakan perubahan dalam aspek arah kehidupan 「harus mencari …」 dan dalam aspek pikiran 「harus memikirkan …」, kedua aspek yang selalu saling berkaitan tidak bisa saling dipisahkan. Apa yang kita kejar dan cari dalam kehidupan, tercermin dalam apa yang tidak hentinya kita pikirkan. Paulus berpesan kepada orang percaya di Kolose harus tiada henti memikirkan perkara yang di atas, jangan memikirkan perkara dunia. Ini bukan mengatakan bahwa semua 「perkara di dunia 」 tidak berharga dipikirkan. Orang Kristen juga tidak bisa tidak memikirkan urusan di dunia, kecuali jika kita sudah meninggalkan dunia dan tinggal bersama Tuhan. Selama masih ada di dunia,orang Kristen harus mempertimbangkan berbagai aspek bagi kehidupan, termasuk masalah tempat tinggal, pendidikan, pekerjaan, jaminan pensiun dan lain-lain. Pemimpin gereja juga harus mengerjakan urusan perluasan gereja, perluasan bangunan, perbaikan dan berbagai urusan di dunia. Manusia karena hidup di dunia maka harus sering membuat pilihan either-or “salah satu … atau …” dari antara kemungkinan yang ada, tidak bisa menghindari berpikir untuk hal-hal di dunia. Paulus berpesan kepada orang percaya 「jangan memikirkan perkara di dunia 」, adalah menunjuk kepada berbagai ajaran, tradisi dan aturan yang memimpin orang meninggalkan Kristus (Kol. 2:6-21). Bagi Paulus, ajaran-ajaran ini, tradisi dan aturan jikalaupun dalam pandangan manusia mempunyai hikmat yang hebat dan rohani yang tinggi, namun hanyalah ajaran atau filsafat kecil dunia (sekolah dasar) jika dibandingkan dengan rahasia Kristus mengenai alam semesta dan segala ciptaan. Oleh karena itu, orang Kristen harus mengejar pengenalan akan rahasia Kristus, sepenuh hati mengerti kehendak Allah (Kol. 1:9). Orang hidup tidak bisa menghindari berpikir urusan di dunia, namun fondasi berpikir orang Kristen bukan ajaran atau filsafat dunia yang dangkal, tetapi harus mempunyai fondasi pada rahasia yang digenapkan Allah di dalam Kristus.

Kedua ayat renungan hari ini mempunyai fokus pada dunia. Makna apa tentang perkara dunia yang tercakup dalam memikirkan perkara di atas? Paulus berpesan kepada orang percaya di Kolose untuk mematikan anggota tubuh yang di dunia. Kata kerja 「matikanlah 」 dalam surat-surat Paulus hanya muncul dua kali (di sini Kol. 3:5 dan Rom. 4:19), merupakan kata yang diambil dari istilah kedokteran, yang mempunyai arti bagian tubuh karena penyakit sehingga fungsinya menyusut. Di sini, Paulus meminjam kata ini sebagai perumpamaan untuk mengingatkan orang percaya, bahwa hawa nafsu dan dorongan dari daging harus dipandang seperti sudah mati, fungsi yang sudah menyusut. Hawa nafsu dan dorongan dari daging mencakup percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan (serakah tanpa bosan, mengejar dengan tidak pernah merasa puas). Para peneliti menunjukkan, beberapa aspek ini berkaitan dengan pemanjaan menuruti keinginan sex:

  • Percabulan (immorality): menunjuk kepada perzinahan dan perbuatan mesum tidak sesuai aturan dan moral, di dalam Alkitab menunjuk kepada perbuatan sex yang melanggar hukum.
  • Kenajisan (impurity): karena tingkah laku cabul yang kacau melanggar aturan menyebabkan tubuh menjadi najis.
  • Hawa nafsu (lustful passion), nafsu jahat (evil desire): keinginan terhadap sex yang melanggar hukum.
  • Keserakahan (greed): mengejar sex tanpa batas.

Paulus mengingatkan orang percaya untuk mematikan anggota tubuh di dunia, hal yang pertama yang disebutkan adalah pemanjaan menuruti keinginan sex, mungkin karena sex mempunyai keterkaitan yang paling besar dengan tubuh. Paulus di 1Kor. 6:18 mengingatkan orang percaya hendaknya menjauhi percabulan (“… Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri”), karena mereka telah bersatu dengan Yesus Kristus, menjadi satu roh (one spirit with him). Dalam pandangan Paulus, apapun dosa yang dilakukan, semuanya di luar tubuh, hanya orang yang melakukan percabulan adalah melakukan dosa dengan tubuh diri sendiri. Bagaimana serius beratnya membuat dosa tubuh sendiri? Karena tubuh sudah bersatu dengan Kristus, maka jika membuat dosa tubuh sendiri adalah sama dengan membuat dosa pada Kristus. Paulus mengingatkan penerima surat: 「Kristus adalah hidup kita 」 (Kol. 3:4) (ζωή zō-ee’ “hidup” yang dimaksudkan lebih daripada sekedar fisik yang sekarang atau hidup alami).  Oleh karena itu, orang Kristen harus waspada, sudah tahu hidup kita bukan milik kita lagi, tidak dapat hidup semau kita, bertindak ceroboh, seperti halnya suami istri jika sudah bersatu bukan lagi hidup bagi diri sendiri lagi.

Dan lagi, murka Allah akan datang menimpah orang yang memberontak (atas orang-orang durhaka). Allah pasti akan melawan dosa kejahatan, menghancurkan yang kacau mengembalikan kebenaran. Terhadap anak-anak-Nya, Allah terutama akan bertindak demikian. Apakah ada orang tua yang tidak mendidik anaknya (Ibr. 12:7)? Orang Kristen jangan sekali-kali mencobai Allah, mencari batas kesabaran Allah. Allah tidak pernah meringankan tangan-Nya dalam menghadapi orang-orang durhaka, masalahnya hanya cepat atau lambat saja.

Renungkan: tidak sedikit orang percaya yang sangat mempunyai talenta karunia, sangat mengasihi Tuhan Yesus namun jatuh dalam masalah sex, menghacurkan pelayanan sendiri, keluarga dan pekerjaan, sangatlah disayangkan, bahkan Pendeta tidak terkecuali. Richard Foster pernah menunjukkan, uang, sex, dan kekuasaan adalah tiga hal yang mudah membuat orang Kristen jatuh. Mungkin, dari ketiga hal tersebut, sex paling menggiurkan dan memiliki daya menghancurkan yang paling besar. Renungkan, apakah saya sebenarnya mematikan anggota tubuh di dunia dalam aspek sex? Dalam hal apa saya hidup dalam pemanjaan menuruti keinginan diri?


Tambahan Blogger:

Karena perikop ini sangat terkait dengan teks sebelumnya Kolose 3:1-4, sebelum lupa isi renungan ini, secepatnya bacalah ulang renungan Kolose 3:1-4 「Pikirkanlah Pekara-Pekara yang di Atas 」 hanya memakai waktu anda sebanyak 2 menit.