Tag Archives: Transformasi

Zefanya 1:1-6

「Menyeluruh Menyapu Bersih」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Zefanya 1:1-6 [ITB])
1 Firman TUHAN yang datang kepada Zefanya bin Kusyi bin Gedalya bin Amarya bin Hizkia dalam zaman Yosia bin Amon, raja Yehuda.

2 Aku akan menyapu bersih segala-galanya dari atas muka bumi, demikianlah firman TUHAN. 3 Aku akan menyapu manusia dan hewan; Aku akan menyapu burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut. Aku akan merebahkan orang-orang fasik dan akan melenyapkan manusia dari atas muka bumi, demikianlah firman TUHAN. 4 Aku akan mengacungkan tangan-Ku terhadap Yehuda dan terhadap segenap penduduk Yerusalem. Aku akan melenyapkan dari tempat ini sisa-sisa Baal dan nama para imam berhala, 5 juga mereka yang sujud menyembah di atas sotoh kepada tentara langit dan mereka yang menyembah dengan bersumpah setia kepada TUHAN, namun di samping itu bersumpah demi Dewa Milkom, 6 serta mereka yang berbalik dari pada TUHAN, yang tidak mencari TUHAN dan tidak menanyakan petunjuk-Nya.

Dalam enam hari terakhir bulan ini, kita akan menggunakan kitab Zefanya sebagai renungan kita. Zefanya 1:1 dengan cara yang sangat istimewa memperkenalkan nabi Zefanya. Pada umumnya memperkenalkan nama seseorang hanya menambahkan sebuah deskripsi, yang dapat berupa pekerjaannya, tempat kelahirannya, atau nama ayahnya. Tapi dalam memperkenalkan Zefanya digunakan silsilah keluarga empat generasi, yang mencerminkan status khusus keluarganya. Beberapa orang berpikir bahwa ini karena ayah Zefanya, Kusyi mungkin orang Etiopia, karena Kusyi bisa merupakan Cush yang merupakan sebutan atas Ethiopia pada waktu itu, penulis kitab mungkin hendak dengan jelas menunjukkan identitas Zefanya adalah orang Yehuda, maka ia menggunakan silsilah keluarga yang relatif panjang. Bagaimanapun, silsilah ini dituliskan mulai dari Hizkia, kemungkinan besar adalah Hizkia yang merupakan raja Yehuda antara 715-687 SM. Dari silsilah ini, Zefanya adalah anggota keluarga kerajaan dan keponakan Yosia yang adalah raja pada saat itu. Dari data ini, disimpulkan bahwa Zefanya seharusnya menjadi nabi pada periode akhir dari pemerintahan Yosia, karena Yosia mulai memerintah pada usia delapan dan mulai mencari TUHAN (Yahweh) pada usia 16, dan pada 622 SM, Ketika Yosia berusia 26 tahun, dia memerintahkan membangun ulang Bait Suci dan memulai periode kebangkitan agama. Pesan kitab Zefanya tampaknya diberitakan setelah reformasi dan kebangunan rohani ini, menunjukkan bahwa setelah reformasi ini, penyembahan berhala belum sepenuhnya dihilangkan, sehingga mengingatkan orang-orang pada waktu itu tentang penghakiman yang akan datang.

Nama Zefanya dapat secara harfiah diterjemahkan sebagai TUHAN tersembunyi, tetapi kita tidak tahu informasi apa yang hendak dicerminkan oleh nama ini. Di satu sisi, kita dapat memahami bahwa ini adalah pikiran negatif ayahnya tentang generasi pada saat itu, berpikir bahwa Allah menyembunyikan diri-Nya sendiri, dan orang-orang tidak dapat menemukan bimbingan dan perlindungan Dia. Di sisi lain, ini mungkin juga pesan yang positif, menunjukkan bahwa TUHAN menyembunyikan dia. Namun dalam kitab Zefanya, TUHAN bukan lagi Allah yang tersembunyi, tetapi berada di antara mereka, Ia campur tangan dalam sejarah, dan menjalankan penghakiman.

Pada awal pesan Zefanya, TUHAN dengan tegas dan keras menyatakan bahwa Dia akan sepenuhnya menyapu bersih segala sesuatu dari tanah. Meskipun menyapu dan segala-galanya adalah dua kata yang berbeda, tetapi memiliki pengucapan yang sangat mirip (‘a·Sof ‘a·Sef), membuat pembaca memiliki kesan mendalam tentang kehancuran menyeluruh ini, dan juga mengingatkan mereka bahwa dalam reformasi Yosia, meskipun mereka mencoba yang terbaik, tetapi terbatas hanya sejumlah kecil penyembahan berhala yang bisa dihilangkan. Inilah tepatnya yang ditunjukkan dalam ayat 1:4-6, tidak sedikit orang melakukan perubahan hanya karena perintah raja, tetapi di dalam hati mereka, masih ada pikiran atau keinginan menyembah berhala. Mereka menyembah TUHAN dan bersumpah setia kepada TUHAN, tetapi di samping itu mereka bersumpah demi Dewa Milkom, oleh karena itu TUHAN akan menghakimi mereka. Pada waktu itu, TUHAN hanya berjanji kepada Yosia bahwa Dia tidak akan menurunkan bencana menghancurkan Yehuda ketika dia masih memerintah sebagai raja. Tetapi karena kejahatan masih terus diakumulasi, penghakiman TUHAN pasti akan datang.

Dalam 1:3, nabi Zefanya menggunakan urutan yang berseberangan dengan penciptaan, menyebutkan apa yang akan dilenyapkan TUHAN, yang menyiratkan bahwa ini adalah penghakiman yang menyeluruh. Dalam bagian 1:2 sampai 3:8, kita dapat dengan jelas melihat bahwa penghakiman tidak semata-mata diarahkan pada Yehuda, tetapi meluas ke seluruh bumi. Dapat dikatakan bahwa Yehuda digunakan sebagai model agar manusia dapat melihat kuasa kedaulatan Tuhan.

Renungkan:
Pembaruan dan kebangkitan kehidupan rohani harus datang dari hati. Perubahan tingkah laku di kulit permukaan harus ditransformasikan menjadi pembaruan hati yang menyeluruh. Ini adalah apa yang Zefanya ingatkan kepada kita.


Renungan pemahaman Kitab Zefanya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 62:4-12

「Perubahan Nama Sebutan Sion」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 62:4-12 [ITB])
4 Engkau tidak akan disebut lagi yang ditinggalkan suami, dan negerimu tidak akan disebut lagi yang sunyi, tetapi engkau akan dinamai yang berkenan kepada-Ku dan negerimu yang bersuami, sebab TUHAN telah berkenan kepadamu, dan negerimu akan bersuami. 5 Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.

6 Di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam, mereka tidak akan pernah berdiam diri. Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion, janganlah kamu tinggal tenang 7 dan janganlah biarkan Dia tinggal tenang, sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi. 8 TUHAN telah bersumpah demi tangan kanan-Nya, demi tangan kekuatan-Nya: Sesungguhnya, Aku tidak akan memberi gandummu lagi sebagai makanan kepada musuhmu, dan sesungguhnya, orang-orang asing tidak akan meminum air anggurmu yang telah kauhasilkan dengan bersusah-susah; 9 tetapi orang yang menuainya akan memakannya juga dan akan memuji-muji TUHAN, dan orang yang mengumpulkannya akan meminumnya juga di pelataran-pelataran tempat kudus-Ku.

10 Berjalanlah, berjalanlah melalui pintu-pintu gerbang, persiapkanlah jalan bagi umat, bukalah, bukalah jalan raya, singkirkanlah batu-batu, tegakkanlah panji-panji untuk bangsa-bangsa! 11 Sebab inilah yang telah diperdengarkan TUHAN sampai ke ujung bumi! Katakanlah kepada puteri Sion: Sesungguhnya, keselamatanmu datang; sesungguhnya, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. 12 Orang akan menyebutkan mereka bangsa kudus, orang-orang tebusan TUHAN, dan engkau akan disebutkan yang dicari, kota yang tidak ditinggalkan.

negerimu tidak akan disebut lagi 「yang sunyi」

Salah satu tema utama dalam Yes. 62:4-12 adalah perubahan nama sebutan kepada Sion, kita dapat melihat perubahan nama dalam ayat 4 dan 12, menjadi dua ayat di awal dan di bagian akhir yang saling bersahutan. Perubahan nama bukan hanya sekadar perubahan sebutan, tetapi pemahaman baru tentang realitas nyata yang ditunjuk oleh nama, yaitu, Sion dan negerinya yang diubah namanya, yang berarti bahwa keadaannya telah berubah, kutukan telah berlalu, dan berkat akan datang .

Ayat 4 menunjukkan bahwa nama Sion pada awalnya yang ditinggalkan suami (forsaken), dan negerinya sendiri yang sunyi (desolate), dan sekarang namanya diubah menjadi yang berkenan kepada-Ku (My delight), dan negerinya berubah menjadi yang bersuami (married). Ayat ini menggunakan gambar pernikahan seorang wanita, yang menjelaskan bahwa Sion adalah seorang wanita tanpa suami, yang ditinggalkan oleh orang, tetapi sekarang dia berkenan kepada TUHAN dan menjadi wanita yang memiliki suami, itu adalah cara bagi semua wanita di zaman itu untuk mendapatkan kemuliaan dan status. Ayat 12 menunjukkan bahwa umat Sion juga diubah namanya, mereka akan menjadi bangsa kudus, ini adalah menghidupi pemahaman sebagai umat Kerajaan Allah yang dinyatakan di dalam perjanjian Sinai (Kel. 19:4-6) dan juga menjadi orang-orang tebusan TUHAN, kata tebusan menunjukkan bahwa pada Tahun Yobel Allah akan menebus tanah milik orang yang berutang, mengulangi Injil Kabar Bahagia Tahun Yobel dalam Yes. 61:1-2. Selain itu, kota Sion juga disebut yang dicari (yang dikehendaki / yang diinginkan) dan kota yang tidak ditinggalkan, perikop teks dimulai dengan yang ditinggalkan suami (ayat 4) dan berakhir dengan yang dicari (ayat 12), menunjukkan kota Sion sudah tidak sama lagi, karena kota itu menjalankan keadilan kebenaran, dan nama kota diubah menjadi kota yang diberkati.

Isi ayat 5-11 mengulang gambar yang sering digunakan Yesaya, yakni jalan (ayat 10), panji-panji (bendera besar) (ayat 10), mengingatkan (berseru) (ayat 6), dan tangan kanan (ayat 8), kata-kata ini digunakan terkait dengan keselamatan, yang menunjukkan bahwa Allah akan mempersiapkan jalan bagi umat-Nya, dan membangun panji-panji untuk semua orang (bangsa-bangsa), mengumpulkan mereka datang ke Sion; dan Allah juga menempatkan pengintai-pengintai yang berseru-seru, yang terus-menerus mengingatkan orang-orang agar bertobat dan terus memberitakan kebenaran sampai Yerusalem menjadi yang dapat dipuji (menjadi kemasyhuran) di bumi, dan Allah juga akan membawa anugerah keselamatan kepada orang-orang Sion dengan lengan keselamatan-Nya, semua ini menggambarkan pekerjaan TUHAN. Ternyata alasan mengapa Sion akan diubah namanya bukan mengandalkan upaya manusia dan perjuangan diri, tetapi mengandalkan tindakan TUHAN, karena Dia memiliki antusias terhadap Sion, sehingga Ia berharap melihat keadilan kebenaran, dan juga berharap melihat Kota Sion menjadi Kota yang indah karena keadilan kebenaran.

Renungkan:
Perubahan nama mewakili perubahan nilai, dan juga berarti bahwa Tuhan tidak akan menyerah atas kota ini, sehingga harapan Sion semua bergantung kepada TUHAN. Dan apakah Anda memiliki harapan yang demikian, bahwa kota tempat Anda berada akan mendapatkan nama yang indah, dicintai oleh TUHAN, dan menjadi kota yang terpuji (yang dapat dipuji)? Berdoa agar kita semua berseru kepada Tuhan dengan harapan ini, dan kita menghidupi keadilan kebenaran.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.