Tag Archives: Injil Kabar Baik

Efesus 3:1-3 (2)

「Tugas yang dipercayakan」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 3:1-3 [ITB])
1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah, 2 memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, 3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat.

Efesus 3:2-3 memberikan penjelasan yang lebih rinci tentang identitas yang disebutkan di ayat 1. Paulus menunjukkan bahwa dia menjadi orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah bukan karena alasan internal dari dirinya sendiri, bukan karena keadaan eksternal atau faktor sejarah, tetapi karena tugas yang dianugerahkan Allah, tanggung jawab yang dipercayakan Allah kepadanya. Ia mengatakan bahwa fakta ini telah didengar oleh pembaca setidaknya melalui penyampaian oleh dirinya sendiri di masa lalu atau kesaksian orang lain.

Itu terdapat dalam catatan Kisah Para Rasul juga dalam perkenalan diri di surat-surat Paulus lainnya, kita dapat melihat bahwa Paulus sangat memandang penting tugas yang dia terima dari Yesus Kristus, yang mempengaruhi pemahamannya atas identitas dan misi tanggung jawab dirinya. Tentang misi dirinya, Paulus secara khusus menunjukkan bahwa dia telah menerima tugas untuk memperhatikan orang non-Yahudi. Jabatan rasul non-Yahudi ini memiliki makna teologis dan kontemporer di era Perjanjian Baru masa itu. Penunjukan diri Paulus mencerminkan sifat universalitas Injil Yesus Kristus, anugerah keselamatan bukan lagi hanya harapan eksklusif orang Yahudi, tetapi meluas ke semua bangsa-bangsa. Bukan hanya demikian, melalui kesetiaan rasul Paulus, Injil diberitakan kepada seluruh dunia non-Yahudi pada saat itu.

Paulus bahkan menunjukkan bahwa tugas yang dipercayakan kepadanya dinyatakan melalui wahyu sehingga dia mengetahui rahasia Injil kabar bahagia. Ini mungkin merujuk pada wahyu yang dia terima dalam perjalanan ke Damaskus, itu adalah pengalaman pribadinya tentang kuasa Injil, dan melalui banyak kesaksian dirinya, jabatannya bukan untuk diri sendiri, tetapi melalui banyak pemberitaan Injil ia berbagi kepada orang percaya lainnya, karena makna Injil itu sendiri bersifat melampaui batasan (transenden). Anugerah penebusan, dalam wahyu Yesus Kristus, nyata bersifat universal dan tidak memiliki batasan. Dalam surat-suratnya, khususnya di surat Efesus, jelas terlihat bahwa Paulus membagikan wahyu yang diterimanya kepada orang-orang beriman, yang juga pernah ia tuliskan secara singkat sebelum surat ini, dan sekarang perlu menjelaskan lebih lanjut, agar orang percaya dapat sepenuhnya dan dengan benar memahami esensi Injil, dan oleh karena itu ia dipercayakan pelayanan Injil yang bersifat universal (untuk semua bangsa-bangsa, bukan berorientasi pada satu bangsa saja).

Dalam banyak terjemahan tercermin bahwa paragraf setelah ayat 3:2 bersifat penjelasan, secara tata bahasa tidak memiliki hubungan dengan ayat di atasnya. Dengan cara pandang interpretasi ini, dapat dilihat bahwa secara tegas terlebih dahulu Paulus mengharapkan pembaca memahami tugas yang diterimanya. Dia berasumsi bahwa pembaca mungkin pernah mendengar pembicaraan tentang hal ini, juga menyatakan bahwa dia pernah menuliskan tentang hal ini kepada mereka, namun di sini ia sekali lagi mengingatkan mereka. Di satu sisi, ini menunjukkan bahwa Paulus sangat memandang penting tanggung jawabnya sebagai rasul, tetapi di sisi lain juga menuntut pembaca untuk secara serius menghadapi pengaruh dari misi ini pada mereka, agar mereka mengetahui bahwa mereka bukan hanya sekadar menikmati bagian di dalam anugerah Injil ini, tetapi juga harus ikut ambil peran dalam tugas Injil kabar bahagia untuk semua bangsa-bangsa ini.

Renungkan:
Apakah kita sudah mengenal kuasa besar Injil? Apakah Anda bersedia berkomitmen ambil bagian dalam misi anugerah ini?

(Marilah kita merenungkan lagi: Paulus, rasul yang dipercayakan Allah, meminta kita untuk secara serius menghadapi dampak misi Injil kabar bahagia ini pada kita, agar kita mengetahui bahwa kita bukan hanya sekadar menikmati bagian di dalam anugerah Injil ini, tetapi juga harus ikut ambil peran dalam tugas Injil kabar bahagia menyampaikannya kepada semua bangsa-bangsa.)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 2:16-18

「Dipersatukan jadi satu tubuh」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 2:16-18 [ITB])
16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. 17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang jauh dan damai sejahtera kepada mereka yang dekat, 18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.

Pada dasarnya ayat 2:16 adalah pengulangan teks sebelumnya, dengan lebih jelas dan kuat menunjukkan bahwa Allah melalui salib menggenapkan perdamaian antara kedua pihak yang awalnya terpisah. Ungkapan dalam ayat ini makin lebih kuat menunjukkan salib adalah harga mahal yang dibayarkan dalam proses untuk menyatukan kedua belah pihak. Dalam dunia zaman kekaisaran Romawi, salib adalah alat hukuman yang dikenal dalam masyarakat yang ada di bawah kekuasaannya. Salib tidak hanya digunakan untuk mengeksekusi hukuman mati, tetapi juga dirancang terutama untuk para tahanan politik, untuk mempermalukan di depan umum orang-orang yang dianggap menentangnya. Yesus Kristus tidak hanya membayar harga penebusan atas dosa-dosa manusia, tetapi juga menanggung segala penghinaan kita, sehingga konfrontasi antar manusia dapat dihilangkan, dan dapat disatukan jadi satu tubuh, dan didamaikan dengan Allah.

Oleh karena itu, di kayu salib Yesus Kristus melenyapkan perseteruan dan mendamaikan manusia dengan Allah dan juga dengan sesama. Dalam teks aslinya, kata melenyapkan (ἀποκτείνω apokteino) aslinya berarti membunuh, ini adalah penulisan bergaya ironis yang dilakukan Paulus untuk mengungkapkan pekerjaan transendental (yang bersifat melampaui) yang telah dilakukan Allah. Yesus Kristus adalah pihak yang dibunuh di kayu salib, tetapi Paulus menunjukkan bahwa Allah menggunakan salib untuk membunuh perseteruan. Keselamatan Yesus Kristus begitu penuh dengan paradoks, penghinaan yang diterima-Nya mengungkapkan kemuliaan; pengorbanan-Nya mendatangkan damai. Manusia dunia berpikir bahwa Yesus Kristus disalibkan sampai mati (ya memang Ia disalibkan, mati, namun bangkit dari kematian, menang atas maut), Allah menggunakan salib ini untuk menghapus perseteruan.

Yesus Kristus tidak hanya menggenapkan damai, tetapi Dia juga datang untuk mengabarkan Injil perdamaian kepada orang-orang yang jauh dan dekat. Mungkin ada bayangan dari Perjanjian Lama Yesaya 57:19 Damai, damai sejahtera bagi mereka yang jauh dan bagi mereka yang dekat Ini bukan untuk menunjukkan bahwa di dalam sejarah Yesus Kristus memberitakan Injil perdamaian ke tempat yang jauh dan yang dekat, tetapi karena Yesus Kristus maka Injil kedamaian diberitakan ke mana-mana. Ini juga mencerminkan pesan dari Yesaya 52:7 Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat …, di dalam Kisah 1:8 dinyatakan bahwa Allah hendak menggunakan orang percaya menjadi saksi-Nya di mana-mana, para rasul adalah wakil dari Yesus Kristus, memenuhi misi Injil di generasi mereka. Dan kita dan orang percaya sepanjang zaman sama-sama adalah saksi tentang Injil Yesus Kristus.

Dengan demikian, kesaksian Injil perdamaian bisa direalisasikan karena Allah di dalam Yesus Kristus membuat dalam Roh Kudus yang sama kita yang semula tidak saling cocok dan yang saling diskriminatif, bisa bersama masuk ke hadirat Bapa. Meskipun kita menerima Injil secara individu, tetapi setelah diselamatkan kita menjadi bagian dari satu tubuh Yesus Kristus. Semua orang percaya di dalam Kristus adalah anggota tubuh satu sama lain dan memiliki Roh Kudus yang sama. Kita berdamai dengan Allah dan dengan orang lain.

Penyembahan dan pelayanan yang dipersatukan, orang percaya saling mengasihi dan dalam keharmonisan adalah kesaksian terbaik dari Injil berita damai kegembiraan ini.

Renungkan:
Kita adalah saksi Injil Yesus Kristus. Jadi di dalam komunitas, kita sepatutnya saling mengasihi dan menyatakan kedamaian yang telah digenapkan Allah melalui Yesus Kristus.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 66:7-14

「Yerusalem adalah Ibumu」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 66:7-14 [ITB])
7Sebelum menggeliat sakit,
ia sudah bersalin,
sebelum mengalami sakit beranak,
ia sudah melahirkan anak laki-laki.
8 Siapakah yang telah mendengar hal yang seperti itu,
siapakah yang telah melihat hal yang demikian?
Masakan suatu negeri diperanakkan dalam satu hari,
atau suatu bangsa dilahirkan dalam satu kali?
Namun baru saja menggeliat sakit,
Sion sudah melahirkan anak-anaknya.
9 Masakan Aku membukakan rahim orang, dan
tidak membuatnya melahirkan? firman TUHAN.
Atau masakan Aku membuat orang melahirkan, dan
menutup rahimnya pula? firman Allahmu.
10Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem,
dan bersorak-soraklah karenanya,
hai semua orang yang mencintainya!
Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya,
hai semua orang yang berkabung karenanya!
11 supaya kamu mengisap dan
menjadi kenyang dari susu yang menyegarkan kamu,
supaya kamu menghirup dan
menikmati dari dadanya yang bernas.
12Sebab beginilah firman TUHAN:
Sesungguhnya, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai,
dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir;
kamu akan menyusu, akan digendong,
akan dibelai-belai di pangkuan.
13 Seperti seseorang yang dihibur ibunya,
demikianlah Aku ini akan menghibur kamu;
kamu akan dihibur di Yerusalem.
14 Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan
kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh dengan lebat;
maka tangan TUHAN akan nyata kepada hamba-hamba-Nya,
dan amarah-Nya kepada musuh-musuh-Nya.

Yesaya 66:7-14 menggunakan gambaran Yerusalem sebagai ibu untuk menunjukkan betapa bahagianya umat Kota Suci. Sion sebagai seorang ibu, dia mengandung melahirkan anak-anaknya, dan mengalami rasa sakit bersalin, gambar ini juga digunakan di tempat lain dalam Yesaya (Yes. 26:16-18; 51:18-20), lalu Yes. 66:7-9 menunjukkan proses bersalin dan rasa sakit yang terkait dalam proses itu. Ayat 7-8 menunjukkan bahwa jika Sion melahirkan umat Sion dalam sekejap tanpa rasa sakit, ini adalah pekerjaan Tuhan, sebuah keajaiban, karena penderitaan bersalin itu sendiri adalah kutukan atas dosa kejatuhan manusia (Kejadian 3:16), dan sekarang melahirkan tanpa rasa sakit itu adalah gambaran Sion yang meninggalkan kutukan atas dosa kejahatan, yang juga menunjukkan bahwa Allah tidak dapat menemukan dosa kejahatan apa pun di Sion, sehingga ia melahirkan semua umatnya dengan mudah dan tanpa kesulitan, melambangkan berkat besar dari Allah.

Ayat 10-11 menunjukkan bahwa umat Sion akan bersukacita bersama-sama Yerusalem, karena Sion seperti seorang ibu yang memberikan susu yang berkecukupan untuk memenuhi semua kebutuhan umatnya, dan mereka akan minum susu dengan kenyang sejahtera dalam pelukan penuh penghiburan damai, susu ini adalah metafora dari kemuliaan yang berkelimpahan (tidak eksplisit dalam ITB, lihat ITL sampai puas-puas dengan mengisap pancaran kemuliaannya, KJV be delighted with the abundance of her glory), dan kemuliaan ini adalah kemuliaan Allah (Yes. 60:1-3), umat kota itu mendapatkan kemuliaan oleh karena mempraktikkan (merealisasikan) keadilan dan kebenaran, oleh karena itu, umatnya bersukacita karena firman Allah dan pemeliharaan-Nya melalui Sion, ini bukan sukacita secara material, tetapi sukacita spiritual rohani, bersukacita karena menjalankan keadilan dan kebenaran yang didefinisikan (ditentukan) oleh hukum Taurat Allah.

Akhirnya, ayat 12-14 menunjukkan bahwa di bawah berkat Sion sang ibu, umatnya dapat mendapatkan berkat, ada kedamaian dan kemuliaan segala bangsa-bangsa (ayat 12), mendapatkan penghiburan (ayat 13), dan musuh mendapat pembalasan (ayat 14). Ayat 14 menunjukkan bahwa tangan TUHAN akan nyata kepada hamba-hamba-Nya, tangan ini adalah tangan yang memukul musuh, menunjukkan bahwa Injil sejati adalah untuk menghukum musuh yang menindas umat dan umat semuanya berjalan serta menjalani dalam keadilan dan kebenaran, oleh karena itu, Yes. 66:7-14 menggunakan gambar Sion sebagai ibu untuk menjelaskan pemandangan indah Yerusalem di hari akhir.

Renungkan:
Setiap orang memiliki ibu, dan setiap anak mengharapkan pemeliharaan, peneguhan, kemuliaan, dan kekuatan dari ibu. Tetapi ketika kita memiliki pengharapan seperti itu, pada saat yang sama kita juga harus merenungkan apakah kita mengenali dosa kita, meninggalkan jalan orang fasik, dan dengan rendah hati menghidupi firman Allah sebagai penuntun, dan hormat takut akan Allah serta menaati kata-kata-Nya, barulah kita dapat menikmati kedamaian dan sukacita. Apakah Anda bersedia?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 61:3-11

「Kabar Bahagia Adil dan Benar」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 61:3-11 [ITB])
3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka pohon tarbantin kebenaran, tanaman TUHAN untuk memperlihatkan keagungan-Nya.

4 Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi. 5 Orang-orang luar akan melayani kamu sebagai gembala kambing dombamu, dan orang-orang asing akan bekerja bagimu sebagai petani dan tukang kebun anggurmu. 6 Tetapi kamu akan disebut imam TUHAN dan akan dinamai pelayan Allah kita. Kamu akan menikmati kekayaan bangsa-bangsa dan akan memegahkan diri dengan segala harta benda mereka. 7 Sebagai ganti bahwa kamu mendapat malu dua kali lipat, dan sebagai ganti noda dan ludah yang menjadi bagianmu, kamu akan mendapat warisan dua kali lipat di negerimu dan sukacita abadi akan menjadi kepunyaanmu. 8 Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu. 9 Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN.

10 Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya. 11 Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.

Pohon Tarbantin Kebenaran

Yesaya 61 dimulai dengan Kabar Bahagia (Injil) tahun rahmat TUHAN (Tahun Yobel), tetapi sebagian besar isinya terkait dengan keadilan kebenaran, ayat 3 menyebutkan pohon tarbantin kebenaran , ayat 8 menyebutkan TUHAN mencintai hukum keadilan, dan ayat 10 mengacu pada jubah kebenaran, ayat 11 menyebutkan bahwa kebenaran dan puji-pujian tumbuh di depan semua bangsa-bangsa, jadi kita memahami bahwa isi utama Kabar Bahagia (Injil) adalah penerapan keadilan kebenaran. Lalu apa isi keadilan kebenaran dalam Kabar Bahagia ini?

Yang pertama, ayat 3 menyatakan: orang-orang Sion yang remuk hati sedih akan bersukacita, ini merupakan metafora bahwa orang-orang miskin dan orang-orang yang terbelenggu yang awalnya ditindas (ayat 1) akan karena kedatangan tahun rahmat TUHAN (Tahun Yobel) dan mendapatkan pembebasan serta dimerdekakan, TUHAN melalui nabi hamba-Nya membawa keadilan kepada kelompok orang ini, maka pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kemerdekaan kepada orang-orang yang miskin adalah Kabar Bahagia, dan itu juga merupakan tindakan keadilan kebenaran TUHAN, sehingga kelompok orang yang bebas ini disebut pohon tarbantin kebenaran, yaitu yang ditanam TUHAN, mereka juga orang-orang yang akan memancarkan cahaya kemuliaan-Nya (memperlihatkan keagungan-Nya). Kedua, ayat 8 menyatakan: TUHAN mencintai keadilan (kebenaran), dan kebalikan dari keadilan adalah perampasan dan kecurangan, karena TUHAN membenci orang yang menindas dan merampok mereka, maka Ia pasti akan membayar pembalasan sebagai upah yang setimpal kepada mereka. Ternyata kebenaran berarti bahwa orang jahat yang menindas orang lain mendapatkan balasan yang pantas. Ketiga, ayat 10 menyatakan bahwa nabi sangat bersukacita oleh Injil tentang TUHAN yang demikian adil, karena TUHAN mengenakan pakaian keselamatan kepada dia, dan menyelubungi dia dengan jubah kebenaran, ini adalah penggambaran tentang bagaimana sepanjang hidupnya nabi Yesaya ini telah memberitakan kabar keadilan kebenaran, dan hidupnya juga menjalankan keadilan kebenaran dan penuh belas kasihan. Terakhir, ayat 11 menjelaskan bahwa keadilan kebenaran semacam ini tidak hanya ditemukan di antara orang Israel, tetapi juga meluas ke semua bangsa. Semua bangsa adalah kegelapan, tetapi akan datang belajar karena umat Israel ada keadilan kebenaran, sehingga keadilan kebenaran yang ditunjukkan oleh Israel akan menjadi terang bagi semua bangsa-bangsa.

Singkatnya, praktik realisasi keadilan kebenaran adalah Kabar Bahagia (Injil), yaitu, orang-orang jahat yang pada awalnya menindas orang miskin dan para penindas orang-orang yang tertawan akan menerima hukuman yang adil, orang-orang tertindas ini akan mendapatkan pembebasan sejati dan akan menghidupi keadilan kebenaran, hidupnya akan menjadi alat mengabarkan Kabar Bahagia adil benar ini, terang kebenaran diungkapkan terpancar sepanjang kehidupannya, menjadi berkat bagi semua bangsa dan bangsa.

Renungkan:
Kita selalu berpikir bahwa Kabar Bahagia (Injil) untuk membantu orang-orang pergi ke surga dan memiliki kehidupan yang kekal, ya ini memang benar, tetapi inti dari Injil adalah bahwa para tawanan dilepaskan, dan yang dalam kegelapan dikeluarkan dari ruang penjara, orang-orang yang tertindas mendapat pembebasan, dan orang-orang yang jahat mendapatkan pembalasan yang sepatutnya dan pembelaan bagi yang tidak mendapatkan keadilan, ini adalah inti utama dari Injil dan juga merupakan konten yang diberitakan oleh Yesaya ketiga. Bisakah kita menghidupi esensi kebenaran keadilan ini dan menjadi pohon kebenaran yang ditanam oleh Allah, dan pada saat yang sama menjadi berkat bagi semua bangsa dan bangsa? Kita selalu berpikir bahwa Kabar Bahagia (Injil) untuk membantu orang-orang pergi ke surga dan memiliki kehidupan yang kekal, ya ini memang benar, tetapi inti dari Injil adalah bahwa para tawanan dilepaskan, dan yang dalam kegelapan dikeluarkan dari ruang penjara, orang-orang yang tertindas mendapat pembebasan, dan orang-orang yang jahat mendapatkan pembalasan yang sepatutnya dan pembelaan bagi yang tidak mendapatkan keadilan, ini adalah inti utama dari Injil dan juga merupakan konten yang diberitakan oleh Yesaya ketiga. Bisakah kita menghidupi esensi kebenaran keadilan ini dan menjadi pohon kebenaran yang ditanam oleh Allah, dan pada saat yang sama menjadi berkat bagi semua bangsa dan bangsa?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 61:1-2

「Kabar Baik Tahun Rahmat TUHAN」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 61:1-2 [ITB])
1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, 2 untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung

Yesaya 61 berbicara tentang kabar baik, kata kabar baik ini adalah kata yang sering dipakai dalam Yesaya kedua dan ketiga (Yes. 40:9; 41:27; 52:7; 60:6; 61:1, klik untuk membaca), artinya adalah Injil kabar bahagia, ini adalah apa yang harus diumumkan keluar, dan kabar baik yang disebutkan dalam pasal 61 ini berkaitan dengan makna tahun rahmat TUHAN (Tahun Yobel), kita dapat merenungkan arti utama Injil tahun rahmat TUHAN yang dijelaskan dalam 61:1-2.

Pertama, ayat 1 menunjukkan bahwa Roh Tuhan ALLAH turun ke atas nabi ini, deskripsi tentang Roh Tuhan ALLAH ini mengingatkan kita akan nyanyian hamba dalam Yesaya 42 (klik untuk membaca), yang menggambarkan bahwa Allah telah memberikan roh-Nya kepada Hamba ini, dan Yes. 61:1 mengatakan bahwa TUHAN mengurapi Dia, lebih menjelaskan bahwa ini adalah gambar seorang raja atau imam yang dipilih. Roh Allah turun kepada seseorang biasanya untuk memungkinkan orang itu menyelesaikan misi yang ditugaskan oleh Allah, dan nabi ini sekarang menerima roh Allah, untuk menyelesaikan misi penting: memberitakan kabar bahagia kepada orang-orang sengsara, dan diutus untuk menyembuhkan orang-orang yang remuk hati berduka (ayat 1), maka misinya adalah untuk mengumumkan menyiarkan, untuk memberitakan kabar baik.

Apa sebenarnya kabar baik? Ayat 2 menunjukkan bahwa ini adalah tahun rahmat TUHAN, yang merupakan tahun Yobel yang disebutkan dalam Imamat pasal 25. Latar belakang Tahun Yobel adalah teologi tanah Kanaan, TUHAN menyatakan bahwa semua tanah adalah milik TUHAN (Im. 25:23), setiap orang Israel akan menerima berkat dari TUHAN membagikan tanah milik masing-masing suku dan kaum keluarga, jadi setiap orang Israel memiliki tanahnya sendiri yang merupakan pewarisan dari leluhurnya. Selain itu, semua orang Israel adalah hamba TUHAN (Im. 25:42), tidak ada satu orangpun yang bisa membuat orang Israel menjadi budak, ia hanya boleh menjual tenaga kerjanya untuk disewa oleh orang lain (Im. 25:39-40). Ketika seorang Israel menjadi miskin, menggadaikan tanahnya, atau menjual diri mereka sebagai pekerja upahan sampai tahun rahmat TUHAN (tahun Yobel, setiap lima puluh tahun), pihak yang membeli harus membiarkan orang itu bebas dan kembali ke tanahnya sendiri dan orang ini menjadi orang yang merdeka, semua hutangnya telah dihapuskan. Ekonomi seluruh tanah sekali lagi kembali ke awal, membuang hubungan antara pemilik piutang dan penghutang, hubungan antara penyewa dan pekerja upahan, dan hubungan antara majikan dan budak, membuang semua posisi yang berhadapan atau yang bertentangan, semua orang mendapat kebebasan yang sama sederajat, jadi tahun Yobel adalah tahun rahmat TUHAN, tahun saat orang yang ditawan mendapat pelepasan, yang dalam belenggu dibebaskan, tahun penghiburan merawat semua orang yang sedih remuk hati.

Oleh karena itu, Yes. 60:1-2 membawakan tema tahun Yobel, yang menjelaskan bahwa misi nabi ini adalah untuk memberitakan Injil kabar bahagia tahun rahmat TUHAN ini kepada semua orang miskin dan orang yang bersedih hati agar mereka pada hari ini mendapat pembebasan, kembali ke keadaan aslinya yakni di dalam berkat Allah, nikmati kebahagiaan dari Tuhan, tidak lagi menjadi sasaran penindasan dan kejaran penagih utang.

Renungkan:
Yesus Kristus pernah berkata bahwa Dia datang untuk mengumumkan pembebasan tawanan dan untuk memberitakan kedatangan tahun rahmat TUHAN, merupakan kutipan dari ayat Yesaya ini (Lukas 4:18-19). Injil Kabar Bahagia Yesus Kristus memberi kebebasan kepada kita manusia yang berutang, dan membebaskan semua orang yang terbelenggu. Kiranya kita juga bersedia untuk bergabung mengumumkan berita ini, bekerja keras untuk Injil Kabar Bahagia yang memerdekakan orang ini, sehingga orang dapat memperoleh kebebasan sejati yang didefinisikan oleh kabar baik. Ternyata kebebasan bukanlah sesuatu yang dapat direalisasikan oleh diri sendiri, tetapi kembali ke kehendak semula dari anugerah Allah, bersyukur kepada Tuhan atas bagian yang dari semula disiapkan untuk kita.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.