Tag Archives: eskatologi

1 Petrus 1:13 (2)

「Gereja Bertahanlah! Lakukan Hal Baru!」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Petrus 1:13 [ITB])
13 Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus..

(Terjemahan penulis)
Karena itu, ikatlah pinggang hatimu,
sepenuhnya waspada,
Menempatkan harapan dalam kasih karunia, yaitu waktu penyataan Yesus Kristus
datang di antara kamu sekalian

Ikatlah pinggang, sepenuhnya waspada

Kemarin kita berbicara tentang interpretasi dan latar belakang untuk memahami bagian pertama dari ayat ini, sehingga kita dapat mengerti bagaimana umat Tuhan memahami identitas baru umat dari kitab Keluaran (New Exodus motif), di antara orang-orang percaya di abad pertama atau hari ini sama-sama mengalami masa-masa sulit yang sama untuk menghidupi identitas baru umat. Bukan hanya berkutat merindukan hal-hal masa lalu, tetapi terus mewarisi melakukan hal-hal baru karya Tuhan di generasi baru (zaman yang baru).

Lalu, frasa pertama kemarin: ikatlah pinggang hatimu merupakan klausa partisipatif (participle clause) , bersama-sama dengan partisip kedua sepenuhnya waspada melengkapi frasa utama: menempatkan harapan dalam kasih karunia, yaitu waktu penyataan Yesus Kristus datang di antara kamu sekalian, dapat dilihat bahwa sepenuhnya waspada mengendalikan diri merupakan upaya persiapan hendaknya meletakkan harapan di bawah penyataan Yesus Kristus (BIMK: pada waktu Yesus Kristus datang nanti), jadi harapan ini harus diletakkan pada hari akhir, bukan hanya melihat apa yang kita miliki di dunia saat ini.

Kemudian, dalam partisip kedua sepenuhnya waspada sepatutnya bagaimana saling melengkapi dan berhubungan dengan frasa pertama ikatlah pinggang hatimu? Kita katakan bahwa ikatlah pinggang hatimu merupakan gambaran simbolis (symbolic imagery), maka kata waspada merupakan instruksi dan pengajaran praktis. Kata waspada (νήφοντες nífontes) umumnya digunakan untuk hal-hal yang dilakukan orang ketika mereka mabuk, tidak lagi berhati-hati, dan mudah menyebabkan banyak masalah dan kesalahan; tetapi ditempatkan pada komunitas Kristus, kata ini adalah untuk menggambarkan bahwa kita masih berkutat merindukan hidup masa lalu kita, tidak ada tindakan sebagai manusia baru. Ini termasuk penafsiran iman kekristenan oleh diri kita yang merasa benar, seperti para ahli Taurat dan tradisi kepercayaan gaya Farisi, berpikir bahwa dirinya umat terpilih itu adalah penuh kesuksesan dan kemuliaan. Namun tidak tahu bahwa sebenarnya yang terpilih akan terserakan dan tinggal di antara bangsa-bangsa asing. Apakah orang akan berpikir bahwa kelompok yang pertama adalah yang mabuk dan kelompok yang belakang adalah yang sadar diri tidak mabuk?

Saudara dan saudari, apakah kita pikir kita selalu dalam keadaan sadar diri? Apakah kita sadar bahwa tanpa pembaharuan Roh Kudus dan menaruh harapan pada penyataan Yesus Kristus saat Ia datang di hari akhir maka kita tidak memiliki satu hari pun penuh sadar diri tidak mabuk? Selama bertahun-tahun, kita berpikir bahwa kebenaran yang sederhana dan realitas sepatutnya mudah dipahami orang, namun siapa tahu bahwa kita dimusuhi dan ditertawakan orang dianggap mabuk, tidak punya kesadaran. Mungkin kita akan jadi ragu, dan tidak mengerti, sebenarnya apa itu kebenaran dan realitas nyata, jadi perikop Alkitab ini mengingatkan kita untuk sepenuhnya (τελείως teleíos) sadar diri tidak mabuk (sepenuhnya waspada), dan iman itu adalah walau ditertawakan orang tetapi juga tetap mempertahankan hati yang paling awal. Lalu perlu sepenuhnya secara absolut waspada agar tidak terpengaruh oleh kata-kata palsu teknik cara-cara dan kebiasaan rohani yang hanya berpusat pada hal-hal yang di dunia, sehingga membuat hati kita penuh keraguan dan pergumulan terhadap iman kita.

Renungkan:
Dalam perjalanan menghidupi iman, apakah keadaan kita adalah setengah sadar dan setengah mabuk? Pembicaraan tentang akhir zaman (eskatologi) tidak pernah semata-mata berbicara dan memberi tahu kita bagaimana perkembangan arah hari akhir, atau sekadar bersifat nubuat memberi tahu tentang masa depan kita dan akhirnya. Tidak! Pembicaraan tentang akhir zaman (eskatologi) adalah untuk membantu kita agar tidak melarikan diri dari realitas nyata yang penuh kekejaman, tetapi tetap menjalankan tugas dan panggilan kita, bukan berpura-pura tidur atau sadar yang pura-pura. Berani memakai sudut pandang akhir zaman untuk menghadapi kebenaran roh jahat yang terlihat seperti bagus di dunia sekarang ini, agar tidak tertipu dalam hidup kita maka haruslah sepenuhnya waspada!

Tidak ada yang bisa meramalkan masa depan, tetapi harus sepenuhnya waspada mengingatkan orang-orang percaya untuk tidak tertipu, dengan berani menolak bujukan bohong, bersuara untuk kebenaran, dan melakukan hal-hal baru untuk Tuhan walau dalam segala kesedihan.


Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 60:15-22

「Transformasi Sion serta Langit dan Bumi」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 60:15-22 [ITB])
15 Sebagai ganti keadaanmu dahulu, ketika engkau ditinggalkan, dibenci dan tidak disinggahi seorangpun,
sekarang Aku akan membuat engkau menjadi kebanggaan abadi, menjadi kegirangan turun-temurun.
16 Engkau akan mengisap susu bangsa-bangsa dan akan meminum susu kerajaan-kerajaan maka engkau akan mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Juruselamatmu, dan Penebusmu, Yang Mahakuasa, Allah Yakub.
17 Sebagai ganti tembaga Aku akan membawa emas, dan sebagai ganti besi Aku akan membawa perak, sebagai ganti kayu, tembaga, dan sebagai ganti batu, besi;
Aku akan memberikan damai sejahtera dan keadilan yang akan melindungi dan mengatur hidupmu. 18 Tidak akan ada lagi kabar tentang perbuatan kekerasan di negerimu, tentang kebinasaan atau keruntuhan di daerahmu; engkau akan menyebutkan tembokmu Selamat dan pintu-pintu gerbangmu Pujian.
19 Bagimu matahari tidak lagi menjadi penerang pada siang hari dan cahaya bulan tidak lagi memberi terang pada malam hari, tetapi TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu dan Allahmu akan menjadi keagunganmu. 20 Bagimu akan ada matahari yang tidak pernah terbenam dan bulan yang tidak surut, sebab TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir.
21 Pendudukmu semuanya orang-orang benar, mereka memiliki negeri untuk selama-lamanya; mereka sebagai cangkokan yang Kutanam sendiri untuk memperlihatkan keagungan-Ku.
22 Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat;
Aku, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya.

TUHAN menjadi penerang abadi mu

Bagian akhir Yesaya pasal 60 menuliskan gambaran akhir zaman, yang berorientasi eskatologis (akhir zaman) yang sering muncul dalam kitab Yesaya. Ketika nabi Yesaya menggambarkan kehidupan saat itu dan keselamatan Sion, ia juga membawakan tentang pandangan jauh atas masa depan indah yang akan ada di akhir zaman, bertujuan untuk membantu pembaca memahami bahwa kebangkitan Sion yang ada di hadapan mereka itu merupakan cita rasa awal dari keadaan hari akhir yang jauh di masa depan, sehingga mendorong umat Allah untuk tidak menyerah atas iman mereka karena kesulitan dan kegelapan di depan mereka. Bagi nabi Yesaya, realitas dan kebenaran tentang hari akhir itu lebih sejati dan nyata daripada keadaan saat ini yang ada di hadapannya. Meskipun gambaran hari akhir belum menjadi kenyataan, tetapi ia yakin bahwa akan datang hari itu, Allah telah menganugerahkan janji (promise) tentang hari akhir itu, pasti akan dipenuhi di masa depan (fulfillment), ini merupakan ketegangan antara sudah tetapi belum (already but not yet, sudah dimulai dan dapat dikatakan sebagai mencicipi atau cita rasa awal, tetapi belum selesai, masih terus berlangsung menuju penyelesaian akhir, hingga digenapi secara total).

Gambaran-gambaran hari akhir yang diuraikan dalam ayat 15-22 dapat dibagi menjadi dua bagian: bagian pertama (ayat 15-18) mencatat transformasi Sion, dan bagian kedua (ayat 19-22) mencatat transformasi langit dan bumi serta bangsa-bangsa. Pertama-tama, Sion ini akan memiliki kemuliaan kekal dan sukacita turun-temurun (ayat 15), akan dipenuhi kebutuhannya oleh bangsa-bangsa dan raja-raja, dan TUHAN sebagai Allah Juruselamat Penebus bagi warga Sion serta mengalami Allah sebagai Yang Mahakuasa (ayat 16), bahan-bahan yang dari bahan material rendah akan digantikan dengan logam yang berkualitas (emas, perak, tembaga, besi); ada kedamaian dan keadilan di Sion (ayat 17), tidak ada lagi kekerasan, penindasan dan perusakan yang tidak adil (ayat 18), keselamatan dan pujian Allah menjadi dinding dan pintu (ayat 18), semuanya ini adalah metafora perumpamaan yang menunjukkan bahwa keadilan, kebenaran, dan keselamatan diperoleh Sion karena di bawah pemerintahan Tuhan Penebus, menyinarkan cahaya kemuliaan seperti emas dan perak, Sion menjadi teladan panutan bagi bangsa-bangsa.

Bagian kedua (ayat 19-22) mencatat transformasi langit dan bumi, yang menjelaskan bahwa tidak ada matahari di siang maupun bulan di malam hari, karena cahaya TUHAN akan selalu bersinar menerangi (ayat 20), ini merupakan gambar dari langit dan bumi yang baru, yang digunakan dalam kitab Wahyu untuk menggambarkan keadaan Kota Suci Yerusalem yang baru (Wahyu 21:23), dan semua penduduknya adalah orang-orang benar, sama sekali tidak ada lagi dosa (ayat 21). Transformasi langit dan bumi ini memberi tahu kita harapan akan hari akhir, tidak ada tempat bagi orang fasik orang jahat, dan orang benar akan memerintah untuk selama-lamanya, kemuliaan TUHAN akan menjadi tujuan utama, tidak ada lagi kegelapan, tidak ada lagi kesedihan air mata, sungguh, sedikitpun juga tidak ada!

Renungkan:
Menghadapi kegelapan dan penindasan di hadapan kita, kita akan merasakan ketidakhadiran TUHAN, hari-hari duka tampaknya tidak berhenti, dan Tuhan sepertinya jauh dari kita, tetapi pandangan jauh ke depan hari akhir dari kitab Yesaya tentang Sion serta transformasi langit dan bumi memberitahu kita, bahwa itu yang sejati daripada yang kita lihat sekarang. Bagi nabi Yesaya, kebenaran tentang hari akhir itu adalah yang sejati daripada kegelapan saat ini, karena kegelapan hanyalah sementara, tetapi terang itu yang kekal abadi, bahkan jika kegelapan di depan Anda sedemikian banyak dan sedemikian besar, namun itu akan hilang selama-lamanya dalam terang kemuliaan TUHAN, di hari itu tidak ada lagi air mata dan rasa sakit, hanya sukacita dan keadilan. Maukah Anda menjaga pengharapan Anda sampai kedatangan Tuhan yang mulia itu?

Pengharapan: karena Already but not yet, saat ini hanyalah mencicipi atau cita rasa awal, tetapi belum selesai, masih terus berlangsung menuju penyelesaian akhir, hingga digenapi secara total)


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

2 Tes. 1:1-4

「Kepenuhan Iman dan Kasih, Bertekun dalam Kesusahan」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Tesalonika ditulis oleh 陳耀鵬 (Chén Yào Péng) yang dipublikasi pada bulan Februari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(2 Tes. 1:1-4 [ITB])
1Dari Paulus, Silwanus dan Timotius, kepada jemaat orang-orang Tesalonika di dalam Allah Bapa kita dan di dalam Tuhan Yesus Kristus.
2Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
3Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu,
4sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita:

Salam Paulus di bagian pembukaan surat, sepenuhnya sama seperti surat pertama selain ada satu poin saja yang berbeda. Di ayat 2, Paulus dua kali menuliskan Bapa (Allah) dan Tuhan Yesus Kristus. Menekankan bahwa ketabahan datang dari Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus, diberikan kepada orang percaya, merupakan sumber kekuatan menghadapi tekanan dan aniaya. Ayat 3 disebutkan seharusnya bersyukur dan memang patutlah demikian, menjelaskan perkataan yang ia pakai di surat pertama bukan sekedar sopan santun, tetapi berdasarkan apa yang sesungguhnya mereka tampakkan dan nyatakan.

Di surat pertama, Paulus memuji pekerjaan iman mereka, usaha kasih dan ketekunan pengharapan. Tetapi dalam surat kedua, Paulus hanya menyebutkan iman dan kasih mereka, setitikpun tidak menyebutkan pengharapan mereka, mungkin menunjukkan ini adalah titik permasalahan mereka, butuh dikoreksi di surat kedua ini. Paulus mengetahui orang percaya Tesalonika masih tetap tidak terlalu yakin tentang kedatangan Tuhan kedua kali, merasa bingung, mengakibatkan tidak memiliki pengharapan yang jelas dalam menantikan Tuhan Yesus datang kembali, maka di sini Paulus tidak menuliskan lagi seperti surat pertama 「ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus」

(1 Tes. 1:3).

Selain itu salam dalam surat pertama adalah 「Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu」(1 Tes. 1:1b), salam dalam surat kedua di antaranya telah ditambahkan 「dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus」(2 Tes. 1:2), mungkin mencerminkan bahwa Paulus khusus menekankan orang percaya di Tesalonika di dalam kesulitan tetap memiliki relasi dengan Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus, sehingga mendapatkan penghiburan. Berita damai sejahtera tidak hanya merupakan pembukaan surat ini, juga merupakan kalimat penutup surat (2 Tes. 3:16). Ada orang bahkan melihat ini sebagai topik utama keseluruhan surat. Surat 2 Tes. 1:3-12 Paulus terlebih dahulu mendorong orang percaya paling akhir mendapatkan damai sejahtera dari akhir yang dialami musuh yang menindas mereka; dalam 2 Tes. 2:1-3:5, Paulus menenangkan orang percaya memberikan kepada mereka damai sejahtera, paling akhir 2 Tes. 3:6-15, Paulus membawakan damai sejahtera ke sebuah keadaan yang paling berkesulitan; damai sejahtera ini melampaui segala penderitaan, hanya bisa didapatkan dari pengharapan dalam Tuhan Yesus Kristus. Dan orang percaya di Tesalonika benar-benar kekurangan pengharapan ini.

Sebenarnya dalam gereja hari ini sangat banyak orang percaya bisa mencoba melihat dengan jelas apa penantian yang paling penting bagi dunia ini! Mereka mungkin berpendapat bahwa yang paling penting adalah menunggu pertambahan pendapatan, kenaikan jabatan, anak yang berhasil, pensiun menikmati kebahagiaan atau menempati rumah baru. Tahapan manusia ini bisa merupakan sumber berasalnya kebahagiaan kita, tentu saja berharga untuk dinikmati, dirayakan, tetapi akan ada satu hari semuanya itu luntur bahkan sepenuhnya musnah. Paulus mengetahui jika orang percaya tidak memiliki pengharapan karena menantikan Tuhan Yesus datang lagi, pekerjaan iman dan usaha kasih mereka semuanya akan berkurang dan mundur. Karena saat kehilangan pengharapan, maka iman dan kasih juga akan ikut musnah.

Renungkan: di saat engkau lelah dalam jiwa dan rohani mu, seperti tidak mampu bertekun lagi, tidak mampu bertahan lagi, lalu pengharapan yang datang dari Allah Bapa atas penantian kedatangan Tuhan Yesus Kristus kedua kali, bagaimanakah dapat membantu engkau?

1 Yoh. 2:28-3:3

「Menantikan Kemuliaan Tuhan Dinyatakan」

Bagaimana cara setiap anak-anak Allah dengan sungguh-sungguh secara serius menantikan kemuliaan Tuhan dinyatakan yakni kedatangan Kristus yang kedua kali?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Yohanes ditulis oleh 郭奕宏 (Guō Yì Hóng) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(1 Yoh. 2:28-3:3 [ITB])
28Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.
29Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.
3:1Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.
2Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
3Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Para peneliti Alkitab berpedapat bahwa 1 Yoh. 2:28 adalah permulaan dari sebuah bagian yang baru. Yohanes selain sekali lagi menggunakan frasa 「anak-anakku」 untuk menyebut pembacanya, secara isi tulisan yang berbicara tentang waktu terakhir munculnya Anti-Kristus berpindah ke topik yang baru, yakni tentang kedatangan Kristus kedua kali. Terdapat sebuah perihal yang paling penting bagi orang percaya dalam menghadapi kedatangan Kristus kedua kali, yang juga merupakan berita paling utama dari keseluruhan surat, yakni 「tinggallah di dalam Kristus」. Karena hanya di dalam Kristus saja orang baru mampu 「beroleh keberanian」 dan 「tidak usah malu」 berdiri di hadapan Kristus. Kemuliaan kedatangan Kristus yang kedua kali adalah apa yang diharapkan dengan sungguh-sungguh secara serius oleh setiap anak-anak Allah. Berdasarkan pengajaran Yohanes, ada sebagian orang akan takut dan malu menghadapi kedatangan Tuhan yang kedua kali, yakni orang-orang yang bukan tinggal di dalam Kristus. Yohanes selain sekali lagi menekankan keselamatan yang didapatkan di dalam Kristus, di 1 Yoh. 2:29 terlebih lagi mengingatkan orang percaya dalam kehidupan harus berbuat kebenaran, karena Tuhan yang menganugerahkan kita hidup adalah benar; namun ini tidak menunjukkan bahwa punya tingkah laku yang baik bisa menggantikan pengampunan dosa oleh Kristus yang merupakan satu-satunya jalan mendapatkan keselamatan. Kemampuan berbuat kebenaran dalam kehidupan, berasal dari hidup yang benar, hidup yang benar berasal dari Allah yang benar (oleh karena itu harus 「tinggallah di dalam Kristus」). Tepat seperti yang Yesus katakan: 「Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik … Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka」

(Mat. 7:18, 20).

Yohanes berkata: 「apabila Ia menyatakan diri-Nya」 (1 Yoh. 2:28b), kata 「menyatakan」 juga pernah dipakai dalam 1 Yoh. 1:2 (“Hidup itu telah dinyatakan …”), yang dipakai untuk menggambarkan Kristus Firman yang menjelma menjadi manusia, dan di ayat ini kata 「menyatakan」 adalah menunjuk kedatangan Kristus yang kedua kali, karena Yohanes segera menyambung perkataannya: 「… pada hari kedatangan-Nya」 (1 Yoh. 2:28c). Kata 「datang」 (parousia) walaupun hanya muncul satu kali dalam surat 1 Yohanes, namun dalam kitab Perjanjian Baru yang lain semuanya memakai kata ini untuk menubuatkan kedatangan Yesus Kristus kedua kali (Mat. 24:3, 27, 37, 39; 1 Kor. 15:23; 1 Tes. 2:19; 3:13; 4:15; 5:23; 2 Tes. 2:1, 8; Yak. 5:7, 8; 2 Pet. 3:4). Maka tanpa diragukan, Yohanes adalah berbicara mengenai kedatangan Kristus yang kedua kali pembacanya.

Saat Yohanes melanjutkan pembicaraan tentang kedatangan Tuhan yang kedua kali, ia menekankan 3 aspek:

  • Walaupun belum nyata bagaimana keadaan kelak kedatangan Tuhan yang kedua kali, namun orang Kristen mengingat kedatangan Tuhan yang kedua kali, di dalam hati akan memiliki sukacita yang sangat besar. Para peneliti Alkitab menerjemahkan 1 Yoh. 3:1 memakai kalimat yang lebih lisan seharusnya adalah: 「Lihatlah! Kasih yang Bapa tumpahkan di atas kita adalah sedemikian besar! Kita bahkan disebut sebagai anak-anak Allah, kita juga memang adalah anak-anak-Nya!」 ini adalah ekspresi jeritan pujian kekaguman dan penuh syukur, tidak hanya adalah karena Yesus keselamatan yang agung sehingga kita menjadi anak-anak Allah, juga adalah karena memiliki pengharapan penantian kedatangan Tuhan yang kedua kali.
  • Saat Tuhan menyatakan diri, anak-anak Allah semuanya akan menjadi sama seperti Dia, dan akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya (1 Yoh. 3:2b). “Keadaan-Nya yang sebenarnya” adalah menunjuk 「Ia adalah bagaimana sejak mulanya」. Ini adalah pengharapan muka dengan muka berjumpa Tuhan.
  • Jika kita benar-benar mengharapkan kemuliaan kedatangan Tuhan yang kedua kali, maka sepatutnya menyucikan diri (1 Yoh. 3:3), caranya adalah yang dituliskan sebelumnya: 「darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa」 (1 Yoh. 1:7). Hanya dengan seperti Yesus bersih tidak bercacat cela, kita baru mampu muka dengan muka bertemu Tuhan.

Renungkan: Kemuliaan kedatangan Kristus yang kedua kali, seharusnya merupakan pengharapan dan sukacita yang dimiliki setiap anak-anak Allah. Hari ini orang Kristen hidup dalam dunia menghadapi tidak sedikit kesulitan, mencakup manusia dunia yang tidak mengenal Allah dan tidak mengakui / setuju dengan cara kehidupan kita, bahkan melakukan aniaya terhadap kita. Kekuatan orang Kristen selain karena sudah menjadi anak-anak Allah, lebih penting adalah tubuh kemuliaan Yesus Kristus akan datang lagi ke dalam dunia. Tidak heran Paulus dalam penderitaan tetap mampu dengan sukacita menghadapi, seperti yang ia ajarkan: 「Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.」 (Rom. 8:18)

Saudara saudari, keselamatan dari Yesus Kristus membawakan kita identitas baru di dalam Allah, hendaklah jangan lupa bahwa janji Ia akan datang lagi merupakan pengharapan, sukacita, dan kekuatan kita!


Tambahan Blogger:

Akansangat berrmanfaat jika anda menyediakan sedikit waktu (5 menit) dengan cepat mengulang tema renungan selama dua hari yang lalu yakni: 「Mengenali Anti-Kristus」 dan 「Mengenali Yang Kudus」(silahkan diklik untuk membuka), buatlah satu atau dua kalimat pendek sebagai rangkuman dari masing-masing renungan, kemudian rangkailah menjadi satu kesatuan bersama dengan rangkuman singkat dari renungan hari ini 「Menantikan Kemuliaan Tuhan Dinyatakan.」

Terdapat keterkaitan erat 「Mengenali Anti-Kristus」, 「Mengenali Yang Kudus」 dan 「Menantikan Kemuliaan Tuhan Dinyatakan.」Karena memang berasal dari satu fasal yang sama.

Maleakhi 4:4-6

「Hari keadilan akan datang 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Maleakhi ditulis oleh 呂焯安 (Lǚ Zhuō Ān)  yang dipublikasi pada bulan Juli 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Maleakhi 4:4-6 [ITB])
4 Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hamba-Ku, di gunung Horeb untuk disampaikan kepada seluruh Israel, yakni ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum.
5 Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. 6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

Ayat Kunci: 「Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. 」 (Mal. 4:2a)

Nabi Maleakhi mencatat ucapan ilahi dari Allah bagi Israel melalui satu seri tanya jawab, untuk mendorong umat sisa yang kembali itu berbalik dan bertobat dari kondisi rohani yang lemah, serta memberikan janji tentang kedatangan Utusan (Messiah) dari Sang Pendiri Penjanjian, Ia akan menjalankan penghakiman dan berkat.

Dibagian penutup ini, nabi Maleakhi mengulang lagi bahwa umat sisa harus dengan waspada menghormati hukum ketetapan Allah (jalan kehidupan), memakainya sebagai pembimbing hidup, menempatkan diri di bawah berkat Tuhan (Mal. 4:4-6).

Tiga ayat terakhir dari kitab ini, dapat dikatakan sebagai penutup Perjajian Lama. Jelas terdapat perbedaan dengan bagaian sebelumnya. Dasar dan fondasi berita Nabi Maleakhi: 「persiapkan kedatangan Tuhan 」. Di bagian awal ia meminjam bagian kitab Kejadian sebagai bukti (Yakub dan Esau), kemudian menggunakan sebagian besar dari tulisannya untuk mengingatkan imam dan umat harus menjaga serta menghormati hukum Taurat yang disampaikan Musa. Di bagian penutupan, ia sekali lagi mengingatkan tanggung jawab mereka harus terus menerus menjaga dan menghormati hukum Taurat. Di kitab Ulangan, dalam nasehat terakhir Musa kepada orang Israel mencakup 14 kali peringatan kepada umat pilihan agar menghormati ketetapan dan hukum-hukum yang dianugerahkan Tuhan. Nasehat yang sama juga disampaikan di sini, saat nabi Maleakhi menutup kitab ini, yang juga adalah merupakan saat Allah menutup pengilhaman wahyu-Nya dalam Perjanjian Lama. Allah menyebut Musa sebagai 「hamba-Ku」 (My servant) (Mal. 4:4), adalah untuk mengingatkan umat sisa yang kembali bahwa Musa dengan setia menjalankan kehendak Allah, menyampaikan perintah, hukum-hukum, dan ketetapan-ketetapan dari Allah, mereka sepatutnya mengikuti teladannya, menunjukkan ketaatan dan kesetiaan pada hukum-hukum Tuhan.

Ayat 5-6 (Mal. 4:5-6), nabi Maleakhi mengingatkan: menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu, akan ada pekerjaan nabi Elia. Ia akan memberitakan berita pertobatan, mengajar Israel mengerti bagaimana menghindarkan kutuk yang akan datang. Dahulu malaikat berkata kepada orang tua Yohanes Pembaptis bahwa pelayanannya adalah 「 berjalan … dalam roh dan kuasa Elia 」 (Luk. 1:17). Kemudian Yohanes Pembaptis menyangkal dirinya dalah nabi Elia (Yoh. 1:21-23). Yesus berkata bahwa jika umat pada saat itu menerima Yesus sebagai Messiah mereka, maka Yohanes Pembaptis 「ialah Elia yang akan datang itu 」 (Mat. 11:14). Tetapi karena umat menolak, maka Yohanes Pembaptis tidak menggenapi nubuat ini, walaupun ia telah menggenapi menjadi pendahulu Tuhan Yesus (lihat Mal. 3:1). Yesus saat transfigurasi di atas bukit (Yohanes Pembatis telah dibunuh), Ia menjawab para murid: 「Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu 」 (Mat. 17:11) Hal ini sepenuhnya memberitahukan bahwa sebelum kedatangan-Nya, pasti akan ada kebangkitan pemulihan ala Elia, membalikkan kutukan. Mal. 4:6 「membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya」 bisa mempunyai salah satu makna 「membuat hati bapa-bapa dan anak-anaknya berbalik kepada-Ku (TUHAN / Yehova). 」

Renungkan: Allah yang kita imani dan yang kita layani adalah Allah yang menyatakan diri-Nya kepada kita, maka Firman-Nya jelas sangat berharga. Apakah tingkat kedahagaan (kerinduan) anda terhadap Firman Tuhan tidak berkurang tetap sama seperti waktu menerima percaya Dia dan makin bertambah?

Rencanakan: setiap hari membaca tiga atau empat fasal Firman Tuhan maka satu tahun dapat menyelesaikan seluruh Alkitab. Buatlah bagi diri sendiri disiplin kebiasaan yang demikian, dapat mencari beberapa sesama anggota tubuh Kristus untuk melaksanakannya bersama-sama.

Doa: TUHAN, titah-Mu itu tepat, menyukakan hati saya; perintah-Mu itu murni, membuat mata saya bercahaya; lebih indah dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu tetesan dari sarang lebah. Saya mau merenungkan Firman-Mu siang dan malam, berkenan kepada-Mu. Amen.

 

Zakharia 14:1-21

「Dikuduskan menjadi milik TUHAN 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Zakharia ditulis oleh 呂焯安 (Lǚ Zhuō Ān)  yang dipublikasi pada bulan Juli 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Zakharia 14:1-21 [ITB])
1 Sesungguhnya, akan datang hari yang ditetapkan TUHAN, maka jarahan yang dirampas dari padamu akan dibagi-bagi di tengah-tengahmu.
2 Aku akan mengumpulkan segala bangsa untuk memerangi Yerusalem; kota itu akan direbut, rumah-rumah akan dirampoki dan perempuan-perempuan akan ditiduri. Setengah dari penduduk kota itu harus pergi ke dalam pembuangan, tetapi selebihnya dari bangsa itu tidak akan dilenyapkan dari kota itu.
3 Kemudian TUHAN akan maju berperang melawan bangsa-bangsa itu seperti Ia berperang pada hari pertempuran.
4 Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke barat, sehingga terjadi suatu lembah yang sangat besar; setengah dari bukit itu akan bergeser ke utara dan setengah lagi ke selatan. 5 Maka tertutuplah lembah gunung-gunung-Ku, sebab lembah gunung itu akan menyentuh sisinya; dan kamu akan melarikan diri seperti kamu pernah melarikan diri oleh karena gempa bumi pada zaman Uzia, raja Yehuda. Lalu TUHAN, Allahku, akan datang, dan semua orang kudus bersama-sama Dia.
6 Maka pada waktu itu tidak akan ada lagi udara dingin atau keadaan beku, 7 tetapi akan ada satu hari–hari itu diketahui oleh TUHAN–dengan tidak ada pergantian siang dan malam, dan malampun menjadi siang. 8 Pada waktu itu akan mengalir air kehidupan dari Yerusalem; setengahnya mengalir ke laut timur, dan setengah lagi mengalir ke laut barat; hal itu akan terus berlangsung dalam musim panas dan dalam musim dingin.
9 Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya.
10 Seluruh negeri ini akan berubah menjadi seperti Araba-Yordan, dari Geba sampai ke Rimon di sebelah selatan Yerusalem. Tetapi kota itu akan menjulang tinggi dan tetap tinggal di tempatnya, dari pintu gerbang Benyamin sampai ke tempat pintu gerbang yang dahulu, yakni sampai ke pintu gerbang Sudut, dan dari menara Hananeel sampai ke tempat pemerasan anggur raja.
11 Orang akan menetap di dalamnya, sebab penumpasan tidak akan ada lagi, dan Yerusalem akan tetap aman.
12 Inilah tulah yang akan ditimpakan TUHAN kepada segala bangsa yang memerangi Yerusalem: daging mereka akan menjadi busuk, sementara mereka masih berdiri, mata mereka akan menjadi busuk dalam lekuknya dan lidah mereka akan menjadi busuk dalam mulut mereka. 13 Maka pada waktu itu akan terjadi kegemparan besar dari pada TUHAN di antara mereka, sehingga masing-masing memegang tangan temannya dan mengangkat tangannya melawan tangan temannya.
14 Juga Yehuda akan berperang melawan Yerusalem itu; dan dikumpulkanlah harta benda segala bangsa di sekeliling, yaitu emas, perak dan pakaian dalam jumlah yang sangat besar. 15 Tulah seperti itu juga akan menimpa kuda, bagal, unta, keledai dan segala hewan yang ada dalam perkemahan-perkemahan itu. 16 Maka semua orang yang tinggal dari segala bangsa yang telah menyerang Yerusalem, akan datang tahun demi tahun untuk sujud menyembah kepada Raja, TUHAN semesta alam, dan untuk merayakan hari raya Pondok Daun.
17 Tetapi bila mereka dari kaum-kaum di bumi tidak datang ke Yerusalem untuk sujud menyembah kepada Raja, TUHAN semesta alam, maka kepada mereka tidak akan turun hujan. 18 Dan jika kaum Mesir tidak datang dan tidak masuk menghadap, maka kepada mereka akan turun tulah yang ditimpakan TUHAN kepada bangsa-bangsa yang tidak datang untuk merayakan hari raya Pondok Daun. 19 Itulah hukuman dosa Mesir dan hukuman dosa segala bangsa yang tidak datang untuk merayakan hari raya Pondok Daun.
20 Pada waktu itu akan tertulis pada kerencingan-kerencingan kuda: “Kudus bagi TUHAN!” dan kuali-kuali di rumah TUHAN akan seperti bokor-bokor penyiraman di depan mezbah. 21 Maka segala kuali di Yerusalem dan di Yehuda akan menjadi kudus bagi TUHAN semesta alam; semua orang yang mempersembahkan korban akan datang mengambilnya dan memasak di dalamnya. Dan tidak akan ada lagi pedagang di rumah TUHAN semesta alam pada waktu itu.

Ayat Kunci: 「Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya 」 (Za. 14:9)

Catatan Nabi Zakharia tentang pengilhaman kedua adalah mengenai seluruh Israel, untuk memperjelas bahwa saat Yerusalem mengalami lagi serangan musuh, Messiah akan datang membawakan keselamatan; pada saat itu Ia memberikan anugerah pentahiran bagi orang yang mau bertobat, dan mendirikan Kerajaan-Nya di tengah-tengah Israel. Berita dari pengilhaman ini adalah untuk mendorong semangat umat sisa yang kembali, saat mereka berharap penggenapan nyata dari perjanjian kovenan, mereka harus menjalani hidup dalam iman (Za. 12:1-14:21). Perhatikan: dalam perikop ini muncul 17 kali 「pada waktu itu 」 (in that day) menekankan penghakiman yang pasti akan dijalankan pada hari akhir.

Sebelum menutup pengilhaman ucapan ilahi ini, nabi Zakharia berbicara secara terperinci tentang pemerintahan Messiah. Terdapat pengulangan ide dalam bentuk engsel (lihat makna Struktur engsel chiastic):
A   penyelamatan ultimat bagi umat pilihan (Za. 14:1-8)
B   umat sisa tinggal di Yerusalem (Za. 14:9-11)
A’   musuh dimusnahkan secara total (Za. 14:12-15)
B    seluruh umat menyembah melayani satu-satunya Allah yang sebenarnya (Za. 14:15-21)

Nabi Zakharia mengumumkan 「hari TUHAN sudah dekat 」 (Za. 14:1), adalah waktu Allah menggenapi rencana-Nya, juga saat bangsa-bangsa asing berpikir boleh bertindak sewenang-wenang terhadap Yerusalem semaunya mereka(Za. 14:2-3,lihat Why. 16:16-21;Luk. 21:24;bandingkan dengan Dan. 2:35; 44-45)。Ayat 4-11 (Za. 14:4-11) menyatakan bahwa saat datangnya langit dan bumi yang baru akan ada perubahan besar pada alam, menyatakan kuasa Allah yang maha besar membawakan perubahan yang baik. Ayat 5 (Za. 14:5), nabi Zakharia menyebut Yehova (TUHAN) dengan 「Allahku 」, dari hal ini dapat diketahui hubungannya dengan TUHAN, imannya kepada Allah, dan hormat takut dia akan wahyu penyataan Allah. Umat pilihan akan tinggal dengan aman di Yerusalem saat karya keselamatan ultimat dari Allah digenapi (Za. 14:11), karena Yang Satu-Satu-Nya menjadi Raja mereka (Za. 14:9-10). Selama dalam sejarah sejak turun temurun, umat Israel memuji TUHAN sebagai Raja mereka (Maz. 93; 97, 99) yang juga merupakan pengakuan iman mereka (Ul. 6:4-5). Pengakuan iman yang di mulut ini akan menjadi hal yang nyata pada 「waktu itu」, 「TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi」 (Za. 14:9)

Ayat 12-15 (Za. 14:12-15) sebaiknya dibaca menyambung ayat 3, yakni berbicara tentang nasib akhir bangsa-bangsa yang menyerang Yerusalem. Manusia dan ternak akan total luluh lantak terkena tulah. TUHAN (Yehova) akan dijunjung oleh umat manusia sebagai Raja, bangsa-bangsa asing akan bersama umat pilihan hormat menyembah melayani TUHAN. 「Perayaan Pondok Daun」 juga disebut 「perayaan milik / bagi TUHAN」 (Im. 23:34-43), adalah perayaan yang paling akhir dari tiga hari perayaan besar, adalah waktu untuk merayakan panen besar dan memuji Allah, sejak dahulu sudah biasa dengan terbuka menyambut keikut-sertaan bangsa asing (Ul. 16:14-15). Selain itu, karena TUHAN adalah Raja, maka segala sesuatu yang ada di Yerusalem dikuduskan bagi TUHAN (Za. 14:20-21). 「Dikuduskan bagi TUHAN 」 aslinya adalah tulisan yang diukir pada patam emas murni di kepala imam besar (Kel. 28:36) (catatan Blogger: menurut KBBI, patam adalah perhiasan yang dipakai di dahi); di sini bermakna bahwa di dalam setiap aspek dari kehidupan, yakni: hidup sehari-hari (kerencingan-kerencingan kuda), kehidupan agama (bokor-bokor penyiraman dan kuali-kuali di rumah TUHAN), demikian juga kehidupan pribadi (segala kuali di Yerusalem dan di Yehuda) semuanya akan dikuduskan. Benda yang paling sederhana yang biasapun jika dipakai oleh Allah maka akan menjadi kudus. Jika benda demikian, maka manusiapun juga sama. Dalam sejarah Israel, orang Kanaan mewakili moral dan rohani yang tidak tahir; adalah yang dibenci TUHAN (lihat Kej. 9:25; Yeh. 44:9). Maka orang Kanaan dalam ayat 21 (Za. 14:21) menunjuk bangsa-bangsa yang najis (lihat catatan Blogger di bawah). Di sini dikatakan seluruh tanah Yehuda akan jadi seperti Bait Suci, seluruh negeri tidak lagi ada najis dan tahir, siapapun juga boleh dengan bebas dan mudah menyembah hormat kepada Allah, tidak akan ada orang yang najis berada di Bait Allah.

Renungkan: 「Dikuduskan bagi TUHAN」 bukan hanya menunjuk hari-hari tertentu, aktifitas tertentu, atau suatu urusan saja; tetapi kita sebagai murid Kristus secara keseluruhan diri kita adalah milik Tuhan, patut setiap detik waspada di kehidupan pribadi, kehidupan sehari-hari, juga kehidupan agama, menjaga kekudusan. Menurut anda di bagian mana hidup anda yang agak lemah?

Rencanakan: tuliskan bagian anda yang agak lemah, teruslah berdoa atas hal ini berharap pertolngan Tuhan, mohon Roh Kudus memberi kekuatan dan menjaga anda terus berada dalam kasih Tuhan.

Doa: Tuhan, saya setiap detik perlu Engkau, berharap Engkau senantiasa berbelas kasih penuh anugerah pada saat saya lemah tidak biarkan saya jatuh. Amin.


Catatan Blogger:

Pada bagian akhir ayat 21 dalam terjemahan KJV, ASV, ITL, Mandarin sebagai “orang Kanaan”, namun ITB, RSV, ESV sebagai “pedagang”

Zakharia 13:1-9

「Ia mendengarkan yang memohon dalam nama TUHAN 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Zakharia ditulis oleh 呂焯安 (Lǚ Zhuō Ān)  yang dipublikasi pada bulan Juli 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Zakharia 13:1-9 [ITB])
1 “Pada waktu itu akan terbuka suatu sumber bagi keluarga Daud dan bagi penduduk Yerusalem untuk membasuh dosa dan kecemaran.
2 Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, Aku akan melenyapkan nama-nama berhala dari negeri itu, sehingga orang tidak menyebutnya lagi. Juga para nabi dan roh najis akan Kusingkirkan dari negeri itu.
3 Dan apabila seseorang masih tampil sebagai nabi, maka ayahnya dan ibunya, yang telah memperanakkan dia, akan berkata kepadanya: Janganlah engkau hidup lagi, sebab yang kaukatakan demi nama TUHAN itu adalah dusta! Lalu ayahnya dan ibunya, yang telah memperanakkan dia, akan menikam dia pada waktu ia bernubuat.
4 Pada waktu itu para nabi masing-masing akan mendapat malu oleh karena penglihatannya sebagai nabi, dan tidak ada lagi dari mereka yang mengenakan jubah berbulu untuk berbohong; 5 tetapi masing-masing akan berkata: Aku ini bukan seorang nabi, melainkan seorang pengusaha tanah, sebab tanah adalah harta kepunyaanku sejak kecil. 6 Dan apabila ada orang bertanya kepadanya: Bekas luka apakah yang ada pada badanmu ini?, lalu ia akan menjawab: Itulah luka yang kudapat di rumah sahabat-sahabatku!”
7 “Hai pedang, bangkitlah terhadap gembala-Ku, terhadap orang yang paling karib kepada-Ku!”, demikianlah firman TUHAN semesta alam. “Bunuhlah gembala, sehingga domba-domba tercerai-berai! Aku akan mengenakan tangan-Ku terhadap yang lemah.
8 Maka di seluruh negeri, demikianlah firman TUHAN, dua pertiga dari padanya akan dilenyapkan, mati binasa, tetapi sepertiga dari padanya akan tinggal hidup. 9 Aku akan menaruh yang sepertiga itu dalam api dan akan memurnikan mereka seperti orang memurnikan perak. Aku akan menguji mereka, seperti orang menguji emas. Mereka akan memanggil nama-Ku, dan Aku akan menjawab mereka. Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab: TUHAN adalah Allahku!”

Ayat Kunci: 「Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab: TUHAN adalah Allahku! 」 (Za. 13:9c)

Catatan Nabi Zakharia tentang pengilhaman kedua adalah mengenai seluruh Israel, untuk memperjelas bahwa saat Yerusalem mengalami lagi serangan musuh, Messiah akan datang membawakan keselamatan; pada saat itu Ia memberikan anugerah pentahiran bagi orang yang mau bertobat, dan mendirikan Kerajaan-Nya di tengah-tengah Israel. Berita dari pengilhaman ini adalah untuk mendorong semangat umat sisa yang kembali, saat mereka berharap penggenapan nyata dari perjanjian kovenan, mereka harus menjalani hidup dalam iman (Za. 12:1-14:21). Perhatikan: dalam perikop ini muncul 17 kali  「pada waktu itu 」 (in that day) menekankan penghakiman yang pasti akan dijalankan pada hari akhir.

Za. 13:1-6 merupakan kelanjutan Za. 12:10-14. Saat gerakan Roh Kudus membawa Israel masuk ke dalam penyesalan atas dosa-dosanya, bertemu muka dengan Messiah yang disalibkan, Allah akan menyediakan bagi mereka sebuah 「mata air membasuh dosa dan kecemaran, 」 tepat pada waktunya. Ini adalah jalan untuk mendapatkan pentahiran, yang ada kekal, saat ini disediakan bagi umat agar umat sisa yang bertobat dapat mengalami anugerah pengampunan dosa. Inilah sesungguh-sungguhnya penggenapan janji Allah mengampuni dosa-dosa umat-Nya di bawah Perjanjian yang Baru (Za. 3:4,9; lihat Yer. 31:34; Yeh. 36:25; Rom. 11:26-27). 「Dosa  」 menunjuk kepada tingkah laku kerusakan moral; 「kecemaran 」 adalah ritual ibadah yang tidak tahir. Ini menunjuk bagian terdalam dari kehidupan orang haruslah suci. Selain itu pentahiran yang di luar, Allah akan membinasakan berhala, nabi palsu dan roh-roh kenajisan (lhat Za. 10:2-3; Yer. 23:30-32; 27:9-10; Yeh. 13:1-14:11). Jika ada orang yang masih ingin menjadi nabi palsu, orang tuanya (saudaranya) harus membinasakan dia, ini adalah perintah Allah kepada umat-Nya dalam hukum Taurat (Ul. 13:6-9). Dengan demikian, nabi palsu terpaksa menyembunyikan diri, bahkan karena takut dikenali lalu membuat cerita bohong (Za. 13:4-6; lihat Im. 19:28; 21:5; Ul. 14:1; 1Raj. 18:28). Di zaman sekarang ini orang masih berebut menonjolkan diri punya kemampuan ilahi yang spesial, Alkitab menubuatkan pada saat hari akhir 「nabi palsu 」 akan sengaja menyangkal kemampuan supranatural.

Ayat 7-9 (Za. 13:7-9), nabi Zakharia memakai sebuah puisi untuk mengulang topik di fasal 11 tentang Gembala yang baik, juga sekali lagi membicarakan bahwa penolakan umat pilihan atas Sang Gembala dan mengakibatkan datangnya kuk penyerakkan diri mereka ke negara-negara asing. Allah menyebut Sang Gembala yang baik sebagai 「orang yang paling karib kepada-Ku 」 menyatakan bahwa Sang Messiah mempunyai hubungan yang intim dengan Allah; 「orang yang paling karib kepada-Ku 」 menunjukkan bahwa memukul Sang Gembala ada dalam rencana Allah (lihat Yes. 53:10), namun orang Israel lah yang membunuh Dia (lihat Za. 12:10). Saat Gembala dipukul maka domba-domba akan berpencar (yakni Israel, Za. 12:4-14). Tuhan Yesus pernah memakai ayat-ayat ini untuk menunjukkan bahwa murid-murid-Nya akan berpencar setelah Ia disalibkan (lihat Mat. 26:31; Mar. 14:27).

Di sini nubuat nabi Zakharia mempunyai karakteristik sesuai urutan waktu: ayat 7 (Za. 13:7) adalah tentang peristiwa penyaliban Tuhan Yesus; ayat 8-9 (Za. 13:8-9) adalah tentang akhir zaman (lihat Yeh. 5:1-12; 20:37; Kel. 6:7; Im. 26:12).

 

Renungkan: Tuhan Yesus pernah bernubuat  bahwa sebelum kedatangan-Nya yang kedua kali, akan muncul banyak nabi-nabi palsu yang menyesatkan banyak orang. Hendaknya kita menghindari penyesatan, bagaimanakah anda mempersiapkan diri?

Rencanakan: tuliskan persiapan yang anda rencanakan untuk menghindari penyesatan, jadikan kenyataan satu per satu setiap tiga bulan.

Doa: Tuhan, mohon Engkau menolong dan mengajarkan diri saya, berjaga-jaga, setia waspada dalam doa, agar tidak disesatkan orang yang memalsukan nama-Mu; bertekun sampai akhir dengan sukacita bertemu Engkau. Amin.


Tambahan Blogger:

Lihat lagi renungan hari ini berkaitan dengan Za. 9:11-10:12, pakailah sedikit waktu anda melihat lagi renungan Za. 9:11-10:12

Zakharia 12:1-14

「Sepatutnya berharap pada Sang Juruselamat 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Zakharia ditulis oleh 呂焯安 (Lǚ Zhuō Ān)  yang dipublikasi pada bulan Juli 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Zakharia 12:1-14 [ITB])
1 Ucapan ilahi. Firman TUHAN tentang Israel: Demikianlah firman TUHAN yang membentangkan langit dan yang meletakkan dasar bumi dan yang menciptakan roh dalam diri manusia:
2 “Sesungguhnya Aku membuat Yerusalem menjadi pasu yang menyebabkan segala bangsa di sekeliling menjadi pening; juga Yehuda akan mengalami kesusahan ketika Yerusalem dikepung.
3 Maka pada waktu itu Aku akan membuat Yerusalem menjadi batu untuk diangkat bagi segala bangsa. Siapa yang mengangkatnya pastilah mendapat luka parah. Segala bangsa di bumi akan berkumpul melawannya.
4 Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan membuat segala kuda menjadi bingung, penunggangnya menjadi gila. Atas kaum Yehuda, Aku akan membuka mata-Ku, tetapi segala kuda bangsa akan Kubuat menjadi buta.
5 Sesudah itu kaum-kaum di Yehuda akan berkata dalam hatinya: Penduduk Yerusalem mempunyai kekuatan oleh karena TUHAN semesta alam, Allah mereka.
6 Pada waktu itu Aku akan membuat kaum-kaum di Yehuda seperti anglo berapi di tengah-tengah timbunan kayu dan seperti suluh berapi di tengah-tengah timbunan bulir gandum; api keduanya akan menjilat ke kanan dan ke kiri segala bangsa di sekeliling, tetapi Yerusalem selanjutnya akan tetap tinggal di tempatnya yang dahulu.
7 TUHAN akan pertama-tama memberi kemenangan kepada kemah-kemah Yehuda, supaya keluarga Daud dan penduduk Yerusalem jangan terlalu bermegah-megah terhadap Yehuda.
8 Pada waktu itu TUHAN akan melindungi penduduk Yerusalem, dan orang yang tersandung di antara mereka pada waktu itu akan menjadi seperti Daud, dan keluarga Daud akan menjadi seperti Allah, seperti Malaikat TUHAN, yang mengepalai mereka. 9 Maka pada waktu itu Aku berikhtiar untuk memunahkan segala bangsa yang menyerang Yerusalem.”
10 “Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung. 11 Pada waktu itu ratapan di Yerusalem akan sama besarnya dengan ratapan atas Hadad-Rimon di lembah Megido. 12 Negeri itu akan meratap, setiap kaum keluarga tersendiri; kaum keluarga keturunan Daud tersendiri dan isteri mereka tersendiri; kaum keluarga keturunan Natan tersendiri dan isteri mereka tersendiri; 13 kaum keluarga keturunan Lewi tersendiri dan isteri mereka tersendiri; kaum keluarga Simei tersendiri dan isteri mereka tersendiri;
14 juga segala kaum keluarga yang masih tinggal, setiap kaum keluarga tersendiri dan isteri mereka tersendiri.”

Ayat Kunci: 「Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia … 」 (Za. 12:10a)

Nabi Zakharia mencatat dua pengilhaman ucapan ilahi tentang kedatangan Messiah yang pertama kali dan yang kedua kali, menunjukkan kepada umat sisa yang kembali bahwa Messiah akan berperang bagi mereka. Walaupun Messiah pada kedatangan yang pertama akan memanggil dan mengumpulkan ulang Israel, namun mereka menolak Dia sehingga berakibat mereka dihukum diserakkan ke bangsa-bangsa asing; namun pada kedatangan kedua kali, Yerusalem akan dilepaskan dari pengepungan, Ia akan menghakimi bangsa-bangsa asing, menolong Israel, dan membangun Kerajaan-Nya di muka bumi (Za. 9:1-14:21).

Pengilhaman ucapan ilahi kedua yang dicatat nabi Zakharia adalah mengenai Israel secara keseluruhan, untuk menunjukkan bahwa saat Yerusalem diserang lagi oleh bangsa-bangsa asing, Messiah akan datang lagi menjalankan penyelamatan; pada saat itu Ia akan memberikan anugerah pengudusan kepada orang yang bersedia bertobat, dan mendirikan Kerajaan-Nya di Israel. Berita dari pengilhaman ini ditujukan untuk mendorong umat sisa yang kembali, bahwa saat mereka berharap pada realisasi janji kovenan digenapi, mereka akan menjalani hidup dalam iman (Za. 12:1-14:21). Perhatikan: terdapat pengulangan 「pada waktu itu 」 (in that day) sebanyak 17 kali, yang menekankan penghakiman yang akan dilaksanakan di hari akhir dunia.

Perikop hari ini (Za. 12:1-14) berbicara bahwa keadaan Yerusalem dikepung sebelum kedatangan Messiah. Allah janjikan akan menghanguskan bangsa-bangsa asing (Za. 12:1-9), menyelamatkan Israel (Za. 12:10-14). Walaupun umat Allah menerima tekanan dari para pemimpin yang jahat (Za. 10:2-3; 11:5), dan umat Allah juga menolak pemerintahan Sang Gembala yang baik (Za. 11:8) yang berakibat kepahitan yang lebih berat (lihat Za. 11:6, 9, 16); namun Allah tidak akan menyerah atas umat-Nya (Za. 12:10-14), Ia akan membersihkan dosa mereka (Za. 13:1-6), memulihkan relasi mereka dengan Allah (Za. 13:7-9). Ayat 6b (Za. 12:6) 「Yerusalem selanjutnya akan tetap tinggal di tempatnya yang dahulu 」 artinya Yerusalem setelah melalui peperangan akan tetap berdiri tidak tumbang. Ayat 7 (Za. 12:7) terutama menekankan penyelamatan dari Allah tidak hanya datang atas keluarga Daud saja, tetapi akan melingkupi semua orang Israel yakni seluruh umat pilihan. Karena Yehuda mewakili keseluruhan Israel.

Pekerjaan Roh Kudus termasuk memberikan anugerah dan mendoakan. Ayat 10 (Za. 12:10) 「Aku akan … 」 menyatakan sifat pro-aktif dari anugerah Allah. Penderitaan rumah Israel disebabkan penghinaan mereka kepada Tuhan Yesus (ayat 10). Ayat 11 (Za. 12:11)  「ratapan atas Hadad-Rimon di lembah Megido 」 menunjuk kepada 「raja Yosia 」 (lihat 2Taw. 35:22-27); ia adalah tipologi melambangkan Yesus Kristus, Raja yang dibunuh (lihat Yoh. 19:37). Ayat 12-13 (Za. 12:12-13) Kaum keluarga keturunan Daud dan anaknya Natan (2Sam. 5:14) mewakili pemimpin urusan sosial masyarakat; sedangkan kaum keluarga keturunan Lewi  (1Taw. 6:16-17) mewakili pemimpin agama. 「Segala kaum keluarga 」 (Za. 12:14) mencakup semua rakyat. 「Setiap kaum keluarga tersendiri dan isteri mereka tersendiri 」 (Za. 12:12, 13, 14) (catatan Blogger: dalam terjemahan Mandarin, KJV atau ASV membantu memperjelas bahwa laki-laki dan perempuan dipisahkan tempatnya) sesuai aturan dari Rabi Yahudi, laki-laki dan perempuan tidak boleh berbaur berduka bersama di satu tempat, harus terpisah. Bagian perikop ini menunjuk orang Yahudi akan meratap atas Yesus yang disalibkan, sesuai yang dikatakan Roma. 11:15-26 bahwa orang Yahudi semuanya akan bertobat di hari akhir.

Renungkan:  umat Allah sepatutnya berharap Juruselamat yang dari Allah. Apakah anda mempunyai pengharapan yang penuh perhatian terhadap kedatangan Kristus yang kedua kali? Persiapan apa yang akan anda perbuat untuk menyatakan pengharapan yang penuh perhatian dari anda?

Rencanakan: tuliskan persiapan yang anda rencanakan untuk menyatakan pengharapan yang penuh perhatian, setiap bulan realisasikan satu.

Doa: Tuhan saya, Allah saya, karena Engkau adalah penolong saya, maka saya tidak akan dipermalukan. Tolong kokohkan apa yang saya persiapkan untuk menyambut kedatangan-Mu. Amin.