「yang tak kelihatan adalah kekal」
Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.
(2 Kor. 4:16-5:10 [ITB])
16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. 17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. 18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.
5:1 Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia. 2 Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini, 3 sebab dengan demikian kita berpakaian dan tidak kedapatan telanjang. 4 Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup.
5 Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita. 6 Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan, 7 sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat 8 tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.
9 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. 10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.
Memiliki harta dalam bejana tanah liat, tidak perlu takut menghadapi apa-apa. Kemarin, kita melihat Paulus mampu dengan positif menghadapi segala macam tantangan dan kesulitan, karena ia percaya kekuatan besar Allah, kuasa Allah ini pertama-tama diwujudkan dalam kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, dan kemudian dinyatakan dan ditegaskan dalam perubahan kehidupan orang percaya. Oleh karena itu, Paulus melihat penderitaan yang merupakan awal dari keselamatan Allah kepada dunia, bahkan jika dia mati, itu demi agar orang lain mendapatkan hidup, menyatakan kehidupan Yesus juga bekerja di dalam diri mereka. Keyakinan inilah yang membuat Paulus tidak takut berada dalam segala macam bahaya. Tetapi, kematian bagiku apa gunanya? Apa yang terjadi setelah saya mati? Bagian dari perikop yang kita baca hari ini menjawab pertanyaan ini.
Dalam perikop ini Paulus memakai sejumlah perbandingan untuk menunjukkan tempat indah tiada banding yang ia akan pergi setelah mati, kematian memiliki manfaat bagi dia juga orang lain. Segala penderitaan yang kita alami sekarang hanyalah singkat dan ringan jika dibandingkan dengan masa kelak yang tiada banding dan kekal kemuliaan (4:17), kemah di bumi, tempat kediaman (para peneliti umumnya percaya bahwa ini adalah metafora 「tubuh」, sama seperti 「bejana tanah liat」 di ayat 4:7) jika setelah dibongkar, kita akan memiliki tempat tinggal yang kekal di surga (yaitu tubuh yang dibangkitkan), bukan buatan tangan manusia, tetapi dibangun oleh Allah sendiri (5:1). Oleh karena itu, kematian hanyalah pintu keluar (exit), agar orang dari sisi sekarang ini pergi menuju sisi kehidupan selanjutnya yang kekal dan mulia. Ketika kita memiliki visi ini (yang disebut 「pandangan hari akhir」[eschatological perspective]), meskipun lahiriah diri kita membusuk, tetapi diri batiniah diperbaharui hari ke hari, dan pembaruan ini meneguhkan iman kita bahwa hal-hal di masa depan akan digenapi, karena ini adalah jaminan pekerjaan Roh Kudus di dalam diri kita (5:5). Di dalam daging, kesulitan dapat membuat kita sedih, frustrasi menghela napas dan putus asa; di dalam Roh Kudus, seluruh diri kita membawa iman dan keberanian untuk melalui setiap hari ── 「Sebab itu kami tidak tawar hati」 (4:16), 「oleh karena itu hati kami senantiasa tabah」(5:6). Bagi Paulus, itu adalah bukti jaminan pekerjaan Roh Kudus pada diri kita yang fana. Karena kita memiliki janji Allah dan jaminan Roh Kudus, maka kita merindukan tempat tinggal surgawi, selamanya tinggal bersama dengan Tuhan (5:2-4, 8). Ini bukan berarti menyangkal dan menolak sepenuhnya segala sesuatu yang sekarang, di sini Paulus bukan memperkenalkan semacam pemikiran dualitas kepada orang percaya: jiwa itu baik, tubuh itu jahat; surga itu baik, dunia ini tidak baik; kehidupan selanjutnya adalah baik, tetapi kehidupan ini buruk; apa yang tidak terlihat itu baik, apa yang terlihat tidak baik. Ada banyak hal dalam kenyataan yang baik dan layak dikejar selama di dunia (seperti cinta sejati, persaudaraan), tetapi relatif terhadap kemuliaan yang sangat tiada banding dan kekal yang akan digenapkan bagi orang percaya, maka yang sekarang semua keuntungan dan kerugian, kehormatan dan hinaan, tidak cukup menjadi masalah.
Tentu saja, orang-orang Kristen juga perlu tahu bahwa suatu hari di masa kelak, setiap orang harus berdiri di hadapan takhta pengadilan Kristus (5:10); di masa kelak akan ada tempat tinggal yang mulia / tubuh kebangkitan menunggu kita, tapi kita harus terlebih dahulu melewati pengadilan Kristus barulah bisa menempatinya / mengenakannya. Ayat 3:9 menyebutkan pelayanan yang memimpin kepada pembenaran, di sini juga ditunjukkan bahwa setiap orang akan memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat. Saudara saudari, mohon memperhatikan, pembenaran tidak menyingkirkan pengadilan akhir ini, Tuhan Yesus memperingatkan orang-orang yang mengikutinya. tidak semua orang yang berseru 「Tuhan, Tuhan」 dapat masuk ke dalam Kerajaan surga, tetapi dia yang melakukan kehendak Bapa yang di surga (Matius 7:21). Oleh karena itu, ketika kita merindukan tempat tinggal yang datang surga itu, dan tahu bahwa setiap orang akan dihakimi di hadapan Kristus menurut perbuatannya sendiri, Paulus mendorong kita mengambil tekad untuk dapat berkenan kepada Tuhan dalam hidup ini (5:9). Pandangan mata orang Kristen tidak hanya pada dunia ini, tetapi di bawah wahyu Kristus dan terang Roh Kudus, orang Kristen dapat mengetahui terlebih dahulu hal-hal masa kelak, pandangan Hari akhir ini memberikan kita kekuatan dan keberanian untuk menghadapi segala sesuatu dalam kehidupan ini, pada saat yang sama juga mendorong kita dengan hati yang hormat takut akan Allah untuk hidup saleh di hadapan Tuhan. Memang di mata manusia, kata-kata dan ajaran Paulus tampak terlalu tinggi, tidak banyak orang yang mampu melaksanakannya, tetapi justru karena orang-orang biasa tidak dapat melakukannya, kita perlu bergantung pada Roh Kudus untuk dapat melihat, percaya, dan melaksanakan semua ini.
Renungkan:
Menderita dan mati demi karena Tuhan, punya arti apa bagi orang lain dan bagi saya sendiri? Mengetahui bahwa Allah mengatur segala bagi umat-Nya di masa kelak, apa gunanya itu bagi hidup kita hari ini? Dalam menghadapi banyak kesulitan dan tantangan, sudahkah saya membuat tekad hendak hidup berkenan kepada Tuhan? Apa sebenarnya hidup yang berkenan kepada Tuhan Yesus?
Renungan pemahaman Surat 2 Korintus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.




