Tag Archives: Hari Akhir

2 Korintus 4:16-5:10

yang tak kelihatan adalah kekal

Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Kor. 4:16-5:10 [ITB])
16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. 17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. 18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.
5:1 Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia. 2 Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini, 3 sebab dengan demikian kita berpakaian dan tidak kedapatan telanjang. 4 Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup.
5 Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita. 6 Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan, 7 sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat 8 tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.
9 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. 10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Memiliki harta dalam bejana tanah liat, tidak perlu takut menghadapi apa-apa. Kemarin, kita melihat Paulus mampu dengan positif menghadapi segala macam tantangan dan kesulitan, karena ia percaya kekuatan besar Allah, kuasa Allah ini pertama-tama diwujudkan dalam kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, dan kemudian dinyatakan dan ditegaskan dalam perubahan kehidupan orang percaya. Oleh karena itu, Paulus melihat penderitaan yang merupakan awal dari keselamatan Allah kepada dunia, bahkan jika dia mati, itu demi agar orang lain mendapatkan hidup, menyatakan kehidupan Yesus juga bekerja di dalam diri mereka. Keyakinan inilah yang membuat Paulus tidak takut berada dalam segala macam bahaya. Tetapi, kematian bagiku apa gunanya? Apa yang terjadi setelah saya mati? Bagian dari perikop yang kita baca hari ini menjawab pertanyaan ini.

Dalam perikop ini Paulus memakai sejumlah perbandingan untuk menunjukkan tempat indah tiada banding yang ia akan pergi setelah mati, kematian memiliki manfaat bagi dia juga orang lain. Segala penderitaan yang kita alami sekarang hanyalah singkat dan ringan jika dibandingkan dengan masa kelak yang tiada banding dan kekal kemuliaan (4:17), kemah di bumi, tempat kediaman (para peneliti umumnya percaya bahwa ini adalah metafora tubuh, sama seperti bejana tanah liat di ayat 4:7) jika setelah dibongkar, kita akan memiliki tempat tinggal yang kekal di surga (yaitu tubuh yang dibangkitkan), bukan buatan tangan manusia, tetapi dibangun oleh Allah sendiri (5:1). Oleh karena itu, kematian hanyalah pintu keluar (exit), agar orang dari sisi sekarang ini pergi menuju sisi kehidupan selanjutnya yang kekal dan mulia. Ketika kita memiliki visi ini (yang disebut pandangan hari akhir[eschatological perspective]), meskipun lahiriah diri kita membusuk, tetapi diri batiniah diperbaharui hari ke hari, dan pembaruan ini meneguhkan iman kita bahwa hal-hal di masa depan akan digenapi, karena ini adalah jaminan pekerjaan Roh Kudus di dalam diri kita (5:5). Di dalam daging, kesulitan dapat membuat kita sedih, frustrasi menghela napas dan putus asa; di dalam Roh Kudus, seluruh diri kita membawa iman dan keberanian untuk melalui setiap hari ── Sebab itu kami tidak tawar hati (4:16), oleh karena itu hati kami senantiasa tabah(5:6). Bagi Paulus, itu adalah bukti jaminan pekerjaan Roh Kudus pada diri kita yang fana. Karena kita memiliki janji Allah dan jaminan Roh Kudus, maka kita merindukan tempat tinggal surgawi, selamanya tinggal bersama dengan Tuhan (5:2-4, 8). Ini bukan berarti menyangkal dan menolak sepenuhnya segala sesuatu yang sekarang, di sini Paulus bukan memperkenalkan semacam pemikiran dualitas kepada orang percaya: jiwa itu baik, tubuh itu jahat; surga itu baik, dunia ini tidak baik; kehidupan selanjutnya adalah baik, tetapi kehidupan ini buruk; apa yang tidak terlihat itu baik, apa yang terlihat tidak baik. Ada banyak hal dalam kenyataan yang baik dan layak dikejar selama di dunia (seperti cinta sejati, persaudaraan), tetapi relatif terhadap kemuliaan yang sangat tiada banding dan kekal yang akan digenapkan bagi orang percaya, maka yang sekarang semua keuntungan dan kerugian, kehormatan dan hinaan, tidak cukup menjadi masalah.

Tentu saja, orang-orang Kristen juga perlu tahu bahwa suatu hari di masa kelak, setiap orang harus berdiri di hadapan takhta pengadilan Kristus (5:10); di masa kelak akan ada tempat tinggal yang mulia / tubuh kebangkitan menunggu kita, tapi kita harus terlebih dahulu melewati pengadilan Kristus barulah bisa menempatinya / mengenakannya. Ayat 3:9 menyebutkan pelayanan yang memimpin kepada pembenaran, di sini juga ditunjukkan bahwa setiap orang akan memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat. Saudara saudari, mohon memperhatikan, pembenaran tidak menyingkirkan pengadilan akhir ini, Tuhan Yesus memperingatkan orang-orang yang mengikutinya. tidak semua orang yang berseru Tuhan, Tuhan dapat masuk ke dalam Kerajaan surga, tetapi dia yang melakukan kehendak Bapa yang di surga (Matius 7:21). Oleh karena itu, ketika kita merindukan tempat tinggal yang datang surga itu, dan tahu bahwa setiap orang akan dihakimi di hadapan Kristus menurut perbuatannya sendiri, Paulus mendorong kita mengambil tekad untuk dapat berkenan kepada Tuhan dalam hidup ini (5:9). Pandangan mata orang Kristen tidak hanya pada dunia ini, tetapi di bawah wahyu Kristus dan terang Roh Kudus, orang Kristen dapat mengetahui terlebih dahulu hal-hal masa kelak, pandangan Hari akhir ini memberikan kita kekuatan dan keberanian untuk menghadapi segala sesuatu dalam kehidupan ini, pada saat yang sama juga mendorong kita dengan hati yang hormat takut akan Allah untuk hidup saleh di hadapan Tuhan. Memang di mata manusia, kata-kata dan ajaran Paulus tampak terlalu tinggi, tidak banyak orang yang mampu melaksanakannya, tetapi justru karena orang-orang biasa tidak dapat melakukannya, kita perlu bergantung pada Roh Kudus untuk dapat melihat, percaya, dan melaksanakan semua ini.

Renungkan:
Menderita dan mati demi karena Tuhan, punya arti apa bagi orang lain dan bagi saya sendiri? Mengetahui bahwa Allah mengatur segala bagi umat-Nya di masa kelak, apa gunanya itu bagi hidup kita hari ini? Dalam menghadapi banyak kesulitan dan tantangan, sudahkah saya membuat tekad hendak hidup berkenan kepada Tuhan? Apa sebenarnya hidup yang berkenan kepada Tuhan Yesus?


Renungan pemahaman Surat 2 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Efesus 1:6b-10 (2)

「Sesuai dengan rencana kerelaan-Nya」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 1:6b-10 [ITB])
6b … yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. 9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus 10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.

Efesus 1: 8b-10 beralih fokus dari karya yang dilakukan oleh Allah di dalam Sang Putra Allah yang terkasih, dari perubahan identitas setiap pribadi orang beriman, berpindah fokus kepada pengaruh universal atas alam semesta. Dalam penggunaan Paulus, kata mystery (KJV) (μυστήριον musterion, ITB sebagai rahasia, ayat 9) bukanlah dimaksudkan sebagai misterius sama sekali tidak dapat diketahui, tetapi mengacu pada sesuatu yang tersembunyi sementara dan pada akhirnya akan terungkap, tetapi dalam proses penyingkapannya, harus diperlukan tindakan intervensi wahyu oleh Allah, rahasia ini bukanlah yang dapat dikuakkan dan dapat dipahami oleh seseorang dengan kepandaian dan kebijaksanaan. Oleh karena itu, sangat jelas di sini bahwa kita dapat mengetahui rahasia kehendak Allah karena Dia telah menyelesaikannya dengan segenap hikmat dan kebijaksanaan-Nya sesuai dengan kerelaan kehendak indah-Nya sendiri.

Oleh karena itu di satu sisi kita perlu rendah hati, karena mengetahui kehendak Allah bukanlah milik kita sendiri; di sisi lain kita dapat memiliki iman keyakinan, karena Allah ingin kita mengetahui rahasia kehendak-Nya, Dia pasti menyatakan apa yang harus kita ketahui di dalam wahyu-Nya (lihat ayat 8). Kita bisa memahami kehendak Allah dengan mempelajari Alkitab.

Tuhan yang kita percaya adalah Allah yang memberikan wahyu-Nya, Ia tidak menyembunyikan kehendak-Nya, tetapi Ia memberikan penerangan kepada kita pada waktu dan cara Dia. Ayat 10 dengan jelas mengungkapkan isi rahasia ini, yaitu, sesuai pengaturannya, ketika kegenapan waktu saatnya tiba, maka segalanya, baik yang di sorga maupun yang di bumi dipersatukan oleh Dia di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu. Ini jelas menunjukkan bahwa Allah akan membawa semua ciptaan-Nya pada suatu keadaan terakhir. Dipersatukan(ἀνακεφαλαιόω anakephalaio) pada dasarnya memiliki makna membuat kesimpulan, lihat Roma 13:9 jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul (ἀνακεφαλαίομαι anakephalaiomai) dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!』」 . Makna yang diungkapkan oleh kata ini adalah semua sudah terrangkum masuk dalam satu kalimat, yang menunjukkan bahwa ini adalah hasil akhirnya. Di luar Alkitab, kata ini hanya muncul dalam perdebatan filosofis, digunakan untuk menggambarkan kesimpulan akhir. Terjemahan Mandarin RCUV dapat mencerminkan makna akhir kesimpulan total (總歸), yakni semua hal yang beragam, termasuk langit, bumi, dan yang lainnya, semuanya termasuk dalam ringkasan akhir, yaitu, semuanya harus masuk di dalam Yesus Kristus (Tambahan penerjemah: kata mandarin 總歸 memiliki makna: menjadi milik, masuk di dalam, diringkas masuk di dalam, pada akhirnya).

Namun ada beberapa terjemahan Alkitab, karena akar dari kata ini memiliki makna kepala, memahami bahwa segala sesuatu akan berada di bawah Yesus Kristus Sang kepala pemimpin (misal ITB atau BIMK… mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu …, bandingkan ITL … mempersatukan segala sesuatu di dalam Kristus, baik barang yang di surga …). Jika segala sesuatu terrangkum dipersatukan ke dalam Yesus Kristus, Dia tentunya juga harus menjadi kepala pemimpin dari segalanya, oleh karena itu, meskipun kata tersebut dalam penggunaannya tidak secara langsung mengungkapkan arti kepala pemimpin, tetapi dapat dilihat dari teks sebelum dan sesudahnya bahwa itulah yang akan digenapkan saat tiba waktunya sesuai pengaturan yang dipersiapkan. Maka, ini jelas mencerminkan kedaulatan Yesus Kristus, dan makna Dia sebagai kepala, juga sejalan dengan konteksnya (teks sebelum dan sesudahnya).

Renungkan:
Dunia saat ini sedang kacau tidak tahu arahnya, tetapi semua yang kacau tidak berarah ini semua akan menjadi satu di dalam Yesus Kristus. Ini adalah pengharapan kita.

(Tambahan Penerjemah: Misteri indah yang hanya dipahami dan diimani oleh orang Kristen, karena Allah menyingkapkan kepada kita, bahwa Yesus Kristus akan menjadi Kepala atas segala sesuatu. Pemahaman atas misteri tersebut dapat direalisasikan dalam kehidupan bersatu dengan Allah saat di dunia ini, tidak perlu menunggu kelak, karena saat ini, kita sudah ditebus, dsucikan dan sudah dipersatukan ke dalam Kristus, Dia adalah Kepala. Pikirkanlah efek apa yang seharusnya nampak dalam pikiran dan perbuatan kita? Ketakutan? Tipu muslihat? Kekejaman? Kasar? Atau …)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 24:17-19

「Bintang dan Tongkat Kerajaan」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 24:17-19 [ITB])
17 Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set. 18 Maka Edom akan menjadi tanah pendudukan dan Seir akan menjadi tanah pendudukan – musuh-musuhnya itu. Tetapi Israel akan melakukan perbuatan-perbuatan yang gagah perkasa, 19 dan dari Yakub akan timbul seorang penguasa, yang akan membinasakan orang-orang yang melarikan diri dari kota.」

Sanjak keempat Bileam (Bilangan 24:15-19), merupakan sanjak terakhir, bukan atas permintaan Balak, tetapi disampaikan atas inisiatif Bileam sendiri, berbicara tentang apa yang akan terjadi di masa depan, terutama berkaitan dengan nubuat bintang Yakub.

Bileam yang terlebih dahulu berinisiatif memberi tahu Balak raja Moab: sekarang, aku ini sudah hendak pergi kepada bangsaku; marilah kuberitahukan kepadamu apa yang akan dilakukan bangsa itu kepada bangsamu di kemudian hari (ayat 14)

• Hari-hari terakhir: kemudian hari (bə’aḥărît hayyāmîm, secara harfiah diterjemahkan pada hari-hari terakhir) (lihat ISV, YLT), kata ini dalam lima kitab Musa (Pentateukh) disampaikan tidak secara detail, mengacu pada masa depan yang jauh (Kejadian 49:1; Ul. 4:30, 31:29). Kemudian dalam kitab nabi-nabi, telah menjadi istilah khusus yang mengacu pada hari-hari yang terakhir akhir zaman (Yesaya 2:2; Mikha 4:1; Yeremia 23:20; Yehezkiel 38:16; Daniel 10:14; Hosea 3:5).

(ITB konsisten menerjemahkannya sebagai kemudian hari dalam lima kitab Musa, dan konsisten dalam kitab nabi-nabi sebagai hari-hari yang terakhir)

• Tokoh khusus: pada saat itu akan muncul tokoh khusus, Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat Bileam menggambarkan dia sebagai: bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, kata kerja terbit dari (dārak) berarti berjalan datang / march forth (HCSB).

• Keagungan Raja: bintang (kôkāb) dalam budaya Timur Dekat kuno mewakili keluarga kerajaan, dan di sini merupakan referensi kepada janji Allah terhadap Abraham bahwa keturunannya akan menjadi seperti bintang di langit, menggambarkan Ia memiliki asal usul surgawi (Kej. 15:5). Dan kata tongkat (šēbeṭ) menunjuk pada tongkat kerajaan, dan itu juga mengacu pada berkat Yakub terhadap Yehuda, menunjukkan bahwa Ia memiliki otoritas seorang raja (Kej. 49:10). Raja surgawi ini akan bangkit di Israel, Dia adalah keturunan Yakub.

• Nubuat kemenangan: Dia akan mengalahkan bangsa-bangsa di sekitar Israel, termasuk Moab, Edom dan Amalek, bahkan Keni yang jauh dan Asyur.

• Harapan Daud: meskipun penafsiran Yahudi secara tradisional menyatakan bahwa Daud mengalahkan negara-negara sekitar dan memenuhi nubuat ini (2 Sam. 8), tetapi cakupan ayat perikop Kitab Suci ini jelas jauh melebihi pencapaian besar serta cakupan area kekuasaan Daud, menunjukkan bahwa ini adalah janji Raja yang sempurna serta ideal, bahkan raja Daud sendiri masih menantikan kedatangan Raja sejati yang benar-benar berkemenangan (2 Sam. 22 dan Mazmur 18).

Renungkan:
Nubuat bintang Yakub beredar di Timur Dekat kuno, lebih dari seribu tahun kemudian, orang-orang majus dari Timur datang dari jauh dan bertanya di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia(Matius 2:2)


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Mikha 4:1-8

「TUHAN adalah Raja」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 4:1-8 [ITB])
1 Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana, 2 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem. 3 Ia akan menjadi hakim antara banyak bangsa, dan akan menjadi wasit bagi suku-suku bangsa yang besar sampai ke tempat yang jauh; mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak, dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. 4 Tetapi mereka masing-masing akan duduk di bawah pohon anggurnya dan di bawah pohon aranya dengan tidak ada yang mengejutkan, sebab mulut TUHAN semesta alam yang mengatakannya.

5 Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama allahnya, tetapi kita akan berjalan demi nama TUHAN Allah kita untuk selamanya dan seterusnya.

6 Pada hari itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengumpulkan mereka yang pincang, dan akan menghimpunkan mereka yang terpencar-pencar dan mereka yang telah Kucelakakan. 7 Mereka yang pincang akan Kujadikan pangkal suatu keturunan, dan yang diusir suatu bangsa yang kuat, dan TUHAN akan menjadi raja atas mereka di gunung Sion, dari sekarang sampai selama-lamanya. 8 Dan engkau, hai Menara Kawanan Domba, hai Bukit puteri Sion, kepadamu akan datang dan akan kembali pemerintahan yang dahulu, kerajaan atas puteri Yerusalem.

Terdapat kontras yang sangat kuat antara Mikha pasal 3 dan 4. Ayat 3:12 baru saja menggambarkan kehancuran gunung Bait Suci akan menjadi bukit yang berhutan, kemudian ayat 4:1 segera menyatakan bahwa gunung rumah TUHAN (Yahweh) akan berdiri kokoh. Ayat 3:9-12 dan 4:1-4 keduanya terkait tentang masa depan Yerusalem, satu bagian adalah prospek yang lebih dekat yang bersifat penghakiman, dan yang satu lagi adalah prospek jauh kelak yang bersifat pemulihan dibangkitkan.

Ayat 4:1-8 dapat dibagi menjadi tiga bagian: bagian pertama adalah ayat 1-4, menggambarkan keadaan kebangunan rohani; ayat 5 adalah nasihat kepada orang-orang, menunjukkan iman yang harus dimiliki oleh umat sisa; dan yang terakhir ayat 6-8 menjelaskan bagaimana TUHAN (Yahweh) mengumpulkan mereka untuk kepulangan kembali.

Dalam 4:1-4, ditunjukkan bahwa dalam pemulihan yang akan datang kelak, bukan hanya orang Israel yang akan menerima anugerah. Ketika gunung Bait Allah (Yahweh) berdiri tegak, semua bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke gunung ini, dan banyak kelompok suku bangsa akan ditarik untuk datang ke sini. Penghakiman TUHAN (Yahweh) akan dilaksanakan di antara suku-suku bangsa dan negara yang besar dan jauh sekalipun. Pada saat itu TUHAN (Yahweh) akan memimpin seluruh bumi untuk hidup dalam damai, setiap orang bisa hidup tinggal dalam ketenteraman, dan tidak ada yang menakuti mereka.

Ayat 4:6-7, TUHAN akan mengumpulkan sisa-sisa Israel untuk kembali. Di sini menggambarkan keselamatan setelah bencana, sekali lagi menunjukkan perpindahan fokus dari nasihat kepada generasi saat ini beralih kepada harapan masa depan. Perhatikan bahwa yang pincang dan yang diusir adalah partisipatif tunggal, tidak merujuk pada individu pribadi, tetapi seluruh Israel, ia menjadi lumpuh dan diusir oleh hukuman TUHAN (Yahweh), tetapi pada hari akhir Ia akan mengumpulkan mereka, dan Dia akan memerintah atas mereka di Sion, dan membangun Kerajaan yang akan berdiri selamanya.

Ayat 4:8 tiba-tiba dimulai dengan engkau sebagai panggilan secara independen terpisah. Dalam teks bahasa asli, kata engkau dan sekarang (yang muncul berulang kali dalam ayat 7, 9, 10, 11) sangat mirip secara bentuk huruf dan pengucapannya, dan mungkin memiliki efek menyatakan kontras. Di ayat 8 ini, kata Migdal-eder (Menara Kawanan Domba) dan Bukit puteri Sion tampaknya merupakan nama tempat. Migdal-eder diterjemahkan sebagai Menara Kawanan Domba dalam mayoritas terjemahan Inggris dan Indonesia (namun ITL sebagai Migdal-eder) , mewakili posisi tugas Yerusalem sebagai pengawasan dan kepemimpinan di Israel. Bukit puteri Sion dapat merujuk ke bukit antara Bait Suci dan kota Daud, yang dalam 2 Tawarikh 27:3 dan Nehemia 3:26 disebutkan Ofel , menunjukkan bahwa pusat pemerintahan ada di Yerusalem. TUHAN (Yahweh) menunjukkan di sini bahwa Yerusalem akan kembali dipulihkan kemuliaannya. (Mikha 4:8 dalam terjemahan ITL Maka engkau, hai Migdal-eder, hai Ofel puteri Sion! kemuliaanmu akan datang, bahkan, pemerintahan yang dahulu itu akan datang, yaitu kerajaan puteri Yeruzalem!)

Di antara seluruh paragraf, nasihat dalam ayat 5 tampaknya relatif berbeda dari berita yang dibicarakan dalam konteksnya (teks sebelum dan sesudahnya), dan khususnya seperti bertentangan dengan yang di atas. Yang sebelumnya adalah pengaruh kebangunan rohani secara umum terhadap dunia, bangsa-bangsa dan semua negara akan kembali berada di bawah bimbingan TUHAN (Yahweh). Di sini, penekanan sekali lagi ditempatkan pada diri orang Israel, dan bahkan manifestasi nyata yang seharusnya ditunjukkan mereka dikontraskan dengan bangsa-bangsa. Bisa jadi penulis beralih dari menggambarkan pemulihan kebangkitan dan masa depan berpindah fokus kembali terhadap orang Israel di masa itu, dan memberikan nasihat kepada mereka. Nabi Mikha menunjukkan bahwa karena TUHAN hendak menggenapkan hal-hal besar di masa depan, maka umat milik-Nya di hari ini harus bertindak dan berperilaku atas nama TUHAN (Yahweh) Allah mereka. Harapan masa depan perlu diterapkan pada kehidupan saat ini. Sebagaimana diingatkan kepada kita dalam 1 Yohanes 3:2-3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Renungkan:
Kita semua percaya bahwa Tuhan akan menggenapkan keselamatan dan pemulihan secara sepenuhnya pada hari-hari akhir, tetapi apakah kita hari ini bertindak sesuai dengan harapan ini, sehingga menghidupi kesaksian iman ini?


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yoel 2:28-32

「Kesaksian Hari Akhir」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 2:28-32 [ITB])
28 Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. 29 Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. 30 Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. 31 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. 32 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas.

darah, api, gumpalan-gumpalan asap, matahari akan menjadi gelap

Bagian ini dimulai dengan urutan kronologis yang ambigu tidak jelas, menggunakan frasa kemudian dari pada itu untuk memisahkan ayat 2:28-32 dari 2:18-27. Bagian depan yaitu 2:18-27 seharusnya merujuk pada pemulihan secara fisik pada saat itu, tetapi paragraf 2:28-32 ini merujuk pada kebangunan rohani di masa depan. Meskipun dalam paragraf sebelumnya, kita juga telah melihat bahwa pemulihan fisik harus memerlukan pemulihan rohani, karena saat orang-orang bertobat dan kembali ke TUHAN (Yahweh), maka kemurahan dan belas kasihan Tuhan datang kepada mereka. Tetapi apa yang dijelaskan dalam paragraf di sini adalah tahap baru, kebangkitan yang sifatnya berbeda.

Seperti pada paragraf sebelumnya, paragraf ini juga menunjuk ke hari TUHAN, hanya saja hari ini ditinjau dari sifat yang berbeda dari yang sebelumnya. Dalam Yoel 2:1-11, hari TUHAN (Yahweh) adalah penghakiman dari TUHAN yang akan dihadapi Israel, kemudian dalam Yoel 2:28-32 hari TUHAN adalah penghakiman universal, dan fokusnya bergeser dari kekurangan makanan ke kehancuran di seluruh bumi. Dalam Yoel 2:30-31, dituliskan bahwa TUHAN (Yahweh) akan menunjukkan keajaiban di langit atas dan bumi bawah, ada darah, ada api, dan gumpalan asap. Matahari akan menjadi gelap, dan bulan akan menjadi darah. Ini semuanya terjadi sebelum hari TUHAN yang membawakan hormat kegentaran. Dapat dilihat bahwa nabi Yoel memakai suatu peristiwa dalam sejarah sebagai titik berangkat memandang jauh ke depan penghakiman akhir ultimat Allah, dan menggunakan pengalaman pada waktu itu sebagai cetak biru untuk menunjukkan bagaimana dilepaskan dari penghakiman di masa depan ini.

Tetapi sebelum hari yang membawakan hormat kegentaran ini datang, Allah akan membangun tegak kesaksian-Nya di bumi. Dia akan mencurahkan Roh-Nya di antara umat-Nya. Pencurahan Roh menunjukkan bahwa apa yang dianugerahkan tidak terbatas, cukup dan melimpah, dan hasilnya adalah orang-orang ini harus menjadi juru bicara Tuhan, dan menyebarkan pesan Tuhan kepada generasi mendatang melalui perkataan dan apa yang bisa dilihat. Ayat 2:29 lebih lanjut menjelaskan bahwa mereka yang menerima Roh Kudus adalah hamba Allah laki-laki dan perempuan, adalah yang Dia utus.

Jika kita hanya sebatas melihat pesan nabi Yoel sendiri, kita hanya memiliki kesan samar tentang apa yang dia nubuatkan tentang hal-hal apa yang terjadi sebelum penghakiman tiba di hari akhir. Tetapi setelah Yesus Kristus menggenapkan karya keselamatan, setelah kebangkitan-Nya, dan sebelum kenaikan-Nya, dalam Kisah Para Rasul 1:8, Ia berkata kepada semua rasul: Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi, kemudian pada hari Pentakosta, kita melihat bahwa Allah mengutus Roh Kudus kepada para rasul, lalu mereka selangkah demi selangkah mulai menyebarkan Kabar anugerah dan sukacita Injil ke ujung bumi. Kita dapat melihat anugerah keselamatan Allah melalui nubuat Petrus dan Yoel yang menjelaskan pengalaman mereka di zaman mereka masing-masing saat itu. Meskipun dunia akan menerima penghakiman Tuhan, tetapi sebelum hari penghakiman itu (hari TUHAN) yang menggentarkan itu tiba, Ia tidak hanya menyediakan sarana keselamatan saja, tetapi juga melalui umat-Nya menyebarkan pesan peringatan agar orang-orang di muka bumi tahu bahwa orang yang bersedia memohon memanggil nama-Nya akan diselamatkan.

Renungkan:
Hari ini Kita telah menerima rahmat anugerah Tuhan dan telah ditebus oleh Yesus Kristus, jadi kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk memberikan kesaksian tentang Tuhan. Apakah kita melihat dunia berjalan menuju kebinasaan kekal? Apakah kita dengan setia memberikan kesaksian kepada dunia tentang Jalan keselamatan?


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

1 Petrus 1:13 (2)

「Gereja Bertahanlah! Lakukan Hal Baru!」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Petrus 1:13 [ITB])
13 Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus..

(Terjemahan penulis)
Karena itu, ikatlah pinggang hatimu,
sepenuhnya waspada,
Menempatkan harapan dalam kasih karunia, yaitu waktu penyataan Yesus Kristus
datang di antara kamu sekalian

Ikatlah pinggang, sepenuhnya waspada

Kemarin kita berbicara tentang interpretasi dan latar belakang untuk memahami bagian pertama dari ayat ini, sehingga kita dapat mengerti bagaimana umat Tuhan memahami identitas baru umat dari kitab Keluaran (New Exodus motif), di antara orang-orang percaya di abad pertama atau hari ini sama-sama mengalami masa-masa sulit yang sama untuk menghidupi identitas baru umat. Bukan hanya berkutat merindukan hal-hal masa lalu, tetapi terus mewarisi melakukan hal-hal baru karya Tuhan di generasi baru (zaman yang baru).

Lalu, frasa pertama kemarin: ikatlah pinggang hatimu merupakan klausa partisipatif (participle clause) , bersama-sama dengan partisip kedua sepenuhnya waspada melengkapi frasa utama: menempatkan harapan dalam kasih karunia, yaitu waktu penyataan Yesus Kristus datang di antara kamu sekalian, dapat dilihat bahwa sepenuhnya waspada mengendalikan diri merupakan upaya persiapan hendaknya meletakkan harapan di bawah penyataan Yesus Kristus (BIMK: pada waktu Yesus Kristus datang nanti), jadi harapan ini harus diletakkan pada hari akhir, bukan hanya melihat apa yang kita miliki di dunia saat ini.

Kemudian, dalam partisip kedua sepenuhnya waspada sepatutnya bagaimana saling melengkapi dan berhubungan dengan frasa pertama ikatlah pinggang hatimu? Kita katakan bahwa ikatlah pinggang hatimu merupakan gambaran simbolis (symbolic imagery), maka kata waspada merupakan instruksi dan pengajaran praktis. Kata waspada (νήφοντες nífontes) umumnya digunakan untuk hal-hal yang dilakukan orang ketika mereka mabuk, tidak lagi berhati-hati, dan mudah menyebabkan banyak masalah dan kesalahan; tetapi ditempatkan pada komunitas Kristus, kata ini adalah untuk menggambarkan bahwa kita masih berkutat merindukan hidup masa lalu kita, tidak ada tindakan sebagai manusia baru. Ini termasuk penafsiran iman kekristenan oleh diri kita yang merasa benar, seperti para ahli Taurat dan tradisi kepercayaan gaya Farisi, berpikir bahwa dirinya umat terpilih itu adalah penuh kesuksesan dan kemuliaan. Namun tidak tahu bahwa sebenarnya yang terpilih akan terserakan dan tinggal di antara bangsa-bangsa asing. Apakah orang akan berpikir bahwa kelompok yang pertama adalah yang mabuk dan kelompok yang belakang adalah yang sadar diri tidak mabuk?

Saudara dan saudari, apakah kita pikir kita selalu dalam keadaan sadar diri? Apakah kita sadar bahwa tanpa pembaharuan Roh Kudus dan menaruh harapan pada penyataan Yesus Kristus saat Ia datang di hari akhir maka kita tidak memiliki satu hari pun penuh sadar diri tidak mabuk? Selama bertahun-tahun, kita berpikir bahwa kebenaran yang sederhana dan realitas sepatutnya mudah dipahami orang, namun siapa tahu bahwa kita dimusuhi dan ditertawakan orang dianggap mabuk, tidak punya kesadaran. Mungkin kita akan jadi ragu, dan tidak mengerti, sebenarnya apa itu kebenaran dan realitas nyata, jadi perikop Alkitab ini mengingatkan kita untuk sepenuhnya (τελείως teleíos) sadar diri tidak mabuk (sepenuhnya waspada), dan iman itu adalah walau ditertawakan orang tetapi juga tetap mempertahankan hati yang paling awal. Lalu perlu sepenuhnya secara absolut waspada agar tidak terpengaruh oleh kata-kata palsu teknik cara-cara dan kebiasaan rohani yang hanya berpusat pada hal-hal yang di dunia, sehingga membuat hati kita penuh keraguan dan pergumulan terhadap iman kita.

Renungkan:
Dalam perjalanan menghidupi iman, apakah keadaan kita adalah setengah sadar dan setengah mabuk? Pembicaraan tentang akhir zaman (eskatologi) tidak pernah semata-mata berbicara dan memberi tahu kita bagaimana perkembangan arah hari akhir, atau sekadar bersifat nubuat memberi tahu tentang masa depan kita dan akhirnya. Tidak! Pembicaraan tentang akhir zaman (eskatologi) adalah untuk membantu kita agar tidak melarikan diri dari realitas nyata yang penuh kekejaman, tetapi tetap menjalankan tugas dan panggilan kita, bukan berpura-pura tidur atau sadar yang pura-pura. Berani memakai sudut pandang akhir zaman untuk menghadapi kebenaran roh jahat yang terlihat seperti bagus di dunia sekarang ini, agar tidak tertipu dalam hidup kita maka haruslah sepenuhnya waspada!

Tidak ada yang bisa meramalkan masa depan, tetapi harus sepenuhnya waspada mengingatkan orang-orang percaya untuk tidak tertipu, dengan berani menolak bujukan bohong, bersuara untuk kebenaran, dan melakukan hal-hal baru untuk Tuhan walau dalam segala kesedihan.


Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 66:7-14

「Yerusalem adalah Ibumu」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 66:7-14 [ITB])
7Sebelum menggeliat sakit,
ia sudah bersalin,
sebelum mengalami sakit beranak,
ia sudah melahirkan anak laki-laki.
8 Siapakah yang telah mendengar hal yang seperti itu,
siapakah yang telah melihat hal yang demikian?
Masakan suatu negeri diperanakkan dalam satu hari,
atau suatu bangsa dilahirkan dalam satu kali?
Namun baru saja menggeliat sakit,
Sion sudah melahirkan anak-anaknya.
9 Masakan Aku membukakan rahim orang, dan
tidak membuatnya melahirkan? firman TUHAN.
Atau masakan Aku membuat orang melahirkan, dan
menutup rahimnya pula? firman Allahmu.
10Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem,
dan bersorak-soraklah karenanya,
hai semua orang yang mencintainya!
Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya,
hai semua orang yang berkabung karenanya!
11 supaya kamu mengisap dan
menjadi kenyang dari susu yang menyegarkan kamu,
supaya kamu menghirup dan
menikmati dari dadanya yang bernas.
12Sebab beginilah firman TUHAN:
Sesungguhnya, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai,
dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir;
kamu akan menyusu, akan digendong,
akan dibelai-belai di pangkuan.
13 Seperti seseorang yang dihibur ibunya,
demikianlah Aku ini akan menghibur kamu;
kamu akan dihibur di Yerusalem.
14 Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan
kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh dengan lebat;
maka tangan TUHAN akan nyata kepada hamba-hamba-Nya,
dan amarah-Nya kepada musuh-musuh-Nya.

Yesaya 66:7-14 menggunakan gambaran Yerusalem sebagai ibu untuk menunjukkan betapa bahagianya umat Kota Suci. Sion sebagai seorang ibu, dia mengandung melahirkan anak-anaknya, dan mengalami rasa sakit bersalin, gambar ini juga digunakan di tempat lain dalam Yesaya (Yes. 26:16-18; 51:18-20), lalu Yes. 66:7-9 menunjukkan proses bersalin dan rasa sakit yang terkait dalam proses itu. Ayat 7-8 menunjukkan bahwa jika Sion melahirkan umat Sion dalam sekejap tanpa rasa sakit, ini adalah pekerjaan Tuhan, sebuah keajaiban, karena penderitaan bersalin itu sendiri adalah kutukan atas dosa kejatuhan manusia (Kejadian 3:16), dan sekarang melahirkan tanpa rasa sakit itu adalah gambaran Sion yang meninggalkan kutukan atas dosa kejahatan, yang juga menunjukkan bahwa Allah tidak dapat menemukan dosa kejahatan apa pun di Sion, sehingga ia melahirkan semua umatnya dengan mudah dan tanpa kesulitan, melambangkan berkat besar dari Allah.

Ayat 10-11 menunjukkan bahwa umat Sion akan bersukacita bersama-sama Yerusalem, karena Sion seperti seorang ibu yang memberikan susu yang berkecukupan untuk memenuhi semua kebutuhan umatnya, dan mereka akan minum susu dengan kenyang sejahtera dalam pelukan penuh penghiburan damai, susu ini adalah metafora dari kemuliaan yang berkelimpahan (tidak eksplisit dalam ITB, lihat ITL sampai puas-puas dengan mengisap pancaran kemuliaannya, KJV be delighted with the abundance of her glory), dan kemuliaan ini adalah kemuliaan Allah (Yes. 60:1-3), umat kota itu mendapatkan kemuliaan oleh karena mempraktikkan (merealisasikan) keadilan dan kebenaran, oleh karena itu, umatnya bersukacita karena firman Allah dan pemeliharaan-Nya melalui Sion, ini bukan sukacita secara material, tetapi sukacita spiritual rohani, bersukacita karena menjalankan keadilan dan kebenaran yang didefinisikan (ditentukan) oleh hukum Taurat Allah.

Akhirnya, ayat 12-14 menunjukkan bahwa di bawah berkat Sion sang ibu, umatnya dapat mendapatkan berkat, ada kedamaian dan kemuliaan segala bangsa-bangsa (ayat 12), mendapatkan penghiburan (ayat 13), dan musuh mendapat pembalasan (ayat 14). Ayat 14 menunjukkan bahwa tangan TUHAN akan nyata kepada hamba-hamba-Nya, tangan ini adalah tangan yang memukul musuh, menunjukkan bahwa Injil sejati adalah untuk menghukum musuh yang menindas umat dan umat semuanya berjalan serta menjalani dalam keadilan dan kebenaran, oleh karena itu, Yes. 66:7-14 menggunakan gambar Sion sebagai ibu untuk menjelaskan pemandangan indah Yerusalem di hari akhir.

Renungkan:
Setiap orang memiliki ibu, dan setiap anak mengharapkan pemeliharaan, peneguhan, kemuliaan, dan kekuatan dari ibu. Tetapi ketika kita memiliki pengharapan seperti itu, pada saat yang sama kita juga harus merenungkan apakah kita mengenali dosa kita, meninggalkan jalan orang fasik, dan dengan rendah hati menghidupi firman Allah sebagai penuntun, dan hormat takut akan Allah serta menaati kata-kata-Nya, barulah kita dapat menikmati kedamaian dan sukacita. Apakah Anda bersedia?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 65:17-20

「Sukacita serta Kekalnya Langit dan Bumi Baru」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 65:17-20 [ITB])
17 Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati. 18 Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan. 19 Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak. 20 Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk, sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk.

Yesaya 65:17-25 mencatat penglihatan langit yang baru dan bumi yang baru, menjelaskan bahwa ini adalah keadaan hari akhir, dan dengan Yerusalem sebagai tema utamanya, menunjukkan adalah dunia yang baru dan yang ditransformasikan, bahkan tangis dan ratap yang dahulu tidak akan diingat lagi. Bagaimanakah dunia yang baru yang telah ditransformasikan? Kita akan membaginya menjadi renungan dalam dua hari.

Ayat 17 memakai kata Lihat sebagai pembuka (KJV: For, behold, ITB: Sebab sesungguhnya) , menjelaskan bahwa langit yang baru dan bumi yang baru adalah lingkungan yang membuat orang tercengang, dan menunjukkan bahwa segala sesuatu di masa lalu tidak lagi diingat. Di satu sisi, itu berarti bahwa situasi di langit yang baru dan bumi yang baru pasti tidak pernah dialami, di sisi lain, juga menunjukkan bahwa kekecewaan, kesulitan, dan penderitaan masa lalu tidak akan ada lagi, situasi di langit yang baru dan bumi yang baru begitu sempurna indah, sehingga semua kesedihan masa lalu tidak perlu disimpan di dalam hati lagi.

Unsur pertama dalam langit yang baru dan bumi yang baru adalah sukacita, tetapi sukacita itu sendiri bukanlah intinya, tetapi yang merupakan inti utama adalah karena apa (atas hal apa) sehingga sukacita itu ada. Ayat 18 menunjukkan bahwa sukacita yang dapat bertahan selamanya bukan karena materi dan uang, tetapi karena Yerusalem dan penduduknya yang diciptakan oleh TUHAN, dan fokusnya bukan pada Yerusalem atau penduduknya, tetapi atas apa yang Kuciptakan (bara), kata cipta ini merupakan kata yang digunakan oleh Allah dalam penciptaan langit dan bumi dalam Kejadian pasal 1, kata yang juga dipakai terhadap langit dan bumi yang baru di hari akhir ini. Ayat 18 menggunakan kata ini dalam bentuk partisipatif (participle), menjelaskan bahwa tindakan Allah mencipta di langit dan bumi yang baru adalah tindakan yang berkelanjutan dan tiada henti, dan umat Allah terus bersukacita dalam tindakan Allah mencipta ini, karena cipta ini terus menghadirkan pembaharuan dan kejutan. Ternyata dibangunnya Yerusalem dan penduduknya bukanlah di satu titik waktu, tetapi berkelanjutan terus menerus. Karena sukacita ini, maka umat Allah secara abadi kekal tidak lagi menangis dan tidak ada lagi kesedihan (ayat 19), artinya bahwa di langit yang baru dan bumi yang baru, umat Allah tidak lagi mengalami penindasan dan serangan orang jahat (orang fasik), semua dukacita karena kejahatan dan kekejaman tidak akan pernah terlihat lagi, dan semua itu menjadi fosil, tidak ada nilai untuk diingat lagi atau dipakai sebagai referensi.

Unsur kedua langit yang baru dan bumi yang baru adalah umur panjang, ayat 20 menyatakan bahwa tidak akan ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari, dan tidak ada orang tua yang tidak mencapai umur panjang, ini adalah metafora yang menunjukkan bahwa umat Tuhan akan hidup selama-lamanya dan menikmati hidup kekal yang dianugerahkan Allah. Pada saat itu, waktu adalah abadi, atau mungkin tidak perlu memiliki konsep waktu lagi, setiap orang hidup selama-lamanya, jadi orang tidak perlu mengalami lagi penderitaan kematian, atau rasa sakit berkabung karena kematian orang yang dikasihi.

Renungkan:
Dua berkat dari langit baru dan bumi baru: umur panjang kekal dan sukacita kebahagiaan adalah hal-hal yang diinginkan oleh semua orang. Ini menjadi pengharapan kita untuk menghadapi kesulitan atau penderitaan yang ada di depan kita. Ketika kita menemukan bahwa kesulitan yang kita hadapi itu hanyalah sementara berumur pendek, dan kebahagiaan di hari akhir adalah yang abadi, kita tidak memiliki alasan untuk menjadi orang jahat, kita juga tidak akan dengan tidak bijaksana mengikuti jalan orang jahat (orang fasik), karena orang jahat tidak memiliki bagian dalam kekekalan, mereka mengejar kesenangan jangka pendek dan kehilangan sukacita abadi, mereka mengejar kesenangan yang singkat dalam hidup sekarang tetapi dengan bodoh telah mengabaikan kehidupan abadi. Berdoa kiranya Tuhan memberi kita kebijaksanaan untuk memilih, karena kita masing-masing harus memilih jalan yang kita hidupi.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 60:15-22

「Transformasi Sion serta Langit dan Bumi」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 60:15-22 [ITB])
15 Sebagai ganti keadaanmu dahulu, ketika engkau ditinggalkan, dibenci dan tidak disinggahi seorangpun,
sekarang Aku akan membuat engkau menjadi kebanggaan abadi, menjadi kegirangan turun-temurun.
16 Engkau akan mengisap susu bangsa-bangsa dan akan meminum susu kerajaan-kerajaan maka engkau akan mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Juruselamatmu, dan Penebusmu, Yang Mahakuasa, Allah Yakub.
17 Sebagai ganti tembaga Aku akan membawa emas, dan sebagai ganti besi Aku akan membawa perak, sebagai ganti kayu, tembaga, dan sebagai ganti batu, besi;
Aku akan memberikan damai sejahtera dan keadilan yang akan melindungi dan mengatur hidupmu. 18 Tidak akan ada lagi kabar tentang perbuatan kekerasan di negerimu, tentang kebinasaan atau keruntuhan di daerahmu; engkau akan menyebutkan tembokmu Selamat dan pintu-pintu gerbangmu Pujian.
19 Bagimu matahari tidak lagi menjadi penerang pada siang hari dan cahaya bulan tidak lagi memberi terang pada malam hari, tetapi TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu dan Allahmu akan menjadi keagunganmu. 20 Bagimu akan ada matahari yang tidak pernah terbenam dan bulan yang tidak surut, sebab TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir.
21 Pendudukmu semuanya orang-orang benar, mereka memiliki negeri untuk selama-lamanya; mereka sebagai cangkokan yang Kutanam sendiri untuk memperlihatkan keagungan-Ku.
22 Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat;
Aku, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya.

TUHAN menjadi penerang abadi mu

Bagian akhir Yesaya pasal 60 menuliskan gambaran akhir zaman, yang berorientasi eskatologis (akhir zaman) yang sering muncul dalam kitab Yesaya. Ketika nabi Yesaya menggambarkan kehidupan saat itu dan keselamatan Sion, ia juga membawakan tentang pandangan jauh atas masa depan indah yang akan ada di akhir zaman, bertujuan untuk membantu pembaca memahami bahwa kebangkitan Sion yang ada di hadapan mereka itu merupakan cita rasa awal dari keadaan hari akhir yang jauh di masa depan, sehingga mendorong umat Allah untuk tidak menyerah atas iman mereka karena kesulitan dan kegelapan di depan mereka. Bagi nabi Yesaya, realitas dan kebenaran tentang hari akhir itu lebih sejati dan nyata daripada keadaan saat ini yang ada di hadapannya. Meskipun gambaran hari akhir belum menjadi kenyataan, tetapi ia yakin bahwa akan datang hari itu, Allah telah menganugerahkan janji (promise) tentang hari akhir itu, pasti akan dipenuhi di masa depan (fulfillment), ini merupakan ketegangan antara sudah tetapi belum (already but not yet, sudah dimulai dan dapat dikatakan sebagai mencicipi atau cita rasa awal, tetapi belum selesai, masih terus berlangsung menuju penyelesaian akhir, hingga digenapi secara total).

Gambaran-gambaran hari akhir yang diuraikan dalam ayat 15-22 dapat dibagi menjadi dua bagian: bagian pertama (ayat 15-18) mencatat transformasi Sion, dan bagian kedua (ayat 19-22) mencatat transformasi langit dan bumi serta bangsa-bangsa. Pertama-tama, Sion ini akan memiliki kemuliaan kekal dan sukacita turun-temurun (ayat 15), akan dipenuhi kebutuhannya oleh bangsa-bangsa dan raja-raja, dan TUHAN sebagai Allah Juruselamat Penebus bagi warga Sion serta mengalami Allah sebagai Yang Mahakuasa (ayat 16), bahan-bahan yang dari bahan material rendah akan digantikan dengan logam yang berkualitas (emas, perak, tembaga, besi); ada kedamaian dan keadilan di Sion (ayat 17), tidak ada lagi kekerasan, penindasan dan perusakan yang tidak adil (ayat 18), keselamatan dan pujian Allah menjadi dinding dan pintu (ayat 18), semuanya ini adalah metafora perumpamaan yang menunjukkan bahwa keadilan, kebenaran, dan keselamatan diperoleh Sion karena di bawah pemerintahan Tuhan Penebus, menyinarkan cahaya kemuliaan seperti emas dan perak, Sion menjadi teladan panutan bagi bangsa-bangsa.

Bagian kedua (ayat 19-22) mencatat transformasi langit dan bumi, yang menjelaskan bahwa tidak ada matahari di siang maupun bulan di malam hari, karena cahaya TUHAN akan selalu bersinar menerangi (ayat 20), ini merupakan gambar dari langit dan bumi yang baru, yang digunakan dalam kitab Wahyu untuk menggambarkan keadaan Kota Suci Yerusalem yang baru (Wahyu 21:23), dan semua penduduknya adalah orang-orang benar, sama sekali tidak ada lagi dosa (ayat 21). Transformasi langit dan bumi ini memberi tahu kita harapan akan hari akhir, tidak ada tempat bagi orang fasik orang jahat, dan orang benar akan memerintah untuk selama-lamanya, kemuliaan TUHAN akan menjadi tujuan utama, tidak ada lagi kegelapan, tidak ada lagi kesedihan air mata, sungguh, sedikitpun juga tidak ada!

Renungkan:
Menghadapi kegelapan dan penindasan di hadapan kita, kita akan merasakan ketidakhadiran TUHAN, hari-hari duka tampaknya tidak berhenti, dan Tuhan sepertinya jauh dari kita, tetapi pandangan jauh ke depan hari akhir dari kitab Yesaya tentang Sion serta transformasi langit dan bumi memberitahu kita, bahwa itu yang sejati daripada yang kita lihat sekarang. Bagi nabi Yesaya, kebenaran tentang hari akhir itu adalah yang sejati daripada kegelapan saat ini, karena kegelapan hanyalah sementara, tetapi terang itu yang kekal abadi, bahkan jika kegelapan di depan Anda sedemikian banyak dan sedemikian besar, namun itu akan hilang selama-lamanya dalam terang kemuliaan TUHAN, di hari itu tidak ada lagi air mata dan rasa sakit, hanya sukacita dan keadilan. Maukah Anda menjaga pengharapan Anda sampai kedatangan Tuhan yang mulia itu?

Pengharapan: karena Already but not yet, saat ini hanyalah mencicipi atau cita rasa awal, tetapi belum selesai, masih terus berlangsung menuju penyelesaian akhir, hingga digenapi secara total)


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

1 Tesalonika 4:13-18 (2)

「Saat Tuhan Datang Lagi」
Oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Tes. 4:13-18 [ITB])
13 Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. 14 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. 15 Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. 16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; 17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. 18 Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.

Ayat 4:15-17, dengan sungguh-sungguh Paulus memberi tahu orang Tesalonika bahwa kata-katanya sepenuhnya datang dari Yesus: 「Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan …」 (terjemahan CUV “apa yang Tuhan katakan kepada kami untuk katakan” atau ISV “what the Lord has told us to say”).

Ketika Yesus datang dari surga adalah saat langit dan bumi bergetar. Paulus menggambarkannya sebagai pengumuman waktu tanda diberi (perintah panggilan berkumpul), yang merupakan pengumuman megah dan besar, seperti dalam kebiasaan kuno bahasa Mandarin Yang Mulia Hadir, disertai dengan seruan penghulu malaikat dan suara sangkakala (ada juga yang berpendapat bahwa seruan penghulu malaikat dan sangkakala Allah berbunyi bersama-sama menjadi waktu tanda diberi (perintah panggilan berkumpul), dua suara menjelaskan waktu tanda diberi). Deskripsi Paulus ini sejalan dengan pemberitahuan Yesus Kristus tentang hari akhir. Yesus berkata: Jangan percaya pesan siapa pun bahwa Kristus kembali. Jika Kristus datang kembali, itu pasti bukan sembunyi-sembunyi, tetapi sangkakala yang dahsyat bunyinya, dan akan tepat pada waktunya diketahui oleh semua orang di dunia, tidak mungkin hanya beberapa orang yang tahu, sementara yang lain masih terperangkap dalam ketidaktahuan (Mat. 24:26-28)
Pada saat ini, orang-orang Kristen yang mati akan segera dibangkitkan, pertama-tama mereka akan bertemu dengan Yesus yang datang. Kemudian orang-orang Kristen yang belum mati di bumi akan diangkat ke awan, bersama orang yang sudah meninggal, bertemu Yesus, dan akan bersama untuk selamanya.
Sebutan penghulu malaikat memiliki kata petunjuk yang pasti dan merujuk pada Mikhael. Dia disebutkan dalam Yudas 9 dan Wahyu 12:7. Juga disebutkan dalam Henokh 25 tulisan di antara dua Perjanjian. Namanya dapat ditelusuri kembali ke kitab Daniel 12:1 dalam terjemahan Septuaginta.
Yang ingin ditekankan oleh Paulus adalah bahwa tidak perlu khawatir tentang orang Kristen yang sudah mati bahwa ketika Yesus datang mereka tidak bersama Tuhan, mereka bahkan akan lebih awal bertemu dengan Tuhan daripada mereka yang masih hidup.
Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini (4:18) adalah kata-kata penghiburan Paulus kepada orang-orang percaya.

Sekali lagi, kita melihat bahwa Paulus tidak berniat membicarakan teori-teori teologis yang kompleks kepada kelompok orang percaya ini, tujuan awal dalam surat ini dia hanya membantu orang percaya untuk mengingat kembali kebenaran yang sudah pernah diajarkan kepada mereka, tetapi di sini ia membuat pengecualian dan berbicara tentang beberapa kebenaran yang belum ia ajarkan sebelumnya, itu murni karena mereka menghadapi kesulitan yang disebabkan oleh beberapa pemahaman yang menyimpang. Dan fokus Paulus tetap bukanlah pengajaran doktrinal, tetapi penggembalaan (pastoral), ia hendak menghapus kesedihan mereka yang sebenarnya tidak perlu dan memberi mereka penghiburan.

Renungkan:
Pemahaman akhir zaman (Eskatologi) Kristen sering menjadi subyek yang paling menarik perhatian, yaitu, saat ini kita mungkin tidak memiliki kerinduan yang mendesak akan datangnya hari akhir, tapi rasa ingin tahu kita mungkin mendorong kita untuk dengan penuh semangat mengeksplorasi misteri hari akhir. Ceramah tentang hari akhir pernah menjadi proyek yang paling populer, dan ajaran sesat yang disebabkan oleh masalah hari akhir tidak ada kurangnya, dan tidak ada hentinya di gereja di berbagai zaman dan tempat.

Penulis renungan di sini bukan meminta kita untuk mengurangi harapan kita atas hari akhir. Tetapi yang dikhawatirkan adalah bahwa gereja hari ini berbicara dan membayangkan terlalu banyak tentang hari akhir, dan menimbulkan banyak kontroversi, namun harapan hari akhir tidak meningkat. Pembicaraan hari akhir hanya menjadi topik diskusi setelah makan kenyang, tetapi tidak membentuk pandangan hidup dan pandangan dunia, tidak mempengaruhi nilai-nilai dan gaya hidup kita. Kita berbicara tentang akhir zaman, tetapi kita tidak berusaha menjadi orang-orang kudus hari akhir. (Oh, jangan tercampur dan berpikir yang dibicarakan ini bagian dari bidat tertentu, tetapi kita juga tidak boleh membiarkan sebutan orang kudus hari akhir diambil para bidat tersebut!)

Dalam banyak Alkitab, Paulus berbicara tentang hari akhir dan kehidupan kekal, seperti dalam 1 Tesalonika dan 1 Korintus. Dia menunjukkan bahwa tanpa pengharapan atas hari akhir maka kehidupan Kristen adalah yang paling kasihan dan paling miskin, dan kekristenan tidak layak bagi iman kita. Namun, Paulus tidak memberi kita gambaran lengkap tentang hari akhir, hanya membuat beberapa pengakuan iman sederhana: Yesus Kristus pasti akan kembali, mengakhiri segala sesuatu di bumi, menghakimi yang hidup dan yang mati, dan kemudian membawa mereka yang percaya ke Kerajaan yang sama sekali berbeda, sehingga mereka memiliki kehidupan kekal yang sama sekali berbeda dari hari ini. Ia tidak memberikan penjelasan apa pun mengenai kapan hari akhir dan situasi khusus dari langit baru dan bumi baru,. Mungkin ia sendiri belum diberi wahyu penyingkapan oleh Tuhan!

Iman atas hari akhir adalah pengakuan iman dan pengharapan.


Renungan pemahaman Surat 1 Tesalonika

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Tesalonika ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín)) yang dipublikasi pada bulan Maret 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.