Tag Archives: raja eskatologis

Yesaya 60:15-22

「Transformasi Sion serta Langit dan Bumi」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 60:15-22 [ITB])
15 Sebagai ganti keadaanmu dahulu, ketika engkau ditinggalkan, dibenci dan tidak disinggahi seorangpun,
sekarang Aku akan membuat engkau menjadi kebanggaan abadi, menjadi kegirangan turun-temurun.
16 Engkau akan mengisap susu bangsa-bangsa dan akan meminum susu kerajaan-kerajaan maka engkau akan mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Juruselamatmu, dan Penebusmu, Yang Mahakuasa, Allah Yakub.
17 Sebagai ganti tembaga Aku akan membawa emas, dan sebagai ganti besi Aku akan membawa perak, sebagai ganti kayu, tembaga, dan sebagai ganti batu, besi;
Aku akan memberikan damai sejahtera dan keadilan yang akan melindungi dan mengatur hidupmu. 18 Tidak akan ada lagi kabar tentang perbuatan kekerasan di negerimu, tentang kebinasaan atau keruntuhan di daerahmu; engkau akan menyebutkan tembokmu Selamat dan pintu-pintu gerbangmu Pujian.
19 Bagimu matahari tidak lagi menjadi penerang pada siang hari dan cahaya bulan tidak lagi memberi terang pada malam hari, tetapi TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu dan Allahmu akan menjadi keagunganmu. 20 Bagimu akan ada matahari yang tidak pernah terbenam dan bulan yang tidak surut, sebab TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir.
21 Pendudukmu semuanya orang-orang benar, mereka memiliki negeri untuk selama-lamanya; mereka sebagai cangkokan yang Kutanam sendiri untuk memperlihatkan keagungan-Ku.
22 Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat;
Aku, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya.

TUHAN menjadi penerang abadi mu

Bagian akhir Yesaya pasal 60 menuliskan gambaran akhir zaman, yang berorientasi eskatologis (akhir zaman) yang sering muncul dalam kitab Yesaya. Ketika nabi Yesaya menggambarkan kehidupan saat itu dan keselamatan Sion, ia juga membawakan tentang pandangan jauh atas masa depan indah yang akan ada di akhir zaman, bertujuan untuk membantu pembaca memahami bahwa kebangkitan Sion yang ada di hadapan mereka itu merupakan cita rasa awal dari keadaan hari akhir yang jauh di masa depan, sehingga mendorong umat Allah untuk tidak menyerah atas iman mereka karena kesulitan dan kegelapan di depan mereka. Bagi nabi Yesaya, realitas dan kebenaran tentang hari akhir itu lebih sejati dan nyata daripada keadaan saat ini yang ada di hadapannya. Meskipun gambaran hari akhir belum menjadi kenyataan, tetapi ia yakin bahwa akan datang hari itu, Allah telah menganugerahkan janji (promise) tentang hari akhir itu, pasti akan dipenuhi di masa depan (fulfillment), ini merupakan ketegangan antara sudah tetapi belum (already but not yet, sudah dimulai dan dapat dikatakan sebagai mencicipi atau cita rasa awal, tetapi belum selesai, masih terus berlangsung menuju penyelesaian akhir, hingga digenapi secara total).

Gambaran-gambaran hari akhir yang diuraikan dalam ayat 15-22 dapat dibagi menjadi dua bagian: bagian pertama (ayat 15-18) mencatat transformasi Sion, dan bagian kedua (ayat 19-22) mencatat transformasi langit dan bumi serta bangsa-bangsa. Pertama-tama, Sion ini akan memiliki kemuliaan kekal dan sukacita turun-temurun (ayat 15), akan dipenuhi kebutuhannya oleh bangsa-bangsa dan raja-raja, dan TUHAN sebagai Allah Juruselamat Penebus bagi warga Sion serta mengalami Allah sebagai Yang Mahakuasa (ayat 16), bahan-bahan yang dari bahan material rendah akan digantikan dengan logam yang berkualitas (emas, perak, tembaga, besi); ada kedamaian dan keadilan di Sion (ayat 17), tidak ada lagi kekerasan, penindasan dan perusakan yang tidak adil (ayat 18), keselamatan dan pujian Allah menjadi dinding dan pintu (ayat 18), semuanya ini adalah metafora perumpamaan yang menunjukkan bahwa keadilan, kebenaran, dan keselamatan diperoleh Sion karena di bawah pemerintahan Tuhan Penebus, menyinarkan cahaya kemuliaan seperti emas dan perak, Sion menjadi teladan panutan bagi bangsa-bangsa.

Bagian kedua (ayat 19-22) mencatat transformasi langit dan bumi, yang menjelaskan bahwa tidak ada matahari di siang maupun bulan di malam hari, karena cahaya TUHAN akan selalu bersinar menerangi (ayat 20), ini merupakan gambar dari langit dan bumi yang baru, yang digunakan dalam kitab Wahyu untuk menggambarkan keadaan Kota Suci Yerusalem yang baru (Wahyu 21:23), dan semua penduduknya adalah orang-orang benar, sama sekali tidak ada lagi dosa (ayat 21). Transformasi langit dan bumi ini memberi tahu kita harapan akan hari akhir, tidak ada tempat bagi orang fasik orang jahat, dan orang benar akan memerintah untuk selama-lamanya, kemuliaan TUHAN akan menjadi tujuan utama, tidak ada lagi kegelapan, tidak ada lagi kesedihan air mata, sungguh, sedikitpun juga tidak ada!

Renungkan:
Menghadapi kegelapan dan penindasan di hadapan kita, kita akan merasakan ketidakhadiran TUHAN, hari-hari duka tampaknya tidak berhenti, dan Tuhan sepertinya jauh dari kita, tetapi pandangan jauh ke depan hari akhir dari kitab Yesaya tentang Sion serta transformasi langit dan bumi memberitahu kita, bahwa itu yang sejati daripada yang kita lihat sekarang. Bagi nabi Yesaya, kebenaran tentang hari akhir itu adalah yang sejati daripada kegelapan saat ini, karena kegelapan hanyalah sementara, tetapi terang itu yang kekal abadi, bahkan jika kegelapan di depan Anda sedemikian banyak dan sedemikian besar, namun itu akan hilang selama-lamanya dalam terang kemuliaan TUHAN, di hari itu tidak ada lagi air mata dan rasa sakit, hanya sukacita dan keadilan. Maukah Anda menjaga pengharapan Anda sampai kedatangan Tuhan yang mulia itu?

Pengharapan: karena Already but not yet, saat ini hanyalah mencicipi atau cita rasa awal, tetapi belum selesai, masih terus berlangsung menuju penyelesaian akhir, hingga digenapi secara total)


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 60:10-14

「Sion, Milik Yang Mahakudus, Allah Israel」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 60:10-14 [ITB])
10 Orang-orang asing akan membangun tembokmu, dan raja-raja mereka akan melayani engkau; sebab dalam murka-Ku Aku telah menghajar engkau, namun Aku telah berkenan untuk mengasihani engkau. 11 Pintu-pintu gerbangmu akan terbuka senantiasa, baik siang maupun malam tidak akan tertutup, supaya orang dapat membawa kekayaan bangsa-bangsa kepadamu, sedang raja-raja mereka ikut digiring sebagai tawanan. 12 Sungguh, bangsa dan kerajaan yang tidak mau mengabdi kepadamu akan lenyap; bangsa-bangsa itu akan dirusakbinasakan. 13 Kemuliaan Libanon, yaitu pohon sanobar, pohon berangan dan pohon cemara, akan dibawa bersama-sama kepadamu, untuk mempersemarak tempat bait kudus-Ku, sebab Aku hendak memuliakan tempat kaki-Ku berjejak. 14 Anak-anak orang-orang yang menindas engkau akan datang kepadamu dan tunduk, dan semua orang yang menista engkau akan sujud menyembah telapak kakimu; mereka akan menyebutkan engkau kota TUHAN, Sion, milik Yang Mahakudus, Allah Israel.

“Orang-orang asing akan membangun tembokmu …”

Tema utama Yesaya 60:10-14 adalah Sion, dengan fokus perhatian pada tembok kotanya dan Bait Kudus, menunjukkan bahwa TUHAN akan menggerakkan orang-orang asing agar berinisiatif membangun tembok Sion, dan pohon-pohon dari berbagai negara akan dibawa datang untuk membangun Bait Suci, harta kekayaan bangsa-bangsa juga dibawa ke Sion. Ini karena TUHAN adalah Allah atas seluruh bumi, Ia memiliki hak untuk menggunakan segala milik bangsa-bangsa untuk membangun Sion. Allah bisa saja tidak menggunakan barang-barang milik bangsa-bangsa, tetapi alasan mengapa Ia menggunakannya adalah untuk menjelaskan kepada bangsa Israel bahwa Bait Suci itu adalah Bait semua bangsa-bangsa, orang Yehuda tidak bisa memprivatisasi memonopolinya, Bait itu adalah Rumah doa untuk segala bangsa-bangsa.

Kapan nubuat ini menjadi kenyataan? Percaya bahwa itu menjadi kenyataan dalam kelompok orang yang pulang dari penawanan. Kita melihat bahwa pada zaman Zerubabel, pohon-pohon aras Sidon dan Tirus (bangsa-bangsa) diangkut untuk membangun Bait Suci kedua (Ezra 3:7); kita juga melihat bahwa pada zaman Nehemia, raja Persia mengizinkan Asaf pengawas taman raja untuk menyediakan kayu kepada Nehemia untuk membangun tembok kota (Neh. 2:8); dan selama zaman Ezra, raja Persia Artahsasta mengeluarkan dekrit untuk menyediakan banyak harta kepada Ezra yang kembali (Ezra 7:21-24). Di permukaan, ini adalah kebijakan merangkul kerajaan Persia, tetapi sebenarnya dari sudut pandang rencana Allah, Ia dapat menggunakan sumber daya dari negara-negara asing ini untuk menyediakan materi dan sumber daya untuk keperluan Bait Suci dan tembok Sion. Ternyata pembangunan Bait Suci melibatkan partisipasi banyak bangsa-bangsa asing, semua bangsa-bangsa akan datang ke Sion, ini adalah pembaruan Yerusalem, telah tiba era zaman yang baru Bait Suci di mana semua bangsa-bangsa berdoa. Inilah tepat seperti zaman Yesaya ketiga, perkataan ilahi yang disampaikan nabi adalah nubuat, yang menjadi realitas kenyataan dalam kelompok yang pulang kembali dari penawanan.

Akhirnya, sebuah nama baru muncul di ayat 14: Yang Mahakudus, Allah Israel. Nama ini adalah nama sebutan kepada Allah yang sering dipakai dalam kitab Yesaya, nama yang berasal dari penglihatan nabi Yesaya yang menyaksikan para Serafim menyanyikan Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam. TUHAN adalah benar-benar kudus, Dia adalah Yang Mahakudus, Allah Israel, kemuliaan-Nya bersinar di Sion pada saat yang sama Dia memperhatikan kemuliaan Sion, maka Kitab Suci menghubungkan Yang Mahakudus Allah Israel dengan Sion, sehingga Dia menggerakkan hati semua bangsa-bangsa karena kemuliaan Sion agar melayani Sion, dengan demikian Sion, milik Yang Mahakudus, Allah Israel menyatakan bahwa TUHAN akan selama-lamanya menjadi Tuan (Tuhan) atas Sion, dan pada saat yang sama Dia juga adalah Raja dari semua bangsa-bangsa.

Renungkan:
Bait Suci dan tembok kota Sion dibangun dengan sumber daya dari semua bangsa-bangsa, secara permukaan itu adalah keputusan politik manusia, tetapi di belakangnya adalah rencana yang sangat detil terperinci dari Yang Mahakudus, Allah Israel. Apakah kita juga memiliki pemahaman seperti itu, melihat bahwa di balik perubahan dunia di depan kita adalah penggenapan rencana Allah, agar umat Allah dapat melihat bagaimana Allah membangun Sion dan melihat kemuliaan Allah di dalam rencana ini? Apakah Anda memiliki pemahaman ini? Apakah Anda berterima kasih kepada Tuhan untuk ini?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Wahyu 20:1-10

「Pergunakan dengan Baik Masa Seribu Tahun」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Why. 20:1-10 [ITB])
1 Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; 2 ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, 3 lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.
4 Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.
5 Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama.
6 Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.
7 Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, 8 dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. 9 Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, 10 dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.

Ayat-ayat hari ini menggambarkan suatu periode yang disebut masa seribu tahun. Di antara itu, iblis dirantai di jurang maut (ayat 1-3); setelah seribu tahun, iblis itu dilepaskan, ia akan menyesatkan bangsa-bangsa dan memulai pertempuran melawan orang-orang kudus, setelah itu ia akhirnya dilemparkan ke dalam lautan api (ayat 7-10). Pembaca akan merasa aneh, karena teks sebelumnya di atas mengatakan bahwa Tuhan telah datang kembali (Why. 19:11-16), dan kedua binatang buas telah ditangkap dan dibakar (Why. 19:17-21 … Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api … ), mengapa ada anti-klimaks di sini ─ Kerajaan yang dibawa oleh Kristus hanya seribu tahun (ayat 4), dan iblis diijinkan muncul lagi? (ayat 7) Ini adalah permasalahan tentang masa seribu tahun yang telah dibicarakan tiada henti oleh para peneliti Alkitab.

Jika secara harfiah melihat urutan waktu, Tuhan akan datang kembali seperti terjadi sebelum masa seribu tahun, ini adalah interpretasi dari Premilenialisme. Namun, kita tidak harus secara harfiah melihat urutan sebelum dan sesudah, karena penglihatan Yohanes melibatkan unsur pengulangan, seperti: pasal 12 membawa pembaca kembali ke kelahiran dan kenaikan Yesus, dari sana berbicara periode gereja dan orang-orang percaya dianiaya; demikian pula, paragraf ini juga merupakan kilas balik, membawa pembaca kembali kepada kebangkitan Yesus; saat itu Ia menang atas Setan, maka iblis diikat dan dibawah kendali (ayat 1-2), ini adalah penjelasan dari Amilenialisme, disebut Amilenialisme karena seribu tahun bukan secara angka, tetapi sebuah simbolis, mewakili periode gereja yang sangat panjang, sampai sekarang, Kristus menjadi Raja. Di antara periode ini, orang percaya yang setia sampai mati semuanya akan dibangkitkan bersama Kristus, menjadi raja bersama Kristus (ayat 4; lih. 2 Tim. 2:12), mereka tidak akan binasa saat penghakiman hari akhir (ayat 5-6; lih. 11-15).

Sejarah yang diuraikan dalam paragraf pasal 20 ini sebenarnya mirip dengan isi pasal 12

  1. Setan ditundukkan oleh malaikat; 12:7-8; 20:2
  2. Setan dibuang ke bawah, dibatasi, dan diawasi; 12:9-10; 20:3
  3. Ketika orang percaya mati martir, menang, mereka memerintah bersama Kristus;12:11; 20:4-6
  4. Gereja dianiaya, tetapi Setan akan gagal dan binasa; 12:13-14; 20:9-10
  5. Waktu Setan sudah tidak banyak, dan masih mengumpulkan bangsa-bangsa untuk memulai perang besar hari akhir; 12:12,15; 20:3,7-8

Dibandingkan dengan pasal 12, paragraf ini lebih mendekati akhir, karena dikatakan bahwa setelah masa seribu tahun itu berakhir (ayat 7). Setan dilepaskan, yang artinya ia akan melakukan serangan balik terakhir sebelum mati, menyesatkan adalah teknik Setan (ayat 3, 8, 10) yang ditekankan dalam paragraf ini: ia hendak menyesatkan banyak orang agar bertempur dengan Kristus, yang mengakibatkan ke pertempuran besar terakhir Gog dan Magog, yang selalu dalam disebutkan berulang dalam kitab Wahyu (Why. 9:1-11; 11:7; 13:4; 17:12-14). Pada waktu itu, mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu dikepung (ayat 7-9) — gereja dimusuhi di segala penjuru. Apakah kita sebagai orang Kristen sudah siap menghadapi semua ini?

Janji dari perikop ini adalah bahwa krisis pada akhir zaman selalu merupakan kesempatan baik, titik balik bagi gereja — dalam masa seribu tahun ini, ada yang mati martir, tetapi gereja menjadi saksi bagi Yesus di bumi. Setan diikat dengan ketat (ayat 1-2), meskipun bukan secara harfiah bahwa ia tidak dapat bergerak sama sekali, tetapi ia juga tidak dapat menyesatkan tanpa batas seperti kepada leluhur awal kita (ayat 3). Karena keselamatan telah digenapkan, Injil sedang disebarkan, dan kapan pun nama Yesus Kristus ditinggikan, bahkan roh-roh jahat, iblis harus melarikan diri! Oleh karena itu, masa seribu tahun ini adalah masa bagi gereja bersaksi tentang Kristus; hamba Allah dapat dengan penuh iman menyelamatkan manusia dari cengkeraman Setan.

Kita tahu bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar (2 Tim. 3:1) Ketika akhir hari itu tiba, banyak orang disesatkan, dan gereja dianiaya semakin ganas dan sengit, tetapi segera, masa kematian Setan segera tiba! Ya Tuhan, mohon jadikan saya kuat dan berani, entah hidup atau mati harus menjadi imam-imam Allah dan Kristus (ayat 6), dan membawa orang berbalik datang kepada-Mu.

Renungkan:

Yesus berjanji kepada gereja Laodikia: Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. (Why. 3:21) Apa hubungan janji tersebut dengan perikop hari ini?

2 Tim. 3:1-4 mengatakan: pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, … Apakah ada hubungan situasi yang digambarkan itu dengan penyesatan Setan?


Renungan pemahaman kitab Wahyu (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 10-22 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan September 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Lukas 23:13-25

「Anugerah yang Ironis!?」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Luk. 1:1 [ITB])
13 Lalu Pilatus mengumpulkan imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin serta rakyat, 14 dan berkata kepada mereka: Kamu telah membawa orang ini kepadaku sebagai seorang yang menyesatkan rakyat. Kamu lihat sendiri bahwa aku telah memeriksa-Nya, dan dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya. 15 Dan Herodes juga tidak, sebab ia mengirimkan Dia kembali kepada kami. Sesungguhnya tidak ada suatu apa pun yang dilakukan-Nya yang setimpal dengan hukuman mati. 16 Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya. 17 Sebab ia wajib melepaskan seorang bagi mereka pada hari raya itu. 18 Tetapi mereka berteriak bersama-sama: Enyahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas bagi kami!
19 Barabas ini dimasukkan ke dalam penjara berhubung dengan suatu pemberontakan yang telah terjadi di dalam kota dan karena pembunuhan.
20 Sekali lagi Pilatus berbicara dengan suara keras kepada mereka, karena ia ingin melepaskan Yesus. 21 Tetapi mereka berteriak membalasnya, katanya: Salibkanlah Dia! Salibkanlah Dia!
22 Kata Pilatus untuk ketiga kalinya kepada mereka: Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini? Tidak ada suatu kesalahan pun yang kudapati pada-Nya, yang setimpal dengan hukuman mati. Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya. 23 Tetapi dengan berteriak mereka mendesak dan menuntut, supaya Ia disalibkan, dan akhirnya mereka menang dengan teriak mereka.
24 Lalu Pilatus memutuskan, supaya tuntutan mereka dikabulkan. 25 Dan ia melepaskan orang yang dimasukkan ke dalam penjara karena pemberontakan dan pembunuhan itu sesuai dengan tuntutan mereka, tetapi Yesus diserahkannya kepada mereka untuk diperlakukan semau-maunya.

Dalam kitab-kitab Injil, pengadilan terhadap Yesus adalah catatan yang sangat penting. Namun, fokus dari masing-masing Injil berbeda. Dalam catatan Injil Lukas, jelas hendak menyatakan bahwa orang-orang Yahudi bertanggung jawab penuh atas kematian Yesus, kontras dengan tanggung jawab Pilatus dan Herodes sengaja ditampilkan lebih kecil. Mari kita gunakan renungan hari ini untuk memahami apa yang hendak diungkapkan melalui teknik penulisan ini.

Setelah Pilatus merujuk kepada Herodes tentang pengadilan terhadap Yesus, mereka tampaknya memiliki konsensus tentang bagaimana menghadapinya. Dia memanggil para imam kepala dan pemimpin-pemimpin serta rakyat, hendak menunjukkan kepada mereka bahwa dia sudah menyelidiki kasus Yesus yang dituduh menghasut rakyat ─ tidak dapat ditemukan sedikitpun kesalahan pada-Nya. Pilatus juga mengklaim bahwa bahkan Herodes, yang memerintah Galilea, juga percaya demikian. Tidak ada bukti bahwa Yesus berbuat apa pun di daerah Galilea yang setimpal dengan hukuman mati, tempat Yesus berkhotbah selama bertahun-tahun, sehingga Herodes mengirim-Nya kembali kepadanya.

Sangat jelas sekali, Pilatus ingin cuci tangan dan menunjukkan bahwa persidangan orang ini tidak ada hubungannya dengan dia. Namun, dia belum menemukan kesempatan melepaskan tanggung jawab yang ada pada dirinya.

Dengan pintar ia memakai kebiasaan pada waktu itu ─ membebaskan seorang tahanan pada hari raya itu (tidak ditemukan dalam literatur antar dua perjanjian, tetapi dapat dipercaya ini adalah praktik di hari raya Paskah pada zaman itu).

Dia bertanya kepada orang Yahudi yang mana yang akan dibebaskan. Ayat-ayat perikop ini berulang kali menekankan bahwa Pilatus ingin melepaskan Yesus, sekali lagi Pilatus berbicara kepada mereka , dan kata Pilatus untuk ketiga kalinya kepada mereka … Tidak ada suatu kesalahan pun yang kudapati pada-Nya, yang setimpal dengan hukuman mati. Frasa-frasa ini jelas untuk menempatkan kematian Yesus sebagai tanggung jawab orang Yahudi, karena orang-orang Yahudi berkata,Enyahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas, Salibkanlah Dia! Salibkanlah Dia!, dengan berteriak mereka mendesak dan menuntut, supaya Ia disalibkan.

Di antaranya,akhirnya mereka menang dengan teriak mereka adalah klimaks dari seluruh perikop. Jika seluruh narasi kesengsaraan (passion narrative) ditulis dalam kerangka pandangan kedatangan raja akhir zaman, orang-orang Yahudi sepatutnya bertanya: di dalam literatur apokaliptik akhir zaman mereka, bukankah tertulis bahwa raja akhir zaman (eschatological king) mendapatkan sambutan penuh kegembiraan dari mereka? Mengapa mereka ingin menyalibnya? Lebih ironis lagi, nyawa Yesus, raja akhir zaman, berulang kali ingin diselamatkan oleh seorang bukan Yahudi!

Renungkan:

Apakah yang merupakan keselamatan dan anugerah dalam hidup kita? Para pemimpin agama Yahudi dan rakyat salah melihat, Penyelamat manusia dilihat sebagai orang berdosa dan dengan segenap tenaga yakin bahwa Dia bersalah.

Adalah hal yang baik untuk bersikeras pada apa yang diyakini. Namun, selalu sisakan sedikit ruang untuk Allah, kita akan melihat bahwa sesuatu yang salah dipandang sebagai anugerah sebenarnya bukan anugerah. Anda merasakan hal yang sama?


Renungan pemahaman Injil Lukas (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 19-24 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juli 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.