「Sion, Milik Yang Mahakudus, Allah Israel」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yesaya 60:10-14 [ITB])
10 Orang-orang asing akan membangun tembokmu, dan raja-raja mereka akan melayani engkau; sebab dalam murka-Ku Aku telah menghajar engkau, namun Aku telah berkenan untuk mengasihani engkau. 11 Pintu-pintu gerbangmu akan terbuka senantiasa, baik siang maupun malam tidak akan tertutup, supaya orang dapat membawa kekayaan bangsa-bangsa kepadamu, sedang raja-raja mereka ikut digiring sebagai tawanan. 12 Sungguh, bangsa dan kerajaan yang tidak mau mengabdi kepadamu akan lenyap; bangsa-bangsa itu akan dirusakbinasakan. 13 Kemuliaan Libanon, yaitu pohon sanobar, pohon berangan dan pohon cemara, akan dibawa bersama-sama kepadamu, untuk mempersemarak tempat bait kudus-Ku, sebab Aku hendak memuliakan tempat kaki-Ku berjejak. 14 Anak-anak orang-orang yang menindas engkau akan datang kepadamu dan tunduk, dan semua orang yang menista engkau akan sujud menyembah telapak kakimu; mereka akan menyebutkan engkau 「kota TUHAN」, 「Sion, milik Yang Mahakudus, Allah Israel.」

Tema utama Yesaya 60:10-14 adalah Sion, dengan fokus perhatian pada tembok kotanya dan Bait Kudus, menunjukkan bahwa TUHAN akan menggerakkan orang-orang asing agar berinisiatif membangun tembok Sion, dan pohon-pohon dari berbagai negara akan dibawa datang untuk membangun Bait Suci, harta kekayaan bangsa-bangsa juga dibawa ke Sion. Ini karena TUHAN adalah Allah atas seluruh bumi, Ia memiliki hak untuk menggunakan segala milik bangsa-bangsa untuk membangun Sion. Allah bisa saja tidak menggunakan barang-barang milik bangsa-bangsa, tetapi alasan mengapa Ia menggunakannya adalah untuk menjelaskan kepada bangsa Israel bahwa Bait Suci itu adalah Bait semua bangsa-bangsa, orang Yehuda tidak bisa memprivatisasi memonopolinya, Bait itu adalah Rumah doa untuk segala bangsa-bangsa.
Kapan nubuat ini menjadi kenyataan? Percaya bahwa itu menjadi kenyataan dalam kelompok orang yang pulang dari penawanan. Kita melihat bahwa pada zaman Zerubabel, pohon-pohon aras Sidon dan Tirus (bangsa-bangsa) diangkut untuk membangun Bait Suci kedua (Ezra 3:7); kita juga melihat bahwa pada zaman Nehemia, raja Persia mengizinkan Asaf pengawas taman raja untuk menyediakan kayu kepada Nehemia untuk membangun tembok kota (Neh. 2:8); dan selama zaman Ezra, raja Persia Artahsasta mengeluarkan dekrit untuk menyediakan banyak harta kepada Ezra yang kembali (Ezra 7:21-24). Di permukaan, ini adalah kebijakan merangkul kerajaan Persia, tetapi sebenarnya dari sudut pandang rencana Allah, Ia dapat menggunakan sumber daya dari negara-negara asing ini untuk menyediakan materi dan sumber daya untuk keperluan Bait Suci dan tembok Sion. Ternyata pembangunan Bait Suci melibatkan partisipasi banyak bangsa-bangsa asing, semua bangsa-bangsa akan datang ke Sion, ini adalah pembaruan Yerusalem, telah tiba era zaman yang baru Bait Suci di mana semua bangsa-bangsa berdoa. Inilah tepat seperti zaman Yesaya ketiga, perkataan ilahi yang disampaikan nabi adalah nubuat, yang menjadi realitas kenyataan dalam kelompok yang pulang kembali dari penawanan.
Akhirnya, sebuah nama baru muncul di ayat 14: 「Yang Mahakudus, Allah Israel.」 Nama ini adalah nama sebutan kepada Allah yang sering dipakai dalam kitab Yesaya, nama yang berasal dari penglihatan nabi Yesaya yang menyaksikan para Serafim menyanyikan 「Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam」. TUHAN adalah benar-benar kudus, Dia adalah Yang Mahakudus, Allah Israel, kemuliaan-Nya bersinar di Sion pada saat yang sama Dia memperhatikan kemuliaan Sion, maka Kitab Suci menghubungkan Yang Mahakudus Allah Israel dengan Sion, sehingga Dia menggerakkan hati semua bangsa-bangsa karena kemuliaan Sion agar melayani Sion, dengan demikian 「Sion, milik Yang Mahakudus, Allah Israel」 menyatakan bahwa TUHAN akan selama-lamanya menjadi Tuan (Tuhan) atas Sion, dan pada saat yang sama Dia juga adalah Raja dari semua bangsa-bangsa.
Renungkan:
Bait Suci dan tembok kota Sion dibangun dengan sumber daya dari semua bangsa-bangsa, secara permukaan itu adalah keputusan politik manusia, tetapi di belakangnya adalah rencana yang sangat detil terperinci dari Yang Mahakudus, Allah Israel. Apakah kita juga memiliki pemahaman seperti itu, melihat bahwa di balik perubahan dunia di depan kita adalah penggenapan rencana Allah, agar umat Allah dapat melihat bagaimana Allah membangun Sion dan melihat kemuliaan Allah di dalam rencana ini? Apakah Anda memiliki pemahaman ini? Apakah Anda berterima kasih kepada Tuhan untuk ini?
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)
Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.