Tag Archives: Bencana

Yoel 3:16-21

「Tuhan Benteng Perlindungan Kita」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 3:16-21 [ITB])
16 TUHAN mengaum dari Sion, dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya, dan langit dan bumi bergoncang. Tetapi TUHAN adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya, dan benteng bagi orang Israel.
17 Maka kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, adalah Allahmu, yang diam di Sion, gunung-Ku yang kudus. Dan Yerusalem akan menjadi kudus, dan orang-orang luar tidak akan melintasinya lagi.
18 Pada waktu itu akan terjadi, bahwa gunung-gunung akan meniriskan anggur baru, bukit-bukit akan mengalirkan susu, dan segala sungai Yehuda akan mengalirkan air; mata air akan terbit dari rumah TUHAN dan akan membasahi lembah Sitim. 19 Mesir akan menjadi sunyi sepi, dan Edom akan menjadi padang gurun tandus, oleh sebab kekerasan terhadap keturunan Yehuda, oleh karena mereka telah menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tanahnya. 20 Tetapi Yehuda tetap didiami untuk selama-lamanya dan Yerusalem turun-temurun. 21 Aku akan membalas darah mereka yang belum Kubalas; TUHAN tetap diam di Sion.

Fokus dari perikop ini adalah kembali ke Sion lagi. Di bagian pembukaan dan akhir, berulang kali secara paralel menyebutkan Yerusalem dan Sion. Di ayat 3:16, dinyatakan bahwa TUHAN pasti mengaum dari Sion dan memperdengarkan suara-Nya dari Yerusalem, menunjukkan penghakiman-Nya yang serius. Di ayat 3:20-21, tidak hanya berjanji bahwa Yehuda dan Yerusalem akan bertahan untuk selama-lamanya generasi ke generasi, tetapi juga diakhiri dengan ringkasan bahwa TUHAN (Yahweh) yang tinggal diam di Sion.

Dalam ringkasan ini, nabi Yoel tampaknya mengalihkan pandangannya dari masanya itu ke masa depan yang jauh, dan bahkan ke akhir yang kekal. TUHAN (Yahweh) mengaum dengan keagungan wibawa, dan ketika penghakiman-Nya keluar, langit dan bumi akan terguncang dan semua ciptaan akan berubah. Ini adalah harapan umat Tuhan untuk akhir zaman. Tetapi perubahan dunia hanyalah sebagian kecil dari harapan ini, yang lebih penting, setelah dunia diguncang yang kemudian diperbarui, TUHAN (Yahweh) tinggal di dalamnya.

Tuhan tinggal diam bersama, pertama-tama, memberikan jaminan perlindungan bagi umat milik-Nya. Dia menjadi benteng perlindungan bagi umat-Nya, sehingga umat milik-Nya tidak lagi takut atau khawatir tentang serangan kekuatan jahat. Tempat ini sepenuhnya dikuduskan, dan orang luar tidak bisa lewat. Karena penghakiman hari akhir sudah berakhir, hanya umat Allah yang tersisa. Nabi Yoel menggunakan kehancuran Mesir dan Edom untuk melambangkan akhir dari mereka yang menentang Tuhan dan menganiaya umat-Nya.

Tuhan tinggal diam bersama juga membawa kelimpahan di semua aspek. Anggur manis, susu, air yang mengalir, mata air, semuanya mewakili kelimpahan dalam kehidupan. Ini bukan hanya kelimpahan materi jasmaniah, tetapi juga simbol dari kelimpahan rohani yang meluap. Ini adalah harapan kekal dan tujuan akhir kita sebagai umat Allah.

Mengingat lagi pesan Kitab Yoel, kita melihat bahwa nabi Yoel mengalami bencana pada waktu itu, mengingatkan kita agar belajar dari bencana dan menyerap kebijaksanaan yang dapat bertahan tidak rusak. Kita harus memahami bagaimana mendapatkan Tuhan dalam kesulitan, dan memohon Dia. Ketika penghakiman akhir akan tiba, ditentukan bahwa hanya mereka yang memohon Dia bisa diselamatkan. Tidak hanya itu, kita juga melihat bahwa sebelum akhir hari Dia akan membangkitkan hamba-hamba-Nya laki-laki dan perempuan, melalui pencurahan Roh Kudus, kita dapat menjadi juru bicara dan saksi-Nya. Terakhir, kita melihat pemandangan penghakiman hari akhir, tetapi yang lebih penting, akhir yang dibawakan bagi umat Allah setelah penghakiman ini. Karena mengetahui akhir ini, kita dapat menjadi tenteram damai dalam menghadapi segala yang kita alami, dan bahkan mungkin dalam bencana yang kita alami. Ketika musibah itu tampaknya terjadi satu demi satu: apa yang ditinggalkan belalang pengerip telah dimakan belalang pindahan, apa yang ditinggalkan belalang pindahan telah dimakan belalang pelompat, dan apa yang ditinggalkan belalang pelompat telah dimakan belalang pelahap, sehingga tampaknya tidak ada harapan sama sekali, nabi Yoel memberi tahu kita bahwa Tuhan yang memegang kuasa, Dia adalah sandaran dan harapan kita.

Renungkan:
Di masa yang sudah kita lalui, apakah kita merasa kesulitan datang bertubi-tubi dalam hidup ini? Sulit untuk bertahan di bawah tekanan hidup? Mari kita berpaling kepada Tuhan kita, memanggil Dia untuk meminta pertolongan-Nya, dan kokoh percaya terhadap keselamatan dari-Nya sebagai harapan kita.


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 7:4-6

Api Datang Membakar Habis Segalanya
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 7:4-6 [ITB])
4 Inilah yang diperlihatkan Tuhan ALLAH kepadaku: Tampak Tuhan ALLAH memanggil api untuk melakukan hukuman. Api itu memakan habis samudera raya dan akan memakan habis tanah ladang. 5 Lalu aku berkata: Tuhan ALLAH, hentikanlah kiranya! Bagaimanakah Yakub dapat bertahan? Bukankah ia kecil? 6 Maka menyesallah TUHAN karena hal itu. Inipun tidak akan terjadi, firman Tuhan ALLAH.

Allah membentuk kawanan belalang untuk menghukum Israel, ketika nabi Amos memohon kepada Allah, Allah untuk sementara waktu menghentikan bencana tersebut, tetapi Israel tidak berubah dan tidak menyesal, maka Allah memerintahkan api untuk melaksanakan penghakiman.

Segala ciptaan diciptakan oleh Tuhan, termasuk semua laut, darat, udara, dan makhluk yang ada. Semua yang berwujud dan tidak berwujud juga ada dalam kendali Tuhan. Ia menciptakan angin (Amos 4:13), menurunkan api (Amos 1:4, 7, 10, 12; 2:2, 5), Allah juga memperdengarkan suara-Nya seperti guntur (Amos 1:2); hama belalang adalah bencana alam, api tidak seluruhnya demikian masalahnya, di satu sisi panasnya musim panas yang seperti api meletus, bumi terjemur dengan terik dan membuat kekeringan di tanah yang dapat menyebabkan kebakaran hutan, sulit dipadamkan, ini adalah bencana alam; tetapi jika dibakar habis oleh musuh setelah kalah perang, api yang besar ini adalah bencana perang buatan manusia.

Meskipun belalang memakan hasil panen, setelah belalang lewat, tanah tidak menjadi rusak dan sumber airnya tidak diserang, ketika petani menanam ulang, masih bisa berharap panen lagi. Wabah belalang ada di musim semi, dan bencana kebakaran mungkin terjadi di musim panas. Di sini Allah memerintahkan api datang untuk menghakimi, bencana api ini memiliki dua tingkat invasi. Tingkat pertama, api memakan habis samudera raya, samudera raya bisa mengacu pada kedalaman di bawah tanah dan merupakan sumber air yang dalam (lih. ITL segala mata air, ISH samudra di bawah bumi). Pada saat itu meyakini bahwa semua sumber air berasal dari kedalaman di bawah tanah, air adalah untuk mengairi sawah ladang, memberikan pertumbuhan bagi semua yang hidup; tetapi api tidak hanya menelan tanah yang ditanami, itu juga menelan air tanah yang menyuburkan tanaman, membuatnya kering, menghancurkannya begitu dalam sehingga tidak bisa dipulihkan. Kehancuran tingkat kedua adalah membakar habis tanah ladang, segala yang ada di atas tanah, termasuk tanaman pertanian atau bangunan buatan manusia, termasuk tanah yang dijanjikan Allah kepada Israel juga akan dibakar habis oleh api. Tanah ladang dan samudera raya mencakup semua yang ada di tanah dan bawah tanah, dan semuanya terbakar habis.

Nabi Amos sekali lagi memohon kepada Allah, ia mengganti permohonannya berikanlah pengampunan (ayat 7:2) dengan kata hentikanlah (7:5), sebelumnya nabi Amos meminta Allah untuk mengampuni Israel, Allah tidak menjawab, karena pengampunan mengharuskan orang bertobat. Kali ini nabi Amos melihat bahwa bencana itu sangat kritis, jadi dia berusaha meminta Allah menghentikan – terus berusaha agar Allah meletakkan dahulu tindakan hukuman-Nya.

Allah sekali lagi mengubah pikiran-Nya, dan sekali lagi untuk sementara waktu menarik kembali bencana ini.

Renungkan:
Bencana setiap kali datang memberikan dampak yang makin luas, apakah menarik perhatian orang percaya? Lihatlah dunia: belalang, kebakaran hutan, gempa bumi, banjir, epidemi, perang, merajalela di mana-mana, orang-orang terperangkap di dalam penderitaan, di manakah ada orang-orang percaya yang merespons? Apakah ada orang-orang percaya yang bersaksi dan memberitakan Injil kepada orang-orang yang telah dibangunkan Allah untuk mencari Tuhan? Mari kita tidak hanya mengangkat tangan kudus kita untuk berdoa kepada Tuhan, tetapi juga mengulurkan tangan persahabatan, dan memberikan arah jalan kepada orang-orang yang belum percaya; dan membuka mulut kesaksian kita untuk menyampaikan berita penghiburan dan keselamatan Allah. Dalam bencana dan epidemi, kita tidak lupa untuk memberitakan Injil kabar sukacita.

Bencana kebakaran demikian besar, sampai menghancurkan akar-akar bumi, bagaimana keadaan dari akar iman kita? Apakah terkikis oleh bencana dan hancur sekejap mata?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Kejadian 26:1-5

「Krisis dan titik perubahan」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 26:1-5 [ITB])
1 Maka timbullah kelaparan di negeri itu. Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin.
2 Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3 Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu. 4 Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5 karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku.

Ishak adalah salah satu dari tiga nenek moyang Israel, dengan status yang tinggi, tetapi dia tampaknya hidup di bawah bayang-bayang besar seorang ayah yang terkenal dan anak yang cemerlang. Hanya Kejadian pasal 26 khusus mencatat Ishak. Ada beberapa hal yang berharga direnungkan dalam paragraf ini:

(1) Kelaparan di tanah perjanjian. Di masa Abraham dahulu, pernah terjadi kelaparan di daerah itu, dan dia membuat keputusan diri sendiri untuk pergi ke Mesir. Sekarang Ishak menderita kelaparan, dan tindakannya sama seperti ayahnya, dan dia ingin pergi ke Mesir untuk mencari perlindungan. Tampaknya tidak mudah bagi orang untuk belajar dari kegagalan orang lain. Gerar adalah negeri orang Filistin, di perbatasan antara Tanah Perjanjian dan Mesir. Abimelekh (‘ăbîmelek, arti aslinya adalah ayahku adalah raja) adalah gelar raja, mirip dengan Firaun Mesir.

(2) TUHAN (Yahweh) menampakkan diri memberkati. Allah tidak berhenti bertindak karena kebodohan manusia, sebaliknya, Dia menampakkan diri kepada nenek moyang ketika mereka paling lemah dan menggunakan kata-kata perjanjian untuk memperkuat iman mereka.

TUHAN pertama-tama mencegah Ishak pergi ke Mesir dan berjanji Aku akan menyertai engkau. Meskipun sebelumnya tercatat dalam Alkitab bahwa Allah menyertai Ismael (Kejadian 21:20 Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah), dan ada orang asing yang mengatakan Abraham memiliki penyertaan Allah (Kejadian 21:22 Pada waktu itu Abimelekh, beserta Pikhol, panglima tentaranya, berkata kepada Abraham: Allah menyertai engkau dalam segala sesuatu yang engkau lakukan』」), tetapi ini adalah pertama kalinya Allah berfirman langsung kepada seseorang Aku akan menyertai engkau. Penyertaan Allah adalah kunci berkat para leluhur, yang akan diterapkan pada Yakub dan Yusuf (Kej. 28:15, 39:2). TUHAN mengambil inisiatif untuk memperbarui perjanjian dengan Ishak, dan memberikan semua berkat yang Dia janjikan kepada Abraham dalam perjanjian itu kepada Ishak. Termasuk mendapatkan tanah (dari negeri ini menjadi seluruh negeri ini, ayat 4, 5), keturunan (dari putra tunggal Abraham bertambah banyak menjadi seperti bintang di langit, ayat 4), dan semua bangsa-bangsa akan diberkati oleh keturunannya (mengulangi janji asli kepada Abraham, ayat 4, Kej. 12:3).

(3) Syarat diberkati: mematuhi firman Allah. Dahulu Abraham mempersembahkan Ishak, TUHAN (Yahweh) memberkatinya dan berkata kepadanya: Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku (Kej. 22:18), sekarang lebih ditekankan: karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku(ayat 5). Abraham menjadi teladan bagi semua orang yang mematuhi perintah Allah dan yang diberkati di generasi berikutnya.

Renungkan:
Bahkan ketika orang-orang dalam keadaan paling lemah, Allah masih bersedia untuk menampakkan diri kepada mereka dan memberkati mereka. Penyertaan Allah adalah kunci berkat, dan mematuhi perintah Allah adalah syarat penyertaan Allah.


Renungan pemahaman Kitab Kejadian 12-26

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 12-26 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) dipublikasi pada bulan Maret 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.