Tag Archives: Penebus

Bilangan 35:9-12

「Lewi dan kota perlindungan」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 35:9-12 [ITB])
9 TUHAN berfirman kepada Musa: 10 「Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila kamu menyeberangi sungai Yordan ke tanah Kanaan, 11 maka haruslah kamu memilih beberapa kota yang menjadi kota-kota perlindungan bagimu, supaya orang pembunuh yang telah membunuh seseorang dengan tidak sengaja dapat melarikan diri ke sana. 12 Kota-kota itu akan menjadi tempat perlindungan bagimu terhadap penuntut balas, supaya pembunuh jangan mati, sebelum ia dihadapkan kepada rapat umat untuk diadili.

Bacalah Bilangan 35 (klik untuk membuka)

Catatan tentang hukum Taurat terkait kota perlindungan di dalam Pentateukh (5 kitab Musa), yang paling rinci adalah di Bilangan 35, dan kemudian Musa mengulang hukum tersebut (Ulangan 19), Yosua menaati dan melaksanakan perintah ini (Yosua 20).

Kota-kota Lewi (ayat 1-8): pasal sebelumnya berbicara tentang pembagian tanah pusaka kepada dua belas suku Israel, tetapi tidak kepada orang Lewi, karena melayani Allah adalah milik pusaka mereka dan penghasilan mereka adalah sepersepuluhan masing-masing suku. Tetapi orang Lewi masih membutuhkan tempat tinggal, maka Allah memerintahkan agar empat puluh delapan kota Israel dibagikan kepada mereka, sehingga mereka tinggal tersebar di antara suku-suku Israel, seperti Allah tinggal di antara orang Israel melalui Kemah Pertemuan. Perhatikan bahwa dalam delapan ayat pendek ini, kata kerja memberi muncul sembilan kali, mengingatkan orang Israel agar memperlakukan dengan baik hamba-hamba Allah.

Kota perlindungan bagi pembunuh yang tidak sengaja (ayat 9-34):

• Makna kota perlindungan: kota perlindungan (ʽārê miqlāṭ) (ayat 6, 11, 12) sesuai fungsinya, tujuannya adalah agar para pelaku pembunuhan yang tidak sengaja bisa ke sini untuk mencari perlindungan dan menunggu pengadilan yang adil, menghindarkan diri dari penuntut balas. Arti asli dari akar dari penuntut balas (gō’ēl) adalah kata kerja (gā’al) menebus, terkait tanggung jawab untuk menebus tanah yang dijual oleh kerabat miskin, atau menebus kerabat yang memiliki hutang dan menjual diri sebagai budak, atau sesuai dengan hukum perkawinan menikahi janda saudara laki-laki untuk melahirkan anak penerus bagi almarhum. Tetapi yang paling penting adalah membalaskan darah kerabat yang terbunuh.

• Pengaturan kota perlindungan (ayat 13-15): umat Israel memilih tiga kota di kedua sisi Sungai Yordan sebagai kota perlindungan sehingga pelaku pembunuhan yang tidak sengaja dapat melarikan diri ke sana di dekatnya. Kota-kota ini semuanya adalah kota orang Lewi.

• Pembunuh dan pelaku pembunuhan yang tidak sengaja (ayat 16-29): pembunuh harus dihukum mati, tetapi jika tidak sengaja, dia harus diberikan jalan agar tidak diburu oleh para penuntut balas. Meskipun pembunuhan itu tidak disengaja, dia mengambil nyawa orang lain, jadi dia harus dihukum. Dia harus ditahan untuk tinggal di kota perlindungan, dan hanya setelah kematian imam besar saat itu dia bisa bebas dan pulang kembali ke tanah kepunyaannya sendiri (ayat 28).

• Putusan hukuman dan pelaksanaan (ayat 30-34): pada zaman kuno, putusan didasarkan pada pengakuan para saksi, dan dibutuhkan paling tidak dua orang saksi untuk menjatuhkan putusan hukuman. Pembunuh yang sudah dijatuhkan putusan hukumnya tidak boleh menggunakan uang untuk menebus hidupnya. Bahkan jika itu adalah pembunuhan tidak sengaja, dia tidak bisa membeli kebebasan dengan uang. Tuntutan yang demikian agar keadilan dapat ditegakkan, sehingga tidak menajiskan tanah itu.

Renungkan:
Penduduk tetap kota-kota perlindungan adalah orang Lewi, dan mereka juga yang menerima para pelaku pembunuhan tidak sengaja. Dan kematian imam besar membuat hutang dosa pembunuhan itu ditebus dan bisa pulang ke tempat asal mereka. Semua ini melambangkan Kristus, karena Ia dihukum sebagai pengganti, sehingga kita bisa diselamatkan dan aman.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 61:1-2

「Kabar Baik Tahun Rahmat TUHAN」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 61:1-2 [ITB])
1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, 2 untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung

Yesaya 61 berbicara tentang kabar baik, kata kabar baik ini adalah kata yang sering dipakai dalam Yesaya kedua dan ketiga (Yes. 40:9; 41:27; 52:7; 60:6; 61:1, klik untuk membaca), artinya adalah Injil kabar bahagia, ini adalah apa yang harus diumumkan keluar, dan kabar baik yang disebutkan dalam pasal 61 ini berkaitan dengan makna tahun rahmat TUHAN (Tahun Yobel), kita dapat merenungkan arti utama Injil tahun rahmat TUHAN yang dijelaskan dalam 61:1-2.

Pertama, ayat 1 menunjukkan bahwa Roh Tuhan ALLAH turun ke atas nabi ini, deskripsi tentang Roh Tuhan ALLAH ini mengingatkan kita akan nyanyian hamba dalam Yesaya 42 (klik untuk membaca), yang menggambarkan bahwa Allah telah memberikan roh-Nya kepada Hamba ini, dan Yes. 61:1 mengatakan bahwa TUHAN mengurapi Dia, lebih menjelaskan bahwa ini adalah gambar seorang raja atau imam yang dipilih. Roh Allah turun kepada seseorang biasanya untuk memungkinkan orang itu menyelesaikan misi yang ditugaskan oleh Allah, dan nabi ini sekarang menerima roh Allah, untuk menyelesaikan misi penting: memberitakan kabar bahagia kepada orang-orang sengsara, dan diutus untuk menyembuhkan orang-orang yang remuk hati berduka (ayat 1), maka misinya adalah untuk mengumumkan menyiarkan, untuk memberitakan kabar baik.

Apa sebenarnya kabar baik? Ayat 2 menunjukkan bahwa ini adalah tahun rahmat TUHAN, yang merupakan tahun Yobel yang disebutkan dalam Imamat pasal 25. Latar belakang Tahun Yobel adalah teologi tanah Kanaan, TUHAN menyatakan bahwa semua tanah adalah milik TUHAN (Im. 25:23), setiap orang Israel akan menerima berkat dari TUHAN membagikan tanah milik masing-masing suku dan kaum keluarga, jadi setiap orang Israel memiliki tanahnya sendiri yang merupakan pewarisan dari leluhurnya. Selain itu, semua orang Israel adalah hamba TUHAN (Im. 25:42), tidak ada satu orangpun yang bisa membuat orang Israel menjadi budak, ia hanya boleh menjual tenaga kerjanya untuk disewa oleh orang lain (Im. 25:39-40). Ketika seorang Israel menjadi miskin, menggadaikan tanahnya, atau menjual diri mereka sebagai pekerja upahan sampai tahun rahmat TUHAN (tahun Yobel, setiap lima puluh tahun), pihak yang membeli harus membiarkan orang itu bebas dan kembali ke tanahnya sendiri dan orang ini menjadi orang yang merdeka, semua hutangnya telah dihapuskan. Ekonomi seluruh tanah sekali lagi kembali ke awal, membuang hubungan antara pemilik piutang dan penghutang, hubungan antara penyewa dan pekerja upahan, dan hubungan antara majikan dan budak, membuang semua posisi yang berhadapan atau yang bertentangan, semua orang mendapat kebebasan yang sama sederajat, jadi tahun Yobel adalah tahun rahmat TUHAN, tahun saat orang yang ditawan mendapat pelepasan, yang dalam belenggu dibebaskan, tahun penghiburan merawat semua orang yang sedih remuk hati.

Oleh karena itu, Yes. 60:1-2 membawakan tema tahun Yobel, yang menjelaskan bahwa misi nabi ini adalah untuk memberitakan Injil kabar bahagia tahun rahmat TUHAN ini kepada semua orang miskin dan orang yang bersedih hati agar mereka pada hari ini mendapat pembebasan, kembali ke keadaan aslinya yakni di dalam berkat Allah, nikmati kebahagiaan dari Tuhan, tidak lagi menjadi sasaran penindasan dan kejaran penagih utang.

Renungkan:
Yesus Kristus pernah berkata bahwa Dia datang untuk mengumumkan pembebasan tawanan dan untuk memberitakan kedatangan tahun rahmat TUHAN, merupakan kutipan dari ayat Yesaya ini (Lukas 4:18-19). Injil Kabar Bahagia Yesus Kristus memberi kebebasan kepada kita manusia yang berutang, dan membebaskan semua orang yang terbelenggu. Kiranya kita juga bersedia untuk bergabung mengumumkan berita ini, bekerja keras untuk Injil Kabar Bahagia yang memerdekakan orang ini, sehingga orang dapat memperoleh kebebasan sejati yang didefinisikan oleh kabar baik. Ternyata kebebasan bukanlah sesuatu yang dapat direalisasikan oleh diri sendiri, tetapi kembali ke kehendak semula dari anugerah Allah, bersyukur kepada Tuhan atas bagian yang dari semula disiapkan untuk kita.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 59:15-21

「TUHAN Menyelamatkan oleh Diri-Nya Sendiri」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 59:15-21 [ITB])
15 Dengan demikian kebenaran telah hilang, dan siapa yang menjauhi kejahatan, ia menjadi korban rampasan. Tetapi TUHAN melihatnya, dan adalah jahat di mata-Nya bahwa tidak ada hukum. 16 Ia melihat bahwa tidak seorangpun yang tampil, dan Ia tertegun karena tidak ada yang membela. Maka tangan-Nya sendiri memberi Dia pertolongan, dan keadilan-Nyalah yang membantu Dia. 17 Ia mengenakan keadilan sebagai baju zirah dan ketopong keselamatan ada di kepala-Nya; Ia mengenakan pakaian pembalasan dan menyelubungkan kecemburuan sebagai jubah. 18 Sesuai dengan perbuatan-perbuatan orang, demikianlah Ia memberi pembalasan: kehangatan murka kepada lawan-lawan-Nya, ganjaran kepada musuh-musuh-Nya; bahkan kepada pulau-pulau yang jauh Ia memberi ganjaran. 19 Maka orang akan takut kepada nama TUHAN di tempat matahari terbenam dan kepada kemuliaan-Nya di tempat matahari terbit, sebab Ia akan datang seperti arus dari tempat yang sempit, yang didorong oleh nafas TUHAN. 20 Dan Ia akan datang sebagai Penebus untuk Sion dan untuk orang-orang Yakub yang bertobat dari pemberontakannya, demikianlah firman TUHAN.

21 Adapun Aku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka, firman TUHAN: Roh-Ku yang menghinggapi engkau dan firman-Ku yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari sekarang sampai selama-lamanya, firman TUHAN.

Zaman (generasi) ketidakadilan sangat gelap. Di ayat 15-16 TUHAN dengan tertegun (heran ITL, ISH, BIMK) menunjukkan bahwa Ia tidak senang melihat bahwa tidak ada keadilan di tanah (adalah jahat di mata-Nya bahwa tidak ada hukum ITB), dan bahwa tidak ada orang yang memiliki pikiran yang sama dengan kehendak Allah, tidak ada satu orangpun yang mau berdoa syafaat. Tertegun heran, ini mungkin karena belas kasihan terhadap yang lemah, pada dasarnya seharusnya adalah hal yang normal bagi manusia, setiap orang yang memiliki hati nurani akan terkejut dan sedih bersama dengan Allah bagi zaman (generasi) yang tidak adil dan benar ini, tetapi TUHAN tidak dapat menemukan satu orang pun yang berdoa syafaat dan bersedih, artinya zaman (generasi) yang tidak adil tidak benar ini merupakan generasi yang mati rasa akan kebenaran, hati kasih yang sangat dingin, maka Allah oleh diri-Nya sendiri menyelamatkan zaman ini di mana tidak ada orang yang peduli.

Yes. 59:1 dan 16 mengulang kata tangan-Nya, menunjukkan bahwa lengan keselamatan Allah membawa dua hal (ayat 17): yang pertama adalah keadilan dan keselamatan, dan yang kedua adalah pembalasan dan kecemburuan. Keselamatan dan pembalasan adalah dua sisi dari koin, dan keduanya harus disejajarkan barulah bisa memahami keselamatan sejati. Alah hendak mengadakan pembalasan terhadap semua orang jahat dan membalas sesuai dengan perilaku manusia (ayat 18), karena mereka sebelumnya menindas yang lemah, dan orang-orang yang lemah menerima aniaya dari orang-orang jahat, jadi keselamatan Allah bagi mereka yang lemah harus membawakan pembalasan, barulah keadilan yang sejati dapat dinyatakan, mereka yang lemah barulah bisa mendapatkan keselamatan yang sebenarnya. Ternyata keselamatan bukan tanpa prinsip dan aturan moral, perolehan keselamatan perlu disertai dengan hukuman kepada orang fasik, manifestasi (dinyatakannya) keadilan kebenaran adalah inti dari keselamatan, dan hanya Tuhan yang dapat membawakan pembalasan yang seperti itu, sehingga orang jahat benar-benar mendapatkan ganjaran pembalasan.

Namun, pembalasan dari Allah bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan manusia, pembalasan manusia hanya akan membawa lebih banyak kejahatan, meningkatkan kekerasan, dan siklus balas dendam akan terus berlanjut, tetapi pembalasan Tuhan adalah kata terakhir, Ia sebagai seorang Prajurit datang untuk berperang melawan kejahatan, dan pasti akan mencapai kemenangan yang luar biasa (ayat 17-18), pada akhirnya dari tempat matahari terbit sampai ke tempat matahari terbenam, orang akan takut akan nama Allah (ayat 19), dan Sion akan memiliki seorang Penebus (ayat 20), menegakkan perjanjian yang didirikan (ayat 21). Ternyata pembalasan Allah bukanlah penghancuran, tetapi untuk membuat perjanjian, agar keadilan dan kebenaran yang didefinisikan oleh hukum Taurat dapat dihidupi, keselamatan yang dibawa oleh pembalasan Allah akan dinyatakan oleh seorang Penebus Sion, Penebus ini mendirikan pemerintahan yang adil dan benar, membuat kedamaian sejati turun atas bumi.

Renungkan:
Kita mungkin berpikir bahwa Allah tidak hadir dalam generasi (zaman) yang tidak adil, karena kita melihat orang jahat berkuasa dan orang benar ditindas, tetapi perikop ini memberi kita harapan atas penghakiman hari akhir, di zaman yang dingin hati tidak ada orang berdoa syafaat akan ada satu hari ketika Allah oleh diri-Nya sendiri membawakan pembalasan sehingga yang tertindas mendapatkan keselamatan, dan keselamatan ini adalah hukuman setimpal bagi yang jahat, yang tertindas akan mendapatkan keadilan yang ditegakkan, dan nama Allah pada akhirnya akan dihormati oleh bangsa-bangsa, Sang Allah Penebus akan menjadi Raja memerintah di Sion. Apakah Anda memiliki pengharapan atas hari akhir yang demikian?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.