「Israel dan Yehuda yang Tidak Setia, Patut Bertobat」
Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.
(Yer. 3:1-25 [ITB])
1 Firman-Nya: 「Jika seseorang menceraikan istrinya, lalu perempuan itu pergi dari padanya dan menjadi istri orang lain, akan kembalikah laki-laki yang pertama kepada perempuan itu? Bukankah negeri itu sudah tetap cemar? Engkau telah berzinah dengan banyak kekasih, dan mau kembali kepada-Ku? demikianlah firman TUHAN. 2 Layangkanlah matamu ke bukit-bukit gundul dan lihatlah! Di manakah engkau tidak pernah ditiduri? Di pinggir jalan-jalan engkau duduk menantikan kekasih, seperti seorang Arab di padang gurun. Engkau telah mencemarkan negeri dengan zinahmu dan dengan kejahatanmu. 3 Sebab itu dirus hujan tertahan dan hujan pada akhir musim tidak datang. Tetapi dahimu adalah dahi perempuan sundal, engkau tidak mengenal malu. 4 Bukankah baru saja engkau memanggil Aku: 『Bapaku! Engkaulah kawanku sejak kecil! 5Untuk selama-lamanyakah Ia akan murka atau menaruh dendam untuk seterusnya?』 Demikianlah katamu, namun engkau sedapat-dapatnya melakukan kejahatan.」
6 TUHAN berfirman kepadaku dalam zaman raja Yosia: 「Sudahkah engkau melihat apa yang dilakukan Israel, perempuan murtad itu, bagaimana dia naik ke atas setiap bukit yang menjulang dan pergi ke bawah setiap pohon yang rimbun untuk bersundal di sana? 7Pikir-Ku: 『Sesudah melakukan semuanya ini, ia akan kembali kepada-Ku,』 tetapi ia tidak kembali. Hal itu telah dilihat oleh Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak setia. 8 Dilihatnya, bahwa oleh karena zinahnya Aku telah menceraikan Israel, perempuan murtad itu, dan memberikan kepadanya surat cerai; namun Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak setia itu tidak takut, melainkan ia juga pun pergi bersundal. 9 Dengan sundalnya yang sembrono itu maka ia mencemarkan negeri dan berzinah dengan menyembah batu dan kayu. 10 Juga dengan semuanya ini Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak setia itu, tidak kembali kepada-Ku dengan tulus hatinya, tetapi dengan pura-pura, demikianlah firman TUHAN.」
11 Dan TUHAN berfirman kepadaku: 「Israel, perempuan murtad itu, membuktikan dirinya lebih benar dari pada Yehuda, perempuan yang tidak setia itu. 12 Pergilah menyerukan perkataan-perkataan ini ke utara, katakanlah: 『Kembalilah, hai Israel, perempuan murtad, demikianlah firman TUHAN. Muka-Ku tidak akan muram terhadap kamu, sebab Aku ini murah hati, demikianlah firman TUHAN, tidak akan murka untuk selama-lamanya. 13 Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa engkau telah mendurhaka terhadap TUHAN, Allahmu, telah melampiaskan cinta berahimu kepada orang-orang asing di bawah setiap pohon yang rimbun, dan tidak mendengarkan suara-Ku, demikianlah firman TUHAN. 14 Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.」
15 「『Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Ku; mereka akan menggembalakan kamu dengan pengetahuan dan pengertian. 16Apabila pada masa itu kamu bertambah banyak dan beranak cucu di negeri ini, demikianlah firman TUHAN, maka orang tidak lagi akan berbicara tentang tabut perjanjian TUHAN. Itu tidak lagi akan timbul dalam hati dan tidak lagi akan diingat orang; orang tidak lagi akan mencarinya atau membuatnya kembali. 17 Pada waktu itu Yerusalem akan disebut takhta TUHAN, dan segala bangsa akan berkumpul ke sana, demi nama TUHAN ke Yerusalem, dan mereka tidak lagi akan bertingkah langkah menurut kedegilan hatinya yang jahat. 18 Pada masa itu kaum Yehuda akan pergi kepada kaum Israel, dan mereka akan datang bersama-sama dari negeri utara ke negeri yang telah Kubagikan kepada nenek moyangmu menjadi milik pusaka.』」
19Tadinya pikir-Ku: 「Sungguh Aku mau menempatkan engkau di tengah-tengah anak-anak-Ku dan memberikan kepadamu negeri yang indah, milik pusaka yang paling permai dari bangsa-bangsa. Pikir-Ku, engkau akan memanggil Aku: 『Bapaku,』 dan tidak akan berbalik dari mengikuti Aku. 20Tetapi sesungguhnya, seperti seorang istri tidak setia terhadap temannya, demikianlah kamu tidak setia terhadap Aku, hai kaum Israel, demikianlah firman TUHAN.」 21Dengar! Di atas bukit-bukit gundul kedengaran tangis memohon-mohon dari anak-anak Israel, sebab mereka telah memilih jalan yang sesat, dan telah melupakan TUHAN, Allah mereka. 22「Kembalilah, hai anak-anak yang murtad! Aku akan menyembuhkan engkau dari murtadmu.」 「Inilah kami, kami datang kepada-Mu, sebab Engkaulah TUHAN, Allah kami. 23 Sesungguhnya, bukit-bukit pengorbanan adalah tipu daya, yakni keramaian di atas bukit-bukit itu! Sesungguhnya, hanya pada TUHAN, Allah kita, ada keselamatan Israel! 24「Tetapi berhala yang memalukan itu menelan segala hasil jerih lelah nenek moyang kita dari masa muda kita; kambing domba mereka dan lembu-lembu mereka, anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka. 25 Maka biarlah kita berbaring dengan perasaan malu, dan biarlah noda kita menyelimuti kita, sebab kita telah berdosa kepada TUHAN, Allah kita, yakni kita dan nenek moyang kita dari masa muda kita sampai hari ini; dan kita tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kita.」
Kitab Yeremia mulai dari pasal ketiga adalah serangkaian puisi yang mengambil tema ketidaksetiaan orang Israel di Yehuda sebagai subjek, di antaranya juga memakai beberapa prosa, seperti: Yer. 3:6-11, 15-18. Meskipun struktur sastra kompleks, tetapi pasal 3 masih mempunyai tema utama tentang orang Israel mengadakan perjanjian dengan Tuhan, digambarkan sebagai menjadi 「istri」 Allah, dan Tuhan menjadi suami mereka. Tema lain adalah perumpamaan hubungan antara orang tua dan anak-anak untuk menggambarkan hubungan antara Tuhan dan orang-orang Israel.
Fokus tema dari kedua perumpamaan ini adalah masalah kepemilikan umat Israel, Yer. 3:1-5 meneruskan tema dari Yer. 2:26-37: Tuhan dan Israel memiliki hubungan yang intim seperti suami dan istri, tetapi Israel kemudian mengkhianati Allah dan menyembah berhala-berhala bangsa-bangsa asing. Meskipun mereka tahu bahwa apa yang mereka lakukan adalah mengkhianati Tuhan, dan bahwa itu adalah 「berzinah」 rohani, namun mereka matipun tidak mau mengakui dosa-dosa mereka, dan karena itu Tuhan melalui mulut nabi Yeremia menyatakan kejahatan mereka dan bukti-buktinya.
Perumpamaan dalam Yer. 3:1 tentang istri yang setelah diceraikan dan kemudian menikah kembali, bertentangan dengan perintah dalam Ul. 24:1-4. Dalam ayat pertama 「Bukankah negeri itu sudah tetap cemar?」 Artinya jika tingkah laku yang demikian ditoleransi, maka memungkinkan membuat tempat itu menjadi suatu tempat percabulan, suatu hal yang tidak dapat diterima. Demikian juga, Israel yang meninggalkan Tuhan dan setelah menyembah berhala, dengan niat hati yang palsu ingin kembali kepada Tuhan dan meminta Tuhan menerima mereka, ini jelas adalah hal yang tidak dapat diterima! Tuhan menghendaki 「istri」 yang setia yang hanya menjadi milik-Nya.
Yer. 3:4-5 「4 Bukankah baru saja engkau memanggil Aku: 『Bapaku! Engkaulah kawanku sejak kecil! 5 Untuk selama-lamanyakah Ia akan murka atau menaruh dendam untuk seterusnya?』 Demikianlah katamu, namun engkau sedapat-dapatnya melakukan kejahatan.」 Di sini ganti memakai metafora hubungan antara orang tua dan anak-anak, Tuhan disebut oleh orang-orang Israel sebagai Bapa, mereka menggunakan kata-kata manis untuk membohongi Tuhan, faktanya adalah perkataan di mulut tidak cocok dengan tindakan, mereka melakukan dosa dengan segenap tenaga. Ayat 5 yang lebih membuat geram adalah orang-orang Israel memperalat sifat Tuhan — adalah 「selamanya tidak dendam」, atau 「tidak menyimpan kemarahan dalam waktu lama」 untuk melanjutkan kejahatan, pertobatan dan pengakuan dosa mereka hanya digantung di mulut kebohongan, bukan pertobatan dengan hati tulus yang bersungguh-sungguh.
「Pengampunan cuma-cuma」 diiklankan menjadi Injil murahan, sering hanya membawakan 「pertobatan yang penuh pengabaian」 dan lebih banyak pengkhianatan dan dosa kejahatan! Jika orang melakukan hal-hal buruk bisa menjadi sama seperti tulisan kapur di atas papan tulis hitam yang sebagai kata kapur dapat segera dihapus, maka apapun yang dilakukan orang sudah tidak penting lagi, karena dapat dengan sangat mudah untuk memulai ulang.
Di sini Tuhan hendak mengingatkan umat-Nya untuk tidak tinggi hati merasa puas atas diri sendiri, berpikir bahwa diri sendiri adalah anak-anak Tuhan, bisa melakukan dosa tanpa ganjaran dan konsekuensi! Yer. 3:6-25, Tuhan mengutip adik Kerajaan Yehuda, Israel Utara sebagai contoh, untuk memperingatkan orang-orang Israel di Yehuda. Pengkhianatan negara Israel (Utara), tidak setia kepada Tuhan, dihakimi oleh Tuhan, dan hancur di tangan orang Asyur. Hal ini terjadi hampir 100 tahun yang lalu dalam sejarah sepatutnya membuat orang Yehuda dapat ikut merasakannya, tidak melakukan dosa kejahatan yang sama; Tapi sayangnya, nabi Yeremia dalam Yer. 3:10-11 mengatakan 「meskipun dengan semuanya ini Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak setia itu, tidak kembali kepada-Ku dengan tulus hatinya, tetapi dengan pura-pura, demikianlah firman TUHAN. … Israel, perempuan murtad itu, membuktikan dirinya lebih benar dari pada Yehuda, perempuan yang tidak setia itu.」
Meskipun perilaku licik dan jahat umat-Nya, tetapi Tuhan tidak bertindak berlawanan dengan sifat-nya sendiri, Ia masih penuh rahmat, Tuhan yang mengasihi, adalah tidak selamanya mendendam, juga Tuhan menyimpan kemarahan untuk waktu lama. Meskipun orang-orang Israel (utara) dan Yehuda (selatan) memberontak, Ia akan tetap memberikan rahmat-Nya. Di Yer. 3:12, Tuhan memanggil Israel untuk bertobat dan kembali, dan anugerah ini sampai akhir juga mencakup orang Yehuda, dan dalam ayat Yer. 3:18 menubuatkan: 「Pada masa itu kaum Yehuda akan pergi kepada kaum Israel, dan mereka akan datang bersama-sama dari negeri utara ke negeri yang telah Kubagikan kepada nenek moyangmu menjadi milik pusaka.」
Tentunya semua ini akan tercapai setelah kehancuran negara dan penawanan, yakni akan digenapi setelah penghakiman dan hukuman dari Tuhan, karena Allah adalah yang Tuhan yang adil benar, dan selamanya tidak akan pernah berubah.
Renungkan:
1. Orang-orang Israel mengandalkan kesombongan merasa dimanja, memandang kejahatan sebagai tidak ada apa-apa, periksalah apakah Anda memiliki masalah ini? Bahaya mengabaikan dosa kejahatan adalah godaan bagi banyak orang percaya hari ini!
2. Orang ingin memecahkan masalah dalam cara tercepat, tapi Tuhan tidak puas dengan pemecahan masalah jangka pendek, dia ingin perubahan mendasar, yaitu orang bersedia untuk memikul salib dan mengikuti Tuhan! Periksalah apakah pertobatan Anda adalah pertobatan yang asal-asalan? Apa yang menjadi salib milik Anda? Apakah Anda bersedia memikul salib Anda?
Daftar renungan pemahaman Kitab Yeremia (silahkan klik untuk membuka)
Daftar renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (silahkan klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Untuk Kalangan Sendiri.