Tag Archives: already but not yet

Mikha 4:1-8

「TUHAN adalah Raja」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 4:1-8 [ITB])
1 Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana, 2 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem. 3 Ia akan menjadi hakim antara banyak bangsa, dan akan menjadi wasit bagi suku-suku bangsa yang besar sampai ke tempat yang jauh; mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak, dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. 4 Tetapi mereka masing-masing akan duduk di bawah pohon anggurnya dan di bawah pohon aranya dengan tidak ada yang mengejutkan, sebab mulut TUHAN semesta alam yang mengatakannya.

5 Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama allahnya, tetapi kita akan berjalan demi nama TUHAN Allah kita untuk selamanya dan seterusnya.

6 Pada hari itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengumpulkan mereka yang pincang, dan akan menghimpunkan mereka yang terpencar-pencar dan mereka yang telah Kucelakakan. 7 Mereka yang pincang akan Kujadikan pangkal suatu keturunan, dan yang diusir suatu bangsa yang kuat, dan TUHAN akan menjadi raja atas mereka di gunung Sion, dari sekarang sampai selama-lamanya. 8 Dan engkau, hai Menara Kawanan Domba, hai Bukit puteri Sion, kepadamu akan datang dan akan kembali pemerintahan yang dahulu, kerajaan atas puteri Yerusalem.

Terdapat kontras yang sangat kuat antara Mikha pasal 3 dan 4. Ayat 3:12 baru saja menggambarkan kehancuran gunung Bait Suci akan menjadi bukit yang berhutan, kemudian ayat 4:1 segera menyatakan bahwa gunung rumah TUHAN (Yahweh) akan berdiri kokoh. Ayat 3:9-12 dan 4:1-4 keduanya terkait tentang masa depan Yerusalem, satu bagian adalah prospek yang lebih dekat yang bersifat penghakiman, dan yang satu lagi adalah prospek jauh kelak yang bersifat pemulihan dibangkitkan.

Ayat 4:1-8 dapat dibagi menjadi tiga bagian: bagian pertama adalah ayat 1-4, menggambarkan keadaan kebangunan rohani; ayat 5 adalah nasihat kepada orang-orang, menunjukkan iman yang harus dimiliki oleh umat sisa; dan yang terakhir ayat 6-8 menjelaskan bagaimana TUHAN (Yahweh) mengumpulkan mereka untuk kepulangan kembali.

Dalam 4:1-4, ditunjukkan bahwa dalam pemulihan yang akan datang kelak, bukan hanya orang Israel yang akan menerima anugerah. Ketika gunung Bait Allah (Yahweh) berdiri tegak, semua bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke gunung ini, dan banyak kelompok suku bangsa akan ditarik untuk datang ke sini. Penghakiman TUHAN (Yahweh) akan dilaksanakan di antara suku-suku bangsa dan negara yang besar dan jauh sekalipun. Pada saat itu TUHAN (Yahweh) akan memimpin seluruh bumi untuk hidup dalam damai, setiap orang bisa hidup tinggal dalam ketenteraman, dan tidak ada yang menakuti mereka.

Ayat 4:6-7, TUHAN akan mengumpulkan sisa-sisa Israel untuk kembali. Di sini menggambarkan keselamatan setelah bencana, sekali lagi menunjukkan perpindahan fokus dari nasihat kepada generasi saat ini beralih kepada harapan masa depan. Perhatikan bahwa yang pincang dan yang diusir adalah partisipatif tunggal, tidak merujuk pada individu pribadi, tetapi seluruh Israel, ia menjadi lumpuh dan diusir oleh hukuman TUHAN (Yahweh), tetapi pada hari akhir Ia akan mengumpulkan mereka, dan Dia akan memerintah atas mereka di Sion, dan membangun Kerajaan yang akan berdiri selamanya.

Ayat 4:8 tiba-tiba dimulai dengan engkau sebagai panggilan secara independen terpisah. Dalam teks bahasa asli, kata engkau dan sekarang (yang muncul berulang kali dalam ayat 7, 9, 10, 11) sangat mirip secara bentuk huruf dan pengucapannya, dan mungkin memiliki efek menyatakan kontras. Di ayat 8 ini, kata Migdal-eder (Menara Kawanan Domba) dan Bukit puteri Sion tampaknya merupakan nama tempat. Migdal-eder diterjemahkan sebagai Menara Kawanan Domba dalam mayoritas terjemahan Inggris dan Indonesia (namun ITL sebagai Migdal-eder) , mewakili posisi tugas Yerusalem sebagai pengawasan dan kepemimpinan di Israel. Bukit puteri Sion dapat merujuk ke bukit antara Bait Suci dan kota Daud, yang dalam 2 Tawarikh 27:3 dan Nehemia 3:26 disebutkan Ofel , menunjukkan bahwa pusat pemerintahan ada di Yerusalem. TUHAN (Yahweh) menunjukkan di sini bahwa Yerusalem akan kembali dipulihkan kemuliaannya. (Mikha 4:8 dalam terjemahan ITL Maka engkau, hai Migdal-eder, hai Ofel puteri Sion! kemuliaanmu akan datang, bahkan, pemerintahan yang dahulu itu akan datang, yaitu kerajaan puteri Yeruzalem!)

Di antara seluruh paragraf, nasihat dalam ayat 5 tampaknya relatif berbeda dari berita yang dibicarakan dalam konteksnya (teks sebelum dan sesudahnya), dan khususnya seperti bertentangan dengan yang di atas. Yang sebelumnya adalah pengaruh kebangunan rohani secara umum terhadap dunia, bangsa-bangsa dan semua negara akan kembali berada di bawah bimbingan TUHAN (Yahweh). Di sini, penekanan sekali lagi ditempatkan pada diri orang Israel, dan bahkan manifestasi nyata yang seharusnya ditunjukkan mereka dikontraskan dengan bangsa-bangsa. Bisa jadi penulis beralih dari menggambarkan pemulihan kebangkitan dan masa depan berpindah fokus kembali terhadap orang Israel di masa itu, dan memberikan nasihat kepada mereka. Nabi Mikha menunjukkan bahwa karena TUHAN hendak menggenapkan hal-hal besar di masa depan, maka umat milik-Nya di hari ini harus bertindak dan berperilaku atas nama TUHAN (Yahweh) Allah mereka. Harapan masa depan perlu diterapkan pada kehidupan saat ini. Sebagaimana diingatkan kepada kita dalam 1 Yohanes 3:2-3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Renungkan:
Kita semua percaya bahwa Tuhan akan menggenapkan keselamatan dan pemulihan secara sepenuhnya pada hari-hari akhir, tetapi apakah kita hari ini bertindak sesuai dengan harapan ini, sehingga menghidupi kesaksian iman ini?


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

1 Petrus 1:3-5 (3)

「Pada Saat yang Sama, Menantikan Tuhan, juga Bekerja Sekuat Tenaga」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Petrus 1:3-5 [ITB])
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, 4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. 5 Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.

Kemarin, kita sudah merenungkan bahwa bagian / warisan yang Allah telah persiapkan bagi kita bukanlah apa yang bisa binasa, bukanlah yang dapat cemar dan bukanlah yang dapat layu (degradasi). Hanya dengan iman ini barulah kita dapat melepaskan tradisi kebiasaan pola pikir rohani yang hanya berpusat pada hal-hal yang di dunia, masuk ke hal-hal baru yang Allah ingin kita lakukan, dan agar kita memahami kembali inti esensi sejati dari Injil untuk dibawakan kepada zaman generasi yang berbeda.

Kita sampai pada klausa partisipatif (participle clause) terakhir dalam kalimat puji-pujian ini:

Ayat 5 Di bawah kuasa besar Allah, (kamu) yang dilindungi adalah melalui iman, sampai keselamatan dinyatakan secara keseluruhan di akhir zaman. (Terjemahan penulis)

Pertama-tama, apa yang ingin kita renungkan adalah iman? Apa hubungan antara iman dan kuasa besar Allah?

Berdasarkan analisis teks bahasa aslinya, frasa διὰ πίστεως diá písteos dapat dipahami sebagai melalui iman orang percaya, dan kata iman ini sesuai konteks ayat sebelumnya adalah merujuk iman atas kebangkitan Yesus Kristus, Kristus yang bangkit dapat membuat orang melampaui cara berpikir dan tradisi spiritual yang hanya melihat yang di dunia, agar memiliki iman bahwa bagian warisan yang sesungguhnya bukanlah tanah yang berada di dunia, asalkan orang dengan sungguh hati beriman maka dapat menerobos batasan pikirannya sendiri. Dan hanya berada di dalam perlindungan kuasa besar Allah (ἐν δυνάμει Θεοῦ en dunámei Theoú) barulah iman seseorang bisa terus bertahan melampaui pembatasan pikiran diri sendiri, bahkan dalam penderitaan yang tidak bisa kita pahami, masih bisa benar-benar percaya akan apa yang tidak terlihat di depan mata saja, apa yang harus dipertahankan, yakni: keselamatan sejati yang dinyatakan secara keseluruhan pada zaman akhir. Tidak terjerat dalam kebiasaan spiritual yang berpola pikir terkait dunia saja.

Selanjutnya, kita akan merenungkan hubungan antara kata keselamatan dinyatakan secara keseluruhan (σωτηρίαν ἑτοίμην sotirían etoímin) dan akhir zaman (καιρῷ ἐσχάτῳ kairó escháto)

Bagi Petrus, penyingkapan (diberitahukan kepada manusia melalui Injil) dan dinyatakannya keselamatan yang sejati adalah untuk memungkinkan orang-orang percaya di zaman akhir mengerti serta benar-benar memahami apa yang dimaksud dengan kebangkitan Yesus dan duduk di sisi kanan Bapa, kata keseluruhan / lengkap (ἑτοίμην etoímin) menunjukkan bahwa anugerah keselamatan ini telah digenapi secara lengkap di antara orang-orang percaya, jadi yang ingin diungkapkan Petrus adalah: keselamatan sejati hanya dapat dihayati pada akhir zaman, tetapi keselamatan ini telah sepenuhnya tercapai (digenapi). Dengan kata lain, keselamatan tidak pernah hanya merupakan pengharapan yang dilihat dengan sudut pandang akhir zaman kelak saja, karena keselamatan sudah digenapi secara lengkap di antara kita, zaman yang sekarang dan akhir zaman bersinggungan. Mengingatkan kita agar tidak hanya hidup untuk dunia dan sekarang ini saja (harus melihat yang kelak, ayat 5 sampai keselamatan dinyatakan secara keseluruhan di akhir zaman), namun pada saat yang sama juga mengajarkan agar saat ini hidup di dunia harus sudah menyatakan dan menghidupi karakter keselamatan yang telah sepenuhnya digenapi itu (bukan hanya menunggu kelak saja). Ini merupakan pemahaman penafsiran dan sudut pandang berbeda dibandingkan pandangan akhir zaman dari orang-orang perjanjian lama (yang membatasi diri mereka memandang janji itu sebagai tanah yang ada di dunia saja),

Dan kita orang percaya harus hidup dalam iman paradoks ini, terus menerus melatih dan mengingatkan diri kita sendiri untuk berusaha pada saat hidup di dunia sekarang ini adalah demi yang di atas yang surgawi, tetapi pada saat yang sama hidup di dunia ini adalah dengan sungguh-sungguh melakukan hal-hal nyata (bukan hanya berharap pada yang kelak tanpa berbuat apa-apa yang nyata).

Renungkan:
Sering kali, kita sering jatuh ke dalam pergumulan dan tunggu yang Tuhan turun tangan bekerja, terutama ketika kita kehabisan kekuatan dan kebijaksanaan. Menunggu Allah tentu saja tidak perlu diragukan, tetapi ingat ada kuasa Tuhan dan keselamatan yang sudah digenapi yang dapat membuat orang bertahan untuk melakukan hal-hal baru bagi Tuhan di zaman yang tidak mudah ini, tidak sampai jatuh menyerah.


Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 60:15-22

「Transformasi Sion serta Langit dan Bumi」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 60:15-22 [ITB])
15 Sebagai ganti keadaanmu dahulu, ketika engkau ditinggalkan, dibenci dan tidak disinggahi seorangpun,
sekarang Aku akan membuat engkau menjadi kebanggaan abadi, menjadi kegirangan turun-temurun.
16 Engkau akan mengisap susu bangsa-bangsa dan akan meminum susu kerajaan-kerajaan maka engkau akan mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Juruselamatmu, dan Penebusmu, Yang Mahakuasa, Allah Yakub.
17 Sebagai ganti tembaga Aku akan membawa emas, dan sebagai ganti besi Aku akan membawa perak, sebagai ganti kayu, tembaga, dan sebagai ganti batu, besi;
Aku akan memberikan damai sejahtera dan keadilan yang akan melindungi dan mengatur hidupmu. 18 Tidak akan ada lagi kabar tentang perbuatan kekerasan di negerimu, tentang kebinasaan atau keruntuhan di daerahmu; engkau akan menyebutkan tembokmu Selamat dan pintu-pintu gerbangmu Pujian.
19 Bagimu matahari tidak lagi menjadi penerang pada siang hari dan cahaya bulan tidak lagi memberi terang pada malam hari, tetapi TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu dan Allahmu akan menjadi keagunganmu. 20 Bagimu akan ada matahari yang tidak pernah terbenam dan bulan yang tidak surut, sebab TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir.
21 Pendudukmu semuanya orang-orang benar, mereka memiliki negeri untuk selama-lamanya; mereka sebagai cangkokan yang Kutanam sendiri untuk memperlihatkan keagungan-Ku.
22 Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat;
Aku, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya.

TUHAN menjadi penerang abadi mu

Bagian akhir Yesaya pasal 60 menuliskan gambaran akhir zaman, yang berorientasi eskatologis (akhir zaman) yang sering muncul dalam kitab Yesaya. Ketika nabi Yesaya menggambarkan kehidupan saat itu dan keselamatan Sion, ia juga membawakan tentang pandangan jauh atas masa depan indah yang akan ada di akhir zaman, bertujuan untuk membantu pembaca memahami bahwa kebangkitan Sion yang ada di hadapan mereka itu merupakan cita rasa awal dari keadaan hari akhir yang jauh di masa depan, sehingga mendorong umat Allah untuk tidak menyerah atas iman mereka karena kesulitan dan kegelapan di depan mereka. Bagi nabi Yesaya, realitas dan kebenaran tentang hari akhir itu lebih sejati dan nyata daripada keadaan saat ini yang ada di hadapannya. Meskipun gambaran hari akhir belum menjadi kenyataan, tetapi ia yakin bahwa akan datang hari itu, Allah telah menganugerahkan janji (promise) tentang hari akhir itu, pasti akan dipenuhi di masa depan (fulfillment), ini merupakan ketegangan antara sudah tetapi belum (already but not yet, sudah dimulai dan dapat dikatakan sebagai mencicipi atau cita rasa awal, tetapi belum selesai, masih terus berlangsung menuju penyelesaian akhir, hingga digenapi secara total).

Gambaran-gambaran hari akhir yang diuraikan dalam ayat 15-22 dapat dibagi menjadi dua bagian: bagian pertama (ayat 15-18) mencatat transformasi Sion, dan bagian kedua (ayat 19-22) mencatat transformasi langit dan bumi serta bangsa-bangsa. Pertama-tama, Sion ini akan memiliki kemuliaan kekal dan sukacita turun-temurun (ayat 15), akan dipenuhi kebutuhannya oleh bangsa-bangsa dan raja-raja, dan TUHAN sebagai Allah Juruselamat Penebus bagi warga Sion serta mengalami Allah sebagai Yang Mahakuasa (ayat 16), bahan-bahan yang dari bahan material rendah akan digantikan dengan logam yang berkualitas (emas, perak, tembaga, besi); ada kedamaian dan keadilan di Sion (ayat 17), tidak ada lagi kekerasan, penindasan dan perusakan yang tidak adil (ayat 18), keselamatan dan pujian Allah menjadi dinding dan pintu (ayat 18), semuanya ini adalah metafora perumpamaan yang menunjukkan bahwa keadilan, kebenaran, dan keselamatan diperoleh Sion karena di bawah pemerintahan Tuhan Penebus, menyinarkan cahaya kemuliaan seperti emas dan perak, Sion menjadi teladan panutan bagi bangsa-bangsa.

Bagian kedua (ayat 19-22) mencatat transformasi langit dan bumi, yang menjelaskan bahwa tidak ada matahari di siang maupun bulan di malam hari, karena cahaya TUHAN akan selalu bersinar menerangi (ayat 20), ini merupakan gambar dari langit dan bumi yang baru, yang digunakan dalam kitab Wahyu untuk menggambarkan keadaan Kota Suci Yerusalem yang baru (Wahyu 21:23), dan semua penduduknya adalah orang-orang benar, sama sekali tidak ada lagi dosa (ayat 21). Transformasi langit dan bumi ini memberi tahu kita harapan akan hari akhir, tidak ada tempat bagi orang fasik orang jahat, dan orang benar akan memerintah untuk selama-lamanya, kemuliaan TUHAN akan menjadi tujuan utama, tidak ada lagi kegelapan, tidak ada lagi kesedihan air mata, sungguh, sedikitpun juga tidak ada!

Renungkan:
Menghadapi kegelapan dan penindasan di hadapan kita, kita akan merasakan ketidakhadiran TUHAN, hari-hari duka tampaknya tidak berhenti, dan Tuhan sepertinya jauh dari kita, tetapi pandangan jauh ke depan hari akhir dari kitab Yesaya tentang Sion serta transformasi langit dan bumi memberitahu kita, bahwa itu yang sejati daripada yang kita lihat sekarang. Bagi nabi Yesaya, kebenaran tentang hari akhir itu adalah yang sejati daripada kegelapan saat ini, karena kegelapan hanyalah sementara, tetapi terang itu yang kekal abadi, bahkan jika kegelapan di depan Anda sedemikian banyak dan sedemikian besar, namun itu akan hilang selama-lamanya dalam terang kemuliaan TUHAN, di hari itu tidak ada lagi air mata dan rasa sakit, hanya sukacita dan keadilan. Maukah Anda menjaga pengharapan Anda sampai kedatangan Tuhan yang mulia itu?

Pengharapan: karena Already but not yet, saat ini hanyalah mencicipi atau cita rasa awal, tetapi belum selesai, masih terus berlangsung menuju penyelesaian akhir, hingga digenapi secara total)


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 49:7-12

「Hari Perkenan dan Keselamatan」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 49:7-12 [ITB])
7 Beginilah firman TUHAN, Penebus Israel, Allahnya yang Mahakudus, kepada dia yang dihinakan orang, kepada dia yang dijijikkan bangsa-bangsa, kepada hamba penguasa-penguasa: Raja-raja akan melihat perbuatan-Ku, lalu bangkit memberi hormat, dan pembesar-pembesar akan sujud menyembah, oleh karena TUHAN yang setia oleh karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang memilih engkau.
8 Beginilah firman TUHAN: Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi, 9 untuk mengatakan kepada orang-orang yang terkurung: Keluarlah! kepada orang-orang yang ada di dalam gelap: Tampillah! Di sepanjang jalan mereka seperti domba yang tidak pernah kekurangan rumput, dan di segala bukit gundul pun tersedia rumput bagi mereka. 10 Mereka tidak menjadi lapar atau haus; angin hangat dan terik matahari tidak akan menimpa mereka, sebab Penyayang mereka akan memimpin mereka dan akan menuntun mereka ke dekat sumber-sumber air. 11 Aku akan membuat segala gunung-Ku menjadi jalan dan segala jalan raya-Ku akan Kuratakan. 12 Lihat, ada orang yang datang dari jauh, ada dari utara dan dari barat, dan ada dari tanah Sinim.

Yesaya 42:1-4 dan 49:1-6 adalah dua lagu pertama dari Nyanyian hamba dari Yesaya kedua, dan kedua Nyanyian hamba ini memiliki paragraf khusus yang mengikut di belakang, yakni 42:5-9 (untuk Yes. 42:1-4) dan 49:7-12 (untuk Yes. 49:1-6). Ketika kita merenungkan kedua paragraf yang mengikuti nyanyian hamba secara bersama-sama, kita menemukan bahwa kedua paragraf ini memiliki korespondensi satu sama lain :

Yes. 42:5-9 Yes. 49:7-12
Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa (ayat 6) … Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi, (ayat 8)
untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara (ayat 7) untuk mengatakan kepada orang-orang yang terkurung: Keluarlah! kepada orang-orang yang ada di dalam gelap: Tampillah! … (ayat 9)

Dapat dilihat dari korespondensi di atas bahwa walaupun identitas hamba tidak disebutkan secara jelas dalam Yes. 42:1-4 dan 49:1-6, kita dapat memahami bahwa hamba yang disebutkan di kedua tempat itu identik memiliki misi yang sama, dan dapat dilihat 49:8-9 menunjukkan misi hamba.

Pertama, ayat 8 menggunakan empat kata kerja bentuk sudah terjadi (perfect) untuk menjelaskan tindakan Allah kepada hamba: (1) Aku menjawab engkau; (2) Aku menolong engkau; (3) Aku melindungi engkau, (4) Aku memberi engkau. Keempat tindakan ini dapat diartikan sebagai sesuatu yang telah dilakukan oleh Allah, menjelaskan tindakan masa lalu, namun dapat dipahami sebagai bentuk masa depan, dengan kata kerja bentuk sudah terjadi digunakan untuk menubuatkan peristiwa masa depan (lih. terjemahan ITB terdapat kata akan), bentuk sudah terjadi ini memunculkan arti sudah terjadi tapi belum berhenti (already but not yet). Karena itu, Allah telah berjanji (promise) kepada hamba-Nya, dan Dia juga menjamin bahwa janji ini akan digenapi (fulfillment), TUHAN pasti menjawab seruan hamba-Nya, membantunya, melindunginya, dan memberinya misi.

Kedua, ayat 8-9 menggunakan tiga kata kerja dengan bentuk infinitif (berguna untuk menyatakan tujuan dari sesuatu) untuk menjelaskan misi yang telah diberikan Allah kepada hamba: (1) membangunkan bumi (ayat 8); (2) membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi (ayat 8); (3) mengatakan kepada orang-orang yang terkurung (ayat 9). Poin (1) dan (2) berhubungan dengan tanah, yang menunjukkan bahwa misi pelayan bukanlah mewarisi tanah yang mengalir susu dan madu, tetapi mewarisi tanah yang sunyi, dan membangunkan tanah yang sunyi. Ini menggambarkan situasi kembalinya para tawanan pada waktu itu, Yerusalem yang hancur adalah tempat yang sunyi. Sekelompok orang Israel yang telah lama tinggal di Babel dipanggil untuk kembali ke Yerusalem untuk mewarisi tanah yang sunyi, dan membangunkan tanah itu, melihat karya Allah di Yerusalem yang putus asa tanpa masa depan. Ternyata kita tidak perlu menunggu sampai kondisi tanah Kanaan memiliki susu dan madu barulah menerimanya sebagai warisan, tetapi bangsa Israel itu sendiri adalah susu dan madu yang mengalir di tempat ini, mengubah tanah yang sunyi menjadi tanah yang penuh susu dan madu.

Kemudian, ayat 9 menyatakan bahwa misi ketiga hamba adalah mengatakan (menyatakan), untuk mengumumkan bahwa mereka yang terkurung dan dibelenggu akan dibebaskan dari penjara, dan mereka yang semula dalam kegelapan akan dikeluarkan. Ketika orang rela mengikuti panggilan untuk meninggalkan Babel yang tampaknya indah, kehidupan mereka yang aslinya dalam gelap bisa dilepaskan. Dengan demikian, Babel yang kaya identik dengan dalam gelap.

Renungkan:

Hari Perkenan dan Keselamatan TUHAN Yahweh tidak selalu didahului tanah yang penuh dengan susu dan madu, TUHAN memanggil para hamba-Nya (umat-Nya) untuk berjalan menuju tanah yang sunyi itu, ketika umat Allah mau melangkah maju, mereka akan memiliki makanan dan minuman (ayat 9), mereka tidak pernah lapar atau haus (ayat 10), dan tidak ada yang bisa menyakiti mereka (ayat 10), sehingga mereka akhirnya bisa berjalan mendekat sumber-sumber air (ayat 10). Mata air ini bukanlah esensi asli dari tanah sunyi, tetapi jika umat Tuhan mau menanggapi panggilan menapak ke jalan hutan belantara maka pemeliharaan ini dibawa ke tanah sunyi tandus, kelompok orang ini adalah berkat bagi tanah sunyi tandus itu, merekalah susu dan madu yang mengalir itu. Bersediakah Anda juga berkomitmen meninggalkan zona nyaman, dan memasuki tempat sunyi tandus yang berbahaya, dan melihat bagaimana Tuhan mengubah air mata menjadi tawa dan rasa sakit menjadi pelukan yang dalam?


Renungan pemahaman Kitab Yesaya (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya Pasal 40-55 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Desember 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Lukas 23:44-56

「Pasti ada yang Merespons Kebenaran」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Luk. 23:44-56 [ITB])
44 Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga, 45 sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua.
46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku. Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
47 Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: Sungguh, orang ini adalah orang benar! 48 Dan sesudah seluruh orang banyak, yang datang berkerumun di situ untuk tontonan itu, melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.
49 Semua orang yang mengenal Yesus dari dekat, termasuk perempuan-perempuan yang mengikuti Dia dari Galilea, berdiri jauh-jauh dan melihat semuanya itu.
50 Adalah seorang yang bernama Yusuf. Ia anggota Majelis Besar, dan seorang yang baik lagi benar. 51 Ia tidak setuju dengan putusan dan tindakan Majelis itu. Ia berasal dari Arimatea, sebuah kota Yahudi dan ia menanti-nantikan Kerajaan Allah.
52 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. 53 Dan sesudah ia menurunkan mayat itu, ia mengapaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belum pernah dibaringkan mayat.
54 Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai. 55 Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya dibaringkan. 56 Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,

Narasi kesengsaraan Yesus sepatutnya dipahami dalam konteks kedatangan akhir zaman, yaitu bahwa keselamatan yang digenapi oleh penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan Yesus ke sorga itu adalah akhir zaman yang diharapkan oleh orang-orang Yahudi. Namun, ini hanya langkah pertama dalam dimulainya akhir zaman, di dalam konsep teologis sudah tapi belum (already but not yet), berada di era akhir zaman ini, kita masih harus menunggu kedatangan Yesus yang kedua.

Oleh karena itu, kita juga sudah membicarakan apakah Firdaus itu, saat Yesus di atas salib, Ia mengundang penjahat yang mau bertobat itu bersama-sama memasuki Firdaus akhir zaman.

Adapun perikop hari ini di awal sudah menggunakan bahasa akhir zaman untuk mengekspresikan kematian Yesus: Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga, sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua. Matahari menjadi hitam tidak bersinar, tepat di tengah hari, ternyata kegelapan meliputi seluruh daerah, seperti dalam ayat-ayat Perjanjian Lama, di hari akhir yang hebat dan dasyat itu datang mendekat (Amos 8:9; Yoel 2:10, 30-31 klik untuk baca), tepat menyatakan bahwa kematian Yesus juga merupakan datangnya hari akhir. Dalam hati orang-orang Yahudi, kehadiran hari akhir hanya mencakup datangnya Allah dan penghakiman Allah terhadap bangsa-bangsa asing. Tidak terduga apa yang menimpa Yesus seolah-olah adalah penghakiman Allah terhadap Mesias yang Ia utus sendiri? ! Bagaimana mungkin bisa seperti itu?

Faktanya, keselamatan-Nya yang Ia tetapkan itu adalah melalui Putra-Nya sendiri menanggung hukuman yang pantas diterima setiap orang. Tabir Bait Suci terbelah dua, menyatakan bahwa setelah kematian-Nya (dan bangkit), orang dapat secara langsung mendekati Bapa. Penyaliban Yesus memungkinkan bagi orang Yahudi dan orang non Yahudi untuk menerima anugerah ini dengan cuma-cuma ─ mulai saat itu tabir Bait Suci tidak akan dapat memisahkan kedua jenis orang ini, dan bersama-sama dapat menjadi tubuh Kristus.

Seperti ayat kemarin, tema penderitaan orang benar dalam Mazmur muncul kembali dan menjadi kalimat terakhir Yesus sebelum kematian-Nya: Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku (lih. Maz. 31:5 Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia). Dan kata-kata yang diucapkan di mulut Yesus ini menyatakan ketaatan-Nya, dan pada saat yang sama menunjukkan bahwa Ia memahami tema dari mazmur ini, agar orang-orang mendatang, seperti murid-murid-Nya dan gereja saat ini, mempelajari prafigur dalam mazmur ini (typos / pra penggambaran atas pengulangan sesuatu yang ada atau terjadi kelak). Teladan Yesus adalah rela di dalam kehendak Allah menderita bagi Allah, sekalipun itu disalahpahami dan dicampakkan oleh orang banyak. Ini juga persyaratan dasar untuk mengabarkan Injil.

Setelah kematian Yesus, Lukas secara unik mencatat tanggapan kepala pasukan, yang mengatakan bahwa Yesus adalah sungguh orang benar. Jika Orang Benar ini dipahami berdasarkan prafigur penderitaan orang benar dalam Mazmur, perwira itu benar-benar memahami mengapa orang benar akan menderita, maka ia memuliakan Allah.

Renungkan:

Sebenarnya, hal kebenaran bukanlah orang tidak tertarik untuk mengetahui dan memahami. Ayat-ayat hari ini dengan sarkastik merekam pemahaman kepala pasukan tentang kehendak keselamatan Allah bagi orang Yahudi. Dan kemudian seluruh orang banyak (termasuk orang-orang Yahudi) yang datang berkerumun di situ untuk tontonan itu, sesudah melihat apa yang terjadi itu pulang sambil memukul-mukul dada mereka, mungkin menunjukkan bahwa mereka menyesal atas apa yang mereka lakukan.

Manifestasi kebenaran dan pemberitaan tentang kebenaran mungkin tidak segera mendapat tanggapan, tetapi percayalah bahwa kebenaran ini akan bertunas di dalam hati orang, dan pada saat yang sesuai, akan menghasilkan buah. Hanya saja tunggu sedikit waktu lagi, itu saja. Tidakkah demikian?

Mari kita bersama jaga pengharapan ini!


Renungan pemahaman Injil Lukas (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 19-24 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juli 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.