Tag Archives: Pemeliharaan Allah

Wahyu 12:13-17

「Kejam Padang Belantara, Bahagia Penyertaan Tuhan」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Why. 12:13-17 [ITB])
13 Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.
14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
15 Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu.
16 Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya.
17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

Pasal 12 dapat dibagi menjadi tiga bagian kecil, dalam setiap bagian terlihat bahwa naga merah dilemparkan, tetapi fokus penekanan pada setiap bagian tidak sama. Bagian pertama, ayat 4b: setelah naga dilemparkan ke bumi, hendak menelan Sang Anak, yakni ingin membinasakan Yesus Kristus. Bagian kedua ayat 9: naga bertempur melawan penghulu malaikat Mikhael, kalah, dilemparkan ke bumi, karena itu setan tidak bisa menang atas Kritus. Bagian ketiga, ayat 13 dari perikop renungan hari ini: fokusnya adalah penganiayaan Setan terhadap Gereja, karena pada awal bagian ini dikatakan, ia (naga) telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu (menganiaya) perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu, kita melanjutkan membacanya dapat melihat gambaran tentang penganiayaan dari naga: ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu (ayat 15), menunjukkan bahwa niat utama naga itu adalah untuk membinasakan Gereja Kristus. Air yang menyembur seperti sungai, air besar adalah simbol bencana dalam Perjanjian Lama, misalnya, air yang meluas mengamuk dari utara menjadi sungai yang membanjir menggambarkan musuh (Yer. 47:2), dan banjir besar adalah metafora untuk kesengsaraan. (Mzm. 32:6). Bencana seperti itu keluar dari mulut naga, menggambarkan tipu daya Setan, menyerang, memfitnah, menuduh, menggunakan kebohongan, menggunakan kata-kata jahat, dan ajaran guru palsu untuk mencoba mengambil orang-orang percaya dan membuat mereka meninggalkan serta mencampakkan Allah, atau memecah-belah gereja, berserakan seperti disembur deras sungai, bahkan mencelakai, memfitnah, menindas, menenggelamkan gereja. Namun, jangan takut, bumi … membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu (ayat 16), metafora ini berasal dari nyanyian Musa di kitab Keluaran, yang berarti bahwa Allah melakukan mukjizat untuk menghancurkan musuh, sama seperti Allah membuat tentara Mesir ditelan habis saat mengejar umat Allah (Kel. 15:12)!

Dalam paragraf pertama, perempuan itu melarikan diri ke padang gurun telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah (ayat 6). Dalam bagian ketiga ini, dituliskan deskripsi yang lebih terperinci tentang pelarian perempuan itu ke padang belantara: diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, sehingga ia mampu terbang ke tempatnya di padang gurun (ayat 14). Gambar ini juga berasal dari Keluaran Mesir, menggambarkan betapa menakjubkan orang Israel ketika mereka keluar dari Mesir, seolah-olah mereka didukung dan digendong di atas sayap rajawali yang besar serta dapat terbang, ini sebenarnya adalah keselamatan Allah (lih. Kel. 19:4; Ul. 32:11-12).

Ini mirip dengan pengalaman kita saat ini. Orang yang melayani Tuhan sering mengalami pemeliharaan khusus dari Tuhan dalam keadaan sulit. Kadang-kadang sangat sukar untuk dijelaskan, bagaimana bersukacita di tahun-tahun penuh penderitaan yang sulit, untuk menikmati kelimpahan hidup, seperti ada Manna untuk makan, itu ajaib luar biasa, itu adalah dipelihara oleh Tuhan (ayat 6, 14). Juga, di dalam kekosongan hutan belantara yang tidak menyediakan apapun, Tuhan telah mempersiapkan tempatnya bagi kita, ini tidak merujuk pada sebuah ruangan tempat, tetapi menunjuk pada kehadiran Allah di mana saja, kapan saja, untuk jauh dari tempat ular itu hindarkan kita dari yang jahat, tempat teraman adalah di mana Allah berada (ayat 14b)!

Renungkan:

Orang-orang Israel melarikan diri dari Mesir, berjalan melalui padang belantara, melewati tempaan, dan akhirnya memasuki Kanaan. Pengalaman mereka dicatat dalam Alkitab dan berulang kali dikutip sebagai pelajaran bagi umat Allah. Pelajaran apa yang dapat saya lihat dalam ayat-ayat hari ini?

Ketika orang menghadapi penderitaan, mereka dapat mencoba bermain untuk gembira dalam kepahitan, tetapi hanya mereka yang memiliki iman kepada Tuhan yang dapat mengalami berkat dalam penderitaan. Apakah Anda mencoba bermain untuk gembira dalam kepahitan, ataukah Anda sudah mengalami berkat dalam penderitaan?


Renungan pemahaman kitab Wahyu (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 10-22 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan September 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 30:18

「TUHAN Menanti-nantikan」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 30:18 [ITB])
18 Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu;
sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu.
Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!

Di sini Kitab Suci menggunakan dua kata 「Sebab itu」 sebagai kalimat keseimbangan (mayoritas versi Inggris yang menerjemahkan lebih literal ASV, ESV, RSV, KJV sebagai 「therefore」, namun tidak diekspresikan dalam terjemahan yang lebih fungsional). Terjemahan literal dari teks asli adalah seperti ini: 「oleh karena itu TUHAN pasti menunggu dan menyediakan engkau; oleh karena itu Ia pasti bangkit dan berbelaskasih pada engkau」, dan terjemahan literal dari kalimat berikutnya adalah 「sebab Tuhan adalah Allah yang adil benar, diberkati semua orang yang menunggu Dia!」Dua kalimat ini menunjukkan bahwa TUHAN menunggu dan meminta manusia menunggu sebagai tanggapan! Kata 「menunggu」 memiliki makna harapan atau percaya penuh harapan. Karena orang Israel tidak tertarik untuk percaya penuh harapan (atau menunggu) atas keselamatan Tuhan, mereka hanya tertarik untuk membentuk aliansi dengan Mesir, oleh karena itu nabi Yesaya menyatakan dalam ayat 18 bahwa TUHAN akan menunggu, yakni bahwa TUHAN melihat bahwa orang Israel tidak tertarik pada diri-Nya, bahkan murtad meninggalkan Dia, seharusnya segera diadili. Namun, Tuhan tidak segera menghakimi mereka, tetapi dengan sarkastik menanggapi orang Israel dengan 「menunggu」, menyatakan bahwa ketika orang Israel memilih untuk tidak 「menunggu」 TUHAN, maka TUHAN terlebih menanggapi dengan 「menunggu」 sampai suatu hari orang Israel tahu belajar untuk 「menunggu」.

「Penantian」 TUHAN menggambarkan kesabaran dan lapang dada-Nya, Dia tidak segera membalas karena persekutuan antara Israel dan Mesir, juga tidak segera menjatuhkan bencana untuk menghakimi orang Israel. Dia mengharapkan orang Israel untuk mengerti bahwa Dia masih memiliki harapan atas orang Israel. Bahkan jikalaupun tidak ada diri-Nya di hati orang Israel, Dia terus 「menunggu」 sampai orang Israel mau 「menunggu」 lagi. Bagian yang paling menarik dari ayat ini adalah bahwa di satu sisi TUHAN 「menunggu」, di sisi lain terus-menerus 「menyediakan」, dan dengan membawa hati penuh 「belas kasih」, dan menyatakan 「kebenaran keadilan」 Allah, ini benar-benar memaparkan bahwa 「adil benar」 dan 「belas kasih」 yang tampaknya merupakan dua hal tidak bersesuaian untuk berdampingan, justru di dalam mata TUHAN adalah sifat yang saling mendukung satu sama lain. Di satu sisi TUHAN adalah 「adil benar」, Dia dengan 「keadilan kebenaran」 Dia 「menunggu」, agar di dalam proses orang Israel belajar untuk 「menunggu」 akan TUHAN . Di sisi lain, dalam proses 「menunggu」 Dia tiada henti menyediakan dan memberkati, menunjukkan bahwa Allah tidak menyerah tidak meninggalkan, juga menjelaskan bahwa 「adil benar」 dan 「kasih sayang」 adalah dua sisi mata uang. Kasih tanpa kebenaran adalah pemanjaan yang menenggelamkan, dan kebenaran tanpa kasih adalah kejam.

Renungkan:

Penantian manusia dapat mengakhiri penantian Allah, berdoa agar kita semua dapat bertobat dan kembali lagi menantikan TUHAN. Apakah Anda bersedia?


Renungan pemahaman Kitab Yesaya (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 24 – 39 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Ester 1:1-3

「Latar Belakang Sebagai Fondasi Pemahaman」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Est. 1:1-3 [ITB])
1 Pada zaman Ahasyweros–dialah Ahasyweros yang merajai seratus dua puluh tujuh daerah mulai dari India sampai ke Etiopia–, 2 pada zaman itu, ketika raja Ahasyweros bersemayam di atas takhta kerajaannya di dalam benteng Susan, 3 pada tahun yang ketiga dalam pemerintahannya, diadakanlah oleh baginda perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya; tentara Persia dan Media, kaum bangsawan dan pembesar daerah hadir di hadapan baginda.

Bulan ini kita merenungkan Kitab Ester, mari kita secara sekilas melihat gambaran kasar latar belakang kisah dalam kitab ini.

Ester, Kidung Agung, Rut, Ratapan dan Kitab Pengkhotbah yang secara kolektif dikenal sebagai lima gulungan kecil (Megilloth), merupakan bagian dari 「Tulisan-tulisan Ketuvim」 (The Writings) yang adalah bagian ketiga dari Kitab Suci Ibrani Perjanjian Lama; Ester merupakan satu-satunya gulungan kitab dari lima gulungan kecil yang secara langsung berkaitan dengan perayaan-perayaan Yahudi, sedangkan perayaan Yahudi dalam sisa empat gulungan puisi hanya bersifat simbolis. Oleh karena itu, Ester ini juga dikenal sebagai 「Gulungan puisi terbaik.」 Setiap tahun ketika orang Yahudi merayakan hari raya Purim, mereka membaca kitab ini di rumah ibadat. Kitab ini memang sebuah buku unik, tidak hanya bahwa seluruh kisahnya terjadi di luar tanah perjanjian, terlebih lagi merupakan satu kitab yang sama sekali tanpa menyebutkan nama Allah. Namun tangan Allah selalu ada di belakang layar mengarahkan perkembangan peristiwa, dan mata hikmat Allah senantiasa memperhatikan dan memelihara umat-Nya, sebagaimana pemazmur katakan: 「Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel」 (Maz. 121:4).

Karena peristiwa yang dicatat oleh kitab Ester hanya tentang kelangsungan mati hidup bangsa Yahudi, di awal kitab dituliskan tentang kegembiraan dan kenikmatan pancaindera di Istana Persia, ditambah lagi di penghujung kitab ditutup dengan berakhirnya pembunuhan, pembaca secara sekilas akan agak sulit menerimanya. Pada kenyataannya, Ester hendak menjawab pertanyaan di dalam hati umat Allah selepas penawanan: sebenarnya perjanjian yang diadakan Allah dengan mereka apakah masih berlaku? Ketika kita membaca buku ini dengan hati-hati, kita menemukan bahwa melalui sejarah ini, Allah sudah menunjukkan bahwa Dia tidak pernah meninggalkan perjanjian-Nya dengan umat-Nya, dan Ia masih memelihara dan melindungi umat-Nya. Penulis kitab ini didasarkan pada fakta-fakta sejarah, menggunakan metode narasi Ibrani, menulis buku sejarah dramatis; sang penulis kitab tidak menguraikan secara terperinci pikiran, motif, sikap dan niat dari para tokoh dalam kisah, tetapi berfokus pada tindakan dan dialog para tokoh, dan memberikan kita pemahaman yang lebih mendalam atas tindakan Allah dan secara lebih kaya mengenal sifat-sifat Allah.

Ketika kita membaca Ester dengan teliti, kita akan menemukan bahwa ada suatu kekuatan yang tak terlihat dan tak terbendung di balik kisah, dan peristiwa-peristiwa yang akan tiba-tiba berbalik di ujung tanduk dan mengubah akhir yang diperkirakan. Plot perubahan atau liku menembus seluruh kisah, dan pengembangan plot berputar di sekitar acara-acara perjamuan yang berbeda. Ester mengulang tema kunci utama (motif), adalah 「pesta perjamuan」 (mishteh ‘). Kitab menggunakan tiga 「perjamuan ganda」 sebagai benang yang menebus seluruh kisah, di bagian awal adalah pesta besar Ahasyweros dengan para pejabat (Est. 1:2-4) dan pesta bersama rakyat biasa di Puri Susan (Est. 1:5-8), di bagian akhir adalah perayaan Purim secara nasional (Est. 9:17, 19) dan perayaan Purim di Puri Susan (Est. 9:18), di bagian tengah adalah dua perjamuan yang diadakan Ester bagi raja dan Haman (Est. 5:1-8; 7:1-9).

Dua perjamuan yang diadakan Ester merupakan klimaks dan titik balik dalam kitab ini, mendorong pengembangan kisah sampai ke puncak, dan seluruh situasi berbalik secara instan dan membuat orang Yahudi dalam keadaan jalan buntu kematian melalui celah sempit mendapatkan hidup. Seperti pepatah: 「Di hadapan hanya terlihat gunung tinggi yang tumpang tindih dan sungai yang deras mengalir, seperti di ujung tidak ada jalan lagi, namun di belokan terlihat desa penuh harapan dengan bunga bersemi」

Renungkan:

Bagaimana kondisi Anda saat ini?
Bagaimanapun itu, jangan pernah melupakan bahwa Tuhan masih setia menjaga perjanjian-Nya, dan Ia masih memelihara umat-Nya, anak-anak-Nya. Mari kita mempercayai-Nya dengan segenap hati kita.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Mazmur 124:8

「TUHAN ── Pertolongan Kita」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Maz. 124:1-8 [ITB])
1Nyanyian ziarah Daud. Jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita, biarlah Israel berkata demikian 2jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita,
3maka mereka telah menelan kita hidup-hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita;
4maka air telah menghanyutkan kita, dan sungai telah mengalir melingkupi diri kita,
5maka telah mengalir melingkupi diri kita air yang meluap-luap itu.
6Terpujilah TUHAN yang tidak menyerahkan kita menjadi mangsa bagi gigi mereka! 7Jiwa kita terluput seperti burung dari jerat penangkap burung; jerat itu telah putus, dan kitapun terluput!
8Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

Ketika teks sebelumnya dalam Mazmur 124 telah begitu jujur membicarakan bahaya dan kesulitan yang dialamai para peziarah, Pemazmur pasti bukan hanya ingin mengungkapkan kebenaran. Dan pada kenyataannya, melalui uraian ini, Pemazmur sengaja memakai kaca pembesar memperlihatkan hal yang paling tidak layak untuk kita sukai dalam kehidupan, untuk membuat kita mengerti sebuah kebenaran yang cukup penting: Semua ini adalah dimensi yang sangat nyata dari kehidupan kita, para peziarah ── hari ini haruslah kita hadapi, bukan melarikan diri menghindarinya.

Pemazmur tidak menuduh Allah mengapa tidak menyingkirkan kesulitan pergi, dan pada saat yang sama juga tidak digambarkan bagaimana Tuhan dengan ajaib telah membantunya. Dia hanya menggunakan syair mazmur untuk memberikan kesaksian pengalaman nyata dirinya bagaimana dia dengan keyakinan kokoh percaya Tuhan sehingga melewati bahaya.

「Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi」 Ini adalah terjemahan yang sangat menarik, bagaimana menjelaskan atau memahaminya?
Karena TUHAN Allah adalah pencipta langit dan bumi, maka apakah mungkin bahwa kesulitan dan bahaya yang kita hadapi akan melampaui pemeliharaan dan perhatian-Nya? John Calvin, seorang tokoh reformasi di abad ke-16, berkata: 「Allah senantiasa terus bekerja, mempertahankan dan memandu seluruh ciptaan-Nya, dengan perasaan sebagaimana seorang Bapa membimbing seluruh sejarah manusia. Gereja dan orang Kristen berada di tangan belas kasih sayang khusus Tuhan, tepat sama seperti Kristus adalah di tangan Allah.」

Mari kita ingat: 「Allah mengasihi 『kita』 lebih dari yang lakukan 『kita』!」

Renungkan: 「iman ─ mungkin adalah bertumbuh dari dalam situasi yang paling sulit, justru bukan berkembang keluar dari antara keadaan penuh kemudahan.」 Marilah kita dengan kokoh memahami bahwa Allah yang mengasihi kita, terus menerus menjaga memelihara kita, Ia tidak melipat lengan menonton, terserah semaunya kita berjuang di tengah-tengah penderitaan, tetapi Ia terus menerus beserta kita. Saat menghadapi tantangan yang besar, 「iman yang teguh」 ini membuat kita terlebih lagi dapat merasakan pengalaman dan memahami bagaimana 「TUHAN adalah pertolongan kita」!

Rut 2:14-17

「Anugerah ditambahkan di atas Anugerah 」

Tuhan sejak awal sudah mempersiapkan, pengaturan yang ajaib bagi Rut. Sehingga Rut tiada henti menerima berkat「anugerah ditambahkan di atas anugerah.」 Apa yang Rut lakukan?

(Rut 2:14-17 [ITB])
14Ketika sudah waktu makan, berkatalah Boas kepadanya: “Datanglah ke mari, makanlah roti ini dan celupkanlah suapmu ke dalam cuka ini.” Lalu duduklah ia di sisi penyabit-penyabit itu, dan Boas mengunjukkan bertih gandum kepadanya; makanlah Rut sampai kenyang, bahkan ada sisanya.
15Setelah ia bangun untuk memungut pula, maka Boas memerintahkan kepada pengerja-pengerjanya: “Dari antara berkas-berkas itupun ia boleh memungut, janganlah ia diganggu;
16bahkan haruslah kamu dengan sengaja menarik sedikit-sedikit dari onggokan jelai itu untuk dia dan meninggalkannya, supaya dipungutnya; janganlah berlaku kasar terhadap dia.”
17Maka ia memungut di ladang sampai petang; lalu ia mengirik yang dipungutnya itu, dan ada kira-kira seefa jelai banyaknya.

Penulis kitab memindahkan pandangan dari adegan memungut bulir jelai kepada waktu makan, kemudian Rut yang mendapatkan hasil melimpah menutup episode percakapan Boas dan Rut. Sebelumnya telah disebutkan Boas memperlakukan Rut dengan kemurahan hati, mengijinkan dia kapan saja boleh minum air yang ditimbah oleh hambanya (Rut 2:9), menggucapkan kata-kata yang menghibur Rut, juga memberkati dia (Rut 2:10- 13), sekarang lebih jelas memperlihatkan apa yang dilakukan Boas melampaui ketentuan hukum Taurat.

Dia mengundang Rut makan bersama dengan para pengerja dan hamba wanita. Kita dapat membayangkan Rut sebagai seorang asing wanita Moab, diundang makan bersama dengan para pengerja dan hamba wanita, betapa ia bergembira di dalam hatinya. Karena ia tidak dipandang sebagai orang luar dan wanita rendah, sebaliknya dipandang sebagai salah satu dari para pengerja Boas. Kita dapat membayangkan para buruh dari luar daerah yang tiba-tiba suatu hari diundang makan bersama dengan tuannya, mereka pasti akan terkejut, seperti juga Rut yang mungkin akan merasa serba canggung.

Bagaimanapun juga Rut sebagai seorang dari suku asing, tidak terbiasa dengan tradisi cara hidup masyarakat Israel. Boas mengajarkan dia bagaimana cara makan roti yaitu mencelupkan suap ke dalam cuka, di cuaca yang panas, dengan cara ini tidak hanya mengurangi dahaga dan menurunkan suhu tubuh agar tidak terkena demam, juga bisa merangsang pencernaan membuat orang lebih berselera makan. Bahkan ia dengan tangannya sendiri memberikan bertih gandum yang sudah dipanggang kepada Rut. Terjemahan Mandarin CUV (demikian juga ASV) atas Rut 2:14 「mereka memberikan gandum yang sudah dipanggang kepada dia」,  ini membuat orang menyangka adalah para hamba yang melakukan, namun sebenarnya dalam bahasa aslinya Ibrani menggunakan kata kerja bentuk tunggal, yakni menunjuk kepada Boas, bukan para hamba. Terjemahan Revisi Mandarin RCUV 「 Boas memberikan gandum yang sudah dipanggang  kepada dia, dia makan sampai kenyang」 (Rut 2:14c)  (Bandingkan ITB yang juga telah menterjemahkannya dengan tepat). Maka Rut makan sampai kenyang , dan bahkan masih ada sisa (Rut 2:14d). Bagi seorang janda miskin, adalah hal yang tidak mudah untuk dapat makan, lebih sulit lagi dapat makan sampai kenyang, bahkan masih ada sisa, ini sunguh-sungguh adalah anugerah ditambahkan di atas anugerah!

Akhirnya, Boas masih berpesan kepada hambanya agar Rut boleh memungut di tempat meletakkan ikatan berkas-berkas (Rut 2:15b), bahkan agar mereka sengaja menarik sedikit-sedikit dari onggokan jelai itu untuk dia dan meninggalkannya, supaya dipungutnya (Rut 2:16a). Hukum Taurat hanya menentukan orang Yahudi tidak boleh menyabit sampai ke ujung-ujung ladang, dan tidak boleh memungut apa yang ketinggalan dari penuaian (lihat Im. 19:9; 23:22), serta jika sudah diikat menjadi berkas lupa dibawa, tidak boleh kembali untuk mengambilnya (lihat Ul. 24:19). Perintah Boas ini melampaui permintaan hukum Taurat, ia memperbolehkan Rut ketempat meletakkan berkas gandum untuk memungut hasil jadi yang sudah dituai, berpesan kepada pengerja sengaja meninggalkan berkas gandum untuk dipungut dia. Tindakan yang demikian sebenarnya melampaui aturan yang sebenarnya, oleh karena itu Boas menambahkan pesan kepada para hamba tidak boleh mencela / mempermalukan dia (Rut 2:15, ITB 「menggangu dia」)  dan tidak boleh menakuti dia (Rut 2:16c, ITB 「berlaku kasar terhadap dia」, mayoritas terjemahan Inggris 「mencerca dia」, intinya Boas sangat-sangat perhatian melindungi Rut).

Rut mendapatkan perlakuan yang demikian baiknya, ditambah ia dengan rajin memungut bulir-bulir jelai, maka pasti akan pulang dengan membawa hasil yang bekelimpahan. Dia sangat mirip dengan pepatah bahasa Kanton 「sudah makan, ambil pula」; seluruh jelai yang didapatkannya sebanyak satu efa (Rut 2:17c), kira-kira 22 liter, kurang lebih satu keranjang, cukup bagi dua orang makan lima hari . Apa yang dialami Rut hari ini boleh dikatakan panen yang berkelimpahan yang tidak terduga-duga, pengalamannya hari ini paling baik dijelaskan sebagai 「anugerah ditambahkan di atas anugerah」.

Renungkan: Adegan kitab Rut fasal dua di ladang di Betlehem menjelaskan dengan terperici bahwa Tuhan sejak awal sudah mempersiapkan, pengaturan yang ajaib, Rut bertemu dengan Boas, ia pun dengan sikap yang rendah hati dan hati yang terbuka menerima perlakuan yang murah hati dari Boas. Saat dia terus menerus datang berlindung di bawah sayap TUHAN, maka tiada henti menerima berkat「anugerah ditambahkan di atas anugerah」. Renungkan di aspek manakah dalam hidup anda  dapat menunjukkan dengan nyata bahwa Tuhan adalah Allah yang tiada henti memberikan augerah berkat-Nya?

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Tambahan dari Blogger:

Yohanes Calvin mengatakan bahwa kewajiban kasih sepatutnya tidak dilakukan semata-mata untuk memenuhi kewajiban lahiriah, tetapi melaksanakannya karena rasa kasih yang tulus ikhlas, itu adalah cermin manifestasi dari seorang yang sepenuhnya mengabdi kepada Allah.1 Hal inilah yang dilakukan oleh Boas, sebuah teladan bagi kita.


1 Yohanes Calvin, Institutio. Pengajaran Agama Kristen, ed. Th. van den End, terj. Winarsih dan J. S. Aritonang, 7th ed. (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009), 152–53

Rut 2:11-13

「Datang Berlindung kepada Allah 」

Pilihan Rut adalah sebuah pilihan yang bijaksana, mengapa demikian?

(Rut 2:11-13 [ITB])
11Boas menjawab: “Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal. 12TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung.”
13Kemudian berkatalah Rut: “Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini, walaupun aku tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan.”

Hari ini masih berfokus pada percakapan antara Boas dengan Rut di ladang (Rut 2:4-13), dua hari yang lalu kita telah mempelajari bagaimana Boas dengan kemurahan hati memperlakukan Rut, kemarin adalah bagaimana Rut dengan hati terbuka menerima kemurahan hati Boas, sekarang titik berat akan diletakkan pada Boas mendorong Rut untuk segenap hati datang berlindung di bawah sayap TUHAN. Penulis kitab dengan cerdik menggunakan gaya sastra silang (lihat penjelasan tentang Bentuk Engsel / Chiasm), yakni meletakkan di ayat 11 penjelasan tentang Boas yang memuji keputusan Rut meninggalkan kampung halaman, kemudian di ayat 12 memberkati Rut yang datang berlindung di bawah sayap TUHAN pasti akan dikaruniakan upah, peletakkan di pusat fasal 2 untuk menonjolkan berita inti dari fasal ini.

Boas memuji Rut:「Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal」(Rut 2:11). Rut meninggalkan tanah Moab, membuat orang terhubung dengan Abraham bapa leluhur Israel yang meninggalkan tanah air, bangsanya, keluarga ayahnya, menuju tempat yang ditentukan TUHAN (lihat Kej. 12:1, 24:7). Ini merupakan keputusan yang berani dan teguh. Perpisahan ini seperti laki-laki atau wanita sampai pada usia yang sesuai untuk menikah, meninggalkan orang tuanya, bersatu dengan pasangan hidupnya. Rut pergi, bukan untuk menikah, tetapi demi memelihara sang mertua Naomi. Kebajikannya yang berharga ini patut untuk dipuji Boas. Oleh karena itu Boas memberkati dia kiranya mendapatkan karunia upah sepenuhnya dari TUHAN. Sebenarnya apakah 「karunia upah」 ini? Tentu termasuk yang umum sandang, pangan, kesehatan dan kebahagian, dll. Boas mengisyaratkan riwayat Abraham leluhur yang diberkati setelah meninggalkan kampung halamannya, apakah kalimat berkat dari Boas juga termasuk memohon kepada TUHAN memberkati Rut seperti Sara istri Abraham mendapatkan keturunan? Jika memang demikian, kalimat berkat Boas mengisyaratkan makna yang lebih dalam lagi.

Rut meninggalkan kampung halaman, suku, rumah orang tua, adalah untuk datang berlindung di bawah sayap TUHAN - Israel (Rut 2:12b). Perlindungan sayap adalah perumpamaan atas perlindungan yang kokoh, di bawah sayap adalah tempat yang paling aman. Perumpamaan ini adalah perumpaan di Timur dekat yang sering memakai secara simbolis induk elang yang mengembangkan kedua sayap untuk melindungi anak-anak elang yang masih kecil yang tidak punya kemampuan bertahan. Perumpamaan ini membuat kita teringat kerub yang berada di ruang maha kudus di Bait Suci, yang mengembangkan sayap menutupi tabut perjanjian, di sana kita mendekati Tuhan, juga mendapatkan perlindungan-Nya. Tuhan Yesus menggunakan perumpamaan induk ayam yang menggembangkan kedua sayapnya mengumpulkan anak-anak ayam, untuk menggambarkan Dia tiada henti memanggil orang Israel untuk bersandar kepada Dia, menerima perlindungan yang Ia berikan. Rut datang berlindung di bawah sayap TUHAN, menyatakan ia meninggalkan Kamos, illah yang disembah nenek moyang Moab, dan dengan segenap hati datang berlindung di bawah sayap TUHAN — Israel.

Pilihan Rut adalah sebuah pilihan yang bijaksana, karena 「Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada」 (Kis. 17:28). Kita dengan keseluruhan datang berlindung kepada Dia adalah yang paling tepat, aman, kokoh, seperti kata pemazmur: 「Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!」(Maz. 18:2). Tidak peduli engkau jatuh ke dalam keadaan apapun, kiranya engkau seperti Rut, mengambil keputusan datang berlindung di bawah sayap-Nya.

Renungkan: sebuah puji-pujian mandarin menjadi doa kita,〈Tuhanku paling tinggi di seluruh bumi / 全地至高是我主〉「kiranya jiwa rohani terbangun, segenap hati menaikkan puji-pujian, datang berlindung di bawah sayap-Mu, dimuliakan Engkau Tuhan yang mengkaruniakan keselamatan, angkat tinggi pujian baru, kecapi dan gambus menaikkan sonata, nyanyikan bersama sajak musik, Tuhanku paling tinggi di seluruh bumi, bangsa-bangsa turut menaikkan pujian, mempersembahkan mazmur pujian ini kepada Tuhan, kemuliaan-Nya menyinari seluruh bumi, kasih sayang-Nya mencapai semesta alam, kasih setia-Nya menganugerahkan pengampunan. 」

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Tambahan Blogger:

Sebuah tulisan pendek yang dicuplik dari http://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=rut%202:12

DI BAWAH SAYAP-NYA ENGKAU DATANG BERLINDUNG.

Di tengah-tengah kemurtadan besar masa pemerintahan Hakim-hakim, Allah melindungi orang yang dengan iman yang sungguh-sungguh yang datang mencari Dia. Perlindungan-Nya yang lembut seperti sayap induk ayam yang melindungi anak-anaknya (lihat Maz. 17:8; 36:8; 63:8; 91:4).

17:8「Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu.」
91:4「Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.」
63:8「Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.」
36:8「Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumah-Mu; Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu.」

Kisah Rut merupakan kisah pemeliharaan dan persediaan Allah dalam kehidupan semua orang yang percaya kepada-Nya dan mengikuti jalan-jalan-Nya.

Sebagaimana Abraham menanggapi panggilan Allah dengan iman, demikian pula Rut karena kepercayaannya kepada Tuhan, ia meninggalkan tanah air dan keluarganya, ia ikuti dalam rencana karya penebusan Allah (bd. Kej 12:1-4).

Datang berlindung di bawah sayap Allah mengikuti jalan-jalan-Nya, dan ikut serta dalam karya pekerjaan-Nya.


Rut 2:1-3

「Pengaturan yang Ajaib 」

Rut 2:3 「 … kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.」 Kata 「kebetulan 」 hanyalah pernyataan orang yang ada di situasi tersebut, menyatakan bahwa peristiwa yang terjadi di luar perhitungan manusia. Namun apakah sebenarnya masud Alkitab dengan menuliskan kebetulan itu?

(Rut 2:1-3 [ITB])
1Naomi itu mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas.
2Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: “Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.” Dan sahut Naomi kepadanya: “Pergilah, anakku.”
3Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.

Ada sebuah lagu pop bahasa Kanton, terdapat satu kalimat: 「jika ditakdirkan ada maka pasti ada, jika ditakdirkan tidak ada maka jangan memaksa 」 kalimat ini menyuarakan isi hati orang yang belum percaya, bahwa hidup tidak bisa diduga-duga, tidak ada sedikitpun keamanan, hanya bergantung nasib, bersandar kebetulan. Oleh karena itu ada sebagian orang percaya pada horoskop untuk meramalkan nasib, ada yang berpegang ramalan keberuntungan, Hong Sui, dan lain lain. Ini adalah yang diandalkan orang secara umum untuk mendapatkan rasa aman menjalani kehidupan. Iman kepercayaan orang Kristen adalah kebalikannya, kita bukan sebuah anak catur yang berada di atas papan permainan, yang tidak butuh usaha dan pikiran kita, semua sudah ditentukan takdir,  terserah mau diatur bagaimana; kita bukan boneka yang terserah dimainkan oleh Tuhan, tidak ada kebebasan tekad untuk membuat keputusan dan usaha. Sebaliknya, Tuhan ingin kita menuaikan dengan sepenuh tenaga bagian tanggung jawab kita, bekerja keras aktif memakai kemampuan yang kita miliki dalam segala hal untuk menggenapkan pekerjaan Tuhan.

Kitab Rut sesungguhnya menyatakan iman kepercayaan ini; Rut kebetulan sampai di ladang milik Boas untuk memungut bulir-bulir jelai, di baliknya sebenarnya terdapat pengaturan Allah. Di sini apa yang kita lihat adalah Allah dan manusia bekerja bersama menenun sebuah lukisan yang indah, tepat sekali seperti orang yang menenun, di balik tenunan terlihat sekumpulan benang yang saling bersilang seakan-akan tanpa hubungan, namun di sisi depan terlihat tenunan indah yang menyatakan buah hasil interaksi dari manusia yang sepenuh tenaga melakukan tanggung jawabnya dan pengaturan Tuhan yang ajaib.

Terlebih dahulu Tuhan memberikan dua aturan atas musim menuai kepada umat-Nya: pertama, mereka tidak boleh menyabit habis padi-padian sampai ke ujung-ujung sawah; kedua, tidak boleh memungut padi-padian yang jatuh ke tanah saat menyabit tuaian, jika ada berkas yang terlupa tidak boleh kembali untuk mengambilnya, aturan ini adalah mempertimbangkan orang asing, anak yatim dan janda; mereka boleh mengikut di belakang para penyabit, memungut bulir-bulir yang jatuh atau tertinggal (lihat Im. 19:9-10, 23:22Ul. 24:19-22). Selain itu, hukum Taurat menentukan orang Israel menanami sawahnya enam tahun, beristirahat di tahun ketujuh tidak bercocok tanam, jika tumbuh menghasilkan gandum atau anggur tidak boleh dituai, bertujuan untuk dimakan bagi hamba, buruh, orang asing yang tinggal di sana, bagi ternak dan binatang liar yang ada di tanah itu (lihat Im. 25:2-7), juga agar orang miskin bisa mendapatkan pangan (Kel. 23:11). Ketentuan memperhatikan kaum miskin ini tidak menghilangkan kesempatan mereka untuk berinisiatif ambil bagian dan bekerja sama. Penulis kitab mencatat beberapa tindakan Rut untuk memperlihatkan sikap Rut yang proaktif dan sekuat tenaga ambil inisiatif melakukan bagian tanggung jawabnya. Ia berinisiatif 「berkata」 kepada Naomi, meminta untuk diijinkan 「pergi 」, kemudian ia sampai di ladang untuk 「memungut 」 bulir-bulir jelai (Rut 2:2). Bagaimana Rut bisa mengetahui bahwa di antara orang Israel terdapat ketentuan hukum Taurat untuk memberikan bulir-bulir jelai? Apakah ia tahu dari Naomi? Penulis kitab tidak menuliskannya, ia ingin kita fokus pada semangat Rut yang berinisiatif ikut ambil bagian. Ia tidak melemparkan tanggung jawab kepada orang lain, membiarkan mertuanya yang mencari solusi, ia tidak melemparkannya menjadi hal rohani berdoa minta Tuhan melakukan muzizat menurunkan Manna dari Sorga, ia juga tidak putus asa menunggu takdir saja. Ia berinisiatif pergi ke ladang, mencari siapa yang mau bermurah hati, ikut di belakang penyabit memungut bulir-bulir jelai (Rut 2:2b). Walaupun ada hukum Taurat yang jelas, tetapi ia juga harus mendapatkan dahulu ijin dari pemilik ladang baru bisa ikut di belakang para penyabit untuk memungut bulir-bulir jelai. Hal yang ajaib terjadi pada saat Rut bertindak proaktif, ia secara kebetulan sampai di ladang milik Boas, orang yang kaum Elimelekh (Rut 2:3c). Kata 「kebetulan 」 hanyalah pernyataan orang yang ada di situasi tersebut, menyatakan bahwa peristiwa yang terjadi di luar perhitungan manusia, namun dalam segala peristiwa yang kebetulan ada Tuhan yang mengendalikan berkuasa di belakangnya. Rut sesungguhnya tidak tahu ladang yang mana yang merupakan milik Boas, ia juga tidak tahu hubungan saudara apa antara Boas dengan mertua laki-laki dia, ia sepertinya kebetulan saja sampai di ladang yang merupakan milik Boas, tetapi di belakang adalah pekerjaan Tuhan, adalah dalam pemeliharaan perlindungan Tuhan yang memimpin terjadinya hal tersebut. Ini juga merupakan iman kepercayaan orang Ibrani, walaupun Tuhan kelihatannya tersembunyi, namun Ia tetap berkuasa dan mengendalikan segala sesuatu.

Manusia berusaha segenap tenaga bagian tanggung jawabnya dalam rangkaian peristiwa “kebetulan,” pada akhirnya mengalami pengaturan yang ajaib dari Tuhan. Rut sampai di ladang milik Boas memungut bulir jelai adalah bukti pengaturan ajaib Tuhan.

Renungkan: dengan hati yang teliti renungkan lagu pujian〈Tangan Tuhan Tuhan Yang Pegang〉 (I Know Who Holds the Future). Dapat dibaca bersuara perlahan-lahan atau nyanyikan sebagai doa dan pengakuan iman kepada Tuhan.

Tangan Tuhan Tuhan Yang Pegang

Takku tau kan hari esok
Namun langkahku tegar
Bukan suryaku harapkan
Karna surya kan lenyap
Oh tiadaku gelisah
Akan masa menjelang
Kuberjalan serta Yesus
Maka hatiku tenang
Banyak hal tak kupahami
Dalam masa menjelang
Tapi terang bagiku kini
Tangan Tuhan yang pegang

(*)
Takku tau kan hari esok
Mungkin langitkan gelap
Tapi dia yang penuh kasih
Tetap melindungiku
Meski susah perjalanan
Gelombang dunia menderu
Dipimpinnya ku bertahan
Sampai akhir langkahku

Banyak hal tak kupahami
Dalam masa menjelang
Tapi terang bagiku kini
Tangan Tuhan yang pegang
Banyak hal tak kupahami
Dalam masa menjelang
Tapi terang bagiku kini
Tangan Tuhan yang pegang

Tapi terang bagiku kini
Tangan Tuhan
Tangan Tuhan
Tangan Tuhan
Yang Pegang

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Rut 2:1-3

「Sudah Dipersiapkan Sejak Awal 」

(Rut 2:1-3 [ITB])
1Naomi itu mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas.
2Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: “Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.” Dan sahut Naomi kepadanya: “Pergilah, anakku.”
3Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.

Kitab Rut fasal dua mencakup tiga adegan: pertama, percakapan Rut dengan Naomi (Rut 2:1-3), selanjutnya adalah percakapan Rut dengan Boas (Rut 2:4-17), terakhir adalah Naomi dan Rut (Rut 2:18-23). Penggambaran di fasal satu, Naomi seorang yang sudah lanjut usia, janda yang miskin tidak memiliki apapun selain Rut sang menantu. Tetapi adegan dalam fasal dua sama sekali berbeda, dua simbol kelimpahan muncul di depan mata; pertama adalah datangnya musim panen, kedua adalah munculnya Boas yang kaya raya. Hari ini kita terlebih dahulu mengenal tokoh baru yang tiba-tiba muncul tanpa diduga, bagaimana ia sudah terlebih dahulu diatur oleh Allah menjadi mediator untuk memutar nasib Rut dan Naomi.

Munculnya Boas seperti terjadi tiba-tiba, tidak ada hubungannya dengan kepergian Rut ke ladang memungut bulir-bulir jelai. Namun, ini sesungguhnya merupakan petunjuk awal dari penulis kitab, mempersiapkan jalan bagi catatan peristiwa yang terjadi di belakangan. Penulis kitab Rut sejak di permulaan kisah sudah memakai isyarat untuk menguakkan rahasia agar pembaca tahu bahwa Allah sejak awal sudah punya persiapan bagi kedua janda yang sama sekali tidak punya sandaran ini. Penulisan ini tidak menyimpan rahasia sampai akhir baru dikuakkan, tidak seperti adegan detektif. Boas ditarik masuk ke dalam kisah di saat ini, menyatakan bahwa ia akan memegang peranan yang penting.

Penulis kitab menggunakan cara yang cerdik memperkenalkan Boas tokoh yang dermawan ini; ia menuliskan nama Boas dijepit dalam frasa 「 dari kaum Elimelekh 」 di ayat 1 dan 3, secara sastra membentuk suatu struktur engsel (lihat penjelasan Struktur Engsel Chiastic) untuk menarik pembaca memperhatikan bahwa ia adalah tokoh yang telah jauh hari disediakan Allah bagi kedua janda miskin. Dan lebih penting lagi penulis kitab sebelum memperkenalkan nama orang tersebut, sudah tidak sabar terlebih dahulu memperkenalkan dia adalah orang yang bagaimana. Perhatikan Rut 2:1 dalam ITB (Indonesia Terjemahan Baru) dan sebagian besar terjemahan Inggris dapat menyampaikan maksud penulis dalam bahasa aslinya dengan jelas :「Naomi memiliki saudara dekat dari suaminya, dari kaum Elimelekh, seorang yang kaya raya; ia bernama Boas 」 (Nama Boas sedikit diabaikan diletakkan di paling akhir kalimat.) Namun terjemahan Mandarin CUV 「dari kaum Elimelek suami Naomi terdapat seorang yang bernama Boas, yang adalah seorang kaya raya」 tidak dapat menyatakan ulang urutan penulisan dalam bahasa aslinya dengan jelas. (Urutan penulisan menyatakan penekanan dari penulis kitab dalam bahasa aslinya.)

Identitas Boas sebagai sanak dekat dari suami Naomi, merupakan petunjuk dini bahwa kelak ia bisa berperan menolong kedua janda dari keadaan sulit. Dan pada saat ini penulis kitab hendak meletakkan fokus pada karakter baik dari Boas. Selain itu ia adalah seorang yang kaya raya (Rut 2:1b), cakupan makna dari kata 「 kaya raya 」 (kata chah’-yil  dari bahasa aslinya) sangat luas, bisa berarti orang yang perkasa mempunyai kekuatan besar (lihat Hak. 6:12), atau mempunyai kekayaan yang banyak sekali (lihat Ul. 33:11 dalam terjemahan Mandarin atau Inggris, namun dalam ITB diterjemahkan sebagai kekuatan), dan juga mempunyai arti sebagai bermoral baik (lihat Rut 3:11, “baik-baik” ); Kata yang menunjukkan Boas 「 kaya raya 」 adalah kata yang sama yang dipakai Boas untuk memuji Rut di 3:11 「setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik 」. Oleh karena itu, di Rut 2:1b ini sebenarnya fokus penulis kitab bukan pada harta kekayaan Boas, atau kekuatan perkasanya, tetapi hendak menunjuk bahwa ia orang yang lurus, yang di kemudian dalam peristiwa menuai akan diperlihatkan lebih nyata dan jelas. Ternyata Allah dari mula sudah punya persiapan, orang yang akan berjumpa dengan Rut tidak hanya seorang yang mempunyai kekuasaan, terlebih lagi ia adalah seorang yang bermoral tinggi yang dapat diharapkan, seorang yang dermawan, orang kaya yang melindungi kaum lemah.

Renungkan: dalam perjalanan hidup Rut dan Naomi di zaman Hakim-hakim memerintah, setiap orang bertindak sesuai kehendak masing-masing, sesuai  apa yang benar menurut pandangan masing-masing, dalam lingkungan yang peduli diri sendiri ini, Allah sejak awal sudah menyiapkan seorang bernama Boas yang punya kemampuan dan juga orang yang lurus, dermawan, untuk turun tangan ikut campur dalam kehidupan mereka. Apakah engkau sepenuhnya percaya Allah sejak awal sudah mempersiapkan untuk membantumu dan akan turun tangan ikut campur dalam keadaan sulit mu?

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Rut 1:3-5

 「Mati sebagai Tamu di Tanah Asing 」

(Rut 1:3-5 [ITB])
3 Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya.
4 Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya. 5 Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.

Sebuah pepatah mengatakan: 「Engkau telah membuat pilihan, pilihan tersebut membuat keputusan dan menentukan engkau. 」 Artinya setiap pilihan atau keputusan akan membawakan hasil akhir yang berbeda; Kita harus bertanggung jawab atas pilihan yang kita buat. Elimelekh pindah beremigrasi ke tanah asing, tidak lama kemudian mati di negara asing. Penulis kitab memakai cara penggambaran yang ringan, hambar, langsung, tidak menuliskan rincian dan penyebab kematian, dengan sederhana menyampaikan nasib Elimelekh beserta kedua anaknya di Moab: “… matilah Elimelekh, suami Naomi” (Rut. 1:3a), “… matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon” (Rut. 1:5a), hanya tertinggal tiga janda: Naomi, Orpa, dan Rut.

Pendahuluan yang singkat ini, dengan cara yang indah memindahkan fokus tokoh utama dari diri Elimelekh yang mati sebagai tamu di tanah asing beralih kepada diri Naomi, yang segera menjadi tokoh nomor satu dalam episode pertama ini. Dengan cara penulisan peralihan fokus tokoh utama dalam narasi: sebelumnya Naomi digambarkan sebagai “istrinya” (Rut. 1:2a), dan kemudian Elimelekh yang meninggal disebut sebagai suami Naomi (Rut. 1:3a); Mahlon dan Kilyon sebelumnya disebut sebagai anak Elimelekh (Rut. 1:1b), namun kemudian disebut sebagai kedua anak Naomi (Rut. 1:3a). Penulisan cara peralihan tokoh dalam narasi terlihat sangat jelas, Elimelekh dengan cepat hilang dari dalam kisah, Naomi menjadi tokoh utama dalam fokus.

Penulis kitab tidak menyebutkan penyebab kematian Elimelekh, hanya dengan cepat menunjukkan bahwa ia mati sebagai tamu di tanah asing. Rabi Yehuda memandang kematian Elimelekh adalah hukuman Allah, karena meninggalkan kampung halaman sendiri dan meninggalkan umat Allah. Namun, penjelasan ini tidak mempunyai dukungan ayat-ayat Alkitab. Sepuluh tahun kemudian Mahlon dan Kilyon juga berurutan meninggal, penyebab kematian juga tidak disebutkan. Apakah disebabkan mereka mengambil perempuan Moab sebagai istri sehingga dihukum Allah? Walaupun orang Israel sangat berhati-hati terhadap mengambil perempuan asing sebagai istri, tidak ada larangan menikah dengan suku asing di dalam hukum Taurat, TUHAN hanya melarang orang Israel menikah dengan orang-orang Kanaan yang diusir (“… orang Het, orang Girgasi, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus … Janganlah juga engkau kawin-mengawin dengan mereka …” Ul. 7:1-3), tidak mencakup suku-suku asing lain, tentang orang Amon atau orang Moab hanyalah dilarang masuk jemaah TUHAN (Ul. 23:3). Penyebab kematian Elimelekh dan kedua anaknya bukanlah fokus penulis kitab, tetapi masa depan Naomi dan kedua menantunya itulah yang menjadi fokus kisah!

Naomi kehilangan suami, juga kedua anaknya, hanya tersisa dua menantu yang adalah suku asing, nasib Naomi memang pahit. Dalam masyarakat timur dekat zaman kuno, seorang janda tanpa suami, pendatang dan juga anak yatim piatu merupakan golongan lemah dari masyarakat. Dengan kata lain, ia kehilangan sumber sandang pangan, pemeliharaan, dan perlindungan. Apalagi Naomi umurnya sudah lanjut, kemungkinan menikah lagi sudah tidak ada, tidak punya kekuatan untuk bekerja, ditambah lagi orang tuanya mungkin sudah tidak ada, dan lagi kedua menantunya adalah orang suku asing, ia tidak punya tempat berlindung tidak ada sandaran, jatuh dalam keadaan yang ekstrim sulit, terjebak dalam situasi putus asa. Tetapi ia bukan seorang diri menghadapi keadaan pahit ini, juga bukan sama sekali putus asa, ia masih punya dua menantu orang asing yang bersamanya. Dan salah satu menantunya yang bernama Rut justru menjadi orang kunci yang mengeluarkan dia dari keadaan sulit, tetapi Naomi pada saat itu sama sekali tidak memiliki petunjuk apapun. Namun penulis kitab sejak awal sudah meletakkan realitas kasih kemurahan TUHAN atas keluarga ini secara tersembunyi di dalam struktur kisah. Penulis kitab memakai cara penulisan sastra struktur chiastic bersilang yang sering di pakai orang Ibrani, memakai bentuk paralel antara kematian Elimelekh dan pengaruhnya atas Naomi (Rut. 1:3) dengan kematian kedua anaknya dan pengaruhnya atas Naomi (Rut. 1:5) untuk menonjolkan kedua perempuan Moab yang diambil istri oleh kedua anaknya — Orpah dan Rut (Rut. 1:4). Dari antara kedua menantu salah satunya adalah Rut, tepat karena ia kemudian mengambil keputusan mengikuti Naomi sehingga menjadi penolong Naomi.

Struktur engsel (chiastic)

A) Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi,
B) sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya.
………C) Keduanya mengambil perempuan Moab:
……………….yang pertama bernama Orpa,
……………….yang kedua bernama Rut;
………dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya.
A”) Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon,
B”) sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.

Renungkan: sebuah iklan mengatakan 「cara penyelesaian lebih banyak dari kesulitan」. Benar, Tuhan yang setia dan penuh belas kasih secara tersembunyi pasti akan memelihara dengan kasih karunia orang-orang yang merupakan milik-Nya. Apakah engkau pernah jatuh dalam keadaan yang penuh putus asa? Apakah engkau percaya Allah jauh sebelumnya telah menyediakan sebuah jalan keluar?

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Keluaran 16:31-36

Mukjizat dan hukum ketetapan Allah

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 16:31-36 [ITB])
31 Umat Israel menyebutkan namanya: manna; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu.
32 Musa berkata: Beginilah perintah TUHAN: Ambillah segomer penuh untuk disimpan turun-temurun, supaya keturunan mereka melihat roti yang Kuberi kamu makan di padang gurun, ketika Aku membawa kamu keluar dari tanah Mesir.
33 Sebab itu Musa berkata kepada Harun: Ambillah sebuah buli-buli, taruhlah manna di dalamnya segomer penuh, dan tempatkanlah itu di hadapan TUHAN untuk disimpan turun-temurun. 34 Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah buli-buli itu ditempatkan Harun di hadapan tabut hukum Allah untuk disimpan.
35 Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, sampai mereka tiba di tanah yang didiami orang; mereka makan manna sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan. 36 Adapun segomer ialah sepersepuluh efa.

Paragraf ini adalah tambahan yang dituliskan kemudian, saat itu tabernakel kemah suci sudah didirikan, para imam telah ditahbiskan, perjalanan padang gurun telah selesai, umat Allah sudah menetap di tanah Kanaan, manna tidak lagi diturunkan.

Ada beberapa poin penting dalam paragraf ini:
(1) Penjelasan tentang manna: warnanya putih. Selanjutnya dikatakan seperti ketumbar, ini hanya mengacu pada bentuk dan ukurannya, bukan warna dan rasanya, karena warna biji ketumbar adalah cokelat. Dan rasa manna seperti rasa kue madu, sedangkan rasa biji ketumbar lebih pedas.
(2) Manna tambahan: menyimpan manna sebanyak satu buli-buli, sebagai peringatan untuk generasi yang akan datang. Ini adalah tambahan khusus, untuk ditempatkan di tempat Mahakudus di dalam kemah suci tabernakel, ditempatkan bersama tabut hukum Allah dengan loh sepuluh hukum (Kel. 25:16), beberapa peneliti mengatakan: memakai kata-kata Perjanjian Baru, Injil dan hukum seling tidak dapat dipisahkan.
(3) Manna berhenti turun: Orang Israel menyeberangi Sungai Yordan dan memasuki tanah Kanaan, disunat di Gilgal, merayakan Paskah, dan makan hasil setempat, keesokan harinya manna tidak akan turun lagi (Yosua 5).

Poin-poin penting tentang manna:
(1) Manna turun dari langit: pemeliharaan ajaib dari TUHAN, manna turun dari langit (Ulangan 8:3), bukan tumbuh dari tanah, terlebih bukan hasil usaha cocok tanam manusia.
(2) Pemeliharaan penyediaan ajaib: Manna adalah mukjizat setiap hari, mengajarkan orang untuk berharap akan anugerah Allah setiap hari. Manna adalah mukjizat setiap mingguan yang mengajarkan orang untuk menikmati pemeliharaan penyediaan yang teliti dari Allah dan menghormati Allah sebagai Tuhan penguasa atas waktu. Manna adalah mukjizat seumur hidup, orang Israel di padang gurun selama empat puluh tahun mengalami Pemeliharaan penyediaan dari Allah yang setia, tidak pernah terlambat dan tidak pernah terjadi kesalahan. Manna merupakan mukjizat kekal, menurut pesan Musa hendaknya disimpan satu buli-buli manna, diletakkan di tabut Allah, sebagai peringatan bagi generasi yang akan datang.
(3) Menunjuk ke depan kepada Yesus: Manna dan hukum hanyalah tipologi (Menunjuk ke depan kepada Yesus), Kristus Yesuslah makanan sejati dan hukum yang sejati anugerah dari Allah. Nenek moyang orang Israel makan manna di padang gurun, tetapi mereka mati. Tetapi Akulah (Yesus) roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia (Yohanes 6:51)

Renungkan:
(1) Orang Israel setiap pagi untuk mengambil manna, orang percaya juga harus setiap pagi dekat dengan Allah, mendapatkan makanan rohani.
(2) Perintah pertama yang diterima orang Israel di padang gurun, yakni menjaga hari Sabat. Karena carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Matius 6:33).


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 1-18 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.