Tag Archives: 1 + 2+ 1/2 Masa

Wahyu 12:13-17

「Kejam Padang Belantara, Bahagia Penyertaan Tuhan」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Why. 12:13-17 [ITB])
13 Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.
14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
15 Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu.
16 Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya.
17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

Pasal 12 dapat dibagi menjadi tiga bagian kecil, dalam setiap bagian terlihat bahwa naga merah dilemparkan, tetapi fokus penekanan pada setiap bagian tidak sama. Bagian pertama, ayat 4b: setelah naga dilemparkan ke bumi, hendak menelan Sang Anak, yakni ingin membinasakan Yesus Kristus. Bagian kedua ayat 9: naga bertempur melawan penghulu malaikat Mikhael, kalah, dilemparkan ke bumi, karena itu setan tidak bisa menang atas Kritus. Bagian ketiga, ayat 13 dari perikop renungan hari ini: fokusnya adalah penganiayaan Setan terhadap Gereja, karena pada awal bagian ini dikatakan, ia (naga) telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu (menganiaya) perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu, kita melanjutkan membacanya dapat melihat gambaran tentang penganiayaan dari naga: ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu (ayat 15), menunjukkan bahwa niat utama naga itu adalah untuk membinasakan Gereja Kristus. Air yang menyembur seperti sungai, air besar adalah simbol bencana dalam Perjanjian Lama, misalnya, air yang meluas mengamuk dari utara menjadi sungai yang membanjir menggambarkan musuh (Yer. 47:2), dan banjir besar adalah metafora untuk kesengsaraan. (Mzm. 32:6). Bencana seperti itu keluar dari mulut naga, menggambarkan tipu daya Setan, menyerang, memfitnah, menuduh, menggunakan kebohongan, menggunakan kata-kata jahat, dan ajaran guru palsu untuk mencoba mengambil orang-orang percaya dan membuat mereka meninggalkan serta mencampakkan Allah, atau memecah-belah gereja, berserakan seperti disembur deras sungai, bahkan mencelakai, memfitnah, menindas, menenggelamkan gereja. Namun, jangan takut, bumi … membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu (ayat 16), metafora ini berasal dari nyanyian Musa di kitab Keluaran, yang berarti bahwa Allah melakukan mukjizat untuk menghancurkan musuh, sama seperti Allah membuat tentara Mesir ditelan habis saat mengejar umat Allah (Kel. 15:12)!

Dalam paragraf pertama, perempuan itu melarikan diri ke padang gurun telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah (ayat 6). Dalam bagian ketiga ini, dituliskan deskripsi yang lebih terperinci tentang pelarian perempuan itu ke padang belantara: diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, sehingga ia mampu terbang ke tempatnya di padang gurun (ayat 14). Gambar ini juga berasal dari Keluaran Mesir, menggambarkan betapa menakjubkan orang Israel ketika mereka keluar dari Mesir, seolah-olah mereka didukung dan digendong di atas sayap rajawali yang besar serta dapat terbang, ini sebenarnya adalah keselamatan Allah (lih. Kel. 19:4; Ul. 32:11-12).

Ini mirip dengan pengalaman kita saat ini. Orang yang melayani Tuhan sering mengalami pemeliharaan khusus dari Tuhan dalam keadaan sulit. Kadang-kadang sangat sukar untuk dijelaskan, bagaimana bersukacita di tahun-tahun penuh penderitaan yang sulit, untuk menikmati kelimpahan hidup, seperti ada Manna untuk makan, itu ajaib luar biasa, itu adalah dipelihara oleh Tuhan (ayat 6, 14). Juga, di dalam kekosongan hutan belantara yang tidak menyediakan apapun, Tuhan telah mempersiapkan tempatnya bagi kita, ini tidak merujuk pada sebuah ruangan tempat, tetapi menunjuk pada kehadiran Allah di mana saja, kapan saja, untuk jauh dari tempat ular itu hindarkan kita dari yang jahat, tempat teraman adalah di mana Allah berada (ayat 14b)!

Renungkan:

Orang-orang Israel melarikan diri dari Mesir, berjalan melalui padang belantara, melewati tempaan, dan akhirnya memasuki Kanaan. Pengalaman mereka dicatat dalam Alkitab dan berulang kali dikutip sebagai pelajaran bagi umat Allah. Pelajaran apa yang dapat saya lihat dalam ayat-ayat hari ini?

Ketika orang menghadapi penderitaan, mereka dapat mencoba bermain untuk gembira dalam kepahitan, tetapi hanya mereka yang memiliki iman kepada Tuhan yang dapat mengalami berkat dalam penderitaan. Apakah Anda mencoba bermain untuk gembira dalam kepahitan, ataukah Anda sudah mengalami berkat dalam penderitaan?


Renungan pemahaman kitab Wahyu (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 10-22 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan September 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Daniel 12:5-13

「Kiranya Tuhan Senantiasa Menemui Engkau Setia」

Tidak penting berkutat menghitung kapan waktu konkritnya, tetapi terlebih penting apa yang perlu dipersiapkan.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 12:5-13 [ITB])
5Kemudian aku, Daniel, melihat, maka tampaklah berdiri dua orang lain, seorang di tepi sungai sebelah sini dan yang lain di tepi sungai yang sebelah sana. 6Dan yang seorang bertanya kepada yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu: “Bilakah hal-hal yang ajaib ini akan berakhir?”
7Lalu kudengar orang yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu bersumpah demi Dia yang hidup kekal, sambil mengangkat tangan kanan dan tangan kirinya ke langit: “Satu masa dan dua masa dan setengah masa; dan setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi!”
8Adapun aku, memang kudengar hal itu, tetapi tidak memahaminya, lalu kutanya: “Tuanku, apakah akhir segala hal ini?”
9Tetapi ia menjawab: “Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman. 10Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya. 11Sejak dihentikan korban sehari-hari dan ditegakkan dewa-dewa kekejian yang membinasakan itu ada seribu dua ratus dan sembilan puluh hari. 12Berbahagialah orang yang tetap menanti-nanti dan mencapai seribu tiga ratus tiga puluh lima hari.
13Tetapi engkau, pergilah sampai tiba akhir zaman, dan engkau akan beristirahat, dan akan bangkit untuk mendapat bagianmu pada kesudahan zaman.”

Kitab Daniel 12:5-13 adalah sebuah nubuat paling akhir dari kitab ini, juga adalah kata penutup bagi keseluruhan kitab. Malaikat sekali lagi membawa Daniel ke tepi sungai. Salah satu dari antara dua orang malaikat mengajukan pertanyaan yang krusial penting bagi Daniel dan umat yang ditawan: 「Bilakah hal-hal yang ajaib ini akan berakhir?」 (Dan. 12:6). Dalam masa kesusahan besar, masih harus menunggu berapa lama, kesulitan baru akan berlalu?

Malaikat yang ada di seberang tepi sungai menjawab: 「Satu masa dan dua masa dan setengah masa; dan setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi! 」 「Satu masa dan dua masa dan setengah masa」 segera membuat kita teringat pasal 7 (lihat renungan Daniel 7:13-28 ) yang menyebutkan umat kudus akan menerima aniaya dari「tanduk kecil」 (Anti-Kristus) selama 「satu masa dan dua masa dan setengah masa」 (Dan. 7:25). Malaikat tidak memberikan sebuah tanggal yang konkrit, namun memberikan petunjuk bahwa saat Anti-Kristus akhir zaman muncul, dan setelah hari akhir barulah hal-hal itu keseluruhannya akan digenapi (Dan. 12:7).

Teks sebelumnya menyatakan akhir dari umat yang setia beriman dan yang durhaka akan sama sekali berbeda, yang setia mendapatkan hidup kekal, yang durhaka menerima kehinaan dan kemuakan kengerian selamanya. Perhentian akhir mereka, sesungguhnya diputuskan berdasarkan kehidupan iman mereka di atas bumi. Orang benar akan bertekun, menjaga kesucian, bersabar menerima tempaan (「disucikan dan dimurnikan dan diuji」), karena memahami kehendak dan rencana Allah; Orang fasik justru menuruti nafsu menjalankan kejahatan 「berlaku fasik」(Dan. 12:10). Kitab Daniel menggabungkan karakteristik dari sastra hikmat dan sastra apokaliptik, mendorong pembaca bersemangat menjadi 「orang bijak」 berhikmat, yakni bersandar kepada Allah, waspada menuruti dan menjalankan perintah-Nya; Malaikat juga memberikan sebuah pandangan kekal yang melampaui zaman: Allah adalah Tuhan pemegang kendali sejarah, Dia adalah alfa (awal), Dia adalah omega (akhir), Dia dalam kekekalan telah menetapkan rencana, juga pasti menggenapkannya. Umat milik Allah, saat menerima penyingkapan (penyataan) ini, mata harus terfokus pada pengharapan yang kekal, dengan demikian akan mengerti bagaimana cara hidup dalam saat ini, mempersiapkan diri menyambut bertemu Tuhan.

Saat Daniel mengejar lagi dalam pertanyaan, Malaikat memberi dua petunjuk menyangkut waktu: seribu dua ratus dan sembilan puluh hari (1200 + 90 hari), dan seribu tiga ratus tiga puluh lima hari (1335 hari) (Dan. 12:11-12). 「Seribu dua ratus dan sembilan puluh hari」,  「setengah tujuh masa」 (Dan. 9:27), dan 「satu masa dan dua masa dan setengah masa」 (Dan. 12:7) ketiganya adalah satu jenis yang sama, semuanya menunjuk masa waktu umat Allah menerima siksaan dari kaki tangan Anti-Kristus. Selama masa menderita, umat kudus harus bersabar menantikan datangnya Kerajaan Allah, setelah genap menanti seribu dua ratus dan sembilan puluh hari (1200 + 90 hari) tetap belum cukup, justru hendak menunggu sampai genap seribu tiga ratus tiga puluh lima hari (1335 hari). Kedua macam masa ini adalah bahasa apokaliptik, adalah untuk menonjolkan pentingnya 「bersabar tetap menanti-nanti」.

Malaikat tidak memberi perintah kepada Daniel untuk menghitung tanggal konkritnya, hanya berpesan: 「Tetapi engkau, pergilah sampai tiba akhir zaman, dan engkau akan beristirahat, dan akan bangkit untuk mendapat bagianmu pada kesudahan zaman」 (Dan. 12:13). Daniel yang sudah lanjut usia, telah mengalami pergantian dinasti, telah mengakhiri pertempuran yang baik, telah mencapai garis akhir dari jalan yang harus ia lalui, telah memelihara iman, dapat dengan tenang menantikan bagian yang disimpan bagi dia (2 Tim. 4:7-8) (「telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya」).

Enam pasal pertama dari kitab Daniel, telah mencatat pengalaman umat Allah yang ditawan bangsa asing dan sejarah istana, di antaranya adalah penglihatan yang memberikan petunjuk tentang arah pergerakan sejarah umat manusia: kuasa kerajaan di antara manusia tidak peduli betapa kuat berjaya, pada akhirnya tidak mampu melawan pergantian zaman, dan makin lama makin menurun keadaannya, satu dinasti tidak sebanding dinasti sebelumnya, berakhir seperti debu bertebaran hilang seperti asap.

Setengah bagian belakang kitab Daniel, mencatat penyingkapan penting menyangkut zaman akhir: kuasa kerajaan di atas bumi membawa sifat aslinya yakni kejahatan, tiada henti saling sikut saling menggantikan, Anti-Kristus masa akhir muncul, memandang rendah dan menista Allah serta menyiksa aniaya umat Allah lebih lagi sampai titik paling tinggi. Orang percaya yang setia menjaga kesucian harus mengalami kesusahan besar yang tidak ada bandingan sebelumnya, hanya dapat bersandar kepada Tuhan untuk berdiri dengan kokoh, teguh berharap. Daniel bersama teman mengalami perapian menyala-nyala atau lubang singa, tepat menunjukkan tantangan yang hendak dihadapi orang percaya yang setia menjaga kesucian. Teladan hidup yang mereka tinggalkan seperti pelangi yang mengelilingi kita, marilah kita berlari dengan tekun menyelesaikan lintasan jalan yang diwajibkan bagi kita (Ibrani 12:1).

Renungkan: tidak peduli bagaimanapun keadaannya, Allah tetap memegang kendali. Ini adalah berita yang menembus keseluruhan kitab Daniel. Allah adalah Yang Maha Tinggi, Tuhan atas sejarah, tangan-Nya memimpin pergerakan majunya roda raksasa zaman, semua digenapkan berdasarkan rencana-Nya. Walaupun kuasa kerajaan yang di atas bumi sangat kejam jahat, bertindak semaunya; walau sepertinya darah umat Allah mengalir sia-sia, kesetiaan kesucian mereka juga tidak segera mendapatkan hadiah, berita kitab Daniel justru jelas mengingatkan kita: semua di dalam tangan Allah ada masa yang ditetapkan, kekelaman bukanlah tanpa akhir, Terang pasti harus datang.
Tidak peduli bagaimanapun keadaan, 「engkau hendak berdiri di samping Tuhan」.

Daniel dipisahkan untuk dikuduskan, mampu bertahan dalam kesetiaan kesucian, tidak dapat dipisahkan dari kehidupan doanya. Daniel adalah seorang doa. Saat mengambil resiko mati menolak santapan raja, ia berdoa; menghadapi pencelakaan fitnah, ia berdoa; dalam lubang singa bersama singa yang kelaparan, ia berdoa; dalam kesedihan bersatu atas nasib bangsanya, ia berdoa; bahkan dalam permohonan yang terus belum mendapat jawaban, ia tetap dalam iman bersikeras berdoa.

Mohon Tuhan membantu kita, seumur hidup meneladani Daniel, menjadi orang berdoa, sungguh-sungguh menghidupi pengharapan, sampai bertemu muka dengan Tuhan. Sampai hari itu, kita hendak bersama orang-orang kudus masa lalu yang beriman setia bersama-sama bangkit, menerima Kerajaan kekal.

Tidak penting berkutat menghitung kapan waktu konkritnya, tetapi terlebih penting apa yang perlu dipersiapkan.

Daniel 7:13-28

「Tetap Setia Berapapun Harga yang Dibayar」

Jalan yang harus dilalui umat kudus Allah untuk menuju dan mencapai …

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 7:13-28 [ITB])
13Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. 14Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.
15Maka aku, Daniel, terharu karena hal itu, dan penglihatan-penglihatan yang kulihat itu menggelisahkan aku. 16Lalu kudekati salah seorang dari mereka yang berdiri di sana dan kuminta penjelasan tentang semuanya itu. Maka berkatalah ia kepadaku dan diberitahukannyalah kepadaku maknanya:
17Binatang-binatang besar yang empat ekor itu ialah empat raja yang akan muncul dari dalam bumi; 18sesudah itu orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi akan menerima pemerintahan, dan mereka akan memegang pemerintahan itu sampai selama-lamanya, bahkan kekal selama-lamanya.
19Lalu aku ingin mendapat penjelasan tentang binatang yang keempat itu, yang berbeda dengan segala binatang yang lain, yang sangat menakutkan, dengan gigi besinya dan kuku tembaganya, yang melahap dan meremukkan dan menginjak-injak sisanya dengan kakinya; 20dan tentang kesepuluh tanduk yang ada pada kepalanya, dan tentang tanduk yang lain, yakni tanduk yang mempunyai mata dan yang mempunyai mulut yang menyombong, yang tumbuh sehingga patahlah tiga tanduk, dan yang lebih besar rupanya dari tanduk-tanduk yang lain.
21Dan aku melihat tanduk itu berperang melawan orang-orang kudus dan mengalahkan mereka, 22sampai Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan.
23Maka demikianlah katanya:
Binatang yang keempat itu ialah kerajaan yang keempat yang akan ada di bumi, yang akan berbeda dengan segala kerajaan dan akan menelan seluruh bumi, menginjak-injaknya dan meremukkannya.
24Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu. Sesudah mereka, akan muncul seorang raja; dia berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan akan merendahkan tiga raja. 25Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
26Lalu Majelis Pengadilan akan duduk, dan kekuasaan akan dicabut dari padanya untuk dimusnahkan dan dihancurkan sampai lenyap. 27Maka pemerintahan, kekuasaan dan kebesaran dari kerajaan-kerajaan di bawah semesta langit akan diberikan kepada orang-orang kudus, umat Yang Mahatinggi: pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang kekal, dan segala kekuasaan akan mengabdi dan patuh kepada mereka.
28Sekianlah berita itu. Adapun aku, Daniel, pikiran-pikiranku sangat menggelisahkan aku, sehingga aku menjadi pucat; dan aku menyimpan hal itu dalam ingatanku.”

Malaikat Allah menjelaskan makna penglihatan kepada Daniel yang gelisah: empat binatang adalah empat raja yang akan bangkit, mereka sepertinya berkuasa memegang kendali di atas bumi, tetapi akhirnya yang akan mendapatkan Kerajaan sampai selama-lamanya adalah 「umat kudus dari Yang Maha Tinggi」 (lihat Rom. 1:7; 1Kor. 1:2; Fil 1:1). Umat yang setia kepada Allah, teguh menjaga iman adalah yang paling akhirnya akan memperoleh kemenangan, tetapi sebelum ini terjadi, umat kudus lebih dahulu menerima aniaya dari tanduk kecil, bersabar menderita, sampai Dia Yang Lanjut Usianya datang bagi mereka memberikan pembalasan dan keadilan, baru memasuki Kerajaan kekal.

Selama ini terdapat penjelasan yang berbeda-beda atas empat kerajaan yang disimbolkan dengan empat binatang. Sebenarnya empat kerajaan boleh dimengerti sebagai sebuah kesatuan yang memusuhi Allah dan umat-Nya, tepat sama seperti empat macam metal yang membentuk patung besar di fasal dua, boleh dipandang sebagai simbol sebuah kesatuan kuasa kerajaan di atas bumi, yang berbanding dengan Kerajaan kekal Allah. Malaikat selangkah lebih konkrit menjelaskan kebenaran tentang binatang yang keempat dan tanduk kecil kepada Daniel, yakni adalah kerajaan keempat dan raja yang bangkit kemudian. Raja ini hendak membuang iman ritual umat Allah, digantikan dengan membuat satu set ajaran dan aturan baru yang lain; dengan lain kata, umat kudus akan dipaksa bertekuk-lutut terhadap allah lain. Dalam kitab Daniel pasal 3, pengalaman ketiga teman dipaksa menyembah patung emas, adalah penjelasan yang paling konkrit.

Kemuliaan di kemudian, hinaan terlebih dahulu. Sebelum umat kudus menerima Kerajaan kekal terlebih dahulu harus bersabar menerima siksaan dan aniaya selama suatu waktu periode, Malaikat gambarkan sebagai 「satu masa dan dua masa dan setengah masa」 (Dan. 7:25, 12:7). Berdasarkan ciri khas sastra apokaliptik, satu masa dan dua masa dan setengah masa bukanlah makna secara literal tiga tahun setengah, tetapi menunjuk satu periode waktu yang tertentu. Walaupun di sini memakai bahasa simbolis, tetapi beritanya justru jelas: umat kudus hendaknya memiliki persiapan di dalam hati, menderita karena iman, dan teguh bertahan satu periode waktu, sampai saat Allah sendiri turun tangan secara langsung, memusnahkan raja tersebut; Kemudian barulah umat kudus menerima Kerajaan kekal (Dan. 7:26-27). Dalam mimpi Nebukadnezar, patung besar (bangsa-bangsa di antara manusia) pada akhirnya ditimpa sebuah batu yang terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia, dan patung itu digantikan olehnya (Dan. 2:44); selaras dengan berita yang disampaikan penglihatan di fasal tujuh atas binatang dan tanduk. Ternyata, memegang erat pengharapan ini, teguh bersabar dalam kesulitan aniaya sampai akhir, adalah jalan yang harus dilewati umat kudus menuju Kerajaan kekal dan kemuliaan.

Kitab Daniel pasal tujuh tidak hanya merupakan perpanjangan pasal dua, juga merupakan titik berat keseluruhan kitab Daniel, berita yang dibawakannya menjadi benang merah bagi keseluruhan kitab: kerajaan di antara manusia yang memusuhi melawan Allah pasti akan dihantam runtuh, Kerajaan yang didirikan Allah tetap kekal selama-lamanya; tanduk kecil (Anti-Kristus) melawan Yang Maha Tinggi, menganiaya umat kudus akan muncul di waktu akhir, menyiksa dengan brutal selama satu periode yang tertentu (satu masa dan dua masa dan setengah masa), paling akhir justru harus dikalahkan, dan Kerajaan kekal Allah akan ditegakkan.

Renungkan: berita dalam kitab Daniel pasal 7, sekali lagi mendorong semangat umat yang ditawan harus setia. Di hari akhir zaman, Anti-Kristus (lihat 1 Yoh. 2:18) pasti datang, umat kudus milik Allah pasti akan menderita menerima celaka dari tangannya, iman mengalami ujian yang demikian berat sekali. Berita dari kitab Daniel, justru bukan untuk membuat kita putus asa kehilangan nyali, sebaliknya mengingatkan kita bahwa ini adalah rencana yang Allah tentukan bagi akhir zaman. Sebagai umat Allah, satu-satunya respon yang patut adalah bersiap-sedia menderita, memegang teguh pengharapan, gigih bertahan sampai akhir; dengan demikian, pada akhirnya pasti akan mampu menerima Kerajaan yang merupakan milik Allah dan umat kudus-Nya dari tangan Dia 「Seorang seperti anak manusia」 (lihat Yes. 9:7; 11:1-9). Tepat seperti apa yang Daniel temui dalam penglihatan: 「Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan」 (Dan. 7:22). Dia 「Seorang seperti anak manusia」 (Dan. 7:13-14), dia adalah Messias yang dinantikan umat Israel, adalah Yesus Kristus yang menebus kita keluar dari gelap masuk ke dalam terang; Dia berdasarkan kehendak Allah mendapatkan kekuasaan, kemuliaan, Kerajaan, dan bangsa-bangsa akan mejadi milik Dia (lihat Kej. 49:8-12; Maz. 2).

Kiranya kita bersama rasul Yohanes satu hati berdoa: 「Amin, datanglah, Tuhan Yesus!」 (Why. 22:20)


(Kej. 49:8 [ITB])
8Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu.
9Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya?
10Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.
11Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.
12Matanya akan merah karena anggur dan giginya akan putih karena susu.