Tag Archives: Allah yang setia

Ester 1:1-3

「Latar Belakang Sebagai Fondasi Pemahaman」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Est. 1:1-3 [ITB])
1 Pada zaman Ahasyweros–dialah Ahasyweros yang merajai seratus dua puluh tujuh daerah mulai dari India sampai ke Etiopia–, 2 pada zaman itu, ketika raja Ahasyweros bersemayam di atas takhta kerajaannya di dalam benteng Susan, 3 pada tahun yang ketiga dalam pemerintahannya, diadakanlah oleh baginda perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya; tentara Persia dan Media, kaum bangsawan dan pembesar daerah hadir di hadapan baginda.

Bulan ini kita merenungkan Kitab Ester, mari kita secara sekilas melihat gambaran kasar latar belakang kisah dalam kitab ini.

Ester, Kidung Agung, Rut, Ratapan dan Kitab Pengkhotbah yang secara kolektif dikenal sebagai lima gulungan kecil (Megilloth), merupakan bagian dari 「Tulisan-tulisan Ketuvim」 (The Writings) yang adalah bagian ketiga dari Kitab Suci Ibrani Perjanjian Lama; Ester merupakan satu-satunya gulungan kitab dari lima gulungan kecil yang secara langsung berkaitan dengan perayaan-perayaan Yahudi, sedangkan perayaan Yahudi dalam sisa empat gulungan puisi hanya bersifat simbolis. Oleh karena itu, Ester ini juga dikenal sebagai 「Gulungan puisi terbaik.」 Setiap tahun ketika orang Yahudi merayakan hari raya Purim, mereka membaca kitab ini di rumah ibadat. Kitab ini memang sebuah buku unik, tidak hanya bahwa seluruh kisahnya terjadi di luar tanah perjanjian, terlebih lagi merupakan satu kitab yang sama sekali tanpa menyebutkan nama Allah. Namun tangan Allah selalu ada di belakang layar mengarahkan perkembangan peristiwa, dan mata hikmat Allah senantiasa memperhatikan dan memelihara umat-Nya, sebagaimana pemazmur katakan: 「Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel」 (Maz. 121:4).

Karena peristiwa yang dicatat oleh kitab Ester hanya tentang kelangsungan mati hidup bangsa Yahudi, di awal kitab dituliskan tentang kegembiraan dan kenikmatan pancaindera di Istana Persia, ditambah lagi di penghujung kitab ditutup dengan berakhirnya pembunuhan, pembaca secara sekilas akan agak sulit menerimanya. Pada kenyataannya, Ester hendak menjawab pertanyaan di dalam hati umat Allah selepas penawanan: sebenarnya perjanjian yang diadakan Allah dengan mereka apakah masih berlaku? Ketika kita membaca buku ini dengan hati-hati, kita menemukan bahwa melalui sejarah ini, Allah sudah menunjukkan bahwa Dia tidak pernah meninggalkan perjanjian-Nya dengan umat-Nya, dan Ia masih memelihara dan melindungi umat-Nya. Penulis kitab ini didasarkan pada fakta-fakta sejarah, menggunakan metode narasi Ibrani, menulis buku sejarah dramatis; sang penulis kitab tidak menguraikan secara terperinci pikiran, motif, sikap dan niat dari para tokoh dalam kisah, tetapi berfokus pada tindakan dan dialog para tokoh, dan memberikan kita pemahaman yang lebih mendalam atas tindakan Allah dan secara lebih kaya mengenal sifat-sifat Allah.

Ketika kita membaca Ester dengan teliti, kita akan menemukan bahwa ada suatu kekuatan yang tak terlihat dan tak terbendung di balik kisah, dan peristiwa-peristiwa yang akan tiba-tiba berbalik di ujung tanduk dan mengubah akhir yang diperkirakan. Plot perubahan atau liku menembus seluruh kisah, dan pengembangan plot berputar di sekitar acara-acara perjamuan yang berbeda. Ester mengulang tema kunci utama (motif), adalah 「pesta perjamuan」 (mishteh ‘). Kitab menggunakan tiga 「perjamuan ganda」 sebagai benang yang menebus seluruh kisah, di bagian awal adalah pesta besar Ahasyweros dengan para pejabat (Est. 1:2-4) dan pesta bersama rakyat biasa di Puri Susan (Est. 1:5-8), di bagian akhir adalah perayaan Purim secara nasional (Est. 9:17, 19) dan perayaan Purim di Puri Susan (Est. 9:18), di bagian tengah adalah dua perjamuan yang diadakan Ester bagi raja dan Haman (Est. 5:1-8; 7:1-9).

Dua perjamuan yang diadakan Ester merupakan klimaks dan titik balik dalam kitab ini, mendorong pengembangan kisah sampai ke puncak, dan seluruh situasi berbalik secara instan dan membuat orang Yahudi dalam keadaan jalan buntu kematian melalui celah sempit mendapatkan hidup. Seperti pepatah: 「Di hadapan hanya terlihat gunung tinggi yang tumpang tindih dan sungai yang deras mengalir, seperti di ujung tidak ada jalan lagi, namun di belokan terlihat desa penuh harapan dengan bunga bersemi」

Renungkan:

Bagaimana kondisi Anda saat ini?
Bagaimanapun itu, jangan pernah melupakan bahwa Tuhan masih setia menjaga perjanjian-Nya, dan Ia masih memelihara umat-Nya, anak-anak-Nya. Mari kita mempercayai-Nya dengan segenap hati kita.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Yeremia 1:11-16 (2)

「Penglihatan Periuk Mendidih」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 1:11-16 [ITB])
11 Sesudah itu firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: 「Apakah yang kaulihat, hai Yeremia?」 Jawabku: 「Aku melihat sebatang dahan pohon badam.」
12 Lalu firman TUHAN kepadaku: 「Baik penglihatanmu, sebab Aku siap sedia untuk melaksanakan firman-Ku.」
13 Firman TUHAN datang kepadaku untuk kedua kalinya, bunyinya: 「Apakah yang kaulihat?」 Jawabku: 「Aku melihat sebuah periuk yang mendidih; datangnya dari sebelah utara.」
14 Lalu firman TUHAN kepadaku: 「Dari utara akan mengamuk malapetaka menimpa segala penduduk negeri ini. 15 Sebab sesungguhnya, Aku memanggil segala kaum kerajaan sebelah utara, demikianlah firman TUHAN, dan mereka akan datang dan mendirikan takhtanya masing-masing di mulut pintu-pintu gerbang Yerusalem, dekat segala tembok di sekelilingnya dan dekat segala kota Yehuda. 16 Maka Aku akan menjatuhkan hukuman-Ku atas mereka, karena segala kejahatan mereka, sebab mereka telah meninggalkan Aku, dengan membakar korban kepada allah lain dan sujud menyembah kepada buatan tangannya sendiri.

Dalam ayat 13 Tuhan kedua kalinya bertanya kepada nabi Yeremia: 「Apakah yang kaulihat?」 Ia melihat 「Aku melihat sebuah periuk yang mendidih; datangnya dari sebelah utara.」 Penglihatan kedua Yeremia adalah periuk mendidih yang datang dari Utara dan condong miring, dan jika orang tersiram apa yang ada di dalam pot, ia pasti akan luka bakar yang sangat serius, sebuah penglihatan penuh ancaman. Dan kemudian Tuhan menjelaskan: 「Dari utara akan mengamuk malapetaka menimpa segala penduduk negeri ini.」 Itu berarti 「pasti akan ada bencana datang dari Utara,」 seperti periuk yang mendidih yang akan jatuh terbalik tumpah kepada kerajaan Yehuda, dan akan membuatnya terluka beserta dengan rakyat, seperti tersiram cairan panas yang ada dalam periuk ini.

「Utara」 merujuk kepada Babel, kekaisaran ini akan berdiri naik, pada akhirnya akan menghancurkan kerajaan Yehuda dan menawan rakyatnya. Hari ini kita tahu bahwa hal yang akan terjadi ini, tetapi pada waktu itu kerajaan Yehuda masih hidup dalam perdamaian dan negara aman stabilitas, dan tidak ada orang yang memperkirakan hal seperti itu bisa terjadi. Tuhan secara khusus membantu Yeremia terlebih dahulu melihat bahwa bencana akan datang, karena sebagai nabi harus tahu dan mengerti apa yang Tuhan lakukan di antaranya, cara Ia menjalankan dan tujuan akhirnya!

Di ayat 15, Tuhan melanjutkan memaparkan dengan jelas dan konkret tentang rencana-Nya: 「Aku memanggil segala kaum kerajaan sebelah utara, demikianlah firman TUHAN, dan mereka akan datang dan mendirikan takhtanya masing-masing di mulut pintu-pintu gerbang Yerusalem, dekat segala tembok di sekelilingnya dan dekat segala kota Yehuda.」 (Dalam CUVT hampir mirip dengan HCSB lebih memperjelas bahaya serangan 「… menyerang segala tembok di sekelilingnya dan menyerang segala kota Yehuda,」 mayoritas terjemahan Inggris menggunakan kata 「against) Itulah apa yang Tuhan katakan. Dan mereka akan datang, dan masing-masing akan mendirikan takhta di pintu gerbang Yerusalem, dan mengepung tembok sekelilingnya, dan akan menyerbu semua kota-kota Yehuda. Ayat ini dengan jelas memaparkan bahwa Tuhan hendak menyatukan negara-negara utara melawan kerajaan Yehuda, dan Yehuda harus menerima perang dan penghinaan kehancuran.

Mengapa Tuhan hendak 「memanggil kumpulan bangsa-bangsa dari Utara」 untuk menyerang umat-Nya, yakni bangsa-bangsa asing yang mereka pikir adalah bangsa-bangsa yang najis? Ayat 16 menceritakan alasannya: 「umat ini telah meninggalkan Aku dan membakar korban kepada allah lain dan sujud menyembah buatan tangan mereka sendiri, dan Aku akan menjatuhkan keputusan hukuman-Ku terhadap segala kejahatan mereka.」 Tuhan hendak memakai Babel untuk menghakimi 「segala dosa kejahatan」 dari umat Yehuda, yaitu dosa meninggalkan Tuhan. Tuhan dengan jelas menunjukkan bahwa mereka telah melakukan dosa paling menjijikkan bagi Dia, yakni dosa membelakangi berkhianat atas kebenaran Firman. Dengan menyembah berhala dan mempersembahkan korban kepada allah lain, mereka jelas-jelas melanggar perintah pertama dan kedua dari 10 perintah, dan karena itu Tuhan hendak menghakimi mereka, dan keputusan pengadilan adalah hendak memakai bangsa-bangsa asing menghukum umat-Nya sendiri.

Amsal 29:18 berkata: 「Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.」 「Liar tak terkendali 」arti adalah kehancuran binasa (perish)! Jika Manusia jika tidak melihat perbuatan Tuhan, dan tidak tahu rencana-Nya, ia akan tersesat, menyebabkan kerusakan dan binasa! Tugas seorang nabi adalah untuk mengetahui pikiran Tuhan dan arah yang seharusnya manusia pergi, dan dia harus melihat realitas yang lebih nyata, bukan hanya fenomena kulit luar yang dangkal dari dunia, tetapi kebenaran yang sesungguhnya dari suatu hal, sehingga tahu mengajarkan orang bagaimana membuat respon dan hidup.

Di mata manusia, perkembangan keadaan dunia sering di luar dugaan, tetapi Tuhan membuat seorang nabi tahu lebih dahulu, agar umat Tuhan tahu bahwa perang di muka bumi, konflik dan kebangkitan maupun kejatuhan suatu negara berada dalam kendali-Nya! Hari ini dunia yang kita hadapi adalah dunia yang berubah-ubah tanpa bisa diperkirakan hari esoknya, dunia yang penuh teror dan konfrontasi militer yang tiada henti, perselisihan agama dan konflik budaya; Tapi ini adalah keadaan akhir zaman yang dinubuatkan Alkitab, dan Tuhan kita tetap masih berkuasa, Ia duduk di atas takhta untuk mengadakan pengadilan. Tidak peduli bagaimana keadaan lingkungan yang kita hadapi, Tuhan masih memegang kuasa atas segala sesuatu!

Renungkan:

1. Di negara dan tempat Anda berada, apakah ada sesuatu dosa yang dilakukan kepada Tuhan? Apakah Anda bersedia berdoa bagi pengampunan dan perdamaian Tuhan untuk negara dan kota Anda?

2. Tuhan adalah kasih, tapi Dia juga adalah kudus, tidak akan mengabaikan dengan memandang dosa kesalahan sebagai bukan dosa! Mari kita meminta Roh Kudus untuk membantu kita introspeksi diri, untuk melihat apakah ada kejahatan dalam kehidupan kita yang tidak berkenan kepada Tuhan dan yang belum nyata sampai sekarang.


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Yeremia 1:11-16

「Penglihatan Pohon Badam Berbunga」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 1:11-16 [ITB])
11 Sesudah itu firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: 「Apakah yang kaulihat, hai Yeremia?」 Jawabku: 「Aku melihat sebatang dahan pohon badam.」
12 Lalu firman TUHAN kepadaku: 「Baik penglihatanmu, sebab Aku siap sedia untuk melaksanakan firman-Ku.」
13 Firman TUHAN datang kepadaku untuk kedua kalinya, bunyinya: 「Apakah yang kaulihat?」 Jawabku: 「Aku melihat sebuah periuk yang mendidih; datangnya dari sebelah utara.」
14 Lalu firman TUHAN kepadaku: 「Dari utara akan mengamuk malapetaka menimpa segala penduduk negeri ini. 15 Sebab sesungguhnya, Aku memanggil segala kaum kerajaan sebelah utara, demikianlah firman TUHAN, dan mereka akan datang dan mendirikan takhtanya masing-masing di mulut pintu-pintu gerbang Yerusalem, dekat segala tembok di sekelilingnya dan dekat segala kota Yehuda. 16 Maka Aku akan menjatuhkan hukuman-Ku atas mereka, karena segala kejahatan mereka, sebab mereka telah meninggalkan Aku, dengan membakar korban kepada allah lain dan sujud menyembah kepada buatan tangannya sendiri.

Yer. 1:11-16 mencatat dua penglihatan yang dilihat oleh nabi Yeremia, ini adalah yang pesan dari Allah yang harus disampaikan oleh nabi Yeremia. Dua 「penglihatan」 Yeremia merupakan pertanyaan Tuhan — 「Apakah yang kaulihat, hai Yeremia?」 — kedua penglihatan ini meringkas inti berita dari keseluruhan kitab Yeremia, maka semua bagian dari Kitab Yeremia berhubungan dengan kedua penglihatan. 「Apa yang engkau lihat?」 Biasanya merupakan kata-kata yang Tuhan tanyakan kepada hamba-Nya (misalnya: Amos 7:8; 8:2; Zakharia 4:2; 5:2). Tuhan akan memberikan penglihatan kepada hamba-hamba-Nya, sebagai pesan yang harus disampaikan oleh nabi kepada umat Allah.

Dalam penglihatan pertama, Yeremia melihat 「pohon badam (almond)」 (Yer. 1:11). Pengucapan bahasa Ibrani 「shaqed (pohon badam)」 sangat mirip dengan pengucapan kata 「shaqad (menjaga dengan waspada).」 Tuhan menjelaskan arti dari penglihatan ini 「Karena aku akan menjaga kata-kata-Ku dan mewujudkannya.」 (ITB menerjemahkan lebih fungsional sebagai 「… Aku siap sedia untuk melaksanakan firman-Ku」, bandingkan RSV dan mayoritas terjemahan Inggris 「… I am watching over my word to perform it」.) Pohon badam (almond) adalah tanaman lokal yang umum, pohon ini akan berbunga sebelum tumbuh daunnya, sehingga merupakan tanaman yang pertama berbunga di akhir musim dingin menjelang datangnya musim semi. Ketika orang melihat pohon badam (almond) berbunga, meskipun di sekitar masih menunjukkan pemandangan musim dingin, tapi orang akan tahu bahwa musim semi segera datang.

Penglihatan ini digunakan untuk menggambarkan Tuhan sendiri! Ketika bumi masih tidur dan orang-orang masih hidup dalam dosa, Tuhan tetap 「waspada berjaga / mengawasi」, memperhatikan keadaan sedang berkembang, dan apa yang Tuhan pernah katakan pasti akan menjadi 「direalisasikan」; karena Ia sendiri mengatakan 「Aku waspada menjaga kata-kata-Ku dan menggenapinya.」 Jadi Tuhan akan bertindak sesuai apa yang Ia pernah katakan. Yes. 55:10-11 juga terdapat perkataan yang sama: 「10 Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, 11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.」

Firman Tuhan tidak ada yang tidak dipenuhi, ketika saatnya tiba, maka akan digenapi, seolah-olah seperti melihat bunga pohon badam mekar, asal kami menunggu beberapa saat, musim semi pasti akan datang. Kita perlu tahu bahwa di musim dingin yang paling gelap dalam kehidupan kita, Tuhan masih tetap 「waspada berjaga」, dan perkataan-Nya adalah bunga badam yang bermekaran, yang memberi kita harapan, peringatan dan vitalitas daya hidup.

Tuhan 「waspada berjaga」 atas umat-Nya! Kenyataan ini merupakan sumber peringatan dan ketakutan bagi orang yang berbuat dosa kesalahan, membelakangi Firman kebenaran, dan yang tidak setia kepada Tuhan, karena penghakiman pada akhirnya akan datang, dan waktunya sudah tidak jauh; Tetapi untuk umat Tuhan yang setia, terutama mereka yang menderita bagi Tuhan, penglihatan pohon badam berbunga justru membawa pengharapan keselamatan dan kekuatan untuk bertekun sampai akhir.

Renungkan:

1. Bagaimanakah kondisi rohani Anda hari ini? Peringatan apa yang Tuhan berikan kepada Anda melalui pohon badam berbunga?

2. Apakah Anda hidup di dalam kegelapan yang dingin hari ini? Jangan lupa bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan, yang membawa janji, harapan dan kekuatan, karena Tuhan waspada menjaga Firman-Nya.


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Rut 1:1a

「Budi Kebaikan dalam Kekacauan Zaman 」

(Rut 1:1a [ITB])
1a Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel.

Terdapat pepatah orang Tionghoa: 「atap bocor bertemu hujan semalam tiada henti」, tepat yang dikatakan sebagai bencana beruntun! Kitab Rut dibuka dengan kekacauan politik dan bencana alam sebagai latar belakang. Penulis kitab dalam pembukaan menunjukkan bahwa kisah terjadi pada zaman Hakim-hakim memerintah, dan negara Israel juga terpuruk dalam bencana kelaparan. Sebuah keadaan yang membuat orang putus asa dan sedih!

Zaman Hakim-hakim memerintah dalam sejarah Israel termasuk di periode yang mana? Bagaimana keadaan masa itu? Berdasarkan perhitungan sejarah Israel, zaman Hakim-hakim adalah periode antara setelah Yosua meninggal (Hak. 1:1) dan Saul menjadi raja Israel (1Sam. 10) (Kira-kira 1200-1020 S.M.); Saat itu kedua-belas suku memerintah bersama, tidak ada raja, keagamaan kacau balau, umat meninggalkan Allah, kerusakan moral, penuh tindakan kekerasan, dan hukum Taurat tidak dipandang mata, suatu masa kegelapan. 「Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri (atau dari terjemahan Mandarin … setiap orang berbuat sekehendak dirinya sendiri) 」 (Hak. 17:6; 21:25), perkataan ini meringkaskan keadaan zaman Hakim-hakim memerintah.

Kisah Rut ini terjadi di periode yang mana dalam zaman Hakim-hakim? Penulis hanya mencatat secara kasar latar belakang masa itu, tetapi tidak memberitahukan pada masa Hakim yang mana. Para peneliti berpendapat ada dua petunjuk yang dapat digunakan untuk menafsirnya. Pertama, masa Israel berkuasa atas Moab adalah antara masa Ehud dan Yefta menjadi hakim-hakim, oleh karena itu kemungkinan kisah ini terjadi di masa tersebut. Kedua, Rut. 4:18-21 mencatat silsilah Boas sampai raja Daud ada empat generasi, jika dihitung jumlah tahun, bisa didapatkan perkiraan tahunnya. Namun sesuai perkataan Daniel I. Block seorang ahli teologi Perjanjian Lama: 「semua usaha mencari tahu kepastian tahun terjadinya kisah Rut adalah menerka-nerka.」 Di masa hakim yang mana terjadinya kisah ini bukanlah fokus dari penulis kitab, karena ia ingin meletakkan fokus pada beberapa tokoh saja. Penulis memulai catatannya dengan masa Halim-hakim, dan mengakhirinya dengan silsilah Daud, para pembaca setelah selesai membaca kitab Rut secara otomatis akan merasakan bahwa masa kegelapan Hakim-hakim telah berlalu, terbit ufuk fajar pengharapan, janji Allah akan segera digenapi, yakni akan segera datang masa didirikannya dinasti Daud.

Penulis kitab berharap Israel yang berada dalam kekacauan, tidak berpengharapan, setelah mendengarkan kisah Rut dapat menyalakan lagi iman kepercayaannya kepada Allah, teguh percaya bahwa Allah tidak melupakan mereka, juga tidak mencabut rencana keselamatan-Nya. Allah dalam sebuah keadaan yang ekstrim buruk, melalui sekelompok kecil tokoh kecil yang saling memperhatikan dan saling memelihara, dapat menggenapi rencana Allah yang besar. Memang masyarakat dalam situasi politik negara yang kacau, aturan telah runtuh, sukacita yang telah hancur, dapat dikatakan sangat buruk secara maksimum. Namun, bukankah Abraham, Isak, Yakub, para leluhur ini juga mengalami bencana kelaparan, kehidupan sulit dalam pengungsian? Tetapi Allah YAHWEH tidak meninggalkan mereka, di dalam kesulitan sering tersembunyi rencana Allah bagi umat-Nya. Dan perbuatan-Nya selalu tidak dapat diterka-terka manusia, tepat seperti siapa yang menduga janji tentang Mesias akan digenapi melalui seorang wanita Moab yang tidak terkenal?

Charles Dickens dalam pembukaan 《Dongeng dua kota》 (A Tale of Two Cities) mengatakan 「ini adalah masa yang terbaik, namun juga merupakan masa yang terburuk」. Kisah Rut dapat dikatakan terjadi pada masa yang terbaik, juga dapat dikatakan terjadi pada masa yang terburuk, pada masa yang bagaimana adalah tergantung apakah umat Allah merenungkan dengan hati, memahami tindakan Allah di belakang layar yang tersembunyi!

Renungkan: apakah engkau berada dalam suatu masyarakat yang keadaannya membuat putus asa? Jangan lupa, Allah ada di latar belakang tersembunyi sedang bekerja, tugas kita adalah menjaga tanggung jawab kita, dengan setia menjalani hidup kekristenan kita, memperhatikan serta menolong orang-orang yang ada dalam kemampuan kita, apakah engkau bersedia?

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).