「Tabut Perjanjian dan Takhta Mulia」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Kel. 25:10-22 [ITB])
10 「Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya. 11 Haruslah engkau menyalutnya dengan emas murni; dari dalam dan dari luar engkau harus menyalutnya dan di atasnya harus kaubuat bingkai emas sekelilingnya.
12 Haruslah engkau menuang empat gelang emas untuk tabut itu dan pasanglah gelang itu pada keempat penjurunya, yaitu dua gelang pada rusuknya yang satu dan dua gelang pada rusuknya yang kedua.
13 Engkau harus membuat kayu pengusung dari kayu penaga dan menyalutnya dengan emas. 14 Haruslah engkau memasukkan kayu pengusung itu ke dalam gelang yang ada pada rusuk tabut itu, supaya dengan itu tabut dapat diangkut. 15 Kayu pengusung itu haruslah tetap tinggal dalam gelang itu, tidak boleh dicabut dari dalamnya.
16 Dalam tabut itu haruslah kautaruh loh hukum, yang akan Kuberikan kepadamu.
17 Juga engkau harus membuat tutup pendamaian dari emas murni, dua setengah hasta panjangnya dan satu setengah hasta lebarnya.
18 Dan haruslah kaubuat dua kerub dari emas, kaubuatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu. 19 Buatlah satu kerub pada ujung sebelah sini dan satu kerub pada ujung sebelah sana; seiras dengan tutup pendamaian itu kamu buatlah kerub itu di atas kedua ujungnya. 20 Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas, sedang sayap-sayapnya menudungi tutup pendamaian itu dan mukanya menghadap kepada masing-masing; kepada tutup pendamaian itulah harus menghadap muka kerub-kerub itu.
21 Haruslah kauletakkan tutup pendamaian itu di atas tabut dan dalam tabut itu engkau harus menaruh loh hukum, yang akan Kuberikan kepadamu.
22 Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau dan dari atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara dengan engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada orang Israel.」
Pembangunan Tabernakel, pertama-tama dibicarakan tentang Tabut Perjanjian, ini merupakan satu-satunya instrumen ritual yang ditempatkan di ruang maha kudus, menjelaskan status dan kepentingannya yang sakral. Tabut perjanjian dibagi menjadi tiga bagian: (1) tabut itu sendiri, (2) tutup pendamaian, dan (3) kerub.
Tabut perjanjian itu sendiri adalah kotak kayu persegi panjang yang terbuat dari kayu penaga (kayu akasia), bagian luar dan dalamnya disalut dengan emas murni yang berharga. Tabut ini bentuknya sederhana dan berukuran kecil, panjangnya sekitar 122 cm, lebar 76 cm, dan tinggi 76 cm (dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya). Di sisi atas ada bingkai emas sekelilingnya, empat gelang emas pada keempat kaki, kedua sisi terdapat kayu pengusung yang disalut dengan emas, kayu pengusung terpasang untuk mengangkut memindahkan tabut.
Bagian atas tabut perjanjian adalah tutup pendamaian, yang panjang dan lebarnya sama dengan tabut, sebagai penutup atas tabut. Tutup pendamaian juga dapat diartikan sebagai takhta pendamaian, setiap tahun pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh adalah hari Pendamaian, imam besar akan memasuki tempat maha kudus untuk mengadakan pendamaian di depan tabut perjanjian (Imamat 16:15-16).
Di atas tutup pendamaian (takhta pendamaian), ada dua kerub, malaikat Allah, terbuat dari emas murni. Kedua kerub itu terhubung satu sama lain di kedua ujung takhta pendamaian, yang menunjukkan bahwa mereka bekerja sama untuk menyelesaikan tugas dari Allah. Kedua kerub itu melebarkan sayapnya tinggi-tinggi dan dalam postur terbang, yang melambangkan tindakan cepat dan jarak tak terbatas. Kedua kerub itu muka menghadap ke arah tutup pendamaian, menunjukkan bahwa mereka mengabdikan diri untuk melayani dan tidak ada yang bisa mengganggu.
Renungkan:
(1) Takhta dan tumpuan kaki: kemuliaan Allah dinyatakan pada tutup pendamaian, setara dengan takhta-Nya, dan tabut perjanjian adalah tumpuan kaki-Nya. TUHAN adalah Raja Agung, dari sini Ia memberi perintah dan memerintah Kerajaan.
(2) Tinggi melampaui (transenden) dan datang dekat: Allah ada di surga, dan kemuliaan-Nya melebihi langit. Tetapi Ia rela meninggalkan kemuliaan, datang di antara manusia. Kemuliaan-Nya antara kedua kerub di tutup pendamaian. Ini adalah manifestasi konkret yang paling nyata dari penyertaan kehadiran TUHAN terhadap umat-Nya.
(3) Kemuliaan dan sederhana: tabut perjanjian dari kayu akasia disalut emas, emas murni simbol kemuliaan Allah, tetapi bentuk yang sederhana, menjelaskan bahwa tidak ada apa pun yang dapat menambah kemuliaan Allah.
(4) Hukum dan kasih karunia: di atas tabut perjanjian ada tutup pendamaian yang melambangkan penebusan dan keselamatan, dan di dalam tabut perjanjian ada kedua loh yang mewakili hukum Taurat Allah. Keduanya dianugerahkan oleh Allah, berada di kedalaman tempat maha kudus, mereka menunjukkan sifat suci Allah, inti dari iman dan etika.
(5) Ibadah penyembahan dan wahyu penyataan: tabut perjanjian dan takhta pendamaian adalah tempat di mana Allah dan manusia bertemu. Takhta pendamaian juga merupakan tempat Allah mengungkapkan dan menyatakan wahyu kebenaran, Musa sering masuk datang ke hadapan takhta pendamaian tabut perjanjian untuk mendapatkan makanan rohani dan membagikannya kepada umat-Nya.
Renungan pemahaman Kitab Keluaran
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.