Tag Archives: Kitab Mazmur

Mazmur 23

「TUHAN, Gembalaku」
Panggilan dan Pembaruan Hidup


Oleh Rev. Dr. Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Mazmur 23 [ITB])
1 Mazmur Daud.
TUHANlah gembalaku, takkan kekurangan aku.
………2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau,
Ia membimbing aku ke air yang tenang;
………3 Ia menyegarkan jiwaku.
Ia menuntun aku di jalan yang benar
demi nama-Nya.
4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,
………aku tidak takut bahaya,
sebab Engkau besertaku;
………gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang meneguhkan aku.
5 Engkau menyediakan hidangan bagiku,
………di hadapan lawan-lawanku;
Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak;
………pialaku penuh melimpah.
6 Kebaikan dan kasih setia belaka akan mengikuti aku,
………seumur hidupku;
dan aku akan tinggal dalam Rumah TUHAN
………sepanjang masa.


Renungan pemahaman Penggilan dan Pembaruan 2026

Renungan Topikal Ěr Dào

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 「Panggilan dan Pembaruan」 ditulis oleh Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯) yang dipublikasikan pada bulan April 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Mazmur 51:10-12

「Hati yang tahir, roh yang teguh」
Panggilan dan Pembaruan Hidup


Oleh Rev. Dr. Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Mazmur 51:10-12 [ITB])
10 Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah,
………dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
11 Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu,
………dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
12 Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan
karena selamat yang dari pada-Mu,
………dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!


Renungan pemahaman Penggilan dan Pembaruan 2026

Renungan Topikal Ěr Dào

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 「Panggilan dan Pembaruan」 ditulis oleh Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯) yang dipublikasikan pada bulan April 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Mazmur 40:6-8

「Melakukan kehendak-Nya」
Panggilan dan Pembaruan Hidup


Oleh Rev. Dr. Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Mazmur 40:6-8 [ITB])
6 Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian,
………tetapi Engkau telah membuka telingaku;
………korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.
7 Lalu aku berkata: Sungguh, aku datang;
………dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;
8 aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku;
………Taurat-Mu ada dalam dadaku.


Renungan pemahaman Penggilan dan Pembaruan 2026

Renungan Topikal Ěr Dào

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 「Panggilan dan Pembaruan」 ditulis oleh Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯) yang dipublikasikan pada bulan April 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Mazmur 31:19-24-Prapaskah

「Percaya, bersandar dan memandang kepada Allah」

Oleh Rev. Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mazmur 31:19-24 [TB2])
14 Tetapi, aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN,
………aku berkata, Engkaulah Allahku!
15 Nasibku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku
………dari tangan musuh-musuh yang mengejar aku!
16 Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu,
………selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!
17 TUHAN, janganlah biarkan aku dipermalukan,
………sebab aku berseru kepada-Mu;
biarlah orang-orang fasik dipermalukan
………dan turun ke dunia orang mati dan bungkam.
18 Biarlah bibir dusta menjadi kelu,
………yang mencaci maki orang benar
………dengan kecongkakan dan penghinaan!

19 Alangkah limpahnya kebaikan-Mu
………yang telah Kausediakan bagi
orang yang takut akan Engkau,
………yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu,
………di hadapan manusia!
20 Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu
………terhadap persekongkolan orang-orang;
Engkau melindungi mereka dalam pondok
………terhadap lidah yang senang berbantah.
21 Terpujilah TUHAN yang telah memperlihatkan kasih setia-Nya yang ajaib kepadaku
………dalam kota yang berkubu.
22 Dalam kepanikanku aku pernah berkata:
………Aku telah terbuang dari hadapan mata-Mu.
Tetapi, sesungguhnya Engkau mendengarkan suara permohonanku,
………ketika aku berteriak kepada-Mu minta tolong.
23 Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang dikasihi-Nya!
………TUHAN menjaga orang-orang yang setia,
tetapi orang-orang yang berbuat congkak
………diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung.
24 Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu,
………hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!

Perikop ini dimulai dengan frasa Alangkah limpahnya kebaikan-Mu … di ayat 19, yang dimulai dengan Alangkah … menunjukkan banyak . Kata banyak juga muncul di ayat 13, yang menunjukkan bahwa pemazmur mendengar gunjingan orang banyak. Penggunaan banyak menciptakan kontras. Sebelumnya, begitu banyak gunjingan dari orang banyak yang memusuhi dia, tetapi kini sang pemazmur menjelaskan betapa banyak kebaikan dan kasih karunia Allah. Di mana ada banyak celaan gunjingan, di situ akan ada lebih banyak rahmat Allah.

Ayat 19-20 berfokus pada Engkau, yaitu, TUHAN, yang menunjukkan bahwa sang pemazmur adalah orang yang takut akan Engkau dan berlindung pada-Mu. Ayat 20 menggunakan TUHAN sebagai orang kedua Engkau untuk menggambarkan bagaimana Allah memperlakukan sang pemazmur, termasuk Engkau menyembunyikan … dan Engkau melindungi … Gambaran yang digunakan adalah tempat berlindung. Kata berlindung berarti perlindungan terhadap bencana, sedangkan kata naungan dan pondok (gubuk/rumah) semuanya berhubungan dengan konsep perlindungan. Apa itu tempat perlindungan? Latar belakang perlunya tempat perlindungan adalah adanya penderitaan. Ini bukan tempat yang terlalu luas dan nyaman, tetapi tempat ini tepat untuk melindungi diri dari bencana, pengaturan yang tepat seperti yang dibutuhkan ini adalah pengaturan yang ditetapkan oleh TUHAN untuk melindungi kita secara rahasia. TUHAN yang melindungi secara rahasia memperlihatkan bahwa Ia adalah Allah yang tersembunyi. Seringkali Dia melakukan banyak hal tanpa kita sadari. Dia telah melakukan segala sesuatunya sampai sekarang tanpa perlu mempertanggungjawabkan kepada manusia, tanpa persetujuan, tanpa sepengetahuan, dan tanpa mendengarkan pendapat manusia. Dia bekerja secara rahasia di tengah-tengah kesulitan kita, supaya kita cukup dihindarkan dari pertengkaran kata-kata dan menghindarkan kita dari tipu daya manusia.

Ayat 21 dimulai dengan Terpujilah TUHAN, dan di awal berfokus pada aku. Ayat 21 tidak menyebutkan tempat berlindung yang cukup, tetapi kota berkubu yang lebih dari cukup. Suatu hari nanti, Allah akan membuat kebaikan-Nya kepada pemazmur di kota berbenteng ini. Akan tetapi, iman kepada Allah seperti itu juga mencakup keraguan terhadap dirinya sendiri, ayat 22 dimulai dengan dalam kepanikanku (ואני ă·nî), sang pemazmur teringat akan apa yang pernah dikatakannya kepada dirinya sendiri, Aku telah terbuang dari hadapan mata-Mu. Kalimat ini mengandung kata dari hadapan (נגד ne·ḡeḏ), yang secara harfiah dapat diterjemahkan menjadi meninggalkan dari hadapan mata-Mu, dan kata dari hadapan disebutkan dalam ayat 20, Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan (hadapan) wajah-Mu. Sang pemazmur memakai kata ini untuk menggambarkan keadaannya yang bertentangan, ketika menghadap Allah dalam penderitaannya, di satu sisi, di ayat 20 ia menyatakan bahwa Allah pasti akan menyembunyikannya dalam naungan (hadapan) Allah, di sisi lain, ayat 22 menjelaskan bahwa pemazmur terputus dari hadapan mata Allah.

Dalam situasi yang bertentangan terkait di hadapan Allah ini, pemazmur memutuskan untuk mengatakan tetapi (however) di ayat 22b Tetapi, sesungguhnya Engkau mendengarkan suara permohonanku, ketika aku berteriak kepada-Mu minta tolong.Pemazmur menggunakan bentuk kata kerja “telah terjadi” untuk menjelaskan bahwa Allah telah mendengarkan suara permohonan pemazmur, di sini bentuk kata kerja “telah terjadi” ini mungkin merupakan bentuk yang bersifat “profetik kelak tetapi seperti telah terjadi” (prophetic perfect). Sekalipun telah mendengarkan ini merupakan sesuatu yang akan terjadi di masa mendatang, sang pemazmur yakin betul bahwa peristiwa di masa mendatang itu pasti akan terjadi, seakan-akan telah mendengarkan ini sudah terjadi di masa lampau. Dengan demikian, mazmur ini mengajarkan kepada kita bahwa di tengah kehidupan yang penuh pertentangan dan juga dalam hubungan kita dengan Allah, kita membutuhkan sebuah tetapi, yang bersifat “profetik kelak tetapi seperti telah terjadi.” Dengan demikian, makna teologis disisipkan ke dalam frasa Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku.

Refleksi:
TUHAN adalah tempat perlindungan kita. Dia mendengarkan kita dan menyelamatkan kita!


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Mazmur 2017

Renungan pemahaman Kitab Mazmur

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 31 Prapaskah ditulis oleh Rev. Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan April 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Mazmur 31:9-13-Prapaskah

「Kasihanilah aku di saat aku dalam kesusahan」

Oleh Rev. Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mazmur 31:9-13 [TB2])
9 Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak;
………mataku kabur dan jiwa ragaku merana karena sakit hati.
10 Hidupku dihabiskan dalam duka
………dan tahun-tahunku dalam keluh kesah;
kekuatanku merosot karena sengsaraku,
………dan tulang-tulangku menjadi rapuh.
11 Aku menjadi celaan bagi semua lawanku,
………beban bagi tetangga-tetanggaku,
dan mengejutkan bagi kenalan-kenalanku;
………mereka yang melihat aku di jalan melarikan diri.
12 Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati,
………telah menjadi seperti tempayan yang pecah.
13 Sebab aku mendengar gunjingan orang banyak,
………– kegentaran datang dari segala jurusan! –
mereka bersama-sama bermufakat mencelakakan aku,
………mereka bermaksud mencabut nyawaku.

Dalam kalimat Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku terdapat kata nyawa(רוח ravach), kata ini tidak dapat diterjemahkan sekadar sebagai nyawa, tetapi memiliki arti seluruh kehidupan seseorang. Demikian pula, kata Ibrani נפש nephesh sering ditafsirkan bermakna jiwa , dalam Kejadian 2:7 menggambarkan TUHAN menghembuskan nafas ke dalam hidung manusia, dan manusia itu menjadi makhluk hidup (נפש חיה ḥay·yāh ne·p̄eš), jadi kita mengira yang dihembuskan Allah adalah jiwa, tapi sebenarnya bukan itu yang dimaksudkan, tetapi vitalitas hidup, karena kata נפש berarti kehidupan (life). Ketika kita melihat inti pusat dalam Mazmur 31:9-13, kita memahami bahwa bagian ini dimulai dengan jiwa (נפשי) (ayat 9), dan diakhiri dengan nyawaku (נפשי) (ayat 13), saling menggemakan antara awal dan akhir, dan sesuai dengan nyawaku (jiwaku/hidupku) dalam Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku. Jika kita hendak memahami makna Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku, kita perlu dengan cermat melihat kondisi kehidupan (jiwa) pemazmur dalam ayat 9-13.

Pertama, ayat 9-10 banyak menggunakan … ku untuk menggambarkan situasi pemazmur, termasuk aku merasa sesak, mataku, jiwaku (hidupku), ragaku, (ayat 9), hidupku, kekuatanku, tahun-tahunku, tulang-tulangku ( ayat 10), dst. Kebanyakan dari kata-kata itu adalah bagian dari tubuh pemazmur, dan kata-kata yang berhubungan dengan hidup termasuk jiwaku, hidupku dan tahun-tahunku, yang menunjukkan bahwa seluruh hidup pemazmur — yaitu, keadaan hidupnya — berada dalam keadaan sekarat. Hal yang sangat istimewa adalah uraian tentang dosa-dosaku (tidak terlihat dalam TB kekuatanku merosot karena sengsaraku, lihat KJV my strength fails because of mine iniquity), maksudnya adalah bahwa pemazmur tidak menganggap dirinya sebagai korban murni dan orang lain sebagai pelaku, sebab ketika ia menghadapi musibah dalam hidupnya, ia tidak sepenuhnya menyalahkan orang lain, tetapi mengakui bahwa ia mempunyai dosa, dan dosa inilah yang menjadi salah satu unsur penting yang membuat hidupnya sendiri sekarat dan kekuatannya merosot.

Ayat 9-10 menggambarkan status kehidupan pribadi pemazmur, sedangkan ayat 11-13 menggambarkan hubungannya dengan orang lain, di antaranya disebutkan lawanku, tetangga-tetanggaku, kenalan-kenalanku, dan mereka yang melihat aku di jalan (ayat 11). Apa yang dilakukan orang-orang ini dilihat dari sudut pandang pemazmur itu sendiri. Mereka mencela/mempermalukan sang pemazmur, lalu kenapa? Artinya, ketika mereka melihat pemazmur itu di jalan, mereka takut padanya dan menghindarinya. Hal ini merupakan perlakuan dingin yang disengaja (ayat 11), suatu tindakan kolektif dan intimidasi terhadap pemazmur, sehingga pada ayat 12 disebutkan aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati bahwa pemazmur tersebut dilupakan sama sekali dan menjadi seperti orang mati. Ini memperlihatkan bahwa ayat 3 memiliki topik berkaitan dengan tema hidup seperti ayat 9, tetapi ayat 13 menunjukkan kebalikan (kematian). Akhirnya, ayat 13 bukanlah perlakuan dingin, melainkan konspirasi gerombolan hendak menyerang sang pemazmur, dengan melontarkan banyak tuduhan, dan semua orang di sekelilingnya secara aktif berusaha untuk menyakiti sang pemazmur.

Namun, dalam menghadapi semua ini, doa pemazmur ada di ayat 9, Kasihanilah aku, ya TUHAN. Kita harus memberi perhatian khusus pada kata kasihani yang berarti kebaikan hati, atau artinya adalah ketika banyak orang menyerang dirinya, TUHAN secara khusus mengasihi dirinya di antara orang banyak. Asumsi dari kata ini adalah bahwa ada banyak orang di hadapan TUHAN, dan di antara kumpulan besar ini, Allah secara khusus baik kepada diri sang pemazmur. Oleh karena itu, Kasihanilah, atau kebaikan hati merupakan anugerah dari Allah. Bukan karena pemazmur itu telah berbuat sesuatu atau lebih baik dari yang lain, tetapi itu adalah 100 % kebaikan hati, atau anugerah.

Refleksi:
Ternyata, di saat-saat sulit, yang didoakan sang pemazmur adalah memohon kasih karunia Allah


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Mazmur 2017

Renungan pemahaman Kitab Mazmur

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 31 Prapaskah ditulis oleh Rev. Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan April 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Mazmur 31:3-8-Prapaskah

「Tuntunlah dan bimbinglah aku!」

Oleh Rev. Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mazmur 31:3-8 [TB2])
3 Sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku,
………dan demi nama-Mu tuntunlah dan bimbinglah aku.
4 Keluarkanlah aku dari jaring
………yang dipasang orang terhadap aku,
………sebab Engkaulah tempat perlindunganku.
5 Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku;
………tebuslah aku, ya TUHAN, Allah yang setia.
6 Engkau membenci orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia,
………tetapi aku percaya kepada TUHAN.
7 Aku hendak bersorak-sorak
dan bersukacita karena kasih setia-Mu,
………sebab Engkau telah menilik sengsaraku,
………telah mengetahui kesesakan jiwaku,
8 Engkau tidak menyerahkan aku ke tangan musuh,
………tetapi menegakkan kakiku di tempat yang lapang.

Hari ini marilah kita melanjutkan merenungkan makna dari ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku dan merenungkannya dalam konteks Mazmur 31.

Di ayat 3-4, sang pemazmur melanjutkan seruannya, tetapi terdapat peralihan isi permohonan. Kata-kata melepaskan dan menyelamatkan tidak lagi digunakan, tetapi sebagai gantinya ia berdoa agar tuntunlah dan bimbinglah aku. Kata-kata ini terutama memohon bimbingan arah. Mengapa pemazmur membutuhkan bimbingan langsung dari Allah? Hal ini terjadi karena sang pemazmur berada dalam jerat yang secara diam-diam dipasang untuknya oleh orang lain atau musuh, artinya, sulit walau ia waspada. Orang tidak dapat menemukan jalan keluar dari jerat ini, tidak dapat melepaskan diri. Kecuali ada arahan dari luar, jika tidak maka tetap tidak dapat keluar dan meninggalkan situasi ini. Demikian pula, ayat perikop ini juga mengungkapkan situasi bahwa seseorang tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri, seperti ayat 1-2. Hanya dengan campur tangan Allah, barulah manusia dapat terhindar dari jerat ini.

Ayat ini memuat catatan tambahan, demi nama-Mu. Nama TUHAN memiliki makna yang sangat khusus dalam Perjanjian Lama. Hal itu sering dikaitkan dengan sesuatu dalam pengalaman manusia tentang Allah: misalnya, Jehovah-jireh, Ebenezer, dan seterusnya. Allah sendiri tidak perlu mendefinisikan diri-Nya dengan sebuah nama, tetapi Dia bersedia untuk mendefinisikan nama-Nya dalam rangka agar manusia mengalami suatu peristiwa bersama-Nya. Dengan demikian, nama Allah pada gilirannya mendefinisikan suatu peristiwa tertentu dalam kehidupan, seolah-olah nama Allah ditetapkan bagi manusia supaya manusia mengingat sesuatu yang pernah dilakukan Allah bagi mereka. Dengan demikian, ketika sang pemazmur memohon agar TUHAN mengajar dan membimbingnya demi nama-Mu, itu sama dengan berdoa agar mendapat pengalaman lain tentang hal-hal yang berkaitan dengan TUHAN, yang akan menentukan nama lain bagi Allah.

Ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku berarti menyerahkan diri kita ke dalam tangan Allah dan membiarkan Dia menuntun arah kita. Ketika Allah memberi arah, nama Allah pun terlahir di hati kita.

Setelah itu, permohonan utama dalam Mazmur 31:5-8 adalah aku percaya bersandar, yang sebenarnya memiliki makna ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku. Ketika Yesus dan Stefanus menyerahkan roh mereka kepada Allah, itu bukan saja menyerahkan sebagian jiwa mereka kepada Allah, tetapi seluruh hidup mereka. Jadi, saya percaya bersandar berarti menyerahkan diri sepenuhnya, tanpa menyisakan apa-apa semua diserahkan kepada TUHAN. Saya percaya bersandar berarti mengandalkan janji Allah. Kata kasih setia dan setia muncul dalam perikop ini. Kedua kata ini mempunyai makna serupa, mengacu pada komitmen perjanjian, maksudnya adalah bahwa apa yang dijanjikan Allah sendiri pasti menjadi kenyataan. Ketika orang mengandalkan janji Allah, mereka paham bahwa tidak ada unsur apa pun di dunia ini yang dapat menambahkan apa pun kepada Allah. Hanya ada satu alasan terpenting bagi terwujudnya janji Allah, yaitu kasih setia dan setia Allah sendiri.

Refleksi:
Kita semua berdoa memohon bimbingan Tuhan dan ketergantungan sepenuhnya diri kita kepada-Nya!


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Mazmur 2017

Renungan pemahaman Kitab Mazmur

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 31 Prapaskah ditulis oleh Rev. Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan April 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Mazmur 31:1-2-Prapaskah

「Memohon keselamatan dari TUHAN」

Oleh Rev. Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mazmur 31:1-2 [TB2])
1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud.

Pada-Mu, TUHAN, aku berlindung,
………janganlah sekali-kali aku dipermalukan.
Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu,
………2 arahkanlah telinga-Mu kepadaku,
………bersegeralah melepaskan aku!
Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan,
………kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku!

5 Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku;
………tebuslah aku, ya TUHAN, Allah yang setia.

Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku adalah salah satu dari tujuh perkataan Yesus Kristus di kayu salib, catatan yang sudah kita kenal ada di Lukas 23:46 dan Kis. 7:59, itu adalah kata-kata yang diucapkan oleh Tuhan Yesus dan Stefanus sebelum kematian mereka masing-masing. Kematian Stefanus terjadi setelah kematian Yesus, dan mereka berdua berkata, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-ku saat mereka menghembuskan nafas terakhir. Akan tetapi, frasa yang diucapkan Tuhan Yesus dan Stefanus ini ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-ku berasal dari Perjanjian Lama Mazmur 31:5. Pada Jumat Agung dan Paskah ini, marilah kita bersama-sama melalui Mazmur 31 merenungkan makna kata-kata ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-ku.

Dalam Mazmur 31:1-2 kita melihat sang pemazmur membuat empat permintaan kepada Allah: (1) Pada-Mu aku berlindung; (2) Luputkanlah (bebaskan) aku; (3) bersegeralah melepaskan aku; (4) menyelamatkan aku! Teks bahasa asli menggunakan tiga kata penyelamatan yang berbeda untuk mengungkapkan urgensi pemazmur. Mengapa pemazmur membutuhkan keselamatan dari Allah? Menurut ayat perikop ini, kita memahami bahwa pemazmur berada dalam keadaan dipermalukan, dan kata dipermalukan ditemukan dalam Kejadian 2:25, yang menggambarkan situasi Adam dan Hawa yang bersembunyi dari Allah setelah mereka berdosa, dan ketelanjangan mereka membuat mereka semakin malu. Oleh karena itu, pemazmur dalam Mazmur 31 berada dalam rasa malu, artinya ia berada dalam rasa malu karena berbuat dosa. Namun, ia tidak menyembunyikan dirinya dari Allah sebagaimana yang dilakukan Adam dan Hawa, melainkan langsung berseru kepada TUHAN: Selamatkan aku!

Bila kita cermati ayat Kitab Suci, kita akan memahami bahwa ayat ini menggunakan frasa preposisi untuk menggambarkan seruan, Selamatkan aku!, yaitu oleh karena keadilan-Mu. Frasa ini menunjukkan bahwa keselamatan yang diharapkan sang pemazmur bukanlah keselamatan tanpa keadilan, juga bukan keselamatan yang memperlakukan orang bersalah sebagai orang yang tidak bersalah, tetapi keselamatan yang dapat bertahan dalam ujian standar kebenaran Allah. Sang pemazmur berdoa memohon keselamatan dari TUHAN, bukan keselamatan yang tidak berurusan dengan masalah keadilan, melainkan keselamatan yang dapat berdiri tegak sesuai dengan standar keadilan.

Refleksi:
Ayat 1-2 merupakan premis kalimat ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-ku yang berarti pemazmur mengakui bahwa bahwa seseorang tahu berada dalam keadaan dipermalukan karena dosa, dan seseorang sebagai manusia tidak ada kemungkinan bisa menyelamatkan diri sendiri. Ketika kita semua memahami bahwa kita berada di tengah lautan yang mengamuk dan tidak ada cara untuk keluar dari bahaya, kita dapat memanjatkan satu-satunya seruan penuh harapan kepada Tuhan. Pada saat ini, hanya dengan bantuan kekuatan eksternal dan campur tangan Tuhan seseorang dapat diselamatkan. Inilah premis dari ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-ku.


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Mazmur 2017

Renungan pemahaman Kitab Mazmur

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 31 Prapaskah ditulis oleh Rev. Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan April 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Mazmur 75:1-10

Waktu yang ditetapkan Allah」

Oleh: Rev. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.








Mazmur 92:1-15

Dengan mulut dan dengan diri memberitakan tentang Tuhan」

Oleh: Rev. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.








Mazmur 102:12-28

Nama TUHAN tetap diingat turun-temurun di sepanjang Zaman」

Oleh: Rev. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.