「Kemah Suci dan Awan」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)
(Bil. 9:15-17 [ITB])
15 Pada hari didirikan Kemah Suci, maka awan itu menutupi Kemah Suci, kemah hukum Allah; dan pada waktu malam sampai pagi awan itu ada di atas Kemah Suci, kelihatan seperti api. 16 Demikianlah selalu terjadi: awan itu menutupi Kemah, dan pada waktu malam kelihatan seperti api. 17 Dan setiap kali awan itu naik dari atas Kemah, maka orang Israelpun berangkatlah, dan di tempat awan itu diam, di sanalah orang Israel berkemah.
Kitab Bilangan pasal 1 hingga 9 mencatat jumlah pasukan Israel, pengaturan urutan berkemah dan berbaris, mempersiapkan diri untuk pelayanan dan pemindahan Kemah Suci, merayakan Paskah, dan segera secara resmi berangkat menuju Tanah Perjanjian. Sebelum berangkat, Alkitab secara khusus mencatat dua hal yang memimpin umat Allah: awan dan nafiri perak.
Pertama-tama mencatat tampilnya awan (ayat 15-16): secara kronologi waktunya membawa pembaca kembali ke hari pertama bulan pertama tahun kedua Keluaran dari Mesir, hari didirikan Kemah Suci: 「awan itu menutupi Kemah Suci.」 Secara ruang dan tempat terdapat perbedaan, kemuliaan TUHAN memenuhi Tempat Maha Kudus, dan orang-orang biasa tidak dapat melihatnya dari luar, sedangkan awan yang menutupi Kemah Suci dapat dilihat dari jauh oleh umat awam, dan tidak hanya dapat terlihat pada saat hari terang, 「pada waktu malam sampai pagi awan itu ada di atas Kemah Suci, kelihatan seperti api」 (ayat 15). Ini adalah tanda nyata kehadiran TUHAN (Yahweh).
Kedua, berbicara tentang hubungan antara awan dan keberangkatan (ayat 17-23): Paragraf ini menggunakan prosa puitis, kata-kata dan frasa yang diulang untuk membuat catatan singkat dari Kel. 40:34-38, dan pengembangan sepenuhnya, dan menyimpulkan menjadi 「setiap kali awan itu naik dari atas Kemah, maka orang Israelpun berangkatlah, dan di tempat awan itu diam, di sanalah orang Israel berkemah」 (ayat 17). Sama seperti setelah Paskah pertama, orang Israel keluar dari Mesir, dipimpin oleh tiang-tiang dan awan api. Setelah Paskah kedua, awan di atas Kemah Suci menjadi sarana baru bagi TUHAN untuk membimbing umat Allah bergerak maju. Intinya bukan berapa lama awan akan naik, lalu orang Israel akan berjalan berapa lama. Tulisan Kitab Suci berfokus pada berapa lama awan setiap kali berhenti dan berada di satu tempat, dan berapa lama orang-orang Israel berhenti dan berkemah di sana (Kel. 40:34-38 「jika awan itu tidak naik, maka merekapun tidak berangkat sampai hari awan itu naik. Sebab awan TUHAN itu ada di atas Kemah Suci pada siang hari, dan pada malam hari ada api di dalamnya, di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka berkemah」).
Bagian terpenting dari paragraf ini adalah kesimpulannya: 「atas titah TUHAN」 – menaati titah TUHAN, frasa pendek ini muncul 7 kali dalam ayat 15-23 (ayat 18a [2 kali], 20b, 23a * 2 kali, 23b) , dan kata 「Kemah (miškān)」 juga muncul 7 kali (ayat 15 * 3 kali, 18, 19, 20, 22). Dua kata ini, masing-masing secara bersamaan muncul tujuh kali, tepat menunjukkan poin utama dari perikop ini: 「Kemah Suci」 mewakili kehadiran dan penyertaan Allah yang berjalan bersama, dan jika manusia hendak berjalan bersama Allah, ia harus 「menaati titah TUHAN.」
Renungkan:
Perjanjian Baru juga menggunakan awan untuk melambangkan kehadiran Allah. Ketika transfigurasi Yesus di atas gunung, awan mengelilingi di sekitar (Lukas 9:34). Demikian juga, ketika Ia bangkit dari kematian, ada awan membawa Dia naik ke surga (Kisah Para Rasul 1:9). Di masa depan Dia akan datang dalam awan-awan dari langit, dan seluruh bumi akan menjadi Kerajaan milik Tuhan kita, Tuhan Yesus Kristus (Dan. 7:13; Why. 11:15).
Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.