Tag Archives: Kemah Allah

Bilangan 9:15-17

「Kemah Suci dan Awan」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 9:15-17 [ITB])
15 Pada hari didirikan Kemah Suci, maka awan itu menutupi Kemah Suci, kemah hukum Allah; dan pada waktu malam sampai pagi awan itu ada di atas Kemah Suci, kelihatan seperti api. 16 Demikianlah selalu terjadi: awan itu menutupi Kemah, dan pada waktu malam kelihatan seperti api. 17 Dan setiap kali awan itu naik dari atas Kemah, maka orang Israelpun berangkatlah, dan di tempat awan itu diam, di sanalah orang Israel berkemah.

Kitab Bilangan pasal 1 hingga 9 mencatat jumlah pasukan Israel, pengaturan urutan berkemah dan berbaris, mempersiapkan diri untuk pelayanan dan pemindahan Kemah Suci, merayakan Paskah, dan segera secara resmi berangkat menuju Tanah Perjanjian. Sebelum berangkat, Alkitab secara khusus mencatat dua hal yang memimpin umat Allah: awan dan nafiri perak.

Pertama-tama mencatat tampilnya awan (ayat 15-16): secara kronologi waktunya membawa pembaca kembali ke hari pertama bulan pertama tahun kedua Keluaran dari Mesir, hari didirikan Kemah Suci: awan itu menutupi Kemah Suci. Secara ruang dan tempat terdapat perbedaan, kemuliaan TUHAN memenuhi Tempat Maha Kudus, dan orang-orang biasa tidak dapat melihatnya dari luar, sedangkan awan yang menutupi Kemah Suci dapat dilihat dari jauh oleh umat awam, dan tidak hanya dapat terlihat pada saat hari terang, pada waktu malam sampai pagi awan itu ada di atas Kemah Suci, kelihatan seperti api (ayat 15). Ini adalah tanda nyata kehadiran TUHAN (Yahweh).

Kedua, berbicara tentang hubungan antara awan dan keberangkatan (ayat 17-23): Paragraf ini menggunakan prosa puitis, kata-kata dan frasa yang diulang untuk membuat catatan singkat dari Kel. 40:34-38, dan pengembangan sepenuhnya, dan menyimpulkan menjadi setiap kali awan itu naik dari atas Kemah, maka orang Israelpun berangkatlah, dan di tempat awan itu diam, di sanalah orang Israel berkemah (ayat 17). Sama seperti setelah Paskah pertama, orang Israel keluar dari Mesir, dipimpin oleh tiang-tiang dan awan api. Setelah Paskah kedua, awan di atas Kemah Suci menjadi sarana baru bagi TUHAN untuk membimbing umat Allah bergerak maju. Intinya bukan berapa lama awan akan naik, lalu orang Israel akan berjalan berapa lama. Tulisan Kitab Suci berfokus pada berapa lama awan setiap kali berhenti dan berada di satu tempat, dan berapa lama orang-orang Israel berhenti dan berkemah di sana (Kel. 40:34-38 jika awan itu tidak naik, maka merekapun tidak berangkat sampai hari awan itu naik. Sebab awan TUHAN itu ada di atas Kemah Suci pada siang hari, dan pada malam hari ada api di dalamnya, di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka berkemah).

Bagian terpenting dari paragraf ini adalah kesimpulannya: atas titah TUHAN – menaati titah TUHAN, frasa pendek ini muncul 7 kali dalam ayat 15-23 (ayat 18a [2 kali], 20b, 23a * 2 kali, 23b) , dan kata Kemah (miškān) juga muncul 7 kali (ayat 15 * 3 kali, 18, 19, 20, 22). Dua kata ini, masing-masing secara bersamaan muncul tujuh kali, tepat menunjukkan poin utama dari perikop ini: Kemah Suci mewakili kehadiran dan penyertaan Allah yang berjalan bersama, dan jika manusia hendak berjalan bersama Allah, ia harus menaati titah TUHAN.

Renungkan:

Perjanjian Baru juga menggunakan awan untuk melambangkan kehadiran Allah. Ketika transfigurasi Yesus di atas gunung, awan mengelilingi di sekitar (Lukas 9:34). Demikian juga, ketika Ia bangkit dari kematian, ada awan membawa Dia naik ke surga (Kisah Para Rasul 1:9). Di masa depan Dia akan datang dalam awan-awan dari langit, dan seluruh bumi akan menjadi Kerajaan milik Tuhan kita, Tuhan Yesus Kristus (Dan. 7:13; Why. 11:15).


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 7:1-5

「Persembahan, Mulai Dipakai」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 7:1-5 [ITB])
1 Pada waktu Musa selesai mendirikan Kemah Suci, diurapinya dan dikuduskannyalah itu dengan segala perabotannya, juga mezbah dengan segala perkakasnya; dan setelah diurapi dan dikuduskannya semuanya itu, 2 maka para pemimpin Israel, para kepala suku mereka, mempersembahkan persembahan. Mereka itu ialah para pemimpin suku yang bertanggung jawab atas pencatatan itu. 3 Sebagai persembahan dibawa mereka ke hadapan TUHAN: enam kereta beratap dengan dua belas ekor lembu; satu kereta untuk dua orang pemimpin dan satu ekor lembu untuk satu orang pemimpin, lalu mereka membawa semuanya itu ke depan Kemah Suci.
4 Kemudian TUHAN berfirman kepada Musa: 5 Terimalah semuanya itu dari mereka, supaya dipergunakan untuk pekerjaan pada Kemah Pertemuan; berikanlah semuanya itu kepada orang Lewi, sesuai dengan keperluan pekerjaan masing-masing.

Bilangan pasal 7 (klik untuk membaca. Bil. 7:1-11; 12-17; 18-23; 24-29; 30-35; 36-41; 42-47; 48-53; 54-59; 60-65; 66-71; 72-77; 78-83; 84-89) adalah pasal terpanjang dalam kitab ini, mencatat pemimpin suku dari 12 suku Israel sesuai urutan memberikan persembahan untuk digunakan dalam pelayanan Kemah Suci. Bagian yang panjang dan dua belas pengulangan yang layak untuk direnungkan secara mendalam oleh pembaca.

1) Waktu persembahan: Para pemimpin suku datang untuk memberikan persembahan dimulai sejak awal bulan pertama tahun kedua orang Israel keluar dari Mesir. Pada hari yang penting ini, Musa mendirikan Kemah Suci, mengurapi para imam (tujuh hari berturut-turut), mengurapi peralatan suci, dan para pemimpin suku mulai memberikan persembahan (satu suku setiap hari, selama dua belas hari).

2) Urutan memberikan persembahan: setiap suku diwakili oleh pemimpin suku, dimulai dari suku Yehuda, urutannya sama dengan urutan setiap suku berkemah dan urutan berangkat, seperti yang dicatat di pasal 2. Menjelaskan bahwa suku-suku itu tidak hanya merupakan pasukan perang, tetapi juga melayani dalam penyembahan di Kemah Suci.

3) Daftar persembahan: meskipun jumlah orang masing-masing suku berbeda, tetapi isi dan jumlah persembahan persis sama. Tanpa bosan dan lelah dicatat berulang dua belas kali menunjukkan bahwa masing-masing suku berpartisipasi sama rata dan dalam persekutuan yang tidak membedakan satu sama lain, dan sepenuh hati tenaga mendukung penyembahan di Kemah Suci dan sistem tata cara imamatnya.

4) Tujuan persembahan: menurut isi persembahan, dapat dibagi menjadi tiga kategori: (1) Gerobak sapi untuk mengangkut benda-benda berat: total enam gerobak dan dua belas sapi jantan. Setiap suku mempersembahkan seekor sapi jantan, dan setiap dua suku memberikan satu gerobak sapi. (2) Perabotan emas dan perak yang digunakan dalam pelayanan sehari-hari dalam Kemah Suci diisi dengan dupa untuk digunakan di mezbah dupa dan tepung halus untuk korban sajian. (3) Sapi dan domba untuk korban, termasuk korban bakaran, korban keselamatan, dan korban penghapus dosa.

5) Distribusi persembahan: gerobak sapi ke Gerson dan Merari, karena mereka mengurus pengangkutan barang-barang berat seperti gorden, tenda, papan, pilar, tabir, dll dari Kemah Suci. Orang Kehat tidak menerima gerobak sapi, karena mereka akan membawa bejana suci dan perabotan suci yang berharga dari tempat kudus dan tempat maha kudus dengan bahu mereka, termasuk tabut perjanjian, mezbah dupa emas, dan meja sajian roti.

Renungkan:

Persembahan para pemimpin suku dimulai pada hari pertama Kemah Suci dipakai, setidaknya dapat diperhatikan bahwa:

  1. Diberikan peralatan yang sesuai kebutuhan, seperti Roh Kudus memberikan karunia yang dibutuhkan untuk pelayanan.
  2. Memandang berharga persekutuan rohani. Setiap suku mempersembahkan lembu dan domba. Ada 17 lembu dan domba yang akan digunakan untuk persembahan korban keselamatan, jauh lebih banyak daripada lembu dan domba yang digunakan untuk persembahan korban bakaran dan korban penghapus dosa. Menekankan persekutuan, termasuk persekutuan antara Allah dan manusia, dan antara manusia.
  3. Tidak melupakan kebutuhan para imam. Persembahan dupa dan persembahan korban sajian berada dicatat bersamaan, meskipun korban sajian biasanya dipersembahkan dengan korban bakaran, mereka juga merupakan sumber pendapatan utama bagi para imam.

Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Wahyu 21:1-8

「Lihatlah Langit Bumi Baru, Kemah Allah Di antara Manusia」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Why. 21:1-8 [ITB])
1 Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi.
2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. 3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. 4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.
5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru! Dan firman-Nya: Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar. 6 Firman-Nya lagi kepadaku: Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. 7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. 8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.

Membaca sampai paragraf ini, kitab Wahyu sudah mendekati akhir, tetapi kita tidak akan merasa bahwa langit dan bumi baru (ayat 1) yang disebutkan di sini tiba di akhir. Ya, di sini, air mata, kematian, kesedihan, tangisan, dan rasa sakit semua sudah menjadi masa lalu (ayat 4), dan pada saat yang sama, di langit serta bumi segala sesuatu dijadikan baru (ayat 5), yaitu sebuah awal baru, membawakan pengharapan kepada orang, dan itu tidak seperti akan segera berakhir.

Perikop ini dapat dibagi menjadi dua paragraf kecil. Paragraf pertama, ayat 1-4 bersifat deskriptif, menggambarkan penglihatan Yohanes, dan dalam penglihatan juga ada suara yang didengarnya. Kemudian ayat 5-8 adalah dalam bentuk pembicaraan, kata-kata yang diucapkan oleh Ia yang duduk di atas takhta, perkataan dari Allah Pencipta, kata-kata-Nya membuat penglihatan Yohanes berwibawa, dan dapat dipercaya (ayat 5). Dari kata-kata ini, kita dapat melihat bahwa langit yang baru dan bumi yang baru mengandung berkat: orang yang haus yaitu mereka yang membutuhkan keselamatan serta mereka yang haus dan merindukan hal-hal yang di atas, mereka bisa dengan cuma-cuma mendapatkan mata air kehidupan; barangsiapa menang yakni mereka yang setia berperang bagi Tuhan di bumi, mereka dapat menerima warisan di langit dan dunia baru (ayat 6-7). Secara keseluruhan, semua ini adalah anugerah dan hadiah dari Allah.

Membaca ayat 1-4 dengan seksama, kita dapat melihat bahwa ada beberapa hal yang baru di sini. Para ahli Alkitab menunjukkan bahwa Perjanjian Lama telah sejak dahulu berbicara tentang hal-hal ini.

  1. Tentang langit dan bumi baru, itu juga yang dinubuatkan Yesaya yang menunjuk kepada umat Allah dalam pembuangan yang akan dibebaskan, pulang kembali ke tempat yang diberikan oleh Allah yang menciptakan tempat yang baru bagi mereka (Yes. 65:17-25) .
  2. Kota Yerusalem yang sudah ditinggalkan sunyi sepi, tetapi nabi Yesaya membawakan janji bahwa Allah akan membangkitkan kembali kota suci itu — sama seperti seorang wanita yang ditinggalkan suami akan menjadi wanita yang bersuami (Yes. 62:1-4), dan penglihatan Yohanes adalah kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya (ayat 2). Dalam kitab Wahyu, kota yang kudus itu adalah pengantin wanita yang kudus, menjadi kontras dengan Babel, kota yang mewakili banyak bangsa-bangsa; Yerusalem yang baru adalah umat Allah yang kudus.
  3. Lalu, lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia, ini adalah hal baru lainnya. Di masa dahulu, untuk bertemu Allah maka mereka harus pergi ke Bait Suci. Sekarang, Ia akan diam bersama-sama dengan mereka (ayat 3a), sama seperti Yesus yang adalah Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita (Yoh. 1:14). Juga, mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka (ayat 3b), ini adalah bahasa zaman Perjanjian Lama dalam mengadakan perjanjian. Pada zaman kuno, Allah membuat perjanjian dengan Israel; hari ini, gereja Kristus adalah umat Allah yang membuat perjanjian dengan-Nya, kata umat Allah di sini dalam bentuk jamak, yang mencakup tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa (lih. Why. 5:9).

Begitu banyak yang baru: ciptaan baru, kota suci baru, umat baru, tabernakel atau Bait Suci baru, dan perjanjian yang baru, semuanya mewakili hubungan saya dengan Allah — yang manakah yang paling saya rindukan? Mohon Allah memberi saya iman, agar saya memegang pengharapan, menunggu Ia yang duduk di atas takhta berfirman lagi Semuanya telah terjadi (ayat 6), sampai saat itu pada akhirnya akan melihat langit dan bumi baru yang dalam kesempurnaan.

Renungkan:

Di langit dan bumi baru, laut juga hilang (ayat 1). Apakah kata laut itu dalam arti harafiah, yakni lautan samudera? Ataukah sebuah metafora, merujuk pada binatang buas, sumber dan beradanya kuasa kekuatan jahat?

2 Kor. 5:17 mengatakan: Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang, yaitu proses Allah memperbarui pada diri orang yang diselamatkan. Renungkan: aspek apa dalam hidup saya yang perlu diperbarui?


Renungan pemahaman kitab Wahyu (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 10-22 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan September 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Keluaran 25:1-9

Perintah dan persembahan

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 25:1-9 [ITB])
1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 2 Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu.
3 Inilah persembahan khusus yang harus kamu pungut dari mereka: emas, perak, tembaga; 4 kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi, lenan halus, bulu kambing; 5 kulit domba jantan yang diwarnai merah, kulit lumba-lumba dan kayu penaga; 6 minyak untuk lampu, rempah-rempah untuk minyak urapan dan untuk ukupan dari wangi-wangian, 7 permata krisopras dan permata tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada.
8 Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka. 9 Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya.

Paragraf ini merupakan pengantar tentang pembangunan Kemah Suci yang terbagi menjadi tiga bagian: (1) Partisipasi umat dalam pembangunan, mereka memberikan persembahan sebagai bahan untuk pembangunan Kemah (ayat 2-7). (2) Tujuan membangun Kemah Suci itu agar Allah tinggal di antara mereka (ayat 8). (3) Dasar pembangunan Kemah Suci harus berdasarkan pola yang diperintahkan Allah (ayat 9).

Orang-orang berpartisipasi dalam pembangunan Kemah Suci dengan memberikan persembahan. Persembahan antara lain emas, perak, tembaga; kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi, lenan halus, bulu kambing; kulit domba jantan yang diwarnai merah, kulit lumba-lumba dan kayu penaga; minyak untuk lampu, rempah-rempah untuk minyak urapan dan untuk ukupan dari wangi-wangian, serta berbagai macam batu mulia. Ini sebenarnya adalah apa yang biasa digunakan oleh semua orang di rumah mereka atau barang berharga yang disimpan keluarga, tetapi untuk membangun tempat kudus, mereka bersedia memberi kepada Allah, dan untuk menyatakan kemuliaan Allah.

Dalam Keluaran terdapat empat kata yang digunakan untuk menjelaskan bangunan yang Allah ingin agar dibangun oleh Musa, yakni Kemah Suci (tabernacle), yang dalam kata-kata Ibrani terdapat beberapa perbedaan:
(1) Kemah (‘ōhel, atau tenda): umat Allah tinggal di tenda, dan TUHAN juga mengidentifikasi diri dengan mereka dan tinggal di tenda. Tabernakel Kemah bergerak, melambangkan tempat kudus yang bergerak di bumi, dan bayangan tabernakel sejati tempat kudus surgawi.
(2) Kediaman (miškān): Kemah Suci adalah tempat tinggal sementara Allah di dunia, seperti kediaman raja, di mana nama Allah berada. TUHAN melalui kemah ini tinggal diam di antara orang-orang Israel dan menyertai mereka. Yohanes menyebut Yesus Kristus, Anak Allah Firman itu telah menjadi manusia, dan diam (eskēnōsen)di antara kita (Yohanes 1:14).
(3) Tempat Kudus (miqdāš): arti dasar dari kata kudus (qādôš) adalah dipisahkan dikhususkan, yang berarti bahwa bangunan itu dikuduskan dikhususkan untuk Allah.
(4) Kemah Pertemuan (‘ōhel mô’ēd): kemah tempat Allah dan hamba-Nya bertemu, di mana wahyu / firman diberikan, yang merupakan fungsi yang paling penting dari tabernakel (Kel. 29:42 … di sana Aku akan bertemu dengan kamu, untuk berfirman kepadamu).

Renungkan:
(1) Tindakan memberikan persembahan itu sendiri adalah tindakan ibadah, mewakili cinta kasih dan hormat kepada TUHAN, mengucapkan syukur atas kebaikan anugerah keselamatan-Nya, sebagai respons atas pemberitaan wahyu kebenaran, ingin menjalani hidup yang berkenan kepada-Nya. Ketika kita mencintai seseorang, kita ingin melakukan sesuatu untuknya. Ketika kita mengasihi Allah, secara alami kita ingin memberikan persembahan kepada-Nya.
(2) Allah melalui Musa berpesan agar mereka memberikan persembahan dengan sukarela, dan itu benar-benar mendapat tanggapan yang luar biasa. Allah memeriksa melihat motivasi tersembunyi manusia, lebih penting isi hati terlebih dahulu berkenan kepada Allah, dan pemberian persembahan adalah yang kemudian.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 16:31-36

Mukjizat dan hukum ketetapan Allah

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 16:31-36 [ITB])
31 Umat Israel menyebutkan namanya: manna; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu.
32 Musa berkata: Beginilah perintah TUHAN: Ambillah segomer penuh untuk disimpan turun-temurun, supaya keturunan mereka melihat roti yang Kuberi kamu makan di padang gurun, ketika Aku membawa kamu keluar dari tanah Mesir.
33 Sebab itu Musa berkata kepada Harun: Ambillah sebuah buli-buli, taruhlah manna di dalamnya segomer penuh, dan tempatkanlah itu di hadapan TUHAN untuk disimpan turun-temurun. 34 Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah buli-buli itu ditempatkan Harun di hadapan tabut hukum Allah untuk disimpan.
35 Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, sampai mereka tiba di tanah yang didiami orang; mereka makan manna sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan. 36 Adapun segomer ialah sepersepuluh efa.

Paragraf ini adalah tambahan yang dituliskan kemudian, saat itu tabernakel kemah suci sudah didirikan, para imam telah ditahbiskan, perjalanan padang gurun telah selesai, umat Allah sudah menetap di tanah Kanaan, manna tidak lagi diturunkan.

Ada beberapa poin penting dalam paragraf ini:
(1) Penjelasan tentang manna: warnanya putih. Selanjutnya dikatakan seperti ketumbar, ini hanya mengacu pada bentuk dan ukurannya, bukan warna dan rasanya, karena warna biji ketumbar adalah cokelat. Dan rasa manna seperti rasa kue madu, sedangkan rasa biji ketumbar lebih pedas.
(2) Manna tambahan: menyimpan manna sebanyak satu buli-buli, sebagai peringatan untuk generasi yang akan datang. Ini adalah tambahan khusus, untuk ditempatkan di tempat Mahakudus di dalam kemah suci tabernakel, ditempatkan bersama tabut hukum Allah dengan loh sepuluh hukum (Kel. 25:16), beberapa peneliti mengatakan: memakai kata-kata Perjanjian Baru, Injil dan hukum seling tidak dapat dipisahkan.
(3) Manna berhenti turun: Orang Israel menyeberangi Sungai Yordan dan memasuki tanah Kanaan, disunat di Gilgal, merayakan Paskah, dan makan hasil setempat, keesokan harinya manna tidak akan turun lagi (Yosua 5).

Poin-poin penting tentang manna:
(1) Manna turun dari langit: pemeliharaan ajaib dari TUHAN, manna turun dari langit (Ulangan 8:3), bukan tumbuh dari tanah, terlebih bukan hasil usaha cocok tanam manusia.
(2) Pemeliharaan penyediaan ajaib: Manna adalah mukjizat setiap hari, mengajarkan orang untuk berharap akan anugerah Allah setiap hari. Manna adalah mukjizat setiap mingguan yang mengajarkan orang untuk menikmati pemeliharaan penyediaan yang teliti dari Allah dan menghormati Allah sebagai Tuhan penguasa atas waktu. Manna adalah mukjizat seumur hidup, orang Israel di padang gurun selama empat puluh tahun mengalami Pemeliharaan penyediaan dari Allah yang setia, tidak pernah terlambat dan tidak pernah terjadi kesalahan. Manna merupakan mukjizat kekal, menurut pesan Musa hendaknya disimpan satu buli-buli manna, diletakkan di tabut Allah, sebagai peringatan bagi generasi yang akan datang.
(3) Menunjuk ke depan kepada Yesus: Manna dan hukum hanyalah tipologi (Menunjuk ke depan kepada Yesus), Kristus Yesuslah makanan sejati dan hukum yang sejati anugerah dari Allah. Nenek moyang orang Israel makan manna di padang gurun, tetapi mereka mati. Tetapi Akulah (Yesus) roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia (Yohanes 6:51)

Renungkan:
(1) Orang Israel setiap pagi untuk mengambil manna, orang percaya juga harus setiap pagi dekat dengan Allah, mendapatkan makanan rohani.
(2) Perintah pertama yang diterima orang Israel di padang gurun, yakni menjaga hari Sabat. Karena carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Matius 6:33).


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 1-18 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.