Rut 2:11-13

「Datang Berlindung kepada Allah 」

Pilihan Rut adalah sebuah pilihan yang bijaksana, mengapa demikian?

(Rut 2:11-13 [ITB])
11Boas menjawab: “Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal. 12TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung.”
13Kemudian berkatalah Rut: “Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini, walaupun aku tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan.”

Hari ini masih berfokus pada percakapan antara Boas dengan Rut di ladang (Rut 2:4-13), dua hari yang lalu kita telah mempelajari bagaimana Boas dengan kemurahan hati memperlakukan Rut, kemarin adalah bagaimana Rut dengan hati terbuka menerima kemurahan hati Boas, sekarang titik berat akan diletakkan pada Boas mendorong Rut untuk segenap hati datang berlindung di bawah sayap TUHAN. Penulis kitab dengan cerdik menggunakan gaya sastra silang (lihat penjelasan tentang Bentuk Engsel / Chiasm), yakni meletakkan di ayat 11 penjelasan tentang Boas yang memuji keputusan Rut meninggalkan kampung halaman, kemudian di ayat 12 memberkati Rut yang datang berlindung di bawah sayap TUHAN pasti akan dikaruniakan upah, peletakkan di pusat fasal 2 untuk menonjolkan berita inti dari fasal ini.

Boas memuji Rut:「Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal」(Rut 2:11). Rut meninggalkan tanah Moab, membuat orang terhubung dengan Abraham bapa leluhur Israel yang meninggalkan tanah air, bangsanya, keluarga ayahnya, menuju tempat yang ditentukan TUHAN (lihat Kej. 12:1, 24:7). Ini merupakan keputusan yang berani dan teguh. Perpisahan ini seperti laki-laki atau wanita sampai pada usia yang sesuai untuk menikah, meninggalkan orang tuanya, bersatu dengan pasangan hidupnya. Rut pergi, bukan untuk menikah, tetapi demi memelihara sang mertua Naomi. Kebajikannya yang berharga ini patut untuk dipuji Boas. Oleh karena itu Boas memberkati dia kiranya mendapatkan karunia upah sepenuhnya dari TUHAN. Sebenarnya apakah 「karunia upah」 ini? Tentu termasuk yang umum sandang, pangan, kesehatan dan kebahagian, dll. Boas mengisyaratkan riwayat Abraham leluhur yang diberkati setelah meninggalkan kampung halamannya, apakah kalimat berkat dari Boas juga termasuk memohon kepada TUHAN memberkati Rut seperti Sara istri Abraham mendapatkan keturunan? Jika memang demikian, kalimat berkat Boas mengisyaratkan makna yang lebih dalam lagi.

Rut meninggalkan kampung halaman, suku, rumah orang tua, adalah untuk datang berlindung di bawah sayap TUHAN - Israel (Rut 2:12b). Perlindungan sayap adalah perumpamaan atas perlindungan yang kokoh, di bawah sayap adalah tempat yang paling aman. Perumpamaan ini adalah perumpaan di Timur dekat yang sering memakai secara simbolis induk elang yang mengembangkan kedua sayap untuk melindungi anak-anak elang yang masih kecil yang tidak punya kemampuan bertahan. Perumpamaan ini membuat kita teringat kerub yang berada di ruang maha kudus di Bait Suci, yang mengembangkan sayap menutupi tabut perjanjian, di sana kita mendekati Tuhan, juga mendapatkan perlindungan-Nya. Tuhan Yesus menggunakan perumpamaan induk ayam yang menggembangkan kedua sayapnya mengumpulkan anak-anak ayam, untuk menggambarkan Dia tiada henti memanggil orang Israel untuk bersandar kepada Dia, menerima perlindungan yang Ia berikan. Rut datang berlindung di bawah sayap TUHAN, menyatakan ia meninggalkan Kamos, illah yang disembah nenek moyang Moab, dan dengan segenap hati datang berlindung di bawah sayap TUHAN — Israel.

Pilihan Rut adalah sebuah pilihan yang bijaksana, karena 「Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada」 (Kis. 17:28). Kita dengan keseluruhan datang berlindung kepada Dia adalah yang paling tepat, aman, kokoh, seperti kata pemazmur: 「Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!」(Maz. 18:2). Tidak peduli engkau jatuh ke dalam keadaan apapun, kiranya engkau seperti Rut, mengambil keputusan datang berlindung di bawah sayap-Nya.

Renungkan: sebuah puji-pujian mandarin menjadi doa kita,〈Tuhanku paling tinggi di seluruh bumi / 全地至高是我主〉「kiranya jiwa rohani terbangun, segenap hati menaikkan puji-pujian, datang berlindung di bawah sayap-Mu, dimuliakan Engkau Tuhan yang mengkaruniakan keselamatan, angkat tinggi pujian baru, kecapi dan gambus menaikkan sonata, nyanyikan bersama sajak musik, Tuhanku paling tinggi di seluruh bumi, bangsa-bangsa turut menaikkan pujian, mempersembahkan mazmur pujian ini kepada Tuhan, kemuliaan-Nya menyinari seluruh bumi, kasih sayang-Nya mencapai semesta alam, kasih setia-Nya menganugerahkan pengampunan. 」

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Tambahan Blogger:

Sebuah tulisan pendek yang dicuplik dari http://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=rut%202:12

DI BAWAH SAYAP-NYA ENGKAU DATANG BERLINDUNG.

Di tengah-tengah kemurtadan besar masa pemerintahan Hakim-hakim, Allah melindungi orang yang dengan iman yang sungguh-sungguh yang datang mencari Dia. Perlindungan-Nya yang lembut seperti sayap induk ayam yang melindungi anak-anaknya (lihat Maz. 17:8; 36:8; 63:8; 91:4).

17:8「Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu.」
91:4「Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.」
63:8「Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.」
36:8「Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumah-Mu; Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu.」

Kisah Rut merupakan kisah pemeliharaan dan persediaan Allah dalam kehidupan semua orang yang percaya kepada-Nya dan mengikuti jalan-jalan-Nya.

Sebagaimana Abraham menanggapi panggilan Allah dengan iman, demikian pula Rut karena kepercayaannya kepada Tuhan, ia meninggalkan tanah air dan keluarganya, ia ikuti dalam rencana karya penebusan Allah (bd. Kej 12:1-4).

Datang berlindung di bawah sayap Allah mengikuti jalan-jalan-Nya, dan ikut serta dalam karya pekerjaan-Nya.