Tag Archives: Membuat Keputusan

Ester 4:9-17

「Mengenal Ulang Ester」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 4:9-17 [ITB])
9 Lalu masuklah Hatah dan menyampaikan perkataan Mordekhai kepada Ester. 10 Akan tetapi Ester menyuruh Hatah memberitahukan kepada Mordekhai: 11 「Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Dan aku selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja.」 12 Ketika disampaikan orang perkataan Ester itu kepada Mordekhai, 13 maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: 「Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi. 14 Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.」 15 Maka Ester menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Mordekhai: 16 「Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.」 17 Maka pergilah Mordekhai dan diperbuatnyalah tepat seperti yang dipesankan Ester kepadanya.

Mordekhai meminta Ester untuk menemui raja, meminta pertolongan bagi orang Yahudi di hadapan raja. Menurut aturan kerajaan Persia, ada pembatasan untuk menemui raja, karena raja sebagai kepala negara, harus benar-benar dilindungi, berjaga-jaga atas pembunuhan, tetapi juga untuk mencegah urusan sepele dibawa masuk ke istana. Oleh karena itu terdapat aturan yakni harus melalui sida-sida mengajukan permohonan menemui raja, dan kemudian sabar menunggu jawaban. Dalam istana Ahasyweros, hanya 7 teman-teman raja yang boleh berhadapan dengan raja, bahkan ratu dan selir juga tidak punya hak untuk mendekati raja Persia tanpa izin.

Sejak Ester masuk ke dalam istana sebagai ratu, dan sampai sekarang setidaknya juga sudah 4 tahun empat bulan (dibandingkan dengan Est. 2:6 yakni tahun ke-7 bulan ke-10 Oktober pemerintahan Ahasyweros, dengan Est. 3:7 tahun 11 bulan ke-1 pemerintahan raja Ahasyweros). Sudah 30 hari Ester tidak dipanggil bertemu oleh raja (Est. 4:11). Raja mungkin sibuk dengan keadaan, tidak ada waktu luang untuk menikmati kesenangan, mungkin Ester telah tidak begitu disukai lagi oleh raja, secara bertahap diabaikan. Apapun alasannya, itu cukup berisiko tinggi untuk tanpa izin datang ke istana menemui raja temperamental ini. Tidak heran Ester berjuang untuk tidak melakukannya. Namun, apa yang ditunjukkan oleh Ester dan bagaimana ia menanggapi krisis ini membuat mata orang terbuka melihat sesuatu yang berbeda.

Sebelumnya, Ester memberi kesan seorang wanita lemah lembut yang pasif (Est. 2:10, 15), ia bersujud penuh hormat, menaati Mordekhai, menaati nasihat Hegai, patuh kepada raja, ia berbeda dengan Wasti; namun sekarang perannya terbalik, kini ia mulai memimpin situasi. Sebelumnya ia mendengarkan nasihat Mordekhai, sekarang ganti Mordekhai melakukan sesuai apa yang ia katakan, untuk menghubungi orang Yahudi agar berpuasa 3 hari 3 malam bagi Ester yang akan mengambil resiko mati demi menemui raja (Est. 4:16). Sekarang Ester memimpin dan aktif membuat perencanaan; ia mengambil peran kepemimpinan, 「pergilah Mordekhai dan diperbuatnyalah tepat seperti yang dipesankan Ester kepadanya」 (Est. 4:17). Pembalikan peran ini diperpanjang hingga pasal 8, barulah peran Mordekhai lebih mencolok.

Ester dengan rendah hati menerima misi yang dalam pandangan manusia tampaknya sulit untuk dicapai; ia tahu bahwa tak satu pun bisa menanggung tugas ini seorang diri, maka meminta Mordekhai memanggil semua orang Yahudi untuk bergabung dengannya dalam puasa (Est. 4:16c). Meskipun tidak jelas disebutkan ini adalah doa puasa, tetapi menurut tradisi Yahudi, berpuasa dan doa sering dikaitkan bersama-sama, jadi kita memiliki alasan untuk percaya bahwa Ester memanggil orang-orang Yahudi untuk berdoa dan mencari TUHAN mereka percaya. Tidak disebutkan adanya doa di sini adalah jelas sehubungan gaya penulis kitab Ester, yang selalu memakai cara yang tidak langsung dan tersembunyi dalam menjelaskan relasi intim dengan Allah.

Ester awalnya memberi pembaca kesan orang yang ragu-ragu, wanita pengecut yang pemalu, pada kenyataannya, dia tidak demikian. Dia pertama kali mencari tahu lebih banyak tentang bukti yang dikemukakan oleh Mordekhai sebelum membuat respons yang tepat; dia terlebih dahulu berusaha memahami situasi sebelum membuat keputusan, kemudian melangkah maju dalam iman menapak jalan yang mungkin bisa menghilangkan nyawanya. Penyerahan diri yang dilakukan dalam keputusan yang sudah dipertimbangkan dengan matang, sudah dihitung harga yang harus dibayar. Tindakannya bukanlah asal berani tanpa otak, tetapi berpikir dengan hati-hati sebelum bertindak; apa yang ia tunjukkan sangat mengesankan, kita harus memeriksa kembali penilaian akhir atas dirinya!

Renungkan:
Mari kita berpikir perkataan Rasul Paulus: 「Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian」 (2 Kor. 5:16). Kiranya kita sering diperbaharui oleh Roh Kudus dan melihat kembali penilaian kita atas hal-hal dari manusia dan dunia.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 3:1-6

「Mordekhai Tidak Berlutut Tidak Sujud」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 3:1-6 [ITB])
1 Sesudah peristiwa-peristiwa ini maka Haman bin Hamedata, orang Agag, dikaruniailah kebesaran oleh raja Ahasyweros, dan pangkatnya dinaikkan serta kedudukannya ditetapkan di atas semua pembesar yang ada di hadapan baginda. 2 Dan semua pegawai raja yang di pintu gerbang istana raja berlutut dan sujud kepada Haman, sebab demikianlah diperintahkan raja tentang dia, tetapi Mordekhai tidak berlutut dan tidak sujud. 3 Maka para pegawai raja yang di pintu gerbang istana raja berkata kepada Mordekhai: 「Mengapa engkau melanggar perintah raja?」 4 Setelah mereka menegor dia berhari-hari dengan tidak didengarkannya juga, maka hal itu diberitahukan merekalah kepada Haman untuk melihat, apakah sikap Mordekhai itu dapat tetap, sebab ia telah menceritakan kepada mereka, bahwa ia orang Yahudi. 5 Ketika Haman melihat, bahwa Mordekhai tidak berlutut dan sujud kepadanya, maka sangat panaslah hati Haman, 6 tetapi ia menganggap dirinya terlalu hina untuk membunuh hanya Mordekhai saja, karena orang telah memberitahukan kepadanya kebangsaan Mordekhai itu. Jadi Haman mencari ikhtiar memunahkan semua orang Yahudi, yakni bangsa Mordekhai itu, di seluruh kerajaan Ahasyweros.

Penulis kitab dalam pasal pertama dan kedua telah memperkenalkan Ahasyweros, Mordekhai dan Ester, maka pada pasal ketiga memperkenalkan tokoh karakter penentang, ketegangan menjadi meningkat. Mordekhai adalah orang yang telah menyelamatkan raja Ahasyweros dari rencana pembunuhan, seharusnya dia yang dipromosikan jabatannya oleh raja. Namun, di luar dugaan, justru orang lain bernama Haman yang dipromosikan; Haman mendapat promosi dan kesetiaan Mordekhai tidak dihargai, merupakan situasi pembalikan yang tak terduga. Mengapa Haman dipromosikan dan memenangkan kehormatan bahwa ia satu orang ditinggikan di atas puluhan ribu orang, mendapat kemuliaan yang sangat spesial, penulis kitab tidak memberikan penjelasan tentang hal ini.

Haman dipromosikan semestinya bukan terjadi segera sesudah peristiwa Ahasyweros terhindarkan dari plot pembunuhan, tapi hampir lima tahun setelah peristiwa itu, karena Ester dipanggil masuk dalam istana adalah pada bulan 10 tahun ke-7 pemerintahan Ahasyweros (Est. 2:16), sampai saat Haman hendak melakukan pembunuhan terhadap orang-orang Yahudi yakni bulan ke-1 tahun ke-12 pemerintahan Ahasyweros. Haman adalah anak Hamedata orang Agag, penulis Kitab mengunakan dua kata Ibrani, Haman (Haman) dan amarah besar (hemah) untuk memperkenalkan dia, dan tampaknya menyiratkan bahwa Haman adalah seorang emosional, pemarah. Pembaca dapat menduga bahwa konflik dirinya dengan Mordekhai akan makin lama makin memuncak.

Tidak hanya perihal Haman dipromosikan sulit untuk dimengerti, tetapi juga raja memerintahkan orang-orang untuk berlutut dan sujud kepada Haman, lebih membingungkan. Adalah hal yang sangat wajar bahwa orang-orang Persia sujud memberi hormat kepada pejabat tinggi, perintah raja tampaknya sedikit berlebihan. Namun, Ahasyweros memang adalah raja Persia yang terbiasa suka memberlakukan perintah yang tidak bermakna (Lihat Est. 1:8, 22). Raja secara khusus memberikan perintah ini mungkin saja karena Haman selama ini memang tidak berharga dihormati oleh orang lain.

Semua berlutut dan sujud kepada Haman, hanya Mordekhai tidak berlutut tidak sujud; ketegaran Mordekhai membuat harga diri Haman terluka dan menjadi sumbu pemicu konflik antara mereka berdua. Mengapa Mordekhai tidak berlutut dan sujud kepada Haman? Penulis Kitab tidak menunjukkan dengan jelas apa alasannya, ada anggapan bahwa sifat Mordekhai sombong, berpikiran sempit, karena tidak dipromosikan maka menghasilkan hati yang kepahitan dan melawan, tetapi ini tampaknya tidak cocok dengan kepribadian Mordekhai yang digambarkan dalam keseluruhan kitab Ester; ia digambarkan sebagai orang yang berhati-hati dalam bertindak, tidak gembar-gembor, dan bukan orang yang mencari reputasi. Tradisi Yahudi menunjukkan bahwa di bagian dada pakaian Haman atau lengan baju dihiasi dengan berhala, sehingga Mordekhai menolak untuk sujud kepadanya. Tetapi ini murni spekulasi, dan tidak ada cukup bukti untuk mendukung itu. Lebih banyak orang berpikir bahwa Mordekhai didasarkan pada alasan agama, seperti Daniel dalam Babel, tidak bersedia untuk menyembah Darius sebagai Tuhan (lihat Dan. 6:1-10). Namun, sujud menyembah kepada atasan hanya merupakan adat dan etika istana, dan tidak memiliki makna keagamaan apapun. Dan di dalam Perjanjian lama, memberikan penghormatan kepada raja atau pejabat bangsa lain tidak pernah menjadi masalah (lihat Kej. 42; Est. 8:3). Oleh karena itu, alasan paling mungkin bahwa Mordekhai tidak berlutut sujud terhadap Haman adalah masalah kebangsaan, tidak bersifat agama.

Ketika penulis kitab memperkenalkan Haman, menunjukkan Haman adalah anak Hamedata orang Agag (Est. 3:1b). Jika kita tidak lupa, harus ingat saat Mordekhai tampil, penulis kitab sengaja menunjukkan bahwa dia adalah orang Yahudi suku Benyamin (lihat Est. 2:5). Sejarah konflik dua leluhur ditarik kembali ke bentrok antara Saul keturunan suku Benyamin dengan Amalek (1 Sam. 15). Haman belum tentu merupakan keturunan orang Agag, namun sebutan ini telah menyoroti kontradiksi dan konflik antara mereka berdua. Mordekhai tidak berlutut tidak sujud menyembah Haman adalah mencerminkan relasi antara orang Yahudi dan suku Amalek yang penuh konflik dan kebencian.

Renungkan:
Ada banyak alasan di bawah kulit dari sebuah tindakan, sebagai penulis kitab tidak jelas menunjukkan alasan mengapa Mordekhai tidak berlutut dan tidak sujud kepada Haman, kita hanya dapat mengeksplorasi dari petunjuk yang ada.

Mari kita tidak terburu-buru untuk mengambil kesimpulan atas masalah yang terjadi atau atas diri orang, supaya jangan salah paham atas motif orang lain lalu menimbulkan pengaruh yang jauh.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 2:1-4

「Memilih Ratu Baru untuk Menghibur Raja」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 2:1-4 [ITB])
1 Sesudah peristiwa-peristiwa ini, setelah kepanasan murka raja Ahasyweros surut, terkenanglah baginda kepada Wasti dan yang dilakukannya, dan kepada apa yang diputuskan atasnya. 2 Maka sembah para biduanda raja yang bertugas pada baginda: 「Hendaklah orang mencari bagi raja gadis-gadis, yaitu anak-anak dara yang elok rupanya; 3 hendaklah raja menempatkan kuasa-kuasa di segenap daerah kerajaannya, supaya mereka mengumpulkan semua gadis, anak-anak dara yang elok rupanya, di dalam benteng Susan, di balai perempuan, di bawah pengawasan Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan; hendaklah diberikan wangi-wangian kepada mereka. 4 Dan gadis yang terbaik pada pemandangan raja, baiklah dia menjadi ratu ganti Wasti.」 Hal itu dipandang baik oleh raja, dan dilakukanlah demikian.

Suasana pasal dua ini sangat berbeda dari pasal pertama, dari pesta menyenangkan dan berseri-seri beralih ke suasana yang tenang dan cemberut. Kita melihat seorang pria yang gagal, frustrasi dan kesepian, pikirannya mencari cara mengisi hati yang frustrasi. 「Sesudah peristiwa-peristiwa ini」 (Est. 2:1a) merujuk kepada Wasti sang ratu dilengserkan; suasana hati Ahasyweros menjadi tenang, terkenanglah ia kepada Wasti dan yang dilakukannya, dan kepada apa yang diputuskan atasnya, tiga tahun yang lalu menuruti saran dari hamba-hambanya, menyesal atas keputusan sembrono yang ia buat. Tapi 「perkataan seorang pria, tidak dapat dibatalkan」, apalagi ia yang mulia sebagai raja sebuah kerajaan?

Waktu Wasti dilengserkan adalah pada tahun ketiga pemerintahan Ahasyweros (Est. 1:3), kemudian Ester diangkat menjadi ratu adalah setelah tahun ketujuh masa pemerintahan raja Ahasyweros (Est. 2:16-17), dan waktu yang digunakan untuk pemilihan ratu adalah penuh satu tahun (Est. 2:12). Oleh karena itu, 「sesudah peristiwa-peristiwa ini (Est. 2:1a) adalah tiga tahun setelah Wasti dilengserkan. Tapi mengapa peristiwa yang sudah terjadi tiga tahun yang lalu sampai sekarang membuat mimpi tengah malam dalam kesepian?

Menurut sejarawan Yunani Herodotus, karena ayah Ahasyweros pernah dikalahkan oleh Yunani di Athena, ia terus menerus mencoba untuk membalas dendam bagi ayahnya, maka pada tahun-tahun ini dia telah menyerang Yunani. Namun, ia tidak hanya kalah di medan perang, kembali tanpa hasil, tetapi juga telah menguras sedemikian banyak kekayaan Persia; yang lebih suram lagi adalah kehidupannya setelah kalah perang menjadi penuh nafsu tak terkendali, tidak hanya berminat terhadap isteri saudaranya, tetapi juga menggoda istri para pejabat Persia. Sekarang perang telah berlalu, ia kembali ke puri Susan, walaupun di sisinya tidak kurang wanita yang menemani, tapi mau tidak mau teringat pada masa dahulu, teringat kepada Wasti yang paling memahami dirinya.

Mereka yang berdiri di depan raja tentu paham mengobservasi wajah raja, tahu pikirannya, dan kemudian menyarankan raja untuk mengadakan 「kontes pemilihan ratu」, mencari gadis-gadis cantik di seluruh negeri, memilih ratu menempati posisi Wasti. Proses pemilihan ratu sangat teliti, gadis-gadis yang terpilih sangat dijaga ketat: mereka akan dibawa ke puri Susan, menetap di harem istana, dan mendapat perhatian dan perlindungan dari kasim Hegai (lihat Est. 2:3). Suatu pengaturan yang sangat serius, sehingga hanya raja sendiri dapat bertemu gadis-gadis ini, hanya raja dapat memandang kecantikan mereka.

Untuk memuaskan hasrat raja sendiri, demi menyenangkan Ahasyweros, para gadis muda seluruh negeri telah berubah. 「Kontes kecantikan」 kerajaan tidak dapat dibandingkan dengan kontes kecantikan masa kini, karena ada banyak keluarga yang akan terkena perubahan drastis. Mungkin beberapa orang akan bersemangat berharap terpilih dan menjadi kesayangan raja maka keluarga juga akan ikut mendapatkan kekayaan yang besar, tapi tentu saja ada banyak gadis-gadis cantik muda yang dipaksa berpisah dari keluarga mereka, dan bahkan beberapa yang sudah bertunangan mungkin dipaksa berpisah untuk masuk istana. Hanya satu orang saja yang akan dipilih sebagai ratu, seluruh gadis- gadis muda yang lain mungkin akan dibiarkan saja di harem istana terasing dari dunia luar, dikucilkan dalam kesepian sampai tua!

Renungkan:
Keputusan satu orang mempengaruhi kehidupan begitu banyak orang. Bahkan kita yang bukan pemegang kekuasaan besar, hanyalah orang-orang yang sangat biasa, tapi setiap pilihan yang kita buat akan memiliki efek yang mungkin kecil atau besar yang tidak dapat ditarik kembali terhadap diri sendiri dan orang lain. Mohon Tuhan membantu kita untuk berhati-hati tentang setiap keputusan dalam kehidupan kita.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Rut 1:6-7

「Berbalik pulang kembali ke rumah milik bapa 」

(Rut 1:6-7 [ITB])
6Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.
7Maka berangkatlah ia dari tempat tinggalnya itu, bersama-sama dengan kedua menantunya. Ketika mereka sedang di jalan untuk pulang ke tanah Yehuda,

Penulis kitab memakai lima ayat pendek secara sederhana memperkenalkan latar belakang kisah Rut, menjelaskan kedua perempuan Moab — Orpah dan Rut,karena menikah dengan kedua pemuda Israel, kemudian karena suami mereka meninggal dan memulai perjalanan bersama Naomi sang mertua menuju Betlehem. Karena tiga laki-laki bergantian meninggal dunia, keluar dari kisah, fokus disorotkan kepada diri Naomi; dan dua perempuan Moab ini berada di samping pentas. Pada awalnya Elimelekh yang menentukan arah jalan keluarga, sekarang menjadi tanggung jawab Naomi; peralihan peran adalah hal yang sering terjadi. Pepatah mengatakan 「di rumah mengikuti kata ayah, menikah mengikuti kata suami, di masa tua mengikuti kata anak.」 Naomi sebelumnya tidak punya hak membuat keputusan, hanya mengikuti kata suami, kemudian mengikuti kata anak, pada akhirnya hanya tersisa dirinya dan kedua menantu yang masih muda. Ia sekarang harus memikul tanggung jawab kepala rumah tangga, memegang peranan kepemimpinan.

Naomi ambil keputusan pulang ke kampung halaman; penulis kisah memakai tiga kata untuk mencerminkan keputusan hatinya: berkemas atau “arose / bangkit” (Rut. 1:6a), pulang (Rut. 1:6b), berangkat (Rut. 1:7a). “Berbalik pulang kembali” (שׁוּב shuwb:  to turn back) berbalik kembali adalah topik utama sesungguhnya yang ingin ditonjolkan penulis kitab: Naomi hendak dari Moab 「berbalik pulang kembali 」 ke kampung halaman (Rut. 1:6), ia ingin menantunya 「berbalik pulang kembali 」 ke rumah orang tua mereka (Rut. 1:8b), namun mereka sebaliknya bersikeras hendak bersama dia 「berbalik pulang kembali 」 ke negara asal sang mertua. Ia dengan segenap tanaga menasehati mereka untuk pulang (Rut. 1:11-12), Orpah sungguh pulang, akhirnya tersisa Rut dan Naomi bersama-sama pulang kembali ke Betlehem. Frekuensi pemakaian kata 「pulang」 sangat mencengangkan, dalam kitab Rut yang pendek hanya empat pasal, selain di pasal 2:6, 4:3 dan 4:15, di pasal 1 muncul tiga belas kali.

Kata 「pulang」 muncul berkali-kali dalam perikop yang sekadar hanya mencatat perjalanan pulang kampung, pada saat kita mengenal bahwa 「berbalik pulang kembali 」 ( שׁוּב shuwb:  to turn back) adalah kata yang dipakai para nabi untuk menunjuk kepada pertobatan, maka kita dapat memahami bahwa penulis kisah tidak sekedar hanya mencatat perjalanan pulang kampung, namun mengandung makna yang satu tingkat lebih dalam, yaitu bahwa Naomi bertekat kembali kepada pelukan TUHAN. Apa penyebab keputusan Naomi? Apakah ia merasa terpaksa sudah tidak ada jalan keluar lagi, dan mendengar bahwa di Betlehem telah turun hujan, panen melimpah, atau serangan musuh asing sudah berhenti? Tentu semua ini mungkin merupakan unsur-unsur yang membantu Betlehem lepas dari keadaan yang sulit tersebut, namun justru berita yang didapatkan Naomi adalah bahwa TUHAN memperhatikan umat milik-Nya sendiri dan memberikan makanan kepada mereka (Rut. 1:6b). ternyata yang ada di balik segala peristiwa adalah adanya tangan pemeliharaan Allah dan perhatian-Nya.

TUHAN memperhatikan umat milik-Nya sendiri itu adalah berita yang hendak disampaikan penulis kitab. 「Memperhatikan 」 (פָּקַד paw-kad’ mengunjungi) jika dimengerti dari sudut negatif adalah 「menuntut」 atau 「menghukum」, dari sudut positif artinya adalah 「mengunjungi, memperhatikan, memelihara dan memberkati」. Saat umat Allah berjalan di jalan-Nya, Allah akan memperhatikan mereka. Saat Naomi terjebak dalam keadaan tidak ada seorangpun yang dapat ia sandari, ia mendengar berita bahwa TUHAN memperhatikan umat milik-Nya sendiri, menganugerahkan makanan kepada penduduk Betlehem, membuat 「rumah pangan 」 sekali lagi sungguh-sungguh kembali seperti sebutannya. Naomi dalam kebebasan untuk membuat keputusan yang ia miliki, setelah mendengar bahwa TUHAN memperhatikan umat milik-Nya sendiri, dengan kebebasannya bertekat pulang kembali ke rumah milik Bapa, berputar pulang kembali ke pelukan TUHAN.

Renungkan: silahkan merenungkan bagian reff. dari lagi lagu 〈Pulang Rumah〉 (Softly & Tenderly Jesus Is Calling): 「Pulang rumah, Pulang rumah, yang berbeban yang terluka pulang rumah, suara Yesus lembut penuh belas kasih memanggil engkau, pulanglah rumah, dengan tulus mengundangmu pulang rumah!」 Saat engkau terjebak dalam situasi yang sangat-sangat ekstrim menderita, jangan lupa TUHAN masih tetap memperhatikan dan memelihara anak-anak-Nya. Apakah engkau seperti Naomi setelah mendengar kasih anugerah TUHAN, segera bertindak sebagai jawaban, berputar pulang kembali ke dalam pelukan TUHAN?


「Softly and Tenderly Jesus Is Calling」
Will Lamartine Thompson
UM Hymnal, No. 348

Softly and tenderly Jesus is calling,
calling for you and for me;
see, on the portals he’s waiting and watching,
watching for you and for me.

Come home, come home;
you who are weary, come home;
earnestly, tenderly, Jesus is calling,
calling, O sinner, come home!

Halus dan lembut Yesus sedang memanggil,
panggilan bagi engkau dan bagi saya;
lihatlah, di gerbang Ia sedang menunggu dan memperhatikan,
perhatikan engkau dan saya.

Pulang kembali, pulang kembali;
engkau yang lelah, pulanglah kembali;
tulus, lembut, Yesus memanggil,
hai orang berdosa, datang pulanglah rumah!


Kata  פָּקַד paw-kad’  dapat mempunyai arti mengunjungi, menghukum, memperhatikan.

Kunjungan TUHAN mempunyai beberapa aspek:

  1. Membawa hukuman kepada orang-orang yang durhaka kepada Allah: dalam Yer. 5:29 oleh ESV, atau NIV diterjemahkan sebagai “menghukum” seperti ITB “Masakan Aku tidak menghukum mereka karena semuanya ini? demikianlah firman TUHAN. Masakan Aku tidak membalas dendam-Ku kepada bangsa yang seperti ini?” bandingkan dengan terjemahan KJV atau ASV “Shall I not visit (mengunjungi) for these [things]? saith the LORD : shall not my soul be avenged on such a nation as this?”
    Atau dalam Maz. 89:32 “maka Aku akan membalas (mengunjungi, menghukum) pelanggaran mereka dengan gada, dan kesalahan mereka dengan pukulan-pukulan.”
    Sepatutnya respon manusia terhadap hukuman-Nya “Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.” (Ayub 5:17)
  2. Kunjungan-Nya merupakan didikan kepada anak-anak-Nya yang berbuat kesalahan agar pulang kembali kepada pelukan-Nya, Ibr. 12:6 “karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”
  3. Bagi anak-anak-Nya, kunjungan-Nya merupakan lawatan membawakan perhatian, pemeliharaan dalam kasih sayang anugerah-Nya. Rut 1:6「… TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Rut 1:3-5

 「Mati sebagai Tamu di Tanah Asing 」

(Rut 1:3-5 [ITB])
3 Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya.
4 Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya. 5 Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.

Sebuah pepatah mengatakan: 「Engkau telah membuat pilihan, pilihan tersebut membuat keputusan dan menentukan engkau. 」 Artinya setiap pilihan atau keputusan akan membawakan hasil akhir yang berbeda; Kita harus bertanggung jawab atas pilihan yang kita buat. Elimelekh pindah beremigrasi ke tanah asing, tidak lama kemudian mati di negara asing. Penulis kitab memakai cara penggambaran yang ringan, hambar, langsung, tidak menuliskan rincian dan penyebab kematian, dengan sederhana menyampaikan nasib Elimelekh beserta kedua anaknya di Moab: “… matilah Elimelekh, suami Naomi” (Rut. 1:3a), “… matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon” (Rut. 1:5a), hanya tertinggal tiga janda: Naomi, Orpa, dan Rut.

Pendahuluan yang singkat ini, dengan cara yang indah memindahkan fokus tokoh utama dari diri Elimelekh yang mati sebagai tamu di tanah asing beralih kepada diri Naomi, yang segera menjadi tokoh nomor satu dalam episode pertama ini. Dengan cara penulisan peralihan fokus tokoh utama dalam narasi: sebelumnya Naomi digambarkan sebagai “istrinya” (Rut. 1:2a), dan kemudian Elimelekh yang meninggal disebut sebagai suami Naomi (Rut. 1:3a); Mahlon dan Kilyon sebelumnya disebut sebagai anak Elimelekh (Rut. 1:1b), namun kemudian disebut sebagai kedua anak Naomi (Rut. 1:3a). Penulisan cara peralihan tokoh dalam narasi terlihat sangat jelas, Elimelekh dengan cepat hilang dari dalam kisah, Naomi menjadi tokoh utama dalam fokus.

Penulis kitab tidak menyebutkan penyebab kematian Elimelekh, hanya dengan cepat menunjukkan bahwa ia mati sebagai tamu di tanah asing. Rabi Yehuda memandang kematian Elimelekh adalah hukuman Allah, karena meninggalkan kampung halaman sendiri dan meninggalkan umat Allah. Namun, penjelasan ini tidak mempunyai dukungan ayat-ayat Alkitab. Sepuluh tahun kemudian Mahlon dan Kilyon juga berurutan meninggal, penyebab kematian juga tidak disebutkan. Apakah disebabkan mereka mengambil perempuan Moab sebagai istri sehingga dihukum Allah? Walaupun orang Israel sangat berhati-hati terhadap mengambil perempuan asing sebagai istri, tidak ada larangan menikah dengan suku asing di dalam hukum Taurat, TUHAN hanya melarang orang Israel menikah dengan orang-orang Kanaan yang diusir (“… orang Het, orang Girgasi, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus … Janganlah juga engkau kawin-mengawin dengan mereka …” Ul. 7:1-3), tidak mencakup suku-suku asing lain, tentang orang Amon atau orang Moab hanyalah dilarang masuk jemaah TUHAN (Ul. 23:3). Penyebab kematian Elimelekh dan kedua anaknya bukanlah fokus penulis kitab, tetapi masa depan Naomi dan kedua menantunya itulah yang menjadi fokus kisah!

Naomi kehilangan suami, juga kedua anaknya, hanya tersisa dua menantu yang adalah suku asing, nasib Naomi memang pahit. Dalam masyarakat timur dekat zaman kuno, seorang janda tanpa suami, pendatang dan juga anak yatim piatu merupakan golongan lemah dari masyarakat. Dengan kata lain, ia kehilangan sumber sandang pangan, pemeliharaan, dan perlindungan. Apalagi Naomi umurnya sudah lanjut, kemungkinan menikah lagi sudah tidak ada, tidak punya kekuatan untuk bekerja, ditambah lagi orang tuanya mungkin sudah tidak ada, dan lagi kedua menantunya adalah orang suku asing, ia tidak punya tempat berlindung tidak ada sandaran, jatuh dalam keadaan yang ekstrim sulit, terjebak dalam situasi putus asa. Tetapi ia bukan seorang diri menghadapi keadaan pahit ini, juga bukan sama sekali putus asa, ia masih punya dua menantu orang asing yang bersamanya. Dan salah satu menantunya yang bernama Rut justru menjadi orang kunci yang mengeluarkan dia dari keadaan sulit, tetapi Naomi pada saat itu sama sekali tidak memiliki petunjuk apapun. Namun penulis kitab sejak awal sudah meletakkan realitas kasih kemurahan TUHAN atas keluarga ini secara tersembunyi di dalam struktur kisah. Penulis kitab memakai cara penulisan sastra struktur chiastic bersilang yang sering di pakai orang Ibrani, memakai bentuk paralel antara kematian Elimelekh dan pengaruhnya atas Naomi (Rut. 1:3) dengan kematian kedua anaknya dan pengaruhnya atas Naomi (Rut. 1:5) untuk menonjolkan kedua perempuan Moab yang diambil istri oleh kedua anaknya — Orpah dan Rut (Rut. 1:4). Dari antara kedua menantu salah satunya adalah Rut, tepat karena ia kemudian mengambil keputusan mengikuti Naomi sehingga menjadi penolong Naomi.

Struktur engsel (chiastic)

A) Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi,
B) sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya.
………C) Keduanya mengambil perempuan Moab:
……………….yang pertama bernama Orpa,
……………….yang kedua bernama Rut;
………dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya.
A”) Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon,
B”) sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.

Renungkan: sebuah iklan mengatakan 「cara penyelesaian lebih banyak dari kesulitan」. Benar, Tuhan yang setia dan penuh belas kasih secara tersembunyi pasti akan memelihara dengan kasih karunia orang-orang yang merupakan milik-Nya. Apakah engkau pernah jatuh dalam keadaan yang penuh putus asa? Apakah engkau percaya Allah jauh sebelumnya telah menyediakan sebuah jalan keluar?

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Kejadian 13:8-11

「Bertengkar dan berpisah」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 13:8-11 [ITB])
8 Maka berkatalah Abram kepada Lot: Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat. 9 Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri.
10 Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. 11 Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah. 12 Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom. 13 Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.

Setelah Abram kembali ke Kanaan dari Mesir, dia pergi ke tempat dahulu dia biasa mendirikan tendanya, dan tempat dia pertama kali membangun mezbah, di sana dia memanggil nama TUHAN (Yahweh) (ayat 3-4), menunjukkan bahwa dia sangat ingin memulihkan hubungan dia dan TUHAN. Namun saat ini ada tantangan baru, namun saat ini ia telah belajar dari pengalaman Mesir dan memilih untuk menghadapinya dengan cara yang sama sekali berlawanan.

(1) Masalah kunci (ayat 5-7). Karena begitu banyak harta milik Abram dan Lot, sehingga mereka tidak dapat hidup bersama, dan bahkan para gembala Abram berkelahi bersaing dengan para gembala Lot. Namun, faktor psikologis lebih besar daripada faktor geografis.

(2) Solusi (ayat 8-11). Abram melihat inti permasalahan dan membuat keputusan yang tegas untuk mengajukan solusi. Pertama, dia menahan emosi: menjelaskan bahwa keduanya tidak dapat ada perkelahian, karena kita adalah kerabat, dalam teks aslinya adalah saudara (brother). Walau sebagai seorang penatua, yang sepatutnya dihormati, ia rela merendahkan diri duduk sejajar dengan Lot untuk meredakan ketegangan. Kedua, dia menawarkan, pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri (ayat 9). Hal ini didasarkan pada arah menghadap matahari terbit sebagai timur, tangan kiri adalah utara dan tangan kanan adalah selatan. Abram di sini untuk menyerahkan haknya untuk pilihan pertama, dan bersedia untuk berbagi dengan Lot tanah perjanjian yang Allah berikan kepadanya (mereka berada di tengah-tengah tanah perjanjian pada saat itu). Namun, Lot memilih seluruh dataran Sungai Yordan dan pindah ke timur, mereka berpisah satu sama lain (ayat 10-11).

(3) Hasil dari memilih (ayat 12-13). Lot tidak hanya memilih untuk meninggalkan pamannya, tetapi juga memilih untuk meninggalkan tanah perjanjian dan meninggalkan berkat Allah. Karena dia Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom. Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN. Mentalitas dan tingkah laku Lot sama dengan perjalanan Abram ke Mesir di pasal sebelumnya, berpikir pilihan sendiri paling menguntungkan, tetapi tanpa disadari membawakan hasil yang paling buruk. Keegoisannya membuat dia mengabaikan relasi dirinya sebagai keponakan dengan pamannya, tidak membedakan dirinya yang muda dengan yang lebih tua, dan terlebih dia tidak dapat membedakan berkat yang dari TUHAN (seperti taman TUHAN) ataukah itu adalah godaan dunia (seperti tanah Mesir).

Renungkan:
Lot menjadi tipologi melambangkan kelak dua setengah suku Israel di sisi timur Sungai Yordan, walaupun orang Israel bersama-sama telah meninggalkan Mesir dan melewati padang belantara, tetapi mereka memilih untuk tinggal di sisi timur Sungai Yordan karena pertimbangan ekonomi dan rencana yang egois, dan menolak untuk memasuki tanah perjanjian. Namun, pilihan yang salah dari satu generasi telah membawa bencana yang tiada habisnya bagi generasi mendatang. Mereka paling pertama ditawan di negeri asing, dan tidak pernah kembali lagi sejak itu (1 Tawarikh 5:25-26).

(Tipologi: Seseorang atau sesuatu di dalam Perjanjian Lama yang menjadi bayangan seseorang atau sesuatu yang hadir di dalam Perjanjian Baru. Peristiwa-peristiwa, tokoh-tokoh, atau pernyataan-pernyataan dalam Perjanjian Lama dipandang sebagai tipe yang kembali timbul atau dilampaui oleh peristiwa, antitipe, atau aspek Kristus atau wahyu-Nya yang dideskripsikan dalam Perjanjian Baru. Contohnya, Yunus dipandang sebagai tipe Kristus saat ia keluar dari perut ikan dan kemudian tampak bangkit dari kematian.)


Renungan pemahaman Kitab Kejadian 12-26

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 12-26 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) dipublikasi pada bulan Maret 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.