Tag Archives: Perjamuan

Yesaya 55:1-5

「Kasih Setia yang Teguh」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 55:1-5 [ITB])
1 Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! 2 Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. 3 Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.
4 Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa; 5 sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena TUHAN, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau.

Kasih setia TUHAN yang dapat diandalkan terwujud dalam kemurahan hati TUHAN terhadap umat-Nya dan bangsa-bangsa. Ayat 1-2 menggunakan gambaran hikmat (wanita) yang mengundang orang lain untuk makan, gambaran ini dicatat dalam Amsal: “Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah ke mari”; dan kepada yang tidak berakal budi katanya: “Marilah, makanlah rotiku, dan minumlah anggur yang telah kucampur; buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian” (Ams. 9:4-6). Seperti halnya hikmat berseru memanggil semua orang tak berpengalaman (bodoh) dan tidak berakal budi, sekarang Yesaya Kedua juga mengimbau semua orang (termasuk orang non Yahudi) yang haus dan tidak memiliki uang (ayat 1) untuk datang dan memperoleh anggur dan susu secara cuma-cuma. Penekanannya adalah pada kasih karunia cuma-cuma, tidak dibutuhkan jasa dan bayaran apa pun, cukup hanya membuka kedua tangan saja bisa secara cuma-cuma mendapatkan pemeliharaan dan kasih kemurahan.

Ayat 2 menunjukkan bahwa orang-orang tidak perlu lagi menghabiskan uang untuk sesuatu yang bukan makanan dan sesuatu yang tidak mengenyangkan, ini agak sulit untuk dipahami bagi orang yang berpikir bahwa apa yang dibeli dengan uang adalah yang paling memiliki nilai dan paling bisa membuat orang kenyang. Tetapi penjelasan yang baik adalah bahwa jikalaupun orang menghabiskan uang untuk membeli makanan, mereka hanya bisa kenyang untuk waktu yang sementara, namun juga tidak akan bisa kenyang untuk jangka panjang, ini mengacu pada kebutuhan fisik. Satu-satunya yang bisa membuat orang kenyang adalah dengarkanlah Aku (perhatikan kata-kata-Ku), maka akan memakan yang baik dan akan menikmati sajian yang paling lezat, dan akhirnya membawa sukacita dalam hati, ini mengacu pada kepuasan jiwa rohani. Karena itu, makanan yang material tidak dapat membuat orang puas, hanya mematuhi Firman Tuhan saja barulah bisa. Tidak mengherankan, kata-kata kitab Ulangan bahwa … manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN (Ul. 8:3).

Ayat 3 menunjukkan bahwa mereka yang mendengarkan firman TUHAN dapat membuat perjanjian kekal dengan Allah, dasar dari perjanjian kekal ini adalah kasih yang dapat dipercaya yang dijanjikan TUHAN kepada Daud. Isi dari perjanjian Daud adalah bahwa keturunan Daud akan tiada berkesudahan duduk di atas takhta Daud, walau jika keturunan Daud melanggar perintah Allah dan Ia menggunakan tongkat-Nya untuk menghukumnya, tetapi kasih Allah tidak akan pernah meninggalkan keturunan Daud (2 Sam. 7). Dan kasih kemurahan yang demikian ini menunjuk kepada kesetiaan Allah terhadap perjanjian, Ia tidak akan pernah menyerah serta meninggalkan keturunan Daud dan umat-Nya. Selanjutnya, ayat 4-5 memperlihatkan isi perjanjian Daud, menjadikan keturunan Daud sebagai kesaksian bagi semua bangsa-bangsa, sehingga bangsa-bangsa yang tidak mengenalnya akan dikumpulkan dipanggil demi umat Israel. Perjanjian Daud mencakup adanya kesaksian umat Allah di antara bangsa-bangsa, membuat bangsa-bangsa melihat kemuliaan Allah melalui diri umat Allah itu.

Renungkan:

Kemuliaan Allah bukan dalam kekayaan dan status, tetapi dalam menaati perintah-perintah TUHAN, sehingga dapat benar-benar memuaskan ladang hati orang, pada saat yang sama dengan cuma-cuma menerima perjamuan dan anugerah yang datang dari Allah. Di satu sisi, perjanjian Daud tidak bersyarat, Allah tidak akan pernah menyerah meninggalkan umat Israel, dan mereka tidak perlu membayar emas atau perak untuk memperoleh makanan. Di sisi lain, perjanjian Daud adalah bersyarat, yaitu ketaatan, jika tidak maka mereka akan menerima pukulan displin. Dalam kesejajaran antara tanpa syarat dan bersyarat ini, umat Allah mengetahui anugerah cuma-cuma dan jalan menuju pengudusan, keduanya harus diterima sepenuhnya untuk dapat melihat kasih kemurahan TUHAN dan memahami bahwa kasih setia ini adalah yang paling dapat diandalkan.


Renungan pemahaman Kitab Yesaya (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya Pasal 40-55 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Desember 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Wahyu 19:11-21

「Mengenal Raja segala raja dan Tuan segala tuan」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Why. 19:11-21 [ITB])
11 Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: Yang Setia dan Yang Benar, Ia menghakimi dan berperang dengan adil. 12 Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri. 13 Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: Firman Allah.
14 Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih.
15 Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa. 16 Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.
17 Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar, 18 supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar.
19 Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya. 20 Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang. 21 Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka.

Ayat hari ini mengumumkan kedatangan kedua kali Tuhan Yesus! Bagian pertama dari perikop mengatakan: ketika Tuhan datang lagi, Dia bersama dengan semua pasukan yang di sorga, mereka menunggang kuda putih (ayat 11-16); separuh yang terakhir berkata: binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka berperang melawan Tuan yang berada di atas kuda putih dan pasukan-Nya; pada akhirnya, kedua binatang itu ditangkap, keduanya dilempar hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang, pengikutnya dibunuh; dan semua burung kenyang oleh daging mereka (ayat 17-21).

Burung-burung datang memakan daging mereka, yang disebut perjamuan Allah (ayat 17), yang berarti bahwa Allah akan menghakimi orang-orang di bumi ini, yaitu berbagai orang yang menjadi pengikut binatang itu (ayat 18-19). Ini bersumber pada nubuat Yehezkiel, tentang bagaimana bangsa-bangsa penganiaya umat Allah dimakan oleh burung-burung (Yeh. 39:17-18). Metafora ini adalah untuk membawakan kengerian penghakiman, oleh karena itu, kengerian dari pesta ini sangat kontras dengan perjamuan pernikahan dalam ayat di atas sebelumnya (lih. ayat 19:9).

Dalam nubuat nabi Yehezkiel tentang burung makan daging, berulang kali ditekankan bahwa ketika Allah melakukan penghakiman, Israel dan bangsa-bangsa akan tahu: Akulah TUHAN. (Yeh. 39:6-7, 22-23, 28). Anehnya, Tuan yang di atas kuda putih yang dijelaskan dalam paragraf ini, nama yang tertulis pada diri-Nya ternyata suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri (ayat 12). Apa artinya itu? Dari perikop kitab Yehezkiel tersebut, dapat dilihat bahwa identitas Yesus tidak diketahui oleh orang-orang di bumi, sama seperti Israel dan bangsa-bangsa tidak mengetahui penghakiman TUHAN dan tidak menghormati-Nya. Kemudian, pada saat penghakiman besar, barulah mereka semua tahu! Ketika Tuhan datang kembali, setiap mata akan melihat Dia (lih. 1:7); maka pada saat itu barulah semua akan mengetahui dengan pasti siapa Dia Yang Setia dan Yang Benar, dan Ia menghakimi dan berperang dengan adil (ayat 11, lihat Why. 6:10; 13:4).

Perikop menggambarkan identitas Tuhan dalam suatu struktur silang. Kita akan melihat ayat 12 sampai 16 sesuai frasa yang berkorespondensi:

(1) ayat 12: pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri.
(2) ayat 13a: Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah;
(3) ayat 13b: nama-Nya ialah: Firman Allah.
(X) ayat 14: semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih.
(3) ayat 15a: dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa.
(2) ayat 15b: Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa
(1) ayat 16: pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.

Kita lihat bagian awal dan akhir. Ayat 12 mengatakan: nama yang tidak diketahui seorang pun; kemudian ayat 16 mengungkapkan bahwa namanya adalah Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan. Ayat 13a mengatakan bahwa jubah-Nya telah dicelup dalam darah (lihat Yes 63:1-3); pada ayat 15b menggunakan perumpamaan mengatakan: Ia memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah (lih. Why. 14:14-20) menyatakan bahwa dia adalah Allah penghakiman. Dalam ayat 13b, Ia disebut Firman Allah, dalam ayat 15a, menggunakan perumpamaan mengatakan: dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang menunjukkan bahwa Ia menghakimi berdasarkan Firman Allah.

Terakhir adalah bagian tengah ayat 14, yang merupakan inti dari perikop ini: semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih. Sekilas, pasukan yang di sorga adalah malaikat, tetapi dalam kitab Wahyu, orang-orang yang mengikuti Tuhan adalah orang-orang yang berperang untuk Tuhan, pasukan surgawi (lih. Why. 7:4, 14:1), oleh karena itu, orang-orang yang menunggang kuda-kuda putih dan dan memakai lenan halus yang putih bersih ini merujuk kepada orang-orang kudus yang mengikuti Anak Domba (lih. Why. 14: 4). Mereka mendapatkan pengadilan dalam kebenaran ketika Tuhan Yesus datang kembali, dan keadilan ditegakkan bagi mereka dan pengikut Tuhan Yesus menjadi pasukan yang menang. Dalam kitab Wahyu, pakaian lenan halus yang putih selalu merupakan janji Tuhan kepada orang-orang kudus — untuk membuktikan ketidakbersalahan dan kekudusan mereka, sebagaimana dikatakan teks sebelumnya di atas: mempelai wanita dari Anak Domba memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih! [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.] (Why. 19:8) — semuanya putih bersih!

Renungkan:

Jika saya bertempur untuk Tuhan, anggota pasukan surgawi peran apa yang saya tanggung dalam pertempuran? Peran pertahanan: teguh percaya pada Firman Tuhan saat dalam penganiayaan, atau mempertahankan kehidupan suci dalam lingkungan dunia? Atau apakah itu peran menyerang: bekerja untuk Tuhan dan menuntun orang datang kepada Tuhan (lihat 2 Kor. 10:4-5)?

Seberapa banyak saya mengenal Tuhan Yesus Kristus? Jika saya tidak mengenal-Nya atau tidak percaya pada-Nya, sampai kapankah saya baru bersedia percaya pada-Nya? Tolong jangan tunggu sampai hari penghakiman besar tiba, baru Anda mengenal-Nya!


Renungan pemahaman kitab Wahyu (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 10-22 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan September 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

18 April 2019 ● Kamis Putih

Setiap Kali Engkau Memakan Roti ini… Kamu memberitakan Kematian Tuhan Sampai Ia Datang

1 Korintus 11:23-26
23 Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti 24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diseraahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” 25 Demikian juga ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!” 25 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

Renungan

Seberapa pentingkah dapat mengingat peristiwa-peristiwa signifikan dalam kehidupan seseorang? Ini dapat menjadi sumber motivasi dan membawa HARAPAN bagi orang yang sedang menghadapi kesulitan serta tantangan dalam hidupnya. Anda mungkin mau mengingat beberapa peristiwa atau pengalaman signifikan dalam hidup Anda … dan Anda berkata ”Ini suatu pengalaman yang indah untuk diingat.” Kita membenci graffiti (seni jalanan yang biasa dilakukan secara ilegal dan menggunakan cat semprot) tapi bagi orang yang membuatnya berpikir itu adalah cara yang baik untuk mengingat atau meninggalkan sebuah pesan. Kita mendirikan monumen-monumen untuk memperingati sebuah peristiwa bersejarah, sehingga generasi yang akan datang dapat diingatkan tentang pahlawan atau peristiwa itu.

Perjamuan Paskah adalah perjamuan memorial tentang peristiwa ajaib bangsa Israel pada malam keberangkatan mereka keluar dari Mesir. Keluaran 12 (klik untuk membaca), Anda mungkin ingin membacanya untuk membantu Anda memahami apa yang ditetapkan Perjamuan Tuhan pada malam ketika Ia dikhianati.

Tuhan kita menciptakan gambaran atas penderitaan-Nya sebagai Anak Domba Paskah sejati yang merupakan korban yang rela dan tidak berdosa, pengorbanan-Nya atas nama orang berdosa. Roti (tubuh-Nya yang terpecah), anggur (darah-Nya) tercurah. Ia adalah korban suci “sekali dan hanya sekali dan sekali untuk semua” karena “tidak mungkin bagi darah lembu dan kambing menghapus dosa-dosa.” (Ibrani 10:4)

Doa

Tuhan, dalam dunia yang hancur dan dalam kehancuran, kami melihat diri kami apa adanya: orang berdosa yang begitu besar dosanya sehingga Engkau datang untuk menebus kami dengan darah-Mu. Kami tidak berdaya dan gelisah tanpa Engkau. Terima kasih karena telah memerintahkan kami untuk “melakukan ini sebagai pengingat satu-satunya pengorbanan diri-Mu di Kalvari untuk semua orang berdosa termasuk aku.” Amin.

Tindakan

Aku ingin datang ke Perjamuan dengan sungguh-sungguh dengan persiapan yang benar dalam hati dan pikiran sesuai dengan firman-Nya, mengakui bahwa aku telah berdosa dan membutuhkan kasih karunia keselamatan Allah dalam Kristus. Aku telah menerimanya secara cuma-cuma dan aku juga harus memberikannya cuma-cuma.

Oleh
The Right Reverend Solomon Cheong (retired)
Assistant Bishop of the Diocese of Kuching

Lukas 14:1-6

「Hidup dalam iman yang membuat orang terdiam tanpa bantahan」
oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) Alliance Bible Seminary H.K.

(Luk. 14:1-6 [ITB])
1 Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.
2 Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di hadapan-Nya. 3 Lalu Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu, kata-Nya: 「Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?」
4 Mereka itu diam semuanya. Lalu Ia memegang tangan orang sakit itu dan menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi.
5 Kemudian Ia berkata kepada mereka: 「Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?」
6 Mereka tidak sanggup membantah-Nya.

Tema hari ini – penyembuhan pada hari Sabat adalah topik yang penulis Lukas sengaja ulangi. Dalam Luk. 13:10-17, Yesus baru saja menyembuhkan seorang wanita yang telah delapan belas tahun dirasuk roh jahat sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak, di sini kita menemukan lagi bahwa Tuhan Yesus menyembuhkan seorang yang sakit busung air pada hari Sabat.

Kitab Suci pertama-tama menjelaskan bahwa ini adalah adegan pesta, pemimpin orang-orang Farisi yang secara pribadi mengundang Yesus untuk menjadi tamu, tetapi tujuan mereka adalah untuk mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan Yesus. Dari tradisi keagamaan orang Yahudi, makan malam yang diselenggarakan oleh tokoh-tokoh agama pada zaman itu bukan murni untuk bersosial. Mereka sedang menunggu kedatangan Mesias dan berdiskusi satu sama lain tentang siapakah yang memiliki kriteria Mesias, misalnya, perjamuan komunitas Qumran, mereka mengharapkan Mesias muncul di antara mereka dan menyatakan diri kepada mereka. Penantian yang saleh ini disebut Perjamuan Mesianik Eskatologis (Eschatological Messianic Banquet)

Dalam latar belakang ini, kita dapat membayangkan dan merenungkan, orang-orang Farisi dan Ahli Taurat ingin mengamati Yesus dengan teliti. Karena Yesus telah membangkitkan pandangan mata semua orang, dan tanda-tanda serta keajaiban menyertai diri-Nya, apakah Ia adalah Sang Mesias yang sejati? Dapat dipercaya bahwa perjamuan ini akan menjadi pertandingan gulat antara bersedia mengakui dan yang selalu ragu tidak percaya.

Yesus bukan tidak tahu pergulatan antar kekuatan religius semacam ini. Dia memilih untuk menghancurkan citra Mesias dalam hati mereka dengan cara yang paling langsung sebelum pesta dimulai. ── yakni yang memiliki karakter 「menjaga hukum Taurat secara ketat」. Sebenarnya diperbolehkan untuk menyembuhkan penyakit pada hari Sabat. Menurut literatur Rabi (M.Yowa 8.6), diijinkan melakukan pekerjaan menyelamatkan hidup di hari Sabat. Secara teori, tidak apa-apa untuk menyembuhkan penyakit, tetapi pertanyaannya adalah apakah penyakit yang dirawat melibatkan krisis segera.Jika kehilangan nyawa, jika tidak, maka tidak perlu menyembuhkan penyakit pada hari Sabat dan melanggar aturan Sabat.

Jelas, fokus Yesus bukanlah pada bagaimana penggunaan hukum Taurat. Titik berat Yesus adalah bahwa hari Sabat adalah hari agar manusia mendapatkan pembebasan (ἀπέλυσεν apelysen) di ayat 4 (dalam ITB diterjemahkan sebagai menyuruhnya pergi). Dalam catatan penyembuhan di hari Sabat yang sebelumnya, digunakan kata bahasa Yunani yang sama, dan Yesus membuka penyakit bungkuk yang telah mengikat wanita itu selama 18 tahun dan membebaskannya (lihat Lukas 13:12 dalam ITL 「… terlepaslah engkau daripada penyakit lemahmu itu」lebih harafiah, ITB 「… penyakitmu telah sembuh」 lebih fungsional). Ini adalah esensi dari Sabat yakni membuat orang diberkati, dan adalah membuat orang untuk dipulihkan kembali menikmati bagaimana Allah dahulu menciptakan manusia dengan sempurna di masa lalu dan memuliakan Allah pencipta manusia yang baik adanya itu (lih. Luk. 13:17).

Karena itu, Yesus tidak pertama-tama membiarkan orang untuk mencela atau mempertanyakan tindakan-Nya, seperti yang dilakukan kepala rumah ibadat. Kali ini, Ia langsung bertanya kepada orang-orang beragama ini apakah Ia pantas melakukannya. Ketika mereka menghadapi pertanyaan ini, mereka tampak lemah dan tidak dapat membantah. Kebenaran jelas membuat orang tidak bisa berkata-kata, bagaimana seharusnya perjamuan Mesias yang tinggal nama kosong namun tidak berisi ini dapat dilanjutkan?

Renungkan:

Sering kali, kita meneliti Alkitab seolah-olah itu tidak bertepi, tidak tepat sasaran, namun kita tampaknya telah menambah pengetahuan dan memperdalam pemahaman kita tentang iman, lalu ikut berpartisipasi sekedar berdikusi dalam beberapa jamuan makan Mesianik, namun tidak benar-benar masuk dalam kebenaran.

Kiranya kita bersedia di tahun baru ini, kapan pun kebenaran terungkap, kita benar-benar terdiam tanpa mampu membantah, melepaskan tindakan keagamaan lama yang kita miliki, dan masuk ke dalam iman yang membebaskan dan memerdekakan orang.


Renungan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 13 – 18 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Februari 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Lukas 13:22-30

「Tinggalkan yang lama, sambut iman yang diperbarui — pertobatan」
oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) Alliance Bible Seminary H.K.

(Luk. 13:22-30 [ITB])
22 Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem. 23 Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: 「Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?」
24 Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: 「Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. 25 Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: 『Tuan, bukakanlah kami pintu!』 dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: 『Aku tidak tahu dari mana kamu datang.』 26 Maka kamu akan berkata: 『Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.』 27 Tetapi Ia akan berkata kepadamu: 『Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!』 28 Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar. 29 Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. 30 Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir.」

Dalam <Narasi Perjalanan>, Lukas berulang kali mengingatkan pembaca bahwa titik akhir perjalanan Yesus adalah Yerusalem. Karena itu ayat pertama dari perikop hari ini menyebutkan bahwa Yesus akan menyelesaikan misi-Nya di Yerusalem. Dalam perjalanan ini, fokus-Nya bukan hanya sekedar pada tanda-tanda ajaib dan kuasa penyembuhan Yesus, tetapi pada perjalanan ini Yesus membawakan berita keselamatan yang tak terduga orang-orang ── selain hendak menggulingkan praktik-praktik keagamaan dari para pemimpin agama Yahudi, juga menuntut orang bertobat, menghayatinya dengan iman yang tulus, sehingga tidak akan tertolak di luar pintu oleh Tuhan.

Ayat hari ini menyebutkan bahwa ada seseorang bertanya kepada Yesus: 「Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?」 Latar belakang pertanyaan orang ini adalah literatur Yahudi zaman antara dua perjanjian (antara P.L dan P.B), kitab 4 Esdras menyebutkan bahwa akibat orang tidak lagi menaati Hukum Taurat, menyimpang serong ke jalan sendiri, maka jumlah orang yang diselamatkan jauh lebih sedikit daripada orang yang binasa (4 Esdras 9:13-16). Ini membuat orang-orang di zaman itu bertanya: ketika hari akhir datang, apakah banyak orang Yahudi tidak memiliki harapan keselamatan, dan hanya sebagian kecil orang yang dikasihi dan termasuk dalam keselamatan Allah?

Dalam menghadapi pertanyaan yang membawa rasa takut ini, Yesus tidak mengatakan apa pun yang meredakan rasa takut bawaan pandangan akhir zaman publik ini. Malahan dengan keras Ia berkata 「Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!」 Selain itu, Yesus menekankan bahwa setelah pengurus rumah menutup pintu, mereka yang tidak bisa masuk adalah orang-orang yang Ia tidak kenal. Jawaban semacam ini tampaknya makin membuat sulit orang membayangkan bagaimana mendapatkan harapan di akhir zaman yang akan datang.

Sebenarnya, fokus Yesus adalah pada perjamuan hari akhir. Orang-orang beragama yang berpikir mereka dapat bertahan di tempat duduk mereka sendiri, berpikir bahwa dapat diselamatkan oleh karena kesalehan diri mereka, tanpa disangka tuan pemilik perjamuan menyebut mereka bukan orang benar, terlebih lagi tidak mengenal dari mana mereka berasal. Namun, mereka bersikeras pernah mendengar pengajaran dari pemilik rumah serta juga pernah makan dan minum bersama pemilik rumah, bagaimana bisa ditolak terbuang di luar?

Berdasarkan ini ditunjukkan bahwa kesalehan dan menjaga Hukum Taurat oleh diri sendiri tidak dapat membawa harapan akhir zaman, malahan pada akhirnya membuat orang menangis dan berduka. Lihat Lukas 15, 「pertobatan」 adalah fokus penting dari bagian utama ini, oleh karena itu pertobatan di hadapan Tuhan adalah unsur sejati dari harapan hari akhir; manusia tidak dapat menukarkan upaya pribadi dan kesalehan untuk mendapatkan sesuatu, sebaliknya karena Injil ── pertobatan orang, dapat dipanggillah orang dari timur, dari barat, dari selatan, dari utara, dan orang-orang dari berbagai suku bangsa datang ke perjamuan yang sesungguhnya, lihat Luk. 14 (bandingkan dengan mereka yang oleh diri sendiri berkata pernah makan dan minum bersama dengan pemilik rumah), menikmati perjamuan yang aslinya tidak layak bagi orang-orang ini, namun dengan cuma-cuma menerima perjamuan Mesias.

Renungkan:

Apakah yang dimaksud 「yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir」?

Ketika orang berpikir bahwa mereka telah benar-benar menguasai kepercayaan mereka dan melanjutkan tradisi menjaga perilaku secara eksternal lahiriah, mereka seperti orang-orang yang tertolak di luar pintu. Oleh diri sendiri berpikir telah memiliki kehidupan yang akrab dengan TUHAN, tetapi mereka sebenarnya bukan orang yang dikenal oleh TUHAN. Orang-orang Yahudi dalam pandangan akhir zaman yang mereka percayai, berpikir bahwa keselamatan hanya milik bangsa mereka saja, tetapi ketika mereka bertobat, mereka akan menemukan bahwa maksud TUHAN adalah untuk membuat bangsa-bangsa lain (yang terakhir) ikut serta dalam perjamuan Mesias (yang terdahulu). Hanya pertobatan yang dapat membuat orang mampu menafsirkan kembali (memahami ulang) dan introspeksi apa yang diri sendiri yakini, dan akan menemukan bahwa apa yang diyakini dahulu mungkin sebenarnya hanyalah ketakutan paranoid atau puncak gunung es. Kemudian, kita barulah perlahan akan merasakan kekayaan iman yang belum pernah kita alami sebelumnya.

Pada malam akhir sebelum tahun baru kalendar Imlek ini, ketika kita menghantar pergi yang lama dan menyambut yang baru, akankah kita rindu mendapatkan wajah iman yang diperbarui? Apakah kita menantikan pengenalan yang lebih berlimpah?


Renungan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 13 – 18 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Februari 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Ester 1:1-3

「Latar Belakang Sebagai Fondasi Pemahaman」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Est. 1:1-3 [ITB])
1 Pada zaman Ahasyweros–dialah Ahasyweros yang merajai seratus dua puluh tujuh daerah mulai dari India sampai ke Etiopia–, 2 pada zaman itu, ketika raja Ahasyweros bersemayam di atas takhta kerajaannya di dalam benteng Susan, 3 pada tahun yang ketiga dalam pemerintahannya, diadakanlah oleh baginda perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya; tentara Persia dan Media, kaum bangsawan dan pembesar daerah hadir di hadapan baginda.

Bulan ini kita merenungkan Kitab Ester, mari kita secara sekilas melihat gambaran kasar latar belakang kisah dalam kitab ini.

Ester, Kidung Agung, Rut, Ratapan dan Kitab Pengkhotbah yang secara kolektif dikenal sebagai lima gulungan kecil (Megilloth), merupakan bagian dari 「Tulisan-tulisan Ketuvim」 (The Writings) yang adalah bagian ketiga dari Kitab Suci Ibrani Perjanjian Lama; Ester merupakan satu-satunya gulungan kitab dari lima gulungan kecil yang secara langsung berkaitan dengan perayaan-perayaan Yahudi, sedangkan perayaan Yahudi dalam sisa empat gulungan puisi hanya bersifat simbolis. Oleh karena itu, Ester ini juga dikenal sebagai 「Gulungan puisi terbaik.」 Setiap tahun ketika orang Yahudi merayakan hari raya Purim, mereka membaca kitab ini di rumah ibadat. Kitab ini memang sebuah buku unik, tidak hanya bahwa seluruh kisahnya terjadi di luar tanah perjanjian, terlebih lagi merupakan satu kitab yang sama sekali tanpa menyebutkan nama Allah. Namun tangan Allah selalu ada di belakang layar mengarahkan perkembangan peristiwa, dan mata hikmat Allah senantiasa memperhatikan dan memelihara umat-Nya, sebagaimana pemazmur katakan: 「Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel」 (Maz. 121:4).

Karena peristiwa yang dicatat oleh kitab Ester hanya tentang kelangsungan mati hidup bangsa Yahudi, di awal kitab dituliskan tentang kegembiraan dan kenikmatan pancaindera di Istana Persia, ditambah lagi di penghujung kitab ditutup dengan berakhirnya pembunuhan, pembaca secara sekilas akan agak sulit menerimanya. Pada kenyataannya, Ester hendak menjawab pertanyaan di dalam hati umat Allah selepas penawanan: sebenarnya perjanjian yang diadakan Allah dengan mereka apakah masih berlaku? Ketika kita membaca buku ini dengan hati-hati, kita menemukan bahwa melalui sejarah ini, Allah sudah menunjukkan bahwa Dia tidak pernah meninggalkan perjanjian-Nya dengan umat-Nya, dan Ia masih memelihara dan melindungi umat-Nya. Penulis kitab ini didasarkan pada fakta-fakta sejarah, menggunakan metode narasi Ibrani, menulis buku sejarah dramatis; sang penulis kitab tidak menguraikan secara terperinci pikiran, motif, sikap dan niat dari para tokoh dalam kisah, tetapi berfokus pada tindakan dan dialog para tokoh, dan memberikan kita pemahaman yang lebih mendalam atas tindakan Allah dan secara lebih kaya mengenal sifat-sifat Allah.

Ketika kita membaca Ester dengan teliti, kita akan menemukan bahwa ada suatu kekuatan yang tak terlihat dan tak terbendung di balik kisah, dan peristiwa-peristiwa yang akan tiba-tiba berbalik di ujung tanduk dan mengubah akhir yang diperkirakan. Plot perubahan atau liku menembus seluruh kisah, dan pengembangan plot berputar di sekitar acara-acara perjamuan yang berbeda. Ester mengulang tema kunci utama (motif), adalah 「pesta perjamuan」 (mishteh ‘). Kitab menggunakan tiga 「perjamuan ganda」 sebagai benang yang menebus seluruh kisah, di bagian awal adalah pesta besar Ahasyweros dengan para pejabat (Est. 1:2-4) dan pesta bersama rakyat biasa di Puri Susan (Est. 1:5-8), di bagian akhir adalah perayaan Purim secara nasional (Est. 9:17, 19) dan perayaan Purim di Puri Susan (Est. 9:18), di bagian tengah adalah dua perjamuan yang diadakan Ester bagi raja dan Haman (Est. 5:1-8; 7:1-9).

Dua perjamuan yang diadakan Ester merupakan klimaks dan titik balik dalam kitab ini, mendorong pengembangan kisah sampai ke puncak, dan seluruh situasi berbalik secara instan dan membuat orang Yahudi dalam keadaan jalan buntu kematian melalui celah sempit mendapatkan hidup. Seperti pepatah: 「Di hadapan hanya terlihat gunung tinggi yang tumpang tindih dan sungai yang deras mengalir, seperti di ujung tidak ada jalan lagi, namun di belokan terlihat desa penuh harapan dengan bunga bersemi」

Renungkan:

Bagaimana kondisi Anda saat ini?
Bagaimanapun itu, jangan pernah melupakan bahwa Tuhan masih setia menjaga perjanjian-Nya, dan Ia masih memelihara umat-Nya, anak-anak-Nya. Mari kita mempercayai-Nya dengan segenap hati kita.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.