Tag Archives: Kesabaran Allah

Yesaya 30:18

「TUHAN Menanti-nantikan」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 30:18 [ITB])
18 Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu;
sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu.
Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!

Di sini Kitab Suci menggunakan dua kata 「Sebab itu」 sebagai kalimat keseimbangan (mayoritas versi Inggris yang menerjemahkan lebih literal ASV, ESV, RSV, KJV sebagai 「therefore」, namun tidak diekspresikan dalam terjemahan yang lebih fungsional). Terjemahan literal dari teks asli adalah seperti ini: 「oleh karena itu TUHAN pasti menunggu dan menyediakan engkau; oleh karena itu Ia pasti bangkit dan berbelaskasih pada engkau」, dan terjemahan literal dari kalimat berikutnya adalah 「sebab Tuhan adalah Allah yang adil benar, diberkati semua orang yang menunggu Dia!」Dua kalimat ini menunjukkan bahwa TUHAN menunggu dan meminta manusia menunggu sebagai tanggapan! Kata 「menunggu」 memiliki makna harapan atau percaya penuh harapan. Karena orang Israel tidak tertarik untuk percaya penuh harapan (atau menunggu) atas keselamatan Tuhan, mereka hanya tertarik untuk membentuk aliansi dengan Mesir, oleh karena itu nabi Yesaya menyatakan dalam ayat 18 bahwa TUHAN akan menunggu, yakni bahwa TUHAN melihat bahwa orang Israel tidak tertarik pada diri-Nya, bahkan murtad meninggalkan Dia, seharusnya segera diadili. Namun, Tuhan tidak segera menghakimi mereka, tetapi dengan sarkastik menanggapi orang Israel dengan 「menunggu」, menyatakan bahwa ketika orang Israel memilih untuk tidak 「menunggu」 TUHAN, maka TUHAN terlebih menanggapi dengan 「menunggu」 sampai suatu hari orang Israel tahu belajar untuk 「menunggu」.

「Penantian」 TUHAN menggambarkan kesabaran dan lapang dada-Nya, Dia tidak segera membalas karena persekutuan antara Israel dan Mesir, juga tidak segera menjatuhkan bencana untuk menghakimi orang Israel. Dia mengharapkan orang Israel untuk mengerti bahwa Dia masih memiliki harapan atas orang Israel. Bahkan jikalaupun tidak ada diri-Nya di hati orang Israel, Dia terus 「menunggu」 sampai orang Israel mau 「menunggu」 lagi. Bagian yang paling menarik dari ayat ini adalah bahwa di satu sisi TUHAN 「menunggu」, di sisi lain terus-menerus 「menyediakan」, dan dengan membawa hati penuh 「belas kasih」, dan menyatakan 「kebenaran keadilan」 Allah, ini benar-benar memaparkan bahwa 「adil benar」 dan 「belas kasih」 yang tampaknya merupakan dua hal tidak bersesuaian untuk berdampingan, justru di dalam mata TUHAN adalah sifat yang saling mendukung satu sama lain. Di satu sisi TUHAN adalah 「adil benar」, Dia dengan 「keadilan kebenaran」 Dia 「menunggu」, agar di dalam proses orang Israel belajar untuk 「menunggu」 akan TUHAN . Di sisi lain, dalam proses 「menunggu」 Dia tiada henti menyediakan dan memberkati, menunjukkan bahwa Allah tidak menyerah tidak meninggalkan, juga menjelaskan bahwa 「adil benar」 dan 「kasih sayang」 adalah dua sisi mata uang. Kasih tanpa kebenaran adalah pemanjaan yang menenggelamkan, dan kebenaran tanpa kasih adalah kejam.

Renungkan:

Penantian manusia dapat mengakhiri penantian Allah, berdoa agar kita semua dapat bertobat dan kembali lagi menantikan TUHAN. Apakah Anda bersedia?


Renungan pemahaman Kitab Yesaya (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 24 – 39 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.