Category Archives: kitab Ester

Ester 9:29-10:3

「Peran dalam Peristiwa」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 9:29-10:3 [ITB])
9:29 Lalu Ester, sang ratu, anak Abihail, menulis surat, bersama-sama dengan Mordekhai, orang Yahudi itu; surat yang kedua tentang hari raya Purim ini dituliskannya dengan segala ketegasan untuk menguatkannya. 30 Lalu dikirimkanlah surat-surat kepada semua orang Yahudi di dalam keseratus dua puluh tujuh daerah kerajaan Ahasyweros, dengan kata-kata salam dan setia, 31 supaya hari-hari Purim itu dirayakan pada waktu yang ditentukan, seperti yang diwajibkan kepada mereka oleh Mordekhai, orang Yahudi itu, dan oleh Ester, sang ratu, dan seperti yang diwajibkan mereka kepada dirinya sendiri serta keturunan mereka, mengenai hal berpuasa dan meratap-ratap. 32 Demikianlah perintah Ester menetapkan perihal Purim itu, kemudian dituliskan di dalam kitab.
10:1 Maka raja Ahasyweros mengenakan upeti atas negeri dan daerah-daerah pesisir juga. 2 Segala perbuatannya yang hebat serta gagah dan pemberitaan yang seksama tentang kebesaran yang dikaruniakan raja kepada Mordekhai, bukankah semuanya itu tertulis di dalam kitab sejarah raja-raja Media dan Persia? 3 Karena Mordekhai, orang Yahudi itu, menjadi orang kedua di bawah raja Ahasyweros, dan ia dihormati oleh orang Yahudi serta disukai oleh banyak sanak saudaranya, sebab ia mengikhtiarkan yang baik bagi bangsanya dan berbicara untuk keselamatan bagi semua orang sebangsanya.

Di akhir cerita, Mordekhai dan Ester menuliskan kepada orang-orang Yahudi untuk tetap menjaga hari raya Purim (Est. 9:29-32), menekankan kembali pentingnya diadakan hari raya Purim, agar orang-orang Yahudi mengingat proses keselamatan mereka, jangan sampai mereka melupakan kasih karunia Allah. Kemudian, penulis kitab kembali ke topik kehidupan sehari-hari, yaitu pajak.

「Ahasyweros memungut pajak atas negeri dan daerah-daerah pesisir」 (Est. 10). Kerajaan Persia baru saja mengalami direpotkan peristiwa hampir terjadinya genosida salah satu suku bangsa penduduknya. Dapat dikatakan bahwa rakyat kesulitan untuk kembali hidup normal, dan banyak urusan tertunda yang menantikan untuk dipulihkan, sementara raja Ahasyweros belum menerima dana suap yang dijanjikan Haman. Maka untuk membawa negara kembali ke jalurnya, memungut pajak tidak bisa dihindari.

Ruang lingkup pungutan pajak sangat luas, termasuk daerah daratan dan orang-orang dari pulau-pulau itu, ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa wilayah kerajaan Persia sangat luas, mencerminkan wibawa dan kemakmuran raja Ahasyweros, ia dengan mudah menunjuk Mordekhai untuk menggantikan posisi Haman menjadi tokoh yang berkedudukan dan berkuasa tinggi di atas semua yang lain. Ahasyweros adalah seorang raja dari kerajaan yang kay raya dan berkuasa, tetapi ia hanya memainkan peran pendamping dalam kisah Ester. Mordekhai yang dipromosikan menjadi perdana menteri, seperti Yusuf menjadi perdana menteri Mesir, ia adalah tokoh utama dalam kisah, orang-orang Persia diberkati oleh pemerintahan Mordekhai, orang-orang Yahudi dan keturunan mereka lebih diberkati, dan mereka hidup aman di tanah asing tempat mereka ditawan. Mordekhai 「dihormati oleh orang Yahudi serta disukai oleh banyak sanak saudaranya」 (Est. 10:10b); ia sangat dihormati di antara orang Yahudi, sehingga kemudian orang Yahudi menyebut Purim sebagai 「hari Mordekhai」 (2 Makabi 15:36). Mordekhai melakukan peran yang sangat penting dalam kitab Ester, dan itu tampak dari kuantitas betapa seringnya ia muncul di seluruh buku.

Nama Mordekhai muncul 52 kali dalam Alkitab versi bahasa Ibrani, urutan kedua setelah Ester yang muncul 55 kali. Di akhir kitab dituliskan lebih spesifik tentang kontribusinya pada orang Yahudi dan keturunan Yahudi. Namun, jika tanpa Ester menjadi ratu dari Ahasyweros, tanpa dia ambil resiko menemui raja, tanpa rancangannya yang membuat Haman saling berkonfrontasi dengan Ahasyweros. Tanpa ia mengungkapkan kepada raja bahwa Mordekhai adalah kerabat dekatnya, Mordekhai tidak akan memakai cincin meterai raja, tanpa dia memohon bagi rekan sebangsanya, maka orang-orang Yahudi akan dipunahkan.

Ester di akhir kitab ini disebut 「Ester, sang ratu, anak Abihail」 (Est. 9: 29a; lih. Est. 2:15), artinya ia adalah orang Yahudi dan juga ratu kerajaan Persia. Ia bersama Mordekhai menuliskan surat peraturan penetapan 「perihal Purim itu」 (Est. 9: 32a), ia merupakan mitra Mordekhai dalam peristiwa tersebut.

Penulis kitab tidak menyebutkan Ester di pasal terakhir (pasal 10) karena  tanggung jawab dia adalah penyelesaian konflik. Karena krisis genosida telah diselesaikan, fokusnya kembali kepada orang yang menyebabkan krisis, Mordekhai. Mereka berdua adalah tokoh utama dalam kisah.

Lalu, pesan kitab Ester adalah agar pembaca memahami bahwa umat Allah berada di tanah asing, dalam tangan pemerintahan otokrasi (suatu bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya dipegang oleh satu orang), dan dalam lingkungan yang tidak bersahabat, TUHAN  masih bekerja, Dia masih bersama umat-Nya, peduli dan menjaga mereka. TUHAN menembus keseluruhan kisah, Dia adalah pendorong pengarah dibalik seluruh peristiwa. Dialah tokoh tersembunyi dibalik layar, namun Dialah tokoh utama yang sesungguhnya dalam kisah ini!

Renungkan:
Mordekhai dan Ester memainkan peran yang sangat penting dalam sejarah keselamatan bangsa tersebut; Tuhan melaksanakan penebusan Allah atas umat-Nya melalui mereka. Peran mereka penting (important), tetapi tidak dapat dipisahkan; mereka memenuhi kepercayaan yang Tuhan serahkan kepada mereka, dengan setia bertanggung jawab atas peran mereka, namun bukan berarti mereka tidak dapat digantikan (indispensable). Apakah Anda tahu peran apa yang Anda mainkan di dalam kerajaan Allah dalam rencana keselamatan-Nya? Apakah Anda setia memenuhi pekerjaan yang Tuhan percayakan kepada Anda?


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 9:20-28

「Menetapkan Hari Raya Purim」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 9:20-28 [ITB])
20 Maka Mordekhai menuliskan peristiwa itu, lalu mengirimkan surat-surat kepada semua orang Yahudi di seluruh daerah raja Ahasyweros, baik yang dekat baik yang jauh, 21 untuk mewajibkan mereka, supaya tiap-tiap tahun merayakan hari yang keempat belas dan yang kelima belas bulan Adar, 22 karena pada hari-hari itulah orang Yahudi mendapat keamanan terhadap musuhnya dan dalam bulan itulah dukacita mereka berubah menjadi sukacita dan hari perkabungan menjadi hari gembira, dan supaya menjadikan hari-hari itu hari perjamuan dan sukacita dan hari untuk antar-mengantar makanan dan untuk bersedekah kepada orang-orang miskin.
23 Maka orang Yahudi menerima sebagai ketetapan apa yang sudah dimulai mereka melakukannya dan apa yang ditulis Mordekhai kepada mereka. 24 Sesungguhnya Haman bin Hamedata, orang Agag, seteru semua orang Yahudi itu, telah merancangkan hendak membinasakan orang Yahudi dan diapun telah membuang pur–yakni undi–untuk menghancurkan dan membinasakan mereka, 25 akan tetapi ketika hal itu disampaikan ke hadapan raja, maka dititahkannyalah dengan surat, supaya rancangan jahat yang dibuat Haman terhadap orang Yahudi itu dibalikkan ke atas kepalanya. Maka Haman beserta anak-anaknya disulakan pada tiang. 26 Oleh sebab itulah hari-hari itu disebut Purim, menurut kata pur. Oleh sebab itu jugalah, yakni karena seluruh isi surat itu dan karena apa yang dilihat mereka mengenai hal itu dan apa yang dialami mereka, 27 orang Yahudi menerima sebagai kewajiban dan sebagai ketetapan bagi dirinya sendiri dan keturunannya dan bagi sekalian orang yang akan bergabung dengan mereka, bahwa mereka tidak akan melampaui merayakan kedua hari itu tiap-tiap tahun, menurut yang dituliskan tentang itu dan pada waktu yang ditentukan, 28 dan bahwa hari-hari itu akan diperingati dan dirayakan di dalam tiap-tiap angkatan, di dalam tiap-tiap kaum, di tiap-tiap daerah, di tiap-tiap kota, sehingga hari-hari Purim itu tidak akan lenyap dari tengah-tengah orang Yahudi dan peringatannya tidak akan berakhir dari antara keturunan mereka.

Orang Yahudi merayakan tradisi hari raya Purim dengan jelas dicatat dalam perikop ini; ketika penulis kitab menuliskan sejarah ini sudah terpisah selama bertahun-tahun dari waktu kejadian.

Raja Ahasyweros sudah dibunuh orang di istana, Ester dan Mordekhai juga telah meninggal. Purim telah menjadi perayaan tahunan bagi orang Yahudi. Oleh karena itu, penulis kitab ingin para pembaca kembali kepada zaman mereka itu. Melalui catatan ringkas ini, ia menjelaskan ulang hari raya Purim, asal usul nama hari raya ini, alasan merayakannya, dan bagaimana sepatutnya merayakan, dan sebagainya.

Orang Yahudi di bulan Adar (mungkin adalah bulan Maret) tanggal empat belas, lima belas, selama dua hari merayakan hari raya Purim, karena di masa lalu mereka menggunakan ekstra satu hari untuk membela diri membunuh musuh, ketika kitab ini dituliskan, di beberapa tempat merayakan hari raya Purim dua hari berturut-turut, tetapi di beberapa tempat hanya merayakan satu hari.

Penulis kitab di satu sisi menjelaskan sejarah asal-usul Purim, tetapi juga asal nama  「Purim」 ini. 「Purim」 berasal dari kata pur (membuang undi) (Est. 9:26); pada masa Persia di Timur Tengah memiliki tradisi memakai kayu atau batu untuk ramalan pemilihan hari, atau bahkan digunakan sebagai keperluan supranatural. Inilah undi ramalan yang digunakan Haman untuk menentukan tanggal pemusnahan seluruh orang Yahudi (lihat Est. 2:19-3:15). Orang Israel juga menggunakan undi untuk menentukan kehendak Allah. Dan mereka merasa yakin bahwa yang menetapkan adalah Tuhan sendiri (lihat Amsal 16:33), segala sesuatu ada di dalam tangan kendali Tuhan. Oleh karena itu, nama Purim mewakili makna bahwa nasib umat Allah tidak ditentukan oleh Haman dengan membuang undi di depan dewanya, namun nasib umat Allah ditentukan oleh TUHAN. Konspirasi Haman dihancurkan, nasib orang Yahudi mengalami pembalikan, mendapat keselamatan, sepenuhnya adalah karena pemeliharaan dan perlindungan TUHAN.

Purim bukan bagian dari lima hari raya yang ditentukan dalam hukum Musa, tetapi diadakan oleh umat Allah ketika menjadi tawanan di negeri asing dan mendapatkan pemeliharaan Allah lepas dari bahaya genosida. Ini sama dengan perayaan perbaikan Bait Suci yang diadakan setiap tahun di zaman Yesus (lihat Yoh. 10:22), diadakan spontan dari hati umat Allah, untuk merespon Allah yang dengan kuasa besar telah menjaga mereka dari bahaya pembersihan etnis, perayaan spontan ini memiliki dua aspek yang patut diperhatikan:

Pertama, doa dan puasa, berkabung dengan serius (lihat Est. 9:31c). Ini mungkin instruksi dari Mordekhai untuk mereka lakukan. Orang Yahudi masa kini di seluruh dunia biasanya menggunakan hari ketiga belas untuk berpuasa, sedangkan empat belas dan lima belas merupakan hari raya resmi. Melakukan demikian karena dahulu ketika orang Yahudi mengetahui Haman memberikan perintah genosida (lihat Est. 4:1-3, 16) lalu Ester meminta orang-orang Yahudi berpuasa dan berdoa sebelum ia bertemu raja untuk mengajukan permohonan. Oleh karena itu beberapa orang Yahudi berpuasa pada tanggal 13 di bulan Adar. Hanya ketika kita mengingat rasa sakit dan kengerian yang kita alami sebelumnya, barulah kita akan menyadari betapa besarnya sukacita besar dari keselamatan.

Kedua, saling antar-mengantar makanan (hadiah) satu sama lain, dan bersedekah kepada orang-orang miskin. (Est. 9:22b). Kata 「hadiah」 (manah) adalah kata yang sama dengan kata 「『bagian』 warisan dan pialaku」 dalam Mazmur 16:5, penyair memandang bagian miliknya adalah warisan dari TUHAN. Yahudi sangat menyadari semua berkat yang diperoleh datang dari Tuhan, dan saling harus berbagi semua berkat. Bersyukur dan memberi merupakan rekanan, orang yang sudah menerima anugerah, harus dengan kemurahan hati berbagi kepada orang lain. Oleh karena itu, mereka saling mengantar makanan (hadiah) satu sama lain, dan bersedekah kepada orang miskin untuk merayakan hari 「mendapat keamanan, dukacita mereka berubah menjadi sukacita dan hari perkabungan menjadi hari gembira」 (Est. 9:22a).

Orang Amerika setiap tahun bulan November minggu keempat hari Kamis merayakan hari Thanksgiving, adalah untuk berterima kasih kepada Tuhan yang telah menjaga mereka sampai dengan aman di benua Amerika, memulai kehidupan baru penuh kebebasan, pada saat yang sama mereka juga berbagi suatu untuk menyatakan hati yang berterima kasih. Bersyukur dan berbagi dengan orang lain adalah seperti koin dua sisi, tidak bisa dipisahkan.

Renungkan:
Hari raya Purim adalah orang Yahudi merayakan bangsa ini mendapatkan keselamatan, namun keselamatan ultimat akhir yang paling besar tentu adalah keselamatan dari Yesus Kristus, pembebasan menyelamatkan kita dari dosa dan memberi kita kehidupan baru, untuk menjadi anak-anak Allah. Bagaimana cara Anda merespon Tuhan ketika setiap kali mengingat keselamatan yang demikian agung besar ini?


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 9:11-19

「Permintaan yang Tepat」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 9:11-19 [ITB])
11 Pada hari itu juga jumlah orang-orang yang terbunuh di dalam benteng Susan disampaikan ke hadapan raja. 12 Lalu titah raja kepada Ester, sang ratu: 「Di dalam benteng Susan saja orang Yahudi telah membunuh dan membinasakan lima ratus orang beserta kesepuluh anak Haman. Di daerah-daerah kerajaan yang lain, entahlah apa yang diperbuat mereka. Dan apakah permintaanmu sekarang? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu lagi? Niscaya dipenuhi.」 13 Lalu jawab Ester: 「Jikalau baik pada pemandangan raja, diizinkanlah kiranya kepada orang Yahudi yang di Susan untuk berbuat besokpun sesuai dengan undang-undang untuk hari ini, dan kesepuluh anak Haman itu hendaklah disulakan pada tiang.」 14 Rajapun menitahkan berbuat demikian; maka undang-undang itu dikeluarkan di Susan dan kesepuluh anak Haman disulakan orang.
15 Jadi berkumpullah orang Yahudi yang di Susan pada hari yang keempat belas bulan Adar juga dan dibunuhnyalah di Susan tiga ratus orang, tetapi kepada barang rampasan tidaklah mereka mengulurkan tangan. 16 Orang Yahudi yang lain, yang ada di dalam daerah kerajaan, berkumpul dan mempertahankan nyawanya serta mendapat keamanan terhadap musuhnya; mereka membunuh tujuh puluh lima ribu orang di antara pembenci-pembenci mereka, tetapi kepada barang rampasan tidaklah mereka mengulurkan tangan.
17 Hal itu terjadi pada hari yang ketiga belas dalam bulan Adar. Pada hari yang keempat belas berhentilah mereka dan hari itu dijadikan mereka hari perjamuan dan sukacita. 18 Akan tetapi orang Yahudi yang di Susan berkumpul, baik pada hari yang ketiga belas, baik pada hari yang keempat belas dalam bulan itu. Lalu berhentilah mereka pada hari yang kelima belas dan hari itu dijadikan mereka hari perjamuan dan sukacita. 19 Oleh sebab itu orang Yahudi yang di pedusunan, yakni yang diam di perkampungan merayakan hari yang keempat belas bulan Adar itu sebagai hari sukacita dan hari perjamuan, dan sebagai hari gembira untuk antar-mengantar makanan.

Kisah ini menunjukkan bahwa orang Yahudi menghabiskan dua hari merayakan pembalikan nasib mereka, semua ini karena ratu Ester meminta raja Ahasyweros untuk memperpanjang jumlah hari orang Yahudi mempertahankan diri (Est. 9:13). Maka orang-orang Yahudi memakai dua hari untuk merayakannya, orang Yahudi yang tinggal di daerah pedesaan, merayakan pada tanggal empat belas bulan Adar, sementara orang-orang Yahudi yang tinggal di kota merayakannya pada tanggal 15. Tegasnya, mereka tidak merayakan kematian musuh, tapi  merayakan kelepasan diri dari serangan musuh, dari nasib buruk, dan menikmati damai.

Hari itu raja tahu bahwa terdapat 500 orang yang terbunuh di Puri Susan (Est. 9:12, 6), dan 10 anak Haman semua terbunuh (Est. 9:12, 7-10), raja tampaknya tidak merasa terganggu, tidak peduli tentang mati atau hidupnya orang-orang tersebut, malah sebaliknya bertanya kepada Ester tentang kemajuan situasi, selanjutnya raja bertanya apakah Ester memiliki permintaan lagi. Kali ini janji raja sedikit berbeda dari yang sebelumnya, dan tidak menyebutkan bahwa setengah dari kerajaan akan diberikan kepada Ester (Est. 5:3, 6; 7:2), dan juga tidak sedemikian serius dengan mengulurkan tongkat emas kepada Ester, tampaknya suasana saat ini lebih moderat.

Ester menerima 「cek terbuka」 lagi dari raja, yang boleh dicairkan sesukanya, maka ia tidak sungkan memakai kesempatan untuk mencapai kemenangan. Permintaannya sederhana dan ringkas, agar pertahanan diri orang Yahudi diperpanjang satu hari (Est. 9:13b), mungkin karena masih ada beberapa kekuatan anti-Yahudi yang sangat mengancam di Puri Susan, dan masih ada sekelompok orang yang setia kepada Haman, sehingga orang Yahudi perlu lebih banyak waktu untuk bertempur. Permintaan Ester adalah juga untuk menggantung mayat anak-anak Haman yang sudah mati itu  (Est. 9:7-10) di tiang-tiang kayu (Est. 9:13d). Mayat yang digantung memiliki peran memperingatkan dan menggertak musuh, ditambah lagi tindakan bela diri Yahudi telah mendapat ijin dan dukungan raja, pesan yang sangat kuat ini pasti akan membawakan efek jera, meredam keinginan musuh untuk membuat malapetaka, juga pasti dapat mengurangi jumlah korban.

Dilihat dari jumlah korban, penulis kitab tidak menunjukkan jumlah korban Yahudi, ini adalah hal yang luar biasa; penulis kitab mengabaikan catatan jumlah korban orang Yahudi, adalah hendak menonjolkan bahwa selain usaha orang Yahudi mempertahankan diri mereka, tetapi pada saat yang sama juga mendapatkan perlindungan secara ekstra dari Allah. Sebaliknya, tidak sedikit jumlah korban dari pihak musuh, selain hari pertama 500 orang (Est. 9:6, 12) dan 10 anak-anak Haman 10 (Est. 9:7-10), hari kedua bertambah sejumlah 300 (Est. 9:15b) dan di tempat lain sejumlah 75.000 (Est. 9:16). Karena besarnya jumlah korban, beberapa ahli berpikir bahwa ini adalah cara penulisan hiperbola, terjemahan Septuaginta hanya menyebutkan 15.000 orang tewas. Namun, dari wilayah kekuasaan kerajaan Persia yang begitu luas, angka yang besar ini bukanlah mustahil. Jika menurut titah Haman, agar seluruh orang Yahudi benar-benar dimusnahkan, pria, wanita, anak-anak dan orang tua tidak satupun disisakan maka angkanya mungkin jutaan. Jadi jumlah musuh yang tewas ini secara relatif terhitung tidak besar.

Singkatnya, fokus penulis kitab dalam mencatat peristiwa ini adalah tentang mendapatkan keselamatan dan kemenangan, bukan pada pembunuhan dan penjarahan. Orang Yahudi bukan sedang mengejar kekerasan, tapi kekerasan yang datang mencari mereka; jika mereka tidak hati-hati, mereka akan binasa. Setelah dua hari perang mempertahankan diri, orang Yahudi akhirnya menikmati kedamaian dan peristirahatan (Est. 9:17, 18b).

Renungkan:
Permintaan Ester kepada raja bertujuan untuk melindungi kehidupan orang Yahudi, bukan untuk membunuh kehidupan, adalah untuk membela diri mereka sendiri, bukan mengejar kekerasan. Bagaimana jika Anda memiliki kesempatan dan kemampuan untuk menghadapi seseorang yang menyakitimu, apa yang akan menjadi doa Anda kepada Allah?


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 9:1-10

「Keadaan Berubah」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 9:1-10 [ITB])
1 Dalam bulan yang kedua belas–yakni bulan Adar–,pada hari yang ketiga belas, ketika titah serta undang-undang raja akan dilaksanakan, pada hari musuh-musuh orang Yahudi berharap mengalahkan orang Yahudi, terjadilah yang sebaliknya: orang Yahudi mengalahkan pembenci-pembenci mereka.
2 Maka berkumpullah orang Yahudi di dalam kota-kotanya di seluruh daerah raja Ahasyweros, untuk membunuh orang-orang yang berikhtiar mencelakakan mereka, dan tiada seorangpun tahan menghadapi mereka, karena ketakutan kepada orang Yahudi telah menimpa segala bangsa itu. 3 Dan semua pembesar daerah dan wakil pemerintahan dan bupati serta pejabat kerajaan menyokong orang Yahudi, karena ketakutan kepada Mordekhai telah menimpa mereka. 4 Sebab Mordekhai besar kekuasaannya di dalam istana raja dan tersiarlah berita tentang dia ke segenap daerah, karena Mordekhai itu bertambah-tambah besar kekuasaannya.
5 Maka orang Yahudi mengalahkan semua musuhnya: mereka memukulnya dengan pedang, membunuh dan membinasakannya; mereka berbuat sekehendak hatinya terhadap pembenci-pembenci mereka. 6 Di dalam benteng Susan saja orang Yahudi membunuh dan membinasakan lima ratus orang. 7 Juga Parsandata, Dalfon, Aspata, 8 Porata, Adalya, Aridata, 9 Parmasta, Arisai, Aridai dan Waizata, 10 kesepuluh anak laki-laki Haman bin Hamedata, seteru orang Yahudi, dibunuh oleh mereka, tetapi kepada barang rampasan tidaklah mereka mengulurkan tangan.

Pasal 9 mencatat proses penyelesaian terhindarnya orang Yahudi dari pembersihan etnis, ini adalah peristiwa yang terjadi delapan bulan setelah peristiwa yang dicatat di pasal 8. Haman telah dieksekusi dan Mordekhai telah menggantikan posisinya; dekret yang diumumkan Haman dan Mordekhai bersamaan dijalankan pada hari yang sama (lihat Est. 3:7, 13; 8:1 – 2). Dekret Mordekhai (Est. 8:11-12) tidak dapat menghapuskan keputusan Haman (Est. 3:12-13) tetapi hanya dapat mengimbanginya saja, sehingga terjadilah perlawanan dan peristiwa pembunuhan yang tercatat dalam pasal 9 ini. Catatan ini (Est. 9:1-10) berisi narasi yang umum dan terperinci; ayat 1-5 tentang kemenangan orang Yahudi, dan ayat 6-10 adalah rincian jumlah musuh yang dibunuh oleh orang Yahudi di Puri Susan, dan kematian anak Haman.

Mordekhai dalam 9 bulan, waktu yang singkat sebagai Perdana Menteri, nama dan kekuasaannya telah tersiar di seluruh kerajaan Persia, dan terkenal diketahui semua orang. Oleh karena itu, di kerajaan Persia 「semua pembesar daerah dan wakil pemerintahan dan bupati serta pejabat kerajaan menyokong orang Yahudi karena takut pada Mordekhai」 (Est. 9:3). Orang-orang dalam keluarga kerajaan, pemegang kekuasaan yang sesungguhnya yakni 「pejabat kerajaan」 juga membantu orang Yahudi, tidak akan ikut campur mencegah ketika mereka membunuh para pembenci mereka. Pada waktu itu, semua bangsa takut kepada orang-orang Yahudi (Est. 9:2c), dan Mordekhai (Est. 9:3b), karena Mordekhai menggantikan posisi Haman, kekuasaan telah berpindah ke tangan dia. Tapi yang paling penting adalah mereka tahu bahwa orang Yahudi telah dibalikkan dari bencana menjadi aman, lemah menjadi kuat, karena Allah Maha kuasa yang mereka percaya, bertindak di balik punggung mereka. Oleh karena itu, orang Yahudi tak terbendungkan, menang di setiap bagian.

Catatan berdarah ini, membuat banyak orang membencinya, merasa terlalu banyak menuliskan kejahatan orang agama asing dan warna Yahudi yang terlalu kuat, sulit untuk menerimanya. Namun, kita perlu memperhatikan tiga poin berikut:

Pertama, ini adalah perang pembelaan diri. Orang Yahudi tidak mengambil inisiatif memprovokasi perang, mereka berjuang hanya untuk menyelamatkan dan melindungi  nyawa serta harta keluarga mereka. Mereka menaklukkan orang-orang yang membenci mereka (Est. 9:1c), dan membunuh para penyerang (Est. 9:2b), dan membunuh semua musuh dengan pedang (Est. 9:5a). Ayat 5 menyebutkan bahwa orang Yahudi 「berbuat sekehendak hatinya terhadap pembenci-pembenci mereka.」 (Est. 9:5b), bukan berarti mereka bisa melakukan apapun yang mereka inginkan, tetapi menyatakan bahwa mereka secara moral netral.

Kedua, ini adalah pembunuhan yang terbatas. Orang Yahudi membunuh musuh, para pembenci mereka, semua korban adalah para pejuang musuh, mereka bukan anak-anak yang tidak bersalah, bukan yang tak bersenjata atau orang tua serta wanita. Mungkin beberapa orang Yahudi akan cukup kejam terhadap musuh, karena Alkitab tidak pernah menggambarkan mereka sebagai orang yang lebih baik daripada yang lain. Namun jikalau ada, itu juga hanya segelintir pribadi yang buruk.

Ketiga, ini adalah pertempuran penuh kontrol diri. Narator sengaja tiga kali menyebutkan bahwa orang Yahudi tidak menjarah harta dan milik musuh (Est. 9:10, 15, 16). Dalam budaya dimana pemenang selalu merampok harta musuh, namun mereka tidak melakukannya, ini adalah situasi yang tidak biasa, tentu membuat orang-orang dalam kerajaan Persia membuka mata lebar-lebar tercengang, dan berita ini akan menyebar, sehingga orang tahu bahwa orang-orang Yahudi bukanlah bertempur demi menginvasi orang lain, atau demi merampok harta benda milik musuh mereka.

Singkatnya, orang-orang Yahudi tidak hanya mengendalikan musuh, tapi juga mengendalikan diri.

Renungkan:
Ketika Anda menghadapi bahaya dan dibalikkan dari bahaya menjadi aman, apakah Anda berpikir bahwa TUHAN telah membantu Anda?

Ketika Anda menghadapi serangan orang lain dan Anda mampu untuk membela diri, maukah Anda meminta Tuhan untuk membantu Anda berusaha mengendalikan diri dan tidak melakukan perbuatan sekehendak hati?


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 8:15-17

「Bersukacia Menikmati Penghormatan」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 8:15-17 [ITB])
15 Dan Mordekhai keluar dari hadapan raja dengan memakai pakaian kerajaan dari pada kain ungu tua dan kain lenan, dengan memakai tajuk emas yang mengagumkan serta jubah dari pada kain lenan halus dan kain ungu muda. Maka kota Susanpun bertempiksoraklah dan bersukaria: 16 orang Yahudi telah beroleh kelapangan hati dan sukacita, kegirangan dan kehormatan.
17 Demikian juga di tiap-tiap daerah dan di tiap-tiap kota, di tempat manapun titah dan undang-undang raja telah sampai, ada sukacita dan kegirangan di antara orang Yahudi, dan perjamuan serta hari gembira; dan lagi banyak dari antara rakyat negeri itu masuk Yahudi, karena mereka ditimpa ketakutan kepada orang Yahudi.

Setelah perintah raja disebarkan ke semua penjuru negeri, seluruh keadaan terbalik, bersorak-sorai dan kebahagiaan menggantikan kesedihan. Suasana gembira dan bahagia menutupi seluruh negara, dan penulis kitab dalam rentang 3 ayat yang singkat menunjukkan bagaimana Puri Susan itu penuh dengan teriakan gembira (Est. 8:15b), orang-orang Yahudi penuh cahaya mulia, kebahagiaan (Est. 8:16a), dan bagaimana orang Yahudi bergembira (Est. 8:17a). Suasana gembira ini dimulai dari Mordekhai dan meluas kepada orang Yahudi di seluruh negeri.

Mordekhai dahulu dipermalukan oleh Haman, diminta untuk bersujud menyembah Haman, dan sekarang ia telah menggantikan posisi Haman dan dijunjung oleh seluruh bangsa; ia sebelumnya 「mengoyakkan pakaiannya, lalu memakai kain kabung dan abu, kemudian keluar berjalan di tengah-tengah kota, sambil melolong-lolong dengan nyaring dan pedih.」 (Est. 4:1b), sekarang dia memakai pakaian kerajaan dari kain ungu tua dan kain lenan, memakai tajuk emas yang mengagumkan, penuh kemuliaan, sukacita, kebahagiaan, dan kehormatan (Est. 8:16, 17). Sebelumnya 「ada perkabungan yang besar di antara orang Yahudi disertai puasa dan ratap tangis; oleh banyak orang dibentangkan kain kabung dengan abu sebagai lapik tidurnya」 (Est. 4:3), dan sekarang semua orang Yahudi dari seluruh negeri bergembira karena raja melalui Mordekhai mengumumkan dekret kedua. 「Kota Susanpun bertempiksoraklah dan bersukaria」 (Est. 8:15b) ini seharusnya bukan merujuk semua penduduk Puri Susan, tetapi hanya orang-orang Yahudi di kota tersebut, karena dekret ini hanya menguntungkan mereka, terkait dengan hidup atau matinya mereka.

Kitab Ester mencatat banyak perjamuan yang berbeda. Sebelum ini adalah perjamuan orang Persia, orang Yahudi hanya berpuasa, tapi sekarang itu pertama kalinya orang Yahudi berpesta dan merayakan. Mereka dengan iman percaya bahwa mereka pasti akan menang pertempuran sembilan bulan. Oleh karena itu, mereka mengadakan perjamuan lebih awal merayakan kemenangan, dan  sebagai hari kegembiraan (Est. 8:17a).

Orang Yahudi penuh sorak-sorai merayakannya, ketika banyak orang yang ada di dalam wilayah kerajaan Persia menyebut diri sebagai orang-orang Yahudi karena takut pada orang-orang Yahudi (Est. 8:17b). Apa yang mereka takuti? Jika mereka memang tidak bangkit melawan orang Yahudi, mereka tidak perlu takut, karena dekret hanya ijinkan orang Yahudi membunuh orang-orang yang menyerang mereka. Mereka sangat mungkin mengamati dan merasakan bahwa dibalik pembalikan nasib orang Yahudi ada Allah Yehova mendukung mereka, Allah iman orang Yahudi, dan karena itu banyak orang menyebut diri mereka orang Yahudi, yakni masuk menjadi  Yahudi atau sekedar mengklaim diri adalah orang Yahudi. Orang-orang mengaku Yahudi, mungkin melihat Mordekhai memegang kekuasaan, melihat angin bertiup menguntungkan  di sisi orang-orang Yahudi, secara mulut mengakui; tapi pasti ada beberapa yang benar-benar mengubah iman mereka setelah melihat tindakan Tuhan orang Yahudi.

Entah perubahan iman yang sungguh atau palsu, pengalaman Yahudi lepas dari kematian berganti masuk ke dalam hidup, pasti akan memiliki dampak positif pada orang-orang sekitarnya. Pengalaman Mordekhai dan orang Yahudi di kerajaan Persia penuh sukacita dan kegembiraan untuk menikmati mulia, kelepasan dari bencana adalah kesaksian bahwa TUHAN adalah Allah yang setia.

Renungkan:
Apakah kesaksian kehidupan kita dan kehidupan gereja mampu mendorong orang-orang di sekitar kita untuk lebih rindu mengenal Allah yang kita percaya?


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 8:9-14

「Sebuah Perintah yang Damai」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 8:9-14 [ITB])
9 Pada waktu itu juga dipanggillah para panitera raja, dalam bulan yang ketiga–yakni bulan Siwan–pada tanggal dua puluh tiga, dan sesuai dengan segala yang diperintahkan Mordekhai ditulislah surat kepada orang Yahudi, dan kepada para wakil pemerintah, para bupati dan para pembesar daerah, dari India sampai ke Etiopia, seratus dua puluh tujuh daerah, kepada tiap-tiap daerah menurut tulisannya dan kepada tiap-tiap bangsa menurut bahasanya, dan juga kepada orang Yahudi menurut tulisan dan bahasanya. 10 Maka ditulislah pesan atas nama raja Ahasyweros dan dimeterai dengan cincin meterai raja, lalu dengan perantaraan pesuruh-pesuruh cepat yang berkuda, yang mengendarai kuda kerajaan yang tangkas yang diternakkan di pekudaan, dikirimkanlah surat-surat 11 yang isinya: raja mengizinkan orang Yahudi di tiap-tiap kota untuk berkumpul dan mempertahankan nyawanya serta memunahkan, membunuh atau membinasakan segala tentara, bahkan anak-anak dan perempuan-perempuan, dari bangsa dan daerah yang hendak menyerang mereka, dan untuk merampas harta miliknya, 12 pada hari yang sama di segala daerah raja Ahasyweros, pada tanggal tiga belas bulan yang kedua belas, yakni bulan Adar.
13 Salinan pesan tertulis itu harus diundangkan di tiap-tiap daerah, lalu diumumkan kepada segala bangsa, dan orang Yahudi harus bersiap-siap untuk hari itu akan melakukan pembalasan kepada musuhnya. 14 Maka dengan terburu-buru dan tergesa-gesa berangkatlah pesuruh-pesuruh cepat yang mengendarai kuda kerajaan yang tangkas itu, atas titah raja, dan undang-undang itu dikeluarkan di dalam benteng Susan.

Mordekhai disetujui menuliskan sebuah undang-undang titah raja dalam huruf tulisan berbagai wilayah, bahasa dari berbagai negara dan bahasa Yahudi, yang ditujukan kepada orang-orang Yahudi yang ada di 127 wilayah Persia, dan melalui pesuruh-pesuruh cepat yang mengendarai kuda kerajaan, berpacu menyebarkannya keluar dari Puri Susan (Est. 8:9, 14).

Dekret raja yang penulisannya diwakili oleh Mordekhai, memiliki banyak kesamaan dengan perintah genosida Haman (lihat Est. 9:12-15 dan Est. 8:9-14). Isi dekret ini benar-benar menimbulkan beberapa pertanyaan moral, dan mengapa bahkan begitu kejam mengijnkan membinasakan perempuan dan anak-anak? Bagaimana dekret raja ini dapat dikatakan sebagai perintah damai? Hendaknya kita mempelajari dekret ini secara rinci, ada tiga poin yang patut diperhatikan:

1. Perintah ini tidak dimaksudkan untuk membinasakan orang-orang yang sebangsa dengan Haman, tapi hanya untuk membebaskan orang-orang Yahudi dari bencana pemusnahan. Mordekhai tidak menuliskan sebuah perintah untuk membunuh semua musuh sekaligus. Dekret tidak akan diterapkan sampai sembilan bulan kemudian. Di dalam kerajaan Persia terdapat banyak bangsa yang membenci orang-orang Yahudi, mereka punya banyak waktu untuk berpikir ulang dan membuang konspirasi pertumpahan darah. Selama mereka melepaskan rencana pembunuhan dan tidak mengambil inisiatif untuk mengejar orang-orang Yahudi, mereka tidak akan didera pembalasan.

2. Ini adalah perintah defensif bukan penyerangan; raja hanya mengijinkan orang-orang Yahudi untuk mengadakan organisasi membela diri, dan orang Yahudi hanya bisa membunuh orang-orang yang menyerang mereka. Haman hendak melakukan genosida orang Yahudi, tetapi orang Yahudi hanyalah berjuang mempertahankan nyawa melawan orang-orang yang menyerang mereka, bukan untuk melakukan genosida kepada bangsa penyerang. Ketika jumlah orang yang dibunuh dilaporkan, orang-orang yang terbunuh itu disebutkan sebagai 「orang-orang pembenci」 (Est. 9:16), ini berarti bahwa orang-orang Yahudi membunuh demi pertahanan diri. Sekali lagi, meskipun orang-orang Yahudi diijinkan untuk merampas harta milik penyerang, mereka tidak benar-benar melakukannya (Est. 9:10, 15-16). Singkatnya, orang-orang Yahudi tidak memancing di air keruh, mempergunakan kesempatan yang ada untuk melakukan penjarahan.

3. Ini adalah dekret untuk mencari keadilan dan agar para korban mendapat ganti rugi; perintah ini jelas dan spesifik, tujuannya adalah untuk menghindari balas dendam orang-orang Yahudi di luar batasan hukum. Musuh tahu bahwa adanya dekret aturan pembalasan dendam, akan membuat musuh tidak bertindak kejahatan secara takabur, agar menghindari perbuatan yang merugikan diri sendiri, maka perintah ini memiliki efek mencegah kejahatan. Dekret ini mirip seperti aturan mata ganti mata dalam hukum Musa (Kel. 21:23-25; Ul. 19:20-21), dengan tujuan mencegah korban melakukan balas dendam melebihi batasan dan menghindari tuntutan kompensasi berlebihan, yang merupakan dekret yang adil dan benar.

Dekret yang bersifat mencegah kejahatan ini diumumkan secara resmi secara nasional, setelah melalui pemikiran yang mendalam selama delapan bulan, terdapat suatu hari dengan situasi yang paling ideal saat tidak terjadi satupun serangan terhadap orang Yahudi, pada hari-hari itu tidak akan ada pembantaian, wilayah nasional kerajaan Persia penuh damai. Oleh karena itu, ini adalah dekret kedamaian, dan kehendak Tuhan adalah meminta orang Yahudi yang ada di penawanan untuk berdoa memohon kedamaian di tanah asing tempat tinggal mereka (Yer. 29:5-7).

Renungkan:
Tuhan Yesus meminta orang percaya agar menjadi orang yang membuat perdamaian (man of peace) (Luk. 10:6). Mohon Tuhan membantu kita untuk memohon perdamaian untuk kota tempat kita hidup, dan untuk menyebarkan pesan damai.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 8:1-8 (2)

「Memohon bagi Sanak Saudara」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 8:1-8 [ITB])
1 Pada hari itu juga raja Ahasyweros mengaruniakan harta milik Haman, seteru orang Yahudi, kepada Ester, sang ratu, dan Mordekhai masuk menghadap raja, karena Ester telah memberitahukan apa pertalian Mordekhai dengan dia. 2 Maka raja mencabut cincin meterai yang diambil dari pada Haman, lalu diserahkannya kepada Mordekhai; dan Mordekhai diangkat oleh Ester menjadi kuasa atas harta milik Haman. 3 Kemudian Ester berkata lagi kepada raja sambil sujud pada kakinya dan menangis memohon karunianya, supaya dibatalkannya maksud jahat Haman, orang Agag itu, serta rancangan yang sudah dibuatnya terhadap orang Yahudi. 4 Maka raja mengulurkan tongkat emas kepada Ester, lalu bangkitlah Ester dan berdiri di hadapan raja, 5 serta sembahnya: 「Jikalau baik pada pemandangan raja dan jikalau hamba mendapat kasih raja, dan hal ini kiranya dipandang benar oleh raja dan raja berkenan kepada hamba, maka hendaklah dikeluarkan surat titah untuk menarik kembali surat-surat yang berisi rancangan Haman bin Hamedata, orang Agag itu, yang ditulisnya untuk membinasakan orang Yahudi di dalam semua daerah kerajaan. 6 Karena bagaimana hamba dapat melihat malapetaka yang menimpa bangsa hamba dan bagaimana hamba dapat melihat kebinasaan sanak saudara hamba?」
7 Maka jawab raja Ahasyweros kepada Ester, sang ratu, serta kepada Mordekhai, orang Yahudi itu: 「Harta milik Haman telah kukaruniakan kepada Ester, dan Haman sendiri telah disulakan pada tiang karena ia sudah mengacungkan tangannya kepada orang Yahudi. 8 Tuliskanlah atas nama raja apa yang kamu pandang baik tentang orang Yahudi dan meteraikanlah surat itu dengan cincin meterai raja, karena surat yang dituliskan atas nama raja dan dimeteraikan dengan cincin meterai raja tidak dapat ditarik kembali.」

Hari ini melanjutkan ayat-ayat kemarin untuk merenungkan kelanjutan peristiwa yang terjadi setelah Haman digantung di tiang kayu. Ratu Ester mendapat kasih sayang raja, Mordekhai juga karena berjasa kepada raja, sehingga dapat terhindar dari bencana. Namun, dekret genosida masih seperti pedang yang ada pada kepala orang Yahudi, dan kapan saja jatuh memenggal kepala mereka. Oleh karena itu, Ester datang lagi menghadap lagi raja Ahasyweros memohon bagi saudara sedarah dirinya orang-orang Yahudi.

Ada dua hal dalam catatan kisah ini yang layak kita perhatikan. Pertama, penulis kitab menggunakan 「seteru orang Yahudi」 (Est. 8:1a) dan 「orang agag」 (Est. 8:3, 5b) untuk menggambarkan Haman, sehingga pembaca ingat bagaimana penulis kitab memperkenalkan dia di awal kemunculan dirinya (Est. 3:1). Penulis kitab, di satu sisi, menekankan bahwa ia adalah musuh orang Yahudi selama bertahun-tahun, dan di sisi lain tersirat bahwa itu bukan sekedar dendam pribadi, tetapi isu yang melibatkan dua suku, dapat ditelusuri kembali kepada leluhur Israel (1 Sam. 15:1-9). Kedua, pembaca akan melihat pertukaran peran Mordekhai dan Ester. Peran Ester dalam pasal 4 adalah lebih pasif, dan menurut pada kata-kata Mordekhai yang sama (Est. 2:10, 19). Sekarang Ester lebih aktif, dia memberikan harta milik Haman kepada Mordekhai, dan mengutusnya untuk mengurusnya (Est. 8:2b). Setelah berhasil bertemu raja, keberanian dan kepercayaan diri meningkat, dan sekali lagi menghadap raja mengemukakan strategi yang sulit, berharap mendapatkan ijin raja.

Raja sekali lagi mengulurkan tongkat emasnya kepada Ester untuk menunjukkan perkenan. Ester di hadapan raja mengajukan permohonan bagi saudara sedarah daging bangsanya; ini adalah masalah hidup dan mati seluruh orang-orang Yahudi. Oleh karena itu, Ester sangat gentar dan berhati-hati. Tiga aspek dari permintaannya yang patut dicatat:

Pertama, dia sangat hati-hati untuk tidak mengatakan raja ikut terlibat dalam dekret genosida, untuk menghindari memprovokasi raja yang mudah berubah ini. Dia hanya menekankan bahwa ini adalah konspirasi pribadi Haman, menunjukkan bahwa keputusan bisa dihapuskan oleh raja.

Kedua, permintaan Ester, sedikit bicara logika, tetapi lebih banyak pada cinta kasih perasaan; dia tahu bahwa jika yang ditunjukkan kepada raja adalah letak kesalahan maka kecil kemungkinan keberhasilan, tapi ada kesempatan lebih besar untuk sukses dengan menekankan hubungan dirinya dengan raja. Jadi dia berkata kepada raja, 「Jikalau baik pada pemandangan raja dan jikalau hamba mendapat kasih raja, dan hal ini kiranya dipandang benar oleh raja dan raja berkenan kepada hamba」 (Est. 8:5a).

Ketiga, ia menjadikan diri sebagai jembatan antara raja dan orang Yahudi, oleh karena Ester maka orang-orang Yahudi dianggap sebagai salah satu rakyat dari pembesar raja. Dia berkata kepada raja, 「bagaimana hamba dapat melihat malapetaka yang menimpa bangsa hamba dan bagaimana hamba dapat melihat kebinasaan sanak saudara hamba?」 (Est. 8:6) Pengakuan dirinya atas sebangsanya orang Yahudi, dan sependeritaan dengan mereka, telah membuat hati raja tergerak.

Ada peneliti memandang respon raja dari sudut tata bahasa Ibrani dan kepribadiannya yang kejam dan tidak stabil, melihat bahwa nada jawabannya tampak agak tidak sabar dan bernada sombong. Oleh karena itu, peneliti bernama Bush berpikir bahwa Est. 8:7 secara harfiah dapat diterjemahkan: 「Lihatlah! Itu adalah apa yang saya lakukan untuk kalian! Anda tidak dapat mengharapkan saya untuk berbuat lebih banyak, aku tidak akan berbuat lebih!」 Singkatnya, maksud raja: saya telah melakukan apa yang dapat saya lakukan, dan sisanya adalah tergantung dirimu! Namun, raja akhirnya tergerak hatinya oleh perkataan Ester, memutuskan untuk menurunkan dekret lain untuk mengakhiri masalah buruk orang Yahudi itu.

Renungkan:
Ester membuat permohonan bagi keselamatan bangsa sedarah daging, membuat kita terpikir tentang permohonan Abraham bagi Sodom (Kej. 18:16-33), Musa memakai nyawanya sendiri agar Allah mengampuni kejahatan Israel (Kel. 32:30-34) dan Paulus bagi keselamatan sebangsa, berdoa tanpa pamrih rela dipisahkan dari Kristus (Roma 9:3). Memohon Tuhan untuk memperdalam cinta kita bagi bangsa sedarah daging, sering berdoa untuk keselamatan mereka.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 8:1-8

「Ironi Pembalikan yang Terjadi」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 8:1-8 [ITB])
1 Pada hari itu juga raja Ahasyweros mengaruniakan harta milik Haman, seteru orang Yahudi, kepada Ester, sang ratu, dan Mordekhai masuk menghadap raja, karena Ester telah memberitahukan apa pertalian Mordekhai dengan dia. 2 Maka raja mencabut cincin meterai yang diambil dari pada Haman, lalu diserahkannya kepada Mordekhai; dan Mordekhai diangkat oleh Ester menjadi kuasa atas harta milik Haman. 3 Kemudian Ester berkata lagi kepada raja sambil sujud pada kakinya dan menangis memohon karunianya, supaya dibatalkannya maksud jahat Haman, orang Agag itu, serta rancangan yang sudah dibuatnya terhadap orang Yahudi. 4 Maka raja mengulurkan tongkat emas kepada Ester, lalu bangkitlah Ester dan berdiri di hadapan raja, 5 serta sembahnya: 「Jikalau baik pada pemandangan raja dan jikalau hamba mendapat kasih raja, dan hal ini kiranya dipandang benar oleh raja dan raja berkenan kepada hamba, maka hendaklah dikeluarkan surat titah untuk menarik kembali surat-surat yang berisi rancangan Haman bin Hamedata, orang Agag itu, yang ditulisnya untuk membinasakan orang Yahudi di dalam semua daerah kerajaan. 6 Karena bagaimana hamba dapat melihat malapetaka yang menimpa bangsa hamba dan bagaimana hamba dapat melihat kebinasaan sanak saudara hamba?」
7 Maka jawab raja Ahasyweros kepada Ester, sang ratu, serta kepada Mordekhai, orang Yahudi itu: 「Harta milik Haman telah kukaruniakan kepada Ester, dan Haman sendiri telah disulakan pada tiang karena ia sudah mengacungkan tangannya kepada orang Yahudi. 8 Tuliskanlah atas nama raja apa yang kamu pandang baik tentang orang Yahudi dan meteraikanlah surat itu dengan cincin meterai raja, karena surat yang dituliskan atas nama raja dan dimeteraikan dengan cincin meterai raja tidak dapat ditarik kembali.」

Ahasyweros setelah mengalami serangkaian peristiwa, semestinya merasa lelah. Rangkaian peristiwa yang dimulai sejak dirinya tidak dapat tidur (Est. 6:1), menemukan bahwa Mordekhai yang setia, yang telah menyelamatkan hidupnya, belum menerima pahala yang sepatutnya bagi dia, bahkan ia menerima saran Haman (Est. 6:2-9). Raja mungkin hanya beristirahat sejenak sebelum perayaan yang kedua, dan kemudian pergi ke pesta Ester dengan Haman. Pada saat perjamuan dapat dikatakan terjadi perubahan haluan, hukuman atas diri Haman diputuskan dengan alasan rencana pembunuhan dan penghinaan terhadap ratu, dan akhirnya digantung pada tiang kayu buatan sendiri. Boomerang Haman, membuat situasi seluruh kisah terbalik, kebelakang akan dapat kita lihat tiga karakter, yaitu raja Ahasyweros, Mordekhai dan Ester, bagaimana masing-masing menyelesaikan kekacauan.

Kitab Ester memang mengandung banyak liku dan pembalikan nasib; penulis kitab banyak mengekspresikan catatan ironi yang meriah. Kita dapat melihat setidaknya tiga ironi pembalikan dalam deskripsi peristiwa di pasal delapan.

Pertama, rancangan rahasia Haman untuk menyingkirkan Mordekhai dan orang Yahudi karena harga diri yang terluka. Raja Ahasyweros juga harga diri yang dilanggar karena tindakan penghinaan Haman terhadap ratu, menghukum mati Haman. Apa pun sebenarnya kesalahan Haman, tindakannya yang sembrono memang memungkinkan Ahasyweros untuk melepaskan diri dari tanggung jawab keterlibatan dan ia mendapatkan alasan untuk menimpahkan semua kesalahan pada diri Haman. Ini memang suatu ironi yang besar.

Kedua, raja Ahasyweros memberikan harta milik Haman kepada ratu Ester (Est. 8:1a), ini mungkin karena raja memandang bahwa Ester adalah korban utama dari siasat Haman. Menurut catatan sejarawan Yunani Herodotus dan Yosephus sejarawan Yahudi, kerajaan Persia menyita harta milik pengkhianat dan diambil menjadi milik raja. 「Harta」 adalah mencakup semua aset tanah dan hamba. Oleh karena itu, ini juga seharusnya mencakup pelayan Haman, bahkan keluarganya, diberikan  menjadi milik Ester. Rencana Haman adalah hendak menyingkirkan Mordekhai, sekarang 「Mordekhai diangkat oleh Ester menjadi kuasa atas harta milik Haman」 (Est. 8:2b), tidakkah hal ini merupakan ironi besar yang lain?

Ketiga, Ahasyweros telah membual hendak memenuhi permintaan keinginan Ester, tapi sekarang justru tidak mampu melakukan, maka menelan kata-kata sendiri. Dia tidak bisa mengambil kembali atau menghapuskan perintah yang telah diberikan, oleh karena itu ia berkata kepada Ester, 「surat yang dituliskan atas nama raja dan dimeteraikan dengan cincin meterai raja tidak dapat ditarik kembali」 (Est. 8:8b) Kerajaan Babel juga memiliki sistem hukum serupa yang tidak bisa dicabut, hanya dapat dihentikan dengan mengeluarkan aturan yang terbalik (lihat Dan. 6:9, 13). Undang-undang semacam ini membuat orang bingung dan penuh keraguan, dan menunjukkan bagaimana kerajaan Persia memiliki aturan hukum yang tidak masuk akal. Ini adalah ironi besar lain!

Renungkan:
Dalam dunia ini sering terdapat hal yang bertentangan, irasional, dan yang membuat orang tak berdaya. Orang percaya hidup dalam ketegangan antara 「sudah tapi belum」 (Already but Not Yet), dapat mendapatkan hikmat dari doa ketenangan (Serenity Prayer) dari ahli teologi Niebuhr Reinhold (1892-1971) (Serenity doa): 「Tuhan, beri saya ketenangan pikiran, menerima apa yang tidak bisa saya rubah, dan beri saya keberanian untuk mengubah apa yang saya dapat ubah; beri saya kebijaksanaan untuk membedakan perbedaan antara kedua itu.」Ini mungkin dapat menjadi doa Anda untuk hari ini.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 7:7-10

「Memindahkan Batu Menimpa Kaki Sendiri」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 7:7-10 [ITB])
7 Lalu bangkitlah raja dengan panas hatinya dari pada minum anggur dan keluar ke taman istana; akan tetapi Haman masih tinggal untuk memohon nyawanya kepada Ester, sang ratu, karena ia melihat, bahwa telah putus niat raja untuk mendatangkan celaka kepadanya. 8 Ketika raja kembali dari taman istana ke dalam ruangan minum anggur, maka Haman berlutut pada katil tempat Ester berbaring. Maka titah raja: 「Masih jugakah ia hendak menggagahi sang ratu di dalam istanaku sendiri?」 Tatkala titah raja itu keluar dari mulutnya, maka diselubungi oranglah muka Haman. 9 Sembah Harbona, salah seorang sida-sida yang di hadapan raja: 「Lagipula tiang yang dibuat Haman untuk Mordekhai, orang yang menyelamatkan raja dengan pemberitahuannya itu, telah berdiri di dekat rumah Haman, lima puluh hasta tingginya.」 Lalu titah raja: 「Sulakan dia pada tiang itu.」
10 Kemudian Haman disulakan pada tiang yang didirikannya untuk Mordekhai. Maka surutlah panas hati raja.

Ahasyweros menjadi tahu bahwa Haman adalah sang inisiator, reaksi raja saat itu juga penuh amarah. Para sarjana menunjukkan bahwa kemarahan Ahasyweros secara esensi tidak mampu diekspresikan dalam versi terjemahan, tetapi jika membaca dengan keras teks bahasa Ibrani, akan seperti suara tembakan senapan mesin. Konspirasi Haman terungkap, raja langsung dipenuhi kemarahan (Est. 7:7a), sampai Haman dihukum mati, kemarahan raja baru surut (Est. 7:10b). Haman dapat dikatakan memakan buah perbuatan sendiri, mendapatkan hukumannya yang layak, tetapi raja telah mendengarkan pemfitnah, ikut berpartisipasi dalam konspirasi genosida, bagaimana dapat dia menempatkan diri menjauh dari itu?

Saat ini raja mengundurkan diri pergi ke kebunnya, ia dalam amarahnya perlu untuk menenangkan diri, berkonsentrasi dan berpikir tentang bagaimana dia harus bertindak berikutnya. Ada beberapa pertanyaan yang timbul dalam pikiran: bagaimana ia bisa menghukum Haman untuk konspirasi yang dia telah setujui? Jika dia menghukum Haman, itu sama dengan mengakui bahwa ia telah berkontribusi terhadap situasi yang memalukan ini? Mengingat fakta bahwa keputusan yang sudah diterbitkan itu tidak dapat diubah, lalu apa alasan yang dapat digunakan untuk mencabut itu sekarang? Ahasyweros benar-benar jatuh dalam dilema, pasti berpikir dengan keras, tidak tahu bagaimana sebaiknya. Para pegawai yang ada di sekitar juga kewalahan, untuk sementara tidak ada nasihat yang baik bagaimana menghukum Haman. Pada saat ini, Haman bertindak bodoh, memecahkan dilema raja Ahasyweros.

Haman melihat kemarahan raja, tahu bahwa ia tidak diragukan pasti akan dihukum mati; pada saat itu ia hanya punya beberapa pilihan: mengikuti raja Ahasyweros ke kebun belakang dan mohon raja untuk mengampuni dosanya. Tetapi murka raja masih belum surut dihapus, ia pasti akan ditolak di luar pintu. Ia juga mungkin pergi meninggalkan tempat itu, tapi ini adalah sama dengan melarikan diri dari kesalahan dan pasti akan ditangkap kembali untuk dihukum. Haman saat ini pasti sangat gelisah, respon yang paling alami adalah untuk memohon ampun kepada Ester yang telah mengungkapkan konspirasi ini. Saat ini, emosinya menutupi akal rasio dirinya, sehingga ia lupa atau bahkan untuk mengabaikan aturan dari harem Persia, bahwa selain raja atau sida-sida yang ditunjuk, siapapun tidak boleh mendekati ratu dan selir raja, bahkan jika ada beberapa orang yang hadir, seorang pria harus menjaga jarak lebih dari tujuh langkah dari ratu. Tapi Haman diburu-buru emosi, demi mempertahankan nyawanya, tiba-tiba berlutut pada katil (ranjang) tempat Ester berbaring untuk memohon kepadanya. Tindakan bodoh Haman, membuat Ahasyweros mendapatkan alasan. Haman bertindak melanggar aturan harem istana, sama artinya secara terbuka menghina raja, cukup alasan untuk dihukum dan dieksekusi.

Akhir dari peristiwa ini memang agak ironis. Haman nyata bersalah atas konspirasi pembantaian, tetapi ia tidak dihukum karena perbuatan jahat tersebut, ia justru dihukum karena berusaha menggoda ratu, sehingga raja Ahasyweros mampu menarik diri dari dosa ikut tanggung jawab dalam konspirasi tersebut. Betapa ironisnya! Haman yang sombong, hanya karena Mordekhai satu orang Yahudi menolak untuk bersujud kepadanya, dan hendak mengeksekusi orang; tetapi dalam keadaan darurat, dia menundukkan diri berlutut dan memohon belas kasihan Ester seorang Yahudi. Lebih ironis lagi, dia membuat tiang kayu yang dimaksudkan untuk digunakan menggantung Mordekhai, tetapi sekarang yang digantung di atasnya adalah diri sendiri. Haman benar-benar memakan buah perbuatan diri sendiri, memindahkan batu menimpa kaki sendiri.

(Berhati-hatilah! Jangan sampai terjadi pada diri anda atau saya menganiaya orang lain, hukuman Allah mungkin belum datang.)

Renungkan:
Kata pepatah: 「Mencelakai orang pada akhirnya mencelakai diri sendiri.」 Haman memakan bumerangnya sendiri, menggali makamnya sendiri. Dosa tampaknya memiliki kaki, selalu mengejar akan mengejar mencapai kita (lihat Bil. 32:23b). Memohon belas kasihan Tuhan, kiranya jangan kita membiarkan kepahitan apapun kejahatan yang berusaha untuk tumbuh dalam pikiran kita, agar jangan kita mendatangkan kehancuran pada diri kita sendiri.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 7:1-6

「Hikmat Menggunakan Kata-Kata」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 7:1-6 [ITB])
1 Datanglah raja dengan Haman untuk dijamu oleh Ester, sang ratu. 2 Pada hari yang kedua itu, sementara minum anggur, bertanyalah pula raja kepada Ester: 「Apakah permintaanmu, hai ratu Ester? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan dipenuhi.」
3 Maka jawab Ester, sang ratu: 「Ya raja, jikalau hamba mendapat kasih raja dan jikalau baik pada pemandangan raja, karuniakanlah kiranya kepada hamba nyawa hamba atas permintaan hamba, dan bangsa hamba atas keinginan hamba. 4
Karena kami, hamba serta bangsa hamba, telah terjual untuk dipunahkan, dibunuh dan dibinasakan. Jikalau seandainya kami hanya dijual sebagai budak laki-laki dan perempuan, niscaya hamba akan berdiam diri, tetapi malapetaka ini tiada taranya di antara bencana yang menimpa raja.」
5 Maka bertanyalah raja Ahasyweros kepada Ester, sang ratu: 「Siapakah orang itu dan di manakah dia yang hatinya mengandung niat akan berbuat demikian?」
6 Lalu jawab Ester: 「Penganiaya dan musuh itu, ialah Haman, orang jahat ini!」 Maka Hamanpun sangatlah ketakutan di hadapan raja dan ratu.

Penulis kitab menggunakan satu kalimat yang sederhana 「datanglah raja dengan Haman untuk dijamu oleh Ester, sang ratu」 (Est. 7:1, atau dalam CUVT 「raja membawa Haman menghadiri perjamuan Ester sang ratu」) untuk memulai pesta kedua yang diadakan oleh Ester bagi kedua orang. Ahasyweros dan Haman dua orang masing-masing membawa suasana hati yang berbeda untuk menghadiri perjamuan; kedua orang tidak tahu apa yang akan terjadi. Haman setelah pengalaman memalukan yang terakhir itu, walaupun pergi ke pesta Ester dengan suasana hati yang sangat bertentangan. Haman telah kehilangan kuasa mengendalikan jalan situasi, dan telah menjadi pihak pasif yang didesak untuk datang ke pesta.

Pembaca mungkin ingat samar-samar bahwa dalam pasal 1 Wasti didesak untuk pergi menghadiri perayaan, yang didapatkan adalah hasil yang negatif (Est. 1:10-11), sekarang Haman juga didesak oleh sida-sida raja untuk pergi ke perjamuan Ester (Est. 6:14b「 datanglah sida-sida raja, lalu mengantarkan Haman dengan segera ke perjamuan yang diadakan oleh Ester」). Penulis kitab tampaknya sedang memberikan isyarat bahwa akhir tragis dari Haman sudah dekat di depan pintu. Memang nyata, di sini Haman hanya berperan pasif, dan pembicaraan sepanjang malam itu penuh dengan kejutan. Ester sebaliknya memainkan peranan aktif, dan apa yang ia katakan akan menyelamatkan dirinya dan bangsanya sendiri. Dia berkata kepada raja, dengan penggunaan kata-kata yang sangat berhati-hati dan sangat tepat, seperti kata Amsal: 「sebuah kata yang tepat, adalah seperti apel emas yang bertatahkan peralatan perak」 (Ams. 25:11)

Perkataan Ester kepada raja sangat sederhana dan jelas, menggunakan kata-kata dengan keterampilan tinggi, ada tiga aspek yang berharga untuk diperhatikan. Pertama, Ester memilih waktu yang tepat untuk berbicara. Raja telah dua kali menyebutkan hendak memberikan kepada dia setengah dari kerajaan (Est. 5:3, 6b), sekarang raja untuk ketiga kalinya mengatakan hal ini kepadanya (Est. 7:2), menunjukkan bahwa raja berkenan kepada dirinya sehingga mengatakan kata-kata ini. Jadi ini adalah waktu yang paling tepat untuk meminta sesuatu kepada raja.

Kedua, ia ingin menunjukkan konspirasi Haman, tapi juga hendak menghindari raja Ahasyweros terlibat di dalamnya. Siasat konspirasi adalah milik Haman, tetapi tidak peduli apakah raja telah sepenuhnya diberitahu secara rinci tentang siasat tersebut, namun dia tetap telah terlibat dan memberikan persetujuan, sehingga Haman bisa menggunakan cincin raja untuk memberikan stempel di atas surat perintah pembunuhan. Ester sengaja menggunakan bentuk kalimat pasif berkata kepada raja: 「kami, hamba serta bangsa hamba, telah terjual」 (Est. 7:4a), dia hendak menghindari penyebutan subjek pelaku yang menciptakan masalah ini; ia tidak menyebutkan nama Haman, dan juga tidak menyebutkan bahwa raja juga terlibat, dan bahkan demi 10.000 talenta perak dia telah menjual orang-orang Yahudi (Est. 3:9, 11). Ester menunggu kemarahan raja Ahasyweros yang hendak membela keadilan reda dahulu, barulah secara langsung dia menunjukkan bahwa pelaku utamanya adalah Haman. Hal ini mirip nabi Natan yang dengan cara sopan menasihati raja Daud (2 Sam. 12:5-7).

Akhirnya, Ester dengan penuh perasaan, menghendaki raja tahu bahwa dia dan orang-orang bangsanya meski sangat menyakitkan terjual sebagai budak budak, namun tidak layak untuk mengganggu raja dengan hal ini; tapi dia terus menunjukkan kerugian yang disebabkan oleh musnahnya bangsanya akan mengakibatkan bencana bagi raja, suatu yang berada di luar kemampuan kompensasi pihak musuh. Ia berkata「malapetaka (yang menyakitkan kami) ini tiada taranya di antara bencana yang menimpa raja」 (Est. 7:4b). Teks asli dari kalimat ini bisa memiliki berbagai macam terjemahan, kebanyakan sarjana berpikir bahwa bangsa yang akan dibinasakan ini dalam aspek pajak telah membawakan banyak kepentingan kepada raja, jauh lebih banyak dari yang dijanjikan Haman kepada raja, jadi jika bangsa itu dipunahkan, maka suap yang diberikan oleh Haman tidak dapat mengkompensasi kerugian raja.

Ester dalam seluruh percakapan, meskipun menunjukkan bahwa dia dan bangsanya sendiri akan menghadapi krisis, tetapi tidak mengungkapkan bahwa bangsa ini adalah Yahudi. Pada waktu itu, raja tampaknya tidak tahu kebangsaan Ester (Est. 8:1, 6), karena sida-sida Hatah mungkin masih belum mengatakan kepada raja. Namun, identitas Ester akhirnya akan terungkap, tetapi sekarang ini tetap bukan waktu yang tepat. Ester dapat dengan halus menghindari peran raja dalam genosida, sementara pada saat yang sama dapat mengekspos konspirasi Haman, semua karena dia berbicara dengan hati-hati, memakai kata yang tepat.

Renungkan:
「Kecakapan 『seni』 berbicara」 dan 「ilmu berbicara 『palsu』」 kedua kata ini sangat berbeda. Kiranya Tuhan membantu kita untuk belajar seni berbicara, berbicara jujur dalam kasih, dan pada saat yang sama berbicara secara tepat.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.