「Gereja Bertahanlah! Lakukan Hal Baru!」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.
(1 Petrus 1:13 [ITB])
13 Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus..
(Terjemahan penulis)
Karena itu, ikatlah pinggang hatimu,
sepenuhnya waspada,
Menempatkan harapan dalam kasih karunia, yaitu waktu penyataan Yesus Kristus
datang di antara kamu sekalian

Kemarin kita berbicara tentang interpretasi dan latar belakang untuk memahami bagian pertama dari ayat ini, sehingga kita dapat mengerti bagaimana umat Tuhan memahami identitas baru umat dari kitab Keluaran (New Exodus motif), di antara orang-orang percaya di abad pertama atau hari ini sama-sama mengalami masa-masa sulit yang sama untuk menghidupi identitas baru umat. Bukan hanya berkutat merindukan hal-hal masa lalu, tetapi terus mewarisi melakukan hal-hal baru karya Tuhan di generasi baru (zaman yang baru).
Lalu, frasa pertama kemarin: 「ikatlah pinggang hatimu」 merupakan klausa partisipatif (participle clause) , bersama-sama dengan partisip kedua 「sepenuhnya waspada」 melengkapi frasa utama: 「menempatkan harapan dalam kasih karunia, yaitu waktu penyataan Yesus Kristus datang di antara kamu sekalian」, dapat dilihat bahwa sepenuhnya waspada mengendalikan diri merupakan upaya persiapan hendaknya meletakkan harapan di bawah penyataan Yesus Kristus (BIMK: pada waktu Yesus Kristus datang nanti), jadi harapan ini harus diletakkan pada hari akhir, bukan hanya melihat apa yang kita miliki di dunia saat ini.
Kemudian, dalam partisip kedua 「sepenuhnya waspada」 sepatutnya bagaimana saling melengkapi dan berhubungan dengan frasa pertama 「ikatlah pinggang hatimu」? Kita katakan bahwa 「ikatlah pinggang hatimu」 merupakan gambaran simbolis (symbolic imagery), maka kata 「waspada」 merupakan instruksi dan pengajaran praktis. Kata 「waspada」 (νήφοντες nífontes) umumnya digunakan untuk hal-hal yang dilakukan orang ketika mereka mabuk, tidak lagi berhati-hati, dan mudah menyebabkan banyak masalah dan kesalahan; tetapi ditempatkan pada komunitas Kristus, kata ini adalah untuk menggambarkan bahwa kita masih berkutat merindukan hidup masa lalu kita, tidak ada tindakan sebagai manusia baru. Ini termasuk penafsiran iman kekristenan oleh diri kita yang merasa benar, seperti para ahli Taurat dan tradisi kepercayaan gaya Farisi, berpikir bahwa dirinya umat terpilih itu adalah penuh kesuksesan dan kemuliaan. Namun tidak tahu bahwa sebenarnya yang terpilih akan terserakan dan tinggal di antara bangsa-bangsa asing. Apakah orang akan berpikir bahwa kelompok yang pertama adalah yang mabuk dan kelompok yang belakang adalah yang sadar diri tidak mabuk?
Saudara dan saudari, apakah kita pikir kita selalu dalam keadaan sadar diri? Apakah kita sadar bahwa tanpa pembaharuan Roh Kudus dan menaruh harapan pada penyataan Yesus Kristus saat Ia datang di hari akhir maka kita tidak memiliki satu hari pun penuh sadar diri tidak mabuk? Selama bertahun-tahun, kita berpikir bahwa kebenaran yang sederhana dan realitas sepatutnya mudah dipahami orang, namun siapa tahu bahwa kita dimusuhi dan ditertawakan orang dianggap mabuk, tidak punya kesadaran. Mungkin kita akan jadi ragu, dan tidak mengerti, sebenarnya apa itu kebenaran dan realitas nyata, jadi perikop Alkitab ini mengingatkan kita untuk 「sepenuhnya」 (τελείως teleíos) sadar diri tidak mabuk (sepenuhnya waspada), dan iman itu adalah walau ditertawakan orang tetapi juga tetap mempertahankan hati yang paling awal. Lalu perlu sepenuhnya secara 「absolut」 waspada agar tidak terpengaruh oleh kata-kata palsu teknik cara-cara dan kebiasaan rohani yang hanya berpusat pada hal-hal yang di dunia, sehingga membuat hati kita penuh keraguan dan pergumulan terhadap iman kita.
Renungkan:
Dalam perjalanan menghidupi iman, apakah keadaan kita adalah 「setengah sadar dan setengah mabuk」? Pembicaraan tentang akhir zaman (eskatologi) tidak pernah semata-mata berbicara dan memberi tahu kita bagaimana perkembangan arah hari akhir, atau sekadar bersifat nubuat memberi tahu tentang masa depan kita dan akhirnya. Tidak! Pembicaraan tentang akhir zaman (eskatologi) adalah untuk membantu kita agar tidak melarikan diri dari realitas nyata yang penuh kekejaman, tetapi tetap menjalankan tugas dan panggilan kita, bukan berpura-pura tidur atau sadar yang pura-pura. Berani memakai sudut pandang akhir zaman untuk menghadapi 「kebenaran」 roh jahat yang terlihat seperti bagus di dunia sekarang ini, agar tidak tertipu dalam hidup kita maka haruslah sepenuhnya waspada!
Tidak ada yang bisa meramalkan masa depan, tetapi harus sepenuhnya waspada mengingatkan orang-orang percaya untuk tidak tertipu, dengan berani menolak bujukan bohong, bersuara untuk kebenaran, dan melakukan hal-hal baru untuk Tuhan walau dalam segala kesedihan.
Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.
