Ester 1:1-3

「Latar Belakang Sebagai Fondasi Pemahaman」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Est. 1:1-3 [ITB])
1 Pada zaman Ahasyweros–dialah Ahasyweros yang merajai seratus dua puluh tujuh daerah mulai dari India sampai ke Etiopia–, 2 pada zaman itu, ketika raja Ahasyweros bersemayam di atas takhta kerajaannya di dalam benteng Susan, 3 pada tahun yang ketiga dalam pemerintahannya, diadakanlah oleh baginda perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya; tentara Persia dan Media, kaum bangsawan dan pembesar daerah hadir di hadapan baginda.

Bulan ini kita merenungkan Kitab Ester, mari kita secara sekilas melihat gambaran kasar latar belakang kisah dalam kitab ini.

Ester, Kidung Agung, Rut, Ratapan dan Kitab Pengkhotbah yang secara kolektif dikenal sebagai lima gulungan kecil (Megilloth), merupakan bagian dari 「Tulisan-tulisan Ketuvim」 (The Writings) yang adalah bagian ketiga dari Kitab Suci Ibrani Perjanjian Lama; Ester merupakan satu-satunya gulungan kitab dari lima gulungan kecil yang secara langsung berkaitan dengan perayaan-perayaan Yahudi, sedangkan perayaan Yahudi dalam sisa empat gulungan puisi hanya bersifat simbolis. Oleh karena itu, Ester ini juga dikenal sebagai 「Gulungan puisi terbaik.」 Setiap tahun ketika orang Yahudi merayakan hari raya Purim, mereka membaca kitab ini di rumah ibadat. Kitab ini memang sebuah buku unik, tidak hanya bahwa seluruh kisahnya terjadi di luar tanah perjanjian, terlebih lagi merupakan satu kitab yang sama sekali tanpa menyebutkan nama Allah. Namun tangan Allah selalu ada di belakang layar mengarahkan perkembangan peristiwa, dan mata hikmat Allah senantiasa memperhatikan dan memelihara umat-Nya, sebagaimana pemazmur katakan: 「Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel」 (Maz. 121:4).

Karena peristiwa yang dicatat oleh kitab Ester hanya tentang kelangsungan mati hidup bangsa Yahudi, di awal kitab dituliskan tentang kegembiraan dan kenikmatan pancaindera di Istana Persia, ditambah lagi di penghujung kitab ditutup dengan berakhirnya pembunuhan, pembaca secara sekilas akan agak sulit menerimanya. Pada kenyataannya, Ester hendak menjawab pertanyaan di dalam hati umat Allah selepas penawanan: sebenarnya perjanjian yang diadakan Allah dengan mereka apakah masih berlaku? Ketika kita membaca buku ini dengan hati-hati, kita menemukan bahwa melalui sejarah ini, Allah sudah menunjukkan bahwa Dia tidak pernah meninggalkan perjanjian-Nya dengan umat-Nya, dan Ia masih memelihara dan melindungi umat-Nya. Penulis kitab ini didasarkan pada fakta-fakta sejarah, menggunakan metode narasi Ibrani, menulis buku sejarah dramatis; sang penulis kitab tidak menguraikan secara terperinci pikiran, motif, sikap dan niat dari para tokoh dalam kisah, tetapi berfokus pada tindakan dan dialog para tokoh, dan memberikan kita pemahaman yang lebih mendalam atas tindakan Allah dan secara lebih kaya mengenal sifat-sifat Allah.

Ketika kita membaca Ester dengan teliti, kita akan menemukan bahwa ada suatu kekuatan yang tak terlihat dan tak terbendung di balik kisah, dan peristiwa-peristiwa yang akan tiba-tiba berbalik di ujung tanduk dan mengubah akhir yang diperkirakan. Plot perubahan atau liku menembus seluruh kisah, dan pengembangan plot berputar di sekitar acara-acara perjamuan yang berbeda. Ester mengulang tema kunci utama (motif), adalah 「pesta perjamuan」 (mishteh ‘). Kitab menggunakan tiga 「perjamuan ganda」 sebagai benang yang menebus seluruh kisah, di bagian awal adalah pesta besar Ahasyweros dengan para pejabat (Est. 1:2-4) dan pesta bersama rakyat biasa di Puri Susan (Est. 1:5-8), di bagian akhir adalah perayaan Purim secara nasional (Est. 9:17, 19) dan perayaan Purim di Puri Susan (Est. 9:18), di bagian tengah adalah dua perjamuan yang diadakan Ester bagi raja dan Haman (Est. 5:1-8; 7:1-9).

Dua perjamuan yang diadakan Ester merupakan klimaks dan titik balik dalam kitab ini, mendorong pengembangan kisah sampai ke puncak, dan seluruh situasi berbalik secara instan dan membuat orang Yahudi dalam keadaan jalan buntu kematian melalui celah sempit mendapatkan hidup. Seperti pepatah: 「Di hadapan hanya terlihat gunung tinggi yang tumpang tindih dan sungai yang deras mengalir, seperti di ujung tidak ada jalan lagi, namun di belokan terlihat desa penuh harapan dengan bunga bersemi」

Renungkan:

Bagaimana kondisi Anda saat ini?
Bagaimanapun itu, jangan pernah melupakan bahwa Tuhan masih setia menjaga perjanjian-Nya, dan Ia masih memelihara umat-Nya, anak-anak-Nya. Mari kita mempercayai-Nya dengan segenap hati kita.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.