Rut 2:1-3

「Pengaturan yang Ajaib 」

Rut 2:3 「 … kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.」 Kata 「kebetulan 」 hanyalah pernyataan orang yang ada di situasi tersebut, menyatakan bahwa peristiwa yang terjadi di luar perhitungan manusia. Namun apakah sebenarnya masud Alkitab dengan menuliskan kebetulan itu?

(Rut 2:1-3 [ITB])
1Naomi itu mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas.
2Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: “Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.” Dan sahut Naomi kepadanya: “Pergilah, anakku.”
3Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.

Ada sebuah lagu pop bahasa Kanton, terdapat satu kalimat: 「jika ditakdirkan ada maka pasti ada, jika ditakdirkan tidak ada maka jangan memaksa 」 kalimat ini menyuarakan isi hati orang yang belum percaya, bahwa hidup tidak bisa diduga-duga, tidak ada sedikitpun keamanan, hanya bergantung nasib, bersandar kebetulan. Oleh karena itu ada sebagian orang percaya pada horoskop untuk meramalkan nasib, ada yang berpegang ramalan keberuntungan, Hong Sui, dan lain lain. Ini adalah yang diandalkan orang secara umum untuk mendapatkan rasa aman menjalani kehidupan. Iman kepercayaan orang Kristen adalah kebalikannya, kita bukan sebuah anak catur yang berada di atas papan permainan, yang tidak butuh usaha dan pikiran kita, semua sudah ditentukan takdir,  terserah mau diatur bagaimana; kita bukan boneka yang terserah dimainkan oleh Tuhan, tidak ada kebebasan tekad untuk membuat keputusan dan usaha. Sebaliknya, Tuhan ingin kita menuaikan dengan sepenuh tenaga bagian tanggung jawab kita, bekerja keras aktif memakai kemampuan yang kita miliki dalam segala hal untuk menggenapkan pekerjaan Tuhan.

Kitab Rut sesungguhnya menyatakan iman kepercayaan ini; Rut kebetulan sampai di ladang milik Boas untuk memungut bulir-bulir jelai, di baliknya sebenarnya terdapat pengaturan Allah. Di sini apa yang kita lihat adalah Allah dan manusia bekerja bersama menenun sebuah lukisan yang indah, tepat sekali seperti orang yang menenun, di balik tenunan terlihat sekumpulan benang yang saling bersilang seakan-akan tanpa hubungan, namun di sisi depan terlihat tenunan indah yang menyatakan buah hasil interaksi dari manusia yang sepenuh tenaga melakukan tanggung jawabnya dan pengaturan Tuhan yang ajaib.

Terlebih dahulu Tuhan memberikan dua aturan atas musim menuai kepada umat-Nya: pertama, mereka tidak boleh menyabit habis padi-padian sampai ke ujung-ujung sawah; kedua, tidak boleh memungut padi-padian yang jatuh ke tanah saat menyabit tuaian, jika ada berkas yang terlupa tidak boleh kembali untuk mengambilnya, aturan ini adalah mempertimbangkan orang asing, anak yatim dan janda; mereka boleh mengikut di belakang para penyabit, memungut bulir-bulir yang jatuh atau tertinggal (lihat Im. 19:9-10, 23:22Ul. 24:19-22). Selain itu, hukum Taurat menentukan orang Israel menanami sawahnya enam tahun, beristirahat di tahun ketujuh tidak bercocok tanam, jika tumbuh menghasilkan gandum atau anggur tidak boleh dituai, bertujuan untuk dimakan bagi hamba, buruh, orang asing yang tinggal di sana, bagi ternak dan binatang liar yang ada di tanah itu (lihat Im. 25:2-7), juga agar orang miskin bisa mendapatkan pangan (Kel. 23:11). Ketentuan memperhatikan kaum miskin ini tidak menghilangkan kesempatan mereka untuk berinisiatif ambil bagian dan bekerja sama. Penulis kitab mencatat beberapa tindakan Rut untuk memperlihatkan sikap Rut yang proaktif dan sekuat tenaga ambil inisiatif melakukan bagian tanggung jawabnya. Ia berinisiatif 「berkata」 kepada Naomi, meminta untuk diijinkan 「pergi 」, kemudian ia sampai di ladang untuk 「memungut 」 bulir-bulir jelai (Rut 2:2). Bagaimana Rut bisa mengetahui bahwa di antara orang Israel terdapat ketentuan hukum Taurat untuk memberikan bulir-bulir jelai? Apakah ia tahu dari Naomi? Penulis kitab tidak menuliskannya, ia ingin kita fokus pada semangat Rut yang berinisiatif ikut ambil bagian. Ia tidak melemparkan tanggung jawab kepada orang lain, membiarkan mertuanya yang mencari solusi, ia tidak melemparkannya menjadi hal rohani berdoa minta Tuhan melakukan muzizat menurunkan Manna dari Sorga, ia juga tidak putus asa menunggu takdir saja. Ia berinisiatif pergi ke ladang, mencari siapa yang mau bermurah hati, ikut di belakang penyabit memungut bulir-bulir jelai (Rut 2:2b). Walaupun ada hukum Taurat yang jelas, tetapi ia juga harus mendapatkan dahulu ijin dari pemilik ladang baru bisa ikut di belakang para penyabit untuk memungut bulir-bulir jelai. Hal yang ajaib terjadi pada saat Rut bertindak proaktif, ia secara kebetulan sampai di ladang milik Boas, orang yang kaum Elimelekh (Rut 2:3c). Kata 「kebetulan 」 hanyalah pernyataan orang yang ada di situasi tersebut, menyatakan bahwa peristiwa yang terjadi di luar perhitungan manusia, namun dalam segala peristiwa yang kebetulan ada Tuhan yang mengendalikan berkuasa di belakangnya. Rut sesungguhnya tidak tahu ladang yang mana yang merupakan milik Boas, ia juga tidak tahu hubungan saudara apa antara Boas dengan mertua laki-laki dia, ia sepertinya kebetulan saja sampai di ladang yang merupakan milik Boas, tetapi di belakang adalah pekerjaan Tuhan, adalah dalam pemeliharaan perlindungan Tuhan yang memimpin terjadinya hal tersebut. Ini juga merupakan iman kepercayaan orang Ibrani, walaupun Tuhan kelihatannya tersembunyi, namun Ia tetap berkuasa dan mengendalikan segala sesuatu.

Manusia berusaha segenap tenaga bagian tanggung jawabnya dalam rangkaian peristiwa “kebetulan,” pada akhirnya mengalami pengaturan yang ajaib dari Tuhan. Rut sampai di ladang milik Boas memungut bulir jelai adalah bukti pengaturan ajaib Tuhan.

Renungkan: dengan hati yang teliti renungkan lagu pujian〈Tangan Tuhan Tuhan Yang Pegang〉 (I Know Who Holds the Future). Dapat dibaca bersuara perlahan-lahan atau nyanyikan sebagai doa dan pengakuan iman kepada Tuhan.

Tangan Tuhan Tuhan Yang Pegang

Takku tau kan hari esok
Namun langkahku tegar
Bukan suryaku harapkan
Karna surya kan lenyap
Oh tiadaku gelisah
Akan masa menjelang
Kuberjalan serta Yesus
Maka hatiku tenang
Banyak hal tak kupahami
Dalam masa menjelang
Tapi terang bagiku kini
Tangan Tuhan yang pegang

(*)
Takku tau kan hari esok
Mungkin langitkan gelap
Tapi dia yang penuh kasih
Tetap melindungiku
Meski susah perjalanan
Gelombang dunia menderu
Dipimpinnya ku bertahan
Sampai akhir langkahku

Banyak hal tak kupahami
Dalam masa menjelang
Tapi terang bagiku kini
Tangan Tuhan yang pegang
Banyak hal tak kupahami
Dalam masa menjelang
Tapi terang bagiku kini
Tangan Tuhan yang pegang

Tapi terang bagiku kini
Tangan Tuhan
Tangan Tuhan
Tangan Tuhan
Yang Pegang

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).