Tag Archives: Allah Semesta Alam

Roma 9:19-21

「Manusia Hanyalah Manusia! Biarlah Allah Sebagai Allah! Manusia Sebagai Manusia!」

Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 9:19-21 [ITB])
19Sekarang kamu akan berkata kepadaku: 「Jika demikian, apa lagi yang masih disalahkan-Nya? Sebab siapa yang menentang kehendak-Nya?」
20Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: 「Mengapakah engkau membentuk aku demikian?」 21Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?

Dalam Rom. 9:19-29, Paulus membincangkan tuduhan yang sangat berat: karena Allah menentukan siapa maka bermurah hati kepada siapa, Allah menentukan siapa maka menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya, lalu mengapa Allah masih 「menyalahkan」 orang? Ada orang menggugat 「Karena Tuhan memiliki hak kedaulatan untuk memilih orang, dan orang tidak dapat menolak kehendak Tuhan, dan apa Tuhan kehendaki pasti menjadi kenyataan, maka mengapa Tuhan ingin 『meminta tanggung jawab』 kepada orang-orang?」 Paulus memiliki tiga tanggapan yang penting. Berikut adalah yang pertama: tukang periuk memiliki hak kedaulatan, dan Tuhan mempunyai hak kedaulatan, dari gumpalan tanah yang sama membuat benda-benda yang berbeda (ayat 19-21)

Terjemahan literal ayat 19-21 adalah 「demikian, engkau akan berkata kepada aku: 『 maka, Ia masih menyalahkan? Karena siapa yang pernah menindas kehendak-Nya?』 Hai manusia, tetapi siapakah engkau? Engkau berdebat dengan Tuhan! Ciptaan yang dibentuk tidak akan berkata kepada Penciptanya: 『Mengapa membentuk aku seperti ini?』 Apakah tukang periuk tidak punya kedaulatan menggunakan tanah liat, dari gumpalan tanah liat yang sama, membuat sebuah benda yang berharga dan satu yang tidak berharga?」 Di ayat 20 terdapat frasa 「yang dibentuk tidak akan berkata kepada yang membentuknya」 yang dikutip dari Yes. 29:16 yang berbunyi 「Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: 『Bukan dia yang membuat aku』; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: 『Ia tidak tahu apa-apa』? 」

Paulus menggunakan tiga kontras: manusia dan Allah; ciptaan dan Tuhan Pencipta; tanah liat dan tukang periuk. Paulus menggunakan untaian tiga perbandingan ini untuk menunjukkan bahwa Tuhan memiliki hak kedaulatan atas gumpalan tanah yang sama, sesuai dengan kedaulatan memberikan anugerah cuma-cuma-Nya memilih mereka, dan sesuai dengan penghakiman-Nya yang adil benar tidak menyelamatkan orang berdosa lainnya. John Stott mengatakan dengan baik, ketika orang membantah Tuhan, orang-orang cenderung 「memutarbalikkan keadaan,」 「mereka tidak hanya tidak memandang Allah sebagai Allah, tetapi juga mencoba untuk bertukar peran, memutarbalik tukang periuk menjadi benda bikinan, dan benda bikinan menjadi tukang periuk.」

Paulus mengingatkan kita:「Allah adalah Allah, kita hanya manusia!」 Ketika memikirkan pemilihan, sumber dosa awal, penentuan awal (Predestinasi) dan berbagai teologi yang sulit, kita harus menerima bahwa kita hanyalah manusia, kita tidak bisa mengatur tindakan Tuhan!「Mengapa」 Allah memilih seseorang bukan seseorang yang lain? Terhadap hal ini kita tertarik ingin tahu, tetapi Allah tidak harus menjawab! Pada kenyataannya, ketika Allah membuat pilihan ini, ada dimanakah kita? Kita masih tidak ada!

Dalam Kitab Ayub, Ayub tidak memahami alasan pekerjaan Tuhan, tetapi ketika Allah menampakkan diri kepadanya, Tuhan tidak menjawab dia secara langsung, tetapi menantangnya: 「Pendebat, apakah bisa berebut debat dengan yang Mahakuasa?」 Tuhan tiada henti terus bertanya: 「Ada di mana engkau ketika Aku membuat dunia? Apakah engkau tahu bagaimana mengurus dunia alam semesta lebih daripada Aku? Apakah engkau lebih mampu bertanggung jawab atas alam semesta daripada Aku?」 Akhirnya Ayub dapat hanya dengan rendah hati mengatakan: 「Apa yang saya katakan adalah saya tidak mengerti, hal-hal ini terlalu luar biasa, saya tidak tahu.」 Sebuah keyakinan inti seorang reformis Martin Luther: 「Biarlah Tuhan menjadi Tuhan!」 (Let God be God!) . Teolog ortodoks mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah baik, adil benar, Mahakuasa dan Maha Hikmat, dan semua yang Allah pilih, segala yang Ia rencanakan dan segala yang Ia kerjakan, adalah penuh dengan hikmat dan indah baik. Meskipun banyak hal kita tidak mengerti, tapi sepatutnya kita tidak meragukan kebaikan hati Tuhan, dan hendaknya tidak karena racun bersungut-sungut meninggalkan Allah.

Konsep bahwa 「kita adalah gumpalan lumpur yang sama」 mengingatkan kita bahwa kita semua aslinya adalah orang berdosa yang tidak layak. Jika Tuhan tidak memilih orang, tidak mengutus Kristus untuk menyelamatkan kita dan untuk mengirim utusan Injil untuk memberitakan Injil, kita tidak bisa menyalahkan Allah, karena semua manusia di dunia adalah orang berdosa. Jika Allah tidak memilih kita itu adalah adil adanya, dan jika Allah memilih kita itu adalah anugerah! Ketika kita tidak mengerti, mari kita merendahkan diri, mempercayai Allah!

Corrie ten Boom hampir mati disiksa di sebuah kamp Revensbruck era Nazi, dan akhirnya hanya tersisa dia sendirian. Setelah Perang Dunia II, Allah menggerakkan hatinya untuk memberitakan 「Pengampunan Tuhan」 kepada mereka yang pernah menjadi tentara Nazi, dan seorang mantan tentara Nazi yang pernah menyiksa dia datang kepadanya dan berkata 「Aku adalah mantan penjaga penjara di sana. Aku adalah mantan penjaga penjara di sana. Saya tahu Tuhan telah mengampuni saya karena dosa-dosa yang saya lakukan di sana, tapi aku masih berharap aku bisa mendengar anda mengatakannya kepada saya!」 Saat ia dengan enggan mengulurkan tangan berjabat tangan dengan orang itu, aliran hangat dituangkan ke dalam hatinya dan matanya penuh air mata. Dengan air mata ia berkata 「Aku memaafkan anda, saudaraku! Aku memaafkan anda dengan sepenuh hati.」 Corrie ten Boom memiliki sebuah kalimat terkenal: 「Jangan takut mempercayakan masa depan yang tidak diketahui kepada Allah yang kita tahu!」

Renungkan: ketika kita merenungkan dosa manusia, kita akan dapat tahu lebih baik: ketika Ia menghakimi manusia, Allah nyata adil, dan Tuhan penuh belas kasihan ketika Ia murah hati kepada manusia! Hak kedaulatan atas langit dan bumi ada pada Allah, hak kedaulatan atas bagaimana cara menyelamatkan orang berdosa juga ada pada Tuhan! Biarlah Tuhan menjadi Tuhan! Biarkan orang menjadi orang! Setiap hari cinta Tuhan dan manusia dengan memberitakan Injil, itu adalah tugas bagian kita!


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Mazmur 124:8

「TUHAN ── Pertolongan Kita」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Maz. 124:1-8 [ITB])
1Nyanyian ziarah Daud. Jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita, biarlah Israel berkata demikian 2jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita,
3maka mereka telah menelan kita hidup-hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita;
4maka air telah menghanyutkan kita, dan sungai telah mengalir melingkupi diri kita,
5maka telah mengalir melingkupi diri kita air yang meluap-luap itu.
6Terpujilah TUHAN yang tidak menyerahkan kita menjadi mangsa bagi gigi mereka! 7Jiwa kita terluput seperti burung dari jerat penangkap burung; jerat itu telah putus, dan kitapun terluput!
8Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

Ketika teks sebelumnya dalam Mazmur 124 telah begitu jujur membicarakan bahaya dan kesulitan yang dialamai para peziarah, Pemazmur pasti bukan hanya ingin mengungkapkan kebenaran. Dan pada kenyataannya, melalui uraian ini, Pemazmur sengaja memakai kaca pembesar memperlihatkan hal yang paling tidak layak untuk kita sukai dalam kehidupan, untuk membuat kita mengerti sebuah kebenaran yang cukup penting: Semua ini adalah dimensi yang sangat nyata dari kehidupan kita, para peziarah ── hari ini haruslah kita hadapi, bukan melarikan diri menghindarinya.

Pemazmur tidak menuduh Allah mengapa tidak menyingkirkan kesulitan pergi, dan pada saat yang sama juga tidak digambarkan bagaimana Tuhan dengan ajaib telah membantunya. Dia hanya menggunakan syair mazmur untuk memberikan kesaksian pengalaman nyata dirinya bagaimana dia dengan keyakinan kokoh percaya Tuhan sehingga melewati bahaya.

「Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi」 Ini adalah terjemahan yang sangat menarik, bagaimana menjelaskan atau memahaminya?
Karena TUHAN Allah adalah pencipta langit dan bumi, maka apakah mungkin bahwa kesulitan dan bahaya yang kita hadapi akan melampaui pemeliharaan dan perhatian-Nya? John Calvin, seorang tokoh reformasi di abad ke-16, berkata: 「Allah senantiasa terus bekerja, mempertahankan dan memandu seluruh ciptaan-Nya, dengan perasaan sebagaimana seorang Bapa membimbing seluruh sejarah manusia. Gereja dan orang Kristen berada di tangan belas kasih sayang khusus Tuhan, tepat sama seperti Kristus adalah di tangan Allah.」

Mari kita ingat: 「Allah mengasihi 『kita』 lebih dari yang lakukan 『kita』!」

Renungkan: 「iman ─ mungkin adalah bertumbuh dari dalam situasi yang paling sulit, justru bukan berkembang keluar dari antara keadaan penuh kemudahan.」 Marilah kita dengan kokoh memahami bahwa Allah yang mengasihi kita, terus menerus menjaga memelihara kita, Ia tidak melipat lengan menonton, terserah semaunya kita berjuang di tengah-tengah penderitaan, tetapi Ia terus menerus beserta kita. Saat menghadapi tantangan yang besar, 「iman yang teguh」 ini membuat kita terlebih lagi dapat merasakan pengalaman dan memahami bagaimana 「TUHAN adalah pertolongan kita」!

Daniel 4:28-37

「Kecongkakan Mendahului Kehancuran, Tinggi hati Mendahului Kejatuhan」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 4:28-37 [ITB])
28Semuanya itu terjadi atas raja Nebukadnezar;
29sebab setelah lewat dua belas bulan, ketika ia sedang berjalan-jalan di atas istana raja di Babel, 30berkatalah raja: 「Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?」
31Raja belum habis bicara, ketika suatu suara terdengar dari langit: 「Kepadamu dinyatakan, ya raja Nebukadnezar, bahwa kerajaan telah beralih dari padamu; 32engkau akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggalmu akan ada di antara binatang-binatang di padang; kepadamu akan diberikan makanan rumput seperti kepada lembu; dan demikianlah akan berlaku atasmu sampai tujuh masa berlalu, hingga engkau mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya!」
33Pada saat itu juga terlaksanalah perkataan itu atas Nebukadnezar, dan ia dihalau dari antara manusia dan makan rumput seperti lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai rambutnya menjadi panjang seperti bulu burung rajawali dan kukunya seperti kuku burung.
34Tetapi setelah lewat waktu yang ditentukan, aku, Nebukadnezar, menengadah ke langit, dan akal budiku kembali lagi kepadaku. Lalu aku memuji Yang Mahatinggi dan membesarkan dan memuliakan

Yang Hidup kekal itu,
karena kekuasaan-Nya ialah kekuasaan yang kekal
dan kerajaan-Nya turun-temurun.
35Semua penduduk bumi dianggap remeh;
Ia berbuat menurut kehendak-Nya
terhadap bala tentara langit dan penduduk bumi;
dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak tangan-Nya
dengan berkata kepada-Nya: 「Apa yang Kaubuat?」

36Pada waktu akal budiku kembali kepadaku, kembalilah juga kepadaku kebesaran dan kemuliaanku untuk kemasyhuran kerajaanku. Para menteriku dan para pembesarku menjemput aku lagi; aku dikembalikan kepada kerajaanku, bahkan kemuliaan yang lebih besar dari dahulu diberikan kepadaku.
37Jadi sekarang aku, Nebukadnezar, memuji, meninggikan dan memuliakan Raja Sorga, yang segala perbuatan-Nya adalah benar dan jalan-jalan-Nya adalah adil, dan yang sanggup merendahkan mereka yang berlaku congkak.

Setelah Nebukadnezar mendapatkan mimpi, Daniel mengingatkan dia agar menerima nasehatnya sebagai bawahan kepada atasan, dengan melakukan keadilan melepaskan diri dari pada dosa, dan dari pada kesalahan dengan menunjukkan belas kasihan terhadap orang yang tertindas (Dan. 4:27). Dapat dilihat TUHAN walaupun mengeluarkan peringatan keras terhadap Nebukadnezar, justru di saat yang sama memberikan kesempatan bertobat. Tetapi penulis kitab selanjutnya dengan satu kalimat singkat mencatat hasilnya: 「Semuanya itu terjadi atas raja Nebukadnezar」 (Dan. 4:28). Dari penjelasan mimpi sampai digenapinya mimpi, terdapat jedah waktu 12 bulan. Nebukadnezar jika bersungguh hati secara tulus bertobat, pasti memiliki waktu yang cukup, Sayang sekali ia tidak ada mencintai kesempatan yang Allah berikan.

Berdasarkan penemuan arkeologi dan beberapa karya tulis zaman kuno, kota Babel adalah seuah ibukota yang sangat sangat megah besar. Tembok kota memanjang 8000 meter lebih, bagian atas tembok dapat dilalui 4 kereta; Taman Gantung yang termasuk sebagai salah satu pemandangan ajaib dunia. Saat Nebukadnezar di atas istana raja melihat semua ini, bergembira, lupa bahwa kuasa dan kekuatannya adalah karunia dari Yang Maha Tinggi, lebih lagi tidak mempedulikan peringatan yang datang dari atas, membanggakan diri mampu dengan kekuatan kuasa membangun kota, semua kemuliaan dikembalikan kepada diri sendiri (Dan. 4:30). Ia sama sekali tidak menduga bahwa suara perkataannya belum hilang, penghakiman sudah datang segera. Perikop menyebutkan Nebukadnezar dalam sekejap mata berubah dari raja penguasa yang paling tinggi di bawah langit, menjadi seperti seekor binatang yang berkeliaran, dan mengalaminya selama 7 masa. Ada peneliti memperkirakan ini adalah semacam fenomena kekacauan psikologis, yang disebut sebagai 「Therianthropy」 atau 「Lycanthropy」, pengidapnya akan berhalusinasi, merasa dirinya adalah binatang, tingkah laku dan kehidupan meniru binatang.

Dalam karya tulis sejarah Babel tidak dapat ditemukan catatan terkait Nebukadnezar mengidap penyakit ini. Salah satu penyebabnya adalah Babel karya tulis berfokus mencatat 13 tahun masa awal Nebukadnezar memerintah, hal-hal yang kemudian sangat jarang disebutkan; kemungkinan yang lain adalah Nebukadnezar tidak mau peristiwa ini dicatat (tepat seperti karya tulis Mesir tidak menyebutkan peristiwa orang Israel keluar dari Mesir). Tidak peduli bagaimanapun, Nebukadnezar pernah satu kali mengidap penyakit ini dan mundur dari takhta, memang benar-benar dicatat dalam Kitab Daniel.

Mencatat sampai di sini, kitab Daniel 4:34-37 kembali ke bentuk surat perintah (atau surat pengumuman). 7 masa yang ditentukan Allah sudah selesai (Dan. 4:25), Nebukadnezar menengadah ke langit (Dan. 4:34). Ini bukan tindakan melihat ke atas yang tanpa disadari, tetapi mengenal Allah yang melampaui (supra), mengakui dirinya sendiri adalah nihil di hadapan Allah (Dan. 4:35). Memahami hal ini, Nebukadnezar akhirnya kembali normal kesadarannya, ia segera memuji Yang Maha Tinggi ini. Pujian Nebukadnezar (Dan. 4:34-35, 37) memiliki beberapa titik berat:

  1. Allah adalah Mahatinggi, Tuhan Yang Hidup kekal (Dan. 4:34)
  2. Allah adalah Penguasa yang sebenarnya (Dan. 4:34)
  3. Allah adalah Tuhan yang bertindak menurut kehendak-Nya sendiri, tidak ada orang mampu menghalangi tangan-Nya (Dan. 4:35)
  4. Allah yang segala perbuatan-Nya adalah benar dan jalan-jalan-Nya adalah adil (Dan. 4:37)
  5. Allah yang sanggup merendahkan mereka yang congkak (Dan. 4:37)

Setelah memahami Allah adalah besar dan mulia (Dan. 4:36) , Nebukadnezar tidak hanya kesadarannya kembali normal, juga kembali duduk di takhta raja. Surat pengumuman ditutup dengan pujian Nebukadnezar terhadap Yang Maha Tinggi.

Renungkan: Wibawa dan kuasa Nebukadnezar pada dunia saat itu sepertinya tidak ada tandingannya, tetapi kenyataan adalah 「Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya」 (Dan. 4:17, 25). Allah adalah Yang berkuasa, Dia mampu memakai orang siapapun untuk menggenapkan kehendak-Nya sendiri. Pada kenyataannya, Kitab Daniel dari sejak awal melalui peristiwa yang berbeda-beda membawakan pusat berita ini: adalah Allah yang membuat Nebukadnezar menang atas Yerusalem dan mengambil pergi perkakas-perkakas Bait Suci (Daniel 1:1-2); adalah Allah yang melalui mimpi memberi penyataan kepada Nebukadnezar, dan melalui hamba-Nya menjelaskan makna mimpi (Daniel fasal 2, 4); adalah Allah sendiri yang melindungi umat-Nya yang setia, dalam keadaan di bawah aniaya sama sekali tidak terluka (Daniel fasal 3); adalah Allah yang mengaruniakan negeri kepada Nebukadnezar. Tetapi saat Nebukadnezar menyombongkan diri merasa diri besar, melakukan berbagai ketidak-adilan, Allah menurunkan dia dari takhta raja: 「 yang sanggup merendahkan mereka yang berlaku congkak」 (Dan. 4:37)

“ Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing” (Rom. 12:3), saat seseorang melihat melampaui apa yang sepatutnya bagi dirinya sendiri, tanpa diragukan adalah mengijinkan diri terjerumus ke dalam sebuah bahaya krisis yang sangat besar. Di dalam Alkitab banyak tercatat contoh orang yang jatuh tersandung karena angkuh (lihat Kej. Fasal 3, 11). (Sesuai judul hari ini 「Kecongkakan Mendahului Kehancuran, Tinggi hati Mendahului Kejatuhan」)

Saudara dan saudari, kita harus waspada bertahan atas kemuliaan duniawi kosong yang berasal dari kuasa, harta, juga lebih lagi waspada keangkuhan rohani. Jika engkau memiliki berbagai kaarunia, pelayanan berbuah banyak, jangan lupa ini semua adalah datang dari karunia Allah, memahami 「Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga」 (Maz. 127:1)

Mohon Tuhan membantu kita, tidak peduli apakah berada di kedudukan tinggi atau tidak, memahami bahwa diri kita menempati tempat dan aturan yang diberikan Allah; agar kita selalu dengan hati Kristus Yesus sebagai hati kita, membuang pemusatan diri sendiri, berrendah hati, taat, dan bertekun menyelesaikan tugas dari Allah.

Daniel 4:10-27

「Yang Maha Tinggi Berkuasa dalam Kerajaan Manusia」

?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 4:10-27 [ITB])
10Adapun penglihatan yang kudapat di tempat tidurku itu, demikian:
「di tengah-tengah bumi ada sebatang pohon yang sangat tinggi; 11pohon itu bertambah besar dan kuat, tingginya sampai ke langit, dan dapat dilihat sampai ke ujung seluruh bumi. 12Daun-daunnya indah, buahnya berlimpah-limpah, padanya ada makanan bagi semua yang hidup; di bawahnya binatang-binatang di padang mencari tempat bernaung dan di dahan-dahannya bersarang burung-burung di udara, dan segala makhluk mendapat makanan dari padanya.」
13Kemudian dalam penglihatan yang kudapat di tempat tidurku itu tampak seorang penjaga, seorang kudus, turun dari langit; 14ia berseru dengan nyaring, demikian katanya: 『Tebanglah pohon itu dan potonglah dahan-dahannya, gugurkanlah daun-daunnya dan hamburkanlah buah-buahnya! Biarlah binatang-binatang lari dari bawahnya dan burung-burung dari dahan-dahannya! 15Tetapi biarkanlah tunggulnya tinggal di dalam tanah, terikat dengan rantai dari besi dan tembaga, di rumput muda di padang; biarlah ia dibasahi dengan embun dari langit dan bersama-sama dengan binatang-binatang mendapat bagiannya dari rumput di bumi! 16Biarlah hati manusianya berubah dan diberikan kepadanya hati binatang. Demikianlah berlaku atasnya sampai tujuh masa berlalu. 17Titah ini adalah menurut putusan para penjaga dan hal ini menurut perkataan orang-orang kudus, supaya orang-orang yang hidup tahu, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, bahkan orang yang paling kecil sekalipun dapat diangkat-Nya untuk kedudukan itu.』
18 「Itulah mimpi yang telah kudapat, aku, raja Nebukadnezar; sekarang engkau, Beltsazar, katakanlah kepadaku maknanya, sebab semua orang bijaksana dari kerajaanku tidak dapat memberitahukan maknanya kepadaku; tetapi engkaulah yang sanggup, karena engkau penuh dengan roh para dewa yang kudus!」
19Lalu berdirilah Daniel yang namanya Beltsazar, tercengang beberapa saat, pikiran-pikirannya menggelisahkan dia. Berkatalah raja: 「Beltsazar, janganlah mimpi dan maknanya itu menggelisahkan engkau!」 Beltsazar menjawab: 「Tuanku, biarlah mimpi itu tertimpa atas musuh tuanku dan maknanya atas seteru tuanku!
20Pohon yang tuanku lihat itu, yang bertambah besar dan kuat, yang tingginya sampai ke langit dan yang terlihat sampai ke seluruh bumi, 21yang daun-daunnya indah dan buahnya berlimpah-limpah dan padanya ada makanan bagi semua yang hidup, yang di bawahnya ada binatang-binatang di padang dan di dahan-dahannya bersarang burung-burung di udara — 22 tuankulah itu, ya raja, tuanku yang telah bertambah besar dan kuat, yang kebesarannya bertambah sampai ke langit, dan yang kekuasaannya sampai ke ujung bumi!」
23Tentang yang tuanku raja lihat, yakni seorang penjaga, seorang kudus, yang turun dari langit, sambil berkata: 『Tebanglah pohon ini dan binasakanlah dia, tetapi biarkanlah tunggulnya ada di dalam tanah, terikat dengan rantai dari besi dan tembaga, di rumput muda di padang, dan biarlah ia dibasahi dengan embun dari langit dan mendapat bagiannya bersama-sama dengan binatang-binatang di padang, hingga sudah berlaku yang demikian atasnya sampai tujuh masa berlalu–』
24inilah maknanya, ya raja, dan inilah putusan Yang Mahatinggi mengenai tuanku raja:
25「tuanku akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggal tuanku akan ada di antara binatang-binatang di padang; kepada tuanku akan diberikan makanan rumput, seperti kepada lembu, dan tuanku akan dibasahi dengan embun dari langit; dan demikianlah akan berlaku atas tuanku sampai tujuh masa berlalu, hingga tuanku mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
26Yang dikatakan tentang membiarkan tunggul pohon itu, berarti: kerajaan tuanku akan kembali tuanku pegang segera sesudah tuanku mengakui, bahwa Sorgalah yang mempunyai kekuasaan.」
27Jadi, ya raja, biarlah nasihatku berkenan pada hati tuanku: 「lepaskanlah diri tuanku dari pada dosa dengan melakukan keadilan, dan dari pada kesalahan dengan menunjukkan belas kasihan terhadap orang yang tertindas; dengan demikian kebahagiaan tuanku akan dilanjutkan!」

Nebukadnezar bermimpi melihat 「di tengah-tengah bumi」 ada sebatang pohon. Pohon ini tinggi sampai ke langit, besar tidak terbatas, adalah simbol subur kaya berlipat ganda; daun-daunnya indah hijau, buahnya berlimpah-limpah, adalah tempat bernaung bagi berbagai macam binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, sumber makanan. Dalam karya sastra daerah Timur Dekat zaman Kuno tidak sulit ditemukan yang memakai 「pohon」 sebagai simbol penggambaran atas raja penguasa, dalam Alkitab juga terdapat cara penulisan yang serupa (lihat Yeh. 17:1-10; 31:3-14). 「Pohon」 sebagai simbol peraturan dunia yang kudus; raja penguasa mewakili peraturan umat manusia, karena raja penguasa sebagai simbol orang yang sempurna, mencerminkan gambar Allah. Kerajaan Babel pada saat itu dipandang sebagai pusat dunia, juga adalah negara yang paling kuat saat itu di daerah Timur Tengah; Nebukadnezar lebih lagi memandang diri sebagai orang yang sempurna, berkuasa di bawah langit.

Penjaga kudus yang muncul dalam mimpi adalah 「utusan Allah」 (Daniel 4:13). Penjaga memproklamasikan hendak menghancurkan pohon besar ini, hanya sisa tunggulnya, diikat dengan rantai dari besi dan tembaga. Pohon walaupun ditebang, justru tidak sampai mati (karena tunggulnya dibiarkan tetap ada, tidak melukai akar pohon); rantai dari besi dan tembaga mengikat tunggulnya, memiliki fungsi melindungi (ada peneliti berpendapat titik beratnya adalah pada perihal 「mengikat」, tetapi berdasarkan konteks, sepertinya adalah menekankan 「perlindungan」).

Pengelihatan dalam mimpi tiba-tiba berubah, pohon menjadi binatang, makan rumput minum embun (Dan. 4:15). Penjaga selanjutnya memproklamasikan beberapa titik berat (Daniel 4:16-17):

  1. Hati manusianya berubah dan diberikan kepadanya hati binatang:
    Filsuf Tiongkok Mencius berpendapat manusia berbeda tipis dari binatang, perbedaannya adalah pada 「hati kebajikan dan keadilan」 . Namun dilihat dari penyataan yang diberikan Alkitab, manusia dan hewan lebih lagi memiliki perbedaan secara esensi. Apa yang dimaksudkan disini dengan 「hati binatang」 sangat mungkin adalah semacam fenomena kekacauan psikologi.
  2. Melintas tujuh masa:
    berdasarkan sastra bersifat khusus sastra apokaliptik, sepatutnya memandangnya sebagai satu periode yang sudah ditentukan.
  3. Yang Maha Tinggi berkuasa:
    Proklamasi dari penjaga, menjadi titik berat dan penutup mimpi ini: 「supaya orang-orang yang hidup tahu, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, bahkan orang yang paling kecil sekalipun dapat diangkat-Nya untuk kedudukan itu.」 (Daniel 4:17) ini tepat adalah inti keseluruhan kitab Daniel.

Kitab Daniel 4:19-33, dituliskan memakai kata panggil orang ketiga. Daniel telah menerima penyataan yang datang dari atas, menjelaskan Nebukadnezar adalah pusat dari kerajaan Babel, seluruh rakyat negeri itu mendapatkan perteduhan dari dia. Tetapi Nebukadnezar akan tumbang, hatinya akan digantikan hati hewan. Kehendak Yang Maha Tinggi terhadap Nebukadnezar bukan menggunting habis musnah, tetapi adalah menunggu ia 「mengetahui Sorgalah yang mempunyai kekuasaan (yakni Yang Maha Tinggi)」, kerajaan akan tetap akan kembali ia pegang.

Ini adalah sebuah berita penghakiman, saat yang sama juga bersyarat: asal Nebukadnezar mau mendengakan nasehat: 「 lepaskanlah diri tuanku dari pada dosa dengan melakukan keadilan, dan dari pada kesalahan dengan menunjukkan belas kasihan terhadap orang yang tertindas; dengan demikian kebahagiaan tuanku akan dilanjutkan!」 (ITB gunakan kata「Kebahagiaan」, KJV dan CUVT gunakan kata「tranquillity「 / peace and quiet / ketentraman」) (Daniel 4:27). Asalkan raja menjalankan keadilan penuh kebenaran, berbelas kasihan, memiliki kerendahan hati di hadapan Yang Maha Tinggi, maka punya kesempatan menikmati ketentraman (lihat Mikha 6:8 「Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?」)

Renungkan: mimpi Nebukadnezar, adalah sebuah peringatan yang keras dari Allah terhadap dia sebagai raja penguasa Babel. Walaupun Nebukadnezar menggenggam kekuasaan, tetapi ia tidak sepatutnya melupakan siapa sebenarnya yang berkuasa, adalah seturut kehendak siapa yang memilih orang menempati kedudukan tinggi ini (Daniel 4:25). Mimpi ini hendak mengingatkan Nebukadnezar, harus dengan kerendahan hati dan ketaatan kepada Dia Yang Maha Tinggi yang berkuasa, juga waspada menjaga kewajiban diri sebagai raja.

Hari ini kita walaupun bukan sebagai raja sebuah negara, namun masing-masing memiliki identitas di dunia ini yang Allah berikan kepada kita, kuasa dan tanggung jawab. Apakah engkau dengan jelas yakin bahwa semua ini adalah berasal dari karunia pemberian Allah, dan bukan merupakan kemampuan diri? Apakah engkau juga berusaha sekuat tenaga, menjalankan keadilan, penuh kebenaran, berbelas-kasihan, memiliki kerendahan hati berjalan bersama Allahmu? Jika dahulu ada kekurangan, mohon Tuhan tetap mengaruniakan kesempatan, agar kita bertobat dan berbalik kembali.

Daniel 2:36-45

「Runtuhnya Kerajaan」

Apa yang engkau cari dalam hidup? Kuasa kerajaan manusia silih berganti runtuh, hanya Satu yang tetap.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 2:36-45 [ITB])
36Itulah mimpi tuanku, dan sekarang maknanya akan kami katakan kepada tuanku raja:
37「Ya tuanku raja, raja segala raja, yang kepadanya oleh Allah semesta langit telah diberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan, 38dan yang ke dalam tangannya telah diserahkan-Nya anak-anak manusia, di manapun mereka berada, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan yang dibuat-Nya menjadi kuasa atas semuanya itu–tuankulah kepala yang dari emas itu.
39Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi.
40Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya. 41Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat. 42Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian. 43Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.」
44「Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya, 45tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu.
Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai.」

Mimpi Nebukadnezar menyangkut hal yang akan digenapi kelak, menyingkapkan arah gerak sejarah umat manusia. Mimpi ini juga sangat erat berkaitan dengan diri Nebukadnezar sendiri, karena ia adalah 「kepala yang dari emas itu」 (Daniel 2:38), mendominasi bagian badan patung yang lain-lain. Sebagai raja yang melampaui raja lain, kerajaan, kuasa, kekuatan, dan kemuliaan terkumpul pada dirinya seorang, seluruh yang hidup yang bernafas ada di dalam kuasa tangannya, Nebukadnezar justru harus memahami dua hal: Pertama, semua kuasa ini seluruhnya berasal dari Allah; Kedua, dalam rencana Tuhan atas sejarah, kepala emas pada akhirnya akan digantikan.

Selain kepala emas, mengenai setiap bagian patung besar yang lain (perak, tembaga, besi, setengah besi setengah tanah liat) mewakili kerajaan apa, tidak terdapat pengertian yang sama dari para peneliti Alkitab, ini juga terkait pendapat yang berbeda-beda atas tanggal penulisan dan identitas penulis kitab Daniel. Di antara perbedaan pendapat yang paling besar adalah bagian kelima (jari kaki yang setengah besi setengah tanah liat) sebenarnya menunjuk suatu kuasa kerajaan yang ada di atas bumi, atau adalah sebuah kerajaan rohaniah. Berharga diperhatikan adalah bahwa pengelihatan mimpi ini pada saat itu justru menunjuk masa depan, dan Daniel hanya memberikan uraian yang jelas terhadap bagian kepala emas atas patung besar itu, sengaja tidak mengatakan dengan terang bagian yang lain-lain adalah mewakili kerajaan yang mana. Berdasarkan sifat karakter khusus sastra apokaliptik, kita tidak berhalangan memahaminya dengan cara ini: seluruh patung besar adalah perwakilan semua kerajaan di bawah langit, sebagai simbol arah gerak peristiwa dalam sejarah umat manusia. Patung besar sebagai sebuah keseluruhan (Daniel 2:35, 44), setiap bagian mewakili kuasa politik dan kerajaan yang memusuhi Allah yang ada di antara umat manusia di berbagai masa dan dinasti, pada akhirnya akan dihantam musnah oleh Kerajaan Allah (sebuah batu yang terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia) (Daniel 2:34-35), akan datang pada waktunya sebuah Kerajaan kekal milik Allah akan didirikan.

Pengelihatan mimpi Nebukadnezar, membawakan dua macam penyingkapan penting:

  1. Pertama, kuasa kerajaan di antara manusia keadaannya makin menurun. Emas digantikan perak, perak digantikan tembaga, tembaga digantikan besi, besi digantikan setengah besi setengah tanah liat yang makin lemah, nilai harganya tiada henti berkurang. Mulai dari kerajaan Babel, sampai kuasa kerajaan yang paling akhir terulang digantikan, satu dinasti akan tidak dapat dibandingkan dinasti sebelumnya. Patung besar megah mulia dengan emas sebagai kepala, justru dengan yang lemah lunak tidak tahan satu hantaman sebagai akhir.
  2. Kedua, Kerajaan Allah akan memenuhi di bawah langit. Patung amat besar yang dibuat tangan manusia, pada akhirnya dihantam hancur musnah oleh sebuah batu yang terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia. Sebuah batu ini sebagai simbol Kerajaan Allah, selamanya tidak kalah rusak, akan tetap untuk selama-lamanya (Daniel 2:44). Dalam pengelihatan mimpi Nebukadnezar, sepotong batu ini akan menjadi gunung besar; maknanya kerajaan manusia pada akhirnya akan berakhir selesai, tetapi Kerajaan Allah akan dengan besar berkembang, memenuhi di bawah langit.

Bagi sekelompok umat Allah yang ditawan sebagai budak, ini adalah sebuah berita pengharapan. Kuasa kerajaan di antara manusia tidak peduli seberapa kuat jaya, juga hanyalah yang sementara saja, pada akhirnya semua akan bertebaran seperti debu, hilang seperti asap, hanya Kerajaan Allah tetap kekal selama-lamanya. Benar demikian adanya, sejarah ada di dalam genggaman tangan kendali Allah, Dia telah memiliki rencana yang sepenuhnya, siatuasi zaman bergerak maju berdasarkan kehendak Dia.

Renungkan: Kitab Daniel menjabarkan kepada kita sebuah konsep sejarah dan konsep dunia (pandangan dunia) yang jelas. Tidak peduli kuasa kerajaan apapun di antara manusia yang sedang berkuasa, jangan lupa Allah tetap memegang kendali, semua ada dalam rencana dan kehendak Dia. Tidak peduli kuasa kerajaan di atas bumi yang bagaimana penuh dosa melimpah, memusuhi Allah, tetap menerima batasan masa waktu yang ditentukan Allah; dan pada akhirnya, kuasa kerajaan di antara manusia harus seperti debu bertebaran hilang seperti asap, Kerajaan Allah hendak penuh di bawah langit, sampai selama-lamanya.

Saudara dan saudari, menyaksikan kejahatan kuasa kerajaan, masyarakat yang kehilangan hukum yang bersuka-ria atas kejahatan, banyak nilai kebajikan yang sedang hilang dengan cepat, kita mudah putus asa kehilangan tekat. Kitab Daniel justru mengingatkan kita: Allah tetap memegang kendali, kejahatan kuasa kerajaan di antara manusia tidak mampu tetap kekal, pada akhirnya akan digantikan kerajaan Allah yang kekal. Bagaimanakah kedudukan Kerajaan Allah di dalam hati engkau? Dalam zaman yang bengkok dan sesat ini, bagaimanakah engkau menghidupi gaya hidup umat Allah?


Tambahan Penerjemah:

(Markus 4:19 [ITB]) “lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.” Zaman ini penghimpit firman itu, penipu daya itu yang dicari diagungkan: kecantikan, ketampanan, kehebatan, kejayaan, kekayaan. Semua akan berlalu, hancur seperti debu, lenyap seperti asap. Hanya Dia yang tetap selama-lamanya yang patut dicari dan diagungkan dalam hidup ini.

 

Daniel 2:24-35

「Rahasia Dipecahkan」

Hanya ada satu, Dia yang kepada-Nya Daniel bersandar.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 2:24-35 [ITB])
24Sebab itu pergilah Daniel kepada Ariokh yang telah ditugaskan raja untuk melenyapkan orang-orang bijaksana di Babel; maka pergilah ia serta berkata kepadanya, demikian: “Orang-orang bijaksana di Babel itu jangan kaulenyapkan! Bawalah aku menghadap raja, maka aku akan memberitahukan kepada raja makna itu!”
25Ariokh segera membawa Daniel menghadap raja serta berkata kepada raja demikian: “Aku telah mendapat seorang dari antara orang-orang buangan dari Yehuda, yang dapat memberitahukan makna itu kepada raja.”
26Bertanyalah raja kepada Daniel yang namanya Beltsazar: “Sanggupkah engkau memberitahukan kepadaku mimpi yang telah kulihat itu dengan maknanya juga?”
27Daniel menjawab, katanya kepada raja:
“Rahasia, yang ditanyakan tuanku raja, tidaklah dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli nujum.
28Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang.
Mimpi dan penglihatan-penglihatan yang tuanku lihat di tempat tidur ialah ini:
29Sedang tuanku ada di tempat tidur, ya tuanku raja, timbul pada tuanku pikiran-pikiran tentang apa yang akan terjadi di kemudian hari, dan Dia yang menyingkapkan rahasia-rahasia telah memberitahukan kepada tuanku apa yang akan terjadi. 30Adapun aku, kepadaku telah disingkapkan rahasia itu, bukan karena hikmat yang mungkin ada padaku melebihi hikmat semua orang yang hidup, tetapi supaya maknanya diberitahukan kepada tuanku raja, dan supaya tuanku mengenal pikiran-pikiran tuanku.
31Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan. 32Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga, 33sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat.
34Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk. 35Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.

Daniel melalui doa, mendapatkan penyataan yang dari atas. Ia terlebih dahulu menaikkan pujian kepada Dia yang mengaruniakan hikmat pengetahuan, Allah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, kemudian barulah ia pergi menemui Ariokh sang pemimpin pengawal raja. Daniel tidak memohon apa-apa bagi diri sendiri, tetapi meminta pengampunan bagi orang-orang berilmu Babel. Berada di antara bangsa asing, Daniel tidak pernah memandang penganut agama yang lain dari dirinya sebagai musuh, justru sebaliknya mengkuatirkan keamanan mereka, berinisiatif bertindak bagi mereka.

Demikian juga, saat raja Nebukadnezar menuntut penjelasan mimpi, Daniel tidak memakai kesempatan minta jasa, sebaliknya mengkoreksi titik berat raja, ia menunjukkan bahwa 「di Sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia」 (Daniel 2:28). Penjelasan terjemahan CUVT 「hanya ada satu pribadi Allah di Sorga yang mampu menyingkapkan rahasia-rahasia」adalah sangat memiliki makna. Karena dalam kebudayaan Timur Dekat Kuno, orang-orang secara umum memiliki konsep politeisme (allah yang banyak), hanya umat Israel yang hormat dan menyembah Allah tunggal yang sejati. Daniel menekankan 「hanya ada satu」, dengan tepat menjawab perkataan orang-orang berilmu Babel: 「selain dari dewa-dewa yang tidak berdiam di antara manusia, tidak ada seorangpun yang dapat memberitahukannya kepada tuanku raja.」 (Daniel 2:11)

Mimpi yang dinyatakan Allah adalah menyangkut 「apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang」 (Daniel 2:28). Nebukadnezar bermimpi melihat sebuah patung amat besar, rupanya dahsyat, material dan strukturnya juga aneh tiada banding. Patung amat besar ini, kepalanya dari emas, dada dan lengan adalah perak, perut dan pinggang adalah tembaga, paha adalah besi, kaki adalah setengah besi setengah tanah liat (Daniel 2:32-33). Dalam karya sastra zaman kuno, tidak ditemukan patung dengan rupa yang demikian aneh seperti itu ataupun penggambaran yang serupa. Peneliti Alkitab menunjukkan patung ini memiliki beberapa ciri khusus:

  1. Materialnya dari emas sampai perak, tembaga, besi, nilai harganya dari bagian  atas turun ke bawah terus berkurang, sebagai simbol bahwa kerajaan di antara manusia tiada henti runtuh, berakhir menuju kebinasaan.
  2. Tingkat kekerasan materialnya justru terbalik dari atas sampai bawah tiada henti bertambah; yang makin berharga, emas sifat materialnya makin lunak.
  3. Sepotong batu yang tidak diketahui asalnya, 「terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia」, menimpa kaki patung, seluruh patung besar itu dalam sekejap runtuh remuk, debu bertebaran lebur seperti asap, dihembus angin tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Kemudian, batu ini menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi (Daniel 2:34-36).

Penyataan Allah dalam mimpi Nebukadnezar ini terkait erat dengan penglihatan 「empat binatang」 di fasal tujuh, dan penglihatan 「kambing jantan dan domba jantan」 di fasal delapan, depan belakang saling bersambut. Akan dijelaskan secara detil di saatnya.

Renungkan: semua orang bijaksana di negeri Babel kehilangan akal untuk mengetahui apa isi mimpi, paling akhir dipecahkan oleh Daniel — seorang tawanan muda. Titik berat perikop ini, bukan Daniel mampu melakukan apa yang orang lain tidak mampu, atau tahu lebih dahulu hal yang tidak terduga, tetapi adalah Allah Pemegang kendali atas sejarah yang kepada-Nya Daniel bersandar. Tepat seperti pujian yang dinaikkan Daniel: 「Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja dan mengangkat raja, Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian; Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya (terang tinggal bersama-Nya)」 (Daniel 2:21-22). Allah melalui hamba-Nya, menyatakan hal yang akan digenapi kelak kepada raja yang diangkat oleh tangan-Nya. Ini adalah Allah Pemegang kendali atas hari esok, apakah merupakan pribadi yang kepada-Nya kita bersandar dengan segenap hati?

Dari diri Daniel dapat terlihat kebajikan rohaninya. Ia mengasihi Allah, semua kemuliaan pujian merupakan milik Allah, sama sekali tidak mencuri kemuliaan Allah. Ia mengasihi orang, tidak memandang orang-orang berilmu Babel sebagai musuh (walaupun sebentar lagi kita akan membaca bagaimana orang-orang berilmu ini bertindak ingin menghabisi Daniel), ia berusaha segenap tenaga memohon ampun bagi nyawa mereka. (lihat Kel. 23:4-5; Luk. 6:27 “Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu”). Kiranya kita belajar dari teladan teladan Daniel, dalam situasi apapun tetap bersandar kepada Allah, tekun berbuat nyata mengasihi Tuhan dan mengasihi orang.

Daniel 2:14-23

「Menyatakan Rahasia」

Hal pertama yang sepatutnya dilakukan.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 2:14-23 [ITB])
14Lalu berkatalah Daniel dengan cerdik dan bijaksana kepada Ariokh, pemimpin pengawal raja yang telah pergi untuk membunuh orang-orang bijaksana di Babel itu,
15katanya kepada Ariokh, pembesar raja itu: “Mengapa titah yang begitu keras ini dikeluarkan oleh raja?” Lalu Ariokh memberitahukan hal itu kepada Daniel.
16Maka Daniel menghadap raja dan meminta kepadanya, supaya ia diberi waktu untuk memberitahukan makna itu kepada raja.
17Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya, 18dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel.
19Maka rahasia itu disingkapkan kepada Daniel dalam suatu penglihatan malam.
Lalu Daniel memuji Allah semesta langit. 20Berkatalah Daniel: “Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan!
21Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja dan mengangkat raja, Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian;
22Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya.
23Ya Allah nenek moyangku, kupuji dan kumuliakan Engkau, sebab Engkau mengaruniakan kepadaku hikmat dan kekuatan, dan telah memberitahukan kepadaku sekarang apa yang kami mohon kepada-Mu: Engkau telah memberitahukan kepada kami hal yang dipersoalkan raja.”

Nebukadnezar sampai sangat terganggu oleh mimpinya sendiri. Di istana tidak ada seorang berilmu pun yang mampu mengatakan isi mimpinya, apalagi menjelaskan arti mimpinya. Dalam api kemarahannya, raja memerintahkan hendak membinasakan semua orang bijaksana di negeri. Ariokh, pemimpin pengawal raja mendapatkan tugas ini, maka ia mendapatkan Daniel. Setelah Daniel mengetahui awal muasal hal ini, maka ia memohon kepada raja untuk diberi waktu. Kemudian satu hal yang ia segera lakukan berikutnya, adalah berdoa. Selain ia sendiri bersungguh-sungguh berdoa, juga mencari ketiga teman Hananya, Misael, Azarya bersama-sama memohon kepada Allah.

Dari sini dapat dilihat, Daniel adalah seorang yang memandang berharganya doa, dan penuh memiliki iman. Dalam keadaan krisis, Daniel tidak putus asa kehilangan keberanian, malahan percaya dengan sungguh bahwa Allah pasti menjawab permohonan mereka. Orang berilmu Babel berkata: 「Apa yang diminta tuanku raja adalah terlalu berat, dan tidak ada seorangpun yang dapat memberitahukannya kepada tuanku raja, selain dari dewa-dewa yang tidak berdiam di antara manusia.」 (Daniel 2:11). Perkataan mereka hanya benar separo. Mereka tidak mengetahui TUHAN yang kepada-Nya Daniel dan tiga teman bersandar, adalah Allah yang jauh melampaui segala, juga adalah Allah yang beserta manusia, Allah yang mendengarkan doa. Keempat orang muda yang saleh ini bersatu hati dengan sungguh memohon TUHAN 「menyatakan tentang rahasia itu」 (Daniel 2:18).

Perikop segera melanjutkan: 「Maka rahasia itu disingkapkan kepada Daniel dalam suatu penglihatan malam」 (Daniel 2:19). Pada malam itu juga, TUHAN mengungkapkan kepada Daniel tentang mimpi Nebukadnezar dan penjelasan yang terkait. Daniel setelah mendapatkan penyingkapan, pada saat pertama bukan pergi mencari raja untuk meminta jasa, tetapi menaikkan pujian kepada Allah di Sorga. Daniel 2:20-23 mencatat isi ucapan syukur Daniel. Titik berat pujian berfokus pada dua sifat Allah:

  1. Allah Maha Kuasa: raja Babel Nebukadnezar berkemampuan besar, menguasai dunia, hidup atau mati Daniel dan teman-temannya sepertinya ada di dalam genggaman tanganya. Tetapi, Daniel dengan jelas mengetahui, hanya TUHAN Pemegang kendali atas semua, pergantian waktu dan musim, pergantian dinasti dan raja (termasuk kerajaan Babel dan raja Nebukadnezar ), semua ada dalam tangan-Nya (Daniel 2:21).
  2. Hikmat Allah: hikmat dan kemampuan adalah milik Dia, kebijaksanaan orang dan pengetahuan juga adalah dari Dia yang mengaruniakan (Daniel 2:20). Daniel mengetahui dengan sedalam-dalamnya, isi mimpi yang ia dapatkan dan pemahaman atas makna isi mimpi, bukan mengandalkan hikmat diri sendiri atau pengetahuan yang dipelajari di Babel, tetapi berasal dari penyingkapan TUHAN. Hanya Allah 「Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya (terang tinggal di dalam Dia)」 (Daniel 2:22). Maka, hikmat yang sesungguhnya hanya dimiliki oleh orang kepunyaan Allah. Sesungguhnya ini adalah akar masalah mengapa orang-orang berilmu Babel tidak dapat menjelaskan mimpi raja. Pujian Daniel dibuka dengan「hikmat dan kekuatan」 TUHAN (Daniel 2:20), juga ditutup dengan Dia mengaruniakan 「 hikmat dan kekuatan」 (Daniel 2:23).

Renungkan: saat engkau jatuh dalam keadaan sulit atau bahaya krisis, apa yang akan engkau lakukan di saat pertama? Dari diri Daniel, kita melihat sebuah teladan saleh dan penuh hikmat:

  1. Daniel segera berdoa kepada Allah;
  2. Daniel mengajak teman-teman bersama-sama satu hati berdoa;
  3. Daniel mengenal Allah, ini adalah dasar permohonan dan pujiannya.

Saudara dan saudari, tidak peduli keadaan apapun, harap penuh keyakinan beriman kepada Allah yang kepada-Nya kita bersandar, Yang memiliki kekuatan kemampuan Maha Besar, penuh berhikmat, terlebih lagi dengan senang hati mendengarkan permohonan anak-anak-Nya. 「Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.」 (Ibrani 4:16)


Tambahan Penerjemah:

Mungkinkah tanpa sadar kita merasa diri penuh kehebatan, kepandaian, dan penuh hikmat sehingga memandang rendah orang lain? Atau mungkinkah tanpa sadar kita terperangkap pada pengagungan pikiran kita sendiri? Jika kita telah tahu Allah adalah Sumber segala Hikmat, apakah kita bersedia datang dengan kerendahan hati berlutut di hadapan-Nya memohon Ia menerangi kita agar mampu memeriksa hati kita sendiri?

Daniel 2:1-13

「Allah yang tidak Tinggal Bersama Manusia Dunia」

Hanya Allah, Dia yang bukan seperti manusia di dunia.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 2:1-13 [ITB])
1Pada tahun yang kedua pemerintahan Nebukadnezar bermimpilah Nebukadnezar; karena itu hatinya gelisah dan ia tidak dapat tidur. 2Lalu raja menyuruh memanggil orang-orang berilmu, ahli jampi, ahli sihir dan para Kasdim, untuk menerangkan kepadanya tentang mimpinya itu; maka datanglah mereka dan berdiri di hadapan raja.
3Kata raja kepada mereka: “Aku bermimpi, dan hatiku gelisah, karena ingin mengetahui mimpi itu.”
4Lalu berkatalah para Kasdim itu kepada raja (dalam bahasa Aram): “Ya raja, kekallah hidupmu! Ceriterakanlah kepada hamba-hambamu mimpi itu, maka kami akan memberitahukan maknanya.”
5Tetapi raja menjawab para Kasdim itu: “Aku telah mengambil keputusan, yakni jika kamu tidak memberitahukan kepadaku mimpi itu dengan maknanya, maka kamu akan dipenggal-penggal dan rumah-rumahmu akan dirobohkan menjadi timbunan puing; 6tetapi jika kamu dapat memberitahukan mimpi itu dengan maknanya, maka kamu akan menerima hadiah, pemberian-pemberian dan kehormatan yang besar dari padaku. Oleh sebab itu beritahukanlah kepadaku mimpi itu dengan maknanya!”
7Mereka menjawab pula: “Silakan tuanku raja menceriterakan mimpi itu kepada hamba-hambanya ini, maka kami akan memberitahukan maknanya.”
8Jawab raja: “Aku tahu benar-benar, bahwa kamu mencoba mengulur-ulur waktu, karena kamu melihat, bahwa aku telah mengambil keputusan, 9yakni jika kamu tidak dapat memberitahukan kepadaku mimpi itu, maka kamu akan kena hukuman yang sama; dan aku tahu bahwa kamu telah bermufakat untuk mengatakan kepadaku hal-hal yang bohong dan busuk, sampai keadaan berubah. Oleh sebab itu ceriterakanlah kepadaku mimpi itu, supaya aku tahu, bahwa kamu dapat memberitahukan maknanya juga kepadaku.”
10Para Kasdim itu menjawab raja: “Tidak ada seorangpun di muka bumi yang dapat memberitahukan apa yang diminta tuanku raja! Dan tidak pernah seorang raja, bagaimanapun agungnya dan besar kuasanya, telah meminta hal sedemikian dari seorang berilmu atau seorang ahli jampi atau seorang Kasdim. 11Apa yang diminta tuanku raja adalah terlalu berat, dan tidak ada seorangpun yang dapat memberitahukannya kepada tuanku raja, selain dari dewa-dewa yang tidak berdiam di antara manusia.”
12Maka raja menjadi sangat geram dan murka karena hal itu, lalu dititahkannyalah untuk melenyapkan semua orang bijaksana di Babel.
13Ketika titah dikeluarkan supaya orang-orang bijaksana dibunuh, maka Daniel dan teman-temannyapun terancam akan dibunuh.

Pada masa raja Babel Nebukadnezar memerintah, telah terjadi sebuah peristiwa aneh. Berdasarkan tradisi orang Babel, tahun seorang raja naik takhta tidak dihitung sebagai tahun pertama, sehingga「tahun yang kedua pemerintahan Nebukadnezar」 secara tidak langsung adalah menunjuk tahun ketiga Daniel ditawan. Dalam perikop dicatat, saat itu Nebukadnezar bermimpi yang membuat ia terganggu dan kesulitan, maka memanggil semua orang-orang berilmu di istana. Orang-orang berilmu ini dihadapkan pada ujian yang tidak pernah terpikirkan oleh mereka. Secara normal, raja seharusnya terlebih dahulu memberitahukan mimpinya kepada penafsir mimpi, mereka baru mampu memberikan penjelasan, Nebukadnezar justru dengan gigih menolak membocorkan isi mimpinya. Ini sesungguhnya adalah permintaan yang tidak masuk akal, membuat sekelompok orang yang ahli dalam ilmu tenung, meramal, 「pakar」 sihir tidak berdaya. Sebuah catatan samping, mulai dari fasal 2:4 sampai 7:28 kitab Daniel ini beralih dituliskan dalam bahasa Aram; bahasa Aram pada saat itu adalah bahasa yang dipakai umum di daerah Timur Tengah, juga merupakan bahasa resmi negara Babel dan Persia.

Perikop ini tidak memberitahukan mengapa Nebukadnezar tidak bersedia mengatakan isi mimpi. Dari sikap raja yang tidak masuk akal dan bersikeras ini dapat dimengerti bahwa ia tahu di balik mimpi ini terdapat berita yang sangat tidak biasa, maka tidak mau orang-orang berilmu tersebut sembarangan mengarang (Daniel 2:9), dan mungkin aslinya tidak percaya atas kejujuran mereka, berpendapat bahwa mereka pasti 「saling bermufakat」 merencanakan membohongi raja. Dalam kemarahan, raja mengalihkan kemurkaannya kepada semua orang-orang berilmu di seluruh negeri, memerintahkan agar dibunuh semua. Daniel dan ketiga teman yang belum punya kesempatan bekerja dan melayani di hadapan raja, telah ikut kena getah, tidak berbuat salah namun ikut terlibat.

Yang paling berharga diperhatikan dalam perikop ini, adalah respon orang-orang berilmu ini terhadap raja: 「Tidak ada seorangpun di muka bumi yang dapat memberitahukan apa yang diminta tuanku raja! Dan tidak pernah seorang raja, bagaimanapun agungnya dan besar kuasanya, telah meminta hal sedemikian dari seorang berilmu atau seorang ahli jampi atau seorang Kasdim. 11Apa yang diminta tuanku raja adalah terlalu berat, dan tidak ada seorangpun yang dapat memberitahukannya kepada tuanku raja, selain dari dewa-dewa yang tidak berdiam di antara manusia.」 (Daniel 2:10-11). Permintaan raja memang benar-benar tidak masuk akal, tidak sesuai keadaan normal, karena hikmat orang dunia yang memiliki batas memang benar-benar tidak dapat menjelaskan sebuah mimpi yang belum diberitahukan. Penulis Alkitab melalui mulut kelompok ahli sihir tenung yang selama ini menyembah para dewa Babel, orang-orang berilmu yang tidak mengenal TUHAN ini, membawakan inti penting dari fasal ini: hanya Allah sejati, yang memahami kebenaran di balik misteri ini, juga hanya Allah yang Maha Melampaui segala, yang mampu memberikan jawaban atas hal-hal yang tidak kuasa dipahami dan dijelaskan orang dunia. Bagi sekelompok umat Israel yang ditawan menjadi budak, berita ini adalah peringatan yang sangat penting. Mereka walaupun terpaksa tunduk dalam kekuasaan raja Babel, tetapi raja tetap hanyalah manusia, ia sebagai manusia tidak bisa terlepas dari berbagai macam kesulitan ganguan dan keterbatasan; tetapi TUHAN Allah yang mereka kenal yang mereka hormat dan sembah, adalah Yang memegang kendali atas segalanya. (Demikian juga bagi kita, penindas kita baik itu merupakan pribadi manusia, penderitaan ataupun keadaan sulit, ada batasnya, tidak akan lebih besar dari TUHAN Allah kita)

Renungkan: 「Apa yang diminta tuanku raja adalah terlalu berat, dan tidak ada seorangpun yang dapat memberitahukannya kepada tuanku raja, selain dari dewa-dewa yang tidak berdiam di antara manusia.」

Dalam perjalanan panjang kehidupan terdapat banyak hal-hal yang tidak dapat kita pahami dan mengerti. Sebagai orang Kristen, apakah engkau dengan tegas penuh keyakinan percaya bahwa Allah sedang memegang kendali, Dia adalah Tuhan atas segala yang ada, Tuhan alfa dan omega? Walaupun jatuh dalam keadaan sulit, walaupun di depan adalah sedemikian banyaknya hal yang tidak diketahui dan ketidak-pastian, kiranya kita teguh yakin beriman bahwa hidup kita ada dalam pimpinan dan perlindungan Allah, sehingga mampu dengan penuh keberanian, tanpa takut, berserah diri kepada Tuhan.

Daniel 1:17-21

「Sumber Hikmat」

Hasil dari orang yang mengandalkan Allah Sang Sumber Hikmat.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 1:17-21 [ITB])
17Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.
18Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka sekalian harus dibawa menghadap, maka dibawalah mereka oleh pemimpin pegawai istana itu ke hadapan Nebukadnezar.
19Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja.
20Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.
21Daniel ada di sana sampai tahun pertama pemerintahan Koresh.

Yang memegang kendali bukan Nebukadnezar, tetapi adalah Allah. Kinerja keempat orang yang menonjol ini bukan berasal dari pendidikan khusus istana Babel, tetapi datang dari Allah yang mengaruniakan pengetahuan dan hikmat. Ini adalah berita yang menonjol dari Kitab Daniel fasal 1 yang memiliki warna sastra hikmat.

Masa pendidikan tiga tahun telah penuh, Daniel dan ketiga teman dibawa ke hadapan Nebukadnezar. Dalam percakapan, raja mendapatkan keempat orang melampaui yang lain-lain dengan sangat mengesankan, tidak hanya jauh di atas para pemuda elite yang dididik bersama, bahkan jauh melebihi semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaan (Daniel 1:20); Perlu diketahui, orang-orang ini percaya kepada dewa-dewa Babel, mereka berpendapat bahwa kemampuan meramal, ilmu tenung, mengartikan mimpi adalah berasal daripara dewa, atau mungkin berasal dari kuasa kegelapan. Keempat orang jauh melebihi semua orang berilmu. Bagi orang-orang lain yang melihat, Daniel dan tiga teman mungkin adalah beruntung, bisa mendapatkan perlakuan yang baik dari kepala kasim; mungkin karena kepandaian milik mereka yang melampaui orang, sehingga mendapatkan hadiah jabatan dari raja. Hanya empat orang ini saja yang memahami dalam hati, semua adalah datang dari Allah, yang kepada-Nya mereka bersandar, semua terjadi disebabkan oleh perbuatan Allah. Allah memegang kendali atas semua, ini adalah berita dalam fasal satu yang sekali lagi muncul: adalah Allah yang menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangan Nebukadnezar; adalah Allah yang menyuruh penjenang (mandor pengawas) ambil resiko memenuhi permintaan Daniel tidak makan santapan raja; adalah Allah yang membuat perawakan keempat orang tumbuh lebih sehat dan lebih baik dibandingkan pemuda yang lain; adalah Allah yang membuat keempat orang dalam ilmu pengetahuan, dalam hikmat jauh melampaui para elite yang lain, mendapatkan perhatian Nebukadnezar (lihat Daniel fasal 2, 3, 5).

Kata penutup yang sederhana 「Daniel ada di sana sampai tahun pertama pemerintahan Koresh.」 (Daniel 1:21) sangat mempunyai makna. Tahun ketiga Yoyakim memerintah (Daniel 1:1) merupakan permulaan ditawannya umat Allah, juga merupakan mulainya kehidupan pelayanan Daniel; dan tahun pertama pemerintahan raja Koresh adalah penutup akhir fasal pertama. Daniel walaupun sebagai tawanan, seumur hidupnya melalui keseluruhan masa penawanan, mengalami pergantian dinasti, ia hidup lebih panjang umur lebih lama dibandingkan musuhnya. Tidak peduli keadaan apapun, Allah tetap memegang kendali! Ini adalah berita yang dibawakan oleh pembukaan dan akhir fasal yang saling bersambut tersebut. Bagi umat Israel yang dalam tawanan, adalah penghiburan dan dorongan semangat yang besar sekali. (Juga bagi kita!) Walaupun ditawan ke tempat bangsa asing, umat Allah tetap berkehendak penuh keyakinan beriman bahwa Allah memegang kendali, Dia hendak menggenapkan kehendak dan rencana-Nya oleh Dia sendiri; dan kewajiban umat adalah mempertahankan iman dan kesetiaan suci kepada Allah.

Renungkan: Allah tidak hanya Pemegang kendali, Dia juga adalah Yang Setia, sangat berharga orang bersandar secara total kepada-Nya. Daniel dan ketiga teman mengalami kehancuran bangsa kehilangan keluarga, ditawan ke tempat bangsa asing, dalam pandangan manusia ini sungguh nasib jelek. Mereka boleh bersungut-sungut, atau memilih untuk hidup membius diri sendiri seumur hidup. Tetapi keempat pemuda justru bertekat mengandalkan iman secara total menyerahkan kehidupan mereka sendiri kepada Allah, sehingga mengalami perlindungan dan pemeliharaan Allah. Apakah kita juga memiliki iman penuh keyakinan yang demikian? Ambil tekat beriman kepada Tuhan adalah tindakan dalam tempo singkat, tetapi menghadapi berbagai macam tantangan dan pilihan di dalam jalan kehidupan, hendaklah mempertahankan iman sampai akhir, dengan kegigihan hati hanya mengandalkan Tuhan yang setia ini saja. (Allah adalah sumber hikmat, hanya Ia yang dapat diandalkan.) Percaya bagaimana dahulu Allah memelihara Daniel dan ketiga teman, hari ini Dia sama dengan senang hati menganugerahkan kasih kemurahan-Nya kepada orang yang bersandar kepada Dia.

Daniel 1: 1-2

「Allah Pemegang Kendali Semesta Alam」

Siapakah Allah yang menyerahkan umat-Nya kepada pihak musuh?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 1:1-2 [ITB])
1Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu.
2Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya.
Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalamrumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya.

《Kitab Daniel》pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua bagian. Fasal pertama sampai fasal enam, dengan latar belakang masa penjajahan Nebukadnezar raja Babel terus sampai Darius raja Media, mencatat sekelompok umat yang ditawan dalam lingkungan penuh permusuhan dan tekanan, bagaimana menghidupi iman yang setia, kehidupan yang berhikmat; fasal ketujuh sampai fasal dua belas dengan penulisan sastra bersifat apokaliptik, menubuatkan hal-hal yang akan terjadi pada Persia dan Yunani, sampai akhir. Keseluruhan kitab dari mula sampai akhir menunjuk sebuah berita yang jelas: tidak peduli dalam keadaan apapun, Allah tetap memegang kendali. Di bulan ini, berharap bersama saudara dan saudari membaca habis Kitab Daniel satu kali dari mula sampai akhir, bersama-sama merenungkan berita yang ada di dalamnya.

Kitab Daniel fasal pertama adalah sebuah bagian yang spesial. Fasal pertama berdasarkan kronologi waktu, mencakup pelayanan Daniel seumur hidup: dimulai 「Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda」 (Daniel 1:1), sampai 「tahun pertama pemerintahan Koresh」 (Daniel 1:21). Di awal Kitab Daniel dicatat bahwa raja YehudaYoyakim bahkan sampai perkakas-perkakas di rumah Allah, ditawan oleh Nebukadnezar. Nebukadnezar menang dengan kekuatan militer adalah kehebatan raja mengalahkan musuh, dalam pandangan manusia dari zaman dahulu sampai sekarang adalah demikian. Tetapi dalam pemahaman penulis Alkitab adalah: 「Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya.」 (Daniel 1:2). Babel memperoleh kemenangan, bukan karena keberanian kekuatan Nebukadnezar, tetapi karena ini adalah datang dari kehendak Allah. jika Tuhan tidak mengijinkan, maka semua hal ini tidak mungkin terjadi.

Raja bersama rakyat ditawan, Bait Suci diinjak-injak, bagi umat Allah adalah kenyataan yang tidak dapat dibayangkan dan diterima. Terutama dalam kebudayaan Timur Dekat Kuno, saat sebuah negara mengalahkan sebuah negara lain, akan memindahkan patung dewa milik musuh ke dalam kuil milik sendiri, sebagai simbol bahwa dewa pihak dirinya menang atas dewa bangsa lain (lihat 2 Samuel fasal 4 sampai 5). Tetapi penulis Kitab Daniel mengingatkan kita, semua itu adalah datang dari Tuhan: adalah Tuhan yang menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangan Nebukadnezar. Tetapi bagaimana mungkin TUHAN mengijinkan umat-Nya menderita menerima hinaan, mengalami kehancuran bangsa, kematian keluarga? Bahkan termasuk perkakas-perkakas Bait Suci juga dirampas! Apakah TUHAN adalah Allah yang gembira dan marah sewaktu-waktu tanpa alasan, sesuka hati memperlakukan umat-Nya sendiri?

Jawabannya ada dalam doa Daniel di fasal sembilan. TUHAN dari mula sampai akhir adalah Allah yang adil penuh kebenaran, menjaga perjanjian, memberikan kasih kemurahan. Justru adalah umat Israel sendiri yang berlaku curang, mengkhianati perjanjian. Semua penderitaan hinaan, berasal dari dosa kejahatan umat Israel, meninggalkan perintah dan ketentuan TUHAN, tidak taat mendengarkan perkataan yang disampaikan para nabi atas nama Tuhan, sehingga kutukan yang dituliskan dalam hukum Taurat datang kepada diri umat.

Renungkan: Allah adalah satu-satunya Pemegang kendali atas semesta ciptaan. Mulai dari jejak roda sejarah yang besar, sampai berbagai macam pengalaman pahit manis dalam kita kehidupan, semuanya ada di dalam tangan Allah. Apakah engkau mengakui kedaulatan Allah dalam kehidupan anda, dan penuh iman percaya bahwa dalam keadaan apapun, dalam pengalaman hidup yang berbeda-beda, semua ada di dalam pimpinan dan kehendak-Nya? Mungkin ada banyak hal-hal yang kita tidak dapat pahami pada saat terjadi, mungkin ada sebagian kesulitan adalah akibat dari dosa kesalahan terstruktur, ada sebagian adalah karena kita berbuat dosa terhadap Tuhan, tetapi tidak peduli bagaimanapun juga kiranya kita penuh kerendahan hati dan instropeksi diri datang di hadapan Allah, segenap hati bersandar kepada Tuhan yang adil, penuh kebenaran, yang setia menjaga perjanjian, yang memberikan kasih kemurahan.