「Mati sebagai Tamu di Tanah Asing 」
(Rut 1:3-5 [ITB])
3 Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya.
4 Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya. 5 Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.
Sebuah pepatah mengatakan: 「Engkau telah membuat pilihan, pilihan tersebut membuat keputusan dan menentukan engkau. 」 Artinya setiap pilihan atau keputusan akan membawakan hasil akhir yang berbeda; Kita harus bertanggung jawab atas pilihan yang kita buat. Elimelekh pindah beremigrasi ke tanah asing, tidak lama kemudian mati di negara asing. Penulis kitab memakai cara penggambaran yang ringan, hambar, langsung, tidak menuliskan rincian dan penyebab kematian, dengan sederhana menyampaikan nasib Elimelekh beserta kedua anaknya di Moab: “… matilah Elimelekh, suami Naomi” (Rut. 1:3a), “… matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon” (Rut. 1:5a), hanya tertinggal tiga janda: Naomi, Orpa, dan Rut.
Pendahuluan yang singkat ini, dengan cara yang indah memindahkan fokus tokoh utama dari diri Elimelekh yang mati sebagai tamu di tanah asing beralih kepada diri Naomi, yang segera menjadi tokoh nomor satu dalam episode pertama ini. Dengan cara penulisan peralihan fokus tokoh utama dalam narasi: sebelumnya Naomi digambarkan sebagai “istrinya” (Rut. 1:2a), dan kemudian Elimelekh yang meninggal disebut sebagai suami Naomi (Rut. 1:3a); Mahlon dan Kilyon sebelumnya disebut sebagai anak Elimelekh (Rut. 1:1b), namun kemudian disebut sebagai kedua anak Naomi (Rut. 1:3a). Penulisan cara peralihan tokoh dalam narasi terlihat sangat jelas, Elimelekh dengan cepat hilang dari dalam kisah, Naomi menjadi tokoh utama dalam fokus.
Penulis kitab tidak menyebutkan penyebab kematian Elimelekh, hanya dengan cepat menunjukkan bahwa ia mati sebagai tamu di tanah asing. Rabi Yehuda memandang kematian Elimelekh adalah hukuman Allah, karena meninggalkan kampung halaman sendiri dan meninggalkan umat Allah. Namun, penjelasan ini tidak mempunyai dukungan ayat-ayat Alkitab. Sepuluh tahun kemudian Mahlon dan Kilyon juga berurutan meninggal, penyebab kematian juga tidak disebutkan. Apakah disebabkan mereka mengambil perempuan Moab sebagai istri sehingga dihukum Allah? Walaupun orang Israel sangat berhati-hati terhadap mengambil perempuan asing sebagai istri, tidak ada larangan menikah dengan suku asing di dalam hukum Taurat, TUHAN hanya melarang orang Israel menikah dengan orang-orang Kanaan yang diusir (“… orang Het, orang Girgasi, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus … Janganlah juga engkau kawin-mengawin dengan mereka …” Ul. 7:1-3), tidak mencakup suku-suku asing lain, tentang orang Amon atau orang Moab hanyalah dilarang masuk jemaah TUHAN (Ul. 23:3). Penyebab kematian Elimelekh dan kedua anaknya bukanlah fokus penulis kitab, tetapi masa depan Naomi dan kedua menantunya itulah yang menjadi fokus kisah!
Naomi kehilangan suami, juga kedua anaknya, hanya tersisa dua menantu yang adalah suku asing, nasib Naomi memang pahit. Dalam masyarakat timur dekat zaman kuno, seorang janda tanpa suami, pendatang dan juga anak yatim piatu merupakan golongan lemah dari masyarakat. Dengan kata lain, ia kehilangan sumber sandang pangan, pemeliharaan, dan perlindungan. Apalagi Naomi umurnya sudah lanjut, kemungkinan menikah lagi sudah tidak ada, tidak punya kekuatan untuk bekerja, ditambah lagi orang tuanya mungkin sudah tidak ada, dan lagi kedua menantunya adalah orang suku asing, ia tidak punya tempat berlindung tidak ada sandaran, jatuh dalam keadaan yang ekstrim sulit, terjebak dalam situasi putus asa. Tetapi ia bukan seorang diri menghadapi keadaan pahit ini, juga bukan sama sekali putus asa, ia masih punya dua menantu orang asing yang bersamanya. Dan salah satu menantunya yang bernama Rut justru menjadi orang kunci yang mengeluarkan dia dari keadaan sulit, tetapi Naomi pada saat itu sama sekali tidak memiliki petunjuk apapun. Namun penulis kitab sejak awal sudah meletakkan realitas kasih kemurahan TUHAN atas keluarga ini secara tersembunyi di dalam struktur kisah. Penulis kitab memakai cara penulisan sastra struktur chiastic bersilang yang sering di pakai orang Ibrani, memakai bentuk paralel antara kematian Elimelekh dan pengaruhnya atas Naomi (Rut. 1:3) dengan kematian kedua anaknya dan pengaruhnya atas Naomi (Rut. 1:5) untuk menonjolkan kedua perempuan Moab yang diambil istri oleh kedua anaknya — Orpah dan Rut (Rut. 1:4). Dari antara kedua menantu salah satunya adalah Rut, tepat karena ia kemudian mengambil keputusan mengikuti Naomi sehingga menjadi penolong Naomi.
Struktur engsel (chiastic)
A) Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi,
B) sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya.
………C) Keduanya mengambil perempuan Moab:
……………….yang pertama bernama Orpa,
……………….yang kedua bernama Rut;
………dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya.
A”) Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon,
B”) sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.
Renungkan: sebuah iklan mengatakan 「cara penyelesaian lebih banyak dari kesulitan」. Benar, Tuhan yang setia dan penuh belas kasih secara tersembunyi pasti akan memelihara dengan kasih karunia orang-orang yang merupakan milik-Nya. Apakah engkau pernah jatuh dalam keadaan yang penuh putus asa? Apakah engkau percaya Allah jauh sebelumnya telah menyediakan sebuah jalan keluar?
Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).