Tag Archives: Kitab Bilangan

Bilangan 16:36-38

「Efektif dan Tidak Efektif」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 16:36-38 [ITB])
36 TUHAN berfirman kepada Musa: 37 Katakanlah kepada Eleazar, anak imam Harun, supaya ia mengangkat perbaraan-perbaraan dari antara kebakaran itu, lalu hamburkanlah api itu jauh-jauh, karena semuanya itu kudus, 38 yakni perbaraan orang-orang berdosa yang telah membayarkan nyawanya, kemudian semuanya itu harus ditempa tipis-tipis menjadi salut mezbah, sebab telah dibawa ke hadapan TUHAN oleh orang-orang itu, jadi semuanya itu kudus; dengan demikian hal itu menjadi tanda bagi orang Israel.

Paragraf sebelumnya berbicara tentang tanah yang membelah serta melahap komplotan Korah, dan api membakar 250 orang pemberontak, umat itu takut dan melarikan diri dari tempat kejadian. Tapi masalah itu tidak berakhir, tetapi malah memicu pemberontakan berskala lebih besar. Berikut adalah dua poin penjelasan:

1 Perbaraan-perbaraan tembaga yang telah dibawa oleh orang-orang itu ditempa menjadi salut mezbah, tugas imam Eleazar (ayat 36-40): TUHAN memerintahkan putra Harun, imam Eleazar, untuk mengangkat perbaraan-perbaraan dari antara kebakaran itu. Kata kebakaran (śǝrēpâ) tidak merujuk pada nyala api (’ēš), tetapi merujuk pada benda-benda yang sedang atau telah terbakar, dan mungkin merujuk pada tubuh orang-orang yang telah terbakar. Dan hamburkanlah api (’ēš) itu jauh-jauh (ke tempat lain), yaitu membuang jauh-jauh dupa dalam perbaraan-perbaraan itu yang tidak sesuai aturan itu ke luar perkemahan. Karena imam besar tidak boleh menyentuh mayat, maka ditangani oleh Eleazar. Meskipun perbaraan-perbaraan ini dipakai secara tidak benar, namun pernah dipersembahkan bagi TUHAN, dikuduskan dan menjadi milik Allah. Seperti halnya orang mempersembahkan korban, maka daging korban adalah milik TUHAN. Perbaraan-perbaraan tembaga harus diambil dari kebakaran itu dan ditempa tipis-tipis menjadi salut membungkus mezbah. Ini menjadi peringatan, mengingatkan orang-orang selain para imam untuk tidak semau hati sembarangan datang ke hadapan TUHAN untuk membakar dupa, agar tidak menderita akhir yang sama seperti Korah dan komplotannya.

2 Perbaraan ukupan menghentikan tulah, imam besar Harun mengadakan pendamaian (ayat 41-50): hari berikutnya, umat itu tampaknya melupakan bencana dosa hari sebelumnya dan bersungut-sungutlah atas Musa dan Harun, tampaklah kemuliaan TUHAN, hendak menghancurkan semua umat itu. Kali ini Musa dan Harun memohon kepada TUHAN, dan Musa juga memerintahkan Harun untuk dengan cepat mengambil perbaraan dan membubuhkan api ke dalamnya yang diambil dari atas mezbah (bukan api biasa atau api asing), dan menambahkan dupa ukupan, berlari kepada umat itu untuk mengadakan pendamaian bagi mereka. Pada waktu itu TUHAN telah menurunkan tulah di antara orang banyak itu, dan Harun membawa perbaraan dupa ke sana, dan Harun berdiri di antara yang hidup dan yang mati, tulah dihentikan, tetapi 14.700 telah meninggal karena tulah itu.

Renungkan:
Nadab dan Abihu mempersembahkan api awam sehingga dipukul mati oleh Allah, meskipun Harun adalah seorang imam besar, ia tidak dapat berdoa memohon pengampunan bagi kedua putranya (Im. 10). Tetapi sekarang doa imam besar Harun membawakan efek, dia berdoa di sana, maka ada kehidupan di sana. Doa-doanya berubah dari tidak efektif menjadi efektif. Di dalam sejarah gereja terdapat berbeda pendapat tentang jika ada para pemimpin rohani yang kemudian dinilai sebagai bidat, apakah sakramen yang pernah dipimpin masih sah? Jawabannya adalah ya. Karena sakramen ini dilakukan di hadapan Tuhan, yang membuat sakramen efektif adalah Tuhan, bukan manusia.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 16:1-3

「Menghasut dan Binasa」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 16:1-3 [ITB])
1 Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang 2 untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan. 3 Maka mereka berkumpul mengerumuni Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?

Bilangan pasal 12 sampai 16 sebanyak tiga kali berbicara tentang kepemimpinan Musa mendapat tantangan provokasi (perbuatan untuk membangkitkan kemarahan; tindakan menghasut), yang pertama adalah saudara perempuan Musa, Miryam dan saudaranya, Harun (pasal 12), yang segera berkembang menjadi sepuluh mata-mata yang beriman kecil (pasal 13 – 14), dan kemudian berkembang menjadi 250 pemimpin seperti kelompok Korah, Datan dan Abiram (pasal 16). Insiden-insiden ini terjadi pada awal perjalanan padang gurun Israel, akibatnya, memasuki Tanah Perjanjian tertunda selama tiga puluh delapan tahun sampai generasi pertama Keluaran dari Mesir semuanya mati di padang belantara. Insiden-insiden ini juga menunjukkan bahwa sisi gelap hakikat manusia di antara umat Allah, kecemburuan dan fitnah, perselisihan dan pemberontakan, dan provokasi pemberontakan semuanya muncul. Pengalaman belantara adalah memurnikan produk-produk rendahan ini satu per satu.

Bilangan 16:1-35 berbicara tentang pemberontakan Korah dan komplotannya, dapat dibagi menjadi tiga poin berikut: 

1 Pemberontakan dan fitnah (ayat 1-15): Korah berpikir dirinya tinggi sama-sama seperti Musa dan Harun termasuk suku Lewi yang terkenal dan Kehat, bagaimana mungkin hanya Musa dan Harun yang diijinkan mempersembahkan ukupan di hadapan TUHAN? Mereka menyerang Musa dan Harun bahwa mereka berdua meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN. Mereka bahkan mengumpulkan segenap umat itu melawan kedua orang tersebut, merasa punya alasan yang benar untuk mempersembahkan ukupan di hadapan TUHAN. Tetapi keimamatan Harun bukan karena ia mengangkat diri sendiri, tetapi merupakan pemilihan Allah. Sedangkan Datan dan Abiram dari suku Ruben berpikir bahwa mereka adalah keturunan putra sulung Yakub, kepala dari suku-suku lain, bagaimana bisa berada di belakang suku Yehuda? Mereka bahkan memfitnah Musa membawa orang-orang keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya (mengacu pada Mesir), tetapi justru tidak membawa mereka ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, memfitnah dan memutarbalikkan kebenaran.

2 Kemuliaan dan syafaat (ayat 16-30): Seperti dua peristiwa pemberontakan sebelumnya, tampaklah kemuliaan TUHAN (Bil. 12:5; 14:10; 16:19) untuk menghancurkan mereka. Untungnya, Musa dan Harun berdoa syafaat, sehingga memperkecil lingkup hukuman, dan hanya menghukum mereka yang memimpin dalam pemberontakan.

3 Bumi terbelah dan api yang menelan (ayat 31-35): Musa meminta kepada TUHAN untuk menjadikan sesuatu yang belum pernah terjadi (menciptakan, bārā’ kata kerja bentuk diperkuat Pi‘el), tanah membelah dan menelan komplotan Korah. Api keluar dari TUHAN, dan menelan 250 orang yang mempersembahkan ukupan. Mereka menolak untuk naik ke Tanah yang dijanjikan, dan tanah menelan mereka, dan mereka semua turun ke dunia orang mati. Mereka ingin membuktikan diri mereka benar adanya, memegang api (arang) dan membubuhkan dupa, tetapi api justru menelan mereka.

Renungkan:
Dalam ibadat yang paling kudus, ada tindakan yang paling hina. Bagaimana seharusnya kita berhati-hati?
Martin Luther mengatakan bahwa semua orang adalah imam, tetapi tidak semua orang adalah pendeta, pelayanan penuh waktu adalah datang dari pemilihan Allah, diperlengkapi pembelajaran kebenaran Firman, dan karunia Roh Kudus, bukan merupakan sesuatu yang bisa diambil semaunya berdasarkan keinginan pribadi.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 15:37-40

「Mengumpulkan kayu api dan jumbai-jumbai punca baju」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 15:37-40 [ITB])
37 TUHAN berfirman kepada Musa: 38 Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka, turun-temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan. 39 Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN. 40 Maksudnya supaya kamu mengingat dan melakukan segala perintah-Ku dan menjadi kudus bagi Allahmu. 41 Akulah TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya Aku menjadi Allah bagimu; Akulah TUHAN, Allahmu.

Paruh kedua dari Bilangan pasal 15 berbicara tentang contoh pelanggaran yang dilakukan secara sadar (sudah tahu tetapi tetap melakukan), serta ketentuan untuk mencegah pelanggaran di masa depan. Aturan-aturan ini tidak terbatas pada satu generasi itu saja, tetapi harus diikuti oleh generasi mendatang.

1) Sudah tahu tetapi tetap sengaja melanggar, mengumpulkan kayu bakar pada hari Sabat (ayat 32-36, klik untuk membaca): perintah keempat dari Sepuluh Hukum adalah Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat (Kel. 20:8-11; Ul. 5:12-15) itu adalah tanda umat Israel memelihara dan menjaga perjanjian (Kel 31:12-17, klik untuk membaca), mereka yang melanggar perintah ini pastilah ia akan dihukum mati. Pertanyaan utama adalah apakah mengumpulkan kayu bakar pada hari Sabat merupakan pelanggaran hukum, karena kehendak Tuhan belum diumumkan ketentuannya? Keluaran menyatakan bahwa dilarang bagi Israel untuk mengambil manna pada hari Sabat (Kel. 16:22-26), dan karena itu pergi keluar mengambil kayu bakar pada hari Sabat adalah merupakan larangan. Lebih lanjut, Hukum Taurat menetapkan bahwa tidak ada api pembakaran yang boleh dihidupkan pada hari Sabat, dan tujuan mengumpulkan kayu bakar adalah untuk membakar, sehingga tidak diperbolehkan mengumpulkan kayu bakar pada hari Sabat. Orang ini pada hari Sabat sudah tahu tetapi tetap sengaja melanggar  harus dihukum mati sesuai dengan Hukum Taurat.

2) Kewaspadaan untuk pencegahan, membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka (ayat 37-40): ketentuan khusus dari Hukum Taurat ini mengharuskan orang Israel untuk menambahkan jumbai-jumbai di masing-masing dari empat sudut bagian bawah baju mereka (punca baju: ujung atau sudut kain  yang lepas atau terjulai). Ini adalah seperti kotak tulisan suci yang dipaku pada kusen pintu (mǝzûzôt), juga yang terikat pada lengan (tǝpillîn), senantiasa mengingatkan umat Allah untuk menaati Hukum Taurat Allah (Kel. 13:16; Ul. 6:9). Alkitab tidak menentukan warna jumbai-jumbai, tetapi dikatakan bahwa dalam jumbai-jumbai itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan, mirip dengan tali biru yang digunakan untuk mengikat patam emas ke serban imam besar (patam: perhiasan atau lempengan yang dipakai di dahi) (Kel. 28:37, 39:31), adalah untuk mengingatkan semua orang Israel bahwa mereka memiliki identitas dan martabat imam besar, dan merupakan bagian dari kerajaan imam dan bangsa yang kudus (Kel 19:6). Kitab Ulangan menaati larangan bagi orang Israel menabur dua benih yang berbeda di ladang yang sama, tidak boleh menggunakan lembu atau keledai bersamaan membajak tanah pertanian, atau tidak boleh mengenakan pakaian yang ditenun dari bahan campuran. Meski ini akan membawa ketidaknyamanan dan kerugian dalam kehidupan, tetapi ini menjaga orang Israel tidak mengikuti kebiasaan orang asing. Hanya menjalani kehidupan yang dikuduskan (yang dikhususkan dikuduskan) dan hidup mengikuti kehendak Allah saja.

Ketentuan Hukum Taurat di pasal ini diakhiri dengan kata-kata pembukaan Sepuluh Hukum: Akulah TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya Aku menjadi Allah bagimu; Akulah TUHAN, Allahmu (ayat 41; Kel. 20:1-2)

Renungkan:
Memelihara perjanjian kudus, menjalani kehidupan terpisah (yang dikuduskan), selaras dengan kehendak Allah, itu adalah tujuan Hukum Taurat. Apakah Anda bersedia menanggung beberapa ketidaknyamanan dalam hidup Anda, dan hanya menjalani kehidupan yang menaati kehendak Tuhan, berkenan kepada-Nya dan menyenangkan Tuhan?


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 15:1-4

「Mendapatkan tanah dan memberikan persembahan」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 15:1-4 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila kamu masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu menjadi tempat kediamanmu, 3 dan kamu hendak mempersembahkan korban api-apian bagi TUHAN, dari lembu sapi atau kambing domba, baik korban bakaran atau korban sembelihan, baik untuk membayar suatu nazar khusus, atau sebagai persembahan sukarela atau pada waktu perayaan-perayaanmu, dan dengan demikian menyediakan bau yang menyenangkan bagi TUHAN, 4 maka orang yang mempersembahkan persembahannya itu kepada TUHAN, haruslah mempersembahkan sebagai korban sajian sepersepuluh efa tepung yang terbaik, diolah dengan seperempat hin minyak.

Bagian akhir pasal sebelumnya menyimpulkan bahwa Israel dikalahkan di Horma karena ketidaktaatan mereka kepada Allah. Tetapi Bilangan 15 terdapat perubahan nada, berbicara tentang perbuatan yang sepatutnya dimiliki orang Israel setelah memasuki Tanah Perjanjian. Ayat 1-31 seperti versi ringkas dari kitab Imamat pasal satu sampai lima, dan mengasumsikan bahwa pembaca zaman itu sudah terbiasa dengan ketentuan-ketentuan itu, dan di sini hanya merupakan tambahan saja. Dapat dibagi menjadi tiga bagian:

1) Persembahan lembu sapi atau kambing domba untuk korban bakaran atau korban sembelihan (ayat 1-16): ada tiga catatan khusus: (1) kata iššeh dari bahasa asli Ibrani biasa diterjemahkan sebagai korban api-apian adalah karena mirip dengan kata ēš (api). Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, para sarjana berpikir bahwa kata ini kemungkinan terkait dengan bahasa Ugarit, yang berarti persembahan. (2) Baik korban bakaran atau korban sembelihan, harus dipersembahkan bersama dengan minyak, tepung dan anggur sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN (ayat 10, 13, 14). (3) Persyaratannya sama bagi orang Israel asli atau seorang asing yang menumpang tinggal. Kata orang Israel asli (penduduk lokal asli) mengacu pada orang Israel yang kemudian lahir di Tanah Perjanjian, sedangkan orang asing yang menumpang tinggal merujuk pada orang asing yang tinggal di antara mereka dan mengakui iman Israel.

2) Persembahan biji-bijian untuk korban sajian (ayat 17-21): jelai yang mula-mula (panen pertama) hendaknya dipersembahkan kepada TUHAN sebagai persembahan unjukan, yang juga merupakan pendapatan sah bagi para imam dan orang Lewi. Peraturan-peraturan ini secara tidak langsung menjamin bahwa orang Israel pasti akan mendapatkan tanah yang dijanjikan dan memulai pertanian dan kehidupan penggembalaan. Ini adalah pengorbanan sukarela, yaitu persembahan yang diberikan orang ketika menyembah Tuhan, menunjukkan hubungan yang baik dengan Tuhan. Namun, ketentuan berikut adalah korban persembahan keharusan untuk memperbaiki hubungan yang hancur dengan Allah, yang juga merupakan pintu kasih karunia yang dibuka oleh Allah bagi orang berdosa.

3) Ketentuan korban penghapus dosa (ayat 22-31): pelanggaran tidak sengaja (bišgāgâ) berarti kesalahan yang tidak disengaja dan melalaikan salah satu dari segala perintah yang telah difirmankan TUHAN. Jika dosa merupakan kesalahan seluruh umat maka hendaknya imam atas nama segenap umat itu mempersembahkan korban penghapus dosa, segenap jemaat Israel dan para orang asing yang tinggal di antara mereka akan diampuni. Jika merupakan dosa pribadi, imam membantu pribadi tersebut mempersembahkan korban penghapus dosa, sama untuk orang Israel juga untuk orang asing yang menumpang tinggal. Tetapi jika kejahatan dilakukan dengan sengaja, maka harus menerima hukuman, ini adalah kejahatan yang disengaja, bahasa aslinya adalah bertindak dengan kesombongan (ta‘ăśeh bǝyad rāmâ), dan tidak ada korban penghapus dosa yang ditawarkan kepada mereka, sama untuk orang Israel maupun untuk orang asing yang menumpang tinggal.

Renungkan:

Orang Israel yang tidak percaya tidak diizinkan memasuki tanah Kanaan, tetapi anak-anakmu yang telah kamu katakan: Mereka akan menjadi tawanan, merekalah yang akan Kubawa masuk, supaya mereka mengenal negeri yang telah kamu hinakan itu, yang oleh mulut mereka dikatakan akan ditelan justru akan masuk untuk mewarisi Tanah itu (Bil. 14:30-31). Ketentuan hukum Taurat ini menyatakan bahwa janji-janji Allah tidak akan ditarik, tetapi diberikan kepada mereka yang layak.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 14:39-45

「Naik dan diturunkan」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 14:39-45 [ITB])
39 Setelah Musa menyampaikan perkataan ini kepada semua orang Israel, maka berkabunglah bangsa itu dengan sangat. 40 Dan keesokan harinya bangunlah mereka pagi-pagi hendak naik ke puncak gunung sambil berkata: Sekarang kita hendak maju ke negeri yang difirmankan TUHAN itu; memang kita telah berbuat dosa. 41 Tetapi kata Musa: Mengapakah kamu hendak melanggar titah TUHAN? Hal itu tidak akan berhasil. 42 Janganlah maju, sebab TUHAN tidak ada di tengah-tengahmu, supaya jangan kamu dikalahkan oleh musuhmu, 43 sebab orang Amalek dan orang Kanaan ada di sana di depanmu dan kamu akan tewas oleh pedang; dari sebab kamu berbalik membelakangi TUHAN, maka TUHAN tidak akan menyertai kamu. 44 Meskipun demikian, mereka nekat naik ke puncak gunung itu, tetapi tabut perjanjian TUHAN dan Musa juga tidaklah meninggalkan tempat perkemahan. 45 Lalu turunlah orang Amalek dan orang Kanaan yang mendiami pegunungan itu dan menyerang mereka; kemudian orang-orang itu mencerai-beraikan mereka sampai ke Horma.

Akhir kisah pengintaian ke tanah Kanaan adalah menyedihkan. Paragraf ini dapat dibagi menjadi tiga bagian kecil, dihubungkan oleh kata kerja naik (‘ālâ) (maju (ayat 40, 42); naik (ayat 40, 44)):

1) Bangsa itu menanggapi Musa, memutuskan untuk naik (ayat 39-40): mereka mendengar pernyataan hukuman dari TUHAN, kecuali Yosua dan Kaleb, semua orang tidak diizinkan memasuki tanah yang telah Ia janjikan melalui sumpah kepada mereka. Kemudian mereka merasa bahwa betapa serius situasinya, maka mereka memutuskan untuk Sekarang kita hendak maju (naik) ke negeri yang difirmankan TUHAN itu; memang kita telah berbuat dosa. Tetapi perkataan mereka sama seperti Firaun, ketika dipukul hukuman Sepuluh Tulah lalu berkata, Aku telah berbuat dosa terhadap TUHAN, Allahmu … (Kel. 10:16), tetapi tidak memiliki pertobatan yang tulus, sebaliknya mereka jatuh ke dalam dosa yang lebih dalam.

2) Musa memperingatkan bangsa itu untuk tidak naik (ayat 41-43): penekanan Musa ada tiga: (1) Mempertanyakan: mengapa bangsa itu hendak melanggar titah TUHAN. Kata kerja melanggar (‘ōbǝrîm) makna aslinya berarti melampaui, lalui / menyeberang, dan sering digunakan untuk merujuk menyeberangi sungai Yordan (juga perkataan Yosua dan Kaleb Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya), tetapi sekarang berubah menjadi melanggar titah TUHAN. Dan TUHAN telah mengatakan berpalinglah besok (ke arah selatan) dan berangkatlah ke padang gurun, ke arah Laut Teberau (Laut Merah) (ayat 25), tetapi mereka justru bersikeras untuk pergi ke arah yang berlawanan (ke arah utara) naik ke pegunungan. Gunung ini dapat merujuk ke Hebron di selatan Tanah Perjanjian. (2) Peringatan: bangsa itu akan dipukul kalah oleh musuh. Musuh lama (orang Amalek) pernah dikalahkan oleh orang Israel (Keluaran 17), tetapi kali ini mereka berkoalisi dengan musuh baru (orang Kanaan) akan berkemenangan mengalahkan Israel. (3) Alasan: Karena TUHAN tidak ada di antara mereka. Dalam Alkitab, kehadiran penyertaan Allah yang memungkinkan orang-orang yang percaya kepada-Nya dapat menang dalam perang. Tanpa penyertaan Tuhan, bangsa Israel pasti mengalami kekalahan.

3) Bangsa itu tidak mau mendengarkan nasihat itu, nekat naik tanpa izin (ayat 44-45): mereka naik ke puncak gunung, dan seperti dahulu Musa naik ke atas puncak gunung dan mengangkat tangan untuk berdoa, ketika itu Israel menang atas orang Amalek (Kel. 17). Tetapi telah kehilangan ketinggian rohani, apa gunanya hanya naik sampai ke puncak gunung? Akibatnya, bangsa itu dikalahkan oleh orang Amalek dan orang Kanaan di pegunungan. Turunlah (yārad) orang Amalek dan orang Kanaan menyerang dan mencerai-beraikan mereka sampai ke Horma (ḥormâ), yang berarti Kota kepunahan.

Renungkan:

Perjanjian Baru Ibrani 3:12, 14 merangkum kisah ini: Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup … Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 14:13, 19-24

「Doa Syafaat dan Pengampunan」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 14:13, 19-24 [ITB])
13 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: Jikalau hal itu kedengaran kepada orang Mesir, padahal Engkau telah menuntun bangsa ini dengan kekuatan-Mu dari tengah-tengah mereka, … 19 Ampunilah kiranya kesalahan bangsa ini sesuai dengan kebesaran kasih setia-Mu, seperti Engkau telah mengampuni bangsa ini mulai dari Mesir sampai ke mari.
20 Berfirmanlah TUHAN: Aku mengampuninya sesuai dengan permintaanmu. 21 Hanya, demi Aku yang hidup dan kemuliaan TUHAN memenuhi seluruh bumi: 22 Semua orang yang telah melihat kemuliaan-Ku dan tanda-tanda mujizat yang Kuperbuat di Mesir dan di padang gurun, namun telah sepuluh kali mencobai Aku dan tidak mau mendengarkan suara-Ku, 23 pastilah tidak akan melihat negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka! Semua yang menista Aku ini tidak akan melihatnya. 24 Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya …

(Bacalah Bilangan 14:10-39, klik untuk membaca.)
Bil. 14:11-25 mencatat Musa menjadi pengantara berdoa syafaat bagi bangsa ini di hadapan TUHAN. Bangsa ini telah menista Allah karena mereka tidak percaya kepada-Nya, Dia hendak memukul mereka dengan wabah, dan kemudian membuat keturunan Musa menjadi bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari pada mereka (ayat 12). Musa, seperti halnya insiden anak lembu emas, tidak setuju dengan usulan TUHAN untuk mengubah keturunan Musa menjadi bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari pada mereka, tetapi mengambil kesempatan pertama-tama berdoa syafaat bagi bangsa ini.

Pertama-tama, ia mengajukan kepada Allah bahwa karena TUHAN telah menggunakan tangan-Nya yang perkasa untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, dan tentu saja pekerjaan-Nya yang sudah diawali hendaknya diselesaikan sampai akhir (ayat 13, lihat juga Kel 32:11).

Kedua, ia meminta Allah memperhatikan nama-Nya karena orang Mesir akan berkata, TUHAN tidak berkuasa membawa bangsa ini masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah kepada mereka, maka Ia menyembelih mereka di padang gurun (ayat 16, lih. Kel. 32:12)

Terakhir, dan yang paling penting, ia memohon Allah mendeklarasikan (menyatakan) oleh diri Allah sendiri bahwa TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, yang merupakan alasan pengampunan bagi bangsa ini: Ampunilah kiranya kesalahan bangsa ini sesuai dengan kebesaran kasih setia-Mu, seperti Engkau telah mengampuni bangsa ini mulai dari Mesir sampai ke mari. (ayat 19, lih. Kel. 34:6-7), di antaranya sesuai dengan kebesaran kasih setia-Mu adalah penggunaan yang unik sehubungan dengan kasih yang setia dan besar dari TUHAN Pemelihara perjanjian (covenantal love), yang merupakan suatu anugerah yang tidak layak didapatkan manusia. Dan kata kerja mengampuni (sālaḥ), dalam Alkitab hanya digunakan oleh Allah, hanya Tuhan sebagai subjek pelaku kata kerja ini, karena hanya Tuhan yang memiliki hak berdaulat untuk mengampuni.

Jawaban TUHAN jelas dan keras. Dia berkata, Aku mengampuninya (sālaḥ) sesuai dengan permintaanmu (ayat 20) berarti bahwa dia tidak akan menjatuhkan wabah dan memukul habis bangsa ini, dan hanya sepuluh mata-mata yang tidak percaya itu yang meninggal karena wabah. Tetapi bagi bangsa ini Bahwasanya kamu ini tidak akan masuk ke negeri yang dengan mengangkat sumpah telah Kujanjikan akan Kuberi kamu diami …. Sesuai dengan jumlah hari yang kamu mengintai negeri itu, yakni empat puluh hari, satu hari dihitung satu tahun, jadi empat puluh tahun lamanya kamu harus menanggung akibat kesalahanmu … (ayat 30, 34) sampai mereka semua jatuh di padang belantara. Hanya Kaleb dan Yosua, dua pengintai yang setia, yang bisa memasuki tanah Kanaan. TUHAN secara khusus memuji Kaleb, menyejajarkan dia dengan Musa abdi Allah, dan memanggilnya hamba-Ku (ayat 24), karena ia mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati.

Paragraf ini menggunakan kata bangsa ini (hā‘ām hazzeh) tujuh kali (ayat 11, 13, 14, 15, 16, 19 [2 kali]), sebuah istilah yang menandakan hubungan sangat jauh (sangat tidak intim). TUHAN bahkan menyebut mereka kumpulan yang jahat (Inggris wicked congregation, ITB umat yang jahat) (ayat 27 dan 35).

Renungkan:

Orang Israel yang mengikuti Musa keluar dari Mesir ditolak haknya untuk memasuki Tanah Perjanjian Kanaan karena ketidakpercayaan dan sungut-sungut. Dibebaskan dari perbudakan Mesir tampaknya sudah sama sekali kehilangan artinya, kehidupan mereka habis di padang belantara sampai tua.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 14:5-10

「Populisme dan Demokrasi」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 14:5-10 [ITB])
5 Lalu sujudlah Musa dan Harun di depan mata seluruh jemaah Israel yang berkumpul di situ.
6 Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, 7 dan berkata kepada segenap umat Israel: Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. 8 Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. 9 Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.
10 Lalu segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang itu dengan batu. Tetapi tampaklah kemuliaan TUHAN di Kemah Pertemuan kepada semua orang Israel.

(Populisme arti kata populisme di KBBI adalah: paham yang mengakui dan menjunjung tinggi hak, kearifan, dan keutamaan rakyat kecil)

Mata-mata yang dikirim oleh orang-orang Israel untuk mengintai tanah Kanaan semuanya merupakan kepala-kepala di antara orang Israel, dan laporan mereka memiliki dampak besar pada umat itu. Karena itu, tanggapan umat itu secara total berat sebelah, semuanya negatif.

Bilangan 14 pertama-tama menggunakan empat kata kerja untuk menggambarkan respons orang-orang: mengeluarkan suara nyaring, berteriak, menangis, dan bersungut-sungut. Pasal sebelas sudah mencatat orang Israel menangis lima kali, karena mereka meributkan menuntut daging. Bil. 14:1 mengatakan mereka meninggikan suara mereka untuk menjerit. Mereka bersungut-sungut (lûn) (mengomel dengan berbisik-bisik / murmur) terhadap Musa dan Harun (Bil. 14:2). Kata kerja ini muncul untuk pertama kalinya di ayat ini dalam Kitab Bilangan, tetapi telah digunakan berkali-kali dalam Keluaran (Kel. 15:24, 16:2, 7, 8), bisik-bisik mengomel ini menautkan paragraf ini dengan dari Kitab Keluaran (kata kerja lûn (bersungut-sungut) ini berbeda kata kerja Bil. 11:1 ‘anan (bersungut-sungut, mayoritas Inggris menerjemahkan sebagai complain mengeluh)). Ketakutan di dalam hati mereka terprovokasi, mereka dengan mudah mengunakan ancaman untuk mati, mengatakan, Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! (ayat 2), dan tidak hanya demikian bahkan seorang berkata kepada yang lainBaiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir (ayat 4).

Di pasal sebelumnya Kaleb telah mencoba menenteramkan hati bangsa itu  (Bil. 13:30), dan sekarang Yosua dan Kaleb bersama-sama berusaha meyakinkan bangsa itu dengan deskripsi rangkap tiga dari TUHAN tentang negeri itu (Kel. 3:8):

1) Gambaran secara Teologi: Tanah itu luar biasa baiknya, dan terjemahan harfiahnya adalah tanah yang sangat, sangat baik (ayat 7), sesuai dengan deskripsi asli dari TUHAN tentang tanah ini.

2) Geografi: Tanah ini memang merupakan negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, sama dengan laporan mata-mata lainnya, tetapi terlebih menambahkan faktor Allah, mereka berdua percaya bahwa jika TUHAN berkenan kepada umat itu, Ia pasti akan menganugerahkan tanah itu kepada umat-Nya (ayat 8 jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita).

3) Ras: penduduk asli lokal di sana memang tinggi-tinggi perawakannya, tetapi mereka tidak memakan penduduknya  (13:32), sebaliknya mereka akan ditelan habis oleh umat itu. Mereka dua kali menganjurkan agar umat itu  jangan takut terhadap penduduk setempat, dan menekankan bahwa TUHAN menyertai kita inilah sebab mereka pasti menang (ayat 9). Tetapi orang-orang menolak untuk taat, dan sebaliknya mereka hendak melempari kedua orang itu dengan batu sampai mati.

Renungkan:

Populisme dan demokrasi terkadang sulit dibedakan, tetapi seperti populisme modern, seringkali memperalat nama demokrasi, sebenarnya adalah politisi yang dengan sengaja menggunakan bukti palsu dan ucapan berlebihan untuk manipulasi emosi massa, karena paling murah adalah menggunakan ketakutan massa. Namun, ketakutan yang salah sering menyebabkan respons yang tidak rasional dan menyebabkan tragedi yang tidak dapat diperbaiki.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 13:25-29

「Pulang dan Melaporkan」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 13:25-29 [ITB])
25 Sesudah lewat empat puluh hari pulanglah mereka dari pengintaian negeri itu, 26 dan langsung datang kepada Musa, Harun dan segenap umat Israel di Kadesh, di padang gurun Paran. Mereka membawa pulang kabar kepada keduanya dan kepada segenap umat itu dan memperlihatkan kepada sekaliannya hasil negeri itu. 27 Mereka menceritakan kepadanya: Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya. 28 Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana. 29 Orang Amalek diam di Tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan orang Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam sepanjang laut dan sepanjang tepi sungai Yordan.

30 Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya! 31 Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita. 32 Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya. 33 Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.

14:1 Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu. 2 Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! 3 Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?4 Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir.

Kedua belas pengintai telah melakukan perjalanan selama empat puluh hari, pulang kepada Musa dan rakyat, sampai kembali di Kadesh, dan melaporkan apa yang mereka lihat dan dengar. Ini dapat dibagi menjadi beberapa poin berikut:

1) Dua jenis laporan. Bagian laporan yang sama yang diberikan oleh semua mata-mata: memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, tepat seperti yang dijanjikan TUHAN kepada mereka (Bil. 13:27). Ketika TUHAN pertama kali menampakkan diri kepada Musa dan menghendaki dia memimpin orang Israel keluar dari Mesir, untuk pergi ke Tanah Perjanjian, ia diberi tahu bahwa itu adalah tanah yang penuh dengan susu dan madu (Kel. 3: 8). Jika Yerusalem digunakan sebagai perbatasan, hutan belantara Yehuda di selatan Yerusalem adalah tanah yang mengalir dengan susu yang hanya cocok untuk penggembalaan, dan di utara Yerusalem adalah tanah madu dengan hutan dan pertanian yang subur. Para mata-mata ini mengatakan bahwa mereka melihat yang dianugerahkan TUHAN kepada mereka adalah negeri berlimpah-limpah susu dan madunya, membuktikan bahwa mereka benar-benar memenuhi tugas mereka dan sungguh telah melakukan perjalanan ke seluruh Tanah Perjanjian.

Namun, kemudian mereka berkata, hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar (Bil. 13:28), lalu mereka menambahkan pemikiran diri sendiri, dan tidak lagi menyebut tanah itu tempat susu dan madu, sebaliknya, dikatakan sebagai negeri yang memakan penduduknya (Bil. 13:32).

2) Dua jenis saran: Pada saat ini hanya Kaleb yang melangkah maju mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa dan berkata, Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya! (Bil. 13:30). Kata-kata Kaleb mendapat tanggapan dari rekannya yang setia, Yosua, yang sangat percaya bahwa tanah yang dijanjikan oleh Tuhan adalah negeri yang luar biasa baiknya dan mendorong umat itu dengan berkata, TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka (Bil. 14:9).

Namun, mereka kalah suara dibandingkan sepuluh mata-mata yang berkata, Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita (Bil. 13:31). Umat itu bersungut-sungut dan menyalahkan Tuhan karena membawa mereka ke padang belantara ini. Mereka berpikir Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir (Bil. 14:4). Mereka sama sekali tidak mendengarkan saran Kaleb, bahkan hendak melempari Kaleb dan Yosua dengan batu.

Orang-orang Israel ini, di satu sisi, mereka tidak memiliki iman atas janji-janji Allah, di sisi lain, secara mengejutkan mereka bisa penuh iman pada kata-kata yang membawa laporan buruk.

Renungkan:

Ketaatan pada mayoritas harus menjadi norma demokrasi, tetapi kebenaran tidak selalu berada di pihak mayoritas. Peristiwa umat Israel mengirim mata-mata untuk memeriksa negeri tersebut, ini adalah minoritas melawan mayoritas. Pertama-tama, Kaleb dan Yosua, 2 lawan 10; kemudian ditambah Musa dan Harun, 4 lawan 600.000 orang. Tetapi hanya dengan memilih untuk berdiri di sisi kebenaran barulah ada kemenangan terakhir.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 13:1-3, 17-20

「Mengintai dan jadwal perjalanan」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 13:1-3, 17-20 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel; dari setiap suku nenek moyang mereka haruslah kausuruh seorang, semuanya pemimpin-pemimpin di antara mereka. 3 Lalu Musa menyuruh mereka dari padang gurun Paran, sesuai dengan titah TUHAN; semua orang itu adalah kepala-kepala di antara orang Israel. … 17 Maka Musa menyuruh mereka untuk mengintai tanah Kanaan, katanya kepada mereka: Pergilah dari sini ke Tanah Negeb dan naiklah ke pegunungan, 18 dan amat-amatilah bagaimana keadaan negeri itu, apakah bangsa yang mendiaminya kuat atau lemah, apakah mereka sedikit atau banyak; 19 dan bagaimana negeri yang didiaminya, apakah baik atau buruk, bagaimana kota-kota yang didiaminya, apakah mereka diam di tempat-tempat yang terbuka atau di tempat-tempat yang berkubu, 20 dan bagaimana tanah itu, apakah gemuk atau kurus, apakah ada di sana pohon-pohonan atau tidak. Tabahkanlah hatimu dan bawalah sedikit dari hasil negeri itu. Waktu itu ialah musim hulu hasil anggur.

Bilangan pasal 13 – 14 mencatat bahwa orang Israel tiba di Kadesh, di padang gurun Paran, dan isi laporan para pengintai yang menyelidiki tanah Kanaan menimbulkan kegemparan, umat Allah menolak bergerak maju menuju Tanah Perjanjian. Akibatnya, didenda selama empat puluh tahun hanyut berkelana di padang gurun, menjadi titik balik paling signifikan bagi umat Israel setelah mereka meninggalkan Mesir.

Bilangan 13 dapat dibagi ke dalam paragraf berikut:

1) Persiapan pengintaian (ayat 1-16): TUHAN memerintahkan Musa untuk mengirim orang untuk mengintai Tanah Perjanjian. Mereka bukan mengintai tanah orang lain yang bukan milik mereka, tetapi adalah mengintai (tûr) tanah yang akan diberikan Tuhan kepada mereka (ayat 2). Ketika tabut perjanjian TUHAN berjalan di depan mereka, selama tiga hari mengintai (tûr) (mencari) tempat perhentian bagi umat dapat beristirahat (Bil. 10:33). Kedua belas mata-mata itu adalah pemimpin (rō’š) dari masing-masing suku Israel. Mereka secara harfiah diterjemahkan sebagai kepala, mengacu pada pemimpin muda dan kuat (ayat 3).

2) Misi pengintaian (ayat 17-20): mereka akan mulai dari Negeb dan menyeberangi tanah pegunungan di utara (ayat 17). Terjemahan tradisional Negebadalah tanah selatan, terletak di selatan Bersyeba, dan merupakan tanah yang kering dan tandus. Pegunungan mengacu pada pegunungan yang menembus ke utara dari tanah yang akan diberikan kepada suku Yehuda, melintasi tanah bagi suku Efraim, sampai ke Galilea. Bil. 34:1-12 menggambarkan Kanaan secara lebih terperinci, termasuk Israel saat ini, Libanon, dan Suriah selatan. Instruksi pengintaian adalah pergilah dan bawalah (kembali) di awal dan di akhir (ayat 17 dan 20). Dalam hal konten, pertama-tama adalah tentang situasi tanah itu (ayat 18 dan 20), kemudian situasi penduduk lokal dan kehidupan (ayat 18 dan 19), dan penekanannya adalah pada bagaimana negeri yang didiaminya, apakah baik atau buruk (ayat 19). Ini adalah penilaian secara keseluruhan atas lokal tanah tersebut. Penggunaan keempat kata bagaimana (mah) adalah mengacu pada tindakan mencari tahu sifat keempat kondisi yang diselidiki.

3) Rencana pengintaian (ayat 21-26): berangkat mulai dari padang gurun Zin perbatasan paling selatan tanah Kanaan, menuju ke Hamat titik paling utara dari Tanah Perjanjian, ini merupakan batas paling utara kerajaan yang diperintah oleh Daud dan Salomo (Bil. 34:8; 1 Raja 8:65), jaraknya sekitar 400 kilometer satu kali jalan. Perikop ini secara khusus mencatat keturunan Enak yang ada di Hebron, Enak (‘ănāq) dalam bahasa Ibrani berarti leher, dan mereka juga dikenal karena tinggi badan mereka. Mata-mata itu membawa kembali setandan buah anggur, yang digotong oleh dua pria dengan gandar pikulan (menggandarnya ayat 23-24). Lembah itu dinamai Eskol (’eškôl) artinya lembah tandan buah anggur. Mereka juga membawa beberapa buah delima dan buah ara.

Renungkan:

Kedua belas mata-mata itu mematuhi perintah TUHAN untuk mengintai (tûr) tanah Kanaan, untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Tanah Perjanjian , dan juga membawa kembali hasil bumi setempat seperti yang diperintahkan.

Tapi akhirnya itu tidak terduga. Mengapa ini terjadi? Hendak bagaimana (mah) kehidupan ini dimulai?


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 12:5-9

「Fitnah dan Hukuman」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 12:5-9 [ITB])
5 Lalu turunlah TUHAN dalam tiang awan, dan berdiri di pintu kemah itu, lalu memanggil Harun dan Miryam; maka tampillah mereka keduanya. 6 Lalu berfirmanlah Ia: Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi. 7 Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku. 8 Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa? 9 Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap mereka, lalu pergilah Ia.

(Bacalah Bilangan 12, klik untuk membaca) Di pasal sebelumnya (Bil. 11:29) baru saja Musa mengajar Yosua untuk tidak cemburu, tetapi di Bilangan 12 segera menyebutkan bahwa Miryam dan Harun karena cemburu memfitnah hamba Allah Musa, memulai serangkaian prolog menantang otoritas hamba Allah.

1) Alasan secara permukaan. Miryam menyerang Musa dan mengkritik Musa karena menikahi seorang wanita Kush. Alkitab tidak memberikan informasi yang cukup mengenai apakah Zipora telah meninggal lalu Musa menikahi wanita Kush itu (juga diterjemahkan sebagai Ethiopia). Namun, seperti yang banyak disarankan oleh para sarjana, Kush (kušît) ini sebenarnya adalah Kusyan (kûšān) (Hab. 3:7), yang merupakan nama lain dari Midian. Jika demikian, itu akan merupakan kontras dengan bagaimana orang Israel menerima istri Musa Zipora di Kel. 18. Menyerang seseorang, dimulai dengan istrinya, adalah tindakan yang rendah dan kejam.

2) Alasan sebenarnya, adalah bahwa mereka menantang otoritas kepemimpinan nabi Musa, dan tidak puas bahwa TUHAN menyampaikan pemberitaan hanya melalui Musa. Sama seperti Roh Tuhan diberikan kepada tujuh puluh penatua dalam Bilangan pasal 11, bukankah Allah juga menyampaikan pesan melalui orang-orang lain selain Musa? Menghadapi fitnah kerabatnya dan yang juga merupakan rekan kerja pelayanan inti yang terpenting dari Musa (Harun mewakili imam, Miryam secara tersirat sebagai nabiah), Musa hanya bisa diam. Namun, Allah segera tampil dan menghukum Miryam, menyebabkan dia menderita penyakit kulit yang parah, dan bahkan Harun pun ketakutan. Dia akhirnya disembuhkan oleh doa syafaat Musa, tetapi oleh karenanya perjalanan umat itu menjadi tertunda.

3) Nabi yang unik. Kepada para nabi yang biasa, Allah menampakkan kepadanya dalam penglihatan dan berbicara kepadanya dalam mimpi. Tetapi Musa berbeda setidaknya dalam tiga cara:

  • Musa adalah seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku dan oleh Allah disebut hamba-Ku Musa.
  • Allah berbicara kepadanya berhadap-hadapan, dalam teks bahasa aslinya adalah berbicara mulut ke mulut (peh’el peh), menekankan keintiman dari kedua belah pihak. TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya … (Kel. 33:11).
  • Musa dapat melihat gambar Allah, yang mengacu pada gambar Allah yang tampak (Kel. 33:11, 17-23, 34:29-35). (Lihat juga renungan Keluaran 33:7-23, renungan Keluaran 34:29-35) Setelah ia, seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel (Ul. 34:10).

Renungkan:

Miryam dan Harun memfitnah Musa karena iri, dan mereka menantang otoritas kepemimpinan Musa karena kesombongan mereka yang terluka. Akibatnya, hubungan rekan kerja pelayanan terputus, kehilangan penyertaan kehadiran TUHAN, dan hukuman atas dosa dinyatakan, umat Allah juga ikut terkena dampaknya, hanya mengandalkan doa syafaat barulah bisa ditahirkan. Amsal mengatakan, Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang. (Ams. 14:30). Raja Saul juga cemburu pada Daud, dan akhirnya adalah kehancuran.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.