Tag Archives: Yosua

Hakim-hakim 6:12-18

「Gideon ── keraguan orang yang dipanggil Allah」

Oleh Dr. Wong Tin-yat
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hakim-hakim 6:12-18 [ITB])
12 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.
13 Jawab Gideon kepada-Nya: Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian.
14 Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!
15 Tetapi jawabnya kepada-Nya: Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.
16 Berfirmanlah TUHAN kepadanya: Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.
17 Maka jawabnya kepada-Nya: Jika sekiranya aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, maka berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku. 18 Janganlah kiranya pergi dari sini, sampai aku datang kepada-Mu membawa persembahanku dan meletakkannya di hadapan-Mu.
Firman-Nya: Aku akan tinggal, sampai engkau kembali.

Apa tanggapan Gideon ketika Allah memanggil dia? Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian (ayat 13) Gideon tidak mengakui kepada Allah bahwa seluruh bangsa telah murtad berjalan ke arah yang salah; ketika dia berbicara, dia hanya mengeluh tentang Allah ── Allah, Jika Engkau benar-benar bersama kami, kami tidak akan sampai seperti ini, dan ini tidak akan terjadi; Allah, ini karena Engkau telah meninggalkan kami dan menempatkan kami di tangan musuh, sehingga kami berakhir seperti ini, demikian juga orang Israel, itu semua tanggung jawab-Mu!

Apa masalah Gideon? Setidaknya aspek-aspek berikut:
• Dia berasumsi bahwa jika Allah menyertai mereka maka semua ini tidak akan terjadi;
• Dia berasumsi bahwa meskipun orang Israel berdosa, Allah tetap harus mengampuni;
• Dia sama sekali mengabaikan tanggung jawab masing-masing pribadi.

Tanggapan Allah sangat istimewa, mengapa demikian?
Allah berfirman, Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau! (ayat 14) Allah tidak membantah Gideon; menurut jawaban ini, Allah mengatakan kepada Gideon: Aku mengutusmu untuk menyelamatkan orang Israel.Tetapi bagaimana dengan tanggapan Gideon? Di ayat 15, dia mengemukakan alasan lain untuk mempertanyakan tindakan Allah, ia berkata, Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.

Respons Gideon mungkin membuat kita sedikit familiar. Faktanya, ada dua kata kerja dalam ayat 6:14 mengutus (shalach) dan pergi (yalak) yang dalam bahasa Ibrani sama dengan Keluaran 3:10-11 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir. Tetapi Musa berkata kepada Allah: Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?』」. Mengapa ini penting?

Penulis 《Kitab Hakim-hakim》 sengaja menghubungkan pengalaman Gideon dengan peristiwa pemanggilan Musa di masa lalu. Bahkan, ia ingin menyiratkan pesan yang sangat penting ── Gideon kemungkinan besar akan setingkat Musa, tetapi kuncinya terletak pada dirinya harus tahu bahwa semua kemampuan ini datang dari penyertaan Allah (ayat 16).

Menurut 《Kitab Keluaran》 dan 《Kitab Yosua》, Aku menyertaimu sebenarnya dapat dikatakan merupakan kartu as dalam hidup dua pemimpin bangsa Israel ── Musa (Kel. 3:12 … Bukankah Aku akan menyertai engkau? …) dan Yosua (Yos. 1:5 …seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau …). (KBBI: kartu as adalah senjata ampuh untuk menjatuhkan atau mematahkan lawan), Kartu as ini sama sekali bukan pil ajaib ketika Gideon menghadapi tantangan dalam hidupnya, karena, selain Aku menyertaimu ini, Allah tidak memberikan strategi atau cara kepada Gideon ketika dia menghadapi kesulitan. Namun, di balik janji ini, Allah telah memastikan kemenangan Gideon. Mengapa mengatakan demikian?

Ketika Allah berfirman: Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis (ayat 16, KJV … seolah-olah kau hanya menghadapi satu orang saja). Allah ingin dia tahu: karena kehadiran penyertaan Allah, musuh yang harus dihadapi Gideon menjadi berbeda, sama sekali tidak kuat lagi, Gideon tidak perlu takut sama sekali.

Mungkin Gideon sudah terlalu lama tinggal di gua, oleh karena itu sepertinya dia tidak memperhatikan kata-kata Allah Aku menyertaimu. Pantas saja dia meminta bukti kepada Allah di ayat 17!

Renungkan:
Dua pertanyaan meragukan dari Gideon ── 《Kitab Hakim-hakim》 sampai di titik ini sudah bukan lagi soal pertempuran antara Allah dan berhala Baal, sebaliknya justru adalah tarikan tegangan yang tidak selesai-selesai antara umat-Nya dan para hamba-Nya kepada Allah!

Bukan begitu banyak kesulitan eksternal, melainkan banyaknya meragukan dalam kehidupan pribadi kita yang menyebabkan kita tidak memiliki keberanian untuk menanggapi panggilan Allah, inikah yang sebenarnya dari diri kita?


Renungan pemahaman Kitab Hakim-hakim

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hakim-hakim ditulis oleh Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) dipublikasi pada bulan April 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Bilangan 14:5-10

「Populisme dan Demokrasi」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 14:5-10 [ITB])
5 Lalu sujudlah Musa dan Harun di depan mata seluruh jemaah Israel yang berkumpul di situ.
6 Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, 7 dan berkata kepada segenap umat Israel: Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. 8 Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. 9 Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.
10 Lalu segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang itu dengan batu. Tetapi tampaklah kemuliaan TUHAN di Kemah Pertemuan kepada semua orang Israel.

(Populisme arti kata populisme di KBBI adalah: paham yang mengakui dan menjunjung tinggi hak, kearifan, dan keutamaan rakyat kecil)

Mata-mata yang dikirim oleh orang-orang Israel untuk mengintai tanah Kanaan semuanya merupakan kepala-kepala di antara orang Israel, dan laporan mereka memiliki dampak besar pada umat itu. Karena itu, tanggapan umat itu secara total berat sebelah, semuanya negatif.

Bilangan 14 pertama-tama menggunakan empat kata kerja untuk menggambarkan respons orang-orang: mengeluarkan suara nyaring, berteriak, menangis, dan bersungut-sungut. Pasal sebelas sudah mencatat orang Israel menangis lima kali, karena mereka meributkan menuntut daging. Bil. 14:1 mengatakan mereka meninggikan suara mereka untuk menjerit. Mereka bersungut-sungut (lûn) (mengomel dengan berbisik-bisik / murmur) terhadap Musa dan Harun (Bil. 14:2). Kata kerja ini muncul untuk pertama kalinya di ayat ini dalam Kitab Bilangan, tetapi telah digunakan berkali-kali dalam Keluaran (Kel. 15:24, 16:2, 7, 8), bisik-bisik mengomel ini menautkan paragraf ini dengan dari Kitab Keluaran (kata kerja lûn (bersungut-sungut) ini berbeda kata kerja Bil. 11:1 ‘anan (bersungut-sungut, mayoritas Inggris menerjemahkan sebagai complain mengeluh)). Ketakutan di dalam hati mereka terprovokasi, mereka dengan mudah mengunakan ancaman untuk mati, mengatakan, Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! (ayat 2), dan tidak hanya demikian bahkan seorang berkata kepada yang lainBaiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir (ayat 4).

Di pasal sebelumnya Kaleb telah mencoba menenteramkan hati bangsa itu  (Bil. 13:30), dan sekarang Yosua dan Kaleb bersama-sama berusaha meyakinkan bangsa itu dengan deskripsi rangkap tiga dari TUHAN tentang negeri itu (Kel. 3:8):

1) Gambaran secara Teologi: Tanah itu luar biasa baiknya, dan terjemahan harfiahnya adalah tanah yang sangat, sangat baik (ayat 7), sesuai dengan deskripsi asli dari TUHAN tentang tanah ini.

2) Geografi: Tanah ini memang merupakan negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, sama dengan laporan mata-mata lainnya, tetapi terlebih menambahkan faktor Allah, mereka berdua percaya bahwa jika TUHAN berkenan kepada umat itu, Ia pasti akan menganugerahkan tanah itu kepada umat-Nya (ayat 8 jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita).

3) Ras: penduduk asli lokal di sana memang tinggi-tinggi perawakannya, tetapi mereka tidak memakan penduduknya  (13:32), sebaliknya mereka akan ditelan habis oleh umat itu. Mereka dua kali menganjurkan agar umat itu  jangan takut terhadap penduduk setempat, dan menekankan bahwa TUHAN menyertai kita inilah sebab mereka pasti menang (ayat 9). Tetapi orang-orang menolak untuk taat, dan sebaliknya mereka hendak melempari kedua orang itu dengan batu sampai mati.

Renungkan:

Populisme dan demokrasi terkadang sulit dibedakan, tetapi seperti populisme modern, seringkali memperalat nama demokrasi, sebenarnya adalah politisi yang dengan sengaja menggunakan bukti palsu dan ucapan berlebihan untuk manipulasi emosi massa, karena paling murah adalah menggunakan ketakutan massa. Namun, ketakutan yang salah sering menyebabkan respons yang tidak rasional dan menyebabkan tragedi yang tidak dapat diperbaiki.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.