「Setiap pagi Ia melakukan hal baru」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.
(Ratapan 3:22-24 [ITB])
22 Kita masih hidup karena kasih setia TUHAN tidak pernah berakhir.
23 Setiap pagi Ia menunjukkannya dalam cara baru. Engkau sangat benar dan setia. 24 Aku berkata dalam hati, 「TUHAN adalah Allahku, dan aku percaya pada-Nya.」
Hanya umat perjanjian anugerah yang menyanyikan ratapan. Mereka yang meninggalkan perjanjian kasih karunia hanya akan menolak untuk mengakui iman kepada TUHAN (Yahweh), jadi wajar saja mereka bahkan tidak tertarik untuk mengeluh kepada TUHAN (Yahweh). Sebaliknya, orang-orang yang tetap dalam perjanjian kasih karunia, saat menghadapi kesulitan bahkan jika terpaksa akan memilih menyanyikan ratapan untuk secara langsung mengeluh kepada TUHAN. Oleh karena itu, orang yang mengeluh kepada TUHAN (Yahweh) mencerminkan bahwa dia belum melepaskan imannya, dan mencerminkan bahwa dia benar-benar seorang Israel.
Ratapan pasal 3 banyak deskripsi yang menggunakan kata ganti orang pertama (aku, ku) untuk menyatakan bagaimana TUHAN memperlakukannya dengan keburukan, bagaimana bencana, penderitaan, kesedihan, busur dan anak panah menimpanya (Ratapan 3:1-18). Penyair Ratapan menyampaikan keluhan yang sangat besar dan langsung kepada TUHAN dengan semua kesedihan ini. Bahkan walaupun penyair Ratapan mengetahui dengan baik, bencana ini berasal dari hukuman yang diberikan TUHAN kepada orang Israel dalam penawanan. Tetapi ketika bencana yang bersifat hukuman ini benar-benar datang, penyair Ratapan benar-benar tidak tahan lagi, jadi dia mengajukan keluhan yang tidak sungkan-sungkan kepada Tuhan.
Namun dalam proses pengaduannya, penyair Ratapan terlihat sedikit 「kepribadian yang terpecah」 mengatakan sesuatu pada ayat 22-24. Pertama-tama, ayat 22-23 menekankan kasih setia TUHAN, belas kasihan, dan kejujuran Allah. Dua kata 「kasih」 dan 「setia」 harus dipahami dari perspektif perjanjian, yang menunjukkan komitmen Allah terhadap perjanjian-Nya sendiri kepada umat-Nya. Dengan demikian, dalam kesusahannya penyair Ratapan menekankan 「kasih」 dan 「kesetiaan」 Tuhan, menunjukkan alasan mengapa penyair Ratapan menghadapi kesulitan seperti itu bukan karena hal lain, tetapi karena TUHAN berkomitmen memenuhi syarat-syarat perjanjian (Ul. 28), artinya, penyair Ratapan mendapat penderitaan karena komitmen kesetiaan TUHAN terhadap bagian kutukan dari ketetapan perjanjian, itulah yang menyebabkan penyair Ratapan menderita. Oleh karena itu, yang terlihat seperti 「kepribadian yang terpecah」 ini adalah bahwa penyair Ratapan tidak menyerah atas imannya, di satu sisi ia mengeluh tentang penderitaan, namun di sisi lain ia percaya dengan kepastian bahwa hal itu disebabkan oleh kebaikan 「kasih」 dan 「kesetiaan」 Tuhan.
Selain itu, justru karena Tuhan menepati perjanjian, Dia akan mengubah kutukan menjadi berkat ketika orang Israel mengaku dosa mereka dan bertobat (Ul. 30:1-6). Oleh karena itu, ketika TUHAN mengirimkan bencana untuk mendisiplinkan Israel, umat Israel mengaku dosa mereka mengharapkan keselamatan dari TUHAN, 「menanti」 keselamatan dari Tuhan dengan 「diam」 (ayat 26). Di bawah paradoks antara keluhan dan diam dalam keheningan ini, setiap pagi penyair Ratapan mengalami 「kasih」 dan 「kesetiaan」 akan hal-hal baru (Ratapan 3:23), ia sangat percaya bahwa setiap pagi senantiasa adalah pagi di mana ada hal baru yang dilakukan TUHAN, jika tidak ada yang baru di pagi tertentu, maka akan ada pagi kedua, hingga akhirnya penyair Ratapan di suatu pagi akan melihat penyelamatan Tuhan, ini adalah harapan pasti penyair Ratapan kepada Tuhan.
Renungkan:
Tolong jangan berhenti berharap kepada Tuhan. Ketika Anda hidup dalam kesusahan, bahkan Anda tidak bersedia menyampaikan ratapan kepada Tuhan, Anda mungkin telah melepaskan iman Anda. Jika Anda masih memiliki harapan terhadap 「kasih」 dan 「kesetiaan」 Allah, Anda percaya bahwa Ia akan menanggapi 「keheningan 」 Anda dan dengan keselamatan Ia akan melebarkan sayap pagi bagi Anda!
Renungan pemahaman Kitab Ratapan
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ratapan ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (Gāo Míng Qiān 高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.