「Siapakah yang harus lebih dahulu maju? Dulu dan sekarang」
Oleh Dr. Wong Tin-yat
Alliance Bible Seminary H.K.
(Hak. 20:1-48 [ITB])
1 Lalu majulah semua orang Israel; dari Dan sampai Bersyeba dan juga dari tanah Gilead berkumpullah umat itu secara serentak menghadap TUHAN di Mizpa. 2 Maka berdirilah para pemuka dari seluruh bangsa itu, dari segala suku orang Israel, memimpin jemaah umat Allah yang jumlahnya empat ratus ribu orang berjalan kaki, yang bersenjatakan pedang. 3 Kedengaranlah kepada bani Benyamin, bahwa orang Israel telah maju ke Mizpa. Berkatalah orang Israel: 「Ceritakan bagaimana kejahatan itu terjadi.」 4 Lalu orang Lewi, suami perempuan yang terbunuh itu, menjawab: 「Aku sampai dengan gundikku di Gibea kepunyaan suku Benyamin untuk bermalam di sana. 5 Lalu warga-warga kota Gibea itu mendatangi aku dan mengepung rumah itu pada malam hari untuk menyerang aku. Mereka bermaksud membunuh aku, tetapi gundikku diperkosa mereka, sehingga mati. 6 Maka kuambillah mayat gundikku, kupotong-potong dia dan kukirimkan ke seluruh daerah milik pusaka orang Israel, sebab orang-orang itu telah berbuat mesum dan berbuat noda di antara orang Israel. 7 Sekarang kamu sekalian, orang Israel, telah ada di sini. Berikanlah di sini pertimbanganmu dan nasihatmu.」
8 Kemudian bangunlah seluruh bangsa itu dengan serentak, sambil berkata: 「Seorangpun dari pada kita takkan pergi ke kemahnya, seorangpun dari pada kita takkan pulang ke rumahnya. 9 Inilah yang akan kita lakukan kepada Gibea; memeranginya, dengan membuang undi! 10 Kita akan memilih dari seluruh suku Israel sepuluh orang dari tiap-tiap seratus, seratus orang dari tiap-tiap seribu, seribu orang dari tiap-tiap sepuluh ribu, untuk mengambil bekal bagi laskar ini, supaya sesudah mereka datang, dilakukan kepada Gibea-Benyamin setimpal dengan segala perbuatan noda yang telah diperbuat mereka di antara orang Israel.」 11 Demikianlah orang Israel berkumpul melawan kota itu, semuanya bersekutu dengan serentak.
12 Kemudian suku-suku Israel mengirim orang kepada seluruh suku Benyamin dengan pesan: 「Apa macam kejahatan yang terjadi di antara kamu itu! 13 Maka sekarang, serahkanlah orang-orang itu, yakni orang-orang dursila yang di Gibea itu, supaya kami menghukum mati mereka dan dengan demikian menghapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel.」
Tetapi bani Benyamin tidak mau mendengarkan perkataan saudara-saudaranya, orang Israel itu. 14 Sebaliknya, bani Benyamin dari kota-kota lain berkumpul di Gibea untuk maju berperang melawan orang Israel. 15 Pada hari itu dihitunglah jumlah bani Benyamin dari kota-kota lain itu: dua puluh enam ribu orang yang bersenjatakan pedang, belum termasuk penduduk Gibea, yang terhitung tujuh ratus orang pilihan banyaknya. 16 Dari segala laskar ini ada tujuh ratus orang pilihan yang kidal, dan setiap orang dari mereka dapat mengumban dengan tidak pernah meleset sampai sehelai rambutpun. 17 Juga orang-orang Israel dihitung jumlahnya; dengan tidak termasuk suku Benyamin ada empat ratus ribu orang yang bersenjatakan pedang; semuanya itu prajurit.
18 Lalu orang Israel berangkat dan maju ke Betel. Di sana mereka bertanya kepada Allah: 「Siapakah dari kami yang lebih dahulu maju berperang melawan bani Benyamin?」 Jawab TUHAN: 「Suku Yehudalah lebih dahulu.」 19 Lalu orang-orang Israel bangun pagi-pagi dan berkemah mengepung Gibea. 20 Kemudian majulah orang-orang Israel berperang melawan suku Benyamin; orang-orang Israel mengatur barisan perangnya melawan mereka dekat Gibea. 21 Juga bani Benyamin maju menyerang dari Gibea dan menggugurkan ke bumi dua puluh dua ribu orang dari antara orang Israel pada hari itu. 22 Tetapi laskar orang Israel mengumpulkan segenap kekuatannya, lalu mengatur pula barisan perangnya di tempat mereka mengatur barisannya semula.
23 Kemudian pergilah orang-orang Israel, lalu menangis di hadapan TUHAN sampai petang, sesudah itu mereka bertanya kepada TUHAN: 「Akan pergi pulakah kami berperang melawan bani Benyamin, saudara kami itu?」 Jawab TUHAN: 「Majulah melawan mereka.」 24 Tetapi ketika orang-orang Israel pada hari kedua sampai di dekat bani Benyamin, 25 maka pada hari kedua itu majulah suku Benyamin dari Gibea menyerbu mereka, dan digugurkannya pula ke bumi delapan belas ribu orang di antara orang-orang Israel; semuanya orang-orang yang bersenjatakan pedang.
26 Kemudian pergilah semua orang Israel, yakni seluruh bangsa itu, lalu sampai di Betel; di sana mereka tinggal menangis di hadapan TUHAN, berpuasa sampai senja pada hari itu dan mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN. 27 Dan orang-orang Israel bertanya kepada TUHAN, pada waktu itu ada di sana tabut perjanjian Allah, 28 dan Pinehas bin Eleazar bin Harun menjadi imam Allah pada waktu itu, kata mereka: 「Haruskah kami maju sekali lagi untuk berperang melawan bani Benyamin, saudara kami itu, atau haruskah kami hentikan itu?」 Jawab TUHAN: 「Majulah, sebab besok Aku akan menyerahkan mereka ke dalam tanganmu.」 29 Lalu orang Israel menempatkan penghadang-penghadang sekeliling Gibea. 30 Pada hari ketiga majulah orang-orang Israel melawan bani Benyamin dan mengatur barisannya melawan Gibea seperti yang sudah-sudah. 31 Maka majulah bani Benyamin menyerbu laskar itu; mereka terpancing dari kota, dan seperti yang sudah-sudah, mereka mulai menyerang laskar itu pada kedua jalan raya, yang satu menuju ke Betel, dan yang lain ke Gibea melalui padang, sehingga terbunuh beberapa orang, kira-kira tiga puluh orang di antara orang Israel. 32 Maka kata bani Benyamin: 「Orang-orang itu telah terpukul kalah oleh kita seperti semula.」
Tetapi orang-orang Israel telah bermupakat lebih dahulu: 「Marilah kita lari dan memancing mereka dari kota ke jalan-jalan raya.」 33 Jadi orang Israel bangun dari tempatnya dan mengatur barisannya di Baal-Tamar, sedang orang Israel yang menghadang itu tiba-tiba keluar dari tempatnya, yakni tempat terbuka dekat Geba, 34 dan sampai di depan Gibea, sebanyak sepuluh ribu orang pilihan dari seluruh Israel. Pertempuran itu dahsyat, tetapi bani Benyamin tidak tahu bahwa malapetaka datang menimpa mereka. 35 TUHAN membuat suku Benyamin terpukul kalah oleh orang Israel, dan pada hari itu orang-orang Israel memusnahkan dari antara suku Benyamin dua puluh lima ribu seratus orang, semuanya orang-orang yang bersenjatakan pedang.
36 Bani Benyamin melihat, bahwa mereka telah terpukul kalah. Sementara orang-orang Israel agak mundur di depan suku Benyamin–sebab mereka mempercayai penghadang-penghadang yang ditempatkan mereka untuk menyerang Gibea– 37 maka segeralah penghadang-penghadang itu menyerbu Gibea. Mereka bergerak maju dan memukul seluruh kota itu dengan mata pedang. 38 Tetapi orang-orang Israel telah bermupakat dengan penghadang-penghadang itu untuk menaikkan gumpalan asap tebal dari kota itu. 39 Ketika orang-orang Israel mundur dalam pertempuran itu, maka suku Benyamin mulai menyerang orang Israel, sehingga terbunuh kira-kira tiga puluh orang, karena pikir mereka: 「Tentulah orang-orang itu terpukul kalah sama sekali oleh kita seperti dalam pertempuran yang dahulu.」
40 Tetapi pada waktu itu mulailah gumpalan asap naik dari kota itu seperti tiang asap. Suku Benyamin menoleh ke belakang dan tampaklah kota itu seluruhnya terbakar, apinya naik ke langit. 41 Lagipula orang-orang Israel maju lagi. Maka gemetarlah orang-orang Benyamin itu, sebab mereka melihat, bahwa malapetaka datang menimpa mereka. 42 Jadi larilah mereka dari depan orang-orang Israel itu, ke arah padang gurun, tetapi pertempuran itu tidak dapat dihindari mereka, lalu orang-orang dari kota-kota menghabisi mereka di tengah-tengahnya. 43 Mereka mengepung suku Benyamin itu, mengejarnya dengan tak henti-hentinya dan melandanya sampai di depan Gibea, di sebelah timur.
44 Dari bani Benyamin ada tewas delapan belas ribu orang, semuanya orang-orang gagah perkasa. 45 Yang lain berpaling lari ke padang gurun, ke bukit batu Rimon. Tetapi di jalan-jalan raya masih diadakan penyabitan susulan di antara mereka: lima ribu orang; mereka diburu sampai ke Gideom dan dipukul mati dua ribu orang dari mereka. 46 Maka yang tewas dari suku Benyamin pada hari itu seluruhnya berjumlah dua puluh lima ribu orang yang bersenjatakan pedang, semuanya orang-orang gagah perkasa. 47 Tetapi enam ratus orang berpaling lari ke padang gurun, ke bukit batu Rimon, dan tinggal empat bulan lamanya di bukit batu itu. 48 Tetapi orang-orang Israel kembali kepada bani Benyamin dan memukul mereka dengan mata pedang, baik manusia baik hewan dan segala sesuatu yang terdapat di sana. Juga segala kota yang terdapat di sana mereka musnahkan dengan api.
Paragraf panjang ini terutama mencatat pertempuran antara suku-suku Israel dengan suku Benyamin.
Seperti yang dinyatakan di akhir pasal 19, setelah mengalami apa yang terjadi pada orang Lewi dan gundiknya, 「… Perhatikanlah itu, pertimbangkanlah, lalu berbicaralah!」 (ayat 30) (Terjemahan TCV Mandarin atau BIMK 「… Kita tidak boleh tinggal diam. Kita harus berunding untuk bertindak!」). Faktanya, kisah tentang orang Lewi telah menyebar ke seluruh Israel, dan karena belum pernah ada yang seperti ini sejak Keluaran dari Mesir hingga sekarang, tampaknya saat ini krisis sudah sampai taraf 「disentuh sedikit saja akan meledak」.
Catatan penulis Alkitab cukup menarik; bermula di pasal 1 dicatat bahwa orang Israel bertanya kepada Allah: 「Siapakah dari pada kami yang harus lebih dahulu maju menghadapi orang Kanaan untuk berperang melawan mereka?」 Menjelang akhir 《Kitab Hakim-hakim》, karena masalah orang Lewi, orang Israel berkumpul untuk bertanya kepada Allah: 「Siapakah dari kami yang lebih dahulu maju berperang melawan bani Benyamin?」 (ayat 18). Catatan ini membuat kita sangat merasakan suatu kesedihan, orang Israel — di masa lalu 「bersatu sebagai satu」 melawan musuh, dan sampai di hari ini 「saling membunuh」. Umat pilihan seperti apa mereka? Ayat 1 dan 8, orang-orang Israel 「berkumpul menjadi seperti satu orang / gathered together as one man」 (KJV, CUV Mandarin. Sedangkan ITB menerjemahkan sebagai 「berkumpullah secara serentak」) , tetapi tujuan mereka sedemikian bersatu bukanlah untuk bersama-sama menyembah Allah, atau untuk berperang melawan musuh asing, tetapi untuk mempersiapkan perang menghadapi apa yang terjadi di Gibea! Bahkan, menjelang tahap akhir 《Kitab Hakim-hakim》, menunjukkan kepada kita bahwa 「ibadah」 tidak lagi menjadi pusat kehidupan Israel. Dari masalah orang Lewi, dan dari perbuatan jahat kelompok orang-orang dursila (pasal 19), pada akhirnya yang terjadi bukan lagi 「perang suci」 seperti yang dilakukan di masa lalu, tetapi adalah saling membunuh diri sendiri dalam umat itu. Ini sungguh adalah generasi「berbuat apa yang dikehendaki diri sendiri」! Daniel Block menunjukkan:「Dari teks berikutnya, peran orang Lewi yang tidak dikenal namanya ini jelas penting; meskipun dia dari pegunungan Efraim, ia ternyata mampu menyelesaikan hal yang gagal dilakukan oleh para hakim. Bahkan Debora dan Barak tidak dapat memobilisasi sumber daya militer negara dengan cara ini, apalagi membangkitkan persatuan Israel yang saling mendukung.」Tetapi apa yang menyedihkan? Orang-orang Israel sedemikian 「bersatu bagaikan satu orang」, tetapi mereka bukan untuk mengalahkan musuh asing!
Ketika orang Israel di ayat 18 bertanya: 「Siapakah dari kami yang lebih dahulu maju berperang …」, apa bedanya dengan pasal 1 「Siapakah dari pada kami yang harus lebih dahulu maju」? Di sini, sebelum orang-orang Israel bertanya kepada Allah, mereka telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk perang; beberapa peneliti Alkitab menunjukkan bahwa di sini dapat dilihat bahwa orang Israel benar-benar telah pasti akan rencana mereka, dan mereka menganggap Allah sebagai salah satu dari berhala-berhala, dan tanggung jawab-Nya hanya menegaskan segala sesuatu yang hendak dilakukan oleh orang Israel. Kalimat jawaban Allah: 「Suku Yehudalah lebih dahulu」 (ayat 18) menggemakan jawaban-Nya kepada orang Israel di ayat 1:2, hanya saja, orang Israel hari ini sudah sama sekali berbeda dengan di masa lalu.
Pada awal perang, Israel mengalami serangkaian kesulitan. Sampai ayat 23 mencatat, mereka 「menangis」 atas kekalahan perang, sehingga mereka bertanya kepada Allah lagi: 「Akan pergi pulakah kami berperang melawan bani Benyamin, saudara kami itu?」 Jelas bahwa mereka belajar, mereka tidak lagi 「bertanya」 dengan sikap memberi perintah seperti sebelumnya, tetapi dengan rendah hati menunggu kehendak Allah. Hanya saja, hasil pertempuran, Israel tetap dikalahkan oleh Benyamin.
Ayat 26 mencatat: 「pergilah semua orang Israel, yakni seluruh bangsa itu, lalu sampai di Betel; di sana mereka tinggal menangis di hadapan TUHAN …」 Apa ironisnya? Saat yang pertama (ayat 18) dan kedua (ayat 23), tidak ada hadirnya 「seluruh bangsa itu」. Ketiga kalinya kita melihat seluruh bangsa itu berkumpul, dan mereka 「menangis di hadapan TUHAN」, disertai 「puasa 」dan「mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN」 ── 「korban bakaran」 dipersembahkan untuk penebusan, dan「korban keselamatan」adalah untuk memulihkan hubungan perjanjian dengan Allah. Di sini kita melihat perubahan penting ── umat Israel akhirnya menegaskan kembali bahwa Allah adalah Tuhan atas komunitas mereka! Jadi, di ayat 28 mereka bertanya: 「Haruskah kami maju sekali lagi untuk berperang melawan bani Benyamin, saudara kami itu, atau haruskah kami hentikan itu?」 Ungkapan 「haruskah kami hentikan itu」 mengingatkan kita: umat Israel akhirnya mau mengesampingkan ide-ide kehendak diri sendiri dan menyerahkan kembali kepemimpinan kepada Allah (sebelumnya dituliskan berulang 「… pada zaman itu, ketika tidak ada raja di Israel …」), hasil pertempuran ini berbeda, dan orang Benyamin dikalahkan.
Renungkan:
Berharga untuk kita renungkan adalah: 「bersatu hati」 berarti menaati ajaran dan kepemimpinan Allah? Ataukah, 「bersatu hati」 kita hanya diletakkan pada kelompok, atau bahkan preferensi keinginan pribadi? Kita berdoa 「bertanya」 apakah tujuannya adalah untuk mematuhi perintah Allah? Ataukah kita sebenarnya tidak peduli dengan kehendak Allah di balik doa 「bertanya」 kita itu? Apa petunjuk yang kita dapatkan dari pertempuran di bagian akhir 《Kitab Hakim-hakim》?
Renungan pemahaman Kitab Hakim-hakim
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hakim-hakim ditulis oleh Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) dipublikasi pada bulan April 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.