Tag Archives: Doa Syafaat

Amos 7:7-9

Tali Sipat sebagai Tolok Ukur
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 7:7-9 [ITB])
7 Inilah yang diperlihatkan-Nya kepadaku: Tampak Tuhan berdiri dekat sebuah tembok yang tegak lurus, dan di tangan-Nya ada tali sipat. 8 Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku: Apakah yang kaulihat, Amos? Jawabku: Tali sipat! Berfirmanlah Tuhan: Sesungguhnya, Aku akan menaruh tali sipat di tengah-tengah umat-Ku Israel; Aku tidak akan memaafkannya lagi. 9 Bukit-bukit pengorbanan dari pada Ishak akan dilicintandaskan dan tempat-tempat kudus Israel akan diruntuhkan, dan Aku akan bangkit melawan keluarga Yerobeam dengan pedang.

Tali Sipat

Allah sekali lagi mengungkapkan sebuah penglihatan kepada nabi Amos, ia melihat Allah memegang sebuah tali sipat yang biasa — sebuah tali yang diikat dengan bandul logam pemberat logam, yang digunakan oleh pekerja konstruksi sebagai patokan tolok ukur untuk memeriksa apakah sebuah bangunan berdiri secara tegak vertikal tidak miring. Allah berdiri di dekat tembok, memegang tali sipat, makna yang sangat jelas bahwa Allah mengukur umat-Nya, apakah mereka hidup mengikuti standar patokan dari Allah. Penglihatan ini mengalihkan fokus sebelumnya pada kenyataan penghakiman yang dilambangkan dalam penglihatan belalang dan api, kini berpindah kepada dasar penghakiman, dasar itu adalah menilai apakah tembok itu dibangun sesuai dengan standar, atau apakah tembok yang selesai dibangun itu dalam perjalanan waktu berubah miring atau rusak.

Dalam penglihatan ini, Allah yang proaktif bertanya kepada Amos apa yang dilihat dia? Amos dengan sangat sederhana dan langsung menjawab tali sipat, ia dengan jelas memahami arti dari penglihatan ini, ia juga tahu apa yang menjadi makna utama dari penglihatan ini, dia melihat tali sipat — yang mewakili standar Allah — itu sudah cukup. Dia tidak menggambarkan dinding yang dilihatnya — mewakili keadaan umat Allah Israel — karena maknanya sudah sangat jelas, tali sipat diletakkan di dinding maka semuanya tampak terlihat jelas di depan mata, jadi tidak perlu banyak penjelasan lagi.

Allah secara proaktif mengumumkan lagi bahwa penghakiman-Nya akan datang, Allah menggantungkan tali sipat di antara Israel untuk mengukur mereka, ternyata hasilnya terlalu jauh dari standar. Allah tidak menunggu nabi Amos meminta pengampunan atau meminta-Nya berhenti seperti yang ia lakukan dua kali sebelumnya, Dia langsung mengumumkan Aku tidak akan memaafkannya lagi. Dua kali sebelumnya permohonan kepada Allah, dan Allah menghindarkan dari bencana belalang dan api, tetapi kali ini nabi Amos tidak bertindak seperti leluhur Yakub ketika bergulat dengan Allah di tempat penyeberangan sungai Yabok, yang mati-matian tidak mau menyerah jika tidak mendapatkan berkah dari Allah (Kej. 32:22-29), juga tidak seperti leluhur Abraham yang berdoa syafaat menjadi pengantara bagi orang benar yang ada di Sodom, dari jika ada lima puluh orang benar dapat diampuni, dan berulang kali dikurangi menjadi empat puluh lima, empat puluh, tiga puluh, dua puluh, dan akhirnya sepuluh, total sudah menawar enam kali (Kej. 18:22-33). Kali ini, Amos hanya memohon dua kali dan berhenti. Apakah karena Allah sudah terlebih dahulu menyatakan penghakiman-Nya tidak akan mengampuni Israel lagi sebelum dia sempat membuka mulut?

Dalam penglihatan ini Allah kepada Amos mengungkapkan penghakiman-Nya atas agama dan politik Israel, terdapat dua yang dihancurkan: bukit-bukit pengorbanan Ishak dan keluarga Yerobeam. Ishak adalah nenek moyang orang Israel, ia membangun mezbah di Bersyeba (Kej. 26:23-25), Bersyeba berada di selatan Yehuda, tetapi orang Israel masih senang beribadah di altar di tempat ini, di bawah penghakiman Allah, tidak peduli altar Ishak atau tempat-tempat kudus Israel akhirnya akan sama – dilicintandaskan dan diruntuhkan hancur. Kedua yang menerima penghakiman adalah keluarga kerajaan — keluarga Yerobeam, Allah mengumumkan bahwa Ia akan menggunakan pedang untuk menyerang keluarga Yerobeam, Allah menggunakan Salum yang hanya duduk di takhta menjadi raja satu bulan, Salum berkhianat setelah Zakharia putra Yerobeam enam bulan naik takhta menjadi raja, ia membunuh Zakharia di depan orang banyak, memenuhi nubuat di sini (2 Raj. 15:10).

Renungkan:
Mengapa Amos tidak memohon lagi kepada Allah? Kita tidak tahu. Jika dia terus memohon, akankah Allah mengampuni? Kita tidak tahu. Apa persamaan dan perbedaan antara permohonan Amos dan Abraham? Dan bagaimanakah kita menaikkan doa permohonan bagi dunia saat ini? Adakah berdoa memohon bagi negara kita hari ini? berdoa bagi gereja hari ini? Berdoa memohon bagi diri kita hari ini? Mohon supaya hati kasih Abraham terhadap orang berdosa diberikan Allah kepada kita.

Nabi Amos melihat tali sipat tegak lurus, dia melihat standar Tuhan, tetapi penglihatan dia tidak menyebutkan bagaimana penampilan tembok dalam penglihatan itu. Allah bangkit, Ia dalam murka yang sudah pasti, dan Ia bangkit untuk menghukum oleh diri-Nya sendiri, jelas bahwa Israel terlalu jauh dari standar Allah. Seberapa jauh dunia saat ini dari standar Allah? Seberapa jauh gereja Allah dari standar Allah? Berdoa mohonlah supaya Allah menghentikan murkanya.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 7:4-6

Api Datang Membakar Habis Segalanya
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 7:4-6 [ITB])
4 Inilah yang diperlihatkan Tuhan ALLAH kepadaku: Tampak Tuhan ALLAH memanggil api untuk melakukan hukuman. Api itu memakan habis samudera raya dan akan memakan habis tanah ladang. 5 Lalu aku berkata: Tuhan ALLAH, hentikanlah kiranya! Bagaimanakah Yakub dapat bertahan? Bukankah ia kecil? 6 Maka menyesallah TUHAN karena hal itu. Inipun tidak akan terjadi, firman Tuhan ALLAH.

Allah membentuk kawanan belalang untuk menghukum Israel, ketika nabi Amos memohon kepada Allah, Allah untuk sementara waktu menghentikan bencana tersebut, tetapi Israel tidak berubah dan tidak menyesal, maka Allah memerintahkan api untuk melaksanakan penghakiman.

Segala ciptaan diciptakan oleh Tuhan, termasuk semua laut, darat, udara, dan makhluk yang ada. Semua yang berwujud dan tidak berwujud juga ada dalam kendali Tuhan. Ia menciptakan angin (Amos 4:13), menurunkan api (Amos 1:4, 7, 10, 12; 2:2, 5), Allah juga memperdengarkan suara-Nya seperti guntur (Amos 1:2); hama belalang adalah bencana alam, api tidak seluruhnya demikian masalahnya, di satu sisi panasnya musim panas yang seperti api meletus, bumi terjemur dengan terik dan membuat kekeringan di tanah yang dapat menyebabkan kebakaran hutan, sulit dipadamkan, ini adalah bencana alam; tetapi jika dibakar habis oleh musuh setelah kalah perang, api yang besar ini adalah bencana perang buatan manusia.

Meskipun belalang memakan hasil panen, setelah belalang lewat, tanah tidak menjadi rusak dan sumber airnya tidak diserang, ketika petani menanam ulang, masih bisa berharap panen lagi. Wabah belalang ada di musim semi, dan bencana kebakaran mungkin terjadi di musim panas. Di sini Allah memerintahkan api datang untuk menghakimi, bencana api ini memiliki dua tingkat invasi. Tingkat pertama, api memakan habis samudera raya, samudera raya bisa mengacu pada kedalaman di bawah tanah dan merupakan sumber air yang dalam (lih. ITL segala mata air, ISH samudra di bawah bumi). Pada saat itu meyakini bahwa semua sumber air berasal dari kedalaman di bawah tanah, air adalah untuk mengairi sawah ladang, memberikan pertumbuhan bagi semua yang hidup; tetapi api tidak hanya menelan tanah yang ditanami, itu juga menelan air tanah yang menyuburkan tanaman, membuatnya kering, menghancurkannya begitu dalam sehingga tidak bisa dipulihkan. Kehancuran tingkat kedua adalah membakar habis tanah ladang, segala yang ada di atas tanah, termasuk tanaman pertanian atau bangunan buatan manusia, termasuk tanah yang dijanjikan Allah kepada Israel juga akan dibakar habis oleh api. Tanah ladang dan samudera raya mencakup semua yang ada di tanah dan bawah tanah, dan semuanya terbakar habis.

Nabi Amos sekali lagi memohon kepada Allah, ia mengganti permohonannya berikanlah pengampunan (ayat 7:2) dengan kata hentikanlah (7:5), sebelumnya nabi Amos meminta Allah untuk mengampuni Israel, Allah tidak menjawab, karena pengampunan mengharuskan orang bertobat. Kali ini nabi Amos melihat bahwa bencana itu sangat kritis, jadi dia berusaha meminta Allah menghentikan – terus berusaha agar Allah meletakkan dahulu tindakan hukuman-Nya.

Allah sekali lagi mengubah pikiran-Nya, dan sekali lagi untuk sementara waktu menarik kembali bencana ini.

Renungkan:
Bencana setiap kali datang memberikan dampak yang makin luas, apakah menarik perhatian orang percaya? Lihatlah dunia: belalang, kebakaran hutan, gempa bumi, banjir, epidemi, perang, merajalela di mana-mana, orang-orang terperangkap di dalam penderitaan, di manakah ada orang-orang percaya yang merespons? Apakah ada orang-orang percaya yang bersaksi dan memberitakan Injil kepada orang-orang yang telah dibangunkan Allah untuk mencari Tuhan? Mari kita tidak hanya mengangkat tangan kudus kita untuk berdoa kepada Tuhan, tetapi juga mengulurkan tangan persahabatan, dan memberikan arah jalan kepada orang-orang yang belum percaya; dan membuka mulut kesaksian kita untuk menyampaikan berita penghiburan dan keselamatan Allah. Dalam bencana dan epidemi, kita tidak lupa untuk memberitakan Injil kabar sukacita.

Bencana kebakaran demikian besar, sampai menghancurkan akar-akar bumi, bagaimana keadaan dari akar iman kita? Apakah terkikis oleh bencana dan hancur sekejap mata?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 7:1-3

Belalang Memakan Habis
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 7:1-3 [ITB])
1 Inilah yang diperlihatkan Tuhan ALLAH kepadaku: Tampak Ia membentuk kawanan belalang, pada waktu rumput akhir mulai tumbuh, yaitu rumput akhir sesudah yang dipotong bagi raja. 2 Ketika belalang mulai menghabisi tumbuh-tumbuhan di tanah, berkatalah aku: Tuhan ALLAH, berikanlah kiranya pengampunan! Bagaimanakah Yakub dapat bertahan? Bukankah ia kecil? 3 Maka menyesallah TUHAN karena hal itu. Itu tidak akan terjadi, firman TUHAN.

Mulai Amos 7:1 hingga 9:10 nabi Amos menuliskan lima penglihatan. Apakah penglihatan itu? Penglihatan adalah Allah menggunakan benda atau sesuatu yang ada di sekitar manusia atau bahasa simbolis yang dapat dipahami untuk mengekspresikan kehendak-Nya. Tujuan dari penglihatan bukan untuk memberikan pengalaman supranatural kepada nabi Amos, tetapi tujuan dari penglihatan ini adalah memberi kesempatan kepada umat Allah yang tidak percaya untuk berbalik kembali. Sebelumnya sudah diberikan banyak pesan secara langsung, tetapi mereka tidak percaya, sekarang Allah menggunakan penglihatan untuk memperingatkan bangsa Israel. Jika mereka masih tidak menurut, ini akan semakin membuktikan ketidakpercayaan mereka.

Setiap penglihatan melibatkan nabi Amos secara pribadi di dalamnya, Inilah yang diperlihatkan Tuhan ALLAH kepadaku (Amos 7:1, 4; 8:1), Inilah yang diperlihatkan-Nya kepadaku (Amos 7:7), Kulihat(Amos 9:1). Dalam empat paragraf pertama, terdapat dialog antara TUHAN dan nabi Amos, yang menekankan bahwa nabi Amos mengalaminya secara langsung. Ia memberikan penjelasan atas setiap penglihatan, menunjukkan bahwa penghakiman akan datang. Nabi Amos dapat melihat penglihatan dan dapat memahami maknanya, itu karena kepekaan spiritual nabi Amos.

Penglihatan pertama terjadi pada musim semi, ketika tanaman baru saja tumbuh kedua kali, itu adalah tanaman musim semi yang tumbuh setelah raja memanennya (ITB menerjemahkan 7:1 sebagai … pada waktu rumput akhir mulai tumbuh, yaitu rumput akhir sesudah yang dipotong bagi raja, lih. ISV, NIV, FAYH … tanaman yang tumbuh setelah tuaian yang pertama dikumpulkan untuk diserahkan kepada raja sebagai pajak). Ada dua panen di musim semi, panen pertama digunakan untuk membayar pajak untuk menghidupi keluarga kerajaan dan tentara; panen kedua barulah menjadi milik petani. Tetapi ketika tanaman baru saja tumbuh TUHAN Allah membentuk kawanan belalang, jelas di sini bahwa belalang diciptakan oleh Tuhan, dibentuk-Nya dengan tujuan. Akibatnya, belalang memakan habis semua tumbuh-tumbuhan di tanah, dan umat itu menjadi tidak memiliki apa-apa. Panen pertama merupakan milik raja, dan panen kedua dimakan habis oleh belalang, dan umat itu sedikitpun tidak memiliki makanan.

Nabi Amos memohon kepada Allah, bahwa Yakub terlalu lemah, bagaimana ia bisa tahan terhadap serangan keras ini? Jadi nabi Amos meminta pengampunan kepada Allah untuk Yakub. Ada dua poin penting dari perkataan nabi Amos, yang pertama adalah bahwa Yakub terlalu lemah; ini sangat kontras dengan kemakmuran dan kekuatan militer Israel. Nabi Amos meminta pengampunan Tuhan karena umat Allah tidak akan mampu menanggung hukuman ini. Poin penting kedua adalah bahwa nabi Amos sendiri saja yang meminta pengampunan, dan permohonan ini bukan karena orang Israel bertobat lalu mencari pengampunan.

Allah adalah Tuhan yang penuh kasih, Dia memiliki rahmat anugerah dan belas kasihan. Karena permohonan nabi Amos, Allah merubah kehendak-Nya – menyesallah TUHAN (Amos 7:3). Kata menyesal memiliki makna asli menghela napas terluka sedih. Allah mencintai Israel dan tidak tega bahwa mereka menderita, tetapi Tuhan adalah adil benar maka Ia harus menghukum dosa, jika orang bertobat dari dosa dan memohon kepada Tuhan, mereka dapat diselamatkan oleh keadilan Tuhan. Menyesallah TUHAN, Allah hanya menarik kembali hukuman yang telah Ia tetapkan, tetapi Ia tidak memaafkan Israel dengan begitu saja, karena Israel belum mengetahui pelanggarannya dan masih belum bertobat berbalik kepada Allah. Hanya karena doa permohonan nabi Amos, Tuhan untuk sementara menghindarkan bencana yang seharusnya, dan kali ini umat itu terhindar dari bencana kelaparan.

Renungkan:
Nabi Amos dapat mengalami penglihatan yang diberikan oleh Allah, adalah karena kepekaan rohaninya, kepekaan ini merupakan akumulasi dari tempaan pengalaman. Saudara dan saudari, sudahkah Anda menumbuhkan kepekaan dalam kehidupan rohani?

Allah akan menghindarkan hukuman bagi semua orang karena permohonan satu orang. Sudahkah Anda berdoa kepada Tuhan untuk pengampunan atas bencana di negara dan tempat Anda tinggal hari ini? Sudahkah Anda berdoa kepada Tuhan untuk pengampunan atas bencana yang terjadi di dunia? Allah adalah Tuhan yang penuh rahmat dan belas kasih, Ia memerintahkan belalang dan api untuk menghakimi Israel pada hari itu, ketika nabi Amos memohon, maka Ia untuk sementara menghindarkan bencana ini, bencana di negara kita dan dunia saat ini tidak harus disebabkan karena hukuman dari Allah, tetapi pasti atas izin dari Allah, adakah 「Amos」 yang berdoa untuk negara masing-masing, dan untuk dunia?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

1 Tesalonika 1:1-5 (3)

「Karya Pekerjaan Allah」
Oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Tes. 1:1 [ITB])
1 Dari Paulus, Silwanus dan Timotius kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang di dalam Allah Bapa dan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu. 2 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami. 3 Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita. 4 Dan kami tahu, hai saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu. 5 Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu.

Berkenaan dengan kinerja luar biasa dari orang-orang percaya di Tesalonika, Paulus yakin bahwa itu karena pekerjaan Allah. Dia menunjukkan bahwa mereka adalah saudara-saudara yang dikasihi Allah serta dipilih oleh Allah (ayat 4). Bukan Paulus yang memilih mereka ketika ia berada di sana mengabarkan Injil selama tiga minggu, juga bukan karena mereka memilih Yesus di bawah bimbingan Paulus, tetapi Allah sendiri yang memilih mereka. Seperti yang ditekankan Yesus, bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Hanya hasil pekerjaan Allah Pencipta dan yang menggenapkan, yang dapat memelihara mereka sampai akhir. Jika murni karena kehendak atau preferensi manusia, akan sulit untuk tetap bertahan ketika menghadapi kesulitan.

Dalam hal urutan waktu, terlebih dahulu ada pemilihan Tuhan, kemudian barulah ada perilaku baik manusia; tetapi jika berdasarkan proses cara manusia memahami, karena kita tidak dapat melihat dengan mata atas pemilihan Tuhan, kita hanya dapat membedakannya dari perilaku, jadi pertama-tama kita melihat perubahan perilaku baik manusia, lalu menyimpulkan bahwa ini adalah pemilihan Allah. Patut diperhatikan bahwa apa yang dikatakan Paulus di sini adalah pemilihan Allah atas seluruh kelompok orang percaya, bukan pemilihan orang percaya secara individu, ini bersifat kolektif bukan pribadi. Seperti Petrus menyebut komunitas orang percaya sebagai bangsa yang terpilih (1 Petrus 2:9). Oleh karena itu, pemilihan yang dibicarakan di sini menonjolkan kedaulatan Allah atas keselamatan manusia: pertama-tama Ia telah memilih, barulah manusia bisa mendapatkan keselamatan; konteks perkataan Paulus di sini bukan tentang siapa yang diselamatkan, siapa yang binasa; pemilihan menentukan sumber asal kita, ia di sini bukan berbicara tentang tujuan akhir kita. Keselamatan yang dimiliki terdapat pemilihan Allah.

Orang percaya diselamatkan oleh pemilihan Allah, maka ketika Paulus mengabarkan Injil kepada mereka bukan karena menggunakan kata-kata atau pesona dirinya, mereka ditarik bukan oleh kefasihan Paulus yang sangat indah sehingga memutuskan untuk percaya kepada Tuhan, tetapi secara langsung dipengaruhi oleh kuasa mukjizat Allah dan Roh Kudus bahwa mereka percaya kepada Kristus. Selain itu, juga bukan murni didasarkan pada penilaian rasional atau preferensi emosional, tetapi merupakan lompatan iman. Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh (1:5a). Paulus berkata dalam 1 Kor. 4:20, Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa. Kata kekuatan dapat merujuk pada tanda-tanda nyata dan keajaiban (signs and wonders), dapat juga menunjuk kepada alam yang tampak biasa bagi mata jasmaniah. Seperti yang dikatakan 1:5 kekuatan oleh Roh Kudus, secara tata bahasa kata kekuatan dan Roh Kudus dapat merujuk pada hal yang sama. Roh Kudus adalah penjelasan dari kekuatan. Jadi, manifestasi kepenuhan Roh Kudus adalah kekuatan, termasuk pemberitaan Paulus membawa kuasa Roh Kudus. Setiap orang yang mengakui kebenaran salib ternyata adalah buah dari hikmat dan kuasa Allah, dan setiap perubahan hidup karena iman adalah mukjizat Allah. Ya, setiap pelayanan yang membawakan hasil rohani datang dari kuasa dan Roh Kudus, percaya kepada Yesus dan pertumbuhan kehidupan terlebih merupakan buah dari kuasa dan Roh Kudus. Selama kita memiliki pelayanan penginjilan dan melengkapi orang, kita dapat melihat bahwa hal yang tampaknya abstrak ini adalah fakta yang sungguh benar. Bukan mengandalkan kekuatan, bukan pada kepandaian, tetapi mengandalkan Roh TUHAN barulah dapat berbuah.

Frasa kepastian yang kokoh tidak merujuk pada seberapa besar iman itu kuat atau lemah, terutama untuk tidak mengatakan bahwa orang memiliki iman yang kuat; tetapi berbicara tentang iman yang nyata, mengikuti Tuhan dengan jujur dan setia. Ini tentang iman yang benar atau salah, bukan kuat atau lemahnya iman, ini adalah masalah kualitas, bukan masalah kuantitas. Bukan kebetulan bahwa Paulus menggunakan kefasihannya bersama dengan kuasa dan Roh Kudus. Ini adalah prinsip pelayanan dirinya yang konsisten. Meskipun orang Tesalonika hanya bersamanya untuk waktu yang singkat, mereka juga dapat menjadi saksi atas tindakan diri Paulus, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu (1:5b) Tidak perlu membela atas apa yang dia katakan, percaya bahwa para pendengarnya setuju dengan apa yang dia beritakan, percaya bahwa penampilannya di masa lalu telah sepenuhnya bersaksi atas apa yang dia katakan. Paulus adalah orang yang jujur, mulut dan hati adalah sama, bertindak seperti apa yang ia percaya dan katakan. kiranya kita dapat bertindak seperti ini di dalam hidup pelayanan kita.

Renungkan:
Iman bukanlah menerima seperangkat doktrin dan aturan agama, dan kemudian bergabung dengan organisasi keagamaan, tetapi bertemu Yesus Kristus, hidup kita diterobos masuk ke dalam oleh-Nya, dan kemudian sepenuhnya diputarbalikkan seluruhnya. Tuhan yang kita percayai adalah Allah yang hidup, Dialah yang kita imani.
Dengan hidup dalam Yesus, hal-hal luar biasa terjadi, dan kehidupan menjadi tidak biasa-biasa. Selain menerima pengampunan-Nya atas dosa-dosa kita, kita juga mengalami kuasa dosa dikalahkan, dan mengalami fakta bahwa kita benar-benar dibebaskan. Ini adalah kunci kepatuhan kita terhadap perintah Yesus: jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang. Kita keluar dari kegelapan dan masuk ke dalam terang yang luar biasa; kita diperdamaikan dengan Allah Pemilik langit dan bumi, kita berdamai dengan diri kita sendiri, dan dengan semua orang di sekitar kita; juga mengalami berbagai rahmat Allah, besar atau kecil ditemukan di dalam hidup ini. Semua ini menunjukkan bahwa di dalam dunia natural ini kita mengalami pengalaman supranatural, pengalaman yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan iman kita.

Kekuatan dan Roh Kudus, serta kepastian iman yang kokoh, adalah elemen kunci dari iman. Tolong jangan menganggapnya sebagai sesuatu yang hanya ditekankan oleh denominasi tertentu saja. Tanpa itu, iman kita kosong juga sia-sia, dan tidak mungkin untuk menghadapi berbagai ujian dan pencobaan. Hanya ketika kita mengalami realitas dari supranatural barulah kita dapat memandang ringan terjangan penderitaan yang dibawakan realitas hidup.

Ketika musim dingin tiba, gereja harus memperkuat pertahanannya. Ini bukan mengatakan bahwa berbagai strategi penanggulangan harus dikerahkan secara aktif, tetapi untuk membangun fondasi yang kuat dan melakukan pekerjaan dengan baik dalam pembangunan kehidupan rohani orang percaya. Kita tidak perlu mempelajari teori-teori kompleks untuk menghadapi serangan-serangan hebat, Yesus telah berjanji bahwa di masa depan, jika kamu digiring dan diserahkan, janganlah kamu kuatir akan apa yang harus kamu katakan, tetapi katakanlah apa yang dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Kudus(Markus 13:11); kuncinya hanya apakah ada Roh Kudus dalam hidup kita? Apakah mendapatkan dan menerapkan kuasa Roh Kudus?


Renungan pemahaman Surat 1 Tesalonika

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Tesalonika ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín)) yang dipublikasi pada bulan Maret 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

1 Tesalonika 1:1-5 (2)

「Pelayanan Doa Syafaat」
Oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Tes. 1:1 [ITB])
1 Dari Paulus, Silwanus dan Timotius kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang di dalam Allah Bapa dan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu. 2 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami. 3 Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita. 4 Dan kami tahu, hai saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu. 5 Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu.

Paulus menyatakan penghargaannya kepada orang-orang percaya di Tesalonika segera setelah pembukaan dan salam, pertama-tama dengan menyatakan rasa terima kasih kepada Allah, dan kemudian barulah secara langsung memuji orang-orang percaya. Penampilan luar biasa dari orang-orang percaya membuat Paulus tidak bisa menahan diri untuk tidak mengucapkan syukur kepada Tuhan saat dia berdoa syafaat bagi mereka. Paulus berkata bahwa ia selalu (1:2) dan tiada henti (ITB: selalu; KJV: without ceasing) (1:3) berdoa syafaat bagi orang percaya Tesalonika. Bukan sekali-kali satu kali atau dua kali, tapi tiada henti. Ini memberikan contoh penting bagi mereka di generasi mendatang yang akan mewarisi pelayanan pengajaran dan pastoral. Penulis renungan berulang kali mengingatkan bahwa semua pelayanan adalah berdasarkan pelayanan berdoa syafaat. Guru adalah pendoa syafaat, nabi adalah pendoa syafaat, penginjil adalah pendoa syafaat, dan gembala adalah pendoa syafaat. Jika kita menegaskan bahwa pelayanan bukanlah kinerja dan peran kita sendiri yang didalam arahkan diri sendiri, tetapi menjadi rekan kerja bersama dengan Allah yang hidup, jika kita percaya bahwa pekerjaan manusia yang terbatas di dalam menanam atau menyiram itu hanya peran sekunder, tidak terhitung apa-apa, hanya Allah yang membuat kehidupan dapat bertumbuh, maka sementara kita melakukan yang terbaik untuk melayani, kita harus menyerahkan orang-orang yang kita layani kepada Allah, meminta Dia untuk memberikan kasih karunia dan pertolongan. Jika Tuhan tidak melakukan apa-apa, semua yang kita lakukan sia-sia. Semua pelayanan harus menemani doa syafaat dan melalui doa dapat diselesaikan.
Frasa karena kamu semua arti aslinya adalah semua orang. Pada saat ini gereja Tesalonika berskala kecil, dan bahkan jika terus bertumbuh, jumlahnya tidak akan jauh lebih besar daripada saat Paulus ada di antara mereka, jadi Paulus mengenal sebagian besar dari mereka. Menyebut kamu dalam doa kami mengandung harapan bisa mengatakan ini kepada saudara-saudari, tentu saja ini pasti kata-kata yang jujur. Di dalam doa syafaat kita terhubung dengan saudara dan saudari kita, dan kita melayani mereka dalam doa.

Doa Paulus berterima kasih kepada Tuhan atas orang Tesalonika. Kinerja iman mereka melebihi perkiraan semula. Dia tinggal di Tesalonika hanya selama tiga minggu, bahkan jika beberapa orang percaya percaya kepada Tuhan pada hari pertama pelayanannya, mereka mengikutinya untuk waktu yang singkat. Ketika tim Paulus pergi, mereka harus menghadapi semua jenis kesengsaraan sendirian, dan tidak ada yang mengajar dan menggembalakan mereka, mereka seperti anak yatim terlantar. Menurut perhitungan akal sehat, kebanyakan dari mereka seharusnya tidak dapat bertahan dalam ujian penganiayaan, melepaskan iman Kristen mereka, dan kembali ke agama masing-masing Yahudi dan non Yahudi. Paulus mencemaskan Tesalonika, selalu rindu untuk kembali melayani mereka, ia selalu merasa berutang atas ketidakmampuannya datang ke sana secara langsung mendidik dan mengajar. Namun, ketika dia mengutus Timotius ke Tesalonika untuk menyelidiki situasi mereka, berita yang dia terima adalah bahwa mereka masih berpegang teguh pada iman mereka dan tidak jatuh dalam kemurtadan. Hal ini membuat Paulus sangat bersukacita dan segera menyatakan rasa terima kasihnya kepada Tuhan dan memuji karya Allah yang ajaib ini. Paulus tidak hanya memberi tahu Tesalonika bahwa ia berdoa syafaat bagi mereka, tetapi juga menjelaskan isi dari doa syafaatnya yang memuji Allah atas mereka, tentu saja ini merupakan pengakuan atas kinerja mereka. Dia memuji orang-orang percaya atas tiga kepribadian dan perilaku mereka: pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus …(1:3).

Tiga perilaku: pekerjaan iman, usaha kasih, dan ketekunan pengharapan, tiga ini bukan independen tetapi saling terhubung. Bekerjaberarti partisipasi aktif dan mempraktikkan (merealisasikan). Paulus tidak menyebutkan secara terperinci pekerjaan apa yang mereka lakukan di sini, mencakup memberitakan Injil, membangun murid dan mendirikan gereja, bukankah ini sepatutnya tugas utama mereka? Usaha (bersusah payah)mengacu pada bagaimana menghadapi kesulitan dan kesusahan dalam pekerjaan iman, serta berbagai harga yang harus dibayar secara mental dan emosi. Melayani tidak pernah ringan, dan Paulus sering menggunakan usaha (bersusah payah / kerja keras)untuk menggambarkan pelayanannya. Ketekunanadalah semua manifestasi dari proses menanti setelah kita melakukan pekerjaan, kita menunggu Tuhan yang bekerja dan menunggu Tuhan untuk menumbuhkan kehidupan. Hidup berakar dan tumbuh tidak pernah dilakukan dalam semalam, dibutuhkan kerja keras bertahun-tahun untuk membangun orang dan pengudusan membutuhkan waktu serta usaha, oleh karena itu, gairah sesaat saja tidak cukup, harus memiliki cukup tekad ketekunan, barulah bisa kuat bertahan. Paulus menggunakan iman, kasih, dan pengharapan untuk menjelaskan pekerjaan, usaha, dan ketekunan. Bekerja adalah ekspresi iman, usaha (kerja keras) adalah ekspresi kasih, dan ketekunan adalah ekspresi pengharapan. Manifestasi iman orang percaya di Tesalonika menunjukkan bahwa mereka berkepenuhan dalam iman, kasih, dan pengharapan.

Renungkan:
Di sini penulis renungan berulang kali menekankan pentingnya syafaat. Syafaat itu sendiri adalah suatu pelayanan, dan juga merupakan pokok dari semua pelayanan. Sambil memberikan perhatian dan pelayanan pastoral kepada orang yang menerima pelayanan ini, kita harus menyerahkan mereka kepada Tuhan melalui doa, dan memohon Tuhan untuk memberi mereka pertolongan yang paling tepat secara pribadi.

Doa syafaat yang pertama serta terutama merupakan memahami dan menemukan diri, yakni mengakui bahwa diri memiliki pengetahuan dan kemampuan yang terbatas, tidak berdaya memberi orang percaya bantuan yang paling tepat. Saya dapat membagikan semua sumber daya dan pengalaman saya dengan orang lain, tetapi mengandalkan ini saja tidak dapat membuat orang menembus dan melampaui batasan keluar dari belenggu kesulitan, dan mengubah hidup mereka. Saya bersedia menjadi teman bagi orang lain untuk berjalan bersama, menangis dan tertawa bersama mereka, tetapi saya selamanya tidak pernah bisa menggantikan dirinya untuk menanggung nyawanya dan salibnya, juga saya tidak bisa berada di sisinya, siang dan malam. Namun, Tuhan Yesus sajalah yang dapat mengubah hidup dan membuat hidup bertumbuh; Tuhan dapat memasuki dunia kehidupan seseorang siapapun dia untuk dihancurkan dan dibangun kembali, Tuhan selalu beserta bersama kita dan tidak pernah meninggalkan, selalu memberi kita pertolongan kapan saja. Saya tidak bisa, Tuhan Yesus bisa.

Kedua, bahwa doa syafaat merupakan pemahaman atas sifat pelayanan, menyatakan bahwa kita hanyalah bekerja bersama Allah. Tidak ada pelayanan, tidak peduli seberapa besar atau kecil, tidak mungkin bisa merupakan perjuangan diri kita sendirian saja. Kita tidak dapat melakukannya sendiri, tetapi mengandalkan Roh Allah barulah bisa menggenapkan pelayanan. Imanuel diterjemahkan adalah Tuhan dan kita, ini adalah berkat yang Yesus bawakan kepada kita dengan penjelmaan-Nya datang ke dunia. Hidup saya adalah perjalanan Tuhan dan aku, dan pelayanan saya itu adalah kisah Tuhan dan aku. Apa kehebatan dan kemampuan kita sehingga dapat begitu pantas menerima Allah sehingga dapat dipandang layak untuk memiliki sebagian kecil dalam pekerjaan-Nya yang agung – bahkan jika itu hanya bagian yang paling rendah.

Marilah kita senantiasa menyebutkan orang-orang yang kita kasihi dan layani di dalam dalam doa.


Renungan pemahaman Surat 1 Tesalonika

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Tesalonika ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín)) yang dipublikasi pada bulan Maret 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 16:1-3

「Menghasut dan Binasa」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 16:1-3 [ITB])
1 Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang 2 untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan. 3 Maka mereka berkumpul mengerumuni Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?

Bilangan pasal 12 sampai 16 sebanyak tiga kali berbicara tentang kepemimpinan Musa mendapat tantangan provokasi (perbuatan untuk membangkitkan kemarahan; tindakan menghasut), yang pertama adalah saudara perempuan Musa, Miryam dan saudaranya, Harun (pasal 12), yang segera berkembang menjadi sepuluh mata-mata yang beriman kecil (pasal 13 – 14), dan kemudian berkembang menjadi 250 pemimpin seperti kelompok Korah, Datan dan Abiram (pasal 16). Insiden-insiden ini terjadi pada awal perjalanan padang gurun Israel, akibatnya, memasuki Tanah Perjanjian tertunda selama tiga puluh delapan tahun sampai generasi pertama Keluaran dari Mesir semuanya mati di padang belantara. Insiden-insiden ini juga menunjukkan bahwa sisi gelap hakikat manusia di antara umat Allah, kecemburuan dan fitnah, perselisihan dan pemberontakan, dan provokasi pemberontakan semuanya muncul. Pengalaman belantara adalah memurnikan produk-produk rendahan ini satu per satu.

Bilangan 16:1-35 berbicara tentang pemberontakan Korah dan komplotannya, dapat dibagi menjadi tiga poin berikut: 

1 Pemberontakan dan fitnah (ayat 1-15): Korah berpikir dirinya tinggi sama-sama seperti Musa dan Harun termasuk suku Lewi yang terkenal dan Kehat, bagaimana mungkin hanya Musa dan Harun yang diijinkan mempersembahkan ukupan di hadapan TUHAN? Mereka menyerang Musa dan Harun bahwa mereka berdua meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN. Mereka bahkan mengumpulkan segenap umat itu melawan kedua orang tersebut, merasa punya alasan yang benar untuk mempersembahkan ukupan di hadapan TUHAN. Tetapi keimamatan Harun bukan karena ia mengangkat diri sendiri, tetapi merupakan pemilihan Allah. Sedangkan Datan dan Abiram dari suku Ruben berpikir bahwa mereka adalah keturunan putra sulung Yakub, kepala dari suku-suku lain, bagaimana bisa berada di belakang suku Yehuda? Mereka bahkan memfitnah Musa membawa orang-orang keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya (mengacu pada Mesir), tetapi justru tidak membawa mereka ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, memfitnah dan memutarbalikkan kebenaran.

2 Kemuliaan dan syafaat (ayat 16-30): Seperti dua peristiwa pemberontakan sebelumnya, tampaklah kemuliaan TUHAN (Bil. 12:5; 14:10; 16:19) untuk menghancurkan mereka. Untungnya, Musa dan Harun berdoa syafaat, sehingga memperkecil lingkup hukuman, dan hanya menghukum mereka yang memimpin dalam pemberontakan.

3 Bumi terbelah dan api yang menelan (ayat 31-35): Musa meminta kepada TUHAN untuk menjadikan sesuatu yang belum pernah terjadi (menciptakan, bārā’ kata kerja bentuk diperkuat Pi‘el), tanah membelah dan menelan komplotan Korah. Api keluar dari TUHAN, dan menelan 250 orang yang mempersembahkan ukupan. Mereka menolak untuk naik ke Tanah yang dijanjikan, dan tanah menelan mereka, dan mereka semua turun ke dunia orang mati. Mereka ingin membuktikan diri mereka benar adanya, memegang api (arang) dan membubuhkan dupa, tetapi api justru menelan mereka.

Renungkan:
Dalam ibadat yang paling kudus, ada tindakan yang paling hina. Bagaimana seharusnya kita berhati-hati?
Martin Luther mengatakan bahwa semua orang adalah imam, tetapi tidak semua orang adalah pendeta, pelayanan penuh waktu adalah datang dari pemilihan Allah, diperlengkapi pembelajaran kebenaran Firman, dan karunia Roh Kudus, bukan merupakan sesuatu yang bisa diambil semaunya berdasarkan keinginan pribadi.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 14:13, 19-24

「Doa Syafaat dan Pengampunan」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 14:13, 19-24 [ITB])
13 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: Jikalau hal itu kedengaran kepada orang Mesir, padahal Engkau telah menuntun bangsa ini dengan kekuatan-Mu dari tengah-tengah mereka, … 19 Ampunilah kiranya kesalahan bangsa ini sesuai dengan kebesaran kasih setia-Mu, seperti Engkau telah mengampuni bangsa ini mulai dari Mesir sampai ke mari.
20 Berfirmanlah TUHAN: Aku mengampuninya sesuai dengan permintaanmu. 21 Hanya, demi Aku yang hidup dan kemuliaan TUHAN memenuhi seluruh bumi: 22 Semua orang yang telah melihat kemuliaan-Ku dan tanda-tanda mujizat yang Kuperbuat di Mesir dan di padang gurun, namun telah sepuluh kali mencobai Aku dan tidak mau mendengarkan suara-Ku, 23 pastilah tidak akan melihat negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka! Semua yang menista Aku ini tidak akan melihatnya. 24 Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya …

(Bacalah Bilangan 14:10-39, klik untuk membaca.)
Bil. 14:11-25 mencatat Musa menjadi pengantara berdoa syafaat bagi bangsa ini di hadapan TUHAN. Bangsa ini telah menista Allah karena mereka tidak percaya kepada-Nya, Dia hendak memukul mereka dengan wabah, dan kemudian membuat keturunan Musa menjadi bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari pada mereka (ayat 12). Musa, seperti halnya insiden anak lembu emas, tidak setuju dengan usulan TUHAN untuk mengubah keturunan Musa menjadi bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari pada mereka, tetapi mengambil kesempatan pertama-tama berdoa syafaat bagi bangsa ini.

Pertama-tama, ia mengajukan kepada Allah bahwa karena TUHAN telah menggunakan tangan-Nya yang perkasa untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, dan tentu saja pekerjaan-Nya yang sudah diawali hendaknya diselesaikan sampai akhir (ayat 13, lihat juga Kel 32:11).

Kedua, ia meminta Allah memperhatikan nama-Nya karena orang Mesir akan berkata, TUHAN tidak berkuasa membawa bangsa ini masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah kepada mereka, maka Ia menyembelih mereka di padang gurun (ayat 16, lih. Kel. 32:12)

Terakhir, dan yang paling penting, ia memohon Allah mendeklarasikan (menyatakan) oleh diri Allah sendiri bahwa TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, yang merupakan alasan pengampunan bagi bangsa ini: Ampunilah kiranya kesalahan bangsa ini sesuai dengan kebesaran kasih setia-Mu, seperti Engkau telah mengampuni bangsa ini mulai dari Mesir sampai ke mari. (ayat 19, lih. Kel. 34:6-7), di antaranya sesuai dengan kebesaran kasih setia-Mu adalah penggunaan yang unik sehubungan dengan kasih yang setia dan besar dari TUHAN Pemelihara perjanjian (covenantal love), yang merupakan suatu anugerah yang tidak layak didapatkan manusia. Dan kata kerja mengampuni (sālaḥ), dalam Alkitab hanya digunakan oleh Allah, hanya Tuhan sebagai subjek pelaku kata kerja ini, karena hanya Tuhan yang memiliki hak berdaulat untuk mengampuni.

Jawaban TUHAN jelas dan keras. Dia berkata, Aku mengampuninya (sālaḥ) sesuai dengan permintaanmu (ayat 20) berarti bahwa dia tidak akan menjatuhkan wabah dan memukul habis bangsa ini, dan hanya sepuluh mata-mata yang tidak percaya itu yang meninggal karena wabah. Tetapi bagi bangsa ini Bahwasanya kamu ini tidak akan masuk ke negeri yang dengan mengangkat sumpah telah Kujanjikan akan Kuberi kamu diami …. Sesuai dengan jumlah hari yang kamu mengintai negeri itu, yakni empat puluh hari, satu hari dihitung satu tahun, jadi empat puluh tahun lamanya kamu harus menanggung akibat kesalahanmu … (ayat 30, 34) sampai mereka semua jatuh di padang belantara. Hanya Kaleb dan Yosua, dua pengintai yang setia, yang bisa memasuki tanah Kanaan. TUHAN secara khusus memuji Kaleb, menyejajarkan dia dengan Musa abdi Allah, dan memanggilnya hamba-Ku (ayat 24), karena ia mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati.

Paragraf ini menggunakan kata bangsa ini (hā‘ām hazzeh) tujuh kali (ayat 11, 13, 14, 15, 16, 19 [2 kali]), sebuah istilah yang menandakan hubungan sangat jauh (sangat tidak intim). TUHAN bahkan menyebut mereka kumpulan yang jahat (Inggris wicked congregation, ITB umat yang jahat) (ayat 27 dan 35).

Renungkan:

Orang Israel yang mengikuti Musa keluar dari Mesir ditolak haknya untuk memasuki Tanah Perjanjian Kanaan karena ketidakpercayaan dan sungut-sungut. Dibebaskan dari perbudakan Mesir tampaknya sudah sama sekali kehilangan artinya, kehidupan mereka habis di padang belantara sampai tua.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yeremia 14:1-22

「Bencana dan Doa Syafaat」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 14:1-22 [ITB])
1 Firman Tuhan yang datang kepada Yeremia mengenai musim kering. 2 Yehuda berkabung, pintu-pintu gerbangnya rebah dan dengan sedih terhantar di tanah; jeritan Yerusalem naik ke atas. 3 Pembesar-pembesarnya menyuruh pelayan-pelayannya mencari air; mereka sampai ke sumur-sumur, tetapi tidak menemukan air, sehingga mereka pulang dengan kendi-kendi kosong. Mereka malu, mukanya menjadi merah, sampai mereka menyelubungi kepala mereka. 4 Pekerjaan di ladang sudah terhenti, sebab hujan tiada turun di negeri, maka petani-petani merasa kecewa dan menyelubungi kepala mereka. 5 Bahkan rusa betina di padang meninggalkan anaknya yang baru lahir, sebab tidak ada rumput muda. 6 Keledai-keledai hutan berdiri di atas bukit gundul, mengap-mengap seperti serigala, matanya menjadi lesu, sebab tidak ada rumput. 7 Sekalipun kesalahan-kesalahan kami bersaksi melawan kami, bertindaklah membela kami, ya TUHAN, oleh karena nama-Mu! Sebab banyak kemurtadan kami, kami telah berdosa kepada-Mu. 8 Ya Pengharapan Israel, Penolongnya di waktu kesusahan! Mengapakah Engkau seperti orang asing di negeri ini, seperti orang perjalanan yang hanya singgah untuk bermalam? 9 Mengapakah Engkau seperti orang yang bingung, seperti pahlawan yang tidak sanggup menolong? Tetapi Engkau ada di antara kami, ya TUHAN, dan nama-Mu diserukan di atas kami; janganlah tinggalkan kami! 10 Beginilah firman Tuhan tentang bangsa ini: Mereka sangat senang mengembara dan tidak menahan kakinya. Sebab itu Tuhan tidak berkenan kepada mereka; tetapi sekarang Ia mau mengingat kesalahan mereka dan mau menghukum dosa mereka. 11 Tuhan berfirman kepadaku: Janganlah engkau berdoa untuk kebaikan bangsa ini! 12 Sekalipun mereka berpuasa, Aku tidak akan mendengarkan seruan mereka; sekalipun mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban sajian, Aku tidak akan berkenan kepada mereka, melainkan Aku akan menghabiskan mereka dengan perang, dengan kelaparan dan dengan penyakit sampar. 13 Lalu aku berkata: Aduh, Tuhan ALLAH! Bukankah para nabi telah berkata kepada mereka: 『Kamu tidak akan mengalami perang, dan kelaparan tidak akan menimpa kamu, tetapi Aku akan memberikan kepada kamu damai sejahtera yang mantap di tempat ini!』 14 Jawab Tuhan kepadaku: Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong dan tipu rekaan hatinya sendiri. 15 Sebab itu beginilah firman Tuhan 『mengenai para nabi yang bernubuat demi nama-Ku, padahal Aku tidak mengutus mereka, dan yang berkata: Perang dan kelaparan tidak akan menimpa negeri ini–:Para nabi itu sendiri akan habis mati oleh perang dan kelaparan! 16 Dan bangsa yang kepadanya mereka bernubuat akan tercampak mati di jalan-jalan Yerusalem, disebabkan oleh kelaparan dan perang, dan tidak ada orang yang akan menguburkan mereka: mereka sendiri, isteri-isteri mereka, anak-anak mereka yang laki-laki dan yang perempuan. Demikianlah akan Kutumpahkan kejahatan mereka ke atas mereka.』
17 Katakanlah perkataan ini kepada mereka: Air mataku bercucuran siang dan malam dengan tidak berhenti-henti, sebab anak dara, puteri bangsaku, dilukai dengan luka parah, luka yang sama sekali tidak tersembuhkan. 18 Apabila aku keluar ke padang, di sana ada orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang! Apabila aku masuk ke dalam kota, di sana ada orang-orang sakit kelaparan! Bahkan, baik nabi maupun imam menjelajah negeri yang tidak dikenalnya.
19 Telah Kautolakkah Yehuda sama sekali? Telah merasa muakkah Engkau terhadap Sion? Mengapakah kami Kaupukul sedemikian, hingga tidak ada kesembuhan lagi bagi kami? Kami mengharapkan damai sejahtera, tetapi tidak datang sesuatu yang baik; mengharapkan waktu kesembuhan, tetapi hanya ada kengerian! 20 Ya TUHAN, kami mengetahui kefasikan kami dan kesalahan nenek moyang kami; sungguh, kami telah berdosa kepada-Mu. 21 Janganlah Engkau menampik kami, oleh karena nama-Mu, dan janganlah Engkau menghinakan takhta kemuliaan-Mu! Ingatlah perjanjian-Mu dengan kami, janganlah membatalkannya! 22 Adakah yang dapat menurunkan hujan di antara dewa kesia-siaan bangsa-bangsa itu? Atau dapatkah langit sendiri memberi hujan lebat? Bukankah hanya Engkau saja, ya Tuhan Allah kami, Pengharapan kami, yang membuat semuanya itu?

Dalam kitab Yeremia pasal 14 sampai 20, kecuali pasal 17 yang berbicara singkat tentang hari Sabat, sisanya adalah pesan nabi Yeremia pada masa akhir Yoyakim. Pada waktu itu, orang Israel oleh karena kekerasan hatinya dan godaan dari nabi-nabi palsu, telah benar-benar tuli terhadap kata-kata Tuhan, jatuh ke titik tidak bisa bertobat lagi — walaupun Yeremia masih terus bekerja keras untuk menyampaikan Firman, tapi hasilnya adalah tetap sia-sia.

Yer. 14:1 – 15:9 ditulis dalam gaya puisi ratapan, meratapi penderitaan dan kehilangan yang disebabkan Tuhan tidak menurunkan hujan. Kekeringan yang terjadi adalah bencana yang bersifat menyeluruh dalam segala aspek dan terjadi pada semua rakyat, baik kaya maupun miskin, tinggi dan rendah, semua kena pengaruh, peternakan dan lingkungan terkena pukulan yang serius. 「Bencana kemarau」 (Yer. 14:1) adalah dalam bentuk jamak, menunjukkan bahwa bencana datang satu demi satu, hidup makin lama makin sulit dilewati.

Ayat 1-6 menjelaskan penderitaan dan kesulitan hidup yang disebabkan oleh bencana kekeringan. Alkitab menyebutkan bahwa bencana kekeringan terjadi karena Tuhan menolak menurunkan hujan, yang berarti bahwa hujan, sinar matahari dan udara adalah kasih karunia Tuhan, dan bencana kekeringan dapat merupakan hukuman Tuhan. Yeremia menuliskan puisi ini dengan harapan bahwa rakyat akan memahami makna rohani dari bencana kekeringan yang mereka alami itu dan membantu mereka bertobat, sehingga kemudian mendapatkan pengampunan dan belas kasih Tuhan.

Ayat 7-9 adalah doa nabi Yeremia kepada Tuhan bagi orang Israel. Itu adalah tugas seorang nabi untuk berdoa bagi umat Tuhan, tapi di ayat 11 Tuhan berkata kepada Yeremia 「… Janganlah engkau berdoa untuk kebaikan bangsa ini!」 (Lihat Yer. 7:16; 11:14). Karena Tuhan tidak mau mendengarkan suara doa yang dinaikkan bagi Israel, tetapi juga karena Tuhan sudah memutuskan untuk menghukum umat-Nya — betapa mengerikan sebuah kehidupan yang sudah melewati batasan kesediaan Tuhan untuk memaafkan!

Ayat 10-18 adalah dialog antara Tuhan dan nabi Yeremia, mengekspresikan kemarahan Tuhan terhadap nabi-nabi palsu yang memalsukan nama-Nya dan menjanjikan untuk menghukum mereka. Anehnya, Tuhan tidak hanya menghukum nabi-nabi palsu, Ia juga menghukum mereka yang menuruti nabi-nabi palsu, karena mereka menolak pesan berita dari para nabi yang benar.

Perkataan nabi-nabi palsu sangat diterima dengan populer karena mereka berbicara tentang berita palsu yang orang ingin dengar, bukan kata-kata dari Tuhan. Kata-kata Tuhan adalah seperti Ibrani 4:12 katakan: 「Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.」 Orang senang tinggal dalam fantasi indah penipuan diri sendiri, dan tidak mau menghadapi realitas dan aku yang sejati; orang yang tidak bersedia untuk merendahkan diri untuk menghadapi diri yang sejati biasanya sulit untuk menerima kata-kata yang terang-terangan dan yang menegur dari Alkitab.

Dalam ayat 19-22, nabi Yeremia tidak memperhatikan penolakan Tuhan, tetap berdoa kepada Tuhan untuk belas kasihan dan pengampunan bagi orang-orang Israel. Bagi Yeremia, berdoa untuk orang-orang Tuhan bukan hanya sebuah kewajiban, tetapi misi dan cinta. Ia bersikeras berdoa untuk sebangsanya sampai akhir, menolak untuk menyerah di tengah jalan, dan tidak meninggalkan sebangsanya dalam pengabaian, merupakan contoh terbaik dari doa syafaat dan teladan hamba Tuhan.

Pelayanan doa syafaat Yeremia, Abraham dan Musa terdapat persamaan dan perbedaan. Abraham melakukan segenap tenaga berdoa meminta pengampunan Tuhan untuk Sodom, agar Tuhan tidak menghukum kota tersebut (Kej. 18:22-33), dan setelah tawar-menawar, ia berhenti pada 10 orang benar; tetapi kota Sodom akhirnya dimusnahkan, karena tidak ada 10 orang benar. Dan Musa tidak berhenti-hentinya berdoa bagi orang-orang Israel, bahkan bersedia untuk menukar hidupnya sendiri bagi mereka, untuk meminta pengampunan Tuhan bagi dosa-dosa bangsa Israel (Kel. 32:11-13, 32), dan dengan kasih karunia Tuhan, Ia berbelas kasihan kepada orang-orang Israel.

Yeremia meskipun tidak bisa menemukan orang benar di Yerusalem, bahkan satupun tidak bisa ditemukannya, dan Tuhan juga menunjukkan bahwa Dia tidak mau mendengarkan doanya bagi Israel. Tapi ia masih bertahan untuk berdoa syafaat bagi orang berdosa. Seorang nabi sejati, gembala yang sejati adalah seperti ini, terus berdoa sampai akhir! Dalam menghadapi bencana, yang dapat dilakukan orang mungkin sangat sedikit, tapi kita masih dapat tekun bertahan berdasarkan iman untuk berdoa, sampai keputusan Tuhan benar-benar sudah dilaksanakan.

Renungkan:

1. Apakah akhir-akhir ini Anda berdoa syafaat untuk beberapa orang atau suatu hal? Apakah Anda bersedia untuk menerima pelayanan sebagai pendoa syafaat? (Bukan hanya di gereja saat ibadah bersama saja, tetapi juga di rumah.)

2. Silakan berpikir dengan teliti tentang orang-orang dan hal-hal di sekitar Anda, siapa dan apa adalah sesuatu yang perlu Anda doakan?

3. Tuhan sepertinya tidak meminta syarat apa-apa terhadap doa syafaat; Tetapi kenyataan ada persyaratan yang tinggi, yakni adalah kasih!


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Keluaran 32:30-35, 33:1-6

Doa syafaat dan pengganti penghapus dosa

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 32:30-35, 33:1-6 [ITB])
30 Keesokan harinya berkatalah Musa kepada bangsa itu: Kamu ini telah berbuat dosa besar, tetapi sekarang aku akan naik menghadap TUHAN, mungkin aku akan dapat mengadakan pendamaian karena dosamu itu.
31 Lalu kembalilah Musa menghadap TUHAN dan berkata: Ah, bangsa ini telah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat allah emas bagi mereka. 32 Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu, dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis.
33 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku. 34 Tetapi pergilah sekarang, tuntunlah bangsa itu ke tempat yang telah Kusebutkan kepadamu; akan berjalan malaikat-Ku di depanmu, tetapi pada hari pembalasan-Ku itu Aku akan membalaskan dosa mereka kepada mereka.
35 Demikianlah TUHAN menulahi bangsa itu, karena mereka telah menyuruh membuat anak lembu buatan Harun itu.
33:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Pergilah, berjalanlah dari sini, engkau dan bangsa itu yang telah kaupimpin keluar dari tanah Mesir, ke negeri yang telah Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub, demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu.
2 Aku akan mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu dan akan menghalau orang Kanaan, orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus,
3 yakni ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madu. Sebab Aku tidak akan berjalan di tengah-tengahmu, karena engkau ini bangsa yang tegar tengkuk, supaya Aku jangan membinasakan engkau di jalan.
4 Ketika bangsa itu mendengar ancaman yang mengerikan ini, berkabunglah mereka dan seorangpun tidak ada yang memakai perhiasannya.
5 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Katakanlah kepada orang Israel: Kamu ini bangsa yang tegar tengkuk. Jika Aku berjalan di tengah-tengahmu sesaatpun, tentulah Aku akan membinasakan kamu. Oleh sebab itu, tanggalkanlah perhiasanmu, maka Aku akan melihat, apa yang akan Kulakukan kepadamu.』」
6 Demikianlah orang Israel tidak memakai perhiasan-perhiasan lagi sejak dari gunung Horeb.

Musa dalam kemarahan dilemparkannyalah kedua loh batu sehingga pecah, melambangkan bahwa perjanjian telah dihancurkan. Dia menghardik mereka atas dosa itu, dan orang Lewi berdiri di sisi dia untuk menghadapi dosa yang terjadi. Tetapi ini belum selesai, dan sekarang dia harus naik gunung untuk meminta Allah mengampuni dosa orang Israel dan menyelesaikan masalah secara mendasar.

Kata Musa kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu —-, ini adalah kalimat berasumsi (klausa hipotetis), dan hasilnya apa belum dituliskan, sehingga diekspresikan dengan diakhiri —-, beberapa orang mengatakan bahwa ini adalah air mata Musa, mungkin Musa menangis dan tidak dapat berbicara. Karena dia tidak yakin bagaimana Allah akan menjawab permintaan ini, Allah tidak langsung menanggapi permintaan ini. Di sini kita melihat batas-batas syafaat hamba-hamba Allah, syafaat tidak dapat menggantikan pengakuan dan pertobatan pribadi seseorang.

Kemudian Musa mengajukan permohonan lain: jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis. Musa ingin menggunakan dirinya sebagai korban penghapus dosa untuk menebus umat Israel. Dalam Perjanjian Baru, Paulus memiliki keinginan yang sama (Roma 9:3 aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani). Walau niat pikiran mereka berdua adalah baik, tetapi tidak sejalan dengan hukum ketetapan Allah, dan oleh karena itu tidak dijawab oleh Allah, keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan, hanya Yesus Kristus saja (Kis. 4:12). Bahkan sehebat Musa dan Paulus, mereka tidak bisa menjadi pengganti penghapus dosa yang menebus orang lain.

Namun Allah tetap mendengarkan syafaat Musa, bersedia mengampuni dosa bangsa Israel dan tidak memusnahkan mereka. Hanya saja Dia tidak ingin berada di antara orang Israel, karena mereka adalah orang-orang yang keras kepala, jangan sampai Dia harus memusnahkan mereka di jalan. Dia akan mengirim malaikat untuk membimbing mereka ke tanah perjanjian yang penuh susu dan madu, serta memerintahkan orang Israel untuk melepas semua perhiasan mereka.

Renungkan:
(1) Ketika Anda jatuh, berdirilah lagi di tempat itu juga. Orang Israel melakukan kejahatan membuat anak lembu emas, setidaknya melanggar perintah pertama dan kedua dari Sepuluh Perintah. Mereka melepas perhiasan emas dari tubuh mereka sesuai dengan petunjuk Allah, yang merupakan tanda pertobatan.

(2) Awalnya Bait Suci surgawi tidak ada hubungannya dengan dosa, sesuai cetak biru Bait Suci surgawi maka hanya ada korban bakaran dan korban sembelihan yang diperlukan untuk Kemah Suci. Tetapi dosa memisahkan manusia dari Allah, oleh karena itu, TUHAN menyiapkan korban penghapus dosa untuk memungkinkan orang berdosa dibersihkan dari dosa dan memulihkan hubungan mereka dengan Allah melalui kematian hewan penebusan. Korban penghapus dosa adalah pintu anugerah yang dibukakan oleh Allah bagi umat Allah yang berbuat dosa. Sehingga bukan saja tidak harus mati karena jatuh dalam dosa, tetapi juga memulihkan hak untuk menyembah Allah.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 32:1-14

「Di atas gunung dan di bawah gunung」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 32:1-14 [ITB])
1 Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir, kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.
2 Lalu berkatalah Harun kepada mereka: Tanggalkanlah anting-anting emas yang ada pada telinga isterimu, anakmu laki-laki dan perempuan, dan bawalah semuanya kepadaku. 3 Lalu seluruh bangsa itu menanggalkan anting-anting emas yang ada pada telinga mereka dan membawanya kepada Harun.
4 Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!
5 Ketika Harun melihat itu, didirikannyalah mezbah di depan anak lembu itu. Berserulah Harun, katanya: Besok hari raya bagi TUHAN!
6 Dan keesokan harinya pagi-pagi maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, sesudah itu duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.
7 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya.
8 Segera juga mereka menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah dan mempersembahkan korban, sambil berkata: Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.』」
9 Lagi firman TUHAN kepada Musa: Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. 10 Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar.
11 Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat? 12 Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi?
Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu dan menyesallah karena malapetaka yang hendak Kaudatangkan kepada umat-Mu.
13 Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya.』」
14 Dan menyesallah TUHAN karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.

Paragraf ini adalah peristiwa anak lembu emas yang terkenal, dapat dibagi menjadi tiga bagian: (1) Harun membuat anak lembu emas (ayat 1-6), (2) TUHAN hendak membinasakan orang Israel (ayat 7-10), (3 ) Musa meminta agar Allah tidak memusnahkan orang Israel (ayat 11-14).

Musa menerima wahyu penyataan di gunung, tetapi orang-orang meminta Harun untuk membuat patung dewa bagi mereka. Harun menyarankan agar orang-orang menyumbangkan perhiasan emas dan kemudian menempa anak lembu emas dengan alat pahat. Orang-orang menyembah anak lembu emas, duduk untuk makan dan minum, dan kemudian bangun bersukaria.

Mengapa orang Israel membuat anak lembu emas? Mungkin saja mereka telah lama tinggal di Delta Nil, tempat bertemunya peradaban Mesir dan Kanaan. Oleh karena itu, mereka sangat dipengaruhi oleh dua peradaban ini dan memuja lembu terkait dengan kesuburan.

Duduk dan makan dan minum mengacu pada korban keselamatan, para penyembah berbagi daging dan minuman bersama untuk menikmati persekutuan antara Allah dan manusia, juga antar manusia. Bersukaria (lǝṣaḥēq, ITL atau KJV terjemahkan sebagai bermain), akar kata kerjanya adalah tertawa (ṣāḥaq), tetapi dalam ayat ini adalah jenis diperkuat (Piel), yang berarti provokasi seksual atau pencabulan, menyiratkan bahwa orang Israel menyembah anak lembu emas sebagai sebuah ritual persetubuhan. Tidak heran Musa mencela mereka karena begitu rusak tingkah lakunya tidak senonoh di hadapan Allah, menyembah berhala (ayat 25).

TUHAN tidak menunggu Musa turun gunung, segera memberi tahu Musa bahwa orang Israel telah berdosa dan bahwa Dia akan membinasakan mereka, sebagai ganti akan membuat keturunan Musa menjadi suatu bangsa yang besar. Oleh sebab itu biarkanlah Aku (hannîḥâ lî, ayat 10, BIMK terjemahan secara fungsional Jangan coba menghalangi Aku), ungkapan ini hanya muncul sekali dalam Alkitab, TUHAN berkata demikian, seolah-olah Dia harus meminta izin kepada Musa untuk melakukan sesuatu, tetapi Dia justru menunjukkan kebebasan Allah. Itu juga memberi Musa kesempatan untuk memohon kepada TUHAN untuk mengubah niat semula.

Musa memohon kepada Allah dari tiga aspek: (1) memohon agar Allah memperhatikan rasionalitas tindakan-Nya (ayat 11), (2) memohon agar Allah untuk memperhatikan reputasi-Nya sendiri (ayat 12), (3) memohon agar Allah untuk menghargai perjanjian-Nya, janji kepada para leluhur (ayat 13). Ini semua adalah doa yang berpusat pada Allah. Dan Musa tanpa pamrih berdoa untuk umat Allah, sama sekali tidak merencanakan keuntungan untuk dirinya sendiri.

Menyesallah TUHAN adalah kata kunci dalam paragraf ini. Namun, Allah tidak pernah menyesal akibat melakukan perbuatan yang salah (Allah tidak pernah berbuat salah maka Ia tidak pernah menyesal), Dia menyesal dalam arti Ia tidak jadi menurunkan bencana yang Ia katakan sebelumnya (karena umat itu bertobat). Musa di sini memahami sifat kebaikan kemurahan Allah yang tidak berubah, dan meminta Allah untuk mengubah cara Dia menindak orang-orang itu, bukan menurunkan bencana tersebut, tetapi untuk mengampuni dosa-dosa mereka.

Renungkan:
(1) Orang Israel berdosa, dan Musa mengambil kesempatan pertama-tama untuk berdoa syafaat bagi mereka.
(2) Doa yang berpusat pada Allah didengar oleh Allah, dan doa tanpa pamrih akan diingat selamanya.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.