Tag Archives: Tujuan Hidup

Bilangan 33:1-4, 34:1-2

「Perjalanan dan target tujuan」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 33:1-4, 34:1-24 [ITB])
33:1 Inilah tempat-tempat persinggahan orang Israel, setelah mereka keluar dari tanah Mesir, pasukan demi pasukan, di bawah pimpinan Musa dan Harun; 2 Musa menuliskan perjalanan mereka dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan sesuai dengan titah TUHAN; dan inilah tempat-tempat persinggahan mereka dalam perjalanan mereka: 3 Mereka berangkat dari Rameses pada bulan yang pertama, pada hari yang kelima belas bulan yang pertama itu; pada hari sesudah Paskah berjalanlah orang Israel keluar, oleh tangan yang dinaikkan, di depan mata semua orang Mesir, 4 sementara orang Mesir sedang menguburkan orang-orang yang telah dibunuh TUHAN di antara mereka, yakni semua anak sulung; sebab TUHAN telah menjatuhkan hukuman-hukuman kepada para allah mereka.

34:1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 Perintahkanlah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila kamu masuk ke negeri Kanaan, maka inilah negeri yang akan jatuh kepadamu sebagai milik pusaka, yakni tanah Kanaan menurut batas-batasnya.

Terberkatilah orang yang memanfaatkan setiap tahap hidup dan taat bergerak menuju tujuan yang ditetapkan oleh Allah

Bilangan 33: mencatat perjalanan orang Israel dari keluaran Mesir sampai ke dataran Moab.

• Awal perjalanan: ayat 3, orang Israel dengan kepala yang terangkat meninggalkan Mesir pada hari kedua Paskah. Teks bahasa asli dari tangan yang dinaikkan (bǝyād rāmâ) mengangkat tinggi tangan, atau bisa juga diterjemahkan sebagai tanpa rasa takut, yang berarti mereka meninggalkan Mesir dalam postur kemenangan. Alkitab secara khusus menyatakan bahwa sementara orang Mesir sedang menguburkan … anak sulung

• Sifat dari perjalanan: Alkitab mencantumkan 40 tempat orang Israel berkemah mulai dari Rameses sampai tiba di dataran Moab. Pola penulisannya adalah berangkat dari A, lalu berkemah di B; berangkat dari B, lalu berkemah di C. Dalam pasal ini, digunakan masing-masing 42 kali kata kerja nāsaberangkat (atau diterjemahkan sebagai mencabut pasak kemah) dan kata kerja ḥānâ berkemah (memasang kemah), ditambah kata benda ṣǝbā’ôt pasukan demi pasukan di ayat 1, semuanya dalam istilah militer, menekankan bahwa orang Israel adalah pasukan berkemenangan yang dipimpin TUHAN (Yahweh)

• Tahapan perjalanan: terbagi menjadi tiga bagian: (1) dari Mesir ke Sinai (ayat 5-15), (2) dari Sinai ke Kadesh (ayat 16-36), (3) dari Kadesh ke dataran Moab Biasa (ayat 37-49). Alkitab hanya mencantumkan lokasi, tetapi tidak mencantumkan jarak antara lokasi, juga tidak mencatat waktu yang dihabiskan di setiap segmen. Beberapa nama tempat dalam Kitab Bilangan tetapi tidak dicantumkan dalam daftar ini (seperti Tabera), tetapi ada 18 nama tempat yang tidak pernah muncul di catatan lain. Selain itu, hanya ada beberapa tempat yang diberikan keterangan singkat (seperti mata air Elim dan Rafidim di sana tidak ada air minum untuk bangsa itu), sebaliknya Gunung Sinai yang terpenting tidak diberikan penjelasan.

Bilangan 34: menyebutkan tujuan utama perjalanan Israel yakni memasuki tanah Kanaan.

• Batas wilayah Kanaan (ayat 1-15): mereka akan menetap di tanah ini. Kecuali Gad, Ruben dan separuh suku Manasye di sebelah timur Sungai Yordan, batas Tanah Perjanjian adalah sebagai berikut: batas selatan adalah selatan Laut Mati berbatasan dengan Edom (ayat 3-5), batas barat adalah laut besar dan pantainya (Laut Mediterania) (ayat 6), dan batas utara Hamat, sekitar 73 kilometer barat laut Damaskus di Suriah masa kini (ayat 7-9), batas timurnya adalah Sungai Yordan, membentang dari timur danau Kineret ke selatan sampai Laut Mati (ayat 10-12).

• Pembagian tanah Kanaan (ayat 16-29): karena tanah suku Ruben dan Gad berada di sebelah timur Sungai Yordan, maka kedua suku itu tidak mengutus perwakilan untuk ikut serta dalam pembagian tanah. Sebelum Musa meninggal, TUHAN menuntun dia ke Gunung Nebo dan menunjukkan kepadanya seluruh Tanah Perjanjian (Ulangan 34:1-3). Tetapi sampai kematian Yosua, masih banyak tanah yang belum diperoleh orang Israel : termasuk lima kota di Filistin, Libanon dan wilayah utara tanah orang Asyur (Yosua 13:1-6). Belakangan, tanah-tanah ini tidak ada satu pun yang diperoleh dalam sejarah Israel.

Renungkan:
Hal terpenting dalam hidup adalah melakukan hal yang paling penting. Beberapa orang menganjurkan ada mulai ada akhir, sementara yang lain sangat merekomendasikan Sasaran, dan Hasil yang merupakan kunci utama (OKR, Objectives and Key Results). Terberkatilah Anda untuk memanfaatkan setiap tahap hidup Anda dan bergerak menuju tujuan yang ditetapkan oleh Allah.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 15:37-40

「Mengumpulkan kayu api dan jumbai-jumbai punca baju」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 15:37-40 [ITB])
37 TUHAN berfirman kepada Musa: 38 Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka, turun-temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan. 39 Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN. 40 Maksudnya supaya kamu mengingat dan melakukan segala perintah-Ku dan menjadi kudus bagi Allahmu. 41 Akulah TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya Aku menjadi Allah bagimu; Akulah TUHAN, Allahmu.

Paruh kedua dari Bilangan pasal 15 berbicara tentang contoh pelanggaran yang dilakukan secara sadar (sudah tahu tetapi tetap melakukan), serta ketentuan untuk mencegah pelanggaran di masa depan. Aturan-aturan ini tidak terbatas pada satu generasi itu saja, tetapi harus diikuti oleh generasi mendatang.

1) Sudah tahu tetapi tetap sengaja melanggar, mengumpulkan kayu bakar pada hari Sabat (ayat 32-36, klik untuk membaca): perintah keempat dari Sepuluh Hukum adalah Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat (Kel. 20:8-11; Ul. 5:12-15) itu adalah tanda umat Israel memelihara dan menjaga perjanjian (Kel 31:12-17, klik untuk membaca), mereka yang melanggar perintah ini pastilah ia akan dihukum mati. Pertanyaan utama adalah apakah mengumpulkan kayu bakar pada hari Sabat merupakan pelanggaran hukum, karena kehendak Tuhan belum diumumkan ketentuannya? Keluaran menyatakan bahwa dilarang bagi Israel untuk mengambil manna pada hari Sabat (Kel. 16:22-26), dan karena itu pergi keluar mengambil kayu bakar pada hari Sabat adalah merupakan larangan. Lebih lanjut, Hukum Taurat menetapkan bahwa tidak ada api pembakaran yang boleh dihidupkan pada hari Sabat, dan tujuan mengumpulkan kayu bakar adalah untuk membakar, sehingga tidak diperbolehkan mengumpulkan kayu bakar pada hari Sabat. Orang ini pada hari Sabat sudah tahu tetapi tetap sengaja melanggar  harus dihukum mati sesuai dengan Hukum Taurat.

2) Kewaspadaan untuk pencegahan, membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka (ayat 37-40): ketentuan khusus dari Hukum Taurat ini mengharuskan orang Israel untuk menambahkan jumbai-jumbai di masing-masing dari empat sudut bagian bawah baju mereka (punca baju: ujung atau sudut kain  yang lepas atau terjulai). Ini adalah seperti kotak tulisan suci yang dipaku pada kusen pintu (mǝzûzôt), juga yang terikat pada lengan (tǝpillîn), senantiasa mengingatkan umat Allah untuk menaati Hukum Taurat Allah (Kel. 13:16; Ul. 6:9). Alkitab tidak menentukan warna jumbai-jumbai, tetapi dikatakan bahwa dalam jumbai-jumbai itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan, mirip dengan tali biru yang digunakan untuk mengikat patam emas ke serban imam besar (patam: perhiasan atau lempengan yang dipakai di dahi) (Kel. 28:37, 39:31), adalah untuk mengingatkan semua orang Israel bahwa mereka memiliki identitas dan martabat imam besar, dan merupakan bagian dari kerajaan imam dan bangsa yang kudus (Kel 19:6). Kitab Ulangan menaati larangan bagi orang Israel menabur dua benih yang berbeda di ladang yang sama, tidak boleh menggunakan lembu atau keledai bersamaan membajak tanah pertanian, atau tidak boleh mengenakan pakaian yang ditenun dari bahan campuran. Meski ini akan membawa ketidaknyamanan dan kerugian dalam kehidupan, tetapi ini menjaga orang Israel tidak mengikuti kebiasaan orang asing. Hanya menjalani kehidupan yang dikuduskan (yang dikhususkan dikuduskan) dan hidup mengikuti kehendak Allah saja.

Ketentuan Hukum Taurat di pasal ini diakhiri dengan kata-kata pembukaan Sepuluh Hukum: Akulah TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya Aku menjadi Allah bagimu; Akulah TUHAN, Allahmu (ayat 41; Kel. 20:1-2)

Renungkan:
Memelihara perjanjian kudus, menjalani kehidupan terpisah (yang dikuduskan), selaras dengan kehendak Allah, itu adalah tujuan Hukum Taurat. Apakah Anda bersedia menanggung beberapa ketidaknyamanan dalam hidup Anda, dan hanya menjalani kehidupan yang menaati kehendak Tuhan, berkenan kepada-Nya dan menyenangkan Tuhan?


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Filipi 1:19-21

「Hidup Menyatakan Kristus」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Fil. 1:19-21 [ITB])
19 karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus. 20 Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. 21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Pertama-tama Paulus melalui doa orang percaya menunjukkan pentingnya doa. Ketika kita berdoa, kita tidak dapat mengetahui apa hasil pengaruhnya setelah kita berserah dalam doa, Tuhan juga tidak berjanji bahwa kita akan mencapai hasil yang kita inginkan sesuai apa yang didoakan. Doa adalah untuk membuat kita menegaskan kebersandaran dan kepercayaan kita kepada Tuhan dan percaya bahwa Ia yang memegang kuasa kendali. Di sini Paulus menghubungkan doamu dengan pertolongan Roh Yesus Kristus, mengingatkan kita bahwa doa bukan hanya sekedar aktifitas perorangan orang percaya, karena ketika kita berdoa, Allah ada di antara kita, dan Roh-Nya membimbing orang yang berdoa itu memahami kehendak-Nya, agar kita lihat karya tindakan-Nya.

Inilah makna sejati dan sebenarnya dari iman. Meskipun tidak ada yang diselesaikan, orang yang memiliki iman percaya bahwa hal-hal yang belum dicapai sudah dalam rencana Tuhan, dan hidup dengan keyakinan pasti dan konfirmasi seperti itu.

Tetapi kita perlu berhati-hati untuk tidak melihat kehendak kita sebagai kehendak Tuhan, dan hidup dengan membabi buta dan hidup merasa betapa berartinya diri sendiri. Paulus di ayat 20-21 menuliskan penjelasan tentang imannya (ayat 19), agar kita tahu target dari iman Paulus. Iman dia terhadap mendapatkan pembebasan adalah menunjuk kepada hidupnya di hadapan Allah mendapat pembebasan dari rasa takut, terlepas bagaimana jalan yang ada di depan, ia tahu bahwa hidupnya ada di tangan Tuhan, dan tujuan hidupnya adalah untuk memuliakan Tuhan, bersaksi tentang kasih karunia Yesus Kristus.

Ayat 1:21 adalah ayat emas yang sudah sangat dikenal banyak orang percaya, yang secara indah mengekspresikan sikap hati pikiran Paulus. Ia menggunakan dua kata infinit untuk mengungkapkan dua kemungkinan yang dia hadapi, satu adalah hidup, yang lain adalah mati. Hendaknya kita perhatikan: Paulus tidak menggunakan kontras perbandingan antara dipenjarakan dan dibebaskan, karena ia tahu bahwa ini hanya pengalaman sementara dalam hidupnya, ia ingin lebih menyeluruh secara utuh menggambarkan nilai hidupnya, yakni seluruh hidupnya adalah untuk menyatakan Kristus, agar Injil Yesus Kristus diberitakan sampai ke ujung bumi melalui kehidupan dan pelayanannya.

Renungkan:

Apa kebebasan sejati dan pembebasan sejati? Mohon Tuhan menjaga hati kita agar kita bisa bersandar tanpa rasa takut dalam segala keadaan.


Renungan pemahaman Surat Filipi (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan January 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 1:15-23 (2)

「Harapan dan Kemuliaan」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 1:15-23 [ITB])
15 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, 16 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu.
Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, 17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. 18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, 19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, 20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.
22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Paulus meminta Tuhan membuka mata hati orang-orang percaya di Efesus agar mereka melihat tiga hal: harapan, kemuliaan dan kuasa.

Pertama adalah harapan. 「Agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya」 (Ef. 1:18). Paulus percaya bahwa panggilan Allah untuk manusia akan membukakan sebuah masa depan yang indah, dan kita bisa memiliki pengharapan untuk masa depan ini.

Perlu ditunjukkan bahwa iman kepercayaan banyak orang adalah melihat ke belakang (backward looking), dan agama diminta menyediakan penjelasan atas serangkaian peristiwa yang telah terjadi, menjelaskan penyebab dari berbagai kenyataan yang ada di dunia. Jika ada yang bertanya 「mengapa ada bencana dan tragedi seperti ini?」 Maka agama tradisional Cina akan mengatakan: 「Oh, ini terjadi adalah karena takdir.」「Oh, ini adalah karena karma dosa di kehidupan sebelumnya.」 Kita juga memiliki penjelasan menghibur diri versi Kristen, seperti: hasil yang baik adalah ujian, tanpa hasil yang baik adalah pencobaan; Hal baik berasal dari Allah, hal-hal buruk yang datang dari Iblis.

Ada seorang saudara suka bersaksi di gereja. Satu saat ia berdiri dan berkata 「Terima kasih Tuhan, biarkan aku menjalin kasih dengan adik A.」 Tiga bulan kemudian dia berkata 「Terima kasih Tuhan membiarkan kita melihat tidak cocok satu sama lain, maka bubar.」 Satu bulan kemudian berkata「Terima kasih Tuhan, biarkan aku menjalin kasih dengan adik B.」Sama tiga bulan kemudian berkata: 「Terima kasih Tuhan membiarkan kita melihat tidak cocok satu sama lain, maka bubar.」 Dan tidak ada akhir dari siklus ini. Suatu waktu saya tidak bisa menahan diri untuk berkata kepadanya 「Saudara, harap tidak bersyukur kepada Tuhan, tanyakan pada diri sendiri apa yang telah Anda pelajari dari kegagalan menjalin kasih ini. Apakah ada yang dapat Anda perbaiki dalam karakter Anda dan memperlakukan orang lain. Jika Anda tidak tahu belajar dari pengalaman, Anda pasti berulang dalam siklus yang sama hanya bersyukur kepada Tuhan.」

Iman yang memiliki daya hidup bukanlah untuk terus membantu kita melihat ke belakang, tetapi memandang ke depan. Iman bukan untuk mencari penjelasan untuk pelarian diri, tapi mencari perubahan. Iman memberikan kita kekuatan untuk mengubah realitas, tidak hanya mencari suatu alasan ilahi untuk merasionalkan realitas yang dirasa tidak masuk akal.

Iman Kristen adalah membukakan jalan masa depan bagi kita, dan semua dapat dirubahkan: kepribadian kita, hubungan dengan sesama, keluarga, pekerjaan, karena iman maka semuanya itu memiliki ruang untuk bertumbuh. Allah bukan memanggil kita untuk berpegang kepada status quo, Allah memanggil kita untuk meninggalkan Ur-Kasdim, untuk meninggalkan Mesir dan memasuki tanah perjanjian. Saudara saudari, apakah Anda melihat masa depan Anda? Apa yang Anda harapkan dari masa depan?

Kedua adalah kemuliaan. Ini tentu saja tentang kemuliaan Allah. 「Betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus」 (Ef. 1:18). Di sini Paulus melanjutkan topik 「bagian (warisan)」 menyambung Ef. 1:14. 「Orang-orang kudus」 merujuk kepada semua orang yang percaya kepada Yesus Kristus, termasuk orang-orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain, dan jemaat Efesus. Orang-orang kuduslah yang mendapatkan bagian (warisan), tetapi Allah dimuliakan karena orang-orang kudus mendapatkan bagian (warisan). Seperti yang dikatakan sebelumnya, 「bagian (warisan)」 adalah berbagi identitas dan misi Kristus. Jika bukan demikian maka bagaimana orang-orang kudus mendapatkan bagian warisan ini bisa memuliakan Allah? Kita bukanlah mendapat pembagian harta warisan, tetapi menjadi bagian dalam Kristus.

Kemuliaan Allah adalah target tertinggi dari kehidupan orang Kristen. Oleh kata-kata dan perbuatan, oleh hal-hal kecil, hidup dengan meninggikan nama Allah, dan Allah dimuliakan paling besar.

Masalahnya kita tinggal dalam realitas, ikut berkompetisi bertarung dalam hidup sama seperti manusia dunia, kita tidak merasa ada yang patut ditiru, apalagi memuliakan Allah. Kadang-kadang lebih baik tidak dikenal sebagai orang Kristen, agar jangan mempermalukan Allah 「Bagaimana bisa orang Kristen melakukan ini?」 Paulus meminta Tuhan membuka mata kita agar dapat melihat kemungkinan yang ada dalam hidup; Terutama ketika sadar bahwa kita adalah perpanjangan dari Kristus, hidup di dunia adalah demi misi Kristus, dan berjuang untuk menunjukkan kasih dan kebenaran-Nya, melihat bagaimana kita dapat berkemenangan bagi kemuliaan Allah.

Renungkan:

1. Tidak peduli berapa umurmu, Anda harus bertanya: apa harapan yang Anda miliki di depan Anda? Apa Allah akan lakukan dalam hidup Anda? Perubahan apa yang Anda harapkan?

2. Menurut Anda, sepatutnya memiliki kehidupan yang bagaimana yang dapat memuliakan Tuhan? Dalam situasi kehidupan Anda kini, bagaimana Anda bisa membuat orang melihat kebenaran, cinta kasih dan kuasa Allah?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Titus 3:3-8

「Dasar dari Hidup yang Berkesaksian」

Apakah yang rasul Paulus ingin kita realisasikan dengan menuliskan 3 fasal surat Titus?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Titus ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Titus 3:3-8 [ITB])
3Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci.
4Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, 5pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, 6yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, 7supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.
8Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia.

Di dalam Titus 3:1-2 Paulus mengingatkan orang percaya agar hidup sebagai kesaksian, selanjutnya ia memberikan penjelasan tentang apa yang menjadi dasarnya. Titus 3:3-8 mencerminkan salah satu ciri khas surat Paulus, yakni memakai kalimat yang mempunyai format 「dahulu… sekarang / tetapi」. Titus 3:3-8 dan Efesus 3:1-10 sangat mirip, memakai kata 「dahulu… 」 yakni keadaan rohani dan kehidupan sebelum percaya Tuhan, dibandingkan yang「sekarang」 / 「tetapi」di dalam Kristus menikmati anugerah keselamatan dan berkat rohani. Saat Paulus memakai kata 「kita」(lihat ayat 3 「Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat… 」), tidak hanya mengekspresikan persetujuan pribadinya, terlebih menyatakan keadaan dari tindakan umat manusia sebelum mengenal Allah di dalam Kristus. Sebelum mendapatkan anugerah keselamatan, masih belum ditebus atau belum disucikan, dipenuhi dengan serangkaian kebiasaan buruk. Paulus kira-kira memberikan 9 macam contoh (di dalam bahasa aslinya karena ada kata sambung 「dan」, maka hanya terhitung ada 6 macam), yakni 「tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci」 (ayat 3).

Empat ayat Titus 3: 4-7 dalam bahasa aslinya merupakan satu kalimat, hendak mengatakan dengan jelas tindakan penebusan Allah yang memberikan keselamatan, dan bagaimana kasih karunia tersebut datang sampai pada diri orang percaya. Proklamasi pengakuan iman ini singkat pendek merupakan sebuah Mazmur atau rangkuman dari apa yang diimani, secara ringkas menjelaskan makna karya keselamatan dari Tuhan dan kelahiranbaru bagi orang percaya. Saat Paulus dalam ayat 8 berkata 「Perkataan ini benar」, artinya proklamasi pengakuan iman ini pada waktu itu telah beredar dan dipakai gereja mula-mula. Paulus melalui ayat 4-7, ia ingin orang Kristen mengingat ulang serta memahami kasih karunia dan isi dari anugerah keselamatan: dasar fondasi dari anugerah keselamatan (rahmat belas kasihan dari Allah), datangnya kasih karunia (lahir baru, diperbaharui, dibenarkan), cara (melalui Roh Kudus) dan tujuan (pengharapan hidup kekal). Keempat ayat ini memaparkan dengan jelas dasar fondasi dari hidup berkesaksian orang percaya, yang kini telah memiliki kehidupan baru di dalam Kristus, yang dahulu berkehidupan dalam kebiasaan buruk (ayat 3), kini telah dilahirbarukan, diperbaharui dan dibenarkan. Oleh karena itu, orang Kristen yang mendapatkan keselamatan dan disucikan memiliki kekuatan rohani untuk taat, melakukan kebajikan, tidak berkata fitnah, juga mendirikan relasi indah dengan orang lain. Ini semuanya adalah kasih karunia yang dianugerahkan Tuhan.

Paulus sekali lagi (yang keempat kalinya) secara langsung memberitahukan Titus hal yang hendak ia lakukan: 「aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya」 (mengatakannya / menekankan) (8 ayat). Hal-hal yang Paulus harapkan orang-orang yang telah percaya kepada Allah adalah dapat memberikan perhatian juga melakukannya dengan antusias, yakni kehidupan yang berkesaksian. Orang Kristen sepatutnya memiliki tingkah laku yang baik, bertujuan setiap hal yang dilakukan adalah kebajikan, selain bisa memuliakan Allah juga mendatangkan manfaat bagi orang lain berguna bagi manusia. (Lihat tujuan rasul Paulus menuliskan surat ini 「untuk memelihara iman orang-orang pilihan Allah dan pengetahuan akan kebenaran yang nampak dalam ibadah kita (kesalehan kita)Titus 1:1b).

Renungkan: (1) introspeksi diri apakah saya sudah memakukan di atas salib kebiasaan buruk / saya yang lama, yang dahulu sebelum percaya Tuhan? (2) pilihlah dan renungkan satu atau dua hal dari ayat 4-7 yang melimpah dengan pengajaran anugerah keselamatan; (3) ambil keputusan di hadapan Allah untuk melakukan hal yang baik.


Tambahan Penerjemah:
Secara cepat bacalah ulang untuk mendapatkan inti-intinya dan kaitkan dengan inti dari renungan Titus 3:3-8 ini yakni: anugerah keselamatan (rahmat belas kasihan dari Allah), datangnya kasih karunia (lahir baru, diperbaharui, dibenarkan), cara (melalui Roh Kudus) dan tujuan (pengharapan hidup kekal). Apa kaitan Titus 1:1-3:2 dengan dasar fondasi dari hidup berkesaksian orang percaya, yang kini telah memiliki kehidupan baru di dalam Kristus, yang telah dilahirbarukan, diperbaharui dan dibenarkan?

Daniel 2:36-45

「Runtuhnya Kerajaan」

Apa yang engkau cari dalam hidup? Kuasa kerajaan manusia silih berganti runtuh, hanya Satu yang tetap.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 2:36-45 [ITB])
36Itulah mimpi tuanku, dan sekarang maknanya akan kami katakan kepada tuanku raja:
37「Ya tuanku raja, raja segala raja, yang kepadanya oleh Allah semesta langit telah diberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan, 38dan yang ke dalam tangannya telah diserahkan-Nya anak-anak manusia, di manapun mereka berada, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan yang dibuat-Nya menjadi kuasa atas semuanya itu–tuankulah kepala yang dari emas itu.
39Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi.
40Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya. 41Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat. 42Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian. 43Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.」
44「Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya, 45tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu.
Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai.」

Mimpi Nebukadnezar menyangkut hal yang akan digenapi kelak, menyingkapkan arah gerak sejarah umat manusia. Mimpi ini juga sangat erat berkaitan dengan diri Nebukadnezar sendiri, karena ia adalah 「kepala yang dari emas itu」 (Daniel 2:38), mendominasi bagian badan patung yang lain-lain. Sebagai raja yang melampaui raja lain, kerajaan, kuasa, kekuatan, dan kemuliaan terkumpul pada dirinya seorang, seluruh yang hidup yang bernafas ada di dalam kuasa tangannya, Nebukadnezar justru harus memahami dua hal: Pertama, semua kuasa ini seluruhnya berasal dari Allah; Kedua, dalam rencana Tuhan atas sejarah, kepala emas pada akhirnya akan digantikan.

Selain kepala emas, mengenai setiap bagian patung besar yang lain (perak, tembaga, besi, setengah besi setengah tanah liat) mewakili kerajaan apa, tidak terdapat pengertian yang sama dari para peneliti Alkitab, ini juga terkait pendapat yang berbeda-beda atas tanggal penulisan dan identitas penulis kitab Daniel. Di antara perbedaan pendapat yang paling besar adalah bagian kelima (jari kaki yang setengah besi setengah tanah liat) sebenarnya menunjuk suatu kuasa kerajaan yang ada di atas bumi, atau adalah sebuah kerajaan rohaniah. Berharga diperhatikan adalah bahwa pengelihatan mimpi ini pada saat itu justru menunjuk masa depan, dan Daniel hanya memberikan uraian yang jelas terhadap bagian kepala emas atas patung besar itu, sengaja tidak mengatakan dengan terang bagian yang lain-lain adalah mewakili kerajaan yang mana. Berdasarkan sifat karakter khusus sastra apokaliptik, kita tidak berhalangan memahaminya dengan cara ini: seluruh patung besar adalah perwakilan semua kerajaan di bawah langit, sebagai simbol arah gerak peristiwa dalam sejarah umat manusia. Patung besar sebagai sebuah keseluruhan (Daniel 2:35, 44), setiap bagian mewakili kuasa politik dan kerajaan yang memusuhi Allah yang ada di antara umat manusia di berbagai masa dan dinasti, pada akhirnya akan dihantam musnah oleh Kerajaan Allah (sebuah batu yang terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia) (Daniel 2:34-35), akan datang pada waktunya sebuah Kerajaan kekal milik Allah akan didirikan.

Pengelihatan mimpi Nebukadnezar, membawakan dua macam penyingkapan penting:

  1. Pertama, kuasa kerajaan di antara manusia keadaannya makin menurun. Emas digantikan perak, perak digantikan tembaga, tembaga digantikan besi, besi digantikan setengah besi setengah tanah liat yang makin lemah, nilai harganya tiada henti berkurang. Mulai dari kerajaan Babel, sampai kuasa kerajaan yang paling akhir terulang digantikan, satu dinasti akan tidak dapat dibandingkan dinasti sebelumnya. Patung besar megah mulia dengan emas sebagai kepala, justru dengan yang lemah lunak tidak tahan satu hantaman sebagai akhir.
  2. Kedua, Kerajaan Allah akan memenuhi di bawah langit. Patung amat besar yang dibuat tangan manusia, pada akhirnya dihantam hancur musnah oleh sebuah batu yang terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia. Sebuah batu ini sebagai simbol Kerajaan Allah, selamanya tidak kalah rusak, akan tetap untuk selama-lamanya (Daniel 2:44). Dalam pengelihatan mimpi Nebukadnezar, sepotong batu ini akan menjadi gunung besar; maknanya kerajaan manusia pada akhirnya akan berakhir selesai, tetapi Kerajaan Allah akan dengan besar berkembang, memenuhi di bawah langit.

Bagi sekelompok umat Allah yang ditawan sebagai budak, ini adalah sebuah berita pengharapan. Kuasa kerajaan di antara manusia tidak peduli seberapa kuat jaya, juga hanyalah yang sementara saja, pada akhirnya semua akan bertebaran seperti debu, hilang seperti asap, hanya Kerajaan Allah tetap kekal selama-lamanya. Benar demikian adanya, sejarah ada di dalam genggaman tangan kendali Allah, Dia telah memiliki rencana yang sepenuhnya, siatuasi zaman bergerak maju berdasarkan kehendak Dia.

Renungkan: Kitab Daniel menjabarkan kepada kita sebuah konsep sejarah dan konsep dunia (pandangan dunia) yang jelas. Tidak peduli kuasa kerajaan apapun di antara manusia yang sedang berkuasa, jangan lupa Allah tetap memegang kendali, semua ada dalam rencana dan kehendak Dia. Tidak peduli kuasa kerajaan di atas bumi yang bagaimana penuh dosa melimpah, memusuhi Allah, tetap menerima batasan masa waktu yang ditentukan Allah; dan pada akhirnya, kuasa kerajaan di antara manusia harus seperti debu bertebaran hilang seperti asap, Kerajaan Allah hendak penuh di bawah langit, sampai selama-lamanya.

Saudara dan saudari, menyaksikan kejahatan kuasa kerajaan, masyarakat yang kehilangan hukum yang bersuka-ria atas kejahatan, banyak nilai kebajikan yang sedang hilang dengan cepat, kita mudah putus asa kehilangan tekat. Kitab Daniel justru mengingatkan kita: Allah tetap memegang kendali, kejahatan kuasa kerajaan di antara manusia tidak mampu tetap kekal, pada akhirnya akan digantikan kerajaan Allah yang kekal. Bagaimanakah kedudukan Kerajaan Allah di dalam hati engkau? Dalam zaman yang bengkok dan sesat ini, bagaimanakah engkau menghidupi gaya hidup umat Allah?


Tambahan Penerjemah:

(Markus 4:19 [ITB]) “lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.” Zaman ini penghimpit firman itu, penipu daya itu yang dicari diagungkan: kecantikan, ketampanan, kehebatan, kejayaan, kekayaan. Semua akan berlalu, hancur seperti debu, lenyap seperti asap. Hanya Dia yang tetap selama-lamanya yang patut dicari dan diagungkan dalam hidup ini.