Tag Archives: Taat Perintah Allah

Yohanes 2:7-8

「Kami tidak harus tahu」

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 2:7-8 [ITB])
7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air. Dan merekapun mengisinya sampai penuh. 8 Lalu kata Yesus kepada mereka: Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.
Lalu merekapun membawanya.

Ayat ini menjelaskan secara rinci persiapan pelaksanaan mukjizat ini: karena Maria berpesan kepada para pelayan agar Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu! Oleh karena itu, kelompok pelayan perjamuan pernikahan itu melakukan apa yang Yesus perintahkan. Mereka mengisi penuh air, lalu mencedok air dari dalam tempayan dan memberikannya kepada pemimpin perjamuan.

Sangat menarik, pada kenyataannya, kelompok orang ini tidak tahu apa-apa — mereka tidak tahu apa yang akan Yesus lakukan, rencana apa yang Dia miliki, dan untuk tujuan apa. Bahkan, mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan! Terlebih bahkan tidak tahu bahwa air yang dicedok telah menjadi anggur yang baik! Mereka benar-benar orang yang berada di balik tempurung sama sekali tidak tahu apa-apa. Atau, Anda dapat mengatakan bahwa mereka tidak penting hanyalah aktor pendukung mukjizat ini. Namun, dari perspektif lain, mereka telah berpartisipasi dalam mukjizat Yesus mengubah air menjadi anggur.

Kelompok pelayan ini benar-benar berpartisipasi dalam pekerjaan keajaiban mukjizat Tuhan! Demikian pula, seperti Maria, mereka hanya menuruti perintah Yesus. Mereka tidak tahu bagaimana mukjizat ini terjadi, atau bahkan mereka tidak tahu sudah berpartisipasi dalam mukjizat. Mereka selalu hanya memiliki satu perintah di dalam hati mereka: Apa yang Yesus katakan kepadamu, buatlah itu! Kemudian, mereka dengan setia jujur taat dan melaksanakan instruksi Yesus.

Renungkan:
Ayat ini hanya menunjukkan pentingnya mendengarkan dan ketaatan. Kadang-kadang, kita belum tentu tahu banyak, kita tidak tahu semuanya, kita tidak tahu hasil dari kejadian tersebut, juga tidak tahu maksud, tujuan dan motif Tuhan. Bahkan, tanpa mengetahui bahwa mukjizat akan terjadi, yang harus kita lakukan adalah bertindak setia taat sesuai dengan perintah Tuhan. Inti masalahnya selalu adalah mendengarkan taat total. Selama kita bertindak sesuai dengan perintah Tuhan, kita dapat berpartisipasi dalam mukjizat walau tanpa kita menyadarinya! Kita tahu atau tidak tahu, tidak masalah, sama sekali-itu tidak akan mempengaruhi terjadinya mukjizat.


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 2:1-3:15

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 2:1-3:15 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yohanes 2:5

「Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!」

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 2:5 [ITB])
5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!

Menanggapi jawaban Yesus yang di permukaan seperti tidak sopan dan ambigu, permohonan Maria tampaknya gagal. Namun, Maria tidak merasa kecewa, juga tidak merasa ditolak. Bahkan, dia langsung memerintahkan orang agar menaati Yesus, Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!

Mengapa demikian? Bukankah Yesus benar-benar menolaknya? Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba. Ini jelas merupakan penolakan atas permintaannya. Mengapa Maria merasa bahwa Yesus akan bersedia menjawab permintaannya, dan ia meminta agar orang-orang mematuhi perintah Yesus? Tentu saja, inilah iman Maria dan pengetahuannya tentang Yesus. Maria tahu: Apa yang Ia katakan kepadamu, buatlah itu! kalimat ini selalu sesuai serta berlaku di kondisi apapun dan situasi bagaimanapun. Ini adalah kepastian.

Oleh karena itu, meskipun Maria tidak bisa memastikan dan tidak tahu apa langkah selanjutnya, dia tetap berkata kepada orang lain: Apa yang Ia katakan kepadamu, buatlah itu!

Namun, karena dia bersedia memohon kepada Yesus, dia juga pasti tahu bahwa setelah ia melakukan permohonan maka dia harus siap sedia menaati Dia kapan saja. Orang yang memohon juga adalah orang yang taat. Setelah Maria memohon kepada Yesus, dia pergi untuk memberi tahu orang lain hal kedua: Apa yang Ia katakan kepadamu, buatlah itu! Ini adalah arti dari ketaatan. Itu sama bagi kita sebagai orang Kristen. Kita memohon kepada Tuhan, tetapi itu juga berarti bahwa pada saat yang sama kita harus menaati Tuhan. Jika hanya ada permohonan, tetapi tidak ada ketaatan, maka itu tidak memiliki arti apa-apa. Ketaatan sama dengan permohonan, adalah hal yang harus kita lakukan di bawah pekerjaan Tuhan yang kekal dan tidak berubah.

Renungkan:
1. Apakah Anda adalah orang yang menaati Yesus? Apakah doa Anda selaras dengan kepatuhan Anda?
2. Apa yang Ia katakan kepadamu, buatlah itu! Apakah Anda merespons Yesus seperti itu?


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 2:1-3:15

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 2:1-3:15 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Hakim-hakim 1:19 – 2:5

「Akar kegagalan komunitas」
Oleh Dr. Wong Tin-yat
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hak. 1:19 – 2:5 [ITB])
19 Dan TUHAN menyertai suku Yehuda, sehingga mereka menduduki pegunungan itu; tetapi mereka tidak dapat menghalau penduduk yang di lembah, sebab orang-orang ini mempunyai kereta-kereta besi.
20 Kepada Kaleb telah diberikan Hebron, seperti yang dikatakan Musa dahulu, dan dari sana telah dihalaukannya anak Enak yang tiga itu.
21 Tetapi orang Yebus, penduduk kota Yerusalem, tidak dihalau oleh bani Benyamin, jadi orang Yebus itu masih diam bersama-sama dengan bani Benyamin di Yerusalem sampai sekarang.
22 Keturunan Yusuf juga maju menyerang Betel, dan TUHAN menyertai mereka. 23 Keturunan Yusuf menyuruh orang mengintai Betel itu–nama kota itu dahulu adalah Lus. 24 Ketika pengintai-pengintai itu melihat seorang keluar dari kota itu, maka berkatalah mereka kepadanya: Tolong tunjukkan bagaimana kami dapat memasuki kota ini, maka kami akan memperlakukan engkau sebagai sahabat. 25 Lalu ditunjukkannyalah kepada mereka bagaimana mereka dapat memasuki kota itu, dan mereka memukul kota itu dengan mata pedang, tetapi orang itu dengan seluruh kaumnya dibiarkan mereka pergi. 26 Orang itu pergi ke negeri orang Het dan mendirikan di sana sebuah kota yang dinamainya Lus. Demikianlah nama kota itu sampai sekarang.
27 Suku Manasye tidak menghalau penduduk Bet-Sean dan penduduk segala anak kotanya, penduduk Taanakh dengan segala anak kotanya, penduduk Dor dengan segala anak kotanya, penduduk Yibleam dengan segala anak kotanya, dan penduduk Megido dengan segala anak kotanya, sebab orang Kanaan itu berkeras untuk tetap diam di negeri itu. 28 Setelah orang Israel menjadi kuat, mereka membuat orang Kanaan itu menjadi orang rodi dan tidak menghalau mereka sama sekali.
29 Suku Efraimpun tidak menghalau orang Kanaan yang diam di Gezer, sehingga orang Kanaan itu tetap diam di tengah-tengah mereka di Gezer.
30 Suku Zebulon tidak menghalau penduduk Kitron dan penduduk Nahalol, sehingga orang Kanaan itu tetap diam di tengah-tengah mereka, walaupun sebagai orang rodi.
31 Suku Asyer tidak menghalau penduduk Ako, penduduk Sidon serta Ahlab, Akhzib, Helba, Afek dan Rehob, 32 sehingga orang Asyer itu diam di tengah-tengah orang Kanaan, penduduk asli di negeri itu, sebab orang-orang itu tidak dihalaunya.
33 Suku Naftali tidak menghalau penduduk Bet-Semes dan penduduk Bet-Anat, sehingga mereka diam di tengah-tengah orang Kanaan, penduduk asli di negeri itu; tetapi penduduk Bet-Semes dan Bet-Anat itu menjadi orang rodi bagi mereka.
34 Orang Amori mendesak bani Dan ke sebelah pegunungan dan tidak membiarkan mereka turun ke lembah, 35 dan orang Amori itu berkeras untuk tetap diam di Har-Heres, di Ayalon dan di Saalbim, walaupun mereka mendapat tekanan berat dari keturunan Yusuf, sebab mereka menjadi orang rodi. 36 Daerah orang Amori itu mulai dari pendakian Akrabim, dari Sela, terus ke atas.
2:1 Lalu Malaikat TUHAN pergi dari Gilgal ke Bokhim dan berfirman: Telah Kutuntun kamu keluar dari Mesir dan Kubawa ke negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyangmu, dan Aku telah berfirman: Aku tidak akan membatalkan perjanjian-Ku dengan kamu untuk selama-lamanya, 2 tetapi janganlah kamu mengikat perjanjian dengan penduduk negeri ini; mezbah mereka haruslah kamu robohkan. Tetapi kamu tidak mendengarkan firman-Ku. Mengapa kamu perbuat demikian? 3 Lagi Aku telah berfirman: Aku tidak akan menghalau orang-orang itu dari depanmu, tetapi mereka akan menjadi musuhmu dan segala allah mereka akan menjadi jerat bagimu.』」 4 Setelah Malaikat TUHAN mengucapkan firman itu kepada seluruh Israel, menangislah bangsa itu dengan keras. 5 Maka tempat itu dinamai Bokhim. Lalu mereka mempersembahkan korban di sana kepada TUHAN.

Hal yang istimewa dari 《Kitab Hakim-hakim》 pasal 1 adalah bahwa pasal ini tampaknya menunjukkan kepada kita bahwa bangsa Israel masih berhasil di era pasca-Yosua. Namun, jika kita terus membaca, mereka tetaplah berakhir dengan kegagalan.

Ayat 19 menceritakan kepada kita: Sejak Yehuda menduduki pegunungan, karena penduduk dataran memiliki kereta-kereta besi, mereka tidak dapat mengusir penduduk dataran tersebut. Apa masalahnya? Kelompok orang Israel ini, mereka pernah dan selalu mengalami pertolongan Allah, tetapi sekarang mereka telah melupakan janji kehadiran Allah (Ulangan 7:1-3), dan pada saat yang sama mereka telah melupakan pengalaman zaman Yosua (Seperti: runtuhnya Yerikho mengalahkan raja Hazor, yang memiliki banyak kuda dan kereta … dll.). Di permukaan, ayat ini sepertinya memberi tahu kita bahwa bangsa Israel tidak mampu menang atas musuh. Namun, pada kenyataannya? Ternyata mereka telah melupakan apa yang dikatakan Yosua: sekalipun orang Kanaan kuat dan memiliki kereta besi, kamu dapat mengusir mereka (Yos. 17:18 tetapi pegunungan itu akan ditentukan bagimu juga, … kamu akan memilikinya sampai kepada ujung-ujungnya, sebab kamu akan menghalau orang Kanaan itu, sekalipun mereka mempunyai kereta besi dan sekalipun mereka kuat) Apa yang ditunjukkan oleh penulis Alkitab kepada kita adalah orang-orang Israel hanya puas dengan kemenangan saat itu, sehingga berhenti bergerak maju, kehilangan keberanian untuk mengalami kuasa hadirat Allah. Ayat ini bisa dikatakan sebagai kunci dari seluruh 《Kitab Hakim-hakim》 – memendam akar kegagalan bangsa Israel di seluruh era Hakim-hakim ini!

Mari kita lihat beberapa contoh lagi untuk membuat kita lebih sadar akan akar masalah orang Israel.

Hak. 1:7 mencatat kata-kata Adoni orang Bezek Ada tujuh puluh raja dengan terpotong ibu jari tangan dan kakinya memungut sisa-sisa makanan di bawah mejaku; sesuai dengan yang kulakukan itu, demikianlah dibalaskan Allah kepadaku, namun apa pentingnya dibalik kata-kata Adoni tersebut? Tindakan memotong ibu jari para tawanan menyatakan mengambil kekuasaan musuh, menyatakan kemenangan diri. Suku Yehuda, mereka tidak menghukum mati Adoni-Bezek di tempat, mereka bahkan memperlakukan Adoni orang Bezek seperti cara Adoni memperlakukan musuhnya? Sayang sekali: suku Yehuda telah mempelajari dan meniru budaya Kanaan! (Tambahan penerjemah: perhatikan juga di bagian akhir kata-kata Adoni yang mengatasnamakan Allah seakan-akan setuju tindakan suku Yehuda yang meniru budaya orang Kanaan. Ini hanya awal, kelak makin banyak budaya dan penyembah berhala yang ditiru orang Israel!)

Ayat 1:28 mengatakan: Setelah orang Israel menjadi kuat, mereka membuat orang Kanaan itu menjadi orang rodi dan tidak menghalau mereka sama sekali. Ayat ini sangat penting.
Menurut kehendak awal Allah, orang Israel memiliki kekuatan yang cukup untuk mengusir orang Kanaan. Namun, alih-alih melakukannya, mereka lebih puas dengan yang baik kualitas dua dan menyisakan orang Kanaan untuk melakukan kerja keras. Bermula di 1:8 ketaatan kepada Allah, mengikuti mode perang yang ditetapkan oleh Yosua bani Yehuda berperang melawan Yerusalem, merebutnya lalu memukulnya dengan mata pedang dan memusnahkan kota itu dengan api, sampai sekarang hanyalah pada tahap kesuksesan yang dangkal, di balik kesuksesan ada hal yang timbul memenuhi seluruh perikop mulai dari 1:19 hingga akhir pasal 1? Apa itu? Itu adalah frasa tidak menghalau (1:19, 21, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 33).

Menurut ayat 2:1, telah Kutuntun kamu keluar dari Mesir sampai hari ini, Allah tidak pernah meninggalkan perjanjian yang Dia buat dengan mereka. Namun, bagaimana dengan orang Israel? ── Berhenti pada kemenangan di kulit permukaan, tidak lagi bersedia untuk mematuhi perintah dan ajaran Allah, dan bahkan tidak lagi bersedia membayar harga untuk mematuhi instruksi Allah. Bangsa Israel, mulai dari ayat 1:19 mereka langkah demi langkah menuju kegagalan. Tidak heran Allah berkata kepada orang Israel dalam 2:2-3 Tetapi kamu tidak mendengarkan firman-Ku. Mengapa kamu perbuat demikian? Maka Aku telah berfirman: Aku tidak akan menghalau orang-orang itu dari depanmu, tetapi mereka akan menjadi musuhmu dan segala allah mereka akan menjadi jerat bagimu.』」

Renungkan:
Kemarin kita berbicara tentang kunci keberhasilan komunitas ── doa, kerja sama, ketaatan. Secara umum, konsep yang sangat penting dari sukses adalah sikap kita ── ketika kita menghadapi situasi apa pun, kita harus mengutamakan Allah di posisi pertama, dan berpegang pada prinsip bersatu dan ketaatan di dalam hati. Dalam benak penulis 《Kitab Hakim-hakim》, sikap hati manusia bisa dikatakan menjadi unsur yang sangat penting bagi keberhasilan komunitas!


Renungan pemahaman Kitab Hakim-hakim

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hakim-hakim ditulis oleh Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) dipublikasi pada bulan April 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Bilangan 22:21-23

「Keledai betina dan Malaikat」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

Bacalah Bilangan 22 (klik untuk membuka)

(Bil. 22:21-23 [ITB])

21 Lalu bangunlah Bileam pada waktu pagi, dipelanainyalah keledainya yang betina, dan pergi bersama-sama dengan pemuka-pemuka Moab.
22 Tetapi bangkitlah murka Allah ketika ia pergi, dan berdirilah Malaikat TUHAN di jalan sebagai lawannya. Bileam mengendarai keledainya yang betina dan dua orang bujangnya ada bersama-sama dengan dia. 23 Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di tangan-Nya, menyimpanglah keledai itu dari jalan dan masuk ke ladang. Maka Bileam memukul keledai itu untuk memalingkannya kembali ke jalan.

tanpa disangka keledai itu mulai berbicara dan bertanya kepada Bileam ...
tanpa disangka keledai itu mulai berbicara dan bertanya kepada Bileam …

Kisah Bileam dan keledainya merupakan pengantar tentang ia mengutuk orang Israel. Ada beberapa hal yang berharga diperhatikan:

• TUHAN mengizinkan Bileam tetapi bangkitlah murka Allah mengirim malaikat untuk membunuh Bileam dengan pedang terhunus di jalan. Keledai itu melihat malaikat itu memegang pedang terhunus di tangannya, dan berulang kali menghindari malaikat itu, membuat kaki Bileam terjepit ke tembok batu di sisi jalan, dan akhirnya berbaring di tanah. Bileam marah dan memukuli keledai itu, tanpa disangka keledai itu mulai berbicara dan bertanya kepada Bileam mengapa ia memukulnya, bahkan ingin membunuhnya? Pada saat ini malaikat membuka mata Bileam sehingga dapat melihat malaikat dengan pisau terhunus di tangannya. Malaikat itu menegur Bileam. Bileam dengan cepat mengakui dosa-dosanya, tetapi dengan izin dari malaikat, dia pergi menemui Balak, Raja Moab, dan hanya saja malaikat itu berpesan kepadanya Pergilah bersama-sama dengan orang-orang itu, tetapi hanyalah perkataan yang akan Kukatakan kepadamu harus kaukatakan (Bilangan 22:35)

• Yang menakjubkan dari bagian ini adalah bahwa tidak hanya keledai yang dapat berbicara, tetapi Bileam, yang dikenal sebagai nabi terhebat, tidak dapat melihat malaikat sama sekali, dan dia tidak menyadari perilaku keledai yang tidak biasa. Dia tidak tahu malapetaka sudah dekat sampai malaikat itu membuka matanya. Secara teologi, ini mirip seperti Kitab Kejadian pasal 3, di Taman Eden, ular pernah membuka mulut berbicara (karena iblis), menggoda wanita sehingga jatuh ke dalam dosa. Di sini Allah membuat keledai berbicara, untuk merusak strategi Iblis yang hendak menyerang umat Allah. Tema hikmat juga ditampilkan di sini, seperti yang pernah Allah katakan kepada Musa: Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN? Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan(Keluaran 4:11-12). Allah membuka mulut keledai untuk berbicara kepada Bileam, dan Dia juga bisa membuka Bileam untuk menyampaikan pesan-Nya.

• Paragraf ini memanfaatkan sepenuhnya teknik menulis tiga: keledai betina melihat malaikat tiga kali dan menghindari malaikat tiga kali, tetapi Bileam tidak bisa melihatnya tiga kali, dan malah memukul keledainya tiga kali. Narasi berikut juga menggunakan teknik penulisan tiga: raja Balak dari Moab mengarahkan Bileam untuk mengutuk orang Israel tiga kali. Bileam tiga kali meminta untuk membangun tujuh altar dan mengorbankan lembu serta domba, tetapi TUHAN tiga kali mengubah kutukan Bileam menjadi berkat. Setelah ketiga kalinya, Balak dengan marah ingin mengusir Bileam, dan dia menambahkan puisi nubuat berkat. Ini adalah model 3 + 1.

Renungkan:
Antara hal yang sudah ditetapkan dan meminta izin. Bertanya kepada Allah boleh atau tidak atas hal-hal yang telah Allah perintahkan dengan jelas adalah penghinaan yang besar kepada Allah. Bahkan jika Allah mengizinkannya, jika orang masih saja tidak dapat mendeteksi atau mengetahui murka Allah, itu adalah kesedihan yang lebih besar.

Motivasi dan perilaku. TUHAN memeriksa hati orang, tetapi orang sering menipu diri sendiri dan orang lain. Mazmur 139:23-24 Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 15:37-40

「Mengumpulkan kayu api dan jumbai-jumbai punca baju」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 15:37-40 [ITB])
37 TUHAN berfirman kepada Musa: 38 Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka, turun-temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan. 39 Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN. 40 Maksudnya supaya kamu mengingat dan melakukan segala perintah-Ku dan menjadi kudus bagi Allahmu. 41 Akulah TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya Aku menjadi Allah bagimu; Akulah TUHAN, Allahmu.

Paruh kedua dari Bilangan pasal 15 berbicara tentang contoh pelanggaran yang dilakukan secara sadar (sudah tahu tetapi tetap melakukan), serta ketentuan untuk mencegah pelanggaran di masa depan. Aturan-aturan ini tidak terbatas pada satu generasi itu saja, tetapi harus diikuti oleh generasi mendatang.

1) Sudah tahu tetapi tetap sengaja melanggar, mengumpulkan kayu bakar pada hari Sabat (ayat 32-36, klik untuk membaca): perintah keempat dari Sepuluh Hukum adalah Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat (Kel. 20:8-11; Ul. 5:12-15) itu adalah tanda umat Israel memelihara dan menjaga perjanjian (Kel 31:12-17, klik untuk membaca), mereka yang melanggar perintah ini pastilah ia akan dihukum mati. Pertanyaan utama adalah apakah mengumpulkan kayu bakar pada hari Sabat merupakan pelanggaran hukum, karena kehendak Tuhan belum diumumkan ketentuannya? Keluaran menyatakan bahwa dilarang bagi Israel untuk mengambil manna pada hari Sabat (Kel. 16:22-26), dan karena itu pergi keluar mengambil kayu bakar pada hari Sabat adalah merupakan larangan. Lebih lanjut, Hukum Taurat menetapkan bahwa tidak ada api pembakaran yang boleh dihidupkan pada hari Sabat, dan tujuan mengumpulkan kayu bakar adalah untuk membakar, sehingga tidak diperbolehkan mengumpulkan kayu bakar pada hari Sabat. Orang ini pada hari Sabat sudah tahu tetapi tetap sengaja melanggar  harus dihukum mati sesuai dengan Hukum Taurat.

2) Kewaspadaan untuk pencegahan, membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka (ayat 37-40): ketentuan khusus dari Hukum Taurat ini mengharuskan orang Israel untuk menambahkan jumbai-jumbai di masing-masing dari empat sudut bagian bawah baju mereka (punca baju: ujung atau sudut kain  yang lepas atau terjulai). Ini adalah seperti kotak tulisan suci yang dipaku pada kusen pintu (mǝzûzôt), juga yang terikat pada lengan (tǝpillîn), senantiasa mengingatkan umat Allah untuk menaati Hukum Taurat Allah (Kel. 13:16; Ul. 6:9). Alkitab tidak menentukan warna jumbai-jumbai, tetapi dikatakan bahwa dalam jumbai-jumbai itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan, mirip dengan tali biru yang digunakan untuk mengikat patam emas ke serban imam besar (patam: perhiasan atau lempengan yang dipakai di dahi) (Kel. 28:37, 39:31), adalah untuk mengingatkan semua orang Israel bahwa mereka memiliki identitas dan martabat imam besar, dan merupakan bagian dari kerajaan imam dan bangsa yang kudus (Kel 19:6). Kitab Ulangan menaati larangan bagi orang Israel menabur dua benih yang berbeda di ladang yang sama, tidak boleh menggunakan lembu atau keledai bersamaan membajak tanah pertanian, atau tidak boleh mengenakan pakaian yang ditenun dari bahan campuran. Meski ini akan membawa ketidaknyamanan dan kerugian dalam kehidupan, tetapi ini menjaga orang Israel tidak mengikuti kebiasaan orang asing. Hanya menjalani kehidupan yang dikuduskan (yang dikhususkan dikuduskan) dan hidup mengikuti kehendak Allah saja.

Ketentuan Hukum Taurat di pasal ini diakhiri dengan kata-kata pembukaan Sepuluh Hukum: Akulah TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya Aku menjadi Allah bagimu; Akulah TUHAN, Allahmu (ayat 41; Kel. 20:1-2)

Renungkan:
Memelihara perjanjian kudus, menjalani kehidupan terpisah (yang dikuduskan), selaras dengan kehendak Allah, itu adalah tujuan Hukum Taurat. Apakah Anda bersedia menanggung beberapa ketidaknyamanan dalam hidup Anda, dan hanya menjalani kehidupan yang menaati kehendak Tuhan, berkenan kepada-Nya dan menyenangkan Tuhan?


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Filipi 2:5-8

「Teladan Yesus Kristus」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Fil. 2:5-8 [ITB])
5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Fil. 2:6-8 dengan jelas menunjukkan kepatuhan Yesus Kristus yang rendah hati. Di sini menekankan dengan sangat kuat: bahwa kerendahan hati Yesus Kristus jelas bukan karena diri-Nya rendah, karena Ia memiliki rupa Allah. Kata rupa menandakan bahwa Dia tidak hanya memiliki esensi dan kualitas yang sama dengan Allah, tetapi juga memiliki gambar yang sama dengan Allah dalam bentuk eksternal. Pada saat menekankan rupa eksternal Yesus Kristus, 2:6 juga menunjukkan bahwa Ia setara dengan Allah. Ungkapan ini jelas menjabarkan keTuhanan yang sempurna dari Yesus Kristus.

Di sini Paulus menggunakan kata yang hanya muncul sekali dalam Alkitab, menggambarkan Yesus Kristus tidak mempertahankan kesetaraan-Nya dengan Allah. KJV atau CUV menerjemahkan sebagai memperebutkan tampaknya sudah mencerminkan makna kata tersebut dengan relevan, walau mungkin rentan kesalahpahaman bahwa memang dari awal tidak memiliki sehingga tidak memperebutkan, dan terjemahan ini kurang bisa mengekspresikan makna memegang erat sekuat tenaga (bandingkan ITB memakai kata “mempertahankan”), namun dapat dengan benar mencerminkan bahwa Yesus Kristus setara dengan Allah, tetapi Ia tidak bersikeras datang dengan identitas dan rupa ini.

Fil. 2:7 lebih jauh menggambarkan teladan Yesus yang rendah hati. Istilah mengosongkan diri relatif mudah dimengerti tetapi bagaimana Dia mengosongkan diri-Nya sendiri harus mengacu pada konteks yakni teks berikutnya, terutama dua frasa berikut: mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Pengosongan diri Yesus Kristus bukan membuang keilahian-Nya, tetapi mengambil rupa seorang budak. Paulus tidak sekadar hendak mengekspresikan inkarnasi Yesus Kristus Sang Firman menjelma jadi manusia dan hidup di tengah-tengah manusia, karena jika demikian, dua frasa terakhir dari ayat 7 sudah cukup, Paulus bahkan lebih fokus menitikberatkan Yesus Kristus melepaskan hak yang memang dimiliki-Nya, menjadi hamba bagi manusia, melalui tindakan-Nya agar manusia bisa mendapatkan keselamatan.

Ini dengan jelas dinyatakan dalam ayat 8, bahwa Yesus Kristus tidak hanya menjadi manusia, tetapi juga rendah hati dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Kepada siapa Yesus Kristus taat, tidak secara jelas dinyatakan dalam perikop ini, tetapi dari tanggapan Allah terhadap tindakan Yesus yang dijelaskan di teks di bawah, maka dapat diketahui Yesus menaati kehendak Allah, Ia melalui rupa yang dipandang hina oleh manusia menyelesaikan keselamatan yang dijanjikan-Nya. Kerendahan hati Yesus Kristus membuat manusia mendapatkan keselamatan dan menerima anugerah.

Sebelum rangkaian uraian tentang Yesus Kristus di atas, di ayat 5 Paulus terlebih dahulu menunjukkan bahwa orang percaya perlu memiliki pikiran dan perasaan Kristus Yesus, jadi tujuan Paulus bukanlah sekadar untuk membuat pembaca memahami bagaimana Yesus Kristus setara dengan Allah serta betapa Ia rendah hati dan taat, bahkan sampai mati di kayu salib, terlebih hendaknya kita menjadikan Yesus sebagai teladan, mempelajari sikap hati dan pikiran-Nya. Jika Kristus dapat meletakkan rupa-Nya yang setara dengan Allah, kita bahkan dapat meletakkan apa yang kita anggap mulia dan menjadi hamba bagi orang lain untuk melayani kebutuhan orang lain.

Renungkan:

Bisakah kita menjadikan Yesus sebagai teladan, meletakkan identitas kita, melayani dengan rendah hati agar orang lain mendapatkan manfaat baik?


Renungan pemahaman Surat Filipi (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan January 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yeremia 32:1-15

「Yeremia Membeli Tanah Leluhur」
oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 32:1-15 [ITB])
1 Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia dalam tahun yang kesepuluh pemerintahan Zedekia, raja Yehuda; itulah tahun yang kedelapan belas pemerintahan Nebukadnezar. 2 Pada waktu itu tentara raja Babel mengepung Yerusalem, dan nabi Yeremia ditahan di pelataran penjagaan yang ada di istana raja Yehuda. 3 Sebab Zedekia, raja Yehuda, telah menahan dia di sana dengan tuduhan: 「Mengapa engkau bernubuat: Beginilah firman TUHAN: 『Sesungguhnya, Aku menyerahkan kota ini ke dalam tangan raja Babel, supaya ia mendudukinya; 4 Zedekia, raja Yehuda, tidak akan luput dari tangan orang Kasdim, melainkan pasti akan diserahkan ke dalam tangan raja Babel, sehingga ia berbicara dengan dia mulut sama mulut dan melihat dia mata sama mata; 5 Zedekia akan dibawanya ke Babel dan di sanalah ia akan tinggal, sampai Aku memperhatikannya, demikianlah firman TUHAN. Apabila kamu berperang melawan orang Kasdim itu, kamu tidak akan beruntung!』」
6 Berkatalah Yeremia: 「Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: 7 『Sesungguhnya, Hanameel, anak Salum, pamanmu, akan datang kepadamu dengan usul: Belilah ladangku yang di Anatot itu, sebab engkaulah yang mempunyai hak tebus untuk membelinya.』 8 Kemudian, sesuai dengan firman TUHAN, datanglah Hanameel, anak pamanku, kepadaku di pelataran penjagaan, dan mengusulkan kepadaku: 『Belilah ladangku yang di Anatot di daerah Benyamin itu, sebab engkaulah yang mempunyai hak milik dan hak tebus; belilah itu!』 Maka tahulah aku, bahwa itu adalah firman TUHAN. 9 Jadi aku membeli ladang yang di Anatot itu dari Hanameel, anak pamanku, dan menimbang uang baginya: tujuh belas syikal perak. 10 Aku menulis surat pembelian, memeteraikannya, memanggil saksi-saksi dan menimbang perak itu dengan neraca. 11 Lalu aku mengambil surat pembelian yang berisi syarat dan ketetapan itu, baik yang dimeteraikan maupun salinannya yang terbuka; 12 kemudian aku memberikan surat pembelian itu kepada Barukh bin Neria bin Mahseya di depan Hanameel, anak pamanku, di depan para saksi yang telah menandatangani surat pembelian itu, dan di depan semua orang Yehuda yang ada di pelataran penjagaan itu. 13 Di depan mereka aku memerintahkan kepada Barukh, kataku: 14 Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: 『Ambillah surat-surat ini, baik surat pembelian yang dimeteraikan itu maupun salinan yang terbuka ini, taruhlah semuanya itu dalam bejana tanah, supaya dapat tahan lama. 15 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Rumah, ladang dan kebun anggur akan dibeli pula di negeri ini!』」

Yer. 32:1 – 33:26 adalah bagian kedua dari 「kitab Pengharapan.」 Hal-hal ini terjadi sekitar tahun 588 atau 587 SM, hanya beberapa bulan sebelum jatuhnya Yerusalem. Situasinya sangat buruk, pada saat itu Yerusalem dikepung oleh tentara Babel, kota terjebak dalam kelaparan, wabah merajalela, dan nabi Yeremia ditahan di penjara istana. Karena kitab Yeremia tidak dibukukan sesuai urutan waktu, maka penjelasan atas penyebab dan latar belakang dari peristiwa-peristiwa ini harus menunggu pasal-pasal di belakang. Isi dari pasal 32 dan 33 ditempatkan di sini adalah untuk menonjolkan nubuat pasal 30 dan 31 yang membuat hati orang bersemangat.

Yer. 32:1-15 yang kita baca hari ini mencatat tentang TUHAN memerintahkan nabi Yeremia membeli tanah sebagai ilustrasi untuk menyampaikan tekad-Nya memulihkan bangsa Israel di tengah-tengah zaman penuh badai tersebut.

Yer. 32:1-5 mencatat bahwa nabi Yeremia dipenjara karena keberaniannya menyampaikan berita, dia bukan karena impulsif sesaat, tetapi karena memiliki iman kepada TUHAN. Dia juga tidak menolak memberitakan pesan TUHAN walau dia di penjara.

Yer. 32:6-15 menuliskan Yeremia membeli tanah leluhur, pada masa yang porak poranda dan dilanda perang, orang-orang akan menjual tanah ladang warisan untuk melarikan diri. Tetapi TUHAN telah menubuatkan Yeremia yang berada di kurungan, bahwa ia akan menerima tuntutan dingin dan tidak masuk akal dari sepupunya untuk membeli tanah leluhur secara tunai. Meskipun Hanameel sepupu Yeremia meminta dia untuk membeli tanah leluhurnya saat mengunjungi dia di penjara, bahkan menggunakan aturan kerabat dekat untuk menebusnya, tetapi Yeremia tidak merasa ditipu atau terluka, malahan mengatakan 「… tahulah aku, bahwa itu adalah firman TUHAN」 (ayat 8) Ia belajar untuk mendengarkan suara TUHAN, Dia sering berbicara kepada kita melalui orang yang berbeda. Nabi Yeremia telah belajar mengenal suara TUHAN. Dia tahu bahwa apa pun yang terjadi, ada kehendak TUHAN di belakangnya.

Hanameel menggunakan alasan kerabat dekat untuk memaksa Yeremia membeli tanah warisan nenek moyang. Menurut hukum Taurat Musa, kerabat dekat diwajibkan untuk membeli tanah yang akan dijual oleh kerabat dekatnya (lihat Im. 25:25). Meskipun tanah yang dibeli Yeremia telah berada di bawah pemerintahan orang Babel, ia masih dengan hati-hati menangani dan mengumpulkan akta-akta kepemilikan (ayat 9-18), proses jual beli memiliki saksi dan juga dimeteraikan. Setelah proses selesai, Yeremia menyerahkan dokumen itu ke Barukh dan berkata, 「… Ambillah surat-surat ini, baik surat pembelian yang dimeteraikan itu maupun salinan yang terbuka ini, taruhlah semuanya itu dalam bejana tanah, supaya dapat tahan lama. Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Rumah, ladang dan kebun anggur akan dibeli pula di negeri ini!」 (ayat 14-15) Tindakannya yang kelihatannya seperti bodoh itu tidak hanya menarik perhatian orang, tetapi juga memperlihatkan bahwa TUHAN akan memimpin umat-Nya kembali ke tanah air, akurat sama seperti emas dan perak sejati!

Nubuat yang diberitakan Yeremia tentang kembalinya bangsa Israel dan pembangunan kembali tanah airnya diwujudkan pada 538 SM, 50 tahun setelah kehancuran kerajaan Yehuda. Pada saat itu, kerajaan Persia menggantikan Babel, dan raja Persia mengizinkan bangsa Israel kembali ke tanah air mereka untuk membangun kembali kampung halaman mereka.

Renungkan:

  1. Nabi Yeremia memiliki iman kepada TUHAN, baik saat dia berada di penjara, atau ketika membeli ladang selama masa perang, dia hanya perlu tahu bahwa itu adalah kehendak TUHAN, dan dia bersedia melakukannya. Jika itu adalah Anda, apakah Anda bersedia?
  2. Apakah Anda bersedia meminta Tuhan untuk memberi Anda hikmat dan memahami kehendak-Nya?

Renungan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 18 – 39 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Januari 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Yeremia 7:16-34

「Umat Melanggar Perintah」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 7:16-34 [ITB])
16 Tetapi engkau, janganlah berdoa untuk bangsa ini, janganlah sampaikan seruan permohonan dan doa untuk mereka, dan janganlah desak Aku, sebab Aku tidak akan mendengarkan engkau. 17 Tiadakah engkau melihat apa yang dilakukan mereka di kota-kota Yehuda dan di jalan-jalan Yerusalem? 18 Anak-anak memungut kayu bakar, bapa-bapa menyalakan api dan perempuan-perempuan meremas adonan untuk membuat penganan persembahan bagi ratu sorga, dan orang mempersembahkan korban curahan kepada allah lain dengan maksud menyakiti hati-Ku. 19 Hati-Kukah sebenarnya yang mereka sakiti, demikianlah firman TUHAN, bukankah hati mereka sendiri, sehingga mereka menjadi malu? 20 Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Sesungguhnya, murka-Ku dan kehangatan amarah-Ku akan tercurah ke tempat ini, ke atas manusia, ke atas hewan, ke atas pohon-pohonan di padang dan ke atas hasil tanah; amarah itu akan menyala-nyala dengan tidak padam-padam.
21 Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Tambah sajalah korban bakaranmu kepada korban sembelihanmu dan nikmatilah dagingnya! 22 Sungguh, pada waktu Aku membawa nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir Aku tidak mengatakan atau memerintahkan kepada mereka sesuatu tentang korban bakaran dan korban sembelihan; 23 hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: 『Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!』 24 Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya. 25 Dari sejak waktu nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus, 26 tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka.
27 Sekalipun engkau mengatakan kepada mereka segala perkara ini, mereka tidak akan mendengarkan perkataanmu, dan sekalipun engkau berseru kepada mereka, mereka tidak akan menjawab engkau. 28 Sebab itu, katakanlah kepada mereka: 『Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima penghajaran! Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah hapus dari mulut mereka. 29 Cukurlah rambut kepalamu dan buanglah! Angkatlah ratapan di atas bukit-bukit gundul, sebab TUHAN telah menolak dan membuang bangsa yang kena murka-Nya!』
30 Sungguh, orang Yehuda telah melakukan apa yang jahat di mata-Ku, demikianlah firman TUHAN, telah menempatkan dewa-dewa mereka yang menjijikkan di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini untuk menajiskannya. 31 Mereka telah mendirikan bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom untuk membakar anak-anaknya lelaki dan perempuan, suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku. 32 Sebab itu, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa orang tidak akan mengatakan lagi 『Tofet』 dan 『Lembah Ben-Hinom,』 melainkan 『Lembah Pembunuhan』; orang akan menguburkan mayat di Tofet karena kekurangan tempat, 33 bahkan mayat bangsa ini akan menjadi makanan burung-burung di udara serta binatang-binatang di bumi dengan tidak ada yang mengganggunya. 34 Di kota-kota Yehuda serta di jalan-jalan Yerusalem akan Kuhentikan suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan, sebab negeri itu akan menjadi tempat yang tandus.

Perikop hari ini Yer. 7:16-34, Tuhan membuat tiga panggilan yang mengejutkan orang.

Terlebih dahulu, di ayat 16 Tuhan berfirman kepada nabi Yeremia tidak membuang-buang waktu berdoa untuk orang-orang Israel, karena Ia tidak akan mendengarkan! Mengapa? Karena ada perbedaan besar antara ibadah mereka di dalam Bait Suci dan hidup dalam keluarga! Ayat 17-18 menggambarkan bagaimana keluarga Israel bekerja sama untuk menyembah berhala, mempersembahkan korban kepada ratu sorga Ishtar.

Ayat 7:18「Anak-anak memungut kayu bakar, bapa-bapa menyalakan api dan perempuan-perempuan meremas adonan untuk membuat penganan persembahan bagi ratu sorga, dan orang mempersembahkan korban curahan kepada allah lain …」 Kerjasama dan kerajinan mereka sedemikian alami, sehingga kita melihat bagaimana meluas dan merajalela keyakinan rakyat waktu itu. Masalahnya mereka bukan tidak menyembah Tuhan, mereka tidak meninggalkan penyembahan kepada Tuhan, mereka tetap pergi ke Bait Allah, juga tetap mempersembahkan korban, tetapi juga menyembah kepada illah lain, mereka pulang kembali ke rumah segera bekerjasama seluruh keluarga membuat untuk roti dan pengorbanan kepada 「ratu sorga.」 「Ratu sorga」 adalah agama yang trendi pada zaman itu, pada masa itu orang-orang berpikir bahwa jika dewa hanya bergender laki-laki maka tidak lengkap, jadi harus memiliki perempuan agar bahagia, ini adalah fenomena asimilasi campuran agama.

Tuhan selanjutnya dalam ayat 21-26 memperingatkan umat Israel tidak lagi memberikan persembahan, karena tidak berkenan kepada Tuhan. Ayat 23 「hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: 『Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!』」Singkatnya, lebih baik taat daripada memberikan korban persembahan, Tuhan tidak akan menerima korban persembahan dari orang-orang yang tidak mau menaati Dia.

Terakhir, di ayat 27-34 Tuhan berseru kepada orang Yerusalem agar berkabung, karena mereka melakukan dosa besar dan melanggar Tuhan. Pertama-tama, yakni yang dituduhkan dalam ayat 30, mereka mengijinkan berhala didirikan dalam Bait Suci, dan ayat 31 melanjutkan menunjukkan bahwa mereka tidak hanya menyembah ratu sorga di rumah, tetapi juga membangun mezbah tinggi di bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom, untuk membakar anak-anak mereka dalam api dan mempersembahkan mereka kepada Molokh dewa Moab (Bahkan telah diperingatkan pada zaman Musa, Im. 18:21 「Janganlah kauserahkan seorang dari anak-anakmu untuk dipersembahkan kepada Molokh, supaya jangan engkau melanggar kekudusan (penghujatan) nama Allahmu; Akulah TUHAN」). Demi mendapatkan aman tenteram bagi diri mereka sendiri sebagai orang tua, ternyata belajar contoh bangsa kafir mengorbankan hidup anak-anak mereka, hati orang-orang ini telah terpolusi oleh ajaran kafir sampai pada taraf tidak ada obat yang dapat menyembuhkan.

Tuhan dengan jelas menunjukkan: 「suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku.」 Pada kenyataannya, pengorbanan anak-anak adalah sangat dilarang oleh hukum Taurat Musa (lihat Ul. 18:10). Dosa-dosa itu, akan dihakimi Tuhan, dan penghukuman sangat keras, maka mereka diserukan agar berkabung.

Gereja hari ini mungkin jarang menyembah berhala atau patung yang berbentuk, karena berhala yang kasat mata telah menjadi hati setan yang tidak terlihat, misalnya: illah kesuksesan, illah kesenangan, illah keserakahan harta dan sebagainya, menarik para pengikut yang tak terhitung, menjadi pihak yang merampas kemuliaan Tuhan dan kesetiaan orang percaya.

Gereja hari ini tidak meminta orang percaya untuk beribadah kepada Molokh atau Asytoret, dan kemudian menyembah TUHAN; Tapi marilah kita berpikir bahwa apakah gereja kita masih merupakan sebuah gereja yang berdasarkan ajaran-ajaran para rasul dan ajaran-ajaran Alkitab? Apakah gereja kita masih mengajar dan memimpin jemaat berdasarkan prinsip-prinsip Kitab Suci dan kuasa Roh Kudus? Adakah wibawa kuasa ilmu manajemen modern dan prinsip-prinsip bisnis lebih tinggi dari Alkitab dalam tata layan gereja? Apakah cara penyembahan kita masih sama seperti yang Alkitab ajarkan atau meniru dunia hiburan?

Mengapa gereja bisa berubah sifat? Orang-orang Israel memberikan kita pelajaran yang baik, iman mereka berubah sifat karena iman mereka tidak mengikuti perintah petunjuk Tuhan, tetapi menurut keinginan manusia. Dalam ayat 22-23 「… Aku tidak mengatakan atau memerintahkan kepada mereka sesuatu tentang korban bakaran dan korban sembelihan; 23 hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: 『Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, … 』」 Secara ringkas, menaati perintah Tuhan lebih baik daripada memberikan korban, itulah yang diminta Tuhan!

Yer. 7:32-34 memproklamirkan kedatangan penghukuman Tuhan. Ayat 32 「… orang tidak akan mengatakan lagi 『Tofet』 dan 『Lembah Ben-Hinom』 melainkan 『Lembah Pembunuhan』 …」 「Tofet」 atau 「Lembah Ben-Hinom」 adalah tempat mempersembahkan korban di era Yeremia, yang merupakan tempat membuang sampah di luar kota Yerusalem. Nabi Yeremia mengatakan akan berganti nama menjadi Lembah Pembunuhan, menandakan bahwa penduduk Yerusalem akan menghadapi pembantaian musuh.

Ayat 33-34 dengan konkret menggambarkan Yerusalem akan menghadapi penghakiman yang begitu mengerikan, misalnya: mayat terlalu banyak sampai tidak ada tempat untuk menguburkan, suara sukacita pengantin laki-laki dan pengantin perempuan akan berhenti, tempat ini akan menjadi reruntuhan. Bahasa aslinya menunjukkan bahwa suara sorak-sorai dan tawa satu orang demi satu orang berhenti; Kota yang penuh sukacita, seperti Mercusuar, dipadamkan satu demi satu, menjadi gelap gulita, sunyi yang mati! Pada kenyataannya, ini adalah adegan neraka, semua kebahagiaan telah menghilang, semua sukacita sudah berlalu. Tuhan berkata Lembah Ben-Hinom menjadi Lembah Pembunuhan, dan Perjanjian Baru kata 「neraka」 berasal dari kata 「Ben-Hinom!」 Ketika kebenaran Tuhan pergi, mereka akan mengalami penghakiman besar, tanda-tanda penghakiman ini adalah seperti sebuah penghukuman dalam neraka.

Renungkan:

1. Apakah iman Anda hari ini merupakan iman yang kosong penuh kebohongan? Apakah Anda bersedia untuk mengejar berkat rohani yang sejati? Taat perintah Tuhan adalah awal yang baik!

2. Apakah Anda tahu harga menolak Tuhan adalah sedemikian berat. Apakah Anda bersedia bertobat untuk menjawab kata-kata Tuhan?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.