「Umat Melanggar Perintah」
Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.
(Yer. 7:16-34 [ITB])
16 「Tetapi engkau, janganlah berdoa untuk bangsa ini, janganlah sampaikan seruan permohonan dan doa untuk mereka, dan janganlah desak Aku, sebab Aku tidak akan mendengarkan engkau. 17 Tiadakah engkau melihat apa yang dilakukan mereka di kota-kota Yehuda dan di jalan-jalan Yerusalem? 18 Anak-anak memungut kayu bakar, bapa-bapa menyalakan api dan perempuan-perempuan meremas adonan untuk membuat penganan persembahan bagi ratu sorga, dan orang mempersembahkan korban curahan kepada allah lain dengan maksud menyakiti hati-Ku. 19 Hati-Kukah sebenarnya yang mereka sakiti, demikianlah firman TUHAN, bukankah hati mereka sendiri, sehingga mereka menjadi malu?」 20 Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: 「Sesungguhnya, murka-Ku dan kehangatan amarah-Ku akan tercurah ke tempat ini, ke atas manusia, ke atas hewan, ke atas pohon-pohonan di padang dan ke atas hasil tanah; amarah itu akan menyala-nyala dengan tidak padam-padam.」
21 Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: 「Tambah sajalah korban bakaranmu kepada korban sembelihanmu dan nikmatilah dagingnya! 22 Sungguh, pada waktu Aku membawa nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir Aku tidak mengatakan atau memerintahkan kepada mereka sesuatu tentang korban bakaran dan korban sembelihan; 23 hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: 『Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!』 24 Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya. 25 Dari sejak waktu nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus, 26 tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka.
27 「Sekalipun engkau mengatakan kepada mereka segala perkara ini, mereka tidak akan mendengarkan perkataanmu, dan sekalipun engkau berseru kepada mereka, mereka tidak akan menjawab engkau. 28 Sebab itu, katakanlah kepada mereka: 『Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima penghajaran! Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah hapus dari mulut mereka. 29 Cukurlah rambut kepalamu dan buanglah! Angkatlah ratapan di atas bukit-bukit gundul, sebab TUHAN telah menolak dan membuang bangsa yang kena murka-Nya!』」
30 「Sungguh, orang Yehuda telah melakukan apa yang jahat di mata-Ku, demikianlah firman TUHAN, telah menempatkan dewa-dewa mereka yang menjijikkan di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini untuk menajiskannya. 31 Mereka telah mendirikan bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom untuk membakar anak-anaknya lelaki dan perempuan, suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku. 32 Sebab itu, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa orang tidak akan mengatakan lagi 『Tofet』 dan 『Lembah Ben-Hinom,』 melainkan 『Lembah Pembunuhan』; orang akan menguburkan mayat di Tofet karena kekurangan tempat, 33 bahkan mayat bangsa ini akan menjadi makanan burung-burung di udara serta binatang-binatang di bumi dengan tidak ada yang mengganggunya. 34 Di kota-kota Yehuda serta di jalan-jalan Yerusalem akan Kuhentikan suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan, sebab negeri itu akan menjadi tempat yang tandus.」
Perikop hari ini Yer. 7:16-34, Tuhan membuat tiga panggilan yang mengejutkan orang.
Terlebih dahulu, di ayat 16 Tuhan berfirman kepada nabi Yeremia tidak membuang-buang waktu berdoa untuk orang-orang Israel, karena Ia tidak akan mendengarkan! Mengapa? Karena ada perbedaan besar antara ibadah mereka di dalam Bait Suci dan hidup dalam keluarga! Ayat 17-18 menggambarkan bagaimana keluarga Israel bekerja sama untuk menyembah berhala, mempersembahkan korban kepada ratu sorga Ishtar.
Ayat 7:18「Anak-anak memungut kayu bakar, bapa-bapa menyalakan api dan perempuan-perempuan meremas adonan untuk membuat penganan persembahan bagi ratu sorga, dan orang mempersembahkan korban curahan kepada allah lain …」 Kerjasama dan kerajinan mereka sedemikian alami, sehingga kita melihat bagaimana meluas dan merajalela keyakinan rakyat waktu itu. Masalahnya mereka bukan tidak menyembah Tuhan, mereka tidak meninggalkan penyembahan kepada Tuhan, mereka tetap pergi ke Bait Allah, juga tetap mempersembahkan korban, tetapi juga menyembah kepada illah lain, mereka pulang kembali ke rumah segera bekerjasama seluruh keluarga membuat untuk roti dan pengorbanan kepada 「ratu sorga.」 「Ratu sorga」 adalah agama yang trendi pada zaman itu, pada masa itu orang-orang berpikir bahwa jika dewa hanya bergender laki-laki maka tidak lengkap, jadi harus memiliki perempuan agar bahagia, ini adalah fenomena asimilasi campuran agama.
Tuhan selanjutnya dalam ayat 21-26 memperingatkan umat Israel tidak lagi memberikan persembahan, karena tidak berkenan kepada Tuhan. Ayat 23 「hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: 『Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!』」Singkatnya, lebih baik taat daripada memberikan korban persembahan, Tuhan tidak akan menerima korban persembahan dari orang-orang yang tidak mau menaati Dia.
Terakhir, di ayat 27-34 Tuhan berseru kepada orang Yerusalem agar berkabung, karena mereka melakukan dosa besar dan melanggar Tuhan. Pertama-tama, yakni yang dituduhkan dalam ayat 30, mereka mengijinkan berhala didirikan dalam Bait Suci, dan ayat 31 melanjutkan menunjukkan bahwa mereka tidak hanya menyembah ratu sorga di rumah, tetapi juga membangun mezbah tinggi di bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom, untuk membakar anak-anak mereka dalam api dan mempersembahkan mereka kepada Molokh dewa Moab (Bahkan telah diperingatkan pada zaman Musa, Im. 18:21 「Janganlah kauserahkan seorang dari anak-anakmu untuk dipersembahkan kepada Molokh, supaya jangan engkau melanggar kekudusan (penghujatan) nama Allahmu; Akulah TUHAN」). Demi mendapatkan aman tenteram bagi diri mereka sendiri sebagai orang tua, ternyata belajar contoh bangsa kafir mengorbankan hidup anak-anak mereka, hati orang-orang ini telah terpolusi oleh ajaran kafir sampai pada taraf tidak ada obat yang dapat menyembuhkan.
Tuhan dengan jelas menunjukkan: 「suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku.」 Pada kenyataannya, pengorbanan anak-anak adalah sangat dilarang oleh hukum Taurat Musa (lihat Ul. 18:10). Dosa-dosa itu, akan dihakimi Tuhan, dan penghukuman sangat keras, maka mereka diserukan agar berkabung.
Gereja hari ini mungkin jarang menyembah berhala atau patung yang berbentuk, karena berhala yang kasat mata telah menjadi hati setan yang tidak terlihat, misalnya: illah kesuksesan, illah kesenangan, illah keserakahan harta dan sebagainya, menarik para pengikut yang tak terhitung, menjadi pihak yang merampas kemuliaan Tuhan dan kesetiaan orang percaya.
Gereja hari ini tidak meminta orang percaya untuk beribadah kepada Molokh atau Asytoret, dan kemudian menyembah TUHAN; Tapi marilah kita berpikir bahwa apakah gereja kita masih merupakan sebuah gereja yang berdasarkan ajaran-ajaran para rasul dan ajaran-ajaran Alkitab? Apakah gereja kita masih mengajar dan memimpin jemaat berdasarkan prinsip-prinsip Kitab Suci dan kuasa Roh Kudus? Adakah wibawa kuasa ilmu manajemen modern dan prinsip-prinsip bisnis lebih tinggi dari Alkitab dalam tata layan gereja? Apakah cara penyembahan kita masih sama seperti yang Alkitab ajarkan atau meniru dunia hiburan?
Mengapa gereja bisa berubah sifat? Orang-orang Israel memberikan kita pelajaran yang baik, iman mereka berubah sifat karena iman mereka tidak mengikuti perintah petunjuk Tuhan, tetapi menurut keinginan manusia. Dalam ayat 22-23 「… Aku tidak mengatakan atau memerintahkan kepada mereka sesuatu tentang korban bakaran dan korban sembelihan; 23 hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: 『Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, … 』」 Secara ringkas, menaati perintah Tuhan lebih baik daripada memberikan korban, itulah yang diminta Tuhan!
Yer. 7:32-34 memproklamirkan kedatangan penghukuman Tuhan. Ayat 32 「… orang tidak akan mengatakan lagi 『Tofet』 dan 『Lembah Ben-Hinom』 melainkan 『Lembah Pembunuhan』 …」 「Tofet」 atau 「Lembah Ben-Hinom」 adalah tempat mempersembahkan korban di era Yeremia, yang merupakan tempat membuang sampah di luar kota Yerusalem. Nabi Yeremia mengatakan akan berganti nama menjadi Lembah Pembunuhan, menandakan bahwa penduduk Yerusalem akan menghadapi pembantaian musuh.
Ayat 33-34 dengan konkret menggambarkan Yerusalem akan menghadapi penghakiman yang begitu mengerikan, misalnya: mayat terlalu banyak sampai tidak ada tempat untuk menguburkan, suara sukacita pengantin laki-laki dan pengantin perempuan akan berhenti, tempat ini akan menjadi reruntuhan. Bahasa aslinya menunjukkan bahwa suara sorak-sorai dan tawa satu orang demi satu orang berhenti; Kota yang penuh sukacita, seperti Mercusuar, dipadamkan satu demi satu, menjadi gelap gulita, sunyi yang mati! Pada kenyataannya, ini adalah adegan neraka, semua kebahagiaan telah menghilang, semua sukacita sudah berlalu. Tuhan berkata Lembah Ben-Hinom menjadi Lembah Pembunuhan, dan Perjanjian Baru kata 「neraka」 berasal dari kata 「Ben-Hinom!」 Ketika kebenaran Tuhan pergi, mereka akan mengalami penghakiman besar, tanda-tanda penghakiman ini adalah seperti sebuah penghukuman dalam neraka.
Renungkan:
1. Apakah iman Anda hari ini merupakan iman yang kosong penuh kebohongan? Apakah Anda bersedia untuk mengejar berkat rohani yang sejati? Taat perintah Tuhan adalah awal yang baik!
2. Apakah Anda tahu harga menolak Tuhan adalah sedemikian berat. Apakah Anda bersedia bertobat untuk menjawab kata-kata Tuhan?
Daftar renungan pemahaman Kitab Yeremia (silahkan klik untuk membuka)
Daftar renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (silahkan klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Untuk Kalangan Sendiri.