「Mendapatkan tanah dan memberikan persembahan」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)
(Bil. 15:1-4 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 「Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila kamu masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu menjadi tempat kediamanmu, 3 dan kamu hendak mempersembahkan korban api-apian bagi TUHAN, dari lembu sapi atau kambing domba, baik korban bakaran atau korban sembelihan, baik untuk membayar suatu nazar khusus, atau sebagai persembahan sukarela atau pada waktu perayaan-perayaanmu, dan dengan demikian menyediakan bau yang menyenangkan bagi TUHAN, 4 maka orang yang mempersembahkan persembahannya itu kepada TUHAN, haruslah mempersembahkan sebagai korban sajian sepersepuluh efa tepung yang terbaik, diolah dengan seperempat hin minyak.」
Bagian akhir pasal sebelumnya menyimpulkan bahwa Israel dikalahkan di Horma karena ketidaktaatan mereka kepada Allah. Tetapi Bilangan 15 terdapat perubahan nada, berbicara tentang perbuatan yang sepatutnya dimiliki orang Israel setelah memasuki Tanah Perjanjian. Ayat 1-31 seperti versi ringkas dari kitab Imamat pasal satu sampai lima, dan mengasumsikan bahwa pembaca zaman itu sudah terbiasa dengan ketentuan-ketentuan itu, dan di sini hanya merupakan tambahan saja. Dapat dibagi menjadi tiga bagian:
1) Persembahan lembu sapi atau kambing domba untuk korban bakaran atau korban sembelihan (ayat 1-16): ada tiga catatan khusus: (1) kata iššeh dari bahasa asli Ibrani biasa diterjemahkan sebagai 「korban api-apian」 adalah karena mirip dengan kata 「ēš (api)」. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, para sarjana berpikir bahwa kata ini kemungkinan terkait dengan bahasa Ugarit, yang berarti 「persembahan」. (2) Baik korban bakaran atau korban sembelihan, harus dipersembahkan bersama dengan minyak, tepung dan anggur sebagai 「korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN」 (ayat 10, 13, 14). (3) Persyaratannya sama bagi orang Israel asli atau seorang asing yang menumpang tinggal. Kata 「orang Israel asli (penduduk lokal asli)」 mengacu pada orang Israel yang kemudian lahir di Tanah Perjanjian, sedangkan orang asing yang menumpang tinggal merujuk pada orang asing yang tinggal di antara mereka dan mengakui iman Israel.
2) Persembahan biji-bijian untuk korban sajian (ayat 17-21): jelai yang mula-mula (panen pertama) hendaknya dipersembahkan kepada TUHAN sebagai 「persembahan unjukan」, yang juga merupakan pendapatan sah bagi para imam dan orang Lewi. Peraturan-peraturan ini secara tidak langsung menjamin bahwa orang Israel pasti akan mendapatkan tanah yang dijanjikan dan memulai pertanian dan kehidupan penggembalaan. Ini adalah pengorbanan sukarela, yaitu persembahan yang diberikan orang ketika menyembah Tuhan, menunjukkan hubungan yang baik dengan Tuhan. Namun, ketentuan berikut adalah korban persembahan keharusan untuk memperbaiki hubungan yang hancur dengan Allah, yang juga merupakan pintu kasih karunia yang dibuka oleh Allah bagi orang berdosa.
3) Ketentuan korban penghapus dosa (ayat 22-31): 「pelanggaran tidak sengaja (bišgāgâ)」 berarti kesalahan yang tidak disengaja dan melalaikan salah satu dari segala perintah yang telah difirmankan TUHAN. Jika dosa merupakan kesalahan seluruh umat maka hendaknya imam atas nama segenap umat itu mempersembahkan korban penghapus dosa, segenap jemaat Israel dan para orang asing yang tinggal di antara mereka akan diampuni. Jika merupakan dosa pribadi, imam membantu pribadi tersebut mempersembahkan korban penghapus dosa, sama untuk orang Israel juga untuk orang asing yang menumpang tinggal. Tetapi jika kejahatan dilakukan dengan sengaja, maka harus menerima hukuman, ini adalah 「kejahatan yang disengaja」, bahasa aslinya adalah 「bertindak dengan kesombongan (ta‘ăśeh bǝyad rāmâ)」, dan tidak ada korban penghapus dosa yang ditawarkan kepada mereka, sama untuk orang Israel maupun untuk orang asing yang menumpang tinggal.
Renungkan:
Orang Israel yang tidak percaya tidak diizinkan memasuki tanah Kanaan, tetapi 「anak-anakmu yang telah kamu katakan: Mereka akan menjadi tawanan, merekalah yang akan Kubawa masuk, supaya mereka mengenal negeri yang telah kamu hinakan itu」, yang oleh mulut mereka dikatakan akan 「ditelan」 justru akan masuk untuk mewarisi Tanah itu (Bil. 14:30-31). Ketentuan hukum Taurat ini menyatakan bahwa janji-janji Allah tidak akan ditarik, tetapi diberikan kepada mereka yang layak.
Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.