Tag Archives: Kitab Bilangan

Bilangan 23:20-24

「Sanjak dan Berkat」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 23:20-24 [ITB])
7 Lalu Bileam mengucapkan sanjaknya, katanya: Dari Aram aku disuruh datang oleh Balak, raja Moab, dari gunung-gunung sebelah timur: Datanglah, katanya, kutuklah bagiku Yakub, dan datanglah, kutuklah Israel. 8 Bagaimanakah aku menyerapah yang tidak diserapah Allah? Bagaimanakah aku mengutuk yang tidak dikutuk TUHAN? 9 Sebab dari puncak gunung-gunung batu aku melihat mereka, dari bukit-bukit aku memandang mereka. Lihat, suatu bangsa yang diam tersendiri dan tidak mau dihitung di antara bangsa-bangsa kafir. 10 Siapakah yang menghitung debu Yakub dan siapakah yang membilang bondongan-bondongan Israel? Sekiranya aku mati seperti matinya orang-orang jujur dan sekiranya ajalku seperti ajal mereka!
18 Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: Bangunlah, hai Balak, dan dengarlah; pasanglah telingamu mendengarkan aku, ya anak Zipor. 19 Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?
20 Ketahuilah, aku mendapat perintah untuk memberkati, dan apabila Dia memberkati, maka aku tidak dapat membalikkannya. 21 Tidak ada ditengok kepincangan di antara keturunan Yakub, dan tidak ada dilihat kesukaran di antara orang Israel. TUHAN, Allah mereka, menyertai mereka, dan sorak-sorak karena Raja ada di antara mereka. 22 Allah, yang membawa mereka keluar dari Mesir, adalah bagi mereka seperti tanduk kekuatan lembu hutan, 23 sebab tidak ada mantera yang mempan terhadap Yakub, ataupun tenungan yang mempan terhadap Israel. Pada waktunya akan dikatakan kepada Yakub, begitu juga kepada Israel, keajaiban yang diperbuat Allah: 24 Lihat, suatu bangsa, yang bangkit seperti singa betina, dan yang berdiri tegak seperti singa jantan, yang tidak membaringkan dirinya, sebelum ia memakan mangsanya dan meminum darah dari yang mati

Bileam bin Beor, atas undangan raja Balak dari Moab, datang untuk mengutuk Israel baginya. Namun Bileam bukan saja tidak mengutuk, tetapi malah memberkati Israel. Berkat Bileam tercatat dalam bentuk sanjak, total ada empat sanjak, di antaranya tiga sanjak berbicara tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan Israel, dan sanjak keempat adalah nubuat tentang Mesias. Mari kita melihat dahulu sanjak pertama dan kedua.

• Sanjak pertama (23:7-10): ini berbicara tentang janji dan pemenuhan yang Allah buat kepada orang Israel di masa lalu. Mereka adalah orang-orang yang hidup menyendiri dan tidak dihitung di antara bangsa-bangsa. Jumlah mereka sebanyak debu di tanah, dan tidak ada yang bisa menghitungnya (ayat 10). Ini menggemakan berkat yang Allah berikan kepada Abraham, keturunannya akan sebanyak bintang di langit dan sebanyak debu di tanah. Janji ini kemudian diperbarui oleh Allah dan diberikan kepada Ishak dan Yakub (Kej. 15:5; 22:17; 26:4; 28:14).

• sanjak kedua (23:18-24): Berbicara tentang tindakan Allah di antara orang Israel di masa sekarang, tidak ada yang bisa menghalangi. Ayat 21 mengatakan TUHAN, Allah mereka, menyertai mereka, dan sorak-sorak karena Raja ada di antara mereka, ini mengembangkan tema Kel. 15:18 TUHAN memerintah kekal selama-lamanya, TUHAN (Yahweh) adalah Raja, Dia menyertai bersama umat-Nya, ini merupakan dasar dari semua berkat bagi mereka. TUHAN (Yahweh) memimpin umat Israel keluar dari Mesir, kuasa-Nya seperti tanduk kekuatan lembu hutan (ayat 22), di bawah perlindungan berkat TUHAN tidak ada mantra atau tenungan yang dapat mencelakakan Israel (ayat 23). Tidak hanya musuh yang terlihat (seperti orang Amalek, Keluaran 17), bahkan kekuatan dunia roh tidak dapat mencelakakan Israel (seperti Bileam sendiri). Sebaliknya, orang Israel akan seperti singa, raja binatang, menang dengan keberanian (ayat 24). Pemakaian kata yang istimewa di ayat 24, termasuk singa betina (lābî’), singa jantan (’ărî), mangsa (ṭerep), berbohong (yiškab), dan bahkan darah (dām), semua mengutip berkat yang diberikan kepada Yehuda oleh Yakub sebelum kematiannya (Kejadian 49:8-12; ayat 11 kata anggur teks bahasa aslinya adalah dām darah), menyiratkan bahwa nubuat di Kejadian 49 tersebut secara tahap awal sudah mulai digenapi.

Renungkan:
Apakah Setan menyerang Anda atau keluarga Anda? Harap diingat bahwa Allah berfirman: Tetapi Aku tidak mau mendengarkan Bileam, sehingga iapun memberkati kamu. Demikianlah Aku melepaskan kamu dari tangannya (Yosua 24:10). Allah akan menyertai bersama Anda setiap hari, menjaga memelihara, mengubah kutukan menjadi berkat.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 23:1-3

「Bileam dan Balak」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

Bacalah Bilangan 23 (klik untuk membuka)

(Bil. 23:1-3 [ITB])
1 Lalu berkatalah Bileam kepada Balak: Dirikanlah bagiku di sini tujuh mezbah dan siapkanlah bagiku di sini tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan.2 Balak melakukan seperti yang dikatakan Bileam, maka Balak dan Bileam mempersembahkan seekor lembu jantan dan seekor domba jantan di atas setiap mezbah itu. 3 Sesudah itu berkatalah Bileam kepada Balak: Berdirilah di samping korban bakaranmu, tetapi aku ini hendak pergi; mungkin TUHAN akan datang menemui aku, dan perkataan apapun yang dinyatakan-Nya kepadaku, akan kuberitahukan kepadamu. Lalu pergilah ia ke atas sebuah bukit yang gundul.

tahun 1960-an, di Tell Deir ‘Alla di utara Amman, ditemukan sebuah dinding batu yang dibangun pada abad 8 SM, terdapat tulisan Kanaan kuno 「Bileam bin Beor」

Banyak orang bertanya, Apakah Bileam sungguh seorang nabi? Bukankah apa yang Bileam katakan itu benar, dan Allah menggunakan dia untuk menubuatkan kelahiran Yesus Kristus. Tetapi mengapa penulis Perjanjian Baru sangat tidak menyukainya? Biarlah Alkitab sendiri yang menjawab.

• Moab merasa terancam: umat Israel datang ke dataran Moab di sebelah timur Sungai Yordan, yakni sekarang adalah Yordania, ini adalah perhentian terakhir dari empat puluh tahun perjalanan mereka di padang gurun. Raja Balak dari Moab merasa ketakutan ketika melihat apa yang telah dilakukan Israel terhadap orang Amori. Karena bangsa Israel tidak hanya mengalahkan Sihon raja Amori dan Og raja Basan, tetapi mereka juga banyak. Dia menggambarkan orang Israel sebagai menutupi permukaan bumi (Bil. 22:5, 11, klik untuk membaca) dalam bahasa aslinya adalah menutupi mata bumi (‘ên hā’āreṣ). Ungkapan khusus ini di dalam Alkitab hanya muncul dalam kitab Keluaran, TUHAN (Yahweh) mendatangkan bencana di Mesir, dan belalang menutupi permukaan bumi (Keluaran 10:5, 15).

• Balak berusaha keras mengundang Bileam: mengapa Balak hendak mengambil Bileam dari Sungai Efrat, membayar Bileam dengan uang yang banyak agar datang untuk mengutuk orang Israel bagi dia? Dia berkata, sebab aku tahu: siapa yang kauberkati, dia beroleh berkat, dan siapa yang kaukutuk, dia kena kutuk. (Bilangan 22:6) Pada tahun 1960-an, tumpukan sampah Tell Deir ‘Alla di utara Amman, Yordania ditemukan sebuah dinding batu yang didirikan pada abad kedelapan SM, dengan dinding semen di luarnya, dengan tulisan Kanaan kuno bertuliskan tinta di atasnya, bertuliskan Bileam bin Beor, yang menunjukkan bahwa dia memang terkenal.

• Bileam membangun altar untuk persembahan korban: Setelah Bileam datang, mengapa raja Moab menyiapkan tujuh altar untuknya, dan kemudian mereka mempersembahkan seekor lembu dan seekor domba di setiap altar? Ini adalah cerminan dari kepercayaan kepada multi dewa-dewa di negara-negara Timur Dekat kuno: banyak altar mengekspresikan penyembahan kepada banyak dewa-dewa, dan di setiap altar dipersembahkan korban kepada dewa yang berbeda. Hanya Israel yang menyembah satu-satunya Allah yang sejati dan benar, di zaman kapan pun hanya ada satu altar, dan hanya mempersembahkan korban kepada Dia saja. Lebih lanjut, Bil. 24:1 mencatat Ketika dilihat Bileam, bahwa baik di mata TUHAN untuk memberkati Israel, ia tidak mencarikan pertanda lagi seperti yang sudah-sudah, tetapi ia menghadapkan mukanya ke arah padang gurun. (terjemahan CUV … ia tidak memakai sihir lagi seperti dua kali sebelumnya …) (Tambahan penerjemah: lihat NIV … he did not resort to sorcery as at other times …, lihat juga Bileam bin Beor, juru tenung itu … Yosua 13:22)

Renungkan:
Meskipun Bileam menyebutkan TUHAN (Yahweh) dalam perkataannya, tetapi tindakannya mengungkapkan isi hatinya yang sebenarnya. Dia meminta dibangun tujuh altar untuk menyembah dewa-dewa yang berbeda, bukan menyembah TUHAN (Yahweh). Persembahan korbannya adalah mempraktikkan sihir (atau mencarikan pertanda), bukan memohon dan bertanya kepada Allah yang sejati dan benar. Dia sudah tahu bahwa TUHAN (Yahweh) hendak memberkati Israel, tetapi dengan sengaja mengutuk umat Allah. Tidak heran penulis Perjanjian Baru mengatakan bahwa Bileam adalah suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat (2 Petrus 2:15), seorang nabi yang berlari demi keuntungan.

Balak’s Sacrifice and Balaam’s Prophecy. Artist: Augustin Hirschvogel 1548 National Gallery of Art

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 22:21-23

「Keledai betina dan Malaikat」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

Bacalah Bilangan 22 (klik untuk membuka)

(Bil. 22:21-23 [ITB])

21 Lalu bangunlah Bileam pada waktu pagi, dipelanainyalah keledainya yang betina, dan pergi bersama-sama dengan pemuka-pemuka Moab.
22 Tetapi bangkitlah murka Allah ketika ia pergi, dan berdirilah Malaikat TUHAN di jalan sebagai lawannya. Bileam mengendarai keledainya yang betina dan dua orang bujangnya ada bersama-sama dengan dia. 23 Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di tangan-Nya, menyimpanglah keledai itu dari jalan dan masuk ke ladang. Maka Bileam memukul keledai itu untuk memalingkannya kembali ke jalan.

tanpa disangka keledai itu mulai berbicara dan bertanya kepada Bileam ...
tanpa disangka keledai itu mulai berbicara dan bertanya kepada Bileam …

Kisah Bileam dan keledainya merupakan pengantar tentang ia mengutuk orang Israel. Ada beberapa hal yang berharga diperhatikan:

• TUHAN mengizinkan Bileam tetapi bangkitlah murka Allah mengirim malaikat untuk membunuh Bileam dengan pedang terhunus di jalan. Keledai itu melihat malaikat itu memegang pedang terhunus di tangannya, dan berulang kali menghindari malaikat itu, membuat kaki Bileam terjepit ke tembok batu di sisi jalan, dan akhirnya berbaring di tanah. Bileam marah dan memukuli keledai itu, tanpa disangka keledai itu mulai berbicara dan bertanya kepada Bileam mengapa ia memukulnya, bahkan ingin membunuhnya? Pada saat ini malaikat membuka mata Bileam sehingga dapat melihat malaikat dengan pisau terhunus di tangannya. Malaikat itu menegur Bileam. Bileam dengan cepat mengakui dosa-dosanya, tetapi dengan izin dari malaikat, dia pergi menemui Balak, Raja Moab, dan hanya saja malaikat itu berpesan kepadanya Pergilah bersama-sama dengan orang-orang itu, tetapi hanyalah perkataan yang akan Kukatakan kepadamu harus kaukatakan (Bilangan 22:35)

• Yang menakjubkan dari bagian ini adalah bahwa tidak hanya keledai yang dapat berbicara, tetapi Bileam, yang dikenal sebagai nabi terhebat, tidak dapat melihat malaikat sama sekali, dan dia tidak menyadari perilaku keledai yang tidak biasa. Dia tidak tahu malapetaka sudah dekat sampai malaikat itu membuka matanya. Secara teologi, ini mirip seperti Kitab Kejadian pasal 3, di Taman Eden, ular pernah membuka mulut berbicara (karena iblis), menggoda wanita sehingga jatuh ke dalam dosa. Di sini Allah membuat keledai berbicara, untuk merusak strategi Iblis yang hendak menyerang umat Allah. Tema hikmat juga ditampilkan di sini, seperti yang pernah Allah katakan kepada Musa: Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN? Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan(Keluaran 4:11-12). Allah membuka mulut keledai untuk berbicara kepada Bileam, dan Dia juga bisa membuka Bileam untuk menyampaikan pesan-Nya.

• Paragraf ini memanfaatkan sepenuhnya teknik menulis tiga: keledai betina melihat malaikat tiga kali dan menghindari malaikat tiga kali, tetapi Bileam tidak bisa melihatnya tiga kali, dan malah memukul keledainya tiga kali. Narasi berikut juga menggunakan teknik penulisan tiga: raja Balak dari Moab mengarahkan Bileam untuk mengutuk orang Israel tiga kali. Bileam tiga kali meminta untuk membangun tujuh altar dan mengorbankan lembu serta domba, tetapi TUHAN tiga kali mengubah kutukan Bileam menjadi berkat. Setelah ketiga kalinya, Balak dengan marah ingin mengusir Bileam, dan dia menambahkan puisi nubuat berkat. Ini adalah model 3 + 1.

Renungkan:
Antara hal yang sudah ditetapkan dan meminta izin. Bertanya kepada Allah boleh atau tidak atas hal-hal yang telah Allah perintahkan dengan jelas adalah penghinaan yang besar kepada Allah. Bahkan jika Allah mengizinkannya, jika orang masih saja tidak dapat mendeteksi atau mengetahui murka Allah, itu adalah kesedihan yang lebih besar.

Motivasi dan perilaku. TUHAN memeriksa hati orang, tetapi orang sering menipu diri sendiri dan orang lain. Mazmur 139:23-24 Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 21:8-9

「Ular tedung dan ular tembaga」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 21:8-9 [ITB])
8 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup. 9 Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.

mereka sama sekali tidak ada rasa hormat, langsung menghadap TUHAN mengomel berkata-kata melawan Allah

Bilangan 21 (klik untuk membaca) mencatat tentang umat Israel dari Gunung Hor sampai tepi timur Sungai Yordan, yang merupakan perhentian terakhir perjalanan di padang gurun. Beberapa hal terjadi di sini. Pertama adalah mengalahkan raja negeri Arad, orang Kanaan (ayat 1-3) yang tinggal di Selatan dan memusnahkan total (akar kata ḥāram), sehingga tempat itu disebut Horma (ḥormâ), yang artinya kota musnah .

• Segera setelah kemenangan atas Arad, raja Kanaan, kembali orang Israel menggerutu lagi, dan akibatnya terjadi insiden ular tedung dan ular tembaga (Bil. 21:4-9).

• Umat tidak sabar dan bersungut-sungut. Alkitab menyebut mereka tidak dapat lagi menahan hati (wattiqṣar nepeš hā’ām), yang secara harfiah berarti jiwa mereka pendek. Kemudian, Alkitab menggunakan kata ini untuk menggambarkan reaksi Simson terhadap omelan Delila yang tak ada habisnya, dan dia tidak dapat lagi menahan hati sangat kesal (Hakim 16:16). Bukan hanya itu, tapi mereka sama sekali tidak sungkan-sungkan, mereka langsung menghadap TUHAN (Yahweh), mengomel berkata-kata melawan Allah dan Musa: Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? (ayat 5).

• Ular tedung menyerang orang-orang. TUHAN mengirim ular tedung untuk ke antara di antara orang-orang. Kata depan ke antara () lebih tepat diterjemahkan sebagai menyerang di sini. Ular-ular ini disebut ular berbisa (hannǝḥāšîm haśśǝrāpîm, bentuk jamak; lihat BIMK, BISH. Juga memiliki arti ular api terjemahan CUV), ITB menerjemahkan sebagai ular tedung. Mungkin setelah digigit, mereka merasa terbakar oleh api. Dan banyak dari orang Israel mati.

• Musa berdoa bagi orang-orang. Umat itu mengaku bersalah dan mereka memohon Musa untuk berdoa kepada TUHAN (Yahweh) agar Ia menjauhkan ular-ular itu. Musa baru saja digerutu oleh umat, dan saat ini dia hitung-hitungan dan berdoa syafaat bagi mereka.

• Hidup menengadah memandang kepada ular tembaga. TUHAN (Yahweh) memerintahkan Musa untuk membuat ular api (śārāp), ia membuat seekor ular dari tembaga dan menggantungnya di tiang. Orang-orang memandang ular tembaga itu dan hidup. Mengapa memilih tembaga sebagai ular? Mungkin karena warnanya mirip dengan ular api, atau karena pengucapan kata tembaga (nǝḥōšet) dalam bahasa asli serupa dengan kata ular (nāḥāš).

Tujuh ratus tahun kemudian, pada masa raja Hizkia, banyak orang Israel yang menyembah ular tembaga buatan Musa sebagai berhala, Hizkia memerintahkan agar ular tembaga itu dihancurkan (2 Raja-raja 18:4). Ini adalah bukti nyata bahwa Alkitab melarang penyembahan benda suci.

Renungkan:
Yesus dan Nikodemus membahas arti sebenarnya dari kelahiran kembali, menggunakan kiasan Musa yang meninggikan seekor ular di padang gurun. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:14-15) Perhatikan bahwa kedua ayat tersebut mengatakan:
1. Dosa membawa kebinasaan.
2. Manusia tidak berdaya menyelamatkan diri mereka sendiri
3. Allah yang mempersiapkan cara keselamatan
4. Orang-orang yang beriman pasti diselamatkan.

Namun Allah yang menyiapkan cara keselamatan

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 20:10-12

「Memukul bukit batu dan durhaka pemberontak」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 20:10-12 [ITB])
10 Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini? 11 Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum. 12 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka.

(Penuh amarah) Musa mengangkat tangannya (tinggi di atas kepala), lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya (tidak cukup satu kali) dua kali
(Penuh amarah) Musa mengangkat tangannya (tinggi di atas kepala), lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya (tidak cukup satu kali) dua kali
Gambar ini lebih dapat menunjukkan amarah Musa dan ia mengangkat tangannya tinggi di atas kepala, memukul bukit batu dengan keras (bukan sekedar mengetuk ringan, tetapi memukul)

Banyak yang mempertanyakan: Musa dihukum tidak masuk ke tanah perjanjian hanya karena memukul batu, apakah hukuman ini terlalu berat? Dan Harun tidak melakukan apa-apa, kenapa dia terlibat? Menghadapi pertanyaan-pertanyaan ini, cara terbaik adalah dengan membiarkan Alkitab berbicara sendiri.

• Latar belakang peristiwa: pada bulan pertama tahun keempat puluh keluar dari Mesir, orang Israel berada di Kadesh, dan Miryam meninggal di sana (Bilangan 21). Ini adalah di awal tahun terakhir orang Israel dihukum karena dosa-dosa mereka dan hidup di padang gurun. Berita kematian Miryam menjadi peringatan bagi generasi pertama yang keluar dari Mesir, waktu yang mereka miliki tidak banyak, hampir habis, dan mereka semua akan mati di padang gurun.

• Sungut-sungut umat itu: orang-orang berkumpul untuk menyerang Musa dan Harun, bersungut-sungut tidak ada air untuk diminum. Mereka dua kali berbicara tentang mati binasa (ayat 3, 4), dan bahkan bertengkar kepada Musa dan Harun mengapa membawa mereka keluar dari Mesir ke tempat celaka yang buruk di padang gurun (ayat 4, 5). Mereka membengkokkan kebenaran, kenyataannya, TUHAN (Yahweh) secara pribadi memimpin mereka keluar dari Mesir, memimpin berjalan di padang gurun.

• Perintah Allah: Dia berkata kepada Musa: Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya (ayat 8)

• Kemarahan Musa: secara perkataan, ia mencela umat itu sebagai orang-orang durhaka (hammōrîm); secara tindakan, ia mengangkat tangannya (wayyārem mōšeh ‘et yādô) lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali. Kemudian, Alkitab mencatat dua kali bahwa TUHAN (Yahweh) menegur Musa dan Harun karena melanggar (mǝrîtem) perintah-Nya, dan mereka berdua adalah durhaka (mǝrîtem) (Bil 20:24, 27:14 memberontak). Ayat 11 Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu …, kata mengangkat tangan yang juga terdapat di Bil. 15:30 (tidak terlihat dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia) lebih digunakan untuk menggambarkan berbuat sesuatu dengan sengaja yakni bertindak arogan memberontak terhadap Allah (Bil. 15:30 terjemahan BIMK dengan sengaja berbuat dosa, dia meremehkan TUHAN atau terjemahan harafiah ESV does anything with a high hand). TUHAN hanya meminta Musa dan Harun untuk berkata kepada bukit batu itu, tetapi Musa tidak menaati Allah dan memukul bukit batu itu dua kali dengan tongkat penuh amarah ia melampiaskannya. (Tambahan penerjemah: bandingkan dengan sungut-sungut umat itu.)

• Pernyataan keputusan terakhir: TUHAN mengatakan bahwa karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan orang Israel, maka mereka berdua dihukum untuk tidak memimpin jemaat masuk ke Tanah Perjanjian (ayat 12).

Dosa Harun adalah tidak melakukan yang seharusnya dilakukan: dia tidak menaati perintah TUHAN untuk memerintahkan bukit batu itu mengeluarkan air, dia juga tidak mengoreksi kesalahan Musa. Dan dosa Musa adalah melakukan yang tidak seharusnya dilakukan: marah dan mencela umat itu sebagai orang-orang durhaka, bahkan mengangkat tangan memukul batu dua kali. (Tambahan penerjemah: bandingkan amarah itu dengan sungut-sungut umat itu.)

Renungkan:
Iman dan perbuatan: ketika TUHAN menilai Abraham adalah bapak orang beriman, dia berkata bahwa Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku (Kej. 26:5). Sebaliknya, Musa yang seharusnya paling mendengarkan taat pada hukum perintah Allah, akhirnya ditegur Allah karena tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 20:1, 23-26

「Mati dan perkabungan」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 20:1, 23-26 [ITB])
1 Kemudian sampailah orang Israel, yakni segenap umat itu, ke padang gurun Zin, dalam bulan pertama, lalu tinggallah bangsa itu di Kadesh. Matilah Miryam di situ dan dikuburkan di situ.

23 Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa dan Harun dekat gunung Hor, di perbatasan tanah Edom: 24 Harun akan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya, sebab ia tidak akan masuk ke negeri yang Kuberikan kepada orang Israel, karena kamu berdua telah mendurhaka kepada titah-Ku dekat mata air Meriba. 25 Panggillah Harun dan Eleazar, anaknya, dan bawalah mereka naik ke gunung Hor; 26 tanggalkanlah pakaian Harun dan kenakanlah itu kepada Eleazar, anaknya, kemudian Harun akan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya dan mati di sana.

Silahkan klik di sini untuk membaca Bilangan 20

Bilangan pasal 20 dimulai dengan catatan tentang kematian Miryam dan diakhiri dengan catatan tentang kematian Harun, ini adalah tahun keempat puluh orang Israel keluar dari Mesir, dan perjalanan ke padang gurun akan segera berakhir. Namun, gaya penulisan catatan tentang kematian mereka sangat berbeda, sangat membuat orang menghela napas.

Miryām, dalam bahasa Yunani transliterasi adalah Mariam, yakni nama ibu Yesus (Marias). Dia adalah kakak perempuan Musa dan berbudi menyelamatkan hidup Musa, dia cerdas, berani, dan penuh kasih kepada adiknya (Kel. 2). Setelah umat Israel meninggalkan Mesir dan menyeberangi laut, dia memimpin para wanita untuk memukul rebana serta menari-nari, dan menyanyi bagi TUHAN. Saat itu, dia sangat baik secara rohani dan penuh karunia, dia disebut nabiah dan bekerja dekat dengan Musa (Kel. 15). Namun baru lewat satu tahun, karena dia cemburu dan memfitnah Musa sehingga dihukum berat oleh Allah, dan menderita kusta. Meskipun dia disembuhkan karena doa syafaat Musa, namun karenanya sehingga perjalanan orang Israel ditunda selama sebulan penuh (Bilangan 12). Hal yang membuat orang menghela napas. Setelah itu Alkitab tidak lagi mencatat dia dipakai oleh Allah. Bahkan ketika dia meninggal, Alkitab hanya mencatatkan satu kalimat pendek: … dalam bulan pertama, lalu tinggallah bangsa itu di Kadesh. Matilah Miryam di situ dan dikuburkan di situ, tidak ada perkabungan, tidak ada keturunan, dan tidak ada catatan tentang umurnya. Kadesh adalah tempat yang menyedihkan di mana orang Israel menolak memasuki tanah perjanjian tiga puluh sembilan tahun yang lalu (Bilangan 13).

Sebaliknya, Alkitab mencatat kematian Harun secara rinci (20:22-29; 33:38-39), ada beberapa hal yang berharga untuk diperhatikan:

• Waktu dan tempat: sama-sama pada tahun keempat puluh setelah keluar dari Mesir, hari pertama bulan kelima, Musa seperti yang diperintahkan oleh TUHAN membawa Harun dan Eleazar putra Harun, ke Gunung Hor di perbatasan Edom. Kata gunung di dalam Alkitab sering kali melambangkan puncak pengalaman rohani, dan perbatasan Edom berarti telah sampai di sebelah timur Sungai Yordan, pintu masuk Tanah Perjanjian.

• Proses dan makna: Musa menanggalkan pakaian Harun dan mengenakannya kepada Eleazar, mewakili warisan tanggung jawab jabatan, dilanjutkan kepada generasi berikutnya.

• Akhir hidup dan kehormatan: Harun meninggal di puncak gunung. Dia hidup selama 123 tahun. Orang Israel berduka atas Harun selama 30 hari. Ini sama dengan jumlah hari ketika Musa meninggal di Gunung Nebo dan orang Israel meratapi dia (Ulangan 3:23-29, 34:1-8).

Renungkan:
• Kematian lebih berat dari sebuah gunung, namun juga lebih ringan dari bulu. Setiap peristiwa dalam hidup diukir dengan batu nisan kita.
• Iri hati kecemburuan adalah kekuatan destruktif. Pertama, menghancurkan hubungan rekan kerja, kemudian menghancurkan hubungan dengan Allah, sampai di akhir hidup ia tidak diingat oleh orang lagi.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 19:17-19

Tahir dan najis
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 19:17-19 [ITB])
11 Orang yang kena kepada mayat, ia najis tujuh hari lamanya.
12 Ia harus menghapus dosa dari dirinya dengan air itu pada hari yang ketiga, dan pada hari yang ketujuh ia tahir. Tetapi jika pada hari yang ketiga ia tidak menghapus dosa dari dirinya, maka tidaklah ia tahir pada hari yang ketujuh.
13 Setiap orang yang kena kepada mayat, yaitu tubuh manusia yang telah mati, dan tidak menghapus dosa dari dirinya, ia menajiskan Kemah Suci TUHAN, dan orang itu haruslah dilenyapkan dari Israel; karena air pentahiran tidak disiramkan kepadanya, maka ia najis; kenajisannya masih melekat padanya.
14 Inilah hukumnya, apabila seseorang mati dalam suatu kemah: setiap orang yang masuk ke dalam kemah itu dan segala yang di dalam kemah itu najis tujuh hari lamanya; 15 setiap bejana yang terbuka yang tidak ada kain penutup terikat di atasnya adalah najis.
16 Juga setiap orang yang di padang, yang kena kepada seorang yang mati terbunuh oleh pedang, atau kepada mayat, atau kepada tulang-tulang seorang manusia, atau kepada kubur, orang itu najis tujuh hari lamanya.
17 Bagi orang yang najis haruslah diambil sedikit abu dari korban penghapus dosa yang dibakar habis, lalu di dalam bejana abu itu dibubuhi air mengalir. 18 Kemudian seorang yang tahir haruslah mengambil hisop, mencelupkannya ke dalam air itu dan memercikkannya ke atas kemah dan ke atas segala bejana dan ke atas orang-orang yang ada di sana, dan ke atas orang yang telah kena kepada tulang-tulang, atau kepada orang yang mati terbunuh, atau kepada mayat, atau kepada kubur itu; 19 orang yang tahir itu haruslah memercik kepada orang yang najis itu pada hari yang ketiga dan pada hari yang ketujuh, dan pada hari yang ketujuh itu haruslah ia menghapus dosa orang itu; dan orang yang najis itu haruslah mencuci pakaiannya dan membasuh badannya dengan air, lalu ia tahir pada waktu matahari terbenam.
20 Tetapi orang yang telah najis, dan tidak menghapus dosa dari dirinya, orang itu harus dilenyapkan dari tengah-tengah jemaah itu, karena ia telah menajiskan tempat kudus TUHAN; air pentahiran tidak ada disiramkan kepadanya, jadi ia tetap najis.
21 Itulah yang harus menjadi ketetapan bagi mereka untuk selama-lamanya. Orang yang menyiramkan air penyuci itu, ia harus mencuci pakaiannya, dan orang yang kena kepada air penyuci itu, ia menjadi najis sampai matahari terbenam. 22 Segala yang diraba orang yang najis itu menjadi najis dan orang yang kena kepadanya menjadi najis juga sampai matahari terbenam.

mempersiapkan abu lembu betina merah, membuat air pentahiran

Bilangan 19:1-10 berbicara tentang prosedur khusus mempersiapkan abu lembu betina merah. Barulah di ayat 11-22 dijelaskan kegunaan abu lembu betina merah yang dipakai membuat air penahiran, penyuci orang yang kena kepada mayat. Penjelasan berikut dibagi menjadi tiga poin:

• Keperluan air penahiran: dari semua kenajisan seremonial (bukan najis karena dosa moral), yang paling serius adalah kematian. Tidak hanya harus secepat mungkin menguburkan almarhum di luar tempat perkemahan, bahkan mereka yang menyentuh mayat dianggap najis dan harus ditangani dengan benar, jika tidak, mereka tidak diizinkan untuk mendekati Kemah Pertemuan. Ayat 11 terlebih dahulu berbicara bahwa orang yang kena kepada mayat, ia najis tujuh hari lamanya. Kata najis (ṭāmē’) ini sama dengan najis (ṭāmē’) yang disebutkan dalam Imamat pasal 11 sampai 15, sama-sama merujuk pada kenajisan ritual dan tidak ada hubungannya dengan dosa moral. Akan tetapi kenajisan ini tidak akan otomatis hilang begitu saja karena waktunya sudah selesai, orang tersebut tidak hanya harus membersihkan diri pada hari ketiga dan ketujuh, ia juga harus disiramkan air penahiran pada dirinya, jika tidak ia tetap dianggap najis.

• Objek dari air penahiran: yakni semua orang yang bersentuhan dengan mayat dianggap najis (ṭāmē’). Ini dibagi menjadi di dalam tenda dan di luar. Jika seseorang meninggal di dalam tenda, setiap orang yang masuk atau berada di dalam tenda dianggap najis (ṭāmē’), dan bahkan semua bejana yang terbuka dan tidak tertutup dihitung najis. Jika seseorang meninggal di alam terbuka, baik dibunuh atau mati sendiri, mayat, tulang, atau bahkan kuburan almarhum, siapa pun yang bersentuhan dengannya dianggap najis (ṭāmē’) dan harus ditahirkan dengan air penahiran.

• Cara penggunaan air penahiran: (1) pertama adalah membuat air penahiran (mê nîdâ). Masukkan abu hasil pembakaran lembu betina merah ke dalam bejana dan tambahkan air hidup (mengalir) yaitu air yang diambil dari mata air atau sungai hidup, bukan air yang ada di bak. (2) Selanjutnya, orang yang tahir (‘îš ṭāhôr, tidak harus seorang imam) mencelupkan rumput hisop ke dalam air penahiran yang telah disiapkan dan memercikkan air penahiran ke orang atau benda yang najis. Waktunya adalah hari ketiga dan ketujuh. Hari ketiga adalah awal pembersihan, dan hari ketujuh adalah selesainya pembersihan. Sehingga, orang yang najis karena bersentuhan dengan mayat akan ditahirkan.

Renungkan:
• Allah menyiapkan lembu betina merah untuk membuat air penahiran, bukan bagi orang mati, tetapi adalah bagi orang yang bersentuhan dengan orang mati. Bukan untuk masa lalu, tapi untuk masa depan. Bukan untuk beberapa orang, tetapi untuk semua orang, terlepas dari sengaja atau tidak disengaja, individu atau kelompok.

• Kenajisan yang disebabkan oleh kematian bersifat menular, tetapi dapat dihilangkan dengan air penahiran membuang kenajisan.

• Anugerah yang bersifat obyektif harus didapatkan secara subjektif sebelum menjadi pengalaman yang sebenarnya. Semua ini menunjuk pada Kristus yang mati sebagai pengganti, menghasilkan penebusan dan membawa pembersihan penahiran jiwa kehidupan.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 19:1-6

「Di luar perkemahan dan pembakaran」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 19:1-6 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: 2 「Inilah ketetapan hukum yang diperintahkan TUHAN dengan berfirman: Katakanlah kepada orang Israel,
supaya mereka membawa kepadamu seekor lembu betina merah yang tidak bercela, yang tidak ada cacatnya dan yang belum pernah kena kuk.
3 Dan haruslah kamu memberikannya kepada imam Eleazar, maka lembu itu harus dibawa ke luar tempat perkemahan, lalu disembelih di depan imam.
4 Kemudian imam Eleazar harus mengambil dengan jarinya sedikit dari darah lembu itu, lalu haruslah ia memercikkan sedikit ke arah sebelah depan Kemah Pertemuan sampai tujuh kali.
5 Sesudah itu haruslah lembu itu dibakar habis di depan mata imam; kulitnya, dagingnya dan darahnya haruslah dibakar habis bersama-sama dengan kotorannya.
6 Dan imam haruslah mengambil kayu aras, hisop dan kain kirmizi dan melemparkannya ke tengah-tengah api yang membakar habis lembu itu.
7 Kemudian haruslah imam mencuci pakaiannya dan membasuh tubuhnya dengan air, sesudah itu masuk ke tempat perkemahan, dan imam itu najis sampai matahari terbenam. 8 Orang yang membakar habis lembu itu haruslah mencuci pakaiannya dengan air dan membasuh tubuhnya dengan air, dan ia najis sampai matahari terbenam.
9 Maka seorang yang tahir haruslah mengumpulkan abu lembu itu dan menaruhnya pada suatu tempat yang tahir di luar tempat perkemahan, supaya semuanya itu tinggal tersimpan bagi umat Israel untuk membuat air pentahiran; itulah penghapus dosa. 10 Dan orang yang mengumpulkan abu lembu itu haruslah mencuci pakaiannya, dan ia najis sampai matahari terbenam. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagi orang Israel dan bagi orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu.

Kematian adalah tema tragis yang berulang muncul dalam Kitab Bilangan, dimulai dari pasal 11 mencatat kematian yang disebabkan oleh sederet dosa manusia, termasuk bersungut-sungut di hadapan Allah tentang makanan (pasal 11), memfitnah Musa (pasal 12), mata-mata yang tidak beriman (pasal 13-14), Korah merebut kekuasaan (pasal 16). Kematian menjadi ancaman terbesar, tidak hanya mencegah orang-orang mendekati Kemah Suci, tetapi juga menyebabkan mereka jatuh mati di padang belantara dan tidak bisa memasuki tanah perjanjian. Bilangan 19 hingga 21 membahas topik kematian dan pentahiran, lalu meringkasnya.

Pasal 19 dapat dibagi menjadi dua paragraf: yang pertama berbicara tentang perlunya penyembelihan dan membakar lembu betina merah di luar tempat perkemahan (ayat 1-10), paragraf kedua berbicara tentang abu hasil pembakaran lembu betina merah itu dipakai untuk membuat air pentahiran menghapus dosa orang menyentuh mayat dan ditahirkan (ayat 11-22).

Pertama berbicara tentang penyembelihan dan pembakaran lembu betina merah (ayat 1-10) Ada beberapa ciri khusus:
• Ciri istimewa dari hewan korban: yang tidak cacat dan tidak pernah dikenakan kuk, yang paling mencolok adalah harus berwarna merah murni atau merah cokelat, melambangkan darah, karena darah digunakan untuk pentahiran.
• Lokasi yang istimewa: bukan di halaman Kemah Pertemuan tempat biasanya persembahan korban dilakukan, tetapi di luar perkemahan Israel, berarti itu bukanlah korban penghapus dosa yang seperti biasanya.
• Cara yang istimewa: darah korban sembelihan dipercikkan ke arah sebelah depan Kemah Pertemuan sampai tujuh kali. Karena imam berada di luar perkemahan, maka harus diarahkan ke Kemah Pertemuan, pada saat yang sama ini juga merupakan sejenis ritual dari persembahan korban. Lebih istimewa lagi, kulit, daging, darah, dan kotoran sapi harus dibakar, mirip dengan korban penghapus dosa imam besar (Imamat 4), tetapi lebih menekankan pada fungsi penghapusan dosa dari darah. Dan yang paling istimewa adalah mengambil kayu aras, hisop dan kain kirmizi dan melemparkannya ke tengah-tengah api yang membakar habis lembu itu. Di antaranya, kata ‘erez diterjemahkan sebagai kayu aras (KJV Cedar), dan kata ’ēzôb diterjemahkan sebagaihisop. Meskipun peran dari penggunaan kayu cedar di sini belum diketahui, namun hisop digunakan untuk penahiran penderita kusta (Imamat 14), kain kirmizi berwarna merah seperti darah memperkuat penekanan fungsi penahiran.

Setelah prosedur di atas diselesaikan, dihasilkan abu lembu betina merah, dan seorang yang tahir mengumpulkan abu, yang akan digunakan untuk tujuan sebagai air pentahiran; penghapus dosa kotoran seperti yang dijelaskan di paragraf berikutnya.

Renungkan:
Dalam ayat ini, seekor lembu betina merah dikorbankan dan kemudian disembelih lalu dibakar di luar perkemahan, dengan konkret disebutkan penggunaan darah dan api untuk penahiran. Paragraf berikutnya adalah pemakaian air dalam penahiran.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 18:20-21

「Melayani dan balasan pekerjaannya」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 18:20-21 [ITB])
20 TUHAN berfirman kepada Harun: Di negeri mereka engkau tidak akan mendapat milik pusaka dan tidak akan beroleh bagian di tengah-tengah mereka; Akulah bagianmu dan milik pusakamu di tengah-tengah orang Israel.
21 Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan.
(Bacalah keseluruhan Bilangan 18, klik untuk membaca)

Di pasal sebelumnya, tongkat Harun yang tumbuh tunas menegaskan pemilihan Allah atas dia sebagai Imam Besar, Bilangan 18: lebih lanjut memberikan perintah tentang tugas dan balasan atas pekerjaan pelayanan para imam dan orang Lewi. Pasal ini mencatat tiga kali TUHAN (Yahweh) berbicara langsung kepada Harun (ayat 1, 8, 20), hal yang jarang terjadi di dalam Alkitab. Seluruh pasal dapat dibagi menjadi dua bagian:

• Kerja sama dan pembagian kerja antara para imam dan orang Lewi (ayat 1-7, klik untuk membaca)
Ayat 1: Engkau ini dan anak-anakmu beserta seluruh sukumu haruslah menanggung akibat setiap kesalahan terhadap tempat kudus, di sini kata tempat kudus (miqdāš) mengacu pada benda kudus, bukan menunjuk pada keseluruhan tempat kudus. Dan kesalahan (‘āwōn) dalam konteksnya mengacu pada hukuman yang diterima karena melakukan dosa. Artinya, para imam harus melindungi tempat kudus agar orang awam (bukan imam) tidak melanggar masuk ke tempat kudus atau menyentuh benda kudus di tempat kudus di dalam Kemah Pertemuan, sehingga dihukum mati oleh Allah. Di dalam paragraf ini dua kali disebutkan bahwa imam harus bersatu menggabungkan diri (lāwâ, ayat 2, 4) dengan orang Lewi, ini merupakan arti asli dari nama Lewi (lēwî, Kej. 29:34). Meskipun para imam dan orang Lewi memiliki tanggung jawab, bidang kewajiban yang berbeda, namun mereka bersama menjadi tim pelayanan yang kuat.

• Pemberian serta balasan atas pekerjaan para imam dan orang Lewi (ayat 8-32)
Pasal ini memakai bagian yang panjang untuk berbicara tentang dukungan keperluan hidup bagi para imam dan orang Lewi. Ada beberapa prinsip dasar: (1) Imam dan orang Lewi tidak memiliki bagian tanah di Israel dan tidak memiliki aset yang menghasilkan kekayaan, karena melayani TUHAN itulah milik pusaka mereka, Akulah bagianmu dan milik pusakamu di tengah-tengah orang Israel (ayat 20). Ini adalah pahala non-materi yang diberikan Allah kepada mereka. Adapun pahala materi, itu sepenuhnya tergantung pada pemberian Allah dan dukungan dari orang Israel. (2) Persepuluhan orang Israel, TUHAN (Yahweh) memberikannya kepada orang Lewi. Orang Lewi juga mempersembahkan persepuluhan kepada para imam sebagai penghasilan tetap mereka. Ayat Alkitab secara khusus mengatakan berkali-kali bahwa Segala yang terbaik dari minyak dan segala yang terbaik dari anggur dan dari gandum, yakni yang sebagai hasil pertamanya dipersembahkan mereka kepada TUHAN, Aku berikan kepadamu (ayat 12), dan orang Lewi itu juga harus memberikan persembahan khusus (terbaik) yang telah diterimanya kepada TUHAN (Yahweh), dan diserahkan menjadi bagian bagi Imam Harun (ayat 28-29).

Renungkan:
Menurut ajaran Alkitab, mereka yang melayani Tuhan secara penuh waktu memiliki status yang mulia dan balasan yang cukup atas pekerjaan mereka, sehingga mereka tidak perlu khawatir, konsentrasi melayani dan memelihara kawanan domba Allah. Seperti yang dinasihatkan oleh Paulus dalam Perjanjian Baru: Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar (1 Timotius 5:17). Hari ini bagaimana seharusnya kita memperlakukan dengan baik para penginjil dan gembala pastoral kita?


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 17:1-5

「Tongkat dan bertunas」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 17:1-5 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 Katakanlah kepada orang Israel dan suruhlah mereka memberikan kepadamu satu tongkat untuk setiap suku. Semua pemimpin mereka harus memberikannya, suku demi suku, seluruhnya dua belas tongkat.
Lalu tuliskanlah nama setiap pemimpin pada tongkatnya. 3 Pada tongkat Lewi harus kautuliskan nama Harun. Bagi setiap kepala suku harus ada satu tongkat.
4 Kemudian haruslah kauletakkan semuanya itu di dalam Kemah Pertemuan di hadapan tabut hukum, tempat Aku biasa bertemu dengan kamu.
5 Dan orang yang Kupilih, tongkat orang itulah akan bertunas;
demikianlah Aku hendak meredakan sungut-sungut yang diucapkan mereka kepada kamu, sehingga tidak usah Kudengar lagi.

tongkat yang mati tumbuh tunas dan berbunga

Bilangan pasal 17 berbeda dengan pasal sebelumnya, itu bukan lagi dimulai dengan keluhan umat itu sehingga Allah bersumpah untuk membinasakan umat itu, dan kemudian membuktikan panggilan khusus Harun. Kali ini Allah yang berinisiatif, membuktikan pelayanan imam Harun untuk menghentikan sungut-sungut di antara umat itu. Pasal ini dapat dibagi menjadi dua paragraf:

• Tongkat Harun tumbuh tunas (ayat 1-9):
TUHAN (Yahweh) memerintahkan Musa memberi tahu para pemimpin suku-suku Israel untuk mengambil tongkat mereka membawanya ke hadapan TUHAN, meletakkannya di tabut perjanjian. Setiap tongkat itu ditulis dengan nama pemimpinnya. Harun mewakili suku Lewi dan menulis nama Harun pada tongkatnya. Tongkat (maṭṭeh) dalam teks bahasa aslinya memiliki makna ganda, bisa merujuk pada suku, dapat juga menunjuk pada tongkat yang melambangkan otoritas dari pemimpin suku. Dinyatakan juga bahwa meskipun tongkat- tongkat ini adalah batang kayu kering, TUHAN tongkat dari orang yang dipilih-Nya akan tumbuh tunas (ayat 5). Alhasil, keesokan harinya Musa datang untuk memeriksa dan menemukan bahwa tongkat Harun tidak hanya bertunas, tetapi juga mengeluarkan kuncup, mengembangkan bunga, dan menghasilkan buah badam (ayat 8). Ini adalah keajaiban yang nyata dalam satu malam, membuktikan pilihan Allah. Sama seperti ketika Musa dipanggil, TUHAN menggunakan mukjizat mengubah tongkatnya menjadi ular dan penyakit kusta di tangan, untuk membuktikan panggilannya (Keluaran 4). Ada apa dengan tumbuh buah badam (almonds)? Mungkin karena dalam setahun pohon badam (almonds) yang paling cepat berbunga, bunganya berwarna putih, melambangkan kekudusan. Ketika nabi Yeremia dipanggil, dia melihat penglihatan tentang sebatang dahan pohon badam (šāqēd, atau cabang almond), Allah menjelaskan bahwa karena Dia hendak secara pribadi menjaga (šāqad) melaksanakan firman perkataan-Nya (Yer. 1:11-12, lihat BIMK).

• Tongkat Harun yang bertunas (ayat 9-13):
Ketika para pemimpin suku lain mengambil kembali tongkatnya, TUHAN berpesan kepada Musa untuk menyimpan tongkat Harun di depan tabut hukum sebagai peringatan bagi orang Israel dan untuk membuktikan pilihan Allah. Orang Israel berteriak: Sesungguhnya kami akan mati, kami akan binasa, kami semuanya akan binasa (ayat 12), mereka tahu beratnya hukuman atas rombongan Korah yang semena-mena mendekati Allah; sebaliknya, Harun mendekati Allah tanpa mati. Tongkat lainnya hanyalah tongkat kayu yang mati; hanya tongkat Harun yang menunjukkan kekuatan hidup kebangkitan Tuhan, melambangkan bahwa dia melayani di hadapan TUHAN dan dapat mewakili bangsa Israel untuk mendekati Allah tanpa mati. (Lihat ulasan di atas tongkat (maṭṭeh) dalam bahasa Ibrani juga melambangkan otoritas, bunga badam putih melambangkan kekudusan, Dia hendak secara pribadi menjaga (šāqad) pelaksanaan firman perkataan-Nya.)

Renungkan:
Harun melambangkan Kristus, membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi manusia. Kematian Kristus tidak hanya membuat terbelah tabir Bait Suci di bumi, tetapi juga menuntun orang percaya ke tempat kudus di surga, hidup kekal selamanya di hadapan Allah Bapa (Ibrani 10:19, Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri).


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.