Tag Archives: Dosa Menjalar

1 Korintus 5:9-13

Usirlah kejahatan besar dan pelaku kejahatan besar

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 5:9-13[ITB])
9 Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul.
10 Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini. 11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama. 12 Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat? 13 Mereka yang berada di luar jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu.

【Referensi ayat】
Ayat 13 「Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu」. Lihat Ul. 13:5b 「Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu」 (Lihat Ul. 17:7; 19:19; 21:21; 22:21; 24; frasa ini muncul tujuh kali dalam Kitab Ulangan)

Jangan bergaul dengan orang-orang cabul dan usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu adalah keputusan Paulus atas orang fasik yang hidup dengan istri ayahnya. Di satu sisi tindakan gereja adalah mendisiplinkan dan menghukum mereka yang melakukan dosa besar; di sisi lain adalah meminta saudara dan saudari lainnya untuk bekerja sama yakni jangan bergaul dengan mereka yang tidak bertobat dan terus melakukan percabulan. Ketika suatu perbuatan keji yang besar terjadi, maka gereja harus memiliki prinsip, dan harus memiliki tanggung jawab terhadap Allah, terhadap internal dan eksternal. Allah membenci dosa terang-terangan jelas-jelas terlihat, di depan umum, keras kepala, dan serius! Para pemimpin gereja harus mengusir dosa kejahatan besar dan mendisiplinkan pelaku kejahatan besar!

Ayat 13 Mereka yang berada di luar jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu, meskipun teks Yunani asli tidak mengandung frasa seperti ada tertulistetapi Paulus tampaknya mengutip frasa Perjanjian lama ini sebagai penanganan dosa besar mengambil istri ayah di pasal 5 ini. Dalam Kitab Ulangan, frasa harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu muncul sebanyak tujuh kali, ini adalah perintah yang akrab bagi orang Yahudi dan mereka yang akrab dengan Perjanjian Lama. Ini adalah keputusan hukuman berat bagi mereka yang telah melakukan kejahatan besar, yakni menghukum mati pelaku kejahatan besar agar menghapuskan dan membuang kejahatan besar dari antara umat Israel. Kejahatan besar tersebut antara lain:

  1. Mengajak murtad terhadap TUHAN, menjauh dari jalan dan Firman Allah (Ul. 13.5)
  2. Menggunakan kesaksian palsu untuk membunuh orang (Ul. 17 :7, 19:19)
  3. Anak yang sangat keras kepala dan durhaka, melakukan kejahatan yang mendatangkan hukuman mati pada waktu itu (Ul. 21 :21)
  4. Dosa percabulan sebelum menikah (Ulangan 22:21, 24)
  5. Menculik dan menjual sebagai budak (Ul. 24:7)

Mengapa harus menghukum sangat berat terhadap dosa yang nyata, di depan umum, keras kepala, dan serius ini? Musa berkata, Maka seluruh orang Israel akan mendengar dan menjadi takut, sehingga mereka tidak akan melakukan lagi perbuatan jahat seperti itu di tengah-tengahmu (Ul. 13:11) Maka orang-orang lain akan mendengar dan menjadi takut, sehingga mereka tidak akan melakukan lagi perbuatan jahat seperti itu di tengah-tengahmu (Ul. 19:20). (Mencegah sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan)

Jangan bergaul dengan orang-orang cabul (5:9) dan jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu (5:11) diulang lagi dalam perikop pendek ini. Paulus menambahkan dalam 5:10 bahwa kita hidup di dunia yang telah jatuh dalam dosa, di zaman yang berdosa, baik dalam keluarga, dalam masyarakat, atau di tempat kerja, kita tidak dapat sepenuhnya menghindari pergaulan dengan orang-orang cabul, tetapi mereka hanya orang-orang luar dan tidak memiliki hubungan rohani dan tidak bersahabat di dalam Kristus dengan kita. Tetapi jika ada orang Kristen, atau mereka yang mengaku Kristen, yang bertindak semaunya dan terus berguling-guling dalam dosa percabulan perzinaan, kita harus mengikuti ajaran hukum Perjanjian Lama dan mengusir kejahatan ini dan orang-orang jahat ini, jangan biarkan orang-orang jahat dan dosa kejahatan ini menajiskan seluruh komunitas gereja (sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan). Gereja tidak memiliki otoritas hukum di bumi, kita tidak dapat menegakkan ketetapan hukum dari Hukum Musa, tetapi kita dapat menjalankan disiplin gereja pada mereka yang telah melakukan dosa-dosa besar dan membuang orang jahat keluar. Sama seperti Ketika Petrus sedang mengabarkan Injil di gereja mula-mula, ia bertemu Simon yang biasa mempraktikkan ilmu sihir. Simon bahkan menawarkan uang untuk membeli otoritas para rasul. Petrus segera menegakkan disiplin yang ketat dan berkata kepadanya: Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan … (Kis. 8:20-22). Bapa gereja mula-mula Justin dan yang lainnya menunjukkan bahwa si penyihir Simon ini kemudian menjadi bapa bidat mula-mula. Syukurlah Petrus menegakkan disiplin! Gereja mengusir kejahatan besar dan pelaku kejahatan besar! (Jangan membiarkan.) Bagaimana dengan kita? Apakah kita membenci dosa? Apakah gereja kita merupakan gereja yang menghargai kemurnian dan kebenaran?

Renungkan:
• Allah sangat membenci dosa yang jelas, keras, di depan umum dan serius! Para pemimpin gereja hendaknya mengusir kejahatan besar dan pelaku kejahatan! Bagaimana dengan kita? Apakah kita membenci dosa? Apakah kita terus melakukan kejahatan yang melanggar terhadap Allah?
• Mengapa Paulus meminta kita untuk tidak bergaul dengan orang-orang cabul? Jika kita bertemu dengan Daud yang melakukan dosa besar terhadap Allah, apakah kita akan mengikuti teladan nabi Natan, mendatanginya, berbicara dengannya, membimbingnya untuk memahami dosanya, dan dengan sangat serius mengingatkan dia bahwa ia harus segera bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Apakah kita akan melakukannya? Apakah Anda bersedia melakukannya?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 5-10 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Februari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Bilangan 16:36-38

「Efektif dan Tidak Efektif」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 16:36-38 [ITB])
36 TUHAN berfirman kepada Musa: 37 Katakanlah kepada Eleazar, anak imam Harun, supaya ia mengangkat perbaraan-perbaraan dari antara kebakaran itu, lalu hamburkanlah api itu jauh-jauh, karena semuanya itu kudus, 38 yakni perbaraan orang-orang berdosa yang telah membayarkan nyawanya, kemudian semuanya itu harus ditempa tipis-tipis menjadi salut mezbah, sebab telah dibawa ke hadapan TUHAN oleh orang-orang itu, jadi semuanya itu kudus; dengan demikian hal itu menjadi tanda bagi orang Israel.

Paragraf sebelumnya berbicara tentang tanah yang membelah serta melahap komplotan Korah, dan api membakar 250 orang pemberontak, umat itu takut dan melarikan diri dari tempat kejadian. Tapi masalah itu tidak berakhir, tetapi malah memicu pemberontakan berskala lebih besar. Berikut adalah dua poin penjelasan:

1 Perbaraan-perbaraan tembaga yang telah dibawa oleh orang-orang itu ditempa menjadi salut mezbah, tugas imam Eleazar (ayat 36-40): TUHAN memerintahkan putra Harun, imam Eleazar, untuk mengangkat perbaraan-perbaraan dari antara kebakaran itu. Kata kebakaran (śǝrēpâ) tidak merujuk pada nyala api (’ēš), tetapi merujuk pada benda-benda yang sedang atau telah terbakar, dan mungkin merujuk pada tubuh orang-orang yang telah terbakar. Dan hamburkanlah api (’ēš) itu jauh-jauh (ke tempat lain), yaitu membuang jauh-jauh dupa dalam perbaraan-perbaraan itu yang tidak sesuai aturan itu ke luar perkemahan. Karena imam besar tidak boleh menyentuh mayat, maka ditangani oleh Eleazar. Meskipun perbaraan-perbaraan ini dipakai secara tidak benar, namun pernah dipersembahkan bagi TUHAN, dikuduskan dan menjadi milik Allah. Seperti halnya orang mempersembahkan korban, maka daging korban adalah milik TUHAN. Perbaraan-perbaraan tembaga harus diambil dari kebakaran itu dan ditempa tipis-tipis menjadi salut membungkus mezbah. Ini menjadi peringatan, mengingatkan orang-orang selain para imam untuk tidak semau hati sembarangan datang ke hadapan TUHAN untuk membakar dupa, agar tidak menderita akhir yang sama seperti Korah dan komplotannya.

2 Perbaraan ukupan menghentikan tulah, imam besar Harun mengadakan pendamaian (ayat 41-50): hari berikutnya, umat itu tampaknya melupakan bencana dosa hari sebelumnya dan bersungut-sungutlah atas Musa dan Harun, tampaklah kemuliaan TUHAN, hendak menghancurkan semua umat itu. Kali ini Musa dan Harun memohon kepada TUHAN, dan Musa juga memerintahkan Harun untuk dengan cepat mengambil perbaraan dan membubuhkan api ke dalamnya yang diambil dari atas mezbah (bukan api biasa atau api asing), dan menambahkan dupa ukupan, berlari kepada umat itu untuk mengadakan pendamaian bagi mereka. Pada waktu itu TUHAN telah menurunkan tulah di antara orang banyak itu, dan Harun membawa perbaraan dupa ke sana, dan Harun berdiri di antara yang hidup dan yang mati, tulah dihentikan, tetapi 14.700 telah meninggal karena tulah itu.

Renungkan:
Nadab dan Abihu mempersembahkan api awam sehingga dipukul mati oleh Allah, meskipun Harun adalah seorang imam besar, ia tidak dapat berdoa memohon pengampunan bagi kedua putranya (Im. 10). Tetapi sekarang doa imam besar Harun membawakan efek, dia berdoa di sana, maka ada kehidupan di sana. Doa-doanya berubah dari tidak efektif menjadi efektif. Di dalam sejarah gereja terdapat berbeda pendapat tentang jika ada para pemimpin rohani yang kemudian dinilai sebagai bidat, apakah sakramen yang pernah dipimpin masih sah? Jawabannya adalah ya. Karena sakramen ini dilakukan di hadapan Tuhan, yang membuat sakramen efektif adalah Tuhan, bukan manusia.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 16:1-3

「Menghasut dan Binasa」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 16:1-3 [ITB])
1 Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang 2 untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan. 3 Maka mereka berkumpul mengerumuni Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?

Bilangan pasal 12 sampai 16 sebanyak tiga kali berbicara tentang kepemimpinan Musa mendapat tantangan provokasi (perbuatan untuk membangkitkan kemarahan; tindakan menghasut), yang pertama adalah saudara perempuan Musa, Miryam dan saudaranya, Harun (pasal 12), yang segera berkembang menjadi sepuluh mata-mata yang beriman kecil (pasal 13 – 14), dan kemudian berkembang menjadi 250 pemimpin seperti kelompok Korah, Datan dan Abiram (pasal 16). Insiden-insiden ini terjadi pada awal perjalanan padang gurun Israel, akibatnya, memasuki Tanah Perjanjian tertunda selama tiga puluh delapan tahun sampai generasi pertama Keluaran dari Mesir semuanya mati di padang belantara. Insiden-insiden ini juga menunjukkan bahwa sisi gelap hakikat manusia di antara umat Allah, kecemburuan dan fitnah, perselisihan dan pemberontakan, dan provokasi pemberontakan semuanya muncul. Pengalaman belantara adalah memurnikan produk-produk rendahan ini satu per satu.

Bilangan 16:1-35 berbicara tentang pemberontakan Korah dan komplotannya, dapat dibagi menjadi tiga poin berikut: 

1 Pemberontakan dan fitnah (ayat 1-15): Korah berpikir dirinya tinggi sama-sama seperti Musa dan Harun termasuk suku Lewi yang terkenal dan Kehat, bagaimana mungkin hanya Musa dan Harun yang diijinkan mempersembahkan ukupan di hadapan TUHAN? Mereka menyerang Musa dan Harun bahwa mereka berdua meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN. Mereka bahkan mengumpulkan segenap umat itu melawan kedua orang tersebut, merasa punya alasan yang benar untuk mempersembahkan ukupan di hadapan TUHAN. Tetapi keimamatan Harun bukan karena ia mengangkat diri sendiri, tetapi merupakan pemilihan Allah. Sedangkan Datan dan Abiram dari suku Ruben berpikir bahwa mereka adalah keturunan putra sulung Yakub, kepala dari suku-suku lain, bagaimana bisa berada di belakang suku Yehuda? Mereka bahkan memfitnah Musa membawa orang-orang keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya (mengacu pada Mesir), tetapi justru tidak membawa mereka ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, memfitnah dan memutarbalikkan kebenaran.

2 Kemuliaan dan syafaat (ayat 16-30): Seperti dua peristiwa pemberontakan sebelumnya, tampaklah kemuliaan TUHAN (Bil. 12:5; 14:10; 16:19) untuk menghancurkan mereka. Untungnya, Musa dan Harun berdoa syafaat, sehingga memperkecil lingkup hukuman, dan hanya menghukum mereka yang memimpin dalam pemberontakan.

3 Bumi terbelah dan api yang menelan (ayat 31-35): Musa meminta kepada TUHAN untuk menjadikan sesuatu yang belum pernah terjadi (menciptakan, bārā’ kata kerja bentuk diperkuat Pi‘el), tanah membelah dan menelan komplotan Korah. Api keluar dari TUHAN, dan menelan 250 orang yang mempersembahkan ukupan. Mereka menolak untuk naik ke Tanah yang dijanjikan, dan tanah menelan mereka, dan mereka semua turun ke dunia orang mati. Mereka ingin membuktikan diri mereka benar adanya, memegang api (arang) dan membubuhkan dupa, tetapi api justru menelan mereka.

Renungkan:
Dalam ibadat yang paling kudus, ada tindakan yang paling hina. Bagaimana seharusnya kita berhati-hati?
Martin Luther mengatakan bahwa semua orang adalah imam, tetapi tidak semua orang adalah pendeta, pelayanan penuh waktu adalah datang dari pemilihan Allah, diperlengkapi pembelajaran kebenaran Firman, dan karunia Roh Kudus, bukan merupakan sesuatu yang bisa diambil semaunya berdasarkan keinginan pribadi.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 14:39-45

「Naik dan diturunkan」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 14:39-45 [ITB])
39 Setelah Musa menyampaikan perkataan ini kepada semua orang Israel, maka berkabunglah bangsa itu dengan sangat. 40 Dan keesokan harinya bangunlah mereka pagi-pagi hendak naik ke puncak gunung sambil berkata: Sekarang kita hendak maju ke negeri yang difirmankan TUHAN itu; memang kita telah berbuat dosa. 41 Tetapi kata Musa: Mengapakah kamu hendak melanggar titah TUHAN? Hal itu tidak akan berhasil. 42 Janganlah maju, sebab TUHAN tidak ada di tengah-tengahmu, supaya jangan kamu dikalahkan oleh musuhmu, 43 sebab orang Amalek dan orang Kanaan ada di sana di depanmu dan kamu akan tewas oleh pedang; dari sebab kamu berbalik membelakangi TUHAN, maka TUHAN tidak akan menyertai kamu. 44 Meskipun demikian, mereka nekat naik ke puncak gunung itu, tetapi tabut perjanjian TUHAN dan Musa juga tidaklah meninggalkan tempat perkemahan. 45 Lalu turunlah orang Amalek dan orang Kanaan yang mendiami pegunungan itu dan menyerang mereka; kemudian orang-orang itu mencerai-beraikan mereka sampai ke Horma.

Akhir kisah pengintaian ke tanah Kanaan adalah menyedihkan. Paragraf ini dapat dibagi menjadi tiga bagian kecil, dihubungkan oleh kata kerja naik (‘ālâ) (maju (ayat 40, 42); naik (ayat 40, 44)):

1) Bangsa itu menanggapi Musa, memutuskan untuk naik (ayat 39-40): mereka mendengar pernyataan hukuman dari TUHAN, kecuali Yosua dan Kaleb, semua orang tidak diizinkan memasuki tanah yang telah Ia janjikan melalui sumpah kepada mereka. Kemudian mereka merasa bahwa betapa serius situasinya, maka mereka memutuskan untuk Sekarang kita hendak maju (naik) ke negeri yang difirmankan TUHAN itu; memang kita telah berbuat dosa. Tetapi perkataan mereka sama seperti Firaun, ketika dipukul hukuman Sepuluh Tulah lalu berkata, Aku telah berbuat dosa terhadap TUHAN, Allahmu … (Kel. 10:16), tetapi tidak memiliki pertobatan yang tulus, sebaliknya mereka jatuh ke dalam dosa yang lebih dalam.

2) Musa memperingatkan bangsa itu untuk tidak naik (ayat 41-43): penekanan Musa ada tiga: (1) Mempertanyakan: mengapa bangsa itu hendak melanggar titah TUHAN. Kata kerja melanggar (‘ōbǝrîm) makna aslinya berarti melampaui, lalui / menyeberang, dan sering digunakan untuk merujuk menyeberangi sungai Yordan (juga perkataan Yosua dan Kaleb Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya), tetapi sekarang berubah menjadi melanggar titah TUHAN. Dan TUHAN telah mengatakan berpalinglah besok (ke arah selatan) dan berangkatlah ke padang gurun, ke arah Laut Teberau (Laut Merah) (ayat 25), tetapi mereka justru bersikeras untuk pergi ke arah yang berlawanan (ke arah utara) naik ke pegunungan. Gunung ini dapat merujuk ke Hebron di selatan Tanah Perjanjian. (2) Peringatan: bangsa itu akan dipukul kalah oleh musuh. Musuh lama (orang Amalek) pernah dikalahkan oleh orang Israel (Keluaran 17), tetapi kali ini mereka berkoalisi dengan musuh baru (orang Kanaan) akan berkemenangan mengalahkan Israel. (3) Alasan: Karena TUHAN tidak ada di antara mereka. Dalam Alkitab, kehadiran penyertaan Allah yang memungkinkan orang-orang yang percaya kepada-Nya dapat menang dalam perang. Tanpa penyertaan Tuhan, bangsa Israel pasti mengalami kekalahan.

3) Bangsa itu tidak mau mendengarkan nasihat itu, nekat naik tanpa izin (ayat 44-45): mereka naik ke puncak gunung, dan seperti dahulu Musa naik ke atas puncak gunung dan mengangkat tangan untuk berdoa, ketika itu Israel menang atas orang Amalek (Kel. 17). Tetapi telah kehilangan ketinggian rohani, apa gunanya hanya naik sampai ke puncak gunung? Akibatnya, bangsa itu dikalahkan oleh orang Amalek dan orang Kanaan di pegunungan. Turunlah (yārad) orang Amalek dan orang Kanaan menyerang dan mencerai-beraikan mereka sampai ke Horma (ḥormâ), yang berarti Kota kepunahan.

Renungkan:

Perjanjian Baru Ibrani 3:12, 14 merangkum kisah ini: Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup … Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Kej. 37:3, 10-11

「Jubah Maha Indah dan Mimpi Penglihatan」

Dosa adalah begitu cepat menjalar, kuasa dosa adalah begitu menakutkan.

(Kej. 37:3, 10-11 [ITB])
3Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.
10Setelah hal ini diceritakannya kepada ayah dan saudara-saudaranya, maka ia ditegor oleh ayahnya: “Mimpi apa mimpimu itu? Masakan aku dan ibumu serta saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu sampai ke tanah?”
11Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya.

(Bacalah Kej. 37, silahkan klik untuk membuka.) Seumur hidup Yusuf dimulai dengan 「jubah maha indah」 dan 「mimpi penglihatan」. 「Jubah maha indah」 atau diterjemahkan sebagai 「jubah panjang」 (RCUVT) menunjukkan status kedudukannya yang tidak sama, maka mendatangkan rasa tidak puas dari para abang. Mereka semua harus pergi menggembalakan kambing domba, Yusuf justru di rumah menikmati hidup. Lalu dua 「mimpi penglihatan」 Yusuf yang berurutan, membuat keadaan makin bertambah memburuk.

「Mimpi penglihatan」 pertama, ikatan berkas-berkas gandum Yusuf tegak berdiri, ikatan berkas-berkas gandum para abang sujud menyembah kepada ikatan berkas-berkas gandum dia. Mereka berkata: 「jangan-jangan engkau ingin menjadi raja atas kami?」 Walaupun ini adalah perkataan emosi, tetapi justru melalui mulut kakak-kakak Yusuf telah terlebih dahulu menunjukkan sebuah perlambangan rohani bahwa kelak Yusuf adalah 「raja yang berkemenangan」. Bertahun-tahun kelak, saat Yusuf dan kakak-kakaknya saling bertemu, mereka akan sujud menyembah di hadapannya, akan teringat mimpi ini ternyata digenapi (Kej. 42:9).

「Mimpi penglihatan」 kedua, Yusuf bermimpi matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepada dia. Kali ini termasuk Yakub juga marah, berkata: 「Masakan aku dan ibumu serta saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu sampai ke tanah?」 Tetapi Yakub adalah seorang yang bersifat rohani, walaupun di dalam hatinya marah, justru menyimpan hal itu dalam hatinya, melihat-lihat kelak mimpi ini akan bagaimana. Ternyata, mimpi ini tidak ada digenapi pada diri Yusuf. Pertama, Yakub tidak pernah sujud menyembah kepada ia. Kedua, Rahel ibu kandung Yusuf, mati karena kesulitan bersalin saat melahirkan Benyamin, tidak pernah sujud menyembah dirinya. Mimpi ini sebaliknya menjadi pelambangan yang digenapi pada diri Yehuda. Yakub sebelum meninggal menubuatkan Yehuda: 「… kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu.」 (Kej. 49:8)

Kakak-kakak Yusuf menjual dirinya kepada orang Ismael, dibawa pergi ke Mesir menjadi budak. Mereka menyembelih seekor kambing, mencelupkan jubah maha indah Yusuf kedalam darah, mengutus orang untuk mengirimkannya kepada Yakub, berkata: 「Ini kami dapati. Silakanlah bapa periksa apakah jubah ini milik anak bapa atau tidak?」 Iri hati bukan saja membuat mereka menutup telinga atas jerit permohonan adik kandung yang berada di tengah-tengah lubang sumur, malah dengan kejam menghujamkan pisau di dada ayah mereka. Yusuf dibawa sampai Mesir sebagai budak, Yakub juga berkabunglah bagi Yusuf anak laki-lakinya.

Renungkan: apakah engkau berbuat baik terhadap orang? Dahulu anak laki-laki Yakub bangkit bergandengan untuk menghadapi orang kota Sikhem, sekarang mereka lebih lagi bangkit bergandengan menghadapi adik kandung dirinya sendiri, membuat diri sendiri tidak merasakan rasa sakit hati bahkan seperti musuh yang bergembira. Dosa adalah begitu cepat menjalar, kuasa dosa adalah begitu menakutkan.

Tetapi mereka tidak tahu, Yusuf yang dijual, kelak kemudian ternyata menjadi penyelamat seluruh rumah. Perkara di dunia tidak mampu dimengerti, sepatutnya memiliki kebaikan hati terhadap orang.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 27-50 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Januari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Imamat 4:3-7, 22-26

Butuh derajat penyucian yang sampai ke dalam

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 4:3-7, 22-26 [ITB])
itu

Imamat pasal 4 berbicara tentang aturan korban penyucian (purification offering) terutama melibatkan empat jenis orang:
1. Imam (4:3-12),
2. Seluruh umat Israel (4:13-21),
3. Pemuka (4:22-31),
4. Individu (4:32 – 35).

Ketika kita dengan teliti mempelajari Kitab Suci, kita akan menemukan bahwa ada dua tata cara penggunaan darah dalam korban penyucian.
Tata cara penggunaan darah dalam korban penyucian yang dilakukan bagi para imam dan seluruh umat Israel memiliki langkah-langkah berikut:
1. Imam harus mencelupkan jarinya ke dalam darah (4:6, 17);
2. memercikkan sedikit dari darah itu, tujuh kali di hadapan TUHAN, di depan tabir penyekat tempat kudus (4:6, 17);
3. membubuh sedikit dari darah itu pada tanduk-tanduk mezbah pembakaran ukupan dari wangi-wangian (4:7, 18);
4. semua darah selebihnya harus dicurahkannya kepada bagian bawah mezbah korban bakaran (4:7, 18).

Dapat dilihat bahwa tata cara penggunaan darah bagi para imam dan seluruh umat Israel, terutama melibatkan tiga area tempat kudus, termasuk tabir penyekat, mezbah pembakaran ukupan dan mezbah korban bakaran. Tabir penyekat memisahkan tempat maha kudus dan mezbah pembakaran ukupan, dan mezbah pembakaran ukupan juga merupakan tempat yang sangat kudus, hanya imam yang dapat memasuki kemah dan melaksanakan tata cara penggunaan darah di mezbah pembakaran ukupan ini. Fungsi darah adalah untuk menahirkan dan menyucikan mezbah, maka kita dapat memahami pencemaran yang disebabkan oleh dosa para imam dan seluruh Israel, jika dosa imam dapat membuat umat terjerumus ke dalam dosa (4:3), sehingga seluruh umat Israel turut bersama-sama berdosa, semua kecemaran itu menodai sampai ke dalam tempat kudus (Kemah Pertemuan, Bait Suci), jadi pelaksanaan tata cara penggunaan darah juga harus dilakukan di dalam tempat kudus agar tempat kudus dapat dibersihkan.

Tata cara penggunaan darah dalam korban penyucian yang dilakukan bagi para pemuka dan individu, berbeda dengan yang dilakukan bagi para imam dan umat Israel, hanya perlu membubuh darah korban pada tanduk-tanduk mezbah korban bakaran, dan selebihnya haruslah dicurahkannya kepada bagian bawah mezbah korban bakaran (4:25, 30). Mezbah korban bakaran berada di depan pintu Kemah Pertemuan, area yang relatif lebih luar dari tempat kudus, dan tata cara penggunaan darah hanya perlu dilaksanakan di area yang relatif lebih luar, dapat menunjukkan bahwa dosa mereka mencemari relatif di bagian luar, tidak melibatkan ke dalam tempat kudus. Dan pelanggaran mereka tidak membuat umat jatuh ke dalam dosa, tidak mempengaruhi kemampuan seluruh umat, meskipun dosa mereka juga berdampak massal, tetapi hanya mempengaruhi kekudusan mezbah korban bakaran, penyucian bagi mereka hanya dibutuhkan di pinggiran, dan keseriusan kejahatannya relatif lebih kecil.

Oleh karena itu, kita melihat salah satu jenis derajat penahiran, imam adalah pemimpin rohani, mereka mencemari kejahatan yang lebih serius, bahkan bisa menjerumuskan umat ke dalam dosa, tetapi pemuka tidak membawa pengaruh yang demikian, ini membuat kita mengerti bahwa para pemimpin perlu ekstra hati-hati dalam perkataan dan perbuatan, jangan terlalu percaya diri pada kekuatan diri sendiri, harus selalu ingat dan kewaspadaan agar tidak melakukan dosa, sehingga mencemari sampai ke kedalaman tempat kudus Allah menjadi ternodai.

Renungkan:
Ketika Anda memegang peran kepemimpinan, apakah Anda waspada atas perkataan dan perbuatan sendiri, dan mengatakan tidak kepada dosa?


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 1-16 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Februari 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.