Keluaran 34:29-35

Selubung muka dan kemuliaan

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 34:29-35 [ITB])
29 Ketika Musa turun dari gunung Sinai, kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu, tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN.
30 Ketika Harun dan segala orang Israel melihat Musa, tampak kulit mukanya bercahaya, maka takutlah mereka mendekati dia.
31 Tetapi Musa memanggil mereka, maka Harun dan segala pemimpin jemaah itu berbalik kepadanya dan Musa berbicara kepada mereka.
32 Sesudah itu mendekatlah segala orang Israel, lalu disampaikannyalah kepada mereka segala perintah yang diucapkan TUHAN kepadanya di atas gunung Sinai.
33 Setelah Musa selesai berbicara dengan mereka, diselubunginyalah mukanya.
34 Tetapi apabila Musa masuk menghadap TUHAN untuk berbicara dengan Dia, ditanggalkannyalah selubung itu sampai ia keluar; dan apabila ia keluar dikatakannyalah kepada orang Israel apa yang diperintahkan kepadanya.
35 Apabila orang Israel melihat muka Musa, bahwa kulit muka Musa bercahaya, maka Musa menyelubungi mukanya kembali sampai ia masuk menghadap untuk berbicara dengan TUHAN.

Paragraf ini dapat dibagi menjadi dua bagian: (1) wajah Musa bercahaya mencerminkan kemuliaan Allah (ayat 29-33). (2) Musa menutupi wajahnya yang bercahaya dengan selubung kerudung (ayat 34-35).

kulit mukanya bercahaya (qaran), Jerome dari abad keempat menerjemahkan bertanduk, kesalahan terjemahan Jerome ini membuat banyak karya seni generasi mendatang keliru menggambarkan Musa memiliki tanduk di kepalanya. Meskipun dalam bahasa Ibrani kata qeren umumnya diterjemahkan sebagai tanduk, tetapi dalam bahasa Arab kata qeren juga digunakan untuk menggambarkan cahaya pertama yang bersinar di puncak gunung saat matahari terbit. Dalam Perjanjian Lama juga ada Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya (Habakuk 3:4).

Respons tanggapan dari Harun dan semua orang Israel adalah seperti ketika mereka melihat Allah menyatakan diri di gunung Sinai, mereka takut mendekati Musa. Penyataan kemuliaan TUHAN, bahkan kemuliaan-Nya yang dipantulkan melalui hamba-hamba-Nya sungguh membuat orang takjub dan hormat takut, tidak ada yang berani berlaku tidak aturan.

Kerudung (masweh), juga diterjemahkan sebagai selubung, mirip dengan kerudung yang banyak dipakai wanita menutupi wajah atau kepalanya di daerah Timur Tengah. Orang yang bersangkutan yang memakai selubung wajah masih dapat melihat dunia luar dengan jelas, tetapi orang lain tidak dapat melihat wajahnya.

Ayat 34-35, Musa membuka selubung wajah setiap kali dia pergi menghadap Allah untuk berbicara, lalu ia menyampaikan pesan Allah kepada orang-orang Israel. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari, untuk menghindari orang-orang Israel melihat wajahnya yang bercahaya itu, maka Musa menyelubungi mukanya kembali. Kerudung hanya diselubungkan ketika Musa tidak berbicara dengan Allah atau menyampaikan perkataan Allah kepada orang-orang Israel dan saat itu mereka melihat wajahnya yang bercahaya.

Kerudung dalam peran ini, sama dengan awan di puncak gunung Sinai, menutupi kemuliaan Allah, sehingga Israel tidak dapat melihat langsung kepada Allah. Kerudung juga menunjuk ke depan kepada Tabernakel; wajah Musa bercahaya menunjuk ke depan kepada kemuliaan Allah memenuhi tabernakel dan menggunakan tabir untuk menutupi (Kel. 40:34-38 Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci, …). Sejak itu selubung / Kemah Pertemuan di satu sisi menjadi lambang penyertaan kemuliaan Allah, di sisi lain juga demi melindungi umat Israel, agar tidak sembrono menerobos tempat kudus, melanggar kemuliaan Allah.

Renungkan:
(1) Mendekatlah kepada Allah dan lihatlah cahaya sejati, yang memantulkan keindahan mulia Allah.
(2) Selubung menutupi kemuliaan Allah, menunjukkan ketidakpercayaan orang dan penghakiman Allah.
(3) Singkirkan selubung itu dengan iman dan lihatlah kemuliaan Allah.
(4) Sangat disayangkan bahwa selama berabad-abad tabir selubung masih ada dan belum ditanggalkan oleh hati orang Israel.
(5) Tetapi ketika hati dengan iman datang kepada Allah, selubung penghalang itu disingkirkan.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


0 thoughts on “Keluaran 34:29-35

  1. Pingback: Bilangan 12:5-9 | walk with Jesus