「Debora ─ hakim wanita yang tangguh」
Oleh Dr. Wong Tin-yat
Alliance Bible Seminary H.K.
(Hak. 4:1-10 [ITB])
1 Setelah Ehud mati, orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata TUHAN. 2 Lalu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan Yabin, raja Kanaan, yang memerintah di Hazor. Panglima tentaranya ialah Sisera yang diam di Haroset-Hagoyim.
3 Lalu orang Israel berseru kepada TUHAN, sebab Sisera mempunyai sembilan ratus kereta besi dan dua puluh tahun lamanya ia menindas orang Israel dengan keras.
4 Pada waktu itu Debora, seorang nabiah, isteri Lapidot, memerintah sebagai hakim atas orang Israel. 5 Ia biasa duduk di bawah pohon korma Debora antara Rama dan Betel di pegunungan Efraim, dan orang Israel menghadap dia untuk berhakim kepadanya.
6 Ia menyuruh memanggil Barak bin Abinoam dari Kedesh di daerah Naftali, lalu berkata kepadanya: 「Bukankah TUHAN, Allah Israel, memerintahkan demikian: 『Majulah, bergeraklah menuju gunung Tabor dengan membawa sepuluh ribu orang bani Naftali dan bani Zebulon bersama-sama dengan engkau, 7 dan Aku akan menggerakkan Sisera, panglima tentara Yabin, dengan kereta-keretanya dan pasukan-pasukannya menuju engkau ke sungai Kison dan Aku akan menyerahkan dia ke dalam tanganmu.』」
8 Jawab Barak kepada Debora: 「Jika engkau turut maju akupun maju, tetapi jika engkau tidak turut maju akupun tidak maju.」 9 Kata Debora: 「Baik, aku turut! Hanya, engkau tidak akan mendapat kehormatan dalam perjalanan yang engkau lakukan ini, sebab TUHAN akan menyerahkan Sisera ke dalam tangan seorang perempuan.」 Lalu Debora bangun berdiri dan pergi bersama-sama dengan Barak ke Kedesh.
10 Barak mengerahkan suku Zebulon dan suku Naftali ke Kedesh, maka sepuluh ribu orang maju mengikuti dia; juga Debora maju bersama-sama dengan dia.
Ketika siklus jahat berulang terus menerus, apa artinya? Ini berarti bahwa kelompok ini tidak belajar dari pengalaman mereka, dalam kegagalan tidak introspeksi, dan tidak merefleksikan diri mereka sendiri!
Mencermati dengan saksama 《Kitab Hakim-hakim》 pasal 4, di awal kita akan terkejut ── dalam periode sejarah yang begitu penting saat Israel ditindas selama 20 tahun, Allah bahkan tidak memanggil dan memilih seorang hakim laki-laki yang muda, yang kuat, yang bijak dan cakap untuk menyelamatkan Israel; sebaliknya, Dia memakai dua wanita untuk sementara waktu membawa Israel keluar dari kesulitan ini.
Pasal 3 mencatat bahwa setelah Otniel, negara Israel damai selama 40 tahun (ayat 3:11); bagaimana dengan setelah Ehud? Amanlah tanah itu, delapan puluh tahun lamanya (ayat 3:30). Jika kita sedikit mengamati lebih teliti tentang itu, kita akan mengerti: ini menunjukkan bahwa Israel tidak berperang, dan semua pemimpin tidak ada, bukan mati dalam perang! Jika demikian, perlu dipikirkan: ke mana perginya para pemimpin? Ayat 4, dikatakan 「pada waktu itu Debora … memerintah sebagai hakim atas orang Israel」 mengingatkan kita: bahwa Debora memerintah sebagai hakim bukan karena orang Israel berseru meminta tolong kepada Allah barulah Allah membangkitkan dia untuk menyelamatkan mereka; tetapi pada kenyataannya, Debora telah lama dipilih oleh Allah untuk menjadi hakim bagi orang Israel!
Pemimpin seperti apa Debora? Menurut catatan ayat 5: 「Ia biasa duduk di bawah pohon korma Debora antara Rama dan Betel di pegunungan Efraim, dan orang Israel menghadap dia untuk berhakim kepadanya.」 Tidak ada keraguan bahwa dia adalah orang yang mendapat banyak perhatian pada saat itu. Bagian yang menarik dari ayat ini adalah bahwa 「pohon korma Debora」 ── tempat di mana orang-orang Israel mendengarkan keputusan penghakiman, tampaknya sebuah tempat yang terkenal, dan gambaran keseluruhannya kemungkinan besar adalah sekelompok pria Israel mendengarkan keputusan seorang wanita!
Ketika penulis Alkitab menunjukkan kemampuan Debora, pada kenyataannya, juga tidak melupakan keterbatasannya ── dia adalah 「isteri Lapidot.」 Memang, di zaman Debora, tidak peduli seberapa besar kemampuan wanita, mereka tetap harus melalui nama suami agar bisa dikenal orang; dengan cara yang sama, di ayat 17 dan 21, memperkenalkan Yael sebagai isteri Heber.
Ayat 6-10 membuat kita melihat: meskipun peran Debora sangat penting, meskipun dia berjanji untuk ikut menemani Barak, namun yang benar-benar membunuh musuh di medan perang adalah Barak, bukan Debora. Faktanya, di masa Perjanjian Lama sering wanita sepenuhnya terpisahkan dari medan pertempuran. Hanya tercatat kesetiaan dan keberanian pria di medan perang, tetapi tidak sering menyebutkan kepahlawanan wanita. Oleh karena itu, kita bisa melihat Barak yang bertempur dalam perang, walaupun kemudian Yael isteri Heber yang membunuh panglima tentara musuh bukanlah di medan perang.
Penulis 《Kitab Hakim-hakim》 ingin mengangkat sebuah tema penting di sini ── di era Debora sebagai hakim, wanita sebagai pemimpin sama sekali bukan hal yang biasa di era hakim-hakim; dan bahkan bukan satu orang saja, tetapi dua orang, karena setelah itu ada Yael.
Renungkan:
「Amanlah tanah itu, delapan puluh tahun lamanya 」 (ayat 3:30), tetapi tidak ada pemimpin! Tidak ada yang mau bangkit untuk mengambil tanggung jawab selama masa aman tenteram. Lalu di masa kekacauan, apakah ada orang yang 「mengajukan diri dan maju memikul beban」? Alkitab tidak menggambarkan kemampuan Debora, bahkan menunjukkan kepada kita beberapa keterbatasan pemimpin perempuan; hanya saja dia keluar dengan cara ini apa adanya, di era kekurangan pemimpin, untuk menjalankan misi yang tidak pernah mudah ini.
Apakah kita bersedia untuk keluar dan mengajukan diri?
Renungan pemahaman Kitab Hakim-hakim
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hakim-hakim ditulis oleh Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) dipublikasi pada bulan April 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.