Tag Archives: Kepemimpinan

Hakim-hakim 4:1-10

「Debora ─ hakim wanita yang tangguh」

Oleh Dr. Wong Tin-yat
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hak. 4:1-10 [ITB])
1 Setelah Ehud mati, orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata TUHAN. 2 Lalu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan Yabin, raja Kanaan, yang memerintah di Hazor. Panglima tentaranya ialah Sisera yang diam di Haroset-Hagoyim.
3 Lalu orang Israel berseru kepada TUHAN, sebab Sisera mempunyai sembilan ratus kereta besi dan dua puluh tahun lamanya ia menindas orang Israel dengan keras.
4 Pada waktu itu Debora, seorang nabiah, isteri Lapidot, memerintah sebagai hakim atas orang Israel. 5 Ia biasa duduk di bawah pohon korma Debora antara Rama dan Betel di pegunungan Efraim, dan orang Israel menghadap dia untuk berhakim kepadanya.
6 Ia menyuruh memanggil Barak bin Abinoam dari Kedesh di daerah Naftali, lalu berkata kepadanya: Bukankah TUHAN, Allah Israel, memerintahkan demikian: Majulah, bergeraklah menuju gunung Tabor dengan membawa sepuluh ribu orang bani Naftali dan bani Zebulon bersama-sama dengan engkau, 7 dan Aku akan menggerakkan Sisera, panglima tentara Yabin, dengan kereta-keretanya dan pasukan-pasukannya menuju engkau ke sungai Kison dan Aku akan menyerahkan dia ke dalam tanganmu.』」
8 Jawab Barak kepada Debora: Jika engkau turut maju akupun maju, tetapi jika engkau tidak turut maju akupun tidak maju. 9 Kata Debora: Baik, aku turut! Hanya, engkau tidak akan mendapat kehormatan dalam perjalanan yang engkau lakukan ini, sebab TUHAN akan menyerahkan Sisera ke dalam tangan seorang perempuan. Lalu Debora bangun berdiri dan pergi bersama-sama dengan Barak ke Kedesh.
10 Barak mengerahkan suku Zebulon dan suku Naftali ke Kedesh, maka sepuluh ribu orang maju mengikuti dia; juga Debora maju bersama-sama dengan dia.

Ketika siklus jahat berulang terus menerus, apa artinya? Ini berarti bahwa kelompok ini tidak belajar dari pengalaman mereka, dalam kegagalan tidak introspeksi, dan tidak merefleksikan diri mereka sendiri!

Mencermati dengan saksama 《Kitab Hakim-hakim》 pasal 4, di awal kita akan terkejut ── dalam periode sejarah yang begitu penting saat Israel ditindas selama 20 tahun, Allah bahkan tidak memanggil dan memilih seorang hakim laki-laki yang muda, yang kuat, yang bijak dan cakap untuk menyelamatkan Israel; sebaliknya, Dia memakai dua wanita untuk sementara waktu membawa Israel keluar dari kesulitan ini.

Pasal 3 mencatat bahwa setelah Otniel, negara Israel damai selama 40 tahun (ayat 3:11); bagaimana dengan setelah Ehud? Amanlah tanah itu, delapan puluh tahun lamanya (ayat 3:30). Jika kita sedikit mengamati lebih teliti tentang itu, kita akan mengerti: ini menunjukkan bahwa Israel tidak berperang, dan semua pemimpin tidak ada, bukan mati dalam perang! Jika demikian, perlu dipikirkan: ke mana perginya para pemimpin? Ayat 4, dikatakan pada waktu itu Debora … memerintah sebagai hakim atas orang Israel mengingatkan kita: bahwa Debora memerintah sebagai hakim bukan karena orang Israel berseru meminta tolong kepada Allah barulah Allah membangkitkan dia untuk menyelamatkan mereka; tetapi pada kenyataannya, Debora telah lama dipilih oleh Allah untuk menjadi hakim bagi orang Israel!

Pemimpin seperti apa Debora? Menurut catatan ayat 5: Ia biasa duduk di bawah pohon korma Debora antara Rama dan Betel di pegunungan Efraim, dan orang Israel menghadap dia untuk berhakim kepadanya. Tidak ada keraguan bahwa dia adalah orang yang mendapat banyak perhatian pada saat itu. Bagian yang menarik dari ayat ini adalah bahwa pohon korma Debora ── tempat di mana orang-orang Israel mendengarkan keputusan penghakiman, tampaknya sebuah tempat yang terkenal, dan gambaran keseluruhannya kemungkinan besar adalah sekelompok pria Israel mendengarkan keputusan seorang wanita!

Ketika penulis Alkitab menunjukkan kemampuan Debora, pada kenyataannya, juga tidak melupakan keterbatasannya ── dia adalah isteri Lapidot. Memang, di zaman Debora, tidak peduli seberapa besar kemampuan wanita, mereka tetap harus melalui nama suami agar bisa dikenal orang; dengan cara yang sama, di ayat 17 dan 21, memperkenalkan Yael sebagai isteri Heber.

Ayat 6-10 membuat kita melihat: meskipun peran Debora sangat penting, meskipun dia berjanji untuk ikut menemani Barak, namun yang benar-benar membunuh musuh di medan perang adalah Barak, bukan Debora. Faktanya, di masa Perjanjian Lama sering wanita sepenuhnya terpisahkan dari medan pertempuran. Hanya tercatat kesetiaan dan keberanian pria di medan perang, tetapi tidak sering menyebutkan kepahlawanan wanita. Oleh karena itu, kita bisa melihat Barak yang bertempur dalam perang, walaupun kemudian Yael isteri Heber yang membunuh panglima tentara musuh bukanlah di medan perang.

Penulis 《Kitab Hakim-hakim》 ingin mengangkat sebuah tema penting di sini ── di era Debora sebagai hakim, wanita sebagai pemimpin sama sekali bukan hal yang biasa di era hakim-hakim; dan bahkan bukan satu orang saja, tetapi dua orang, karena setelah itu ada Yael.

Renungkan:
Amanlah tanah itu, delapan puluh tahun lamanya (ayat 3:30), tetapi tidak ada pemimpin! Tidak ada yang mau bangkit untuk mengambil tanggung jawab selama masa aman tenteram. Lalu di masa kekacauan, apakah ada orang yang mengajukan diri dan maju memikul beban? Alkitab tidak menggambarkan kemampuan Debora, bahkan menunjukkan kepada kita beberapa keterbatasan pemimpin perempuan; hanya saja dia keluar dengan cara ini apa adanya, di era kekurangan pemimpin, untuk menjalankan misi yang tidak pernah mudah ini.
Apakah kita bersedia untuk keluar dan mengajukan diri?


Renungan pemahaman Kitab Hakim-hakim

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hakim-hakim ditulis oleh Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) dipublikasi pada bulan April 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


1 Tesalonika 5:12-14

「Menghargai Pelayan Tuhan」
Oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Tes. 5:12-14 [ITB])
12 Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu; 13 dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain. 14 Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.

Dalam paragraf terakhir, Paulus memberikan nasihat yang kelihatannya sepele tetapi penting bagi jemaat Tesalonika.

Pertama, ia mengingatkan orang-orang percaya untuk menghormati para pemimpin gereja (5:12-13). Jelas, ada beberapa rekan pelayanan kerja memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin di gereja Tesalonika. Kita tidak bisa tahu bagaimana cara mereka dipilih. Namun, mereka percaya kepada Tuhan seharusnya tidak lebih lama dari orang-orang percaya lainnya, pengetahuan serta kedalaman spiritual mereka belum tentu lebih istimewa, oleh karena itu, mereka mungkin tidak menerima rasa hormat dari orang percaya di sana, inilah mengapa Paulus secara khusus menasihati orang percaya Tesalonika agar menghormati mereka

Paulus walau hanya dalam tiga minggu di antara mereka, namun telah meninggalkan kesan dan pengaruh yang sangat mendalam; Paulus pastilah dihormati sebagai rasul beserta pengajarannya sangat dihargai. Paulus mengalami cara panggilan yang unik, semangatnya untuk menyerahkan hidup dan mengorbankan segalanya demi pelayanan, juga status istimewa dirinya sebagai pendiri gereja Tesalonika. Siapa yang bisa dibandingkan dengan Paulus? Para penerus pelayanan setelah dia tentu akan menghadapi banyak kesulitan.
Tesalonika semestinya adalah gereja kedua yang didirikan oleh Paulus di Eropa, jadi setelah Paulus, gereja ini kemungkinan belum memiliki gembala penuh waktu. Maka orang percaya yang diangkat untuk mengajar dan memimpin administratif. Tetapi tanpa pelatihan khusus (seperti di bawah pengajaran oleh Yesus atau rasul-rasul utama) dan sertifikasi (ditahbiskan oleh para rasul), para pemimpin ini kesulitan memperoleh kualifikasi obyektif dan kepercayaan dari orang lain. Mereka hanya dapat bekerja keras untuk mengakumulasi relasi dan pengalaman, secara bertahap memenangkan kepercayaan orang lain. Tetapi proses ini tidak singkat, pertanyaannya apakah orang akan memberi mereka cukup waktu dan ruang untuk pertumbuhan dan kedewasaan.

Nabi tidak dihormati di kota kelahirannya. Kecuali jika mereka secara alami adalah pemimpin alami yang menarik dan menonjol; kebanyakan orang dapat memainkan peran utama hanya ketika mereka diakui dan diterima oleh semua orang.
Di sini Paulus menasihati orang-orang percaya untuk menghormati orang yang memiliki wewenang untuk memimpin di antara mereka. Terlepas dari apakah karunia dan kemampuan mereka memadai, entah apakah mereka berkinerja baik, mereka layak diberikan pengakuan dan dukungan karena mereka bersedia menyerahkan hidup mereka dan memberikan waktu serta kerja keras untuk gereja. Kita harus belajar menghargai nilai positif dari orang lain, menghargai upaya dan bayar harga yang sudah dikeluarkan orang lain, berikan rasa hormat yang penuh kasih kepada pelayan Tuhan. Hanya dengan cara ini gereja dapat berfungsi secara efektif dan memiliki lingkungan yang bersatu serta harmonis, tempat di mana orang dapat bertumbuh.

Nasihat kedua Paulus adalah membangun orang-orang tepat waktu dan sesuai kebutuhan: Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang (5:14)
Jika ayat sebelumnya mendorong orang percaya untuk memainkan peran sebagai pengikut dan menghormati pemimpin mereka, sekarang ayat ini mendorong mereka yang menjadi pemimpin, tidak takut akan kesulitan, tidak takut kata-kata orang, bertahan untuk menjalankan kepemimpinan dengan baik. Ayat 13 dan 14 saling melengkapi.

Sebuah gereja kecil tidak memiliki banyak urusan administrasi. Tugas utama pemimpin adalah meluruskan hubungan antar personal dalam komunitas, membangun lingkungan yang dapat membantu pertumbuhan, dan memberikan dorongan dan bantuan sesuai situasi dan kebutuhan orang percaya yang berbeda. Paulus mengajukan beberapa pedoman konkret: tegorlah orang yang hidup dengan tidak tertib, dorong mereka yang berkecil hati, bantu mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang dalam proses pertumbuhan. Sederhananya, berikan makanan tepat waktu, gembalakan sesuai keadaan.
Pekerjaan melayani manusia harus dengan kesabaran. Dalam 1 Kor. 13, permintaan pertama dan terakhir adalah kesabaran, dan hanya tuntutan ini saja yang diulangi; Efesus 4:2 tentang hubungan orang percaya juga tidak dapat dipisahkan dari kesabaran, dapat dilihat pentingnya kesabaran dalam komunitas. Ya, pertumbuhan kehidupan adalah proses yang panjang, juga selalu bersifat individual dan unik, proses perjalanan dan kecepatan setiap orang berbeda, biasanya tidak berjalan lurus maju, mungkin saja maju tiga langkah lalu mundur dua langkah. Jika pelayanan membangun kehidupan tidak memiliki kesabaran, ingin buru-buru sukses, atau mengharapkan pengembalian yang sesuai investasi, akan sulit untuk bertahan, dan hanya akan menimbulkan banyaknya pengalaman frustrasi dan kegagalan bagi orang lain.

Renungkan:
Dua ajaran Paulus tentang yang dipimpin dan yang memimpin berlaku untuk situasi apa pun, termasuk gereja kita saat ini.

Banyak gereja merasa kekurangan pemimpin, di satu sisi, orang mengeluh bahwa tidak menemukan pemimpin yang cocok, dan di sisi lain, sedikit orang bersedia berdiri dan mengambil peran sebagai pemimpin. Ada banyak alasan penyebab situasi ini, yang paling penting di antaranya: informasi yang berkembang pesat, orang dapat mengawasi orang lain dari dekat, semuanya jelas; rasa demokrasi yang kuat, setiap orang memiliki pandangan dan pendapat mereka sendiri yang beragam tidak mudah dilayani; roh kritik dan kritis yang begitu kuat, suka mencungkil kesalahan orang lain, suara celaan lebih besar daripada pujian; kesadaran atas diri yang menonjol dan orang cenderung melindungi hak serta kepentingan diri, kecil keinginan mengorbankan diri. Lebih santai dan bahagia menjadi pihak oposisi, yang tidak melakukan apapun mudah mengkritik mereka yang melakukan sesuatu. Sulit untuk menemukan orang yang bersifat pekerja.

Pemimpin alami jarang ada, dan kebanyakan pemimpin hasil dari pelatihan. Kita harus membangun lingkungan pertumbuhan yang sehat, merancang tangga pertumbuhan yang memungkinkan orang untuk melatih pertumbuhan, dan memberikan bimbingan dan bantuan yang memadai, langkah demi langkah, untuk membangun eselon pemimpin yang baru, dan pasokan pemimpin yang tak ada habisnya.

Tanyakan kepada diri sendiri, apakah gereja kita merupakan lingkungan yang cocok untuk kebangkitan para pemimpin? Berapa banyak yang telah kita keluarkan dan lakukan untuk mendukung generasi pemimpin yang baru?


Renungan pemahaman Surat 1 Tesalonika

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Tesalonika ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín)) yang dipublikasi pada bulan Maret 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 16:1-3

「Menghasut dan Binasa」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 16:1-3 [ITB])
1 Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang 2 untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan. 3 Maka mereka berkumpul mengerumuni Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?

Bilangan pasal 12 sampai 16 sebanyak tiga kali berbicara tentang kepemimpinan Musa mendapat tantangan provokasi (perbuatan untuk membangkitkan kemarahan; tindakan menghasut), yang pertama adalah saudara perempuan Musa, Miryam dan saudaranya, Harun (pasal 12), yang segera berkembang menjadi sepuluh mata-mata yang beriman kecil (pasal 13 – 14), dan kemudian berkembang menjadi 250 pemimpin seperti kelompok Korah, Datan dan Abiram (pasal 16). Insiden-insiden ini terjadi pada awal perjalanan padang gurun Israel, akibatnya, memasuki Tanah Perjanjian tertunda selama tiga puluh delapan tahun sampai generasi pertama Keluaran dari Mesir semuanya mati di padang belantara. Insiden-insiden ini juga menunjukkan bahwa sisi gelap hakikat manusia di antara umat Allah, kecemburuan dan fitnah, perselisihan dan pemberontakan, dan provokasi pemberontakan semuanya muncul. Pengalaman belantara adalah memurnikan produk-produk rendahan ini satu per satu.

Bilangan 16:1-35 berbicara tentang pemberontakan Korah dan komplotannya, dapat dibagi menjadi tiga poin berikut: 

1 Pemberontakan dan fitnah (ayat 1-15): Korah berpikir dirinya tinggi sama-sama seperti Musa dan Harun termasuk suku Lewi yang terkenal dan Kehat, bagaimana mungkin hanya Musa dan Harun yang diijinkan mempersembahkan ukupan di hadapan TUHAN? Mereka menyerang Musa dan Harun bahwa mereka berdua meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN. Mereka bahkan mengumpulkan segenap umat itu melawan kedua orang tersebut, merasa punya alasan yang benar untuk mempersembahkan ukupan di hadapan TUHAN. Tetapi keimamatan Harun bukan karena ia mengangkat diri sendiri, tetapi merupakan pemilihan Allah. Sedangkan Datan dan Abiram dari suku Ruben berpikir bahwa mereka adalah keturunan putra sulung Yakub, kepala dari suku-suku lain, bagaimana bisa berada di belakang suku Yehuda? Mereka bahkan memfitnah Musa membawa orang-orang keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya (mengacu pada Mesir), tetapi justru tidak membawa mereka ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, memfitnah dan memutarbalikkan kebenaran.

2 Kemuliaan dan syafaat (ayat 16-30): Seperti dua peristiwa pemberontakan sebelumnya, tampaklah kemuliaan TUHAN (Bil. 12:5; 14:10; 16:19) untuk menghancurkan mereka. Untungnya, Musa dan Harun berdoa syafaat, sehingga memperkecil lingkup hukuman, dan hanya menghukum mereka yang memimpin dalam pemberontakan.

3 Bumi terbelah dan api yang menelan (ayat 31-35): Musa meminta kepada TUHAN untuk menjadikan sesuatu yang belum pernah terjadi (menciptakan, bārā’ kata kerja bentuk diperkuat Pi‘el), tanah membelah dan menelan komplotan Korah. Api keluar dari TUHAN, dan menelan 250 orang yang mempersembahkan ukupan. Mereka menolak untuk naik ke Tanah yang dijanjikan, dan tanah menelan mereka, dan mereka semua turun ke dunia orang mati. Mereka ingin membuktikan diri mereka benar adanya, memegang api (arang) dan membubuhkan dupa, tetapi api justru menelan mereka.

Renungkan:
Dalam ibadat yang paling kudus, ada tindakan yang paling hina. Bagaimana seharusnya kita berhati-hati?
Martin Luther mengatakan bahwa semua orang adalah imam, tetapi tidak semua orang adalah pendeta, pelayanan penuh waktu adalah datang dari pemilihan Allah, diperlengkapi pembelajaran kebenaran Firman, dan karunia Roh Kudus, bukan merupakan sesuatu yang bisa diambil semaunya berdasarkan keinginan pribadi.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 12:5-9

「Fitnah dan Hukuman」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 12:5-9 [ITB])
5 Lalu turunlah TUHAN dalam tiang awan, dan berdiri di pintu kemah itu, lalu memanggil Harun dan Miryam; maka tampillah mereka keduanya. 6 Lalu berfirmanlah Ia: Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi. 7 Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku. 8 Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa? 9 Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap mereka, lalu pergilah Ia.

(Bacalah Bilangan 12, klik untuk membaca) Di pasal sebelumnya (Bil. 11:29) baru saja Musa mengajar Yosua untuk tidak cemburu, tetapi di Bilangan 12 segera menyebutkan bahwa Miryam dan Harun karena cemburu memfitnah hamba Allah Musa, memulai serangkaian prolog menantang otoritas hamba Allah.

1) Alasan secara permukaan. Miryam menyerang Musa dan mengkritik Musa karena menikahi seorang wanita Kush. Alkitab tidak memberikan informasi yang cukup mengenai apakah Zipora telah meninggal lalu Musa menikahi wanita Kush itu (juga diterjemahkan sebagai Ethiopia). Namun, seperti yang banyak disarankan oleh para sarjana, Kush (kušît) ini sebenarnya adalah Kusyan (kûšān) (Hab. 3:7), yang merupakan nama lain dari Midian. Jika demikian, itu akan merupakan kontras dengan bagaimana orang Israel menerima istri Musa Zipora di Kel. 18. Menyerang seseorang, dimulai dengan istrinya, adalah tindakan yang rendah dan kejam.

2) Alasan sebenarnya, adalah bahwa mereka menantang otoritas kepemimpinan nabi Musa, dan tidak puas bahwa TUHAN menyampaikan pemberitaan hanya melalui Musa. Sama seperti Roh Tuhan diberikan kepada tujuh puluh penatua dalam Bilangan pasal 11, bukankah Allah juga menyampaikan pesan melalui orang-orang lain selain Musa? Menghadapi fitnah kerabatnya dan yang juga merupakan rekan kerja pelayanan inti yang terpenting dari Musa (Harun mewakili imam, Miryam secara tersirat sebagai nabiah), Musa hanya bisa diam. Namun, Allah segera tampil dan menghukum Miryam, menyebabkan dia menderita penyakit kulit yang parah, dan bahkan Harun pun ketakutan. Dia akhirnya disembuhkan oleh doa syafaat Musa, tetapi oleh karenanya perjalanan umat itu menjadi tertunda.

3) Nabi yang unik. Kepada para nabi yang biasa, Allah menampakkan kepadanya dalam penglihatan dan berbicara kepadanya dalam mimpi. Tetapi Musa berbeda setidaknya dalam tiga cara:

  • Musa adalah seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku dan oleh Allah disebut hamba-Ku Musa.
  • Allah berbicara kepadanya berhadap-hadapan, dalam teks bahasa aslinya adalah berbicara mulut ke mulut (peh’el peh), menekankan keintiman dari kedua belah pihak. TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya … (Kel. 33:11).
  • Musa dapat melihat gambar Allah, yang mengacu pada gambar Allah yang tampak (Kel. 33:11, 17-23, 34:29-35). (Lihat juga renungan Keluaran 33:7-23, renungan Keluaran 34:29-35) Setelah ia, seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel (Ul. 34:10).

Renungkan:

Miryam dan Harun memfitnah Musa karena iri, dan mereka menantang otoritas kepemimpinan Musa karena kesombongan mereka yang terluka. Akibatnya, hubungan rekan kerja pelayanan terputus, kehilangan penyertaan kehadiran TUHAN, dan hukuman atas dosa dinyatakan, umat Allah juga ikut terkena dampaknya, hanya mengandalkan doa syafaat barulah bisa ditahirkan. Amsal mengatakan, Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang. (Ams. 14:30). Raja Saul juga cemburu pada Daud, dan akhirnya adalah kehancuran.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 11:26-30

「Cemburu dan memiliki pikiran yang luas」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 11:26-30 [ITB])
26  Masih ada dua orang tinggal di tempat perkemahan; yang seorang bernama Eldad, yang lain bernama Medad. Ketika Roh itu hinggap pada mereka–mereka itu termasuk orang-orang yang dicatat, tetapi tidak turut pergi ke kemah–maka kepenuhanlah mereka seperti nabi di tempat perkemahan. 27 Lalu berlarilah seorang muda memberitahukan kepada Musa: Eldad dan Medad kepenuhan seperti nabi di tempat perkemahan.28 Maka menjawablah Yosua bin Nun, yang sejak mudanya menjadi abdi Musa: Tuanku Musa, cegahlah mereka! 29 Tetapi Musa berkata kepadanya: Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka! 30 Kemudian kembalilah Musa ke tempat perkemahan, dia dan para tua-tua Israel.

Seperti disebutkan dalam paragraf sebelumnya, Musa mengumpulkan para penatua dan para pemimpin di bawah arahan TUHAN. Oleh TUHAN diambil-Nya sebagian dari Roh yang hinggap padanya, dan ditaruh-Nya atas ketujuh puluh tua-tua itu; ketika Roh itu hinggap pada mereka, kepenuhanlah mereka seperti nabi, tetapi sesudah itu tidak lagi (Bil. 11:25). Tetapi mereka diberikan ilham oleh Roh Kudus untuk berbicara hanya pada kesempatan ini, dan sesudah itu tidak akan berbicara lagi. Menunjukkan bahwa mereka digerakkan berbicara, menerima konfirmasi (bukti) eksternal dari tugas kepemimpinan mereka, bukan karunia nubuat seperti halnya para nabi pada umumnya. Para tua-tua juga melalui hal ini percaya dan yakin atas pemilihan Allah, sehingga mereka dapat berbagi tanggung jawab atas kepercayaan berat untuk mengurus bangsa Israel bersama dengan Musa.

Selain tujuh puluh tua-tua yang berkata-kata di Kemah Pertemuan, kemudian juga ada Eldad dan Medad kepenuhan seperti nabi berkata-kata di perkemahan  (Bil. 11:27). Apa yang sebenarnya terjadi di sini tidak dijelaskan dengan jelas dalam Alkitab. Apakah itu berbicara dalam bahasa roh atau menyanyikan lagu-lagu rohani, tidak jelas. Tetapi yang pasti adalah bahwa penampilan mereka tidak memberikan kesan negatif kepada umat Israel dan tidak merasa tidak pantas. Sebaliknya, semua orang menerima fenomena supernatural ini sebagai bukti Roh Kudus. Ini mirip dengan kitab Kisah Para Rasul dalam Perjanjian Baru, di mana seluruh keluarga Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia, menerima Roh Kudus sebagai tanda keselamatan sehingga menghilangkan keraguan rasul Petrus, tetapi kemudian menjadi dasar paling penting dari Majelis Yerusalem (Kis. 10:47; 15:8).

Beberapa orang melihat bahwa Eldad dan Medad diilhami untuk berbicara di kemah, dan bergegas untuk memberi tahu Musa, dan Yosua bahkan meminta Musa untuk melarang kedua orang ini untuk digerakkan Roh Kudus berbicara, karena dia khawatir hal ini akan mengancam kepemimpinan Musa, Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? (Apakah engkau cemburu demi aku?). Tetapi Musa menggunakan kesempatan ini untuk mendorong Yosua untuk memiliki pikiran yang luas. Dia berkata, … Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka! (Bil. 11:29)

Renungkan:

Berbagi Roh Kudus tidak akan mengurangi kekuatan dan wewenang orang yang diambil oleh Tuhan sebagian dari Roh yang hinggap padanya. Ini mirip dengan Perjanjian Baru, Paulus dan para tua-tua lain yang menumpangkan tangan pada Timotius dan menerima karunia Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua. (1 Tim. 4:14); Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. (2 Tim. 1:6).

Tuhan Yesus mengutus murid-murid-Nya, Ia mengembusi mereka sehingga mereka menerima Roh Kudus. (Yoh. 20:22)


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Ulangan 1:19-25

Menjelajahi menyelidiki Kanaan

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 1:19-25 [ITB])
19 Kemudian kita berangkat dari Horeb dan berjalan melalui segenap padang gurun yang besar dan dahsyat yang telah kamu lihat itu, ke arah pegunungan orang Amori, seperti yang diperintahkan kepada kita oleh Allah, Allah kita; lalu kita sampai ke Kadesh-Barnea.
20 Ketika itu aku berkata kepadamu: Kamu sudah sampai ke pegunungan orang Amori, yang diberikan kepada kita oleh Allah, Allah kita. 21 Ketahuilah, Allah, Allahmu, telah menyerahkan negeri itu kepadamu. Majulah, dudukilah, seperti yang difirmankan kepadamu oleh Allah, Allah nenek moyangmu. Janganlah takut dan janganlah patah hati.
22 Lalu kamu sekalian mendekati aku dan berkata: Marilah kita menyuruh beberapa orang mendahului kita untuk menyelidiki negeri itu bagi kita dan membawa kabar kepada kita tentang jalan yang akan kita lalui, dan tentang kota-kota yang akan kita datangi. 23 Hal itu kupandang baik. Jadi aku memilih dari padamu dua belas orang, dari tiap-tiap suku seorang. 24 Mereka pergi dan berjalan ke arah pegunungan, lalu sampai ke lembah Eskol, kemudian menyelidiki negeri itu. 25 Maka mereka mengambil buah-buahan negeri itu dan membawanya kepada kita. Pula mereka membawa kabar kepada kita, demikian: Negeri yang diberikan Allah, Allah kita, kepada kita itu baik.』」

Musa menceritakan ulang pengalaman perjalanan orang Israel di padang gurun (sebenarnya lebih tepat disebut perjalanan kegagalan di padang gurun), dimulai dengan peristiwa Kadesh-Barnea. Seluruh peristiwa dicatat dalam Bilangan 13-14.

Pertama-tama, mengapa Musa melihat peristiwa ini lebih penting daripada peristiwa-peristiwa lainnya? Bukankah lebih jahat perbuatan bangsa Israel menyembah anak lembu emas di bawah Gunung Sinai?
Jawabannya: Pemberontakan Kadesh-Barnea menyebabkan Israel kehilangan segenap satu generasi dan menyia-nyiakan empat puluh tahun. Empat puluh tahun kemudian, generasi baru Israel harus mulai dari Kadesh-Barnea melanjutkan perjalanan ke Kanaan.

Kedua, mengapa Musa tidak mencantumkan daftar nama para mata-mata?
Jawabannya: sejak segenap satu generasi telah meninggal, Musa tidak mau membebankan tanggung jawab para pendahulu kepada keturunannya; keturunan dari mata-mata itu masih ada, apalagi mata-mata itu adalah kepala-kepala di antara orang Israel (Bil. 13:3), keturunan penerus mereka mungkin masih merupakan keluarga terpandang. Musa membutuhkan mereka untuk membantu mengatur urusan kaum, sebenarnya tidak perlu menghancurkan reputasi leluhur mereka. Ini sejalan dengan prinsip dari kebenaran dan keadilan.

Di sisi lain, tambahan dari yang tercatat dalam Kitab Bilangan, bukan saja pikiran untuk menyelidiki Kanaan diajukan oleh orang Israel kepada Musa atas inisiatif mereka sendiri, tetapi juga bahwa Musa memandang Hal itu baik.

Dari sini dapat dilihat Musa memang seorang pemimpin yang berbeda, dia bersedia untuk memikul semua tanggung jawab. Saat ini, mereka yang dahulu terlibat sudah mati, dan bahkan Musa sendiri terseret oleh peristiwa, sebagai pemimpin tertinggi dia bersedia untuk mengambil semua tanggung jawab. Di satu sisi, mengirim mata-mata untuk menyelidiki situasi militer musuh sebelum pertempuran menjadi suatu tindakan yang tak terelakkan, penting bagi Israel yang kelak akan menyerang Kanaan di masa depan, menunjukkan bahwa Musa sangat memandang penting hal ini dan ia memuji Hal itu baik.

Renungkan:
Musa memberikan contoh pemimpin yang baik untuk generasi mendatang. Ia tidak menjelek-jelekkan kisah kegagalan rekan-rekannya, tetapi bersikap memaafkan. Hari ini, kita dapat mengambil dia sebagai teladan dan menjadi orang yang bertindak bajik di dalam dan di luar gereja, menjadi pemimpin yang baik.


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.