Tag Archives: Kitab Bilangan

Bilangan 11:26-30

「Cemburu dan memiliki pikiran yang luas」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 11:26-30 [ITB])
26  Masih ada dua orang tinggal di tempat perkemahan; yang seorang bernama Eldad, yang lain bernama Medad. Ketika Roh itu hinggap pada mereka–mereka itu termasuk orang-orang yang dicatat, tetapi tidak turut pergi ke kemah–maka kepenuhanlah mereka seperti nabi di tempat perkemahan. 27 Lalu berlarilah seorang muda memberitahukan kepada Musa: Eldad dan Medad kepenuhan seperti nabi di tempat perkemahan.28 Maka menjawablah Yosua bin Nun, yang sejak mudanya menjadi abdi Musa: Tuanku Musa, cegahlah mereka! 29 Tetapi Musa berkata kepadanya: Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka! 30 Kemudian kembalilah Musa ke tempat perkemahan, dia dan para tua-tua Israel.

Seperti disebutkan dalam paragraf sebelumnya, Musa mengumpulkan para penatua dan para pemimpin di bawah arahan TUHAN. Oleh TUHAN diambil-Nya sebagian dari Roh yang hinggap padanya, dan ditaruh-Nya atas ketujuh puluh tua-tua itu; ketika Roh itu hinggap pada mereka, kepenuhanlah mereka seperti nabi, tetapi sesudah itu tidak lagi (Bil. 11:25). Tetapi mereka diberikan ilham oleh Roh Kudus untuk berbicara hanya pada kesempatan ini, dan sesudah itu tidak akan berbicara lagi. Menunjukkan bahwa mereka digerakkan berbicara, menerima konfirmasi (bukti) eksternal dari tugas kepemimpinan mereka, bukan karunia nubuat seperti halnya para nabi pada umumnya. Para tua-tua juga melalui hal ini percaya dan yakin atas pemilihan Allah, sehingga mereka dapat berbagi tanggung jawab atas kepercayaan berat untuk mengurus bangsa Israel bersama dengan Musa.

Selain tujuh puluh tua-tua yang berkata-kata di Kemah Pertemuan, kemudian juga ada Eldad dan Medad kepenuhan seperti nabi berkata-kata di perkemahan  (Bil. 11:27). Apa yang sebenarnya terjadi di sini tidak dijelaskan dengan jelas dalam Alkitab. Apakah itu berbicara dalam bahasa roh atau menyanyikan lagu-lagu rohani, tidak jelas. Tetapi yang pasti adalah bahwa penampilan mereka tidak memberikan kesan negatif kepada umat Israel dan tidak merasa tidak pantas. Sebaliknya, semua orang menerima fenomena supernatural ini sebagai bukti Roh Kudus. Ini mirip dengan kitab Kisah Para Rasul dalam Perjanjian Baru, di mana seluruh keluarga Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia, menerima Roh Kudus sebagai tanda keselamatan sehingga menghilangkan keraguan rasul Petrus, tetapi kemudian menjadi dasar paling penting dari Majelis Yerusalem (Kis. 10:47; 15:8).

Beberapa orang melihat bahwa Eldad dan Medad diilhami untuk berbicara di kemah, dan bergegas untuk memberi tahu Musa, dan Yosua bahkan meminta Musa untuk melarang kedua orang ini untuk digerakkan Roh Kudus berbicara, karena dia khawatir hal ini akan mengancam kepemimpinan Musa, Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? (Apakah engkau cemburu demi aku?). Tetapi Musa menggunakan kesempatan ini untuk mendorong Yosua untuk memiliki pikiran yang luas. Dia berkata, … Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka! (Bil. 11:29)

Renungkan:

Berbagi Roh Kudus tidak akan mengurangi kekuatan dan wewenang orang yang diambil oleh Tuhan sebagian dari Roh yang hinggap padanya. Ini mirip dengan Perjanjian Baru, Paulus dan para tua-tua lain yang menumpangkan tangan pada Timotius dan menerima karunia Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua. (1 Tim. 4:14); Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. (2 Tim. 1:6).

Tuhan Yesus mengutus murid-murid-Nya, Ia mengembusi mereka sehingga mereka menerima Roh Kudus. (Yoh. 20:22)


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 11:16-18

「Bertiuplah Angin dan Roh Turun」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 11:16-18 [ITB])
1 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Kumpulkanlah di hadapan-Ku dari antara para tua-tua Israel tujuh puluh orang, yang kauketahui menjadi tua-tua bangsa dan pengatur pasukannya, kemudian bawalah mereka ke Kemah Pertemuan, supaya mereka berdiri di sana bersama-sama dengan engkau. 17 Maka Aku akan turun dan berbicara dengan engkau di sana, lalu sebagian dari Roh yang hinggap padamu itu akan Kuambil dan Kutaruh atas mereka, maka mereka bersama-sama dengan engkau akan memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak usah lagi engkau seorang diri memikulnya. 18 Tetapi kepada bangsa itu haruslah kaukatakan: Kuduskanlah dirimu untuk besok, maka kamu akan makan daging; sebab kamu telah menangis di hadapan TUHAN dengan berkata: Siapakah yang akan memberi kami makan daging? Begitu baik keadaan kita di Mesir, bukan? –TUHAN akan memberi kamu daging untuk dimakan.

Bilangan 11:10-35 (klik untuk membaca) mencatat dua insiden: satu adalah umat yang bersungut-sungut, bersungut bahwa mereka tidak punya daging untuk dimakan, membangkitkan kemarahan Musa, dan mengadu kepada TUHAN (Yahweh) bahwa tanggung jawab untuk mengurus umat itu terlalu berat untuk ditanggungnya sendirian. Maka, TUHAN berpesan kepada Musa bahwa Ia akan memberikan Roh yang yang ada pada dirinya diberikan kepada tujuh puluh penatua Israel. TUHAN membangkitkan angin yang bertiup membawa burung-burung puyuh dari sebelah laut, sehingga membuat umat itu makan daging.

Adanya Roh (rûaḥ) TUHAN: dua peristiwa ini dihubungkan oleh sebuah kata penting, yaitu, dalam bahasa Ibrani rûaḥ dari TUHAN, yang diterjemahkan sebagai Roh dalam pasal ini (17, 25 [2 kali], 26, 29) dan angin (ayat 31). Ini adalah janji ganda yang dibuat oleh TUHAN sebagai tanggapan atas seruan rakyat dan Musa, memberinya rûaḥ, tetapi dengan efek dan konsekuensi yang berbeda. Roh (rûaḥ) TUHAN diberikan kepada tujuh puluh penatua Israel untuk berbagi pekerjaan Musa sebagai dukungan rohani baginya. Tempat peristiwa berada di pelataran Kemah Suci, sebuah area kudus. Akibat dari pemberian Roh (rûaḥ) membawa orang lebih dekat kepada TUHAN.

Peristiwa yang lain adalah bahwa TUHAN membangkitkan angin (rûaḥ) untuk meniupkan kelompok besar burung puyuh dari laut untuk memberi umat itu makan, untuk memenuhi kebutuhan fisik mereka, dan untuk memuaskan hasrat psikologis mereka. Tetapi angin bertiup di luar perkemahan, tempat yang najis, tanah kematian, dan sebagai akibatnya, orang-orang itu makin menjauh dari TUHAN.

Fakta bahwa Musa memberikan Roh Kudus kepada tujuh puluh penatua layak untuk dijelaskan di sini. Keluaran tidak secara khusus menyebutkan bahwa Musa menerima Roh Kudus, tetapi hanya mencatat bahwa ia menerima panggilan menjadi pemimpin (Keluaran 3), dan dikukuhkan oleh mukjizat (Keluaran 4). Bilangan pasal 11 secara tidak langsung membuktikan bahwa Musa menerima Roh Kudus. Ketika Musa membutuhkan bantuan, TUHAN memerintahkannya untuk mengumpulkan tujuh puluh penatua dan pemimpin Israel untuk berbagi rûaḥ (Bil. 11:16, 17, 24-26). Perikop ini mengasumsikan bahwa Musa pertama-tama menerima Roh Kudus dan membagikannya kepada para pemimpin lain, Musa berharap lebih, yakni bahwa semua orang Israel menerima Roh Kudus (… Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka! Bil. 11:29).

Renungkan:

Ketika sebuah organisasi baru didirikan dan manajemen menjadi lebih rumit, pembagian kerja menjadi lebih diperlukan. Ini tidak hanya mencerminkan masalah yang dihadapi kelompok pada saat ini, tetapi juga beradaptasi dengan tantangan di masa depan. Yang paling penting adalah pembagian kerja dan orang yang tepat di posisi yang tepat. Pasal 11 adalah catatan pembagian kerja baru ini.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 11:1-3

「Sungut-sungut dan menangis」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 11:1-3 [ITB])
1 Pada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang nasib buruk mereka, dan ketika TUHAN mendengarnya bangkitlah murka-Nya, kemudian menyalalah api TUHAN di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan. 2 Lalu berteriaklah bangsa itu kepada Musa, dan Musa berdoa kepada TUHAN; maka padamlah api itu. 3 Sebab itu orang menamai tempat itu Tabera, karena telah menyala api TUHAN di antara mereka.

Pasal ini memulai perjalanan penuh sungut-sungut, nada yang terbalik dari pasal 1 – 10 yang sebelumnya. Awalnya umat itu tertib mematuhi hukum, menurut titah TUHAN, tetapi sampai di pasal 11 (klik untuk membaca), justru menjadi puncak dari pengkhianatan mereka, pertama bersungut-sungut, lalu iri hati dan fitnah cercaan, pertengkaran serta membentuk komplotan, memberontak secara terbuka.

Bil. 11:1-10 adalah awal dari perjalanan yang bersungut-sungut ini, dapat dibagi menjadi dua bagian:

1) Sungut-sungut mendatangkan hukuman api (ayat 1-3): Paragraf ini tidak menuliskan tentang konten spesifik dari keluhan umat itu, tetapi terlebih dahulu menunjukkan pola umum paragraf-paragraf berikutnya: (1) umat itu bersungut-sungut, (2) membangkitkan murka Allah, (3) umat memohon, (4) Musa menengahi, dan (5) hukuman berhenti.

Di ayat 1, umat itu bersungut-sungut, secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai umat itu berubah menjadi seperti orang-orang yang bersungut-sungut … (lihat pembahasan orang-orang campuran di ayat 4 di bawah). Dalam bahasa asli kata bersungut-sungut (mit’ōnǝnîm) adalah kata yang langka dan rumit, kelangkaan dan kerumitannya sebanding dengan kata hā’sapsup (orang-orang bajingan) di ayat 4. Kata kerja bersungut-sungut hanya muncul sekali lagi dalam Ratapan 3:39.

Lalu menyalalah api TUHAN di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan. Kata kerja membakar (wattō’kal) aslinya berarti menelan binasa.

Di ayat 2, orang-orang memohon kepada Musa, dan Musa berdoa kepada TUHAN, lalu api padam. Peran Musa sebagai pengantara bagi umat itu, seperti dalam insiden anak lembu emas, bahkan lebih menonjol dalam perjalanan di padang belantara ini.

Dalam ayat 3, tempat ini disebut Tabera (tab‘ērâ), yang berarti tanah terbakar, karena api TUHAN pernah membakar (bā‘ărâ) di antara mereka.

2) Bersungut-sungut bahwa tidak ada makanan daging, membangkitkan murka Allah (ayat 4-10): paragraf ini menuliskan isi spesifik dari sungut-sungut, adalah tentang makanan.

Ayat 4, orang-orang bajingan (lihat terjemahan Inggris the mixed multitude orang-orang campuran) dapat merujuk pada mereka yang bercampur dengan Israel ketika mereka meninggalkan Mesir. Orang-orang ini menjadi serakah dan bersungut-sungut bahwa, selain manna, Siapakah yang akan memberi kita makan daging? Selama hampir setahun, orang Israel telah memakan manna setiap hari. Makanan yang monoton membuat orang kehilangan nafsu makan, dan mereka makin merasa kehilangan apa yang ada di Mesir, ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih.

Renungkan:

  1. Meskipun orang Israel secara fisik telah meninggalkan Mesir, hati mereka belum meninggalkan Mesir, hati mereka ada di Mesir dan Mesir ada di dalam hati mereka. Dan hutan belantara belum menempa bersihkan mereka.
  2. Makanan kampung halaman adalah nostalgia dan seringkali merupakan bagian terlemah dari seseorang.
  3. Orang mudah memandang berharga apa yang jauh di mata, memandang rendah yang ada di depan mata. Begitu orang yang telah lama menjadi budak lepas dari perbudakan dan belum menikmati manfaat kebebasan baru, mereka sering dengan cepat bersungut-sungut tentang kesulitan baru. Apakah Anda merindukan kenikmatan dalam dosa sebelum percaya dan menerima Tuhan Yesus?

Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 10:11-13

「Membongkar kemah dan berangkat」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 10:11-13 [ITB])
11 Pada tahun yang kedua, pada bulan yang kedua, pada tanggal dua puluh bulan itu, naiklah awan itu dari atas Kemah Suci, tempat hukum Allah. 12 Lalu berangkatlah orang Israel dari padang gurun Sinai menurut aturan keberangkatan mereka, kemudian diamlah awan itu di padang gurun Paran. 13 Itulah pertama kali mereka berangkat menurut titah TUHAN dengan perantaraan Musa.

Setelah orang Israel keluar dari Mesir, mereka tinggal di Gunung Sinai selama lebih dari sebelas bulan, dan akhirnya berangkat ke Tanah Perjanjian. Beberapa hal penting dicatat dalam Bil. 10:11-36 (klik untuk membaca)

1) Waktu keberangkatan: yakni pada hari ke-20 bulan kedua tahun kedua setelah Keluaran dari Mesir, orang Israel meninggalkan Gunung Sinai dan memulai perjalanan menuju Tanah Perjanjian (ayat 11-12). Setelah orang Israel merayakan Paskah yang pertama kalinya, pada hari berikutnya mereka keluar dari Mesir, setelah lima puluh hari, mereka sampai di Gunung Sinai pada hari pertama bulan ketiga, lalu Allah mengadakan perjanjian dengan mereka (Kel. 19:1). Setelah itu, Kemah Suci didirikan pada hari pertama bulan pertama tahun kedua, lalu setelah lima puluh hari, mereka membongkar perkemahan memulai perjalanan berangkat ke Tanah Perjanjian.

2) Keberangkatan pasukan: maju sesuai dengan urutan yang dicatat di Bilangan pasal 2

  • Pertama adalah laskar Yehuda, Isakhar dan Zebulon, ini adalah tim pertama.
  • Berikutnya adalah Gerson dan Merari, membawa Kemah Suci dengan kereta lembu, agar dapat lebih awal di perhentian berikutnya dan memasang kembali Kemah Suci, sehingga suku Kehat dapat segera meletakkan barang-barang tempat kudus ke dalam Kemah Suci begitu mereka tiba.
  • Laskar Ruben, Simeon, Gad.
  • Berikutnya adalah orang-orang Kehat, yang membawa perkakas Kemah Suci, termasuk mezbah-mezbah dupa emas, kandil emas, dan meja roti sajian (lihat Bil. 3:30-31). Menurut ayat 10:33, Tabut Perjanjian TUHAN berangkat di depan mereka, mencari tempat perhentian berikutnya.
  • Kemudian adalah Efraim, suku Manasye, suku Benyamin.
  • Lalu kemah Dan, Naftali, dan suku Asyer.

3) Pimpinan dalam perjalanan maju, ada empat aspek:

  • Awan, naik atau tinggal diam, adalah tanda-tanda yang dapat dilihat mata.
  • Nafiri perak, adalah pimpinan berbentuk suara, memberikan bimbingan yang jelas dan secara khusus individual untuk masing-masing suku.
  • Hobab anak Rehuel (anak Yitro) orang Midian, mertua Musa. Saudara ipar Musa mengenal baik padang belantara, bisa menjadi mata dan telinga bangsa Israel (lih. Hakim-hakim 1:16).
  • Tabut Perjanjian, merupakan yang paling penting, dan menyatakan pimpinan yang langsung dari Tuhan sendiri. Tabut Perjanjian berada di depan seluruh pasukan Israel, menemukan / mencari tempat perhentian bagi mereka untuk beristirahat. Kata kerja menemukan / mencari (tûr) atau dapat diterjemahkan sebagai mengintai, adalah kata kerja yang persis sama dengan kedua belas pengintai yang kemudian pergi untuk mengintai Kanaan.

4) Doa dalam perjalanan maju (ayat 35-36):
35 Apabila tabut itu berangkat, berkatalah Musa:

Bangkitlah, TUHAN,
supaya musuh-Mu berserak
dan orang-orang yang membenci Engkau melarikan diri dari hadapan-Mu.

36 Dan apabila tabut itu berhenti, berkatalah ia:

Kembalilah, TUHAN,
kepada umat Israel yang beribu-ribu laksa ini.

Ketika Tabut Perjanjian berangkat atau berhenti, Musa menuliskan pujian: (1) meminta bimbingan Tuhan, meminta Tuhan yang bertempur menghadapi musuh, dan (3) meminta penyertaan Tuhan untuk bersamanya. Tuhanlah jantung dan pusat dari segalanya.

Renungkan:

Hidup adalah sebuah perjalanan:

  • Memiliki tujuan, seperti orang-orang Israel, pergi ke tanah yang dijanjikan yang Allah telah arahkan.
  • Dipandu, apakah berhenti berkemah atau berangkat bergerak maju, semua berpusat pada Kemah Pertemuan, dengan awan dan Tabut Perjanjian sebagai penuntun arah.
  • Ada perang, ada masalah internal dan eksternal di sepanjang jalan, perlu tetap waspada setiap saat, sampai benar-benar berkemenangan.

Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 10:1-2

「Nafiri Perak dan Berangkat」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 10:1-2 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 Buatlah dua nafiri dari perak. Dari perak tempaan harus kaubuat itu, supaya dipergunakan untuk memanggil umat Israel dan untuk menyuruh laskar-laskarnya berangkat.

(Bacalah Bilangan pasal 10) Petunjuk terakhir yang diberikan oleh TUHAN di Gunung Sinai adalah membuat dua nafiri perak, sebagai tanda semboyan khusus bagi orang Israel untuk membongkar kemah bergerak maju ke Tanah Perjanjian (Bil. 10:1-8). Paragraf ini juga mencantumkan kegunaan lain untuk nafiri perak (ayat 9-10). Ada tiga poin untuk dibahas:

1) Petunjuk untuk membuat nafiri perak (ayat 2): TUHAN memerintahkan Musa menggunakan perak untuk membuat dua nafiri. Pahatan Titus Jenderal Romawi di Arc de Triomphe (Gapura Kemenangan) memiliki penampilan seperti nafiri perak. Nafiri (ḥăṣôṣrâ) adalah tabung lurus yang ditempa dari perak, panjangnya sekitar 45 cm dan memiliki bentuk trompet di ujungnya, jika ditiup dengan cara yang berbeda dapat menghasilkan tanda suara yang berbeda. Ini berbeda dari tanduk (šôpār) sangkakala yang juga sering disebut di dalam Alkitab, yang terbuat dari tanduk domba. Penggunaan dari keduanya berbeda, tetapi ada tumpang tindih. Misalnya, ketika penobatan raja (2 Sam. 15:10; 2 Raja-raja 11:14). Perbedaan terbesar adalah identitas penggunanya, nafiri perak terbatas pada para imam, dan tanduk sangkakala tidak dibatasi.

2) Penggunaan nafiri perak dalam bergerak di padang belantara (ayat 2-8): dibagi menjadi

  1. Memanggil segenap umat Israel, berkumpul di depan pintu Kemah Pertemuan (ayat 3, 7).
  2. Memanggil para pemimpin, para kepala pasukan Israel harus berkumpul.
  3. Memerintahkan laskar-laskar yang berkemah untuk berangkat bergerak maju.

Jika hanya satu saja nafiri yang ditiup, para pemimpin, para kepala pasukan Israel akan berkumpul kepada Musa (ayat 4). Jika nafiri dibunyikan tanda semboyan dengan keras yang pertama, maka berangkatlah laskar-laskar yang berkemah di sebelah timur [laskar Yehuda, batalion pertama], dan tanda semboyan yang dibunyikan dengan keras untuk kedua kalinya, yang berkemah di selatan akan berangkat [laskar Ruben, batalion kedua], dan kemudian mengikuti urutan adalah kemah Efraim di sebelah barat, kemudian kemah Dan di sebelah utara (ayat 5, lih. Bil. 2:1-31). Ayat 8 menambahkan bahwa nafiri-nafiri semuanya ditiup oleh anak-anak Harun yang adalah imam.

3) Penggunaan nafiri perak di Tanah Perjanjian (ayat 9-10): dibagi menjadi dua jenis situasi: peperangan dan perayaan hari raya. Saat menghadapi musuh, tiup nafiri dengan keras, dengan demikian diingat di hadapan TUHAN Allah dan diselamatkan dari musuh (ayat 9). Pada hari-hari perayaan dan pada bulan-bulan baru, ketika perayaan diumumkan, mempersembahkan korban-korban bakaran dan korban-korban keselamatan (mewakili perjanjian dan pembaharuan), juga meniupkan nafiri untuk menyatakan sukacita sukaria yang tulus (ayat 10; Ezra 3:10; Mzm 98:6)

Renungkan:

  1. Setiap suku Israel mengikuti bunyi tanda semboyan masing-masing. Hari ini apakah Anda mendengar bunyi tanda semboyan yang diberikan Roh Kudus?
  2. Perjanjian Baru berbicara tentang malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya,orang pada waktu bunyi nafiri yang terakhir … orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa (Matius 24:31; 1 Kor. 15:52; Wahyu 8-9).

Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 9:15-17

「Kemah Suci dan Awan」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 9:15-17 [ITB])
15 Pada hari didirikan Kemah Suci, maka awan itu menutupi Kemah Suci, kemah hukum Allah; dan pada waktu malam sampai pagi awan itu ada di atas Kemah Suci, kelihatan seperti api. 16 Demikianlah selalu terjadi: awan itu menutupi Kemah, dan pada waktu malam kelihatan seperti api. 17 Dan setiap kali awan itu naik dari atas Kemah, maka orang Israelpun berangkatlah, dan di tempat awan itu diam, di sanalah orang Israel berkemah.

Kitab Bilangan pasal 1 hingga 9 mencatat jumlah pasukan Israel, pengaturan urutan berkemah dan berbaris, mempersiapkan diri untuk pelayanan dan pemindahan Kemah Suci, merayakan Paskah, dan segera secara resmi berangkat menuju Tanah Perjanjian. Sebelum berangkat, Alkitab secara khusus mencatat dua hal yang memimpin umat Allah: awan dan nafiri perak.

Pertama-tama mencatat tampilnya awan (ayat 15-16): secara kronologi waktunya membawa pembaca kembali ke hari pertama bulan pertama tahun kedua Keluaran dari Mesir, hari didirikan Kemah Suci: awan itu menutupi Kemah Suci. Secara ruang dan tempat terdapat perbedaan, kemuliaan TUHAN memenuhi Tempat Maha Kudus, dan orang-orang biasa tidak dapat melihatnya dari luar, sedangkan awan yang menutupi Kemah Suci dapat dilihat dari jauh oleh umat awam, dan tidak hanya dapat terlihat pada saat hari terang, pada waktu malam sampai pagi awan itu ada di atas Kemah Suci, kelihatan seperti api (ayat 15). Ini adalah tanda nyata kehadiran TUHAN (Yahweh).

Kedua, berbicara tentang hubungan antara awan dan keberangkatan (ayat 17-23): Paragraf ini menggunakan prosa puitis, kata-kata dan frasa yang diulang untuk membuat catatan singkat dari Kel. 40:34-38, dan pengembangan sepenuhnya, dan menyimpulkan menjadi setiap kali awan itu naik dari atas Kemah, maka orang Israelpun berangkatlah, dan di tempat awan itu diam, di sanalah orang Israel berkemah (ayat 17). Sama seperti setelah Paskah pertama, orang Israel keluar dari Mesir, dipimpin oleh tiang-tiang dan awan api. Setelah Paskah kedua, awan di atas Kemah Suci menjadi sarana baru bagi TUHAN untuk membimbing umat Allah bergerak maju. Intinya bukan berapa lama awan akan naik, lalu orang Israel akan berjalan berapa lama. Tulisan Kitab Suci berfokus pada berapa lama awan setiap kali berhenti dan berada di satu tempat, dan berapa lama orang-orang Israel berhenti dan berkemah di sana (Kel. 40:34-38 jika awan itu tidak naik, maka merekapun tidak berangkat sampai hari awan itu naik. Sebab awan TUHAN itu ada di atas Kemah Suci pada siang hari, dan pada malam hari ada api di dalamnya, di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka berkemah).

Bagian terpenting dari paragraf ini adalah kesimpulannya: atas titah TUHAN – menaati titah TUHAN, frasa pendek ini muncul 7 kali dalam ayat 15-23 (ayat 18a [2 kali], 20b, 23a * 2 kali, 23b) , dan kata Kemah (miškān) juga muncul 7 kali (ayat 15 * 3 kali, 18, 19, 20, 22). Dua kata ini, masing-masing secara bersamaan muncul tujuh kali, tepat menunjukkan poin utama dari perikop ini: Kemah Suci mewakili kehadiran dan penyertaan Allah yang berjalan bersama, dan jika manusia hendak berjalan bersama Allah, ia harus menaati titah TUHAN.

Renungkan:

Perjanjian Baru juga menggunakan awan untuk melambangkan kehadiran Allah. Ketika transfigurasi Yesus di atas gunung, awan mengelilingi di sekitar (Lukas 9:34). Demikian juga, ketika Ia bangkit dari kematian, ada awan membawa Dia naik ke surga (Kisah Para Rasul 1:9). Di masa depan Dia akan datang dalam awan-awan dari langit, dan seluruh bumi akan menjadi Kerajaan milik Tuhan kita, Tuhan Yesus Kristus (Dan. 7:13; Why. 11:15).


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 9:9-12

「Memelihara Hari Raya dan Cara Remedi」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 9:9-12 [ITB])
9 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 10 Katakanlah kepada orang Israel: Apabila salah seorang di antara kamu atau keturunanmu najis oleh karena mayat, atau berada dalam perjalanan jauh, maka ia harus juga merayakan Paskah bagi TUHAN. 11 Pada bulan yang kedua, pada hari yang keempat belas, pada waktu senja, haruslah orang-orang itu merayakannya; beserta roti yang tidak beragi dan sayur pahit haruslah mereka memakannya. 12 Janganlah mereka meninggalkan sebagian dari padanya sampai pagi, dan satu tulangpun tidak boleh dipatahkan mereka. Menurut segala ketetapan Paskah haruslah mereka merayakannya.

Bilangan pasal 9 mencatat orang Israel pertama kali memelihara Paskah setelah keluar dari Mesir, dan tindakan perbaikan yang harus dilakukan jika tidak bisa merayakannya. Tulisan suci dapat dibagi menjadi tiga paragraf berikut:

1) Memelihara Paskah sesuai aturan yang diberikan (ayat 1-5): mengikuti aturan Keluaran 12, bangsa Israel menyembelih anak domba Paskah pada petang hari ke 14 pada bulan yang pertama tahun yang kedua sesudah mereka keluar dari tanah Mesir. Paskah adalah hari raya pertama setiap tahun, memperingati mengingat kuasa besar Allah menyelamatkan mereka keluar dari Mesir. Kemudian hari orang-orang Yahudi membaca 《Kidung Agung》 dalam perayaan ini untuk mengingat kasih Allah yang besar. Tanggal 14 bulan pertama adalah sekitar akhir bulan Maret hingga awal bulan April dari kalender Masehi. Kata pada waktu senja (bên hā‘arbayim), secara harfiah diterjemahkan sebagai antara dua senja, dalam tradisi Yahudi adalah antara siang dan matahari terbenam, orang Yahudi Perjanjian Baru menyembelih anak domba Paskah sekitar jam 3 sore. Ulangan 16:6 ditafsirkan sebagai pada waktu senja, ketika matahari terbenam.

2) Musa bertanya tentang pengecualian (6-8): terdapat beberapa orang yang najis karena bersentuhan dengan mayat dan tidak dapat merayakan pada hari itu. Mereka bertanya kepada Musa dan Harun, maka Musa bertanya kepada TUHAN.

3) Jawaban Allah untuk cara remedi (ayat 9-14): TUHAN memberi petunjuk kepada Musa, Apabila salah seorang di antara kamu atau keturunanmu najis oleh karena mayat, atau berada dalam perjalanan jauh, maka ia harus juga merayakan Paskah bagi TUHAN. 11 Pada bulan yang kedua, pada hari yang keempat belas, pada waktu senja, haruslah orang-orang itu merayakannya; beserta roti yang tidak beragi dan sayur pahit haruslah mereka memakannya (ayat 10-11). Mereka akan memakan anak domba, roti tidak beragi (mengingat orang Israel bergegas keluar dari Mesir, tidak sempat membuat adonan yang difermentasi), dan sayur pahit (mengingat penderitaan mereka di Mesir). Mereka tidak boleh meninggalkan sedikitpun makanan sampai pagi, karena domba Paskah dianggap sebagai persembahan korban keselamatan, dan tidak boleh satupun tulang anak domba sampai patah (ayat 12).

Renungkan:

  1. Hukum Taurat bukanlah aturan yang kaku, tetapi mementingkan esensi / semangat dari diadakannya Hukum Taurat itu (2 Korintus 3:6). Tuhan mengizinkan orang untuk memberikan penjelasan lebih lanjut tentang hukum Taurat, terutama ketika mereka menghadapi situasi baru. Ini juga mempersiapkan dasar pemikiran nantinya untuk putri Zelafehad bin Hefer yang meminta bagian warisan tanah (Bilangan 27 dan 36).
  2. Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat (Markus 2:27). Hari Raya diadakan untuk menikmati rahmat anugerah Allah, bukan untuk menambah beban orang.
  3. Dalam Perjanjian Baru, Yesus adalah Anak Domba Paskah Sejati yang menghapus dosa dunia (Yohanes 1:29; 1 Korintus 5:7). Ketika Dia disalibkan, tidak ada satu tulang-Nya yang dipatahkan , menggenapi tulisan Alkitab (Yohanes 19:36).

Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 8:20-22

「Kandil dan persembahan unjukan」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 8:20-22 [ITB])
20 Lalu Musa, Harun dan segenap umat Israel melakukan yang demikian kepada orang Lewi; tepat seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa mengenai orang Lewi, demikianlah dilakukan orang Israel kepada mereka. 21 Orang Lewi itu menghapus dosa dari dirinya dan mencuci pakaian mereka, kemudian Harun mengunjukkan mereka sebagai persembahan unjukan di hadapan TUHAN, dan mengadakan pendamaian bagi mereka sambil mentahirkan mereka. 22 Sesudah itu masuklah orang Lewi untuk melakukan pekerjaan jabatan mereka di Kemah Pertemuan, di bawah pengawasan Harun dan anak-anaknya. Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa mengenai orang Lewi, demikianlah dilakukan kepada mereka.

Bilangan pasal 8 (klik untuk membaca) berbicara tentang persembahan suku Lewi, mereka tidak mempersembahkan bejana emas atau perak atau lembu dan domba seperti suku-suku lain, tetapi mempersembahkan seluruh suku Lewi. Pasal ini dapat dibagi menjadi tiga bagian, semuanya dimulai dengan TUHAN berfirman kepada Musa (ayat 1, 5, 23):

1) Peraturan imam menyalakan lampu-lampu (ayat 1-4): Harun mewakili pemimpin suku Lewi. Ini adalah pertama kalinya imam besar Harun melayani di tempat kudus dalam Kemah Suci, dimulai dengan menyalakan kaki dian emas. kandil (mǝnôrâ) terbuat dari sepotong emas murni berbentuk seperti pohon, seukuran manusia dan diletakkan di sisi selatan tempat kudus, menghadap meja sajian roti yang ada di sebelah utara. Terdapat tujuh cabang masing-masing dengan sebuah lampu di bagian atasnya, dan Harun diperintahkan agar semua pelita itu menerangi bagian depan, agar tempat kudus terang benderang, dan secara resmi memulai pelayanan Kemah Pertemuan.

2) Orang Lewi menjalankan tugas kudus (ayat 5-22): Mereka harus melalui proses (1) pentahiran, (2) penghapus dosa (3) penumpangan tangan, dan (4) dipersembahkan sebagai persembahan unjukan. Orang-orang Lewi harus mentahirkan diri,  tetapi tidak diurapi seperti para imam (Im. 8) Musa mempersembahkan korban penghapus dosa (atau diterjemahkan sebagai korban pentahiran) bagi mereka. Perwakilan Israel meletakkan tangan mereka di kepala mereka, mengekspresikan persatuan. Terakhir, Harun memimpin dan mempersembahkan mereka kepada TUHAN sebagai persembahan unjukan. Orang-orang Lewi harus menggantikan  (mewakili) semua anak sulung di Israel membantu para imam rumah Harun di Kemah Pertemuan untuk melayani Allah.

3) Masa jabatan orang Lewi (ayat 23-26): setelah pensiun masih boleh membantu pelayanan di Kemah Pertemuan. Orang-orang Lewi mulai melayani di Kemah Suci pada usia 25, sampai usia 50 mereka mengundurkan diri dibebaskan dari pekerjaan. Kata pekerjaan pelayanan (ṣǝbā’ hā‘ăbōdâ), secara harfiah diterjemahkan sebagai tim pelayanan, artinya mereka tidak lagi terlibat dalam pekerjaan yang membutuhkan tenaga, seperti merakit dan memindahkan Kemah Pertemuan beserta perlengkapannya. Tetapi mereka masih dapat membantu orang-orang Lewi yang lebih muda dalam melakukan tugas mereka.

Renungkan:

Tingkat jabatan ilahi: meskipun orang-orang Lewi juga dipisahkan (dikuduskan) bagi Allah, mereka masih berbeda dari para imam. Para imam dapat memasuki tempat kudus untuk menyalakan dan membakar dupa.  Imam besar memasuki tempat maha kudus pada Hari Pendamaian, tetapi orang-orang Lewi tidak diizinkan memasuki tempat kudus atau tempat maha kudus. Orang-orang Lewi membantu para imam di halaman Kemah Suci untuk mempersembahkan korban. Ketika Kemah Suci dipindahkan, para imam harus membungkus bejana peralatan suci di Kemah Suci sebelum orang-orang Lewi dapat masuk dan mengangkatnya. Orang-orang Lewi dipersembahkan sebagai persembahan unjukan, yang menunjukkan bahwa mereka dapat menjadi kudus, sama seperti korban yang dipersembahkan bagi Allah. Para imam dan orang Lewi bergabung bersama untuk membentuk tim pelayanan yang kuat.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 7:1-5

「Persembahan, Mulai Dipakai」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 7:1-5 [ITB])
1 Pada waktu Musa selesai mendirikan Kemah Suci, diurapinya dan dikuduskannyalah itu dengan segala perabotannya, juga mezbah dengan segala perkakasnya; dan setelah diurapi dan dikuduskannya semuanya itu, 2 maka para pemimpin Israel, para kepala suku mereka, mempersembahkan persembahan. Mereka itu ialah para pemimpin suku yang bertanggung jawab atas pencatatan itu. 3 Sebagai persembahan dibawa mereka ke hadapan TUHAN: enam kereta beratap dengan dua belas ekor lembu; satu kereta untuk dua orang pemimpin dan satu ekor lembu untuk satu orang pemimpin, lalu mereka membawa semuanya itu ke depan Kemah Suci.
4 Kemudian TUHAN berfirman kepada Musa: 5 Terimalah semuanya itu dari mereka, supaya dipergunakan untuk pekerjaan pada Kemah Pertemuan; berikanlah semuanya itu kepada orang Lewi, sesuai dengan keperluan pekerjaan masing-masing.

Bilangan pasal 7 (klik untuk membaca. Bil. 7:1-11; 12-17; 18-23; 24-29; 30-35; 36-41; 42-47; 48-53; 54-59; 60-65; 66-71; 72-77; 78-83; 84-89) adalah pasal terpanjang dalam kitab ini, mencatat pemimpin suku dari 12 suku Israel sesuai urutan memberikan persembahan untuk digunakan dalam pelayanan Kemah Suci. Bagian yang panjang dan dua belas pengulangan yang layak untuk direnungkan secara mendalam oleh pembaca.

1) Waktu persembahan: Para pemimpin suku datang untuk memberikan persembahan dimulai sejak awal bulan pertama tahun kedua orang Israel keluar dari Mesir. Pada hari yang penting ini, Musa mendirikan Kemah Suci, mengurapi para imam (tujuh hari berturut-turut), mengurapi peralatan suci, dan para pemimpin suku mulai memberikan persembahan (satu suku setiap hari, selama dua belas hari).

2) Urutan memberikan persembahan: setiap suku diwakili oleh pemimpin suku, dimulai dari suku Yehuda, urutannya sama dengan urutan setiap suku berkemah dan urutan berangkat, seperti yang dicatat di pasal 2. Menjelaskan bahwa suku-suku itu tidak hanya merupakan pasukan perang, tetapi juga melayani dalam penyembahan di Kemah Suci.

3) Daftar persembahan: meskipun jumlah orang masing-masing suku berbeda, tetapi isi dan jumlah persembahan persis sama. Tanpa bosan dan lelah dicatat berulang dua belas kali menunjukkan bahwa masing-masing suku berpartisipasi sama rata dan dalam persekutuan yang tidak membedakan satu sama lain, dan sepenuh hati tenaga mendukung penyembahan di Kemah Suci dan sistem tata cara imamatnya.

4) Tujuan persembahan: menurut isi persembahan, dapat dibagi menjadi tiga kategori: (1) Gerobak sapi untuk mengangkut benda-benda berat: total enam gerobak dan dua belas sapi jantan. Setiap suku mempersembahkan seekor sapi jantan, dan setiap dua suku memberikan satu gerobak sapi. (2) Perabotan emas dan perak yang digunakan dalam pelayanan sehari-hari dalam Kemah Suci diisi dengan dupa untuk digunakan di mezbah dupa dan tepung halus untuk korban sajian. (3) Sapi dan domba untuk korban, termasuk korban bakaran, korban keselamatan, dan korban penghapus dosa.

5) Distribusi persembahan: gerobak sapi ke Gerson dan Merari, karena mereka mengurus pengangkutan barang-barang berat seperti gorden, tenda, papan, pilar, tabir, dll dari Kemah Suci. Orang Kehat tidak menerima gerobak sapi, karena mereka akan membawa bejana suci dan perabotan suci yang berharga dari tempat kudus dan tempat maha kudus dengan bahu mereka, termasuk tabut perjanjian, mezbah dupa emas, dan meja sajian roti.

Renungkan:

Persembahan para pemimpin suku dimulai pada hari pertama Kemah Suci dipakai, setidaknya dapat diperhatikan bahwa:

  1. Diberikan peralatan yang sesuai kebutuhan, seperti Roh Kudus memberikan karunia yang dibutuhkan untuk pelayanan.
  2. Memandang berharga persekutuan rohani. Setiap suku mempersembahkan lembu dan domba. Ada 17 lembu dan domba yang akan digunakan untuk persembahan korban keselamatan, jauh lebih banyak daripada lembu dan domba yang digunakan untuk persembahan korban bakaran dan korban penghapus dosa. Menekankan persekutuan, termasuk persekutuan antara Allah dan manusia, dan antara manusia.
  3. Tidak melupakan kebutuhan para imam. Persembahan dupa dan persembahan korban sajian berada dicatat bersamaan, meskipun korban sajian biasanya dipersembahkan dengan korban bakaran, mereka juga merupakan sumber pendapatan utama bagi para imam.

Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 6:22-27

「Imam dan Memberkati」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 6:22-27 [ITB])
22 TUHAN berfirman kepada Musa: 23 Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka:
24 TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;
25 TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
27 Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka.

Paragraf ini menuliskan berkat dan doa imam dalam gaya sastra puisi, dengan kata-kata yang anggun dan konten yang indah, dan merupakan karya Perjanjian Lama yang luar biasa.

Menurut teks Ibrani asli, kalimat pertama memiliki tiga kata dengan total dua belas suku kata, kalimat kedua memiliki lima kata dengan total empat belas suku kata, kalimat ketiga memiliki tujuh kata dengan total enam belas suku kata. Jika tidak menghitung nama suci TUHAN Yahweh (4 suku kata), dua belas kata yang tersisa persis merupakan simbol kedua belas suku Israel. Dan pengulangan Yahweh tiga kali adalah untuk menekankan bahwa TUHAN (Yahweh) adalah sumber dari semua berkat Israel.

Seiring bertambahnya kata-kata, demikian pula makin melimpah isi berkat. Subjek dari setiap kalimat adalah TUHAN (Yahweh), dan semuanya memiliki dua kata kerja, kata kerja kedua memperluas arti dari kata kerja pertama: berkat membawa perlindungan, terang sinar membawa kasih karunia, dan menghadapkan wajah membawa damai sejahtera.

Kalimat pertama (ayat 24), TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau, menetapkan nada indah bagi keseluruhan berkat. TUHAN memberkati orang, biasanya bisa termasuk anak-anak, kecukupan, tanah, kesehatan, tetapi yang lebih penting kehadiran dan perlindungan-Nya.

Kalimat kedua (ayat 25), TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia, menggambarkan TUHAN sebagai cahaya. Dia selalu memperlakukan Umat-nya dengan senyum sebagai jaminan kasih karunia bagi mereka.

Kalimat ketiga (ayat 26), TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera kalimat berkat diakhiri secara sempurna dengan kata damai sejahtera (šālôm), tidak hanya secara pasif terhindarkan dari bencana, tiada perang, tetapi juga bersifat aktif harmonis dan baik lengkap, dan tenteram. Semoga TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu secara harfiah semoga Tuhan mengangkat wajahnya mengarah kepadamu, dibandingkan dengan ayat 25 TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya yang berarti bahwa TUHAN seperti matahari terbit, menyinari umat-Nya, dan secara metaforis merujuk pada kebaikan kepedulian-Nya.

Kalimat terakhir (ayat 27), … maka Aku akan memberkati mereka, kata Aku adalah penekanan, terlebih menambahkan bahwa jaminan itu diberikan TUHAN oleh diri-Nya sendiri secara pribadi.

Renungkan:

  1. Mazmur 67 mengutip berkat imam besar dalam paragraf ini, selangkah lebih maju mengembangkan gagasan misi ke seluruh bumi: supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa (Maz. 67:2). Keselamatan bukan hak monopoli orang Israel, orang-orang dari bangsa lain di dunia, juga menikmati berkat keselamatan.
  2. Banyak gereja masih menggunakan berkat imam ini, di akhir ibadah, menjadikan berkat yang dari zaman kuno ini tetap segar dan berharga di masa kini.
  3. Arti sebenarnya dari damai sejahtera hanya dapat sepenuhnya diungkapkan dalam Yesus Kristus. Dia menganugerahkan damai sejahtera, menyelesaikannya, dan menjadi kedamaian kita (Yohanes 14:27; Efesus 2:14-15).

Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.