Tag Archives: Hari Akhir

1 Tesalonika 4:13-18

「Orang yang Sudah Beristirahat」
Oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Tes. 4:13-18 [ITB])
13 Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. 14 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. 15 Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. 16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; 17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. 18 Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.

Kami sampai pada paragraf yang paling mendapat perhatian dari surat ini, dan berbicara tentang masalah hari akhir.
1 Tesalonika membicarakan dua hal tentang hari akhir: yang pertama adalah tentang keadaan orang-orang yang mati sebelum kedatangan Tuhan, yang kedua adalah tentang kapan kedatangan lagi Tuhan. Ada alasan untuk percaya bahwa terlebih dahulu terdapat perbedaan pendapat di gereja Tesalonika atas kedua hal ini dan bahkan menimbulkan beberapa efek negatif, kemudian Timotius memberi tahu Paulus masalah mereka, dan Paulus menjawabnya di sini.
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, kebenaran dasar yang Paulus bicarakan di antara mereka setahun yang lalu menunjukkan bahwa Yesus akan kembali untuk menghakimi semua orang, hanya mereka yang percaya kepada Yesus yang dapat dihindarkan dari murka Allah, ini adalah salah satu pesan utama yang mereka terima (1:10). Paulus juga mengatakan tentang waktu datangnya Tuhan, mereka sudah memahami jadi tidak perlu diajarkan (5:1-2); bagaimana mereka sudah paham? Mengapa Paulus bisa yakin bahwa mereka paham? Satu-satunya jawaban: ini adalah apa yang Paulus sendiri ajarkan kepada mereka setahun yang lalu. Tentu saja, Paulus ingat apa yang telah ia ajarkan sebelumnya dengan penuh percaya diri mengatakan bahwa apa yang mereka pahami adalah benar, dan bahwa tidak perlu untuk mengajarkannya lagi.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, di gereja Tesalonika terdapat beberapa orang sama sekali tidak mau bekerja demi menunggu kembalinya Tuhan (4:11), dapat juga dilihat bahwa doktrin hari akhir memiliki pengaruh besar di antara mereka. Pengajaran bahwa Yesus akan datang kembali dan mengakhiri segala sesuatu di bumi telah diterima sepenuhnya, dan mereka sudah bertindak (meskipun itu adalah respons dan pemahaman yang salah).
Faktanya, jika orang Tesalonika tidak percaya bahwa Injil diberitakan oleh Paulus dengan sepenuh hati, mereka tidak akan bisa bertahan dari penderitaan dan penganiayaan yang mereka hadapi selama ini; dan iman atas hari akhir pasti memberikan dukungan spiritual terbesar bagi mereka dalam menghadapi semua jenis penderitaan.

Itu karena orang-orang percaya Tesalonika telah menerima doktrin hari akhir dan mempercayainya, maka adalah wajar bagi mereka suka berbicara tentang masalah hari akhir. Masalahnya adalah bahwa di masa lalu, apa yang mereka pelajari dari Paulus hanya sedikit, dalam kondisi tanpa bantuan seorang pembimbing, ketika mereka pindah dari apa yang sudah mereka ketahui ke area yang tidak diketahui, mereka sering harus menggunakan perkiraan dan imajinasi mereka sendiri, yang menyebabkan pandangan yang bias, menyebabkan perbedaan di antara orang percaya, dan bahkan kekacauan dan kerusakan (Secara historis, sebagian besar bidat telah muncul dari perkiraan atau menarik kesimpulan secara berlebihan atas suatu kebenaran; gereja sering memiliki perbedaan doktrinal, bahkan perpecahan, karena perkiraan atau menarik kesimpulan berbeda atas suatu kebenaran)
Jika kita memperkirakan mundur berdasarkan jawaban yang diberikan Paulus di sini (4:13-18), diperkirakan bahwa pertanyaan pertama yang diajukan gereja Tesalonika mengenai topik hari akhir adalah:
Karena mereka percaya bahwa Yesus akan segera kembali dan membawa orang-orang Kristen kembali ke surga, mereka akan melihat peristiwa yang begitu hebat sebelum mereka merasakan kematian, sehingga mereka berfokus hanya menunggu peristiwa yang akan datang. Tetapi selama satu tahun penantian, beberapa orang percaya mati, dan beberapa orang khawatir apakah orang-orang mati ini tidak dapat menantikan kedatangan Yesus kembali, juga apakah mereka kehilangan kesempatan untuk dijemput oleh Tuhan, karena Yesus hanya menjemput yang hidup dan bukan yang mati. Mereka mungkin berspekulasi lebih lanjut, apakah orang-orang percaya yang mati, tidak bisa menunggu Yesus datang tidak diterima Tuhan, atau bahkan dikutuk dan ditinggalkan? Jika spekulasi ini benar, itu akan benar-benar membuat orang frustrasi dan putus asa, karena anggota keluarga dan teman-teman dari almarhum semua ada di gereja, bagaimana mereka tidak sedih tentang almarhum yang akhirnya ditolak?

Menanggapi nasib orang-orang percaya yang mati, Paulus menjawab, Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal (CUV, KJV asleep / tidur), supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan (4:13)
Ungkapan kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui menyatakan bahwa kebenaran berikut ini orang Tesalonika tidak pernah dengar, ini adalah pertama kalinya Paulus mengajar mereka. Ini sangat berbeda dari perkataan Paulus sebelumnya bahwa mereka sudah ketahui ini dan itu. Justru karena kebenaran ini mereka belum tahu sehingga mereka membuat luka yang tidak perlu.
Sama seperti Sabat diadakan untuk yang hidup, bukan yang mati, masalah kematian sebenarnya adalah perhatian dari yang hidup. Orang percaya yang berpegang bahwa orang mati pada akhirnya ditolak, secara alami sangat sedih atas kematian orang yang mereka cintai, karena mereka telah mati tidak ada lagi kesempatan, dan semua harapan sudah hancur. Paulus menghibur orang-orang percaya ini agar jangan khawatir tentang nasib orang-orang yang telah meninggal, dan jangan khawatir tentang mereka seperti orang non Kristen yang tidak memiliki pengharapan. Di sini, Paulus ingin memperkuat pengharapan keluarga orang yang sudah meninggal.
Mereka yang tidak percaya kepada Yesus tidak memiliki harapan atas keadaan setelah kematian, tetapi mereka yang percaya pada Yesus seharusnya tidak demikian. Iman memberi kita harapan yang pasti.

Dia menggunakan kata tidur untuk menggambarkan orang-orang yang mati di dunia (ITB secara fungsional terjemahkan sebagai mati), menunjukkan bahwa ini hanya kehilangan kesadaran dan aktivitas sementara, bukan kehilangan hidup selama-lamanya.
Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia (4:14) asalkan kita percaya kepada Yesus saat kita hidup maka hidup kita akan terhubung bersama Yesus, dan meskipun di dunia ini tertidur (mati), ia tetap tidak akan terpisah dari Yesus. Tuhan pada akhirnya akan membangunkan kita dan kita akan bersama Yesus. Allah akan melalui Yesus membawa mereka yang mati bersama Yesus.

Renungkan:
Pesan eskatologis (akhir zaman) yang disampaikan Paulus dalam surat ini memberi kita dua poin penting:

Pertama, terhadap kekhawatiran gereja Tesalonika bahwa orang mati dan yang hidup akan dipisahkan selamanya, Paulus menyatakan bahwa orang percaya akan selalu bersama mereka, dan akan bersama Yesus selamanya. Kita tidak perlu khawatir, kita … bersama-sama dengan mereka, kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

Kedua, catatan Paulus yang paling menarik dalam 1 Tesalonika adalah bahwa semua orang yang mati dan hidup dalam Tuhan akan diangkat ke langit untuk bertemu Dia ketika Yesus datang dari surga. Ini adalah dasar utama teori pengangkatan (Rapture) dalam cetak biru eskatologis yang dibangun oleh orang di kemudian hari.

Kita tidak yakin apakah Paulus memiliki cetak biru eskatologis yang lengkap. Apakah yang disebutkan di sini tentang diangkat, mungkin terkait dengan pengalaman pribadinya diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga, dan mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia (2 Kor. 12: 2, 4). di sini kata awan dan angkasa tidak merujuk pada atmosfer ruang angkasa bumi, tetapi dunia yang berbeda, seperti tingkat yang ketiga dari sorga. Ketika Yesus kembali, mengakhiri segala sesuatu di bumi, dunia yang kita tinggali ini akan dimusnahkan, baik yang hidup maupun yang mati di dalam Tuhan akan dibawa oleh Yesus ke dunia lain, di mana akan selalu bersama Tuhan selama-lamanya.

Kita harus memiliki iman atas hari akhir.


Renungan pemahaman Surat 1 Tesalonika

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Tesalonika ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín)) yang dipublikasi pada bulan Maret 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Lukas 21:12-19

「Pandangan Akhir Zaman yang Terbalik」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Luk. 21:12-19 [ITB])
12 Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. 13 Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.
14 Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. 15 Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.
16 Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh 17 dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.
18 Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. 19 Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.

Dalam perikop kemarin, kita telah berbicara tentang keadaan akhir — fenomena bahwa Bait Suci akan dihancurkan, bangsa menyerang bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Juga, selain bahwa keselamatan dari Yesus menggantikan Bait Suci sebagai penanda identitas (identify marker) bagi orang Yahudi juga mencakup orang non Yahudi, terdapat penanda identitas lainnya yang membuat orang tidak habis pikir adalah bahwa para murid Tuhan akan menderita karena Injil Tuhan, menanggung penganiayaan, dan terlebih ancaman kematian.

Berbicara pemandangan hari-hari akhir tidak pernah merupakan topik asing bagi orang Yahudi. Di antara kedua perjanjian, karena orang Yahudi menderita aniaya selama bertahun-tahun, sedangkan Mesias Sang Keselamatan Allah belum juga datang, mereka menggunakan metode penulisan literatur apokaliptik untuk saling menguatkan. Sebagian besar karya sastra apokaliptik Yahudi ini menggambarkan situasi yang akan terjadi pada hari-hari terakhir, dan apakah pada akhirnya orang Yahudi akan mengalami akhir indah terbaik setelah semua penderitaan itu ─ orang Yahudi mendapat pemeliharaan dan perlindungan dari Allah, dan agresi bangsa-bangsa lain akan dihentikan; orang benar ditinggikan Allah, orang fasik mendapatkan penghakiman setimpal.

Melalui latar belakang pembicaraan dan situasi demikian untuk memahami perikop ini, kita akan menemukan bahwa pemandangan hari-hari akhir yang digambarkan oleh Yesus tidak berbeda, tetapi akhir dan keadaan umat Allah berbeda dengan keinginan hati mereka.

Dalam deskripsi Yesus, sebelum dan sesudah penghancuran Bait Suci, tidak ada gambaran tentang akhir yang indah dari orang Yahudi. Sebaliknya, teks ini berfokus pada bagaimana orang harus menghadapi penderitaan dan penganiayaan, dan fokusnya itu adalah kesempatan untuk bersaksi (Luk. 21:13). Yang sangat jelas adalah bahwa itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi bagi keselamatan yang akan digenapkan Yesus di Yerusalem.

Dengan demikian, Yesus menafsirkan kembali apa yang dimaksud dengan keadaan akhir zaman.

Masih ingat bahwa renungan beberapa hari ini berputar di sekitar topik keselamatan yang akan digenapkan oleh Yesus? Apa yang akan dilakukan Yesus juga merupakan penafsiran ulang terhadap Mesias, bukanlah menang atas kerajaan dunia, mengalahkan bangsa Romawi, tetapi untuk menderita (lihat Mazmur 118) dan bahkan mati di kayu salib. Di bawah pengaruh pandangan hari akhir orang Yahudi, dan di bawah pengaruh literatur apokaliptik Yahudi, seruan meminta mereka untuk terus bertahan menerima aniaya dan disakiti, itu membuat orang terjatuh, sungguh memutarbalikkan apa yang merupakan keinginan mereka atas datangnya hari akhir.

Sejak Yesus memasuki kota untuk mengenapi keselamatan, itu adalah mulai berkembangnya akhir zaman. Namun, perkembangan baru ini adalah agar menjadi kesempatan untuk bersaksi bagi keselamatan yang digenapkan Yesus di Yerusalem. Selain itu, dalam perjalanan hari-hari akhir zaman, tidak dapat terhindarkan mengalami penderitaan dan penganiayaan bagi Injil.

Renungkan:

Hari ini, kita mungkin lebih suka bekerja lebih cerdas, kita senang menjadi lebih sukses cerdas sehingga orang lain memberikan lebih banyak rasa hormat kepada kita. Namun, gagasan menang dan mulia terhormat bukanlah pandangan akhir zaman yang ditafsirkan dan dimiliki oleh Yesus Kristus.

Apakah kita bersedia menderita dan dibenci orang untuk Tuhan? Itulah yang membuat jiwa kita terpelihara (kamu akan memperoleh hidupmu …). Itu adalah esensi iman.


Renungan pemahaman Injil Lukas (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 19-24 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juli 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa beaya.

Yesaya 4:2-6

「Roh yang Mengadili dan yang Membakar」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 1-8 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yes. 4:2-6 [ITB])
2Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan TUHAN akan menjadi kepermaian dan kemuliaan, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi orang-orang Israel yang terluput.
3Dan orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus, yakni setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup, 4apabila TUHAN telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar.
5Maka TUHAN akan menjadikan di atas seluruh wilayah gunung Sion dan di atas setiap pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam, sebab di atas semuanya itu akan ada kemuliaan TUHAN sebagai tudung 6dan sebagai pondok tempat bernaung pada waktu siang terhadap panas terik dan sebagai perlindungan dan persembunyian terhadap angin ribut dan hujan.

Perikop ini memakai 「pada waktu itu」 sebagai pembukaan, melanjutkan topik dari teks sebelumnya 「pada hari itu」 (Yes. 2:12, 17; 3:7, 18), frasa 「pada hari itu」 yang disebutkan dalam teks-teks sebelumnya ini semuanya adalah hari penghakiman orang fasik juga penghancuran mereka, tetapi frasa 「pada hari itu」 yang disebutkan Yes. 4:2 justru adalah sebuah hari pembaharuan, ini membuat kita memahami: jika tidak ada penghancuran, maka tidak ada pembangunan.

Yes. 4:3-4 sekali lagi menyebutkan 「Putri Sion」, teks sebelumnya (Yes. 3:16-4:1) menunjukkan 「Putri Sion」 menjalani kehidupan yang bersifat 「permukaan kulit luar」, hanya memiliki penampilan luar yang indah dan mewah namun tidak memiliki hukum Taurat dan moral yang sungguh, Yes. 4:3-4 berbalik menjelaskan Tuhan dengan roh yang mengadili dan yang membakar mencuci bersih noda penduduk Sion. Keadaannya adalah seperti nabi Yesaya sendiri saat mendapatkan panggilan, sama sebagaimana Allah membuang noda Yesaya (Yes. 6:7), saat itu Serafim mengambil bara dari mezbah diletakkan di mulut Yesaya, ini adalah simbol mulutnya dibersihkan, bara merah ini adalah semacam bara yang sedang terbakar, maka sama dengan roh yang membakar di dalam perumpamaan di atas, roh yang membakar juga bukan menunjuk makna kerohanian yang panas membara atau roh api, tetapi menunjuk semacam kekuatan memurnikan yang datang dari Allah, ciri khusus kekuatan ini adalah menerima penderitaan dengan kesabaran, karena api ini akan membawakan penderitaan kesulitan kepada Yesaya, tetapi buah hasil dari penderitaan dan kesulitan justru mampu membawakan pembersihan, dengan demikian, saat Yes. 4:3-4 menunjukkan roh yang mengadili dan roh yang membakar akan mencuci bersih noda Putri Sion, sebenarnya menjelaskan Putri Sion harus mendapatkan didikan Allah dan penderitaan kesulitan, barulah bisa membuang noda dirinya.

Sebenarnya apakah yang ditunjuk penderitaan kesulitan ini? Berdasarkan ayat 3-4, kita dapat memahami bahwa penderitaan kesulitan ini adalah menunjuk penawanan (pembuangan) : 「orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus, yakni setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup」. Perikop ini menjelaskan setelah pemurnian di dalam penderitaan kesulitan maka ada sisa umat menetap di Yerusalem, rakyat yang lain sudah terbunuh, hanya ada mereka yang menjadi sisa umat, yang telah mengalami penderitaan yang bukan biasa-biasa, maka memiliki kebahagiaan tercatat namanya di dalam kitab kehidupan, oleh karenanya menjadi kudus. Ternyata, pemurnian Allah bukanlah hendak membunuh habis, Dia menyimpan sisa umat, agar karena pengalaman penderitaan kesulitan membuat mereka jadi kudus.

Berdasarkan Yes. 4:5 ditunjukkan, gunung Sion pasti sekali lagi memiliki kemuliaan Allah, unsur penyertaan Allah yang digambarkan di antaranya juga sama-sama muncul dahulu saat TUHAN datang ke gunung Sinai, saat itu ada awan asap, api dan kemuliaan, ketiga macam unsur ini semua simbol adalah penyertaan Allah, tidak hanya muncul saat Yesaya mendapat panggilan (Yes. 6:4), juga muncul di saat upacara penahbisan bait Suci Solomon (2 Taw. 7:1-7), dengan demikian dapat dilihat, penyertaan Allah bukan penyertaan lemah gemulai, tetapi adalah semacam penyertaan yang menguncang langit menggetarkan bumi, menekankan Allah tidak bisa dikendalikan manusia, karena Dia sendiri adalah angin besar badai hujan.

Renungkan: 「pada hari itu」 adalah hari penyertaan Allah, tetapi sebelum hari ini datang, penderitaan kesulitan dan pengalaman yang membakar semuanya bersifat menumbangkan, datangnya tempaan ini, ternyata adalah demi membersihkan sisa umat yang sudah mengalami penderitaan kesulitan, membuat mereka bisa langsung mengalami penyertaan Allah yang tidak bisa dikendalikan manusia. Ternyata, manusia selalu senang menyederhanakan Allah menjadi permainan diri sendiri, saat kita mempersempit area kerja Allah di zona aman diri kita sendiri, mungkin kita akan mengalami didikan Dia yang keras, di dalam prosesnya, ada penderitaan kesulitan yang seperti api. Tetapi tidak membuat kecewa, karena munculnya penderitaan kesulitan barulah mampu membersihkan kita, membuat kita sekali lagi bersaksi penyertaan Allah yang nyata. Bagi pandangan manusia adalah penyertaan zona berbahaya, tetapi justru adalah penyertaan yang sesungguhnya. Apakah engkau bersedia?

Yesaya 2:1-5

「Menjulang Tinggi Melampaui Segala Bukit-bukit」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 1-8 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yes. 2:1-5 [ITB])
1Firman yang dinyatakan kepada Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem.
2Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, 3dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: 「Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem.」
4Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.
5Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang TUHAN!

Kitab Yesaya pasal 2 sampai pasal 4 paling utama berbicara tentang 「yang kelak」 dan 「yang sekarang」 dituliskan saling bergantian, seluruh perikop dari 「hal ideal kelak」 (Yes. 2:1-5) beralih menjadi 「kenyataan sekarang」 (Yes. 2:6-4:1), lalu beralih lagi menjadi 「ideal kelak」 (Yes. 4:2-6), ini adalah sebuah penulisan dengan struktur roti sandwich. Keadaan yang 「kelak」 paling utama menjelaskan di hari akhir Allah membawakan penghakiman dan keselamatan kepada Sion, ini adalah janji dari kitab Yesaya yang diberikan kepada orang yang bertahan di dalam kenyataan dunia, bagi orang yang tertindas, hari itu adalah hari keselamatan, bagi para penindas orang lain orang, ini adalah hari penghakiman, oleh karena itu penghakiman dan keselamatan di dalam gambaran masa akhir dilihat sebagai sebuah koin dua sisi. Secara keseluruhan yang paling utama adalah menjelaskan: umat Israel yang sombong dan puas diri, bisa menjadi saksi bagi Allah Yang Mahakuat, bahwa saat ia dihukum oleh Allah sampai sebuah keadaan yang sangat lemah, barulah melihat bahwa dirinya sendiri tidak dapat diandalkan, barulah dapat melihat keadilan Allah dan kasih kemurahan Allah, juga kehidupan sesungguhnya yang patut dimiliki barulah dapat dipulihkan.

Yes. 2:2-5 menggambarkan 「hari akhir」 (ayat 2), hari ini memiliki tiga ciri khusus: (1) gunung tempat bait TUHAN adalah gunung yang paling tinggi di seluruh dunia; (2) bangsa-bangsa datang berziarah ke gunung ini (Yes. 45:14-23; 60:1-18; 61:5-7); (3) ini adalah sebuah pengharapan masa kelak. Terkait konsep 「gunung tempat bait TUHAN adalah gunung yang paling tinggi di seluruh dunia」 yang digambarkan oleh kata 「paling tinggi」 adalah menunjuk keadaan paling tinggi secara teologis (tidak pasti berarti 「paling tinggi」secara geografis), ini mewakili bahwa gunung tersebut lebih mampu tersambung dengan tempat maha kudus di Sorga (tempat TUHAN tinggal berdiam), membawakan makna teologis bahwa langit dan bumi saling terhubung, agar doa yang dipersembahkan di bait Suci di atas bumi dapat mencapai Sorga, juga agar berkat kebahagiaan dan pengampunan dari Sorga mencapai bumi, dengan demikian, saat perikop menggambarkan segala suku bangsa semuanya akan berduyun-duyun datang ke gunung ini di hari akhir, maka sama dengan menjelaskan bahwa segala suku bangsa semua akan tersambung dengan Allah di Sorga.

Ayat 3 adalah sebuah seruan, jikalaupun orang Yahudi sendiri tidak datang ke gunung Allah belajar jalan dan pengajaran Allah, orang bangsa asing yang lain juga akan datang belajar, maka yang paling penting adalah 「datang」. Juga memandang Sion sebagai tempat Allah menyatakan Firman pengajaran-Nya sendiri. Di sini, gunung Sion membawakan satu kesatuan pemerintah bagi segala suku bangsa, prinsip acuan memutuskan benar dan salah semuanya berdasarkan hukum Taurat TUHAN, dendam permusuhan dan peperangan antara satu suku bangsa dengan suku bangsa lain juga telah tidak ada semua, karena mereka hendak menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas. Negara ini tidak mengangkat pedang menyerang negara itu; mereka juga tidak lagi belajar siasat perang (ayat 4). Oleh karena itu, kondisi akhir zaman adalah kondisi kedamaian dan keadilan, juga adalah kondisi tersambung dengan Allah di Sorga.

Renungkan: hari masa akhir adalah hari kedamaian dan keadilan dinyatakan, juga adalah hari pengharapan bersama umat Israel, di satu sisi, hari ini adalah hari penghakiman, karena Allah akan memakai hukum Tarurat-Nya sebagai prinsip acuan memutuskan benar dan salah. Di sisi lain, hari ini adalah hari keselamatan, segala suku bangsa semua pasti akan mendapatkan pelepasan atau keselamatan dari peperangan dan dendam permusuhan, dan yang menggantikannya adalah kedamaian. Dengan demikian, hari akhir selain merupakan hari penghakiman juga adalah hari keselamatan, pengharapan semacam ini menjadi arah kehidupan orang percaya sepanjang umur, karena ayat 5 sedang berseru kepada umat Israel hendaknya berjalan di dalam terang TUHAN, ini artinya jikalau terdapat ketegangan kontradiksi antara kenyataan di depan mata dengan pengharapan akhir zaman, juga tidak bersedia berkompromi dengan dunia yang gelap, giat berusaha menjaga agar diri sendiri berjalan di dalam terang. Apakah engkau bersedia?