「Sesuai dengan rencana kerelaan-Nya」
Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Efesus 1:6b-10 [ITB])
6b … yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. 9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus 10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.
Efesus 1: 8b-10 beralih fokus dari karya yang dilakukan oleh Allah di dalam Sang Putra Allah yang terkasih, dari perubahan identitas setiap pribadi orang beriman, berpindah fokus kepada pengaruh universal atas alam semesta. Dalam penggunaan Paulus, kata 「mystery (KJV)」 (μυστήριον musterion, ITB sebagai 「rahasia」, ayat 9) bukanlah dimaksudkan sebagai misterius sama sekali tidak dapat diketahui, tetapi mengacu pada sesuatu yang tersembunyi sementara dan pada akhirnya akan terungkap, tetapi dalam proses penyingkapannya, harus diperlukan tindakan intervensi wahyu oleh Allah, rahasia ini bukanlah yang dapat dikuakkan dan dapat dipahami oleh seseorang dengan kepandaian dan kebijaksanaan. Oleh karena itu, sangat jelas di sini bahwa kita dapat mengetahui rahasia kehendak Allah karena Dia telah menyelesaikannya dengan segenap hikmat dan kebijaksanaan-Nya sesuai dengan kerelaan kehendak indah-Nya sendiri.
Oleh karena itu di satu sisi kita perlu rendah hati, karena mengetahui kehendak Allah bukanlah milik kita sendiri; di sisi lain kita dapat memiliki iman keyakinan, karena Allah ingin kita mengetahui rahasia kehendak-Nya, Dia pasti menyatakan apa yang harus kita ketahui di dalam wahyu-Nya (lihat ayat 8). Kita bisa memahami kehendak Allah dengan mempelajari Alkitab.
Tuhan yang kita percaya adalah Allah yang memberikan wahyu-Nya, Ia tidak menyembunyikan kehendak-Nya, tetapi Ia memberikan penerangan kepada kita pada waktu dan cara Dia. Ayat 10 dengan jelas mengungkapkan isi rahasia ini, yaitu, sesuai pengaturannya, ketika 「kegenapan waktu」 saatnya tiba, maka segalanya, baik yang di sorga maupun yang di bumi dipersatukan oleh Dia di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu. Ini jelas menunjukkan bahwa Allah akan membawa semua ciptaan-Nya pada suatu keadaan terakhir. 「Dipersatukan」(ἀνακεφαλαιόω anakephalaio) pada dasarnya memiliki makna membuat kesimpulan, lihat Roma 13:9 「jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul (ἀνακεφαλαίομαι anakephalaiomai) dalam firman ini, yaitu: 『Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!』」 . Makna yang diungkapkan oleh kata ini adalah 「semua sudah terrangkum masuk dalam satu kalimat」, yang menunjukkan bahwa ini adalah hasil akhirnya. Di luar Alkitab, kata ini hanya muncul dalam perdebatan filosofis, digunakan untuk menggambarkan kesimpulan akhir. Terjemahan Mandarin RCUV dapat mencerminkan makna 「akhir kesimpulan total (總歸)」, yakni semua hal yang beragam, termasuk langit, bumi, dan yang lainnya, semuanya termasuk dalam ringkasan akhir, yaitu, semuanya harus masuk di dalam Yesus Kristus (Tambahan penerjemah: kata mandarin 總歸 memiliki makna: menjadi milik, masuk di dalam, diringkas masuk di dalam, pada akhirnya).
Namun ada beberapa terjemahan Alkitab, karena akar dari kata ini memiliki makna 「kepala」, memahami bahwa segala sesuatu akan berada di bawah Yesus Kristus Sang kepala pemimpin (misal ITB atau BIMK「… mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu …」, bandingkan ITL 「… mempersatukan segala sesuatu di dalam Kristus, baik barang yang di surga …」). Jika segala sesuatu terrangkum dipersatukan ke dalam Yesus Kristus, Dia tentunya juga harus menjadi kepala pemimpin dari segalanya, oleh karena itu, meskipun kata tersebut dalam penggunaannya tidak secara langsung mengungkapkan arti 「kepala pemimpin」, tetapi dapat dilihat dari teks sebelum dan sesudahnya bahwa itulah yang akan digenapkan saat tiba waktunya sesuai pengaturan yang dipersiapkan. Maka, ini jelas mencerminkan kedaulatan Yesus Kristus, dan makna Dia sebagai 「kepala」, juga sejalan dengan konteksnya (teks sebelum dan sesudahnya).
Renungkan:
Dunia saat ini sedang kacau tidak tahu arahnya, tetapi semua yang kacau tidak berarah ini semua akan menjadi satu di dalam Yesus Kristus. Ini adalah pengharapan kita.
(Tambahan Penerjemah: Misteri indah yang hanya dipahami dan diimani oleh orang Kristen, karena Allah menyingkapkan kepada kita, bahwa Yesus Kristus akan menjadi Kepala atas segala sesuatu. Pemahaman atas misteri tersebut dapat direalisasikan dalam kehidupan bersatu dengan Allah saat di dunia ini, tidak perlu menunggu kelak, karena saat ini, kita sudah ditebus, dsucikan dan sudah dipersatukan ke dalam Kristus, Dia adalah Kepala. Pikirkanlah efek apa yang seharusnya nampak dalam pikiran dan perbuatan kita? Ketakutan? Tipu muslihat? Kekejaman? Kasar? Atau …)
Renungan pemahaman Surat Efesus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.