「Krisis menjadi angkatan yang bengkok dan sesat」
Oleh Dr. Scott Yip Ying Lam (葉應霖)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Flp. 2:12-15a [ITB])
12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, 13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, 15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,
Paulus dalam Filipi 13, dia berkata: 「Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya」. Paulus tidak sedang mengajar sekolah minggu, tidak sedang dalam fokus menulis suatu sistematis teologi tentang apakah manusia berjasa dalam anugerah keselamatan, ia sedang sangat prihatin apakah jemaat Filipi aktif bekerja sama dengan Tuhan melakukan pekerjaan Tuhan. Melihat dari sejarah itu ternyata umat Allah dari waktu ke waktu gagal untuk bekerja sama dengan pekerjaan Tuhan.
Di Flp. 2:14 Paulus mengutip Perjanjian Lama, orang Israel berulang kali bersungut-sungut (γογγυσμός goggusmos) terhadap Musa dan Allah:
「Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara. 24 Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: 『Apakah yang akan kami minum?』」 (Kel. 15:23-24)
「Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun; dan berkata kepada mereka: 『Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan.』」 (Kel. 16:2-3)
「… berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu. Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: 『Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum.』 Tetapi Musa berkata kepada mereka: 『Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?』 Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: 『Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?』 Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: 『Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!』」 (Kel. 17:1-4)
Di Flp. 2:15, Paulus mengutip dari Ulangan 32:5 「Berlaku busuk terhadap Dia, mereka yang bukan lagi anak-anak-Nya, yang merupakan noda, suatu angkatan yang bengkok dan belat-belit.」
Jika kita berada di dalam situasi Filipi maka kita akan memahami bahwa Paulus berbicara tentang 「angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat」 bukan mengacu pada dunia yang tidak percaya maupun kota Filipi yang tidak percaya pada Tuhan. Kutipan Paulus tentang 「sungut-sungut」 dari 《Kitab Keluaran》 dan 「angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat」 dari 《Kitab Ulangan》 Paulus sebenarnya sedang menegur pemimpin orang-orang percaya Yahudi yang menentang dia, tepat seperti orang-orang Israel di zaman Perjanjian Lama, mereka tidak taat kepada Allah. Sejak Allah melepaskan orang Israel dari tangan Firaun, kesetiaan dan keadilan kebenaran Allah terus tiada henti dinyatakan di depan mata orang Israel. Namun, Israel tidak pernah menunjukkan kepercayaan dan rasa terima kasih, sebaliknya, mereka terus menerus bersungut-sungut kepada Musa dan Allah mengenai air dan makanan, dll, menolak perintah Allah (Kel. 16:20, 28) dan mencobai Allah (Kel. 17:2, 7; Bil. 14:22). Mereka mencobai Allah dan menolak untuk menunggu pemeliharaan dari-Nya, mempertanyakan dan menantang Allah sudah sepatutnya harus menyediakan lingkungan yang lebih baik bagi Israel. Ternyata mereka hanya ingin menerima Allah yang tidak memberi mereka penderitaan. Setelah kesulitan timbul, mereka berprasangka bahwa Roh Allah telah meninggalkan mereka (Kel. 17:7). Menderita bagi Allah, benar-benar tidak sesuai skenario mereka. Angkatan yang jahat dan bengkok ini, hanya bisa mati di padang gurun, tidak bisa masuk ke Tanah Perjanjian. Ini harus menjadi peringatan bagi jemaat Filipi, hendaknya mengenali era baru yang dibuka oleh Allah melalui Yesus Kristus.
Keselamatan kita tentu saja datang dari inisiatif proaktif Allah, tetapi 《Alkitab》 tidak pernah mengabaikan setiap hari orang beriman setiap hari berkomitmen menyerahkan diri taat kepada Allah. Paulus peduli tentang orang 「menguduskan diri」. Kita tidak seharusnya membuat garis pemisah antara orang yang sudah 「diselamatkan」 dan 「pengudusan diri」 menjadi dua hal yang tidak berkaitan, karena ini tidak berasal dari 《Alkitab》 . ( 「Tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar kepada Allah, lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut kepada Allah」)
Renungkan:
• Kita tidak dapat terputus dari kasih Tuhan, kita juga harus ingat bahwa kita tidak kebal terhadap krisis kehilangan kasih mula-mula kita. (Janganlah kita menjadi angkatan yang bengkok dan sesat)
• Kehendak indah Allah, apakah Anda melihatnya sebagai yang indah?
• Apakah Roh Kudus mengingatkan sesuatu kepada Anda terkait sikap dan tindakan Israel dalam Perjanjian Lama? Apakah ada hubungannya dengan Anda bersedia membayar harga demi Injil?
Renungan pemahaman Surat Filipi (November 2021)
Renungan pemahaman semua Surat Filipi
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh Dr. Scott Yip Ying Lam dipublikasi pada bulan November 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.