Tag Archives: Saksi bagi Allah

1 Kor. 4:16-17

Tujuan tunggal: kamu menjadi penurut teladan Kristus! Sama seperti saya!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 4:16-17 [ITB])
16 Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!
17 Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat.
【Refrensi ayat dalam terjemahan literal】 1 Kor. 11:1 Jadilah peniruku, sama seperti aku peniru Kristus. (Be imitators of me, just as I also am of Christ.)

Dalam Surat 1 Korintus, Paulus menggunakan kata-kata nasihat, teguran, kata-kata tulus, dan teladannya sendiri untuk membimbing gereja Korintus yang dicintainya kembali ke jalan meniru teladan Kristus. Selama waktu ini, gereja Korintus telah memulai jalan yang salah dengan mengagumi kemuliaan sia-sia duniawi dan meremehkan salib Kristus. Karena itu, Paulus sangat sedih, dan hatinya terluka, ia menuliskan perasaan hati yang tulus dalam surat ini, walaupun ada berbagai ketegangan dengan gereja Korintus, tetapi gembala Paulus tidak mundur, bertekad untuk memulihkan gereja Korintus yang dia dirikan. Sebagai gembala pendiri gereja Korintus, keinginan dan tujuan penggembalaan Paulus adalah untuk membimbing mereka sepenuhnya di jalan mengasihi Kristus, meniru Kristus, dan memahami Injil salib Kristus. Dalam 1 Korintus 4:16 dan 11:1, Paulus mengatakan: aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku, hendaklah kamu menurut teladanku, seperti aku menurut teladan Kristus. Rahasia pelayanan Paulus yaitu ia memberikan contoh teladan, memakai hidupnya untuk mengejar mengenal Kristus lebih dalam, untuk meniru Kristus lebih menyeluruh, dan untuk terus-menerus memupuk rekan kerja dan saudara-saudari yang bersedia untuk mencintai, mengenal dan meniru Kristus! Inilah pemuridan sejati dan juga teologi penggembalaan Paulus! Ini adalah mempraktikan Amanat Agung! Dalam 1 Korintus 4:16-17, dalam bentuk kalimat perintah Paulus tegas meminta jemaat Korintus untuk meniru dia! Dan Paulus menggunakan Timotius sebagai saksi, bagaimana dia melakukan ini di setiap gereja! Teologi pelayanan Paulus konsisten, dan tidak ada tipu muslihat (2 Korintus 12:16; 2 Korintus 1:18). Kata-kata, ajaran, dan perbuatan Paulus konsisten di mana-mana: mengajarkan ajaran Kristus, meniru teladan Kristus, menjadi teladan, dan memupuk pemuridan!

1 Kor. 4:16 terjemahan literal adalah maka, saya menasihati kamu sekalian: Jadilah peniru saya (I encourage you, then, be imitators of me), terjemahan literal 11:1 adalah jadilah peniru saya, seperti saya menjadi peniru Kristus (Be imitators of me, as I also of Christ.) Di antaranya frasa 3 kata bahasa Yunani mimetai mou ginesthe (jadilah peniru saya) sama dalam 4:16 dan 11:1. Kata ginesthe adalah jadilah (be) adalah kata kerja imperatif, perintah dan permintaan! Kata mou adalah saya (my), mimetai menjadi peniru (imitators). Merangkum dua ayat ini, kita dengan jelas melihat pengejaran kehidupan iman Paulus sendiri adalah meniru teladan Kristus, menjadi peniru Kristus, memakai seumur hidup untuk pengejaran yang tiada henti untuk lebih mengenal Kristus, makin seperti Kristus! Cara meniru teladan semacam ini bukan sekadar mirip dalam aspek keinginan atau pikiran, tetapi juga tidak takut kemiripan berbagai pengalaman dalam hidup! Dalam ungkapan yang saya suka: Paulus bersedia mengalami semua pengalaman buruk yang diterima Kristus! Maka, Paulus berkata: Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya (Filipi 3:10). Betapa pahit apa yang dialami Kristus, bagaimana melewati kesulitan dan penderitaan, kesalahpahaman orang, penolakan, fitnah, pengkhianatan, dan kematian tragis di kayu salib, Paulus bersedia mengalami semua itu! Peniru Kristus yang sejati: bersedia mengalami pengalaman Kristus! Pengejaran ini, dalam kehidupan yang singkat di bumi, mungkin sangat sulit, kasar, penuh air mata, dan rasa sakit, tetapi ini adalah kehidupan yang paling indah, mulia, dan memiliki nilai berharga yang kekal. Mereka yang berusaha menjadi peniru Kristus akan mendapatkan kemuliaan kekal, sangat berharga, tiada banding dan mahkota kebenaran (2 Kor. 4:17; 2 Tim. 4:8)!

Ayat 4:17 hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus di antaranya kata hidup dalam bahasa Yunani adalah hodos (jalan), di sini juga dapat diterjemahkan sebagai kata-kata, tindakan dan cara hidup. Terjemahan literal dari frasa pendek ini adalah jalan saya di dalam Kristus (my ways in Christ). Ungkapan di dalam Kristus berarti bahwa Paulus sepanjang hidupnya terbenam di dalam Kristus, ia mengejar pemahaman yang lebih dalam dan meniru Kristus sepanjang hidupnya, dan kata-kata serta perbuatannya sepanjang hidupnya harus seperti Kristus! Ini adalah pengejaran Paulus dan teladan yang ia berikan, dan ini juga merupakan kesaksian yang hendak dibawakan oleh Timotius putra rohaninya yang terkasih untuk dibagikan kepada gereja Korintus! Paulus menggunakan segala macam hikmat, untuk menegur, menasihati, menyindir, membagikan perasaan yang sebenarnya dari dirinya, atau mengutip tulisan Kitab Suci, tujuan Paulus adalah untuk membimbing orang percaya agar menjadi peniru Kristus! Satu-satunya tujuan gembala: untuk menjadi peniru Kristus baik dirinya sendiri maupun orang percaya bimbingannya!

Renungkan:
• Pengejaran hidup Paulus jelas: Jadilah peniru Kristus! Pengejaran hidupnya adalah untuk mengenal Kristus lebih dalam, meniru Kristus lebih sepenuhnya, dan terus-menerus memupuk rekan kerja dan saudara-saudari yang bersedia untuk mencintai, mengenal dan meniru Kristus ! Apakah Anda juga memiliki tujuan hidup yang jelas? Apa pengejaran Anda?

• Ketika berpartisipasi dalam pelayanan, apakah tujuan Anda adalah untuk menyelesaikan apa yang ditugaskan? Ataukah, Anda memiliki tekad seperti Paulus: turutilah teladanku! Apakah Anda memiliki tekad seperti ini? Jika kita ingin memiliki tekad seperti ini, apa yang akan kita tuntut dari diri kita sendiri? Bagaimana memimpin orang dengan memberi contoh?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yohanes 1:30-31

「Lebih dahulu dan kemudian」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 1:30-31 [ITB])
30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. 31 Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.」

Yohanes melanjutkan bersaksi kepada semua orang.

Menariknya, Yohanes belum secara resmi menyebut nama Yesus Kristus. Dia memperkenalkan Juruselamat dengan deskripsi yang panjang: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Di sini, Yohanes menggunakan tiga deskripsi tentang dahulu dan kemudian:
Kemudian dari padaku (ὀπίσω μου / opiso mou)
mendahului aku (ἔμπροσθέν μου / emprosthen mou)
sebelum aku (πρῶτός μου / protos mou)

Faktanya, dahulu dan kemudian adalah konsep relatif. Itu juga merupakan hubungan antara dua hal. Oleh karena itu, ketiga frasa ini juga menggambarkan hubungan antara Yesus dan Yohanes. Pertama-tama, frasa kemudian dari padaku sebenarnya sudah muncul sejak awal di ayat 27, Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Jelas bahwa kemudian dari padaku adalah hubungan antara saksi dan pihak yang disaksikan. Sebagai saksi Yesus, Yohanes Pembaptis berdiri mendahului di depan Yesus, ia ada pihak yang mempersiapkan dan pionir Injil. Dia berdiri mendahului di depan Yesus untuk memperkenalkan Kristus kepada orang-orang.

Namun, Yesus ada sebelum aku. Ini adalah urutan setelah menyampaikan kesaksian. Yohanes hanyalah suara (ayat 23). Tujuannya adalah membuat orang melihat Kristus. Dia harus memiliki Kristus berdiri di bagian depan (ia ada di belakang). Seperti yang Yohanes katakan kemudian: Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil (Yohanes 3:30). Kristus harus berdiri di bagian depan, dan saya harus berdiri di belakang. Inilah tujuan bersaksi. Dengan cara ini, kita menemukan hubungan yang sangat menarik: sebagai saksi, setiap saksi harus terlebih dahulu berdiri di depan (mendahului), sehingga orang dapat melalui dia mengenal apa yang dia saksikan. Namun, dengan cara yang sama, sebagai seorang saksi, tujuan utamanya adalah mundur secara bertahap ke belakang dan membiarkan apa yang dia saksikan berdiri di depan semua orang.

Oleh karena itu, kesaksian adalah titik temu antara depan (sebelum, dahulu) dan belakang (sesudah, kemudian) yang tak terhitung jumlahnya. Kita sengaja berdiri di depan, tetapi pada akhirnya berdiri di belakang.

Ini adalah hukum yang tidak dapat dihindari dan hukum yang tidak dapat dibatalkan atau diubah. Alasannya adalah: Yesus Kristus telah ada sebelum aku (πρῶτός μου / protos mou). Dalam bahasa aslinya, kata πρῶτός protos memiliki makna pertama. Yesus Kristus adalah yang pertama, Dia adalah Firman Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan (ayat 2-3) Oleh karena itu, Yesus Kristus ada di tempat pertama. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah, Dia adalah yang Sulung, Dia adalah Tuhan atas dunia. Dia adalah Allah! Oleh karena itu, Yesus Kristus memang sudah mendahului Yohanes, Dia mengenal Yohanes, tetapi Yohanes mula-mula tidak mengenal Dia.

Oleh karena itu, kita tidak sedang menyaksikan objek yang disaksikan, tetapi yang disebut objek yang disaksikan. Dia senantiasa sudah, dari awal kekal, dan akan selalu menjadi Tuan atas dunia! Dia adalah terang kebenaran! Dia menerangi dunia!

Renungkan:
Saudara dan saudari, jangan lupa, ketika Anda memberitakan Kristus, kemuliaan Kristus yang bersinar di atas diri-Nya sendiri. Ketika Anda mengingat kebenaran ini, Anda akan tahu bagaimana tanpa rasa takut sebelumnya / terlebih dahulu berdiri di depan (mendahului), dan rela sesudahnya / kemudian berdiri di belakang.


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yohanes 1:29A

「Prototipe model asli kesaksian」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 1:29 [ITB])
29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: 「Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia

Injil Yohanes 1:29-34 adalah paragraf baru. Ini adalah titik balik karena mewarisi kesaksian Yohanes Pembaptis dan menjadi perpanjangan bagi semua catatan selanjutnya tentang Yesus Kristus.

Kalimat pembuka dari paragraf ini: Yohanes melihat Yesus datang kepadanya. Alkitab menggambarkan pertemuan antara Yohanes Pembaptis dan Yesus — pertemuan yang nyata, pertemuan muka dengan muka. Alkitab tidak menjelaskan mengapa keduanya bertemu. Apakah mereka bertemu secara kebetulan? Yesus datang dari mana? Mengapa Yesus datang kepada Yohanes? Apakah ini pertama kalinya mereka berdua bertemu? Kita tidak tahu. Tentu saja, Alkitab tidak menjelaskan alasannya secara rinci, karena bukan itu fokus masalahnya.

Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia !! Ini yang diserukan Yohanes Pembaptis. Tentu saja, seruan ini jelas bukan ditujukan kepada Yesus, tetapi ditujukan kepada orang lain. Namun, Anda akan menemukan bahwa seluruh paragraf (ayat 29-34) tidak menggambarkan apa pun tentang para hadirin – ada berapa banyak orang? Orang macam apa mereka? Bagaimana reaksi mereka? Tak satu pun dari ini yang telah dijelaskan. Tentu saja, orang-orang ini ada, dan Yohanes tidak sedang berbicara kepada udara! Namun, hanya saja Alkitab meletakkan fokusnya pada pernyataan Yohanes Pembaptis.

Oleh karena itu, inilah titik berat dari ayat 29-34 — teks tidak menjelaskan bagaimana Yesus Kristus datang, ini hanya menjelaskan kedatangan Yesus; teks tersebut juga tidak menggambarkan para pendengarnya, kita hanya tahu bahwa mereka ada. Fokus dari ayat 29-34 ada pada kesaksian itu sendiri. Dari mana dan bagaimana Yesus tiba di tempat itu bukanlah hal-hal yang menjadi perhatian saksi — dia hanya fokus bahwa Yesus telah datang. Di sisi lain, seperti apa para pendengar kesaksian itu, berapa orangnya, dan bagaimana tanggapannya, bukan hal-hal yang menjadi perhatian sang saksi – ia hanya tahu bahwa mereka mendengarkan. Kemudian, sesuatu yang luar biasa terjadi: melalui saksi ini Yesus Kristus datang kepada orang-orang yang mendengar kesaksian.

Ini adalah prototipe saksi (prototipe: model asli yang menjadi contoh; contoh baku).

Renungkan:
Di masa lalu Penulis renungan setiap kali bertugas sebagai pembicara di pertemuan penginjilan, memiliki kecemasan saat berkhotbah – siapakah orang-orang belum percaya yang datang dalam pertemuan penginjilan? Bagaimana reaksi mereka? Apakah mereka menerima apa yang saya katakan? Namun, setiap pertemuan penginjilan sebenarnya adalah saat Yesus hadir, dan itu juga saat Yesus Kristus bertemu dengan mereka. Sebagai saksi, kita hanyalah suara. Kita tidak perlu khawatir tentang hadirnya Yesus Kristus, dan kita tidak perlu khawatir tentang mentalitas orang-orang yang tidak percaya – karena Yesus Kristus sendiri yang bertemu dengan mereka.


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yohanes 1:23

「Akulah Suara」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 1:23 [ITB])
23 Jawabnya: Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.

Kita akhirnya sampai pada perkenalan resmi dari Yohanes Pembaptis. Yohanes berkata, Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! Kalimat ini sebenarnya mengutip ayat Yesaya 40:3: Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!

Perbedaan terbesar antara kedua kalimat tersebut adalah bahwa Yohanes menekankan bahwa dia adalah suara. Terjemahan CUV bahasa Mandarin atau BIMK Indonesia tidak menerjemahkan kata suara di ayat 23 ini, tetapi versi CUVR atau ITB juga mayoritas Inggris secara akurat menerjemahkan kata φωνὴ phone (suara) dalam teks bahasa aslinya.

Yohanes hanyalah sebuah suara — suara yang menyaksikan Kristus. Apakah Anda ingin menanyakan identitasnya? Apakah dia Elia? Apakah seorang nabi? Siapa dia ini? Yohanes menjawab Anda: Aku bukan apa-apa, aku hanya suara. Bahkan Yohanes bukanlah suara Tuhan, dia bukan seorang nabi, bukan juru bicara Tuhan. Dia hanyalah suara yang berseru-seru di padang gurun. Oleh karena itu, perkenalan diri Yohanes sebenarnya tanpa disadari menggugat pertanyaan para imam dan orang Lewi: Apakah Anda ingin memeriksa identitas saya? Identitas saya tidak berharga untuk disebutkan! Apakah Anda datang jauh-jauh dari Yerusalem untuk menguasai siapa saya? Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya sebuah suara!

Suara hanyalah berbunyi sesaat. Menurut teologi, itu adalah sebuah peristiwa (Ereignis). Suaranya hanya terjadi pada saat itu, dengan cepat berlalu. Suara bukan saja tidak abadi, tidak bisa membuat dirinya sendiri eksis dan mempertahankan keberadaannya. Ia tidak memiliki tubuh (yang ada adalah medium, misal udara). Ia hanya diucapkan. Ia hanyalah alat untuk membawa informasi.

Namun, meski bunyinya sekilas, momen sesaat ini adalah momen sakral. Meskipun suara tidak memiliki nilai yang bersumber dari diri sendiri (nilai intrinsik), namun ia membawa Firman Tuhan. Tidak, suara itu tidak ada hubungan sama sekali dengan Firman Tuhan, ia bukan suara Tuhan. Namun, suara yang muncul hanya sesaat saja di dunia dan kemudian padam ini menjadi penyampai wahyu Tuhan sendiri di bawah pekerjaan Tuhan.

Seperti yang pernah ditulis oleh teolog Karl Barth: Tuhan dapat berbicara kepada kita melalui komunisme Rusia, konser flute, semak rimbun, atau anjing mati. (Gott kann durch den russischen Kommunismus, durch ein Flötenkonzert, durch einen blühenden Strauch oder durch einen toten Hund zu uns reden KDI, 1, 55)

Tuhan oleh dirinya sendiri berbicara — melalui kehidupan singkat kita, melalui kesaksian kita, berbicara kepada dunia!

Renungkan:
Apakah Anda bersedia menjadi 「suara」? Jika jawabannya 「ya」, harap mempersiapkan hati dan persiapkan diri Anda untuk menjadi saksi bagi Tuhan, dengan kehidupan yang singkat lalu lenyap tanpa meninggalkan nama dan tidak meninggalkan jejak.


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yoel 2:28-32

「Kesaksian Hari Akhir」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 2:28-32 [ITB])
28 Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. 29 Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. 30 Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. 31 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. 32 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas.

darah, api, gumpalan-gumpalan asap, matahari akan menjadi gelap

Bagian ini dimulai dengan urutan kronologis yang ambigu tidak jelas, menggunakan frasa kemudian dari pada itu untuk memisahkan ayat 2:28-32 dari 2:18-27. Bagian depan yaitu 2:18-27 seharusnya merujuk pada pemulihan secara fisik pada saat itu, tetapi paragraf 2:28-32 ini merujuk pada kebangunan rohani di masa depan. Meskipun dalam paragraf sebelumnya, kita juga telah melihat bahwa pemulihan fisik harus memerlukan pemulihan rohani, karena saat orang-orang bertobat dan kembali ke TUHAN (Yahweh), maka kemurahan dan belas kasihan Tuhan datang kepada mereka. Tetapi apa yang dijelaskan dalam paragraf di sini adalah tahap baru, kebangkitan yang sifatnya berbeda.

Seperti pada paragraf sebelumnya, paragraf ini juga menunjuk ke hari TUHAN, hanya saja hari ini ditinjau dari sifat yang berbeda dari yang sebelumnya. Dalam Yoel 2:1-11, hari TUHAN (Yahweh) adalah penghakiman dari TUHAN yang akan dihadapi Israel, kemudian dalam Yoel 2:28-32 hari TUHAN adalah penghakiman universal, dan fokusnya bergeser dari kekurangan makanan ke kehancuran di seluruh bumi. Dalam Yoel 2:30-31, dituliskan bahwa TUHAN (Yahweh) akan menunjukkan keajaiban di langit atas dan bumi bawah, ada darah, ada api, dan gumpalan asap. Matahari akan menjadi gelap, dan bulan akan menjadi darah. Ini semuanya terjadi sebelum hari TUHAN yang membawakan hormat kegentaran. Dapat dilihat bahwa nabi Yoel memakai suatu peristiwa dalam sejarah sebagai titik berangkat memandang jauh ke depan penghakiman akhir ultimat Allah, dan menggunakan pengalaman pada waktu itu sebagai cetak biru untuk menunjukkan bagaimana dilepaskan dari penghakiman di masa depan ini.

Tetapi sebelum hari yang membawakan hormat kegentaran ini datang, Allah akan membangun tegak kesaksian-Nya di bumi. Dia akan mencurahkan Roh-Nya di antara umat-Nya. Pencurahan Roh menunjukkan bahwa apa yang dianugerahkan tidak terbatas, cukup dan melimpah, dan hasilnya adalah orang-orang ini harus menjadi juru bicara Tuhan, dan menyebarkan pesan Tuhan kepada generasi mendatang melalui perkataan dan apa yang bisa dilihat. Ayat 2:29 lebih lanjut menjelaskan bahwa mereka yang menerima Roh Kudus adalah hamba Allah laki-laki dan perempuan, adalah yang Dia utus.

Jika kita hanya sebatas melihat pesan nabi Yoel sendiri, kita hanya memiliki kesan samar tentang apa yang dia nubuatkan tentang hal-hal apa yang terjadi sebelum penghakiman tiba di hari akhir. Tetapi setelah Yesus Kristus menggenapkan karya keselamatan, setelah kebangkitan-Nya, dan sebelum kenaikan-Nya, dalam Kisah Para Rasul 1:8, Ia berkata kepada semua rasul: Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi, kemudian pada hari Pentakosta, kita melihat bahwa Allah mengutus Roh Kudus kepada para rasul, lalu mereka selangkah demi selangkah mulai menyebarkan Kabar anugerah dan sukacita Injil ke ujung bumi. Kita dapat melihat anugerah keselamatan Allah melalui nubuat Petrus dan Yoel yang menjelaskan pengalaman mereka di zaman mereka masing-masing saat itu. Meskipun dunia akan menerima penghakiman Tuhan, tetapi sebelum hari penghakiman itu (hari TUHAN) yang menggentarkan itu tiba, Ia tidak hanya menyediakan sarana keselamatan saja, tetapi juga melalui umat-Nya menyebarkan pesan peringatan agar orang-orang di muka bumi tahu bahwa orang yang bersedia memohon memanggil nama-Nya akan diselamatkan.

Renungkan:
Hari ini Kita telah menerima rahmat anugerah Tuhan dan telah ditebus oleh Yesus Kristus, jadi kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk memberikan kesaksian tentang Tuhan. Apakah kita melihat dunia berjalan menuju kebinasaan kekal? Apakah kita dengan setia memberikan kesaksian kepada dunia tentang Jalan keselamatan?


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.