Tag Archives: Mengenal Allah

Efesus 1:17-18

「Mengenal Allah」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 1:17-18 [ITB])
17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. 18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus

Seperti yang kita katakan dalam renungan sebelumnya, makna dasar dari paragraf ini mungkin untuk mengungkapkan rasa syukur atas anugerah yang telah diberikan Allah kepada kita. Walau tidak ada petunjuk lebih lanjut di ayat 17, tetapi ada sebuah kata kunci dalam ayat 18. Dalam doa ucapan syukur ini, Paulus menggunakan bentuk perfect participle untuk mengungkapkan bahwa Allah menjadikan mata hatimu terang (πεφωτισμένους pephōtismenous), menerangi mata hatimu. Secara umum, bentuk perfect tense mengekspresikan hasil dari tindakan lampau, jikalau di sini adalah berdoa meminta kepada Allah untuk menerangi mata hati orang percaya, maka seharusnya yang digunakan adalah bentuk infinitive participle bukan perfect tense. Namun di sini yang dipakai justru adalah bentuk perfect tense, maka dua frasa ini lebih memiliki makna sebagai doa ucapan syukur bahwa Allah Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang mulia, telah memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu, sehingga kamu dapat benar-benar mengenal-Nya, Ia telah menjadikan mata hatimu terang, sehingga kamu mengerti apa pengharapan Dia memanggil kamu, dan betapa melimpahnya kemuliaan milik pusaka-Nya (bagian yang ditentukan) di antara orang-orang kudus

Di bawah interpretasi ini, kita dapat melihat keterkaitan yang lebih erat dengan konteksnya (teks sebelum dan sesudahnya). Dalam pemilihan-Nya, Allah melalui wahyu yang berkelimpahan hikmat, memungkinkan kita untuk mengerti keselamatan yang digenapkan di dalam Yesus Kristus. Mengerti yang sungguh tentang Allah tentu memiliki kepastian dari pengertian ini, bukanlah seperti yang diusung oleh Gnosticism sesat abad kedua. Selain itu, telah ditunjukkan dalam ayat 1:11-14 bahwa ketika seseorang percaya, maka akan menerima Roh Kudus sebagai meterai, dan meterai ini adalah bukti atas pengharapan yang didapatkan dalam panggilan kita, dan di ayat 1:7-10 kita juga telah melihat bahwa di dalam keselamatan dalam Yesus Kristus, ketika kegenapan waktunya tiba Allah akan menjadikan segala sesuatu baik yang di surga dan di bumi semuanya dipersatukan di dalam Kristus, menjadi milik pusaka-Nya yang kaya melimpah dan mulia.

Hasil interpretasi ini tidak berarti bahwa kita tidak perlu lagi berdoa untuk ini, tetapi dalam doa ini kita menjadi lebih beriman. Jika kita percaya bahwa ini adalah apa yang telah diberikan Allah kepada kita, dan bahwa Dia telah melakukan hal-hal ini untuk kita, maka kita tahu pasti bahwa ini adalah kehendak Allah. Meskipun kita mungkin belum sepenuhnya memahaminya dalam perjalanan hidup, tetapi kita bisa memastikan dan yakin ini adalah arah pertumbuhan rohani kita yang Allah inginkan.

Allah sudah memberikan Roh Kudus tinggal di dalam kita, dan berjanji bahwa Roh Kudus akan membawa kita ke dalam kebenaran, kita harus berjalan di dalam Roh dan sering mempelajari firman-Nya yang sudah Ia wahyukan. Saat membaca Alkitab, berdoa, dan melaksanakan ajaran Allah dalam anugerah-Nya, dan menghayati (menghidupi) kebenaran Alkitab dalam komunitas kita, juga melalui perubahan hidup kita, kita juga makin mengalami pekerjaan Allah yang mulia di antara kita.

Renungkan:
Terima kasih Tuhan, kami tidak lagi mencari misteri Allah dalam kegelapan, tetapi di bawah wahyu kebenaran Yesus Kristus, kami tahu harapan kami dan memahami kehendak Bapa. Semoga kita belajar untuk patuh, hidup sesuai dengan bimbingan Bapa Surgawi kita, dan memenuhi misi-Nya.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yoel 2:1-17

「Sepenuh Hati Kembali kepada TUHAN」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 2:1-17 [ITB])
1 Tiuplah sangkakala di Sion dan berteriaklah di gunung-Ku yang kudus! Biarlah gemetar seluruh penduduk negeri, sebab hari TUHAN datang, sebab hari itu sudah dekat; 2 suatu hari gelap gulita dan kelam kabut, suatu hari berawan dan kelam pekat; seperti fajar di atas gunung-gunung terbentang suatu bangsa yang banyak dan kuat, yang serupa itu tidak pernah ada sejak purbakala, dan tidak akan ada lagi sesudah itu turun-temurun, pada masa yang akan datang. 3 Di depannya api memakan habis, di belakangnya nyala api berkobar. Tanah di depannya seperti Taman Eden, tetapi di belakangnya padang gurun tandus, dan sama sekali tidak ada yang dapat luput. 4 Rupanya seperti kuda, dan seperti kuda balapan mereka berlari. 5 Seperti gemertaknya kereta-kereta, mereka melompat-lompat di atas puncak gunung-gunung; seperti geletiknya nyala api yang memakan habis jerami; seperti suatu bangsa yang kuat, teratur barisannya untuk berperang. 6 Terhadapnya bangsa-bangsa gemetar, segala muka bertambah menjadi pucat pasi. 7 Seperti pahlawan mereka berlari, seperti prajurit mereka naik tembok; dan mereka masing-masing berjalan terus dengan tidak membelok dari jalannya; 8 mereka tidak berdesak-desakan, mereka berjalan terus masing-masing di jalannya; mereka menerobos pertahanan dengan tombak, mereka tidak membiarkan barisannya terputus. 9 Mereka menyerbu ke dalam kota, mereka berlari ke atas tembok, mereka memanjat ke dalam rumah-rumah, mereka masuk melalui jendela-jendela seperti pencuri. 10 Di depannya bumi gemetar, langit bergoncang; matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang menghilangkan cahayanya. 11 Dan TUHAN memperdengarkan suara-Nya di depan tentara-Nya. Pasukan-Nya sangat banyak dan pelaksana firman-Nya kuat. Betapa hebat dan sangat dahsyat hari TUHAN! Siapakah yang dapat menahannya?

12 Tetapi sekarang juga, demikianlah firman TUHAN, berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh. 13 Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. 14 Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, dan ditinggalkan-Nya berkat, menjadi korban sajian dan korban curahan bagi TUHAN, Allahmu. 15 Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; 16 kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang tua, kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu; baiklah penganten laki-laki keluar dari kamarnya, dan penganten perempuan dari kamar tidurnya; 17 baiklah para imam, pelayan-pelayan TUHAN, menangis di antara balai depan dan mezbah, dan berkata: Sayangilah, ya TUHAN, umat-Mu, dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka. Mengapa orang berkata di antara bangsa: Di mana Allah mereka?

wabah belalang gambaran segera datang 「hari TUHAN」, 「berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu …」

Pasal pertama dari Kitab Yoel terutama retrospektif melihat ke belakang atau masa lampau, bahwa bencana yang baru saja lewat memanggil orang-orang untuk kembali ke hadapan TUHAN (Yahweh), dengan menangis dan berkabung mencari rahmat anugerah Tuhan. Dalam pasal 2 ayat 1-11, nabi Yoel sekali lagi menggunakan wabah belalang gambaran hari TUHAN yang segera datang. Jika hanya sebatas melihat dari ekspresi perikop ini saja, sulit untuk menentukan apakah bencana belalang yang dijelaskan di sini adalah metafora atas pasukan penjajah. Di satu sisi, kita tidak dapat berpendapat bahwa ini bukan belalang karena yang dijelaskan di sini lebih merusak daripada belalang yang sebenarnya. Di sisi lain, kita tidak dapat karena ekspresi dalam ayat 5 seperti suatu bangsa yang kuat, teratur barisannya untuk berperanglalu kita pikir ini pasti bukan tentara (kata seperti). Karena dalam Kitab Ulangan, dalam pernyataan tentang penghakiman yang akan dihadapi Israel jika mereka melanggar perjanjian dengan TUHAN (Yahweh) mengaitkan belalang dan musuh asing secara bersama, dan di sini juga secara bersamaan menyebutkan belalang dan musuh asing.

Namun bagaimanapun kita menjelaskan bencana yang digambarkan dalam paragraf ini, pesan dasarnya tetap sama. Nabi Yoel menggunakan cara retrospektif terhadap sejarah sebagai dasar untuk memberitakan bahwa penghakiman segera akan datang. Penghakiman ini akan membawa kehancuran besar, bahkan melampaui apa yang orang bayangkan (ingat sebelumnya kita mengatakan tidak dapat berpendapat bahwa ini bukan belalang karena yang dijelaskan di sini lebih merusak daripada belalang yang sebenarnya). Nabi Yoel menggambarkan ini sebagai sesuatu yang tidak pernah terjadi seperti yang demikian sejak zaman kuno, dan yang tidak pernah sampai semua generasi. Dengan keadaan penghakiman yang seperti itu, orang-orang hanya bisa gemetar dan bertambah menjadi pucat pasi, karena betapa hebat dan sangat dahsyat hari TUHAN! Siapakah yang dapat menahannya? (ayat 11)

Ayat 12-13 adalah kunci perikop ini. Nabi Yoel dengan nada serius, menunjukkan tanggapan yang sepatutnya dari orang. Dalam teks bahasa aslinya (ITB juga sesuai), setelah frasa Tetapi sekarang juga, segera diikuti dengan demikianlah firman TUHAN (Yahweh) menyatakan bahwa ini adalah penglihatan / pewahyuan yang penuh otoritas Allah, merupakan tuntutan-Nya kepada manusia. Dalam dua ayat ini, berulang kali dinyatakan bahwa orang-orang harus berbalik kepada TUHAN (Yahweh) dan kembali kepada-Nya dengan sepenuh hati. Bukan sekadar memanifestasikan pertobatan dari melalui ekspresi jubah luar berpuasa, menangis, meratap, dan merobek pakaian, tetapi dengan hati yang remuk kembali kepada Tuhan. Bagian kedua dari ayat 13 merupakan kutipan dari Keluaran 34:6-7, berdasarkan pernyataan wahyu dari TUHAN (Yahweh) tentang diri-Nya di sana, sehingga mereka dapat mengenal dan beriman bahwa TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah serta teguh kasih-Nya dan setia-Nya, yang mau mengubah untuk mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa sehingga tidak menurunkan bencana. Karena iman yang merasakan kepastian dan mengakui seperti itu, orang yang merupakan milik Allah bahkan dalam kesulitan yang ekstrem dapat datang kepada Allah dengan penuh harapan, memohon rahmat anugerah-Nya, meminta Ia mengingat dan merawat umat-Nya. (Sambungkan dengan renungan kemarin: bahwa di dalam kesulitan kita makin mengenal Allah)

Renungkan:
Apakah kita merasakan kepastian dan mengakui bahwa Tuhan adalah Allah kita, dan dengan kepastian kokoh percaya bahwa Dia adalah Tuhan yang berbelaskasihan dan rahmat anugerah? Dalam situasi sulit, kita harus kembali kepada hadirat Tuhan, memegang erat janji-Nya, memohon keselamatan dari Tuhan bagi kita, bagi bangsa kita, dan bagi seluruh umat manusia.


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

7 April 2019 ● Minggu Kelima Pra Paskah

Agar Saya Dapat Mengenal-Nya, dan Dapat Merasakan Penderitaan-Nya

Filipi 3:4b-14
4b Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: 5disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, 6tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. 7Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. 8Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, 9dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. 10Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, 11supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.
12Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. 13Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 14dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Renungan

Saya tidak suka dengan penderitaan. Jika diberi pilihan, saya lebih memilih untuk tidak menderita. Faktanya, saya mengikuti Yesus karena, dibandingkan semua hal, saya percaya bahwa mengikuti Yesus akan membuat hidupku semakin baik. Pernyataan terakhir ini memang benar, dimana Yesus yang merupakan sumber kehidupan dan hubungan dengan Tuhan adalah kehidupan yang sebenarnya (Yoh 17:3). Apa yang tidak dijelaskan kepada saya sebagai seorang Kristen baru saat itu, adalah bahwa mengikuti Yesus akan juga menghadapi penderitaan. Paulus tahu bahwa tujuan akhirnya bukanlah penderitaan. Tujuan akhirnya adalah untuk mengenal Yesus (dan dalam pengenalan itu, mengalami kehidupan yang sebenarnya). Itulah “hadiah” yang ia terima. Saya percaya bahwa banyak dari kita juga memiliki keinginan yang sama. Kita mau “mengenal” Kristus kita. Akan tetapi, Paulus berkata: ”… Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.” (Filipi 3: 10-11)

Sebagian besar dari kita tidak pernah bermasalah dengan ingin mengetahui “kuasa kebangkitan-Nya”. Tetapi bagaimana dengan “merasakan penderitaan-Nya, menjadi seperti Ia saat Ia menghadapi kematian-Nya?” Paulus tidak meminta kita untuk pergi dan mencari masalah. Yang ingin ia sampaikan adalah jika kita memang mau mengenal Tuhan kita, kita akan juga mengalami penderitaan. Ajaran Kristen yang kita tawarkan kepada dunia seringkali hanya manis diluarnya. Kehidupan kristiani yang tidak mengalami permasalahan dan penderitaan adalah sebuah ilusi dan melecehkan Injil. Untuk sorga dan bumi yang baru, penderitaan merupakan satu hal yang wajib. Dalam ajaran kita, kita seharusnya menghadapi penderitaan tersebut, bukannya kabur. Semoga kita dapat melakukan hal tersebut, dan dalam proses itu, mengenal Yesus lebih dalam lagi.

Doa
Bapa kami yang bertahta dalam kerajaan sorga, terima kasih karena Engkau tidak menyayangkan Anak-Mu untuk menderita bagiku. Tolonglah berikan kepada anakmu ini, karunia daripada Engkau, agar kudapat mengenal Yesus lebih dalam lagi. Dalam nama Yesus, Amin.

Tindakan
Apakah “penderitaan” yang ku hindari secara sadar? Bagaimanakah caranya agar saya berhenti melarikan diri daripada hal tersebut dan percaya kepada Tuhan untuk menyembuhkanku dan membuatku mengenal Tuhan Allahku?

Oleh
Rev Dr Chua Chung Kai
Chairman
Evangelical Free Church of Singapore

Keluaran 5

「Frustrasi gagal dan jalan keluar」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 5 [ITB])
1 Kemudian Musa dan Harun pergi menghadap Firaun, lalu berkata kepadanya: Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Biarkanlah umat-Ku pergi untuk mengadakan perayaan bagi-Ku di padang gurun. 2 Tetapi Firaun berkata: Siapakah TUHAN itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak kenal aku TUHAN itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi.
3 Lalu kata mereka: Allah orang Ibrani telah menemui kami; izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami, supaya jangan nanti mendatangkan kepada kami penyakit sampar atau pedang. 4 Tetapi raja Mesir berkata kepada mereka: Musa dan Harun, mengapakah kamu bawa-bawa bangsa ini melalaikan pekerjaannya? Pergilah melakukan pekerjaanmu! 5 Lagi kata Firaun: Lihat, sekarang telah terlalu banyak bangsamu di negeri ini, masakan kamu hendak menghentikan mereka dari kerja paksanya!
6 Pada hari itu juga Firaun memerintahkan kepada pengerah-pengerah bangsa itu dan kepada mandur-mandur mereka sendiri: 7 Tidak boleh lagi kamu memberikan jerami kepada bangsa itu untuk membuat batu bata, seperti sampai sekarang; biarlah mereka sendiri yang pergi mengumpulkan jerami, 8 tetapi jumlah batu bata, yang harus dibuat mereka sampai sekarang, bebankanlah itu juga kepada mereka dan jangan menguranginya, karena mereka pemalas. Itulah sebabnya mereka berteriak-teriak: Izinkanlah kami pergi mempersembahkan korban kepada Allah kami. 9 Pekerjaan orang-orang ini harus diperberat, sehingga mereka terikat kepada pekerjaannya dan jangan mempedulikan perkataan dusta.
10 Maka para pengerah bangsa itu dan para mandurnya pergi dan berkata kepada mereka: Beginilah kata Firaun: Aku tidak memberi jerami lagi kepadamu. 11 Pergilah kamu sendiri mengambil jerami, di mana saja kamu mendapatnya, tetapi pekerjaanmu sedikitpun tidak boleh kurang. 12 Lalu berseraklah bangsa itu ke seluruh tanah Mesir untuk mengumpulkan tunggul gandum sebagai pengganti jerami. 13 Dan pengerah-pengerah itu mendesak mereka dengan berkata: Selesaikan pekerjaanmu, yaitu tugas sehari, seperti pada waktu ada jerami. 14 Lalu pengerah-pengerah Firaun memukul mandur-mandur Israel, yang mereka angkat, sambil bertanya: Mengapakah kamu pada hari ini tidak menyelesaikan jumlah batu bata yang harus kamu buat seperti kemarin?
15 Sesudah itu pergilah para mandur Israel kepada Firaun dan mengadukan halnya kepadanya: Mengapakah tuanku berlaku seperti itu terhadap hamba-hambamu ini? 16 Jerami tidak diberikan lagi kepada hamba-hambamu ini tetapi walaupun begitu, kami diperintahkan: Buatlah batu bata. Dan dalam pada itu hamba-hambamu ini dipukuli, padahal rakyat tuankulah yang bersalah. 17 Tetapi ia berkata: Pemalas kamu, pemalas! Itulah sebabnya kamu berkata: Izinkanlah kami pergi mempersembahkan korban kepada TUHAN! 18 Jadi sekarang, pergilah, bekerja! Jerami tidak akan diberikan lagi kepadamu, tetapi jumlah batu bata yang sama harus kamu serahkan.
19 Maka mengertilah para mandur Israel, bahwa mereka ada dalam keadaan susah, karena dikatakan kepada mereka: Kamu tidak boleh mengurangi jumlah batu bata pada tiap-tiap hari. 20 Waktu mereka meninggalkan Firaun berjumpalah mereka dengan Musa dan Harun, yang sedang menantikan mereka, 21 lalu mereka berkata kepada keduanya: Kiranya TUHAN memperhatikan perbuatanmu dan menghukumkan kamu, karena kamu telah membusukkan nama kami kepada Firaun dan hamba-hambanya dan dengan demikian kamu telah memberikan pisau kepada mereka untuk membunuh kami.
22 Lalu Musa kembali menghadap TUHAN, katanya: Tuhan, mengapakah Kauperlakukan umat ini begitu bengis? Mengapa pula aku yang Kauutus? 23 Sebab sejak aku pergi menghadap Firaun untuk berbicara atas nama-Mu, dengan jahat diperlakukannya umat ini, dan Engkau tidak melepaskan umat-Mu sama sekali.

Musa mendapatkan panggilan Allah (Keluaran 3), bukti tanda mukjizat (pasal 4), tetapi masih mengalami frustrasi yang luar biasa.

Pertama-tama adalah penolakan Firaun yang arogan. Musa dan Harun datang kepada Firaun dan mengatakan: Biarkanlah umat Israel pergi untuk mengadakan perayaan bagi TUHAN di padang gurun. Firaun berkata sombong: Siapakah TUHAN itu? Aku tidak mengenal TUHAN, dan aku tidak akan membiarkan orang Israel pergi.

Dalam pandangan orang Mesir, Firaun adalah allah. Karena itu, dalam pandangannya, TUHAN hanyalah allah lain. Namun, ini tepat menunjukkan titik berat beberapa pasal berikutnya: Firaun yang dahulu tidak mengenal Yusuf (Kel. 1:8), dan Firaun yang sekarang tidak mengenal Allah Yusuf (5:2).

Kata kerja yāda‘ mengenal adalah kata kunci dari Keluaran pasal 5-11, pasal-pasal berikut adalah untuk menjawab pertanyaan Firaun Siapakah TUHAN itu?, sehingga Firaun mengenal TUHAN, yang adalah Allah atas seluruh langit bumi dan Raja Agung pemilik segalanya (Keluaran 6:3, 7:5, 17, 8:10, 22, 9:14, 10:2, 11:7), dan Firaun hanyalah raja Mesir (5:4).

Empat ratus tahun yang lalu orang Israel datang ke Mesir untuk berlindung, mereka adalah pengungsi dan imigran, tetapi mereka telah dipaksa oleh Firaun untuk melakukan kerja paksa. Sekarang, Firaun bukan saja tidak mengizinkan orang Israel untuk pergi dengan bebas, tetapi dia juga melangkah lebih jauh yakni memerintahkan pengawas untuk tidak memberi mereka jerami, tetapi dia meminta mereka untuk menyerahkan batu bata seperti sebelumnya. Batu bata Mesir adalah batu bata yang dijemur dengan sinar matahari, yang dibuat dari lumpur yang dicetak dan menambahkan rumput untuk membuat komposisinya konsisten.

Para pemimpin Israel mengeluh kepada Firaun: mereka menyebut diri sebagai budak Firaun (ayat 15) Karena mereka mengaku sebagai budak, bagaimana mereka hendak bebas dari perbudakan Firaun? Mereka keluar untuk menemui Musa dan Harun yang sedang menunggu mereka (ayat 20). Mereka mengeluh kepada Musa, mengatakan bahwa Musa tidak memiliki niat baik, meminjam pisau Firaun dan hamba-hambanya untuk membunuh mereka ini.

Musa meminta belas kasihan Allah dan membawa kesulitan kepada Allah, meminta Allah untuk melepaskan umat-Nya (ayat 23).

Renungkan:
(1) Allah tidak pernah menjanjikan langit selalu biru, bunga selalu menyebar bau harum. Membawa panggilan dan misi Allah, perlengkapan kebenaran dan konfirmasi tanda mukjizat, tidak ada jaminan bahwa tidak akan ada kesulitan.
(2) Penganiayaan dari eksternal dan sungut-sungut dari internal menunjukkan kesulitan pekerjaan Musa dalam 40 tahun ke depan. Tetapi dia dengan cepat mengetahui sebuah rahasia: kembali datang kepada Allah dan meminta pertolongan Allah (ayat 22). Ini adalah pengalaman pemazmur: sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka (Maz. 73:17). Kutipan terkenal dari James H. Taylor, pendiri China Inland Mission, menyatakan tentang kebenaran ini: Mustahil ! Terlalu sulit ! Selesai tergenapi!


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 1-18 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.