「Kebangunan Masa Depan (2): Kemuliaan Datang Kembali」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amos 9:11-15 [ITB])
11 「Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala, 12 supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku,」 demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini.
13 「Sesungguhnya, waktu akan datang,」 demikianlah firman TUHAN, 「bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran. 14 Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya. 15 Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka,」 firman TUHAN, Allahmu.

TUHAN sekali lagi memanggil orang untuk mendengarkan, melihat, apa yang diminta mereka lihat di sini adalah prospek panen yang damai, di masa yang akan datang, panen yang berkelimpahan akan menggantikan penghakiman (Amos 1:14; 3:13; 4:2; 5:18-20; 6:3; 8:11), tepat seperti yang dikatakan Imamat: 「Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya, maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya. Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur. Kamu akan makan makananmu sampai kenyang dan diam di negerimu dengan aman tenteram」 (Im. 26:3-5). Iklim di Palestina memungkinkan mereka dapat bertanam di semua musim, di musim gugur di bulan Oktober mulai membajak tanah, benih ditabur di musim dingin di bulan Desember, panen di musim semi di bulan April, dan memeras anggur di musim panas di bulan September, siklus berjalan tanpa henti tanpa gangguan. TUHAN juga menggambarkan bahwa gunung-gunung penuh dengan anggur, dan bukit kecil maupun gunung besar tidak terkecuali. Di sini meskipun tidak menyebutkan air hujan, namun panen tidak dapat dipisahkan dari sumber air yang melimpah, kegersangan dan tanpa air yang disebutkan oleh nabi Amos sebelumnya (Amos 1:2; 4:6-8; 8:13) tidak akan terjadi lagi. Alasannya adalah karena umat Allah melaksanakan, mematuhi, dan merealisasikan perintah dan hukum Allah, Allah memberkati menurunkan hujan dan bumi menjadi subur berkecukupan melimpah.
Umat Israel, baik yang kaya atau miskin, terlepas dari status mereka, semua akan kembali ke tanah air mereka, mereka akan membangun kembali kota-kota yang rusak dan hancur, di mana mereka dapat hidup dan menikmati anggur serta buah di dalamnya; ini membalikkan kehancuran kota-kota dan tuaian yang tidak dapat dimakan yang disebutkan sebelumnya dalam kitab ini, membentuk kontras yang kuat antara berkecukupan melimpah di hari akhir dan reruntuhan penghakiman (Amos 3:15; 5:11, 6:11; 8:11-12), bagaimana mungkin hari Mesias tidak membuat orang merindukannya?
Pada ayat terakhir, TUHAN menggambarkan hubungan antara Allah dan umat-Nya dengan metafora menanam pohon, Ia seperti menanam pohon menanamkan umat-Nya di tanah yang Ia bagi-tugaskan, dan berjanji bahwa mereka tidak akan pernah dicabut selamanya. Ini adalah persis seperti yang dikatakan Musa dalam pujian kepada Tuhan ketika orang Israel berjalan melintasi Laut Merah dan menyaksikan Allah menghancurkan prajurit Mesir yang mengejar (Kel. 15:17 「Engkau membawa mereka dan Kaucangkokkan mereka di atas gunung milik-Mu sendiri; di tempat yang telah Kaubuat kediaman-Mu, ya TUHAN; di tempat kudus, yang didirikan tangan-Mu, ya TUHAN」). Nabi Amos menutupnya dengan ringkasan 「firman TUHAN, Allahmu」, di sini penekanannya bukanlah tentang TUHAN adalah Allah, TUHAN adalah Tuhan, atau TUHAN adalah Tuhan semesta alam, tetapi yang ia tekankan di sini adalah 「Allahmu」 , yang berarti 「TUHAN adalah Allah ku, dan saya adalah umat-Nya」; di sini mengulangi hubungan intim antara manusia dan Allah, kembali ke perjanjian mula-mula, kembali ke relasi tanpa penghambat tanpa pemisah ketika Allah menciptakan manusia.
Renungkan:
Ini adalah gambaran yang subur melimpah, keadaan yang membuat orang merindukannya, ini adalah kehendak Allah, ini juga menjadi gambaran yang orang dambakan. Apakah ini gambar yang Anda idamkan? Terima kasih Tuhan atas gambar ini, berdoa kepada Tuhan, kiranya gambar ini dinyatakan dalam hidup Anda dan saya, karena 「TUHAN adalah Allah ku, dan saya adalah umat-Nya」!
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Renungan pemahaman Kitab Amos
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.



