Tag Archives: Kitab Amos

Amos 9:11-15 (2)

「Kebangunan Masa Depan (2): Kemuliaan Datang Kembali」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 9:11-15 [ITB])
11 Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala, 12 supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku, demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini.

13 Sesungguhnya, waktu akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran. 14 Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya. 15 Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka, firman TUHAN, Allahmu.

Sesungguhnya, waktu akan datang

TUHAN sekali lagi memanggil orang untuk mendengarkan, melihat, apa yang diminta mereka lihat di sini adalah prospek panen yang damai, di masa yang akan datang, panen yang berkelimpahan akan menggantikan penghakiman (Amos 1:14; 3:13; 4:2; 5:18-20; 6:3; 8:11), tepat seperti yang dikatakan Imamat: Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya, maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya. Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur. Kamu akan makan makananmu sampai kenyang dan diam di negerimu dengan aman tenteram (Im. 26:3-5). Iklim di Palestina memungkinkan mereka dapat bertanam di semua musim, di musim gugur di bulan Oktober mulai membajak tanah, benih ditabur di musim dingin di bulan Desember, panen di musim semi di bulan April, dan memeras anggur di musim panas di bulan September, siklus berjalan tanpa henti tanpa gangguan. TUHAN juga menggambarkan bahwa gunung-gunung penuh dengan anggur, dan bukit kecil maupun gunung besar tidak terkecuali. Di sini meskipun tidak menyebutkan air hujan, namun panen tidak dapat dipisahkan dari sumber air yang melimpah, kegersangan dan tanpa air yang disebutkan oleh nabi Amos sebelumnya (Amos 1:2; 4:6-8; 8:13) tidak akan terjadi lagi. Alasannya adalah karena umat Allah melaksanakan, mematuhi, dan merealisasikan perintah dan hukum Allah, Allah memberkati menurunkan hujan dan bumi menjadi subur berkecukupan melimpah.

Umat Israel, baik yang kaya atau miskin, terlepas dari status mereka, semua akan kembali ke tanah air mereka, mereka akan membangun kembali kota-kota yang rusak dan hancur, di mana mereka dapat hidup dan menikmati anggur serta buah di dalamnya; ini membalikkan kehancuran kota-kota dan tuaian yang tidak dapat dimakan yang disebutkan sebelumnya dalam kitab ini, membentuk kontras yang kuat antara berkecukupan melimpah di hari akhir dan reruntuhan penghakiman (Amos 3:15; 5:11, 6:11; 8:11-12), bagaimana mungkin hari Mesias tidak membuat orang merindukannya?

Pada ayat terakhir, TUHAN menggambarkan hubungan antara Allah dan umat-Nya dengan metafora menanam pohon, Ia seperti menanam pohon menanamkan umat-Nya di tanah yang Ia bagi-tugaskan, dan berjanji bahwa mereka tidak akan pernah dicabut selamanya. Ini adalah persis seperti yang dikatakan Musa dalam pujian kepada Tuhan ketika orang Israel berjalan melintasi Laut Merah dan menyaksikan Allah menghancurkan prajurit Mesir yang mengejar (Kel. 15:17 Engkau membawa mereka dan Kaucangkokkan mereka di atas gunung milik-Mu sendiri; di tempat yang telah Kaubuat kediaman-Mu, ya TUHAN; di tempat kudus, yang didirikan tangan-Mu, ya TUHAN). Nabi Amos menutupnya dengan ringkasan firman TUHAN, Allahmu, di sini penekanannya bukanlah tentang TUHAN adalah Allah, TUHAN adalah Tuhan, atau TUHAN adalah Tuhan semesta alam, tetapi yang ia tekankan di sini adalah Allahmu , yang berarti TUHAN adalah Allah ku, dan saya adalah umat-Nya; di sini mengulangi hubungan intim antara manusia dan Allah, kembali ke perjanjian mula-mula, kembali ke relasi tanpa penghambat tanpa pemisah ketika Allah menciptakan manusia.

Renungkan:
Ini adalah gambaran yang subur melimpah, keadaan yang membuat orang merindukannya, ini adalah kehendak Allah, ini juga menjadi gambaran yang orang dambakan. Apakah ini gambar yang Anda idamkan? Terima kasih Tuhan atas gambar ini, berdoa kepada Tuhan, kiranya gambar ini dinyatakan dalam hidup Anda dan saya, karena TUHAN adalah Allah ku, dan saya adalah umat-Nya!


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 9:11-15

「Kebangunan Masa Depan: Pondok Daud Dipulihkan」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 9:11-15 [ITB])
11 Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala, 12 supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku, demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini.

13 Sesungguhnya, waktu akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran. 14 Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya. 15 Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka, firman TUHAN, Allahmu.

Sesungguhnya, waktu akan datang

Tiba-tiba, fokus pena Amos beralih dan membawa pembaca ke Hari TUHAN, keadaan yang pasti terjadi setelah penghakiman akhir. Penghakiman seperti membawakan putus asa paling hebat (ultima), lalu ketika penghakiman adil benar berakhir, akan tiba hari saatnya rahmat anugerah dan belas kasihan Allah datang kembali, dan Allah akan mengingat perjanjian dengan Israel.

Allah yang mengambil inisiatif untuk membangun kembali, pertama-tama Ia akan membangun kembali kemah Daud yang runtuh, sehingga kerajaan Daud dapat dipulihkan kembali. Allah pasti mengingat janji yang diberikan kepada Daud melalui nabi Natan (2 Sam. 7:5, 16, klik untuk membaca), ketika Daud melihat bahwa tabut Allah masih berada di tabernakel, Daud rindu membangun Bait Suci bagi Tuhan, tetapi Allah melalui nabi Natan menjawab Daud dengan janji untuk membangun kemah permanen selama-lamanya, sebuah kerajaan yang permanen selama-lamanya, ini merupakan nubuat Mesias akan datang dari keturunan Daud. Kemah Daud di hari akhir akan didirikan kembali, namun itu bukan merupakan kerajaan Yehuda atau kerajaan Israel, tetapi kembali seperti saat kerajaan belum terbelah, tidak ada perpecahan menjadi utara dan selatan karena perilaku manusia, seperti pada zaman dahulu kala. Kedua, adalah bahwa Tuhan akan menutup pecahan dindingnya, belahan tembok ini (Amos 4:3) merupakan kehancuran yang memungkinkan umat Allah ditawan keluar dan dibawa ke tanah pengasingan, mereka ditawan karena mereka tidak memiliki keadilan dan kebenaran karena tidak melakukan perintah Allah, Allah akan datang memperbaiki oleh diri-Nya sendiri, membangun oleh diri-Nya sendiri, untuk menciptakan ulang oleh diri-Nya sendiri, Mesias akan datang, memulihkan kemuliaan umat Allah seperti sebelumnya di zaman dahulu kala.

Edom adalah keturunan dari Esau, dan Edom mulai dari awal sejak dari leluhur Esau sudah bertengkar saling berebut dengan Yakub, Edom digunakan sebagai simbol untuk mengekspresikan permusuhan dunia terhadap kerajaan Allah, Edom dijungkirbalikkan menunjukkan / mengacu pada keadaan semua kekuatan pemberontak sepenuhnya berakhir. Nabi Amos melihat bahwa di masa akhir, sisa Edom dan semua bangsa yang atasnya Nama Allah disebut (milik Allah) akan diberikan diambil alih Israel, membentuk Israel baru. Di gereja mula-mula, rasul Yakobus mengutip Amos untuk menjelaskan bahwa keselamatan orang-orang non Yahudi merupakan kehendak Allah: Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya. Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis: Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, yang telah diketahui dari sejak semula』」(Kis. 15:14-18), apa yang Yakobus maksudkan bahwa nabi Amos telah menunjukkan adalah rencana Allah bahwa bangsa-bangsa asing akan menjadi milik Allah, orang percaya non Yahudi maupun orang Yahudi dapat menjadi umat Allah.

Renungkan:
Dari kegelapan penghakiman tiba-tiba berpindah ke cahaya keselamatan semua bangsa-bangsa, tidak disebutkan faktor manusia ─ apa yang harus dilakukan oleh para pendengar? Tidak ada, tidak ada sama sekali! Tidakkah ini sama dengan orang Israel dipilih, untuk keluar dari Mesir masuk ke tanah Kanaan? Tetapi ketika mereka menjadi umat Allah, Allah itu kudus, mereka harus menjadi kudus; Allah itu adil benar, dan mereka harus menjadi adil benar; Allah penuh belas kasihan, dan mereka juga harus memiliki belas kasihan kepada orang yang tidak berdaya; umat Allah harus hidup menaati sesuai dengan firman Allah dan meninggikan serta menghormati Dia. Allah mengutus Tuhan Yesus Kristus ke dunia dari surga dan menjelma jadi manusia, Ia menjadi seorang hamba, yang memiliki hati yang taat, bahkan sampai mati, di kayu salib. Manusia hanya perlu menerima, percaya saja maka akan menerima keselamatan, tidak ada yang perlu dilakukan untuk menerima keselamatan. Tetapi bagaimana setelah percaya? Jangan ulangi kesalahan yang sama, jangan hidup di jalan orang Israel zaman nabi Amos!


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 9:1-10

「Penglihatan 5: Tuhan di samping Mezbah」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 9:1-10 [ITB])
1 Kulihat Tuhan berdiri dekat mezbah, dan Ia berfirman: Pukullah hulu tiang dengan keras, sehingga ambang-ambang bergoncang, dan runtuhkanlah itu ke atas kepala semua orang, dan sisa-sisa mereka akan Kubunuh dengan pedang; tidak seorangpun dari mereka akan dapat melarikan diri, dan tidak seorangpun dari mereka akan dapat meluputkan diri. 2 Sekalipun mereka menembus sampai ke dunia orang mati, tangan-Ku akan mengambil mereka dari sana; sekalipun mereka naik ke langit, Aku akan menurunkan mereka dari sana. 3 Sekalipun mereka bersembunyi di puncak gunung Karmel, Aku akan mengusut dan mengambil mereka dari sana; sekalipun mereka menyembunyikan diri terhadap mata-Ku di dasar laut, Aku akan memerintahkan ular untuk memagut mereka di sana. 4 Sekalipun mereka berjalan di depan musuhnya sebagai orang tawanan, Aku akan memerintahkan pedang untuk membunuh mereka di sana. Aku akan mengarahkan mata-Ku kepada mereka untuk kecelakaan dan bukan untuk keberuntungan mereka.

5 Tuhan ALLAH semesta alamlah yang menyentuh bumi, sehingga bergoyang, dan semua penduduknya berkabung, dan seluruhnya naik seperti sungai Nil, dan surut seperti sungai Mesir; 6 yang mendirikan anjung-Nya di langit dan mendasarkan kubah-Nya di atas bumi; yang memanggil air laut dan mencurahkannya ke atas permukaan bumi, TUHAN itulah nama-Nya.

7 Bukankah kamu sama seperti orang Etiopia bagi-Ku, hai orang Israel? demikianlah firman TUHAN. Bukankah Aku telah menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir, orang Filistin dari Kaftor, dan orang Aram dari Kir? 8 Sesungguhnya, TUHAN Allah sudah mengamat-amati kerajaan yang berdosa ini: Aku akan memunahkannya dari muka bumi! Tetapi Aku tidak akan memunahkan keturunan Yakub sama sekali, demikianlah firman TUHAN. 9 Sebab sesungguhnya, Aku memberi perintah, dan Aku mengiraikan kaum Israel di antara segala bangsa, seperti orang mengiraikan ayak, dan sebiji batu kecilpun tidak akan jatuh ke tanah. 10 Oleh pedang akan mati terbunuh semua orang berdosa di antara umat-Ku yang mengatakan: Malapetaka itu tidak akan menyusul dan tidak akan mencapai kami.

Gandum yang diayak

Empat penglihatan sebelumnya adalah diperlihatkan oleh Allah kepada nabi Amos (Inilah yang diperlihatkan Tuhan ALLAH kepadaku Amos 7:1, 4, 7; 8:1), tetapi penglihatan kelima adalah nabi Amos yang mengambil inisiatif melihat bahwa Tuhan berdiri dekat mezbah (Amos 9:1). Dia melihat mezbah, dan fokusnya adalah pada Tuhan — Tuhan pencipta, Tuhan Penguasa pemerintahan, Tuhan keselamatan, dan Tuhan penghakiman — Tuhan (Tuan) seluruh bumi alam semesta berdiri, karena sudah waktunya akhir tiba, Dia bukan Raja yang hanya duduk dan memerintah. Ia berdiri, Ia akan bertindak, dan penghakiman terakhir dimulai dari tempat kudus. Sarana penghakiman adalah gempa bumi (Amos 9:1) dan penawanan (Amos 9:4).

Tempat kudus Betel dibangun oleh Yerobeam I ketika dinasti Solomon terpecah menjadi kerajaan Israel dan Yehuda, ia membuat anak lembu emas, mengangkat orang Filistin sebagai imam, menentukan sendiri jadwal hari raya, dan ia sendiri yang membakar dupa di atas mezbah (1 Raj. 12:28-32), ini tidak dilakukan sesuai dengan perintah TUHAN, ia lakukan semuanya untuk kepentingan diri sendiri, dan membawa orang Israel untuk berbuat dosa dan melanggar Allah; semua ritual agama menyenangkan manusia, dapat dikatakan palsu. Allah memerintahkan untuk menyerang tempat kudus, (ayat 1 … Pukullah hulu tiang dengan keras, sehingga ambang-ambang bergoncang, dan runtuhkanlah itu … (ITB), lihat juga … Pukullah keras-keras kepala-kepala tiang … supaya seluruh serambi berguncang. Robohkan tiang-tiang itu … (ISH atau NLT)) mulai dari bagian atas kolom tiang penyangga, ke ambang bagian bawah pintu, dan diguncang, dari atas ke bawah sepenuhnya dihancurkan, jelas diguncang gempa bumi. Siapa yang diberi perintah pukullah (kamu) di sini? Apakah nabi Amos? Apakah itu malaikat utusan Tuhan? Bagaimanapun, hasilnya adalah bahwa meskipun banyak orang yang berusaha melarikan diri, di antara mereka terdapat para imam dan para pendukung yang membantu ibadat adalah yang pertama-tama menghadapi bencana, dan mereka tidak bisa selamat; nabi Amos juga menggambarkan pelari cepat, orang kuat, pahlawan, pemegang panah, orang yang cepat kaki, menunggang kuda, tidak ada yang dapat melarikan diri (Amos 2:14-15). Allah membuat tempat kudus mereka runtuh, menimpa mati banyak orang, tetapi penghakiman belum juga selesai, jikalaupun orang dapat lolos dari bencana gempa bumi, Allah masih akan menggunakan pedang musuh untuk membinasakannya, sehingga tidak ada yang bisa melarikan diri dan sepenuhnya dihancurkan.

Orang Israel tidak dapat menemukan tempat berlindung di dunia supranatural – di alam maut ataupun naik ke langit surga, di dunia orang mati pun mereka tidak dapat bersembunyi , apalagi naik ke langit di surga rumah Allah; orang Israel juga tidak dapat menemukan tempat perlindungan di dunia natural, dan naik ke puncak gunung Karmel, atau dasar lautan yang paling bawah, semuanya tidak dapat melarikan diri; bahkan jika negaranya sudah binasa dan mereka ditawan ke tempat yang jauh, itu tidak dapat melepas mereka dari tragedi terbunuh; karena Allah telah mengarahkan mata-Nya kepada umat Israel, memutuskan untuk hanya membawakan kecelakaan bencana dan bukan seperti dulu lagi untuk berkat kepada mereka.

Kehancuran orang Israel bukan karena Allah yang kurang kuasa kekuatan, tetapi sebaliknya, dalam nyanyian di ayat 5-6, Allah digambarkan sebagai penguasa seluruh bumi alam semesta, dan bumi ada dalam kendali pemerintahan-Nya (Amos 9:5a) , semua yang hidup yang ada di bumi juga ada dalam tangan kuasa-Nya (Amos 9:5b), perubahan di bumi dalam kelola Allah (Amos 9:5c), yang ada di langit / surga (Amos 9:6a) dan di bumi (Amos 9:6b) semua adalah milik-Nya, di bawah perintah-Nya (Amos 9:6c). Israel dihancurkan karena mereka membuat tanggapan respons penuh kepalsuan kepada Allah yang membuat perjanjian dengan mereka.

Allah kemudian membuat perbandingan antara orang Israel, dengan orang Etiopia, orang Filistin, dan orang Aram, dan menunjukkan kepada orang Israel bahwa Allah memandang sama semua bangsa di bumi. Orang Etiopia berada di ujung selatan Sungai Nil, dan mungkin juga merujuk pada orang Mesir. Migrasi perpindahan manusia dikendalikan oleh Allah, sama seperti orang Israel meninggalkan Mesir dan memasuki Kanaan, orang Filistin meninggalkan Kaftor untuk memasuki tanah Gaza, dan orang Aram dibawa keluar dari Kir ke padang pasir Arab, semuanya ada dalam pimpinan dituntun dan dikendalikan oleh Allah. Tuhan juga memeriksa semua bangsa di bumi dan menghakimi dosa kesalahan mereka, sebagaimana yang diberitakan nabi Amos di awal (Amos 1:3 – 2:3). Allah hendak menghancurkan mereka sepenuhnya dari tanah (ayat 8).

TUHAN meninggalkan sebuah kata pengharapan kepada Amos: Tetapi Aku tidak akan memunahkan keturunan Yakub sama sekali (Amos 9:8). Dia akan menyimpan sisa-sisa keturunan Yusuf (Amos 5:15) penuh dengan belas kasihan, keadilan, dan kesetiaan, mengingat perjanjian-Nya dengan Daud, sehingga orang Israel tidak akan sepenuhnya hancur. Siapa mereka yang tidak dipunahkan itu? Atau, siapa yang tidak bisa berada di antara mereka? TUHAN menggunakan perumpamaan mengayak gandum, sesuai perintah Allah maka orang Israel tertawan di antara bangsa-bangsa, seperti gandum yang diayak, hanya menyisakan kerikil dan kotoran; mereka yang terbuang itu adalah yang salah berpikir bahwa Allah telah membuat perjanjian dengan mereka maka berkat anugerah Allah tidak pernah akan meninggalkan mereka, sehingga mereka mengatakanMalapetaka itu tidak akan menyusul dan tidak akan mencapai kami; penghakiman Allah datang kepada mereka terutama karena mereka tidak melakukan yang terbaik untuk menjalankan apa yang seharusnya dilakukan sebagai umat Allah. Bagaimana dengan orang lain? Bagaimana seharusnya sisa-sisa lainnya? Mereka adalah orang yang bersedia tahu diri berdosa, bertobat, dan kembali kepada Allah.

Renungkan:
Amos mengingatkan orang-orang Israel pada saat itu, dan Amos juga mengingatkan orang-orang percaya hari ini, bahwa kita harus menghargai rahmat anugerah yang telah diberikan Allah, menghargai dan menggunakan kesempatan bisa introspeksi diri di hadapan Tuhan, menyayangi kesempatan bertobat yang ada, dan menghargai kesempatan untuk saling mengingatkan.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 8:1-14 (2)

「Penglihatan 4: (2) Penghakiman Ultima Terakhir」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 8:1-14 [ITB])
1 Inilah yang diperlihatkan Tuhan ALLAH kepadaku: Tampak sebuah bakul berisi buah-buahan musim kemarau. 2 Lalu berfirmanlah Ia: Apakah yang kaulihat, Amos? Jawabku: Sebuah bakul berisi buah-buahan musim kemarau. Berfirmanlah TUHAN kepadaku: Kesudahan telah datang bagi umat-Ku Israel. Aku tidak akan memaafkannya lagi. 3 Nyanyian-nyanyian di tempat suci akan menjadi ratapan pada hari itu, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Ada banyak bangkai: ke mana-mana orang melemparkannya dengan diam-diam.

4 Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini 5 dan berpikir: Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu, 6 supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan? 7 TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka! 8 Tidakkah akan gemetar bumi karena hal itu, sehingga setiap penduduknya berkabung? Tidakkah itu seluruhnya akan naik seperti sungai Nil, diombang-ambingkan dan surut seperti sungai Mesir? 9 Pada hari itu akan terjadi, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku akan membuat matahari terbenam di siang hari dan membuat bumi gelap pada hari cerah. 10 Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan. Aku akan mengenakan kain kabung pada setiap pinggang dan menjadikan gundul setiap kepala. Aku akan membuatnya sebagai perkabungan karena kematian anak tunggal, sehingga akhirnya menjadi seperti hari yang pahit pedih.

11 Sesungguhnya, waktu akan datang, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN. 12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya. 13 Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus; 14 mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi.

Alat Pengukur (klik untuk memperbesar)

Dalam penglihatan ini, Amos tampaknya merangkum dan menjelaskan kembali berbagai kejahatan umat Israel.

Pertama, orang Israel tampak sangat serius dalam berbagai bentuk-bentuk keagamaan mereka. Mereka berkata, Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum; dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu (Amos 8:5a). Mereka memelihara hari pertama di setiap bulan dan hari Sabat, tetapi yang tampak adalah ketidaksabaran di antaranya, mereka tidak memiliki sukacita kegembiraan merayakannya, tampaknya hanya sejenis tanggung jawab, dan karenanya perlu menangguhkan transaksi bisnis, mereka menantikan agar hari keagamaan ini berlalu agar dapat menjual gandum dan bahan makanan, karena yang mereka sangat cintai adalah keuntungan, lebih daripada mencintai Tuhan.

Kedua, mereka lebih cintai adalah keuntungan daripada kejujuran. Efa atau diterjemahkan sebagai alat pengukur kecil, adalah wadah yang digunakan untuk mengukur gandum (lihat gambar di atas), mereka menggunakan wadah yang lebih kecil dari standar untuk mengukur barang yang dijual, tetapi syikal menjadi lebih besar berarti menggunakan wadah yang lebih besar untuk mengukur uang yang diterima (lihat gambar di atas) – lebih dari yang seharusnya. Sederhananya, mereka menggunakan alat pengukur kecil untuk mengukur volume barang yang dijual, tetapi menggunakan alat pengukur besar untuk mengumpulkan uang, menipu orang dengan skala palsu, ini adalah yang dibenci oleh TUHAN (Amsal 11:1; 20:23). Mereka bahkan menjual terigu rosokan (atau sebagian terjemahan sebagai menjual biji-bijian gandum yang buruk) kepada orang-orang, gandum yang rusak (lih. ISH, CUV) dapat merujuk pada gandum yang telah jatuh di tanah dan membusuk, barang-barang ini memang sudah tidak ada nilainya tetapi dijual kepada orang miskin, bukankah menunjukkan keserakahan mereka?

Yang ketiga adalah bahwa umat Israel sangat menindas dan tidak memiliki belas kasihan pada orang miskin dan orang yang membutuhkan. Nabi Amos menunjukkan bahwa Israel menginjak-injak orang miskin (Amos 2:7; 8:4), membinasakan orang sengsara (Amos 8:4), membeli orang lemah dengan uang (Amos 8:6), dan menukar orang yang miskin dengan sepasang kasut (Amos 2:6; 8:6). Perilaku-perilaku ini memperlihatkan secara nyata hati orang Israel yang tidak memiliki belas kasih, mereka tidak memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, tetapi malah menindas mereka, mengeksploitasi mereka, dan menjadikan mereka budak. TUHAN bukanlah demikian, ketika orang Israel menjadi budak di Mesir, mereka berseru-seru dan memohon karena diperbudak, suara seruan kesedihan mereka didengarkan oleh Allah, dan Allah mengingat perjanjian dengan Abraham, Ishak, dan Yakub (Kel. 2:23-25), Allah mengharapkan umat-Nya punya hati yang memiliki belas kasih dan penuh rahmat.

Yang keempat adalah bahwa ketika Allah berbicara kepada manusia dan mengumumkan hukum kepada umat-Nya, manusia justru memandang rendah Firman Allah, melupakan serta tidak mau mematuhi hukum dan perintah dari Allah. Ketika hari penghakiman tiba, orang jika mau mencari firman Allah, mereka tidak akan dapat menemukannya bahkan jika mereka mencarinya di seluruh penjuru dunia, hanya akan hidup dalam kelaparan dan kehausan rohani. … bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN (Amos 8:11b), bahkan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus, mereka ini merupakan elite masyarakat akan kehilangan kekuatan dan vitalitas.

Akhirnya, orang-orang yang merasa diri penuh kebenaran bahwa dirinya sedang beribadah di tempat kudus, mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria, yang bersumpah demi allah Dan — anak lembu emas yang dibikin oleh Yerobeam I, atau dengan yang bersumpah sambil menunjuk jalan menuju Bersyeba (lih. renungan Amos 5:1-5 klik untuk membuka), mereka berpikir itu adalah hal yang baik dan benar. Namun, mereka tidak mau mengerti bahwa ini adalah menyimpang menjauh dari Allah yang membuat perjanjian dengan mereka, dan mereka menggunakan kepalsuan menggantikan kebenaran, oleh karena itu mereka akan jatuh rebah untuk selama-lamanya (Amos 5:2; 8:14), dan mereka akan binasa.

Renungkan:
Lima kejahatan besar orang Israel: cinta manfaat keuntungan lebih daripada Tuhan, cinta kepentingan keuntungan lebih daripada kejujuran, mengabaikan orang-orang yang tak berdaya di antara masyarakat, memberontak dan tidak patuh terhadap firman Allah, dan menyembah ilah-ilah palsu. Perlu direnungkan secara mendalam, introspeksi, bertobat, dan menghidupi iman.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 8:1-14

「Penglihatan 4: (1) Bakul Buah-Buahan Musim Kemarau」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 8:1-14 [ITB])
1 Inilah yang diperlihatkan Tuhan ALLAH kepadaku: Tampak sebuah bakul berisi buah-buahan musim kemarau. 2 Lalu berfirmanlah Ia: Apakah yang kaulihat, Amos? Jawabku: Sebuah bakul berisi buah-buahan musim kemarau. Berfirmanlah TUHAN kepadaku: Kesudahan telah datang bagi umat-Ku Israel. Aku tidak akan memaafkannya lagi. 3 Nyanyian-nyanyian di tempat suci akan menjadi ratapan pada hari itu, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Ada banyak bangkai: ke mana-mana orang melemparkannya dengan diam-diam.

4 Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini 5 dan berpikir: Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu, 6 supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan? 7 TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka! 8 Tidakkah akan gemetar bumi karena hal itu, sehingga setiap penduduknya berkabung? Tidakkah itu seluruhnya akan naik seperti sungai Nil, diombang-ambingkan dan surut seperti sungai Mesir? 9 Pada hari itu akan terjadi, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku akan membuat matahari terbenam di siang hari dan membuat bumi gelap pada hari cerah. 10 Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan. Aku akan mengenakan kain kabung pada setiap pinggang dan menjadikan gundul setiap kepala. Aku akan membuatnya sebagai perkabungan karena kematian anak tunggal, sehingga akhirnya menjadi seperti hari yang pahit pedih.

11 Sesungguhnya, waktu akan datang, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN. 12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya. 13 Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus; 14 mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi.

Amos diberi lagi penglihatan, sekeranjang buah-buahan musim kemarau. Buah musim kemarau, adalah buah yang sudah matang atau terlalu matang di musim kemarau; buah sudah dipetik dari pohon dan diletakkan di keranjang, tidak bisa disimpan lama karena sudah akan rusak. Ketika Allah bertanya kepada Amos apa yang dilihatnya, Ia meminta Amos untuk melihat dengan jelas dan fokus yang tepat; kemudian Allah menjelaskan penglihatan, yakni akhirnya sudah tiba. Kata buah musim kemarau dan akhir serupa dalam bahasa Ibrani, yang berarti bahwa akhir Israel telah tiba. Dalam penglihatan tali sipat Allah telah menunjukkan bahwa Dia tidak akan lagi mengampuni Israel lagi, dan sekarang mengulangi lagi, Dia pasti tidak akan mengampuni mereka lagi, kasih Allah tidak akan berlanjut tanpa batas waktu, dan Allah tidak akan menunggu lagi Israel berputar kembali, palu penghakiman sudah diketuk, dan penghakiman Allah akhirnya datang kepada orang-orang Israel.

Ketika penghakiman datang, istana kerajaan seharusnya diisi dengan puisi dan musik yang menggembirakan, tetapi digantikan oleh lagu ratapan yang sangat menyedihkan, sepertinya sedang mengadakan pemakaman, karena ada begitu banyak orang mati sehingga mereka tidak dapat dimakamkan dalam prosedur yang biasa sehingga mayat pun tergeletak di mana-mana. Orang mati tidak dapat berbicara, dan mereka yang hidup sangat sedih sehingga mereka tidak dapat berbicara, yang ada hanya keheningan mati.

TUHAN sebelumnya telah bersumpah demi kekudusan-Nya sendiri (Amos 4:2) mengumumkan hukuman kepada perempuan-perempuan bangsawan Israel; Allah juga telah bersumpah demi diri-Nya (Amos 6:8) akan mengirim hukuman ke kota Samaria dan semua yang ada di dalamnya; di sini Allah bersumpah demi kebanggaan Yakub, tindakan Israel sudah sampai tahap sedemikian arogan sehingga TUHAN selama-lamanya tidak akan pernah melupakan perbuatan jahat mereka, sehingga Allah memakai gempa bumi (Amos 8:7-8), gerhana matahari (Amos 8:9), menarik kembali Firman-Nya sehingga jika orang mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya (Amos 8:11-12), Israel dihukum menderita kehausan (Amos 8:13-14). Gempa bumi telah muncul empat kali dalam kitab Amos (Amos 2:13; 3:14-15; 8:8; 9:1), guncangan bumi gemetar, menjungkirbalikkan, membuat orang di seluruh bumi takut dan berkabung; pasang surut sungai Nil di Mesir yang sedemikian megah, tetapi ketika gempa bumi terjadi, tanah akan seperti air pasang naik dan turun, tidak peduli seberapa kaya atau sombongnya manusia, tidak ada tempat untuk melarikan diri. Ketika gerhana matahari terjadi, tiba-tiba akan menjadi gelap sepanjang siang hari, pada hari ketika orang-orang Israel akan meninggalkan Mesir, Allah juga menurunkan bencana kegelapan di Mesir, pada saat itu ada cahaya di tempat di mana orang Israel tinggal (Kel. 10:23), tetapi sekarang penghakiman tidak datang kepada musuh-musuh Israel, penghakiman adalah datang kepada orang-orang Israel. Setelah Allah menyatakan penghakiman gempa bumi dan gerhana itu, maka datanglah kelaparan, ini bukan kelaparan karena tidak ada makanan, tetapi karena tidak bisa mendengar firman TUHAN; ketika Allah menarik firman-Nya, umat Allah berkeliling mencari firman-Nya tetapi ada hasil, pulang tangan kosong, mencari, tidak mendapat.

Renungkan:
Buah yang sudah dipetik mudah busuk, hanya buah yang tinggal pada pokok yang bisa bertahan hidup. Buah tidak hanya perlu bertahan hidup, terlebih menghasilkan buah yang baik. Yesus Kristus menggunakan perumpamaan tentang buah untuk menggambarkan bahwa para pengikut dapat dikenali dari buah yang dihasilkan adalah kebaikan atau keburukan (Mat. 7:17, 20) Bagaimana orang bisa mengenali pohon yang baik? Adalah zaitun liar yang telah dicangkokkan pada akar pohon zaitun asli: … kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah (Roma 11:17b), bukan hanya sekadar dicangkokkan, tetapi harus senantiasa menempel terikat erat sehingga bisa senantiasa menghasilkan buah kebaikan. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa(Yohanes 15:4-5) Kita pada awalnya bukan umat Allah, tetapi karena anugerah Tuhan, sehingga dapat dicangkokkan pada pokok anggur yang benar, yang awalnya liar ini sifatnya buruk, tetapi kini dapat menjadi cabang anggur dengan buah yang baik, dan ketika kita terus senantiasa tersambung menempel dengan pokok anggur, ranting ini tidak akan mengering, akan sering berbuah. Berdasarkan buahnya, para pengikut Tuhan bisa dikenali. Kiranya perumpamaan tentang buah musim kemarau ini mengingatkan kita bahwa kita harus senantiasa di dalam Tuhan sehingga terus menerus menghasilkan buah kebaikan, jika tidak maka penghakiman Allah akan menunggu umat-Nya.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 7:10-17

「Perkataan Nabi Amos dengan Imam」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 7:10-17 [ITB])
10 Lalu Amazia, imam di Betel, menyuruh orang menghadap Yerobeam, raja Israel, dengan pesan: Amos telah mengadakan persepakatan melawan tuanku di tengah-tengah kaum Israel; negeri ini tidak dapat lagi menahan segala perkataannya. 11 Sebab beginilah dikatakan Amos: :Yerobeam akan mati terbunuh oleh pedang dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan.

12 Lalu berkatalah Amazia kepada Amos: Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah makananmu di sana dan bernubuatlah di sana! 13 Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab inilah tempat kudus raja, inilah bait suci kerajaan.

14 Jawab Amos kepada Amazia: Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan. 15 Tetapi TUHAN mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, dan TUHAN berfirman kepadaku: Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel. 16 Maka sekarang, dengarlah firman TUHAN! Engkau berkata: Janganlah bernubuat menentang Israel, dan janganlah ucapkan perkataan menentang keturunan Ishak. 17 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Isterimu akan bersundal di kota, dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang; tanahmu akan dibagi-bagikan dengan memakai tali pengukur, engkau sendiri akan mati di tanah yang najis, dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan.

Di antara penglihatan ketiga dan keempat, Amos menyelipkan dua paragraf percakapan, yang pertama adalah perkataan imam Amazia yang menggugat Amos kepada Yerobeam raja Israel, tetapi nabi Amos tidak mencatat tanggapan Yerobeam. Paragraf kedua adalah percakapan antara imam dengan nabi Amos, dan nabi Amos mengakhirinya dengan penghakiman Allah atas Amazia.

Berita penghakiman terhadap bangsa-bangsa dan Israel yang disampaikan oleh nabi Amos pasti telah menarik perhatian banyak orang, bahkan ia menubuatkan bahwa tempat kudus Betel akan dihancurkan dan keluarga Yerobeam II akan dibunuh (Amos 7:9). Amazia adalah imam di Betel mengirim utusan untuk mengirim pesan kepada Yerobeam II, menuding Amos berupaya mengkhianati raja. Amazia mungkin ingat bahwa murid nabi Elisa mengurapi Yehu (leluhur Yerobeam II), kemudian Yehu menggulingkan rezim Ahab (2 Raj. 9:1-10; 10:9), dan menggunakan sejarah sebagai cermin untuk secara keliru memfitnah Amos. Dia mengatakan bahwa pesan nabi Amos secara serius menantang kerajaan Israel, sudah melampaui apa yang dapat mereka toleransi. Dia membengkokkan arti asli kata-kata Amos, kata-kata Amos dirubah menjadi Yerobeam akan mati terbunuh oleh pedang dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan,menggunakannya sebagai bukti niat pemberontakan, meskipun Amos menubuatkan bencana akan menimpa keluarga kerajaan, tetapi tidak ada niat pengkhianatan.

Amazia menanggungkan semua dosa ke atas diri Amos, tidak pernah menyebutkan fakta bahwa Berfirmanlah Tuhan, dan tidak menyebutkan nasihat dan peringatan nabi Amos. Amazia tidak menunggu delegasi otorisasi dari Yerobeam, ia sudah pergi menghadapi Amos sendiri.

Dia menyebut Amos dengan Pelihat, apakah itu panggilan menghormati atau menghina, ini tidak mudah untuk dijelaskan, bagaimanapun dia menyuruh Amos untuk pergi enyah ke tanah Yehuda dan bernubuat di sana (Amos berasal dari Yehuda). Mungkin dia pikir Amos mengatakan nubuat untuk menghasilkan uang, maka ia mengusirnya sebagai seorang tamu, agar dia pulang ke Yehuda barulah membuat nubuat tentang kehancuran Israel dan pembunuhan keluarga kerajaan Israel, mungkin pendengar di negara selatan akan lebih dapat menerima, tetapi jangan mengucapkannya di Betel karena di sini ada tempat kudus milik raja, dengan para imam dan nabi milik raja, tidak butuh nabi kerajaan selatan Yehuda untuk bernubuat di sini. Kata-kata Amazia benar-benar telah mengungkapkan bahwa jika dia menempatkan dirinya di sebelah tali sipat, dia pasti tidak lulus penilaian, perkataannya walau diucapkan di posisi sebagai seorang imam namun bukan melayani Allah, ia melayani raja, melayani manusia. Amazialah orang yang mengkhianati, karena dia mengkhianati TUHAN, dia memandang rendah firman Tuhan, dia tidak mengizinkan nabi yang dipanggil oleh TUHAN untuk menyampaikan pesan TUHAN di tempat yang ditunjuk oleh TUHAN.

Tanggapan Amos menekankan bahwa ia bukan nabi pada awalnya, dan bahwa ia bukan murid nabi – seseorang yang secara aktif mengikuti nabi untuk belajar dan dilatih untuk menjadi nabi (2 Raj. 4:38; 2:3), ia dengan jelas menyatakan bahwa ia bukan berprofesi sebagai nabi Amos, juga bukan orang yang datang dari golongan nabi. Dia terus terang menyatakan profesinya, hanya seorang gembala, seorang pemungut buah ara hutan di Tekoa, juga tidak perlu menghasilkan uang dengan berprofesi sebagai nabi, tetapi ketika Tuhan memilihnya dan berkata kepadanya Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel maka mau tidak mau dia harus menyampaikannya (Amos 3:8 … Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?). Dan Amazia tidak mengizinkan Amos bernubuat, bukankah ini tepat yang dikatakan Allah tentang kesalahan Israel? (Amos 2:11-12 … kamu memberi orang nazir minum anggur dan memerintahkan kepada para nabi: 『Jangan kamu bernubuat!』)

Maka Amos akan mengabarkan kata penghakiman kepada Amazia, lebih jelas menyatakan itu adalah firman TUHAN, bahwa Amazia sendiri, anak-anaknya, istrinya, dan kekayaannya semua akan menerima penghakiman, akan tergenapi sama seperti kata-kata fitnah dia terhadap Amos bahwa Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan (Amos 7:11).

Renungkan:
Dari dialog antara Amos dan Amazia, dapat dilihat bahwa keduanya mewakili dua agama yang berbeda. Amos bersifat spiritual dan diutus oleh Allah, berbicara untuk Allah, mengajarkan keadilan dan kekudusan, berfokus pada persekutuan pribadi dengan Allah, serta persekutuan umat dengan Allah. Tetapi Amazia adalah duniawi, diutus oleh orang-orang — para pembesar, dan menekankan ritual, milik masyarakat atau negara, didasarkan pada agama sebagai jalan pintas mendapatkan keuntungan, tidak ada realitas spiritual dan tidak ada pesan untuk dikhotbahkan, ini sepenuhnya sistem milik manusia. Bagaimana dengan Anda, apakah hubungan Anda dengan Tuhan seperti Amos? Ataukah seperti Amazia?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 7:7-9

Tali Sipat sebagai Tolok Ukur
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 7:7-9 [ITB])
7 Inilah yang diperlihatkan-Nya kepadaku: Tampak Tuhan berdiri dekat sebuah tembok yang tegak lurus, dan di tangan-Nya ada tali sipat. 8 Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku: Apakah yang kaulihat, Amos? Jawabku: Tali sipat! Berfirmanlah Tuhan: Sesungguhnya, Aku akan menaruh tali sipat di tengah-tengah umat-Ku Israel; Aku tidak akan memaafkannya lagi. 9 Bukit-bukit pengorbanan dari pada Ishak akan dilicintandaskan dan tempat-tempat kudus Israel akan diruntuhkan, dan Aku akan bangkit melawan keluarga Yerobeam dengan pedang.

Tali Sipat

Allah sekali lagi mengungkapkan sebuah penglihatan kepada nabi Amos, ia melihat Allah memegang sebuah tali sipat yang biasa — sebuah tali yang diikat dengan bandul logam pemberat logam, yang digunakan oleh pekerja konstruksi sebagai patokan tolok ukur untuk memeriksa apakah sebuah bangunan berdiri secara tegak vertikal tidak miring. Allah berdiri di dekat tembok, memegang tali sipat, makna yang sangat jelas bahwa Allah mengukur umat-Nya, apakah mereka hidup mengikuti standar patokan dari Allah. Penglihatan ini mengalihkan fokus sebelumnya pada kenyataan penghakiman yang dilambangkan dalam penglihatan belalang dan api, kini berpindah kepada dasar penghakiman, dasar itu adalah menilai apakah tembok itu dibangun sesuai dengan standar, atau apakah tembok yang selesai dibangun itu dalam perjalanan waktu berubah miring atau rusak.

Dalam penglihatan ini, Allah yang proaktif bertanya kepada Amos apa yang dilihat dia? Amos dengan sangat sederhana dan langsung menjawab tali sipat, ia dengan jelas memahami arti dari penglihatan ini, ia juga tahu apa yang menjadi makna utama dari penglihatan ini, dia melihat tali sipat — yang mewakili standar Allah — itu sudah cukup. Dia tidak menggambarkan dinding yang dilihatnya — mewakili keadaan umat Allah Israel — karena maknanya sudah sangat jelas, tali sipat diletakkan di dinding maka semuanya tampak terlihat jelas di depan mata, jadi tidak perlu banyak penjelasan lagi.

Allah secara proaktif mengumumkan lagi bahwa penghakiman-Nya akan datang, Allah menggantungkan tali sipat di antara Israel untuk mengukur mereka, ternyata hasilnya terlalu jauh dari standar. Allah tidak menunggu nabi Amos meminta pengampunan atau meminta-Nya berhenti seperti yang ia lakukan dua kali sebelumnya, Dia langsung mengumumkan Aku tidak akan memaafkannya lagi. Dua kali sebelumnya permohonan kepada Allah, dan Allah menghindarkan dari bencana belalang dan api, tetapi kali ini nabi Amos tidak bertindak seperti leluhur Yakub ketika bergulat dengan Allah di tempat penyeberangan sungai Yabok, yang mati-matian tidak mau menyerah jika tidak mendapatkan berkah dari Allah (Kej. 32:22-29), juga tidak seperti leluhur Abraham yang berdoa syafaat menjadi pengantara bagi orang benar yang ada di Sodom, dari jika ada lima puluh orang benar dapat diampuni, dan berulang kali dikurangi menjadi empat puluh lima, empat puluh, tiga puluh, dua puluh, dan akhirnya sepuluh, total sudah menawar enam kali (Kej. 18:22-33). Kali ini, Amos hanya memohon dua kali dan berhenti. Apakah karena Allah sudah terlebih dahulu menyatakan penghakiman-Nya tidak akan mengampuni Israel lagi sebelum dia sempat membuka mulut?

Dalam penglihatan ini Allah kepada Amos mengungkapkan penghakiman-Nya atas agama dan politik Israel, terdapat dua yang dihancurkan: bukit-bukit pengorbanan Ishak dan keluarga Yerobeam. Ishak adalah nenek moyang orang Israel, ia membangun mezbah di Bersyeba (Kej. 26:23-25), Bersyeba berada di selatan Yehuda, tetapi orang Israel masih senang beribadah di altar di tempat ini, di bawah penghakiman Allah, tidak peduli altar Ishak atau tempat-tempat kudus Israel akhirnya akan sama – dilicintandaskan dan diruntuhkan hancur. Kedua yang menerima penghakiman adalah keluarga kerajaan — keluarga Yerobeam, Allah mengumumkan bahwa Ia akan menggunakan pedang untuk menyerang keluarga Yerobeam, Allah menggunakan Salum yang hanya duduk di takhta menjadi raja satu bulan, Salum berkhianat setelah Zakharia putra Yerobeam enam bulan naik takhta menjadi raja, ia membunuh Zakharia di depan orang banyak, memenuhi nubuat di sini (2 Raj. 15:10).

Renungkan:
Mengapa Amos tidak memohon lagi kepada Allah? Kita tidak tahu. Jika dia terus memohon, akankah Allah mengampuni? Kita tidak tahu. Apa persamaan dan perbedaan antara permohonan Amos dan Abraham? Dan bagaimanakah kita menaikkan doa permohonan bagi dunia saat ini? Adakah berdoa memohon bagi negara kita hari ini? berdoa bagi gereja hari ini? Berdoa memohon bagi diri kita hari ini? Mohon supaya hati kasih Abraham terhadap orang berdosa diberikan Allah kepada kita.

Nabi Amos melihat tali sipat tegak lurus, dia melihat standar Tuhan, tetapi penglihatan dia tidak menyebutkan bagaimana penampilan tembok dalam penglihatan itu. Allah bangkit, Ia dalam murka yang sudah pasti, dan Ia bangkit untuk menghukum oleh diri-Nya sendiri, jelas bahwa Israel terlalu jauh dari standar Allah. Seberapa jauh dunia saat ini dari standar Allah? Seberapa jauh gereja Allah dari standar Allah? Berdoa mohonlah supaya Allah menghentikan murkanya.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 7:4-6

Api Datang Membakar Habis Segalanya
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 7:4-6 [ITB])
4 Inilah yang diperlihatkan Tuhan ALLAH kepadaku: Tampak Tuhan ALLAH memanggil api untuk melakukan hukuman. Api itu memakan habis samudera raya dan akan memakan habis tanah ladang. 5 Lalu aku berkata: Tuhan ALLAH, hentikanlah kiranya! Bagaimanakah Yakub dapat bertahan? Bukankah ia kecil? 6 Maka menyesallah TUHAN karena hal itu. Inipun tidak akan terjadi, firman Tuhan ALLAH.

Allah membentuk kawanan belalang untuk menghukum Israel, ketika nabi Amos memohon kepada Allah, Allah untuk sementara waktu menghentikan bencana tersebut, tetapi Israel tidak berubah dan tidak menyesal, maka Allah memerintahkan api untuk melaksanakan penghakiman.

Segala ciptaan diciptakan oleh Tuhan, termasuk semua laut, darat, udara, dan makhluk yang ada. Semua yang berwujud dan tidak berwujud juga ada dalam kendali Tuhan. Ia menciptakan angin (Amos 4:13), menurunkan api (Amos 1:4, 7, 10, 12; 2:2, 5), Allah juga memperdengarkan suara-Nya seperti guntur (Amos 1:2); hama belalang adalah bencana alam, api tidak seluruhnya demikian masalahnya, di satu sisi panasnya musim panas yang seperti api meletus, bumi terjemur dengan terik dan membuat kekeringan di tanah yang dapat menyebabkan kebakaran hutan, sulit dipadamkan, ini adalah bencana alam; tetapi jika dibakar habis oleh musuh setelah kalah perang, api yang besar ini adalah bencana perang buatan manusia.

Meskipun belalang memakan hasil panen, setelah belalang lewat, tanah tidak menjadi rusak dan sumber airnya tidak diserang, ketika petani menanam ulang, masih bisa berharap panen lagi. Wabah belalang ada di musim semi, dan bencana kebakaran mungkin terjadi di musim panas. Di sini Allah memerintahkan api datang untuk menghakimi, bencana api ini memiliki dua tingkat invasi. Tingkat pertama, api memakan habis samudera raya, samudera raya bisa mengacu pada kedalaman di bawah tanah dan merupakan sumber air yang dalam (lih. ITL segala mata air, ISH samudra di bawah bumi). Pada saat itu meyakini bahwa semua sumber air berasal dari kedalaman di bawah tanah, air adalah untuk mengairi sawah ladang, memberikan pertumbuhan bagi semua yang hidup; tetapi api tidak hanya menelan tanah yang ditanami, itu juga menelan air tanah yang menyuburkan tanaman, membuatnya kering, menghancurkannya begitu dalam sehingga tidak bisa dipulihkan. Kehancuran tingkat kedua adalah membakar habis tanah ladang, segala yang ada di atas tanah, termasuk tanaman pertanian atau bangunan buatan manusia, termasuk tanah yang dijanjikan Allah kepada Israel juga akan dibakar habis oleh api. Tanah ladang dan samudera raya mencakup semua yang ada di tanah dan bawah tanah, dan semuanya terbakar habis.

Nabi Amos sekali lagi memohon kepada Allah, ia mengganti permohonannya berikanlah pengampunan (ayat 7:2) dengan kata hentikanlah (7:5), sebelumnya nabi Amos meminta Allah untuk mengampuni Israel, Allah tidak menjawab, karena pengampunan mengharuskan orang bertobat. Kali ini nabi Amos melihat bahwa bencana itu sangat kritis, jadi dia berusaha meminta Allah menghentikan – terus berusaha agar Allah meletakkan dahulu tindakan hukuman-Nya.

Allah sekali lagi mengubah pikiran-Nya, dan sekali lagi untuk sementara waktu menarik kembali bencana ini.

Renungkan:
Bencana setiap kali datang memberikan dampak yang makin luas, apakah menarik perhatian orang percaya? Lihatlah dunia: belalang, kebakaran hutan, gempa bumi, banjir, epidemi, perang, merajalela di mana-mana, orang-orang terperangkap di dalam penderitaan, di manakah ada orang-orang percaya yang merespons? Apakah ada orang-orang percaya yang bersaksi dan memberitakan Injil kepada orang-orang yang telah dibangunkan Allah untuk mencari Tuhan? Mari kita tidak hanya mengangkat tangan kudus kita untuk berdoa kepada Tuhan, tetapi juga mengulurkan tangan persahabatan, dan memberikan arah jalan kepada orang-orang yang belum percaya; dan membuka mulut kesaksian kita untuk menyampaikan berita penghiburan dan keselamatan Allah. Dalam bencana dan epidemi, kita tidak lupa untuk memberitakan Injil kabar sukacita.

Bencana kebakaran demikian besar, sampai menghancurkan akar-akar bumi, bagaimana keadaan dari akar iman kita? Apakah terkikis oleh bencana dan hancur sekejap mata?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 7:1-3

Belalang Memakan Habis
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 7:1-3 [ITB])
1 Inilah yang diperlihatkan Tuhan ALLAH kepadaku: Tampak Ia membentuk kawanan belalang, pada waktu rumput akhir mulai tumbuh, yaitu rumput akhir sesudah yang dipotong bagi raja. 2 Ketika belalang mulai menghabisi tumbuh-tumbuhan di tanah, berkatalah aku: Tuhan ALLAH, berikanlah kiranya pengampunan! Bagaimanakah Yakub dapat bertahan? Bukankah ia kecil? 3 Maka menyesallah TUHAN karena hal itu. Itu tidak akan terjadi, firman TUHAN.

Mulai Amos 7:1 hingga 9:10 nabi Amos menuliskan lima penglihatan. Apakah penglihatan itu? Penglihatan adalah Allah menggunakan benda atau sesuatu yang ada di sekitar manusia atau bahasa simbolis yang dapat dipahami untuk mengekspresikan kehendak-Nya. Tujuan dari penglihatan bukan untuk memberikan pengalaman supranatural kepada nabi Amos, tetapi tujuan dari penglihatan ini adalah memberi kesempatan kepada umat Allah yang tidak percaya untuk berbalik kembali. Sebelumnya sudah diberikan banyak pesan secara langsung, tetapi mereka tidak percaya, sekarang Allah menggunakan penglihatan untuk memperingatkan bangsa Israel. Jika mereka masih tidak menurut, ini akan semakin membuktikan ketidakpercayaan mereka.

Setiap penglihatan melibatkan nabi Amos secara pribadi di dalamnya, Inilah yang diperlihatkan Tuhan ALLAH kepadaku (Amos 7:1, 4; 8:1), Inilah yang diperlihatkan-Nya kepadaku (Amos 7:7), Kulihat(Amos 9:1). Dalam empat paragraf pertama, terdapat dialog antara TUHAN dan nabi Amos, yang menekankan bahwa nabi Amos mengalaminya secara langsung. Ia memberikan penjelasan atas setiap penglihatan, menunjukkan bahwa penghakiman akan datang. Nabi Amos dapat melihat penglihatan dan dapat memahami maknanya, itu karena kepekaan spiritual nabi Amos.

Penglihatan pertama terjadi pada musim semi, ketika tanaman baru saja tumbuh kedua kali, itu adalah tanaman musim semi yang tumbuh setelah raja memanennya (ITB menerjemahkan 7:1 sebagai … pada waktu rumput akhir mulai tumbuh, yaitu rumput akhir sesudah yang dipotong bagi raja, lih. ISV, NIV, FAYH … tanaman yang tumbuh setelah tuaian yang pertama dikumpulkan untuk diserahkan kepada raja sebagai pajak). Ada dua panen di musim semi, panen pertama digunakan untuk membayar pajak untuk menghidupi keluarga kerajaan dan tentara; panen kedua barulah menjadi milik petani. Tetapi ketika tanaman baru saja tumbuh TUHAN Allah membentuk kawanan belalang, jelas di sini bahwa belalang diciptakan oleh Tuhan, dibentuk-Nya dengan tujuan. Akibatnya, belalang memakan habis semua tumbuh-tumbuhan di tanah, dan umat itu menjadi tidak memiliki apa-apa. Panen pertama merupakan milik raja, dan panen kedua dimakan habis oleh belalang, dan umat itu sedikitpun tidak memiliki makanan.

Nabi Amos memohon kepada Allah, bahwa Yakub terlalu lemah, bagaimana ia bisa tahan terhadap serangan keras ini? Jadi nabi Amos meminta pengampunan kepada Allah untuk Yakub. Ada dua poin penting dari perkataan nabi Amos, yang pertama adalah bahwa Yakub terlalu lemah; ini sangat kontras dengan kemakmuran dan kekuatan militer Israel. Nabi Amos meminta pengampunan Tuhan karena umat Allah tidak akan mampu menanggung hukuman ini. Poin penting kedua adalah bahwa nabi Amos sendiri saja yang meminta pengampunan, dan permohonan ini bukan karena orang Israel bertobat lalu mencari pengampunan.

Allah adalah Tuhan yang penuh kasih, Dia memiliki rahmat anugerah dan belas kasihan. Karena permohonan nabi Amos, Allah merubah kehendak-Nya – menyesallah TUHAN (Amos 7:3). Kata menyesal memiliki makna asli menghela napas terluka sedih. Allah mencintai Israel dan tidak tega bahwa mereka menderita, tetapi Tuhan adalah adil benar maka Ia harus menghukum dosa, jika orang bertobat dari dosa dan memohon kepada Tuhan, mereka dapat diselamatkan oleh keadilan Tuhan. Menyesallah TUHAN, Allah hanya menarik kembali hukuman yang telah Ia tetapkan, tetapi Ia tidak memaafkan Israel dengan begitu saja, karena Israel belum mengetahui pelanggarannya dan masih belum bertobat berbalik kepada Allah. Hanya karena doa permohonan nabi Amos, Tuhan untuk sementara menghindarkan bencana yang seharusnya, dan kali ini umat itu terhindar dari bencana kelaparan.

Renungkan:
Nabi Amos dapat mengalami penglihatan yang diberikan oleh Allah, adalah karena kepekaan rohaninya, kepekaan ini merupakan akumulasi dari tempaan pengalaman. Saudara dan saudari, sudahkah Anda menumbuhkan kepekaan dalam kehidupan rohani?

Allah akan menghindarkan hukuman bagi semua orang karena permohonan satu orang. Sudahkah Anda berdoa kepada Tuhan untuk pengampunan atas bencana di negara dan tempat Anda tinggal hari ini? Sudahkah Anda berdoa kepada Tuhan untuk pengampunan atas bencana yang terjadi di dunia? Allah adalah Tuhan yang penuh rahmat dan belas kasih, Ia memerintahkan belalang dan api untuk menghakimi Israel pada hari itu, ketika nabi Amos memohon, maka Ia untuk sementara menghindarkan bencana ini, bencana di negara kita dan dunia saat ini tidak harus disebabkan karena hukuman dari Allah, tetapi pasti atas izin dari Allah, adakah 「Amos」 yang berdoa untuk negara masing-masing, dan untuk dunia?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 6:8-14

「Penghakiman Ke-3 atas Israel, (6) Penghancuran Ultima」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 6:8-14 [ITB])
8 Tuhan ALLAH telah bersumpah demi diri-Nya, demikianlah firman TUHAN, Allah semesta alam: Aku ini keji kepada kecongkakan Yakub, dan benci kepada purinya; Aku akan menyerahkan kota serta isinya. 9 Dan jika masih tinggal sepuluh orang dalam satu rumah, mereka akan mati. 10 Dan jika pamannya, pembakar mayat itu, yang datang mengangkat dan mengeluarkan mayat itu dari rumah itu, bertanya kepada orang yang ada di bagian belakang rumah: Adakah lagi orang bersama-sama engkau? dan dijawab: Tidak ada, ia akan berkata: Diam! Sebab tidaklah patut menyebut-nyebut nama TUHAN! 11 Sebab sesungguhnya, TUHAN memberi perintah, maka rumah besar dirobohkan menjadi reruntuhan dan rumah kecil menjadi rosokan.

12 Berlarikah kuda-kuda di atas bukit batu, atau dibajak orangkah laut dengan lembu? Sungguh, kamu telah mengubah keadilan menjadi racun dan hasil kebenaran menjadi ipuh! 13 Hai kamu, yang bersukacita karena Lodabar, dan yang berkata: Bukankah kita dengan kekuatan kita merebut Karnaim bagi kita? 14 Sebab sesungguhnya, Aku akan membangkitkan suatu bangsa melawan kamu, hai kaum Israel, demikianlah firman TUHAN, Allah semesta alam, dan mereka akan menindas kamu dari jalan yang menuju ke Hamat sampai ke sungai yang di Araba.

TUHAN, Allah semesta alam bersumpah demi diri-Nya tentang Israel, di sini sekali lagi menyebutkan bahwa TUHAN adalah Tuan dari Israel, juga adalah Tuan dari semesta alam, Ia adalah Allah segala bala tentara (KJV: LORD the God of hosts; NET: The LORD God of Heaven’s Armies) artinya Allah berkuasa atas bala tentara di surga di langit, pada saat yang sama juga memegang kendali atas bala tentara segala bangsa — termasuk musuh-musuh Israel. Pada zaman itu, orang bersumpah dengan menunjuk pada sesuatu yang bisa diandalkan yang lebih besar dari diri mereka sendiri, Allah bersumpah dengan menunjuk pada diri sendiri karena tidak ada yang lebih besar dari Dia, Allah dengan nada hukum dan keseriusan khidmat yang besar menyatakan keputusan penghakiman atas para pembesar Israel.

Aku ini keji kepada kecongkakan Yakub, dan benci kepada purinya adalah kalimat paralel, arti dari keji dan benci adalah paralel, menunjukkan bahwa alasan penghakiman Allah adalah bahwa Ia menolak umat-Nya, Ia membenci kesombongan umat-Nya. Arti asli dari kata kecongkakan adalah arogan menggila, yang juga dapat diterjemahkan ke dalam besar dan mulia (lihat CUV, FAYH, KJV). Anehnya, Tuhan tidak memanggil umat-Nya di sini dengan nama Israel — nama mulia … sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang (Kej. 32:28) — tapi memanggil mereka dengan nama Yakub, mereka yang kapan saja di mana saja selalu mengandalkan kepintaran kecilnya sendiri dan merenggut (menarik paksa) ke sana ke sini (Kej. 25:26 dengan tangan memegangi tumit Esau), tetapi Yakub yang ini adalah Yakub yang sombong dan merasa diri besar. Kemakmuran suatu negara adalah hal yang sangat mulia — sama seperti Israel diperintah oleh Yerobeam II pada waktu itu, tetapi jika orang berpikir bahwa semua prestasi adalah karena upaya manusia, mereka secara bertahap menjadi sombong, seperti kata bijak: Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan (Ams. 16:18) Israel bangga akan keistimewaan dirinya sendiri, berpikir bahwa istana di bukit Samaria tidak akan terkalahkan karena sifat strategis geografis dan juga kekuatan negeri ini, pasti akan menang dalam segala peperangan; tetapi Allah telah bersumpah untuk mengambil kota itu dan segala yang ada di dalamnya — penghuni dan harta benda, semuanya diserahkan kepada musuh. Ini adalah hukuman yang diberikan Tuhan kepada Israel, dan Tuhan menyerahkan mereka sepenuhnya.

Ketika Allah hendak menghancurkan Israel sepenuhnya, tidak hanya kota itu saja yang dihancurkan, bala pasukannya dihancurkan, dan manusia pun juga akan punah. Umat Israel akan menderita pembantaian yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan jika masih ada tersisa sepuluh orang dalam rumah, mereka semua akan mati (lihat Amos 5:3 Kota yang maju berperang dengan seribu orang, dari padanya akan tersisa seratus orang, dan yang maju berperang dengan seratus orang, dari padanya akan tersisa sepuluh orang). Jikalaupun bersembunyi di rumah, ia tidak bisa menghindari terbunuh; atau jika ia berhasil melarikan diri dari perang dan kembali ke rumahnya, tetapi meninggal karena sampar (lih. Amos 4:10); atau ia meninggal dalam gempa bumi di rumah (lih. Amos 4:11 kota dijungkirbalikkan). Bagaimanapun, ketika kerabat almarhum datang untuk membersihkan mayat, mereka bertanya dengan keras apakah ada orang di rumah itu, orang yang bersembunyi di sudut rumah menjawab bahwa tidak ada mayat di dalamnya, membawa ketakutan besar, tidak berani menyebutkan nama TUHAN Yahweh, takut menimbulkan amarah TUHAN. Rumah-rumah besar maupun kecil menjadi pecahan remuk, dan kota telah menjadi puing-puing hancur, yang kaya atau yang miskin tidak bisa menghindar, bisa karena perang atau karena gempa bumi, tidak ada yang bisa meloloskan diri dari hukuman TUHAN. (Amos 5:19 Seperti seseorang yang lari terhadap singa, seekor beruang mendatangi dia, dan ketika ia sampai ke rumah, bertopang dengan tangannya ke dinding, seekor ular memagut dia!)

Nabi Amos menggunakan dua pertanyaan retoris untuk membawakan dua hal yang tidak mungkin. Tidak ada orang yang akan membiarkan kuda berlari di atas bukit berbatuan, karena kuda harus berlari di dataran, kekerasan batu akan melukai kuku kuda; demikian juga, orang tidak akan membiarkan lembu membajak di bukit berbatuan (KJV, ISV, NASB), atau diterjemahkan CEV, RSV, ITB sebagai dibajak orangkah laut dengan lembu, itu tidak mungkin. Tetapi nabi Amos menghela napas bahwa keadilan yang pada awalnya dicintai dan disambut oleh Israel kini dibuat mereka menjadi pahit seperti empedu membuat orang membencinya; buah dari keadilan yang seharusnya baik dan bermanfaat, tetapi Israel mengubahnya menjadi ipuh pahit beracun. Ini seharusnya tidak mungkin, tetapi sekarang ini menjadi kenyataan.

Ketika orang Israel bersukacita menari dan merayakan bahwa mereka telah memenangkan kota-kota Lodebar dan Karnaim, bangga dan sombong berpikir bahwa mereka dengan kekuatan dan tentara mereka sendiri, Tuhan semesta alam Allah segala bala tentara menyatakan nubuat bahwa Allah akan membangkitkan sebuah kerajaan untuk menyerang Israel. Kerajaan ini akan menyerang dan menindas mereka mulai dari utara, di jalan yang menuju ke Hamat sampai ke selatan, ke sungai yang di Araba – Laut Mati, kerajaan Israel akan ditindas oleh bangsa asing ini.

Renungkan:
Ketika kita bahagia dan senang atas pencapaian sukses hari ini, apakah kita lupa bahwa semua itu datang dari Tuhan? Bersyukurlah atas pemberian Tuhan.

Sambil menunggu, saat bertemu Tuhan apa yang Anda harapkan Tuhan katakan kepada Anda?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.