Tag Archives: Filistin

Hakim-hakim 16:1-31

「Simson ── Nazir yang「memalukan」 nama Allah」

Oleh Dr. Wong Tin-yat
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hak. 16:1-31 [ITB])
1 Pada suatu kali, ketika Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal, lalu menghampiri dia. 2 Ketika diberitahukan kepada orang-orang Gaza: Simson telah datang ke sini, maka mereka mengepung tempat itu dan siap menghadang dia semalam-malaman itu di pintu gerbang kota, tetapi semalam-malaman itu mereka tidak berbuat apa-apa, karena pikirnya: Nanti pada waktu fajar kita akan membunuh dia. 3 Tetapi Simson tidur di situ sampai tengah malam. Pada waktu tengah malam bangunlah ia, dipegangnya kedua daun pintu gerbang kota itu dan kedua tiang pintu, dicabutnyalah semuanya beserta palangnya, diletakkannya di atas kedua bahunya, lalu semuanya itu diangkatnya ke puncak gunung yang berhadapan dengan Hebron.
4 Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila. 5 Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin kepada perempuan itu sambil berkata: Cobalah bujuk dia untuk mengetahui karena apakah kekuatannya demikian besar, dan dengan apakah kami dapat mengalahkan dia dan mengikat dia untuk menundukkannya. Maka kami masing-masing akan memberikan seribu seratus uang perak kepadamu.
6 Lalu berkatalah Delila kepada Simson: Ceritakanlah kiranya kepadaku, karena apakah kekuatanmu demikian besar, dan dengan apakah engkau harus diikat untuk ditundukkan? 7 Jawab Simson kepadanya: Jika aku diikat dengan tujuh tali busur yang baru, yang belum kering, maka aku akan menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain manapun juga. 8 Lalu raja-raja kota orang Filistin membawa tujuh tali busur yang baru yang belum kering kepada perempuan itu dan ia mengikat Simson dengan tali-tali itu, 9 sedang di kamarnya ada orang bersiap-siap. Kemudian berserulah perempuan itu kepadanya: Orang-orang Filistin menyergap engkau, Simson! Tetapi ia memutuskan tali-tali busur itu seperti tali rami yang terbakar putus, apabila kena api. Dan tidaklah ketahuan di mana duduk kekuatannya itu.
10 Kemudian berkatalah Delila kepada Simson: Sesungguhnya engkau telah mempermain-mainkan dan membohongi aku. Sekarang ceritakanlah kiranya kepadaku dengan apa engkau dapat diikat. 11 Jawabnya kepadanya: Jika aku diikat erat-erat dengan tali baru, yang belum terpakai untuk pekerjaan apapun, maka aku akan menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain manapun juga. 12 Kemudian Delila mengambil tali baru, diikatnyalah dia dengan tali-tali itu dan berseru kepadanya: Orang-orang Filistin menyergap engkau, Simson! di kamar ada orang bersiap-siap, tetapi tali-tali itu diputuskannya tanggal dari tangannya seperti benang saja.
13 Berkatalah Delila kepada Simson: Sampai sekarang engkau telah mempermain-mainkan dan membohongi aku. Ceritakanlah kepadaku dengan apakah engkau dapat diikat. Jawabnya kepadanya: Kalau engkau menenun ketujuh rambut jalinku bersama-sama dengan lungsin lalu mengokohkannya dengan patok, maka aku akan menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain manapun juga. 14 Kemudian perempuan itu mengokohkan lagi tenunan itu dengan patok, lalu berserulah ia kepadanya: Orang-orang Filistin menyergap engkau, Simson. Tetapi ketika ia terjaga dari tidurnya, disentaknya lepas patok tenunan dan lungsin itu.
15 Berkatalah perempuan itu kepadanya: Bagaimana mungkin engkau berkata: Aku cinta kepadamu, padahal hatimu tidak tertuju kepadaku? Sekarang telah tiga kali engkau mempermain-mainkan aku dan tidak mau menceritakan kepadaku, karena apakah kekuatanmu demikian besar. 16 Lalu setelah perempuan itu berhari-hari merengek-rengek kepadanya dan terus mendesak-desak dia, ia tidak dapat lagi menahan hati, sehingga ia mau mati rasanya. 17 Maka diceritakannyalah kepadanya segala isi hatinya, katanya: Kepalaku tidak pernah kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibuku aku ini seorang nazir Allah. Jika kepalaku dicukur, maka kekuatanku akan lenyap dari padaku, dan aku menjadi lemah dan sama seperti orang-orang lain.
18 Ketika dilihat Delila, bahwa segala isi hatinya telah diceritakannya kepadanya, disuruhnyalah memanggil raja-raja kota orang Filistin, katanya: Sekali ini lagi datanglah ke mari, sebab ia telah menceritakan segala isi hatinya kepadaku. Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin itu kepadanya sambil membawa uang itu. 19 Sesudah itu dibujuknya Simson tidur di pangkuannya, lalu dipanggilnya seorang dan disuruhnya mencukur ketujuh rambut jalinnya, sehingga mulailah Simson ditundukkan oleh perempuan itu, sebab kekuatannya telah lenyap dari padanya. 20 Lalu berserulah perempuan itu: Orang Filistin menyergap engkau, Simson! Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas. Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia.
21 Orang Filistin itu menangkap dia, mencungkil kedua matanya dan membawanya ke Gaza. Di situ ia dibelenggu dengan dua rantai tembaga dan pekerjaannya di penjara ialah menggiling.
22 Tetapi rambutnya mulai tumbuh pula sesudah dicukur. 23 Sesudah itu berkumpullah raja-raja kota orang Filistin untuk mengadakan perayaan korban sembelihan yang besar kepada Dagon, allah mereka, dan untuk bersukaria; kata mereka: Telah diserahkan oleh allah kita ke dalam tangan kita Simson, musuh kita. 24 Dan ketika orang banyak melihat Simson, mereka memuji allah mereka, sambil berseru: Telah diserahkan oleh allah kita ke dalam tangan kita musuh kita, perusak tanah kita, dan yang membunuh banyak teman kita.
25 Ketika hati mereka riang gembira, berkatalah mereka: Panggillah Simson untuk melawak bagi kita. Simson dipanggil dari penjara, lalu ia melawak di depan mereka, kemudian mereka menyuruh dia berdiri di antara tiang-tiang. 26 Berkatalah Simson kepada anak yang menuntun dia: Lepaskan aku dan biarkanlah aku meraba-raba tiang-tiang penyangga rumah ini, supaya aku dapat bersandar padanya. 27 Adapun gedung itu penuh dengan laki-laki dan perempuan; segala raja kota orang Filistin ada di sana, dan di atas sotoh ada kira-kira tiga ribu orang laki-laki dan perempuan, yang menonton lawak Simson itu.
28 Berserulah Simson kepada TUHAN, katanya: Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah, supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin. 29 Kemudian Simson merangkul kedua tiang yang paling tengah, penyangga rumah itu, lalu bertopang kepada tiang yang satu dengan tangan kanannya dan kepada tiang yang lain dengan tangan kirinya. 30 Berkatalah Simson: Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini. Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.
31 Sesudah itu datanglah ke sana saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya, mereka mengangkat dia dan membawanya dari sana, lalu menguburkannya di antara Zora dan Esytaol di dalam kubur Manoah, ayahnya. Dia memerintah sebagai hakim atas orang Israel dua puluh tahun lamanya.

Melanjutkan perenungan kemarin tentang Simson yang beberapa kali digerakkan hati oleh Roh Allah, pasal 16 ini adalah yang terakhir kali, dan yang paling berbahaya.

Bagian ini mencatat bahwa Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila (ayat 4). Untuk menemukan cara untuk mengalahkan Simson, orang Filistin membeli wanita itu dengan harga mahal agar membujuk Simson untuk menceritakan mengapa dia memiliki kekuatan yang begitu besar (ayat 5). RCUV Mandarin memperkirakan seribu seratus uang perak adalah dua belas kilogram perak. Sejujurnya, jika kita telah melihat Simson lagi dan lagi jatuh ke dalam perangkap, kita bertanya apakah sekali ini dia gagal lagi?

Di bawah godaan satu kali (ayat 6-10), dua kali (ayat 11-13), dan tiga kali (ayat 13-15), Delila tidak bisa mendapatkan jawabannya. Jadi, dia menggunakan trik pahit mengatakan: Bagaimana mungkin engkau berkata: Aku cinta kepadamu, padahal hatimu tidak tertuju kepadaku?Sejujurnya, Delila setiap kali selalu mengatakan dengan terus terang bahwa dia ingin mengetahui rahasia Simson, dan orang-orang yang hendak menangkap juga siap. Bayangkan, apakah Simson tidak sadar? Simson bukanlah orang yang bodoh, sebenarnya Delila bukanlah mata-mata yang pintar, mungkin fakta-fakta tersebut membuktikan ketertarikan Simson yang membuta kepada dia!

Tidak heran, kali ini konsekuensinya serius! Ayat 17 mencatat bahwa Simson memberi tahu Delila semua rahasia. Apa yang terjadi? Delila mencukur rambut Simson saat dia tidur di pangkuannya, dan orang Filistin bisa dengan mudah menangkapnya.

Alkitab secara khusus mencatat perbedaan antara kejadian ini dan beberapa kali sebelumnya: tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia (ayat 20b)

Akhir seorang perkasa, hal ironis adalah kekuatan Simson, ia gagal memberikan kontribusi kepada negara dan bangsa! Penulis Alkitab bahkan mencatat bahwa Simson meminta kepada Allah buatlah aku kuat, sekali ini saja (ayat 28), di mana teks aslinya dari kali dan digerakkan hati (ayat 13:25) memiliki akar kata yang sama, maka kita mengerti! Coba kita bertanya, berapa kali Allah sudah memberikan kesempatan kepada Simson? Akhir dari Simson istimewa, mengapa mengatakan demikian? Alkitab mencatat bahwa dia lebih berguna ketika dia mati daripada ketika dia masih hidup ── ketika dia merobohkan tiang-tiang gedung kuil, dia berhasil membunuh semua orang Filistin di kuil itu, apa ironisnya? Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya (ayat 30) Kita bayangkan saja: Apa yang dilakukan Simson ketika dia masih hidup? Mungkin tidak perlu dikatakan lebih banyak lagi!

Renungkan:
Seorang Nazir yang mempermalukan nama Allah ── catatan tentang Simson, mari kita lihat seorang Nazir yang dikhususkan dipisahkan untuk disucikan bagi Allah, tetapi berakhir dengan tragis menghabisi hidupnya mati bersama orang-orang Filistin yang tidak bersunat, ini mungkin satu-satunya di 《Kitab Hakim-hakim》!
Berdoa memohon kepada Allah untuk mengingatkan kita, untuk menjalani kehidupan yang berkenan kepada Allah, menjalani hidup yang dipuji Allah, dan menghindari menjadi Simson!


Renungan pemahaman Kitab Hakim-hakim

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hakim-hakim ditulis oleh Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) dipublikasi pada bulan April 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Amos 1:9-12

Penghakiman atas Tirus dan Edom
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 1:9-12 [ITB])
9Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Tirus, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah menyerahkan tertawan suatu bangsa seluruhnya kepada Edom dan tidak mengingat perjanjian persaudaraan, 10Aku akan melepas api ke dalam tembok Tirus, sehingga purinya dimakan habis. 11Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Edom, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia mengejar saudaranya dengan pedang dan mengekang belas kasihannya, memendamkan amarahnya untuk selamanya dan menyimpan gemasnya untuk seterusnya, 12Aku akan melepas api ke dalam Teman, sehingga puri Bozra dimakan habis.

Tirus berada di barat laut Israel dan mewakili Fenisia. Selain sama seperti orang Filistin yang menyerahkan umat Allah seluruhnya kepada Edom, ditambah lagi kesalahannya tidak mengingat saudara perjanjiannya. Mereka merampok orang-orang Israel, dan menjual mereka ke Edom tanpa memandang usia, jenis kelamin, pada saat yang sama nabi Amos (mewakili TUHAN) juga meminta pertanggungjawaban mereka tidak mengingat perjanjian dengan Israel, perjanjian antara Tirus dan Israel, mungkin merujuk pada apa yang dimulai raja Hiram dan raja Daud (2 Sam. 5:11) berlanjut hingga Salomo juga memiliki janji dengan raja Hiram ketika ia membangun Bait Suci (1 Raj. 5:12), dan Ahab juga memiliki kontak dengan Tirus (1 Raj. 16:31). Sebenarnya, Israel dan Tirus memiliki agama dan politik yang berbeda, perjanjian tersebut dapat berupa bisnis yang saling menghormati dan saling menguntungkan. Perjanjian harus ditegakkan, termasuk dengan sikap mentalitas untuk menjaga dan memastikan dengan sikap positif. Tirus tidak memegang perjanjian, menawan Israel serta menjual ke Edom, menghancurkan perjanjian. Hukumannya juga bahwa kota Tirus dan istana terbakar dihancurkan.

Edom berada di bagian selatan Laut Mati, kata Edom memiliki arti mengandung warna merah, karena tanah dan batu pasir di sana berwarna merah. Edom adalah keturunan Esau merupakan kerabat Israel, jadi di sini mereka disebut saudara. Tetapi dimulai dari Esau, terdapat perebutan persaingan antara Esau dan Yakub, karena Yakub menipu hak sulung milik Esau, Esau berniat membunuh Yakub setelah menunggu kematian ayahnya, meskipun Yakub kemudian mengetahui dan melarikan diri, di rumah pamannya menerima berkat besar dari Tuhan, ketika kembali ke Kanaan kedua saudara tampaknya sudah berdamai, tetapi mereka masih saling menghindari dan tidak bisa benar-benar berdamai.

Di zaman nabi Amos, orang Filistin dan Tirus demi keuntungan maka menjual tawanan perang kepada Edom, sehingga Edom tanpa belas kasihan menganiaya umat Allah, bahkan lebih kejam daripada orang luar. Allah mengejar dua kesalahan dari Edom, yang pertama adalah bahwa mereka memendam amarah terhadap orang Israel, itu adalah kebencian jangka panjang, telah diturunkan dari generasi ke generasi, sehingga amarah di hati hendak diluapkan, kemarahan terus kambuh meletup, CUV menerjemahkan sebagai amarah mengoyak, sepertinya semua kebencian yang terakumulasi di masa lalu ditumpahkan kepada orang Israel saat itu juga. Dosa kesalahan kedua adalah kekejaman brutal mereka, Edom tidak hanya menggunakan pedang tetapi juga mengejar orang-orang Israel, sama sekali tidak menunjukkan belas kasihan, menyebabkan kerusakan besar terhadap orang-orang Israel. Edom menerima para tawanan orang Israel dari orang Filistin dan Tirus merupakan pelanggaran terhadap Allah, mereka tiga kali bahkan empat kali berbuat jahat, sehingga Allah menghukum mereka, Allah akan melepas api ke dalam Teman, sehingga puri Bozra dimakan habis.

Renungkan:
Di dalam lingkaran gereja, meskipun kita saling menyebut saudara-saudari, tetapi banyak waktu perbedaan memisahkan kita seolah-olah jarak antara timur dan barat tidak dapat dijangkau, perbedaan politik, warna biru kuning, generasi, ekonomi, membuat sebutan saudara-saudari tidak dapat dihidupkan, meskipun tidak sampai saling kejar dengan pedang pisau, tetapi situasi terkoyak robek sangat disesalkan. Memohon Tuhan mengajar kita untuk menghargai persaudaraan ini, mengingat bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Tuhan dari setiap saudara dan saudari, dan berusaha keras untuk menjaga kesatuan Roh Kudus (Efesus 4:3).

Kebencian dapat menghancurkan pikiran seseorang, apakah Anda membiarkan kemarahan tetap ada di hati Anda? Apakah Anda membenci seseorang? Menyimpan kebencian di hati, adalah seperti membangun penjara di dalam hatinya sendiri, dan memasukkan orang yang dibenci itu ke dalam penjara di dalam hatinya itu, dan dengan sering membawanya keluar disalahkan, memukulinya beberapa kali, lalu memenjarakannya lagi di dalam hati. Setiap kali membawanya keluar, yang dilukai adalah dirinya sendiri, bukan melukai orang yang ia penjara dalam hatinya, orang itu bahkan tidak tahu dipenjara di dalam hati! Biarkan dia pergi, biarkan dirinya pergi! Mohon Tuhan membantu agar bisa melupakan dan mengampuni, sama seperti Tuhan telah mengampuni kita.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 1:3-8

Aram dan Filistin Menerima Penghakiman
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 1:3-8 [ITB])
3 Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Damsyik, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengirik Gilead dengan eretan pengirik dari besi, 4 Aku akan melepas api ke dalam istana Hazael, sehingga puri Benhadad dimakan habis; 5 Aku akan mematahkan palang pintu Damsyik dan melenyapkan penduduk dari Bikeat-Awen serta pemegang tongkat kerajaan dari Bet-Eden; dan rakyat Aram harus pergi sebagai orang buangan ke Kir, firman TUHAN.
6 Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Gaza, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengangkut ke dalam pembuangan suatu bangsa seluruhnya, untuk diserahkan kepada Edom, 7 Aku akan melepas api ke dalam tembok Gaza, sehingga purinya dimakan habis; 8 Aku akan melenyapkan penduduk dari Asdod dan pemegang tongkat kerajaan dari Askelon; Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan Ekron, sehingga binasalah sisa-sisa orang Filistin, firman Tuhan ALLAH.

Kerajaan pertama yang menerima penghakiman dari Allah adalah Aram di timur laut Israel, diwakili oleh ibu kota Damsyik, Aram sering berperang dengan Israel. Sedangkan Gilead terletak di sebelah timur Sungai Yordan, di seberang pegunungan Efraim, di sebelah timur berbatasan dengan Amon, sebelah utara adalah Manasye, berada berdekatan dengan Damsyik sehingga sering diserang oleh Damsyik.

Hanya satu kejahatan Damsyik yang disebutkan, yaitu mengirik Gilead dengan eretan pengirik dari besi. Besi eretan pengirik adalah alat yang digunakan oleh petani untuk memukul (menebah) biji padi atau gandum agar terlepas dari tangkai batang, di sini bisa merujuk pada cara mereka menganiaya dan melecehkan orang-orang Israel benar-benar menggunakan besi eretan pengirik untuk membuat orang menderita, mungkin juga merupakan cara menggambarkan bahwa orang Israel seperti gandum, dianiaya oleh bangsa Aram dengan cara yang kejam.
Ketika Allah tidak lagi menoleransi Damsyik, Dia memakai api sebagai bencana hukuman. Api menunjukkan kepada kehancuran perang, pertama-tama datang ke rumah dan istana raja Hazael dan juga puri milik Benhadad yang berkuasa, dan gerbang-gerbang pelindung dihancurkan, tempat tinggal para penguasa dan bangsawan berkuasa dihancurkan, demikian juga penduduk yang tinggal di dataran Bet-Eden yang dikenal sebagai tempat tinggal orang-orang pemegang kekuasaan (Bet-Eden artinya Tanah aman makmur, tempat penyembahan dewa matahari), dilenyapkan penduduk dari Bikeat-Awen tanah penuh kekayaan atau penyembahan berhala, dan akhirnya orang Aram dibuang ke Kir, menjadi penghinaan besar bagi kerajaan Aram. Penghakiman dimulai dengan raja, penguasa, dan akhirnya mencapai penduduknya, dan tidak ada yang selamat.

Orang-orang Filistin berada di bagian barat daya Israel, empat kota yang menerima penghakiman yakni Gaza, Asdod, Askelon, dan Ekron. Tiga kota pertama berada di pantai, dan Ekron adalah pedalaman. Gaza terletak di titik paling selatan dari Filistin, tidak jauh dari perbatasan Mesir. Di sini dikatakan bahwa mereka telah mengangkut ke dalam pembuangan suatu bangsa seluruhnya, untuk diserahkan kepada Edom, kata bangsa seluruhnya artinya mencakup semua orang-orang, yakni saat perang tanpa dipandang usianya dari yang kecil sampai yang tua, laki-laki atau perempuan semua diserahkan sebagai tawanan perang kepada Edom. Ini mungkin merujuk pada penjualan tawanan perang, praktik yang sangat kejam dan brutal, kejahatan yang tidak ditoleransi oleh Allah.
Hukuman dari Tuhan meliputi empat aspek:
– Menurunkan api dan membakar istana di Gaza: membakar Gaza dengan api berarti bahwa setelah perang, kota Gaza dibakar, istana terbakar habis, raja dan para pemimpin semuanya binasa.
– Menggunting lenyap penduduk Asdod dan pemegang tongkat kerajaan di Askelon: tidak hanya para pemegang kuasa kerajaan dilenyapkan, tetapi juga termasuk penduduk biasa, penghancuran yang benar-benar secara menyeluruh.
– Mengacungkan tangan melawan Ekron: adalah tindakan membalik tangan memukul (lih. KJV turn my hand against Ekron), atau bisa juga berarti berputar balik memukul.
– Membinasakan orang-orang Filistin yang tersisa: semua orang yang masih belum terkena hukuman juga akan dihancurkan. Di sini merupakan hukuman kehancuran total, sesuai dengan orang Filistin yang menyerahkan semua tawanan kepada Edom, pembalasan mata ganti mata, gigi ganti gigi.

Renungkan:
Besi yang semestinya untuk mengirik gandum yang digunakan untuk melayani dan memberikan kesejahteraan bagi manusia, tetapi digunakan sebagai alat untuk menganiaya dan melukai orang. Ini bisa dikatakan dosa dan kejahatan demikian besar. Apakah ada anugerah dan hal-hal baik yang diberikan Allah dipergunakan di tempat ketidakadilan? Sepatutnya kita mendapatkan pelajaran darinya!

Pengadilan dimulai dari raja sampai kepada rakyat biasa, mereka yang berada di atas seharusnya ekstra hati-hati, kepada yang diberi lebih banyak akan dituntut lebih banyak darinya, patut dijadikan peringatan bagi mereka yang memegang kekuasaan.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yeremia 47:1-7

「Nubuat atas Filistin」
Oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 47:1-7 [ITB])
1 Firman TUHAN yang datang kepada nabi Yeremia mengenai orang Filistin, sebelum Firaun mengalahkan Gaza.
2 Beginilah firman TUHAN: Lihat, air yang meluas mengamuk dari utara menjadi sungai yang membanjir, membanjiri negeri serta isinya, kota serta penduduknya. Manusia akan berteriak, dan seluruh penduduk negeri akan meratap, 3 mendengar bunyi derap kuku kudanya, mendengar derak-derik keretanya, kertak-kertuk rodanya. Para ayah tidak lagi berpaling menoleh kepada anak-anak, sebab tangan mereka sudah lemas, 4 oleh karena telah tiba harinya untuk membinasakan semua orang Filistin, dan melenyapkan bagi Tirus dan Sidon setiap penolong yang masih tinggal. Sungguh, TUHAN akan membinasakan orang Filistin, yakni sisa orang yang datang dari pulau Kaftor.
5 Gaza telah menjadi gundul, Askelon telah menjadi bungkam; hai Asdod, sisa orang Enak, berapa lama lagi engkau menoreh-noreh diri?
6 Ah, pedang TUHAN, berapa lama lagi baru engkau berhenti? Masuklah kembali ke dalam sarungmu, jadilah tenang dan beristirahatlah! 7 Tetapi bagaimana ia dapat berhenti? Bukankah TUHAN memerintahkannya? Ke Askelon dan ke tepi pantai laut, ke sanalah Ia menyuruhnya!

Yer. 47:1-7 adalah pesan kedua yang Yeremia nyatakan kepada bangsa-bangsa lain, ditujukan kepada orang Filistin. Orang-orang Filistin awalnya adalah sekelompok orang yang hidup mengandalkan laut yang tinggal pulau Kaftor, sekarang disebut pulau Kreta, mereka kemudian pindah ke pesisir pantai Palestina dan menduduki dataran Yehuda di Laut Mediterania. Setelah orang Israel menaklukkan tanah perjanjian, mereka selalu membawa banyak gangguan dan kesulitan kepada orang Israel. Orang Filistin memiliki lima kota (lih. Yosua 13:3; 1 Sam. 6:4, 18).Gaza dan Ashkelon adalah dua di antaranya.

Setiap kali orang Filistin kuat, mereka akan memperluas dan menyerang tempat-tempat milik Yehuda. Di masa awal banyak hakim dan raja Israel melawan agresi orang Filistin, seperti Simson, Samuel, Saul, dan Daud dll. Pada akhirnya, orang Filistin ditundukkan oleh raja Daud dan menjadi bawahan Yehuda (2 Sam. 8:1). Tetapi di era ketika Israel terpecah menjadi kerajaan Utara dan Selatan, orang Filistin dapat meninggalkan kendali Yehuda dan mendapatkan kembali kedaulatan.

Yer. 47:1 mengatakan Firman TUHAN yang datang kepada nabi Yeremia mengenai orang Filistin, sebelum Firaun mengalahkan Gaza. Meskipun teks itu tidak memberikan tanggal pasti nubuat itu, di dalam nubuat ini disebutkan Askelon akan musnah, dan memang Askelon dihancurkan oleh Nebukadnezar pada akhir 604 SM, jadi mungkin nabi Yeremia mengumumkan nubuat ini adalah pada tahun609 SM ketika Firaun Mesir sekalian menyerang Gaza saat melewati tanah Filistin dalam perjalanan mereka menuju ke utara untuk bertempur dengan orang Babel.

Adapun hari penggenapan nubuat ini, mungkin pada tahun 605 SM. Pada saat itu, untuk mencegah Babel meluaskan kekuasaannya di Palestina dan mempengaruhi kepentingan nasionalnya, maka Mesir mengirim pasukan untuk menyerang Babel. Akibatnya, ia dikalahkan di Karkemis (lih. 46:2). Kemudian tentara Babel pergi ke selatan juga menyerang orang Filistin, membuat kerusakan besar, sebagaimana dicatat dalam pasal ini.

Ayat 3 memakai kata-kata derap kuku kudanya, mendengar derak-derik keretanya, kertak-kertuk rodanya untuk menggambarkan betapa hebatnya pasukan Babel. Reaksi orang Filistin adalah bahwa Para ayah tidak lagi berpaling menoleh kepada anak-anak, sebab tangan mereka sudah lemas. Ini adalah deskripsi tentang ketakutan dan ketidakberdayaan yang ekstrem.

Teks puisi ini, menggambarkan kota-kota orang Filistin, akan dihancurkan oleh musuh-musuh dari utara seperti banjir, yakni oleh orang Babel, yang akan menjadi alat Allah untuk menghukum orang Filistin. Kitab Suci mengatakan membinasakan semua orang Filistin, … membinasakan orang Filistin, yakni sisa orang yang datang dari pulau Kaftor (ayat 4). Penghakiman Tuhan seperti air bah besar yang menghancurkan sampai puncak tertinggi, membawa kehancuran yang total dan menyeluruh.

Dalam ayat 6 ada suara berseru, Ah, pedang TUHAN, berapa lama lagi baru engkau berhenti? Masuklah kembali ke dalam sarungmu, jadilah tenang dan beristirahatlah Seruan siapa ini? Mungkin itu adalah seruan orang-orang Filistin di kota Gaza dan Askelon, atau nabi Yeremia yang melihat keadaan tragis mereka, memohon ampun kepada Allah untuk hentikan pedang. Tetapi tidak peduli siapa yang berteriak, pedang dan kehancuran tidak berhenti, karena ayat 7 mengatakan, Tetapi bagaimana ia dapat berhenti? Bukankah TUHAN memerintahkannya? Ke Askelon dan ke tepi pantai laut, ke sanalah Ia menyuruhnya (ayat 7), penghakiman Allah terhadap orang Filistin di kedua kota Gaza dan Ashkelon adalah keras dan tidak ada belas kasihan. Jelas betapa besar dosa kedua kota itu di mata Allah.

Renungkan:

Kota-kota dan orang-orang yang ditentukan oleh Allah untuk menerima penghakiman dan penghancuran sangat mengerikan! Seperti apakah keadaan masyarakat dan kelompok tempat Anda tinggal sekarang di mata Tuhan? Adakah kebenaran dan kekudusan yang diinginkan Tuhan? Adakah kejahatan dan dosa yang dibenci Tuhan?
Tolong doakan masyarakat dan kelompok di mana Anda tinggal!


Renungan pemahaman kitab Yeremia (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 40-52 ditulis oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.