Tag Archives: Hari Tuhan

Zefanya 1:14-2:3

「Mungkin akan Terlindung」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Zefanya 1:14-2:3 [ITB])
1:14 Sudah dekat hari TUHAN yang hebat itu, sudah dekat dan datang dengan cepat sekali! Dengar, hari TUHAN pahit, pahlawanpun akan menangis. 15 Hari kegemasan hari itu, hari kesusahan dan kesulitan, hari kemusnahan dan pemusnahan, hari kegelapan dan kesuraman, hari berawan dan kelam, 16 hari peniupan sangkakala dan pekik tempur terhadap kota-kota yang berkubu dan terhadap menara penjuru yang tinggi. 17 Aku akan menyusahkan manusia, sehingga mereka berjalan seperti orang buta, sebab mereka telah berdosa kepada TUHAN. Darah mereka akan tercurah seperti debu dan usus mereka seperti tahi. 18 Mereka tidak dapat diselamatkan oleh perak atau emas mereka pada hari kegemasan TUHAN, dan seluruh bumi akan dimakan habis oleh api cemburu-Nya; sebab kebinasaan, malah kebinasaan dahsyat diadakan-Nya terhadap segenap penduduk bumi.
2:1 Bersemangatlah dan berkumpullah, hai bangsa yang acuh tak acuh, 2 sebelum kamu dihalau seperti sekam yang tertiup, sebelum datang ke atasmu murka TUHAN yang bernyala-nyala itu, sebelum datang ke atasmu hari kemurkaan TUHAN. 3 Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.

Paruh pertama perikop ini, yakni 1:14-18, menggambarkan situasi hari TUHAN (Yahweh) yang datang mendekat, yang membuat kita dengan sangat kuat merasakan ancaman hari ini. Bagian kedua perikop, yakni 2: 1-3, merupakan seruan kepada orang-orang.

Dalam teks bahasa asli, kata dekat merupakan kata pertama, dan segera diulangi dalam kalimat berikutnya dan ditambahkan cepat sekali sebagai pelengkap, yang sangat kuat mengungkapkan mendesaknya waktu yang mendekat. Oleh karena itu, bukan lagi menubuatkan penghakiman Tuhan yang datang di masa depan, tetapi penghakiman ini telah datang di depan pintu dan akan segera terjadi. Mengikut setelah peringatan ini, nabi Zefanya menggunakan serangkaian kata untuk menggambarkan sifat hari ini, yakni kegemasan, kesusahan, kesulitan, kemusnahan, kegelapan suram, berawan kelam, peniupan sangkakala dan pekik tempur, menunjukkan pengaruh apa yang dibawakan hari itu. Di sini yang tercantum adalah enam hari, mungkin bermaksud membuat pembaca untuk memikirkan enam hari ketika Allah menciptakan dunia. Penciptaan Allah adalah membangun dan memberkati, tetapi enam hari yang disebutkan di sini bersifat merusak dan kutukan, seolah-olah Allah ingin menghapus pekerjaan ciptaan Dia.

Setelah orang melakukan kejahatan, tidak hanya harus menghadapi konsekuensi hasil kejahatan kita, tetapi yang lebih penting, kita perlu menghadapi murka Allah. Karena kejahatan itu tidak hanya menyinggung orang, bukan hanya melanggar aturan hukum yang ditetapkan di antara manusia, tetapi kejahatan itu sebenarnya melanggar Allah serta menghancurkan hubungan antara Allah dan manusia. Oleh karena itu, di ayat 1:17 (CUV, BIMK Aku akan mendatangkan banyak bencana … atau ITB Aku akan menyusahkan manusia …) nabi Zefanya menunjukkan bahwa bencana-bencana ini semakin dekat karena mereka telah melanggar TUHAN, dan pada hari murka TUHAN (hari kegemasan TUHAN), segala emas, perak, kekuasaan mereka, tidak dapat menyelamatkan diri mereka, karena api kecemburuan TUHAN akan membakar habis seluruh bumi. Meski begitu, ayat 2:1-3 menunjukkan bahwa Allah masih akan memberi orang kesempatan untuk berbalik.

Ayat 2:1 dua kali mengulangi panggilan berkumpul di satu tempat di awal ayat 1, lihat KJV Gather yourselves together, yea, gather together, sedangkan terjemahan Mandarin CUVR karena cara ungkapan dalam bahasa Mandarin sehingga terpaksa menempatkan kedua panggilan perintah ini di akhir ayat 1, walau pengulangan dua kata dapat dipertahankan, namun tidak dapat mengekspresikan getaran pengulangan di awal kalimat. Kata ini hanya muncul delapan kali dalam Alkitab (Kel. 5:7,12; Bil. 15:32,33; 1 Raj. 17:10, 12; Zefanya 2:1), kecuali dua pemakaian di sini, kata ini digunakan untuk menggambarkan tindakan mengumpulkan kayu atau rumput. Sedangkan penggunaan pertama di sini menggunakan kata kerja refleksif untuk menunjukkan bahwa itu adalah tindakan yang dilakukan pada diri pelaku sendiri. Dan perintah berkumpul ini harus dilakukan dibuat sebelum datang hari itu, menunjukkan bahwa ini adalah kesempatan terakhir.

Mereka tidak hanya harus berkumpul, di ayat 2:3 berulang tiga kali menunjukkan bahwa mereka harus mencari: mencari TUHAN, mencari keadilan, dan mencari kerendahan hati. Ini adalah hal-hal yang harus kita kejar sebelum menghadapi penghakiman Allah. Hanya dengan demikian ini kita dapat memiliki harapan berkenan di hadapan Allah Hakim yang adil benar, pengharapan mendapatkan rahmat anugerah-Nya. Zefanya menggunakan makna dari namanya sebagai metafora, menunjukkan bahwa mereka yang melakukan ini mungkin disembunyikan pada hari kemurkaan TUHAN.

Renungkan:
Dunia harus menghadapi penghakiman yang adil benar dari Allah, ketika kita masih memiliki kesempatan, kita perlu mencari Dia, mencari keadilan kebenaran dan kerendahan hati.


Renungan pemahaman Kitab Zefanya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yoel 3:1-15

「Allah Pelaksana Penghakiman」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 3:1-15 [ITB])
1 Sebab sesungguhnya pada hari-hari itu dan pada waktu itu, apabila Aku memulihkan keadaan Yehuda dan Yerusalem, 2 Aku akan mengumpulkan segala bangsa dan akan membawa mereka turun ke lembah Yosafat; Aku akan berperkara dengan mereka di sana mengenai umat-Ku dan milik-Ku sendiri, Israel, oleh karena mereka mencerai-beraikannya ke antara bangsa-bangsa dan membagi-bagi tanah-Ku, 3 oleh karena mereka membuang undi mengenai umat-Ku, menyerahkan seorang anak laki-laki karena seorang sundal, dan menjual seorang anak perempuan karena anggur untuk diminum.

4 Lagi apakah sangkut pautmu dengan Aku, hai Tirus dan Sidon dan seluruh wilayah Filistin? Apakah kamu ini hendak membalas perbuatan-Ku? Apabila kamu melakukan sesuatu terhadap Aku, maka dengan cepat, dengan segera Aku akan membalikkan perbuatanmu itu kepadamu sendiri. 5 Oleh karena kamu telah mengambil perak-Ku dan emas-Ku dan telah membawa barang-barang-Ku yang berharga yang indah-indah ke tempat-tempat ibadahmu, 6 dan telah menjual orang-orang Yehuda dan orang-orang Yerusalem kepada orang Yunani dengan maksud menjauhkan mereka dari daerah mereka. 7 Sesungguhnya Aku akan menggerakkan mereka dari tempat ke mana kamu menjual mereka, dan Aku akan membalikkan perbuatanmu itu ke atas kepalamu sendiri. 8 Aku akan menjual anak-anakmu laki-laki dan perempuan kepada orang-orang Yehuda dan mereka akan menjual anak-anakmu itu kepada orang-orang Syeba, kepada suatu bangsa yang jauh, sebab TUHAN telah mengatakannya.

9 Maklumkanlah hal ini di antara bangsa-bangsa: bersiaplah untuk peperangan, gerakkanlah para pahlawan; suruhlah semua prajurit tampil dan maju! 10 Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: Aku ini pahlawan! 11 Bergeraklah dan datanglah, hai segala bangsa dari segenap penjuru, dan berkumpullah ke sana! Bawalah turun, ya TUHAN, pahlawan-pahlawan-Mu 12 Baiklah bangsa-bangsa bergerak dan maju ke lembah Yosafat, sebab di sana Aku akan duduk untuk menghakimi segala bangsa dari segenap penjuru. 13 Ayunkanlah sabit, sebab sudah masak tuaian; marilah, iriklah, sebab sudah penuh tempat anggur; tempat-tempat pemerasan kelimpahan, sebab banyak kejahatan mereka. 14 Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan! Ya, sudah dekat hari TUHAN di lembah penentuan! 15 Matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang menghilangkan cahayanya.

Dalam paragraf ini nabi Yoel menjelaskan secara lebih rinci nubuat di 2:30-31 ( 2:30 Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. 30 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.), menunjukkan bahwa ini adalah penghakiman TUHAN terhadap bangsa-bangsa. Ayat 3:1 memakai tanda waktu ganda untuk menunjukkan bilamana TUHAN (Yahweh) akan melaksanakan penghakiman, yaitu ketika Dia hendak memulihkan Yehuda dan Yerusalem. Ini juga berarti bahwa umat Allah diselamatkan, dan mereka yang bermusuhan dengan umat milik-Nya pasti akan mendapatkan penghakiman. Tepat seperti pesan di dalam Injil Berita bahagia, jika tidak ada penghakiman atas dosa (keadilan tidak bisa ditegakkan) dan tidak ada pengorbanan penebusan Yesus Kristus yang menanggung penghakiman itu, maka tidak bisa ada rahmat untuk pengampunan dosa, dan kita juga perlu memahami pesan dari paragraf kitab Yoel ini melalui perspektif ini.

Perikop ini menggunakan nama dua tempat sebagai kerangka berita yang hendak disampaikan. Lembah Yosafat maupun Lembah Penentuan tampak seperti bukan tempat yang nyata, dan banyak sarjana peneliti Alkitab telah mengalami banyak kesulitan dalam menemukan di mana lokasi kedua tempat ini. Jadi kedua nama ini kemungkinan besar adalah simbolis. Kedua tempat itu disebut lembah yang secara umum digunakan mengacu pada dataran rendah tempat banyak orang bisa berkumpul, bahkan menjadi tempat bertempur. Dalam teks bahasa aslinya, Yosafat dapat diartikan sebagai penghakiman TUHAN (Yahweh), jadi Yosafat merujuk ke tempat di mana Allah akan mengumpulkan bangsa-bangsa dan melaksanakan penghakiman. Kata Lembah Penentuan sendiri sudah menjelasakan makna teks bahasa aslinya. Nabi Yoel menggunakan dua nama tempat simbolis ini untuk menunjukkan bahwa TUHAN akan mengeksekusi penghakiman, untuk melaksanakan keputusan atas tindakan jahat bangsa-bangsa.

Dari sudut pandang bangsa-bangsa, kita melihat keagungan wibawa dan kuasa TUHAN (Yahweh), mereka yang memusuhi Dia, yaitu mereka yang memusuhi umat-Nya, pada akhirnya akan binasa. Dalam Perjanjian Lama, umat pilihan TUHAN (Yahweh) adalah Israel, dan Tuhan menggunakan Israel sebagai ujian terhadap bangsa-bangsa. Dalam Perjanjian Baru, umat Allah tidak lagi terbatas pada bangsa Israel, bahkan ketika Yesus Kristus mengumumkan penghakiman yang kelak akan datang di masa depan, Ia menunjukkan bahwa apa yang dilakukan pada seorang yang terkecil itu adalah dilakukan pada Dia. Tuhan adalah Hakim yang adil dan benar, dan Dia pasti akan membuat keputusan penentuan akhir (yang ultimat tertinggi, paling adil dan benar).

Dari perspektif umat Allah, kita melihat bahwa kita berharga di mata Tuhan (lihat lagi renungan Surat 1 Petrus), Dia bangkit dan bertempur untuk kita. Di dunia, kita mungkin menghadapi banyak serangan dan berbagai penganiayaan yang berbeda, tetapi kita sendiri tidak memiliki kemampuan untuk mengatasinya, kita juga tidak mendapatkan penegakkan atas keluhan kita. Tetapi kita tahu bahwa Tuhan adalah pelindung kita dan Dia adalah TUHAN semesta alam, oleh karena itu kita dapat sepenuhnya mengandalkan dan bersandar kepada Dia dengan tenang tenteram di hati. Kita tidak perlu marah dan tidak stabil dalam hati atas apa yang telah kita alami, atau tidak perlu marah hendak menegakkan keadilan demi diri kita sendiri, karena kita adalah umat milik-Nya, Dia adalah jaminan kita atas keadilan dan kebenaran.

Terakhir, nabi Yoel menunjukkan bahwa ketika Hari TUHAN (Yahweh) tiba di Lembah Penentuan, matahari dan bulan akan redup, bintang-bintang akan menjadi gelap, dan itu akan menjadi hari yang gelap. Kita tahu bahwa Tuhan sedang bertempur untuk kita, menegakkan keadilan atas keluhan kita, dan membawa pembalasan yang harus dan setimpal kepada mereka yang menganiaya kita. Meskipun kita sangat berharap hari ini, mungkin kita berpikir apakah Tuhan menunda-nunda kedatangan hari ini. Ini seperti yang dikatakan 2 Petrus 3:9 Tuhan tidak lalai (menunda-nunda) menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Renungkan:
Tuhan adalah Tuan penguasa penghakiman yang benar dan adil, jatuh ke dalam penghakiman-Nya adalah gelap tiada terang. Mohon kepada Tuhan menjadikan kita utusan pembawa berita terang agar orang-orang bebas dari kegelapan yang memusuhi Tuhan.


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yoel 2:1-17

「Sepenuh Hati Kembali kepada TUHAN」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 2:1-17 [ITB])
1 Tiuplah sangkakala di Sion dan berteriaklah di gunung-Ku yang kudus! Biarlah gemetar seluruh penduduk negeri, sebab hari TUHAN datang, sebab hari itu sudah dekat; 2 suatu hari gelap gulita dan kelam kabut, suatu hari berawan dan kelam pekat; seperti fajar di atas gunung-gunung terbentang suatu bangsa yang banyak dan kuat, yang serupa itu tidak pernah ada sejak purbakala, dan tidak akan ada lagi sesudah itu turun-temurun, pada masa yang akan datang. 3 Di depannya api memakan habis, di belakangnya nyala api berkobar. Tanah di depannya seperti Taman Eden, tetapi di belakangnya padang gurun tandus, dan sama sekali tidak ada yang dapat luput. 4 Rupanya seperti kuda, dan seperti kuda balapan mereka berlari. 5 Seperti gemertaknya kereta-kereta, mereka melompat-lompat di atas puncak gunung-gunung; seperti geletiknya nyala api yang memakan habis jerami; seperti suatu bangsa yang kuat, teratur barisannya untuk berperang. 6 Terhadapnya bangsa-bangsa gemetar, segala muka bertambah menjadi pucat pasi. 7 Seperti pahlawan mereka berlari, seperti prajurit mereka naik tembok; dan mereka masing-masing berjalan terus dengan tidak membelok dari jalannya; 8 mereka tidak berdesak-desakan, mereka berjalan terus masing-masing di jalannya; mereka menerobos pertahanan dengan tombak, mereka tidak membiarkan barisannya terputus. 9 Mereka menyerbu ke dalam kota, mereka berlari ke atas tembok, mereka memanjat ke dalam rumah-rumah, mereka masuk melalui jendela-jendela seperti pencuri. 10 Di depannya bumi gemetar, langit bergoncang; matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang menghilangkan cahayanya. 11 Dan TUHAN memperdengarkan suara-Nya di depan tentara-Nya. Pasukan-Nya sangat banyak dan pelaksana firman-Nya kuat. Betapa hebat dan sangat dahsyat hari TUHAN! Siapakah yang dapat menahannya?

12 Tetapi sekarang juga, demikianlah firman TUHAN, berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh. 13 Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. 14 Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, dan ditinggalkan-Nya berkat, menjadi korban sajian dan korban curahan bagi TUHAN, Allahmu. 15 Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; 16 kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang tua, kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu; baiklah penganten laki-laki keluar dari kamarnya, dan penganten perempuan dari kamar tidurnya; 17 baiklah para imam, pelayan-pelayan TUHAN, menangis di antara balai depan dan mezbah, dan berkata: Sayangilah, ya TUHAN, umat-Mu, dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka. Mengapa orang berkata di antara bangsa: Di mana Allah mereka?

wabah belalang gambaran segera datang 「hari TUHAN」, 「berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu …」

Pasal pertama dari Kitab Yoel terutama retrospektif melihat ke belakang atau masa lampau, bahwa bencana yang baru saja lewat memanggil orang-orang untuk kembali ke hadapan TUHAN (Yahweh), dengan menangis dan berkabung mencari rahmat anugerah Tuhan. Dalam pasal 2 ayat 1-11, nabi Yoel sekali lagi menggunakan wabah belalang gambaran hari TUHAN yang segera datang. Jika hanya sebatas melihat dari ekspresi perikop ini saja, sulit untuk menentukan apakah bencana belalang yang dijelaskan di sini adalah metafora atas pasukan penjajah. Di satu sisi, kita tidak dapat berpendapat bahwa ini bukan belalang karena yang dijelaskan di sini lebih merusak daripada belalang yang sebenarnya. Di sisi lain, kita tidak dapat karena ekspresi dalam ayat 5 seperti suatu bangsa yang kuat, teratur barisannya untuk berperanglalu kita pikir ini pasti bukan tentara (kata seperti). Karena dalam Kitab Ulangan, dalam pernyataan tentang penghakiman yang akan dihadapi Israel jika mereka melanggar perjanjian dengan TUHAN (Yahweh) mengaitkan belalang dan musuh asing secara bersama, dan di sini juga secara bersamaan menyebutkan belalang dan musuh asing.

Namun bagaimanapun kita menjelaskan bencana yang digambarkan dalam paragraf ini, pesan dasarnya tetap sama. Nabi Yoel menggunakan cara retrospektif terhadap sejarah sebagai dasar untuk memberitakan bahwa penghakiman segera akan datang. Penghakiman ini akan membawa kehancuran besar, bahkan melampaui apa yang orang bayangkan (ingat sebelumnya kita mengatakan tidak dapat berpendapat bahwa ini bukan belalang karena yang dijelaskan di sini lebih merusak daripada belalang yang sebenarnya). Nabi Yoel menggambarkan ini sebagai sesuatu yang tidak pernah terjadi seperti yang demikian sejak zaman kuno, dan yang tidak pernah sampai semua generasi. Dengan keadaan penghakiman yang seperti itu, orang-orang hanya bisa gemetar dan bertambah menjadi pucat pasi, karena betapa hebat dan sangat dahsyat hari TUHAN! Siapakah yang dapat menahannya? (ayat 11)

Ayat 12-13 adalah kunci perikop ini. Nabi Yoel dengan nada serius, menunjukkan tanggapan yang sepatutnya dari orang. Dalam teks bahasa aslinya (ITB juga sesuai), setelah frasa Tetapi sekarang juga, segera diikuti dengan demikianlah firman TUHAN (Yahweh) menyatakan bahwa ini adalah penglihatan / pewahyuan yang penuh otoritas Allah, merupakan tuntutan-Nya kepada manusia. Dalam dua ayat ini, berulang kali dinyatakan bahwa orang-orang harus berbalik kepada TUHAN (Yahweh) dan kembali kepada-Nya dengan sepenuh hati. Bukan sekadar memanifestasikan pertobatan dari melalui ekspresi jubah luar berpuasa, menangis, meratap, dan merobek pakaian, tetapi dengan hati yang remuk kembali kepada Tuhan. Bagian kedua dari ayat 13 merupakan kutipan dari Keluaran 34:6-7, berdasarkan pernyataan wahyu dari TUHAN (Yahweh) tentang diri-Nya di sana, sehingga mereka dapat mengenal dan beriman bahwa TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah serta teguh kasih-Nya dan setia-Nya, yang mau mengubah untuk mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa sehingga tidak menurunkan bencana. Karena iman yang merasakan kepastian dan mengakui seperti itu, orang yang merupakan milik Allah bahkan dalam kesulitan yang ekstrem dapat datang kepada Allah dengan penuh harapan, memohon rahmat anugerah-Nya, meminta Ia mengingat dan merawat umat-Nya. (Sambungkan dengan renungan kemarin: bahwa di dalam kesulitan kita makin mengenal Allah)

Renungkan:
Apakah kita merasakan kepastian dan mengakui bahwa Tuhan adalah Allah kita, dan dengan kepastian kokoh percaya bahwa Dia adalah Tuhan yang berbelaskasihan dan rahmat anugerah? Dalam situasi sulit, kita harus kembali kepada hadirat Tuhan, memegang erat janji-Nya, memohon keselamatan dari Tuhan bagi kita, bagi bangsa kita, dan bagi seluruh umat manusia.


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 56:1-2

Sabat dan Anugerah Keselamatan
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 56:1-2 [ITB])
1 Beginilah firman TUHAN: Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari pada-Ku, dan keadilan-Ku akan dinyatakan. 2 Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang kepadanya: yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat.

Yesaya Ketiga dimulai dengan seruan TUHAN kepada orang Israel agar menjaga keadilan dan kebenaran, dan menunjukkan bahwa keadilan dan kebenaran adalah kedatangan keselamatan. Mengapa keadilan dan kebenaran terkait dengan keselamatan? Pertama-tama, kata keadilan (mishpat) dan kebenaran (zedapah) adalah kata sinonim, kriteria keadilan yang dibicarakan bukanlah didefinisikan oleh individual manusia, tetapi didefinisikan oleh hukum Taurat dari lima kitab yang dituliskan Musa. Keadilan dalam hukum Taurat bukanlah produk sekuler dari ideologi terkait kemanusiaan (humanisme), tetapi adalah kebenaran yang didefinisikan berdasarkan perintah dan ketentuan Allah, sehingga itu adalah keadilan kebenaran yang bersifat teologis (memiliki pemikiran dari dan terkait dengan Allah), dan realisasi atau praktik keadilan kebenaran terhubung dengan perjanjian dengan Allah. Sebagai umat Allah, alasan mengapa umat Israel harus mempraktikkan keadilan dan kebenaran yang bersumber pada hukum Taurat bukanlah karena keadilan memiliki pangsa pasar, tetapi karena mereka memiliki hubungan perjanjian dengan Allah, dalam perjanjian itu Allah berketetapan menyelamatkan bangsa Israel keluar dari rumah perbudakan Mesir. Berdasarkan tindakan keselamatan ini, umat Israel dapat meninggalkan Mesir yang tidak adil tidak benar, dengan bebas sampai di Gunung Sinai di mana Allah menegakkan perjanjian dengan mereka. Sejak itu, Allah telah mengumumkan hukum Taurat dan peraturan, semuanya merupakan standar perilaku yang sesuai keadaan perjanjian. Setiap orang Israel tidak boleh melupakan rahmat anugerah keselamatan Allah, sehingga ketika mereka tiba di tanah Kanaan, mereka tidak boleh lupa budi berkhianat terhadap kebenaran, mengelola tanah itu dengan cara Mesir yang tidak adil benar, sebaliknya, mereka harus memerintah di tanah dengan standar hukum Taurat, agar penindasan Mesir tidak akan terjadi berulang kali di tanah Kanaan, sehingga tanah Kanaan akan menjadi tanah keadilan dan kebenaran yang langka di dunia pada waktu itu karena Israel menjalankan hukum Taurat. Karena itu, orang-orang Israel sudah mengalami pertama-tama mendapat anugerah keselamatan, kemudian hukum Taurat; anugerah keselamatan terlebih dahulu, kemudian keadilan kebenaran. Keselamatan Allah adalah prakondisi keadilan kebenaran, tindakan keselamatan Allah pada saat yang sama juga merupakan dasar keadilan dan kebenaran. Di 56:1 Yesaya ketiga menghubungkan keadilan dan kebenaran dengan keselamatan, mengingatkan bangsa Israel akan hari-hari dahulu mereka di Mesir, ketika melintasi Laut Merah, memakan manna, Gunung Sinai, perjanjian, dll, melalui tindakan penyelamatan untuk mengenal TUHAN (Yahweh) yang menyelamatkan mereka.

Setelah itu, 56:2 tiba-tiba menuntut agar orang Israel menjaga Sabat dan hendaknya melarang tangan mereka sendiri melakukan kejahatan, dari segi penulisan sastra, tindakan menjaga Sabat berkorespondensi dengan tidak melakukan kejahatan, artinya menjaga Sabat sama dengan tidak melakukan kejahatan, Anda harus memelihara Sabat. Mengapa ayat ini mengemukakan pentingnya Sabat? Hal ini memiliki hubungan apa dengan keadilan kebenaran serta perjanjian?

Dari kitab Keluaran, kita memahami bahwa Sabat adalah tanda perjanjian Sinai (Kel. 31:13), orang Israel memelihara Sabat sebagai cara untuk menjaga perjanjian, seperti sebagai bukti agar orang lain mengerti bahwa kelompok orang ini adalah umat yang ditentukan (didefinisikan) perjanjian Sinai. Ini sangat penting bagi orang-orang Yehuda yang pulang kembali dari tempat penawanan pada waktu itu, karena mereka berada di bawah kekuatan besar Kekaisaran Persia, Yehuda bukan lagi negara berdaulat tetapi sebuah provinsi, mereka bukan sekadar mendefinisikan identitas diri mereka berdasarkan kewargaan suatu bangsa, terlebih karena Sabat adalah tanda perjanjian Sinai, mereka melalui tanda ini sebagai bukti untuk menjelaskan di manakah dasar identitas mereka. Singkatnya, mereka adalah kelompok umat pemelihara Sabat.

Renungkan:
Setelah Perjanjian Baru, orang-orang Kristen tidak lagi menjaga hari Sabat, tetapi sebaliknya menjalankan ibadah di hari Tuhan (di hari Minggu) karena ini adalah hari kebangkitan Yesus Kristus. Orang Kristen meletakkan pekerjaan mereka di hari Tuhan untuk melayani, beribadah dan menyembah Tuhan di gereja, dengan ini menunjukkan di manakah identitas jati diri mereka. Apakah Anda juga menghidupi identitas jati diri ini, dengan hari Tuhan menunjukkan diri Anda sebagai umat Allah?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.