Tag Archives: Kitab Daniel

Daniel 7:13-28

「Tetap Setia Berapapun Harga yang Dibayar」

Jalan yang harus dilalui umat kudus Allah untuk menuju dan mencapai …

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 7:13-28 [ITB])
13Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. 14Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.
15Maka aku, Daniel, terharu karena hal itu, dan penglihatan-penglihatan yang kulihat itu menggelisahkan aku. 16Lalu kudekati salah seorang dari mereka yang berdiri di sana dan kuminta penjelasan tentang semuanya itu. Maka berkatalah ia kepadaku dan diberitahukannyalah kepadaku maknanya:
17Binatang-binatang besar yang empat ekor itu ialah empat raja yang akan muncul dari dalam bumi; 18sesudah itu orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi akan menerima pemerintahan, dan mereka akan memegang pemerintahan itu sampai selama-lamanya, bahkan kekal selama-lamanya.
19Lalu aku ingin mendapat penjelasan tentang binatang yang keempat itu, yang berbeda dengan segala binatang yang lain, yang sangat menakutkan, dengan gigi besinya dan kuku tembaganya, yang melahap dan meremukkan dan menginjak-injak sisanya dengan kakinya; 20dan tentang kesepuluh tanduk yang ada pada kepalanya, dan tentang tanduk yang lain, yakni tanduk yang mempunyai mata dan yang mempunyai mulut yang menyombong, yang tumbuh sehingga patahlah tiga tanduk, dan yang lebih besar rupanya dari tanduk-tanduk yang lain.
21Dan aku melihat tanduk itu berperang melawan orang-orang kudus dan mengalahkan mereka, 22sampai Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan.
23Maka demikianlah katanya:
Binatang yang keempat itu ialah kerajaan yang keempat yang akan ada di bumi, yang akan berbeda dengan segala kerajaan dan akan menelan seluruh bumi, menginjak-injaknya dan meremukkannya.
24Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu. Sesudah mereka, akan muncul seorang raja; dia berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan akan merendahkan tiga raja. 25Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
26Lalu Majelis Pengadilan akan duduk, dan kekuasaan akan dicabut dari padanya untuk dimusnahkan dan dihancurkan sampai lenyap. 27Maka pemerintahan, kekuasaan dan kebesaran dari kerajaan-kerajaan di bawah semesta langit akan diberikan kepada orang-orang kudus, umat Yang Mahatinggi: pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang kekal, dan segala kekuasaan akan mengabdi dan patuh kepada mereka.
28Sekianlah berita itu. Adapun aku, Daniel, pikiran-pikiranku sangat menggelisahkan aku, sehingga aku menjadi pucat; dan aku menyimpan hal itu dalam ingatanku.”

Malaikat Allah menjelaskan makna penglihatan kepada Daniel yang gelisah: empat binatang adalah empat raja yang akan bangkit, mereka sepertinya berkuasa memegang kendali di atas bumi, tetapi akhirnya yang akan mendapatkan Kerajaan sampai selama-lamanya adalah 「umat kudus dari Yang Maha Tinggi」 (lihat Rom. 1:7; 1Kor. 1:2; Fil 1:1). Umat yang setia kepada Allah, teguh menjaga iman adalah yang paling akhirnya akan memperoleh kemenangan, tetapi sebelum ini terjadi, umat kudus lebih dahulu menerima aniaya dari tanduk kecil, bersabar menderita, sampai Dia Yang Lanjut Usianya datang bagi mereka memberikan pembalasan dan keadilan, baru memasuki Kerajaan kekal.

Selama ini terdapat penjelasan yang berbeda-beda atas empat kerajaan yang disimbolkan dengan empat binatang. Sebenarnya empat kerajaan boleh dimengerti sebagai sebuah kesatuan yang memusuhi Allah dan umat-Nya, tepat sama seperti empat macam metal yang membentuk patung besar di fasal dua, boleh dipandang sebagai simbol sebuah kesatuan kuasa kerajaan di atas bumi, yang berbanding dengan Kerajaan kekal Allah. Malaikat selangkah lebih konkrit menjelaskan kebenaran tentang binatang yang keempat dan tanduk kecil kepada Daniel, yakni adalah kerajaan keempat dan raja yang bangkit kemudian. Raja ini hendak membuang iman ritual umat Allah, digantikan dengan membuat satu set ajaran dan aturan baru yang lain; dengan lain kata, umat kudus akan dipaksa bertekuk-lutut terhadap allah lain. Dalam kitab Daniel pasal 3, pengalaman ketiga teman dipaksa menyembah patung emas, adalah penjelasan yang paling konkrit.

Kemuliaan di kemudian, hinaan terlebih dahulu. Sebelum umat kudus menerima Kerajaan kekal terlebih dahulu harus bersabar menerima siksaan dan aniaya selama suatu waktu periode, Malaikat gambarkan sebagai 「satu masa dan dua masa dan setengah masa」 (Dan. 7:25, 12:7). Berdasarkan ciri khas sastra apokaliptik, satu masa dan dua masa dan setengah masa bukanlah makna secara literal tiga tahun setengah, tetapi menunjuk satu periode waktu yang tertentu. Walaupun di sini memakai bahasa simbolis, tetapi beritanya justru jelas: umat kudus hendaknya memiliki persiapan di dalam hati, menderita karena iman, dan teguh bertahan satu periode waktu, sampai saat Allah sendiri turun tangan secara langsung, memusnahkan raja tersebut; Kemudian barulah umat kudus menerima Kerajaan kekal (Dan. 7:26-27). Dalam mimpi Nebukadnezar, patung besar (bangsa-bangsa di antara manusia) pada akhirnya ditimpa sebuah batu yang terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia, dan patung itu digantikan olehnya (Dan. 2:44); selaras dengan berita yang disampaikan penglihatan di fasal tujuh atas binatang dan tanduk. Ternyata, memegang erat pengharapan ini, teguh bersabar dalam kesulitan aniaya sampai akhir, adalah jalan yang harus dilewati umat kudus menuju Kerajaan kekal dan kemuliaan.

Kitab Daniel pasal tujuh tidak hanya merupakan perpanjangan pasal dua, juga merupakan titik berat keseluruhan kitab Daniel, berita yang dibawakannya menjadi benang merah bagi keseluruhan kitab: kerajaan di antara manusia yang memusuhi melawan Allah pasti akan dihantam runtuh, Kerajaan yang didirikan Allah tetap kekal selama-lamanya; tanduk kecil (Anti-Kristus) melawan Yang Maha Tinggi, menganiaya umat kudus akan muncul di waktu akhir, menyiksa dengan brutal selama satu periode yang tertentu (satu masa dan dua masa dan setengah masa), paling akhir justru harus dikalahkan, dan Kerajaan kekal Allah akan ditegakkan.

Renungkan: berita dalam kitab Daniel pasal 7, sekali lagi mendorong semangat umat yang ditawan harus setia. Di hari akhir zaman, Anti-Kristus (lihat 1 Yoh. 2:18) pasti datang, umat kudus milik Allah pasti akan menderita menerima celaka dari tangannya, iman mengalami ujian yang demikian berat sekali. Berita dari kitab Daniel, justru bukan untuk membuat kita putus asa kehilangan nyali, sebaliknya mengingatkan kita bahwa ini adalah rencana yang Allah tentukan bagi akhir zaman. Sebagai umat Allah, satu-satunya respon yang patut adalah bersiap-sedia menderita, memegang teguh pengharapan, gigih bertahan sampai akhir; dengan demikian, pada akhirnya pasti akan mampu menerima Kerajaan yang merupakan milik Allah dan umat kudus-Nya dari tangan Dia 「Seorang seperti anak manusia」 (lihat Yes. 9:7; 11:1-9). Tepat seperti apa yang Daniel temui dalam penglihatan: 「Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan」 (Dan. 7:22). Dia 「Seorang seperti anak manusia」 (Dan. 7:13-14), dia adalah Messias yang dinantikan umat Israel, adalah Yesus Kristus yang menebus kita keluar dari gelap masuk ke dalam terang; Dia berdasarkan kehendak Allah mendapatkan kekuasaan, kemuliaan, Kerajaan, dan bangsa-bangsa akan mejadi milik Dia (lihat Kej. 49:8-12; Maz. 2).

Kiranya kita bersama rasul Yohanes satu hati berdoa: 「Amin, datanglah, Tuhan Yesus!」 (Why. 22:20)


(Kej. 49:8 [ITB])
8Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu.
9Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya?
10Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.
11Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.
12Matanya akan merah karena anggur dan giginya akan putih karena susu.

Daniel 7:1-12

「Ia Yang Lanjut Usianya」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 7:1-12 [ITB])
1Pada tahun pertama pemerintahan Belsyazar, raja Babel, bermimpilah Daniel dan mendapat penglihatan-penglihatan di tempat tidurnya. Lalu dituliskannya mimpi itu, dan inilah garis besarnya:
2Berkatalah Daniel, demikian: 「Pada malam hari aku mendapat penglihatan, tampak keempat angin dari langit mengguncangkan laut besar,
3dan empat binatang besar naik dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain.

4Yang pertama rupanya seperti seekor singa, dan mempunyai sayap burung rajawali; aku terus melihatnya sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia.

5Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak.

6Kemudian aku melihat, tampak seekor binatang yang lain, rupanya seperti macan tutul; ada empat sayap burung pada punggungnya, lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan.

7Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang yang keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, dan ia sangat kuat. Ia bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya; ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu; lagipula ia bertanduk sepuluh.
8Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampak tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu itu tercabut; dan pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong.

9Sementara aku terus melihat,

takhta-takhta diletakkan,
lalu duduklah Yang Lanjut Usianya;
pakaian-Nya putih seperti salju
dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba;
kursi-Nya dari nyala api
dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;
10suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya;
seribu kali beribu-ribu melayani Dia,
dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya.
Lalu duduklah Majelis Pengadilan
dan dibukalah Kitab-kitab.

11Aku terus melihatnya, karena perkataan sombong yang diucapkan tanduk itu; aku terus melihatnya, sampai binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar. 12Juga kekuasaan binatang-binatang yang lain dicabut, dan jangka hidup mereka ditentukan sampai pada waktu dan saatnya.

Kitab Daniel mulai dari fasal tujuh, mencatat penglihatan yang Daniel saksikan, isinya semua menunjuk kepada rencana yang Allah tetapkan pada masa akhir. Setengah bagian belakang kitab Daniel sangat kaya dengan warna sastra yang bersifat apokaliptik, memakai cara simbolis (fuguratif dan metafora) menunjukkan rahasia dan kehendak Allah. Fasal 7 – 12 tidak hanya saling bersambut secara depan belakang dengan fasal 1 – 6, terlebih selangkah lebih memperdalam berita fasal 6: tidak peduli dalam situasi apapun, Allah tetap sedang berkuasa memegang kendali; walaupun kuasa kejahatan yang dipandang oleh manusia sepertinya tidak dapat dikalahkan, namun tidak dapat melampaui garis batas yang ditentukan Allah; kekalahan si jahat telah ditentukan, dan umat Allah akan keluar dari kondisi ditawan masuk ke dalam kekekalan, secara total mendapatkan pelepasan dan pembebasan.

Panorama dinasti Persia raja Darius orang Media di fasal 6 dibawa kilas balik oleh kalimat「Tahun pertama pemerintahan Belsyazar」 (Dan. 7:1) kembali ke zaman Belsyazar. Dan. 7:2-28 mencatat tiga penglihatan Daniel menjadi satu kelompok, setiap penglihatan semuanya memiliki permulaan 「malam hari aku mendapat penglihatan」 (Dan. 7:2, 7, 13) sebagai tanda.

Panorama penglihatan pertama adalah laut (Dan. 7:2). Dalam kebudayaan daerah Timur Dekat zaman kuno, 「laut」 sering dipakai sebagai simbol kejahatan, kekacauan, kekuatan yang berbahaya. Laut yang mengerikan, ditambah lagi dari dalam laut secara bersambungan muncul keluar empat binatang, membentuk kekuatan yang mempunyai sifat menghancurkan yang besar yang memusuhi Allah. Kecuali binatang kedua yang rupanya seperti beruang, tiga binatang yang lain bukan merupakan hewan yang sungguh-sungguh ada, adalah gambaran hewan yang terplintir dan yang sudah berubah aneh, tepat sebagai simbol kuasa jahat yang memusuhi Allah dan melanggar keteraturan dalam penciptaan. Bentuk luar binatang menggetarkan hati dan membuat orang tidak suka, terutama bagi umat Israel saat itu; karena Allah menciptakan segala ciptaan, 「masing-masing menurut jenisnya」 (Kej. 1:11-12, 21, 24, 25. Tidak tertulis secara ekspilit dalam ITB, namun dalam CUVT dan KJV 「after their kind」). Konsep yang tertanam mendalam di hati umat-Nya, kemudian konsep tidak diperbolehkan pencampuran jenis juga terdapat dalam hukum Taurat di Perjanjian Lama (Ul. 22:9-11).

Penglihatan empat binatang menyatakan kerajaan kejahatan akan sambung menyambung muncul di antara manusia, sampai pada akhir sejarah, saling bersambut gayung dengan mimpi Nebukadnezar (Daniel fasal 2). Binatang pertama seperti singa, memiliki sayap rajawali (Dan. 7:4); Nebukadnezar (kepala emas) yang di fasal dua, sering diumpamakan sebagai singa atau rajawali (Yer. 4:7, 49:19, 50:17; Rat. 4:19; Yeh. 17:3; Hab. 1:8). Sayap binatang kemudian dicabut, kemudian seperti manusia berdiri dengan dua kaki, juga mendapatkan hati manusia (Dan. 7:4), membuat orang tersambung dengan Nebukadnezar di fasal 4 yang berganti hati binatang, terus sampai mengalami pemahaman bahwa Yang Maha Tinggi yang berkuasa memegang kendali dalam kerajaan manusia.
Binatang kedua seperti beruang. Ada peneliti yang secara terpisah berpendapat, itu adalah simbol Media Persia atau Media, 「tiga tulang rusuk」 menyebabkan penjelasan yang berbeda-beda. 「Tiga」 dapat berarti tiga negara yang dikalahkan Media Persia, mungkin adalah angka perkiraan keseluruhan negara yang ditelan, juga mungkin adalah tiga negara sekutu Media.

Binatang ketiga seperti macan tutul, memiliki empat buah sayap, empat buah kepala. Binatang ini kecepatannya mencengangkan orang, mungkin sebagai simbol tentara Persia dengan cepat menaklukkan bangsa-bangsa. Empat kepala dapat mewakili empat raja Persia, juga mungkin adalah menubuatkan peristiwa kerajaan yang dipecah belah oleh empat jenderal setelah kematian di usia muda dari Alexander yang menyapu bangsa-bangsa timur.

Binatang keempat rupanya paling mengejutkan juga paling aneh (Dan. 7:7). Gigi besi, cakar tembaga yang menonjolkan kekejaman kebrutalannya, sepuluh tanduk simbol kesombongan dan kemuliaan diri, tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sangat menonjol kearoganan dan dominasinya. Dari penjelasan malaikat di belakangan (Dan. 7:23-27) dapat diketahui tanduk kecil adalah seorang raja yang menggenggam kuasa besar, selain menista Allah, juga menganiaya umat kudus.

Bersyukur mulai dari Dan. 7:9, panorama penglihatan berubah kepada pengadilan di Sorga. Keangkuhan binatang tidak ditemui lagi, titik berat berfokus pada Ia 「Yang Lanjut Usianya」 (lihat Maz. 9:8, 29:10, 90:2) dan diri 「seorang seperti anak manusia」. Dia duduk di takhta menjalankan penghakiman. Dalam kitab-kitab telah dicatat dosa keempat binatang dan tanduk kecil, binatang tidak dapat melarikan diri dari hadapan Dia dan penghakiman-Nya. Binatang keempat karena dibunuh disebabkan oleh tanduk kecil, dan kekuasaan tiga binatang yang lain-lain dirampas, tetap diperbolehkan bernyawa, 「sampai pada waktu dan saat yang ditentukan」 (Dan. 7:12) .

Renungkan: kerajaan jahat di antara manusia digambarkan dengan binatang buruk dan jahat, dan 「Seorang seperti anak manusia」 berkuasa dalam Kerajaan Allah. Pada akhirnya kuasa kejahatan tetap harus tunduk di hadapan Yang Lanjut Usianya. Kuasa kerajaan kejahatan sepertinya sesaat berada di atas angin, tetapi Allah memegang kendali tanpa pernah terputus. Allah sejak awal telah menentukan garis batas musuh boleh bergerak, begitu sampai waktunya, mereka harus menerima penghakiman dan penghukuman. Maka, yang termasuk sebagai umat Allah yang dalam aniaya jangan putus asa kehilangan tekat, dengan erat ingat mempertahankan kesetiaan kesucian, menolak bertekuk lutut terhadap dosa kejahatan. Kiranya kenyataan bahwa Allah memegang kendali, menjadi kita penghiburan dan pengharapan kita.

Daniel 6:19-28

「Mengatupkan Mulut Singa」

3 orang atau 1 orang, mereka sama-sama berani membayar harga yang berat untuk melakukan proklamasi iman atas pilihan diri sendiri.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 6:19-28 [ITB])
19Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa; 20dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu.
Berkatalah ia kepada Daniel: 「Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?」
21Lalu kata Daniel kepada raja: 「Ya raja, kekallah hidupmu! 22Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan.」
23Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya.
24Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka.
25Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya:
「Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! 26Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel,

sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya;
pemerintahan-Nya tidak akan binasa
dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir.
27Dia melepaskan dan menolong,
dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi,
Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa.」

28Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.

Ada peneliti Perjanjian Lama yang menunjukkan, dalam kebudayaan Timur Dekat Kuno, tidak jarang ditemui pelaksanaan 「Diadili dengan siksaan berat (Trial by ordeal)」 menguji orang terduga. Jika mampu tidak mati melewati air mendidih, api membara, serta media ujian lain-lain, terduga dapat dinyatakan bersih tidak bersalah. Dalam hukum Taurat umat Israel hanya ada satu buah「hukum kecemburuan」 (Bil. 5:11-31), dipakai untuk membuktikan istri apakah berbuat serong. Ritual tidak mengandung kekuatan hukum apapun, di baliknya adalah pelajaran teologis penuh keyakinan bahwa Allah Maha Tahu.

Pembelaan diri Daniel dalam lubang singa, dengan tepat menyatakan secara jelas hubungan sebab akibat ini: 「Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan」 (Daniel 6:22). Daniel terlepas dari mulut singa, cukup membuktikan bahwa hasil keputusan dari Allah adalah 「tidak bersalah」.

Utusan (malaikat) yang pernah bersama ketiga teman Daniel dalam perapian menyala-nyala (Dan. 3:25), dalam fasal enam muncul sekali lagi, melindungi Daniel terhindar cabikan singa. Pengalaman Daniel, telah membutikan perkataan raja yang dalam panik yang tidak sengaja dan yang ia sendiri juga tidak yakin: 「Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau」 (Daniel 6:16)

Kitab Daniel fasal enam dimulai dengan larangan Darius kepada rakyat untuk menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada dirinya. Tiba di akhir fasal enam, Darius menurunkan perintah kedua, yakni memerintahkan orang di seluruh negeri hendaknya takut dan gentar di hadapan Allah Daniel (Daniel 6:26)

Darius awalnya tidak mengenal Allah Daniel, kini dalam perintah menyebut Dia sebagai 「Allah yang hidup」 (Daniel 6:26), karena ia menemukan 「Allah」 ini tidak hanya sungguh-sungguh ada, Dia terlebih lagi ikut terlibat dalam dunia, dengan cara yang tidak terduga manusia menjalankan perlindungan dan penyelamatan bagi umat-Nya yang percaya dengan setia (Daniel 6:27). Bagi umat yang saat itu ditawan, mereka sekali lagi menyaksikan: tidak peduli berada dalam situasi yang sejelek dan jahat apapun, Allah tetap memegang kendali; Begitu Dia mengulurkan tangan-Nya, mampu mengubah keadaan. Ini adalah berita yang sedemikian memberikan semangat kepada orang!

Fasal enam diakhiri kalimat 「Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.」 (Daniel 6:28) sebagai penutup peristiwa ajaib di istana. Daniel dengan identitas tawanan masuk istana untuk pelatihan, mengalami pergantian dinasti, dan selama masa itu mengalami ujian iman yang berat sekali, ia tidak hanya dengan mudah dan langkah stabil mencapai kedudukan tinggi di istana bangsa asing, terlebih lagi dalam lingkungan agama asing dapat mempertahankan iman. Berkompromi untuk mencari keselamatan bukan cara menetapkan nasib, sebaliknya, hati yang setia dan bersandar kepada Allah justru adalah pilihan yang sepatunya dipertahankan dan dilakukan. Seumur hidup Daniel, tepat menjadi teladan bagi setiap orang yang memutuskan mengikuti Tuhan.

Renungkan: Kitab Daniel fasal tiga dan fasal enam memiliki sebuah persamaan. Tiga teman-teman menolak tunduk menyembah patung emas, Daniel bersikeras hormat dan menyembah Allah; mereka sama-sama harus membayar harga yang berat bagi pilihan iman mereka sendiri. Tiga orang dengan 「jikalaupun demikian」 dan 「jika seandainya tidak (jikalaupun tidak)」melakukan proklamasi iman; Daniel walaupun diam tidak bersuara, tekatnya tidak berbeda dengan tiga temannya. Saat mereka menolak tunduk, juga pada saat yang sama telah siap sedia membayar harga nyawa. Pengakuan iman tanpa suara yang menggentarkan hati.

Seandainya ada satu hari engkau dihadapkan pilihan iman yang terkait mati atau hidup, mana yang engkau akan pilih kompromi mengalah atau lebih baik mati tidak tunduk? Mungkin saat ini kita tidak dapat dan tidak berani membayangkannya, namun hendaknya mengetahui, tidak ada orang bisa menggantikan kita membuat keputusan, tepat seperti dahulu juga tidak ada orang yang mampu membuat keputusan bagi Daniel. Daniel telah memilih untuk mengesampingkan mati atau hidup bagi iman. Penulis surat Ibrani dari sudut iman menjelaskan kehidupan yang demikian: 「33yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa, 34 memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing.」 (Ibrani 11:33-34)

Berdiri dalam sejarah Perjanjian Lama, Daniel dalam kondisi belum sepenuhnya memahami rencana karya Penebusan Keselamatan dari Allah, telah menunjukkan teladan kehidupan iman yang setia bagi kita. Setelah sampai pada Perjanjian Baru, Anak Allah yang Tunggal Yesus Kristus datang ke dunia sebagai manusia, menderita, mati, bangkit, kembali ke Sorga sebagai Yang Maha Tinggi. Messias bukan merupakan pengharapan yang jauh tanpa titik terang, Dia telah sungguh-sungguh datang, juga akan datang lagi (Kis. 2:22-24). Ini adalah peristiwa dalam sejarah yang sungguh terjadi, terkait dengan iman para pengikut Tuhan, adalah sumber datangnya keberanian dan kekuatan. Mohon Tuhan membantu kita, tidak peduli situasi yang bagaimanapun, selalu berdiri dengan kokoh oleh karena iman.


Tambahan Penerjemah:

Sebagian orang menjual iman dan keselamatan diri sendiri bagi semangkuk kacang merah, jabatan, uang, atau kesempatan pendidikan. Demi menikmati dunia yang sementara ini membuang muka atas hasil Karya penderitaan Kristus di atas salib.

Mungkin tidak dengan cara ekstrim tetapi mungkin kita sudah melakukannya.

Daniel 6:10-18

「Seperti yang Biasa Dilakukannya」

Ia bisa bersembunyi ke tempat yang lain untuk berdoa, atau di dalam hati saja, bahkan sementara berhenti berdoa, bukankah itu penyelesaian sementara yang lebih menguntungkan, logis dan waras? Untuk apa ia lakukan?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 6:10-18 [ITB])
10Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.
11Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya.
12Kemudian mereka menghadap raja dan menanyakan kepadanya tentang larangan raja: “Bukankah tuanku mengeluarkan suatu larangan, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, akan dilemparkan ke dalam gua singa?” Jawab raja: “Perkara ini telah pasti menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali.”
13Lalu kata mereka kepada raja: “Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda, tidak mengindahkan tuanku, ya raja, dan tidak mengindahkan larangan yang tuanku keluarkan, tetapi tiga kali sehari ia mengucapkan doanya.”
14Setelah raja mendengar hal itu, maka sangat sedihlah ia, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel, bahkan sampai matahari masuk, ia masih berusaha untuk menolongnya.
15Lalu bergegas-gegaslah orang-orang itu menghadap raja serta berkata kepadanya: “Ketahuilah, ya raja, bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia tidak ada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja yang dapat diubah!”
16Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel: “Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!”
17Maka dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu, lalu raja mencap itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam hal Daniel tidak dibuat perubahan apa-apa.
18Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman itu; ia tidak menyuruh datang penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur.

Daniel setelah mendengar perintah raja, seperti biasa pulang rumah, sampai di kamar  loteng atas, menghadap ke arah Yerusalem berlutut berdoa mengucapkan syukur. Yerusalem adalah tempat Bait Suci berada. Bait Suci adalah sebagai tempat yang di janjikan di mana nama Allah akan tinggal di sana, di tengah-tengah tempat itu Dia mendengarkan doa umat-Nya (1 Raj. 8:29-30). Di zaman Daniel, Bait Suci telah dihancurkan, tetapi orang Yahudi yang ditawan belum lupa doa Solomon saat mempersembahkan Bait Suci: 「Apabila langit tertutup, sehingga tidak ada hujan, sebab mereka berdosa kepada-Mu, lalu mereka berdoa menghadap ke arah tempat ini (toward this place) dan mengakui nama-Mu dan mereka berbalik dari dosanya, sebab Engkau telah menindas mereka」(mengikuti KJV dan mayoritas terjemahan Inggris) (1 Raj. 8:35-36) (ITB menggunakan “berdoa di tempat ini”) . Berdoa memohon menghadap ke arah Yerusalem, adalah keyakinan pasti terhadap janji Allah, melalui cara ini mewakili pengharapan umat di dalam hati. Daniel tidak dikacaukan oleh adanya perintah raja tersebut, tetap seperti biasa satu hari tiga kali berdoa kepada Allah.

Masa berlaku perintah itu hanya 30 hari. Dalam masa tidak biasa ini, Daniel mengapa tidak bersembunyi ke tempat yang lain untuk berdoa, atau di dalam hati saja, bahkan sementara berhenti berdoa, sebagai penyelesaian sementara yang menguntungkan? Penulis Alkitab tidak menyebutkan reaksi dan pemikiran Daniel pada saat itu, hanya dengan singkat mencatat tindakannya: tidak dengan berkoar-koar menyiarkan dirinya melanggar larangan, namun juga tidak dengan kesengajaan harus menutup jendela, hanya seperti biasanya berdekatan dengan Allah. 「Seperti yang biasa dilakukannya」 adalah sebuah frasa yang menggambarkannya dengan ringan saja, namun kita tidak dapat bayangkan, pada saat itu di bawah tegangan yang berat sekali, memerlukan keberanian dan iman sebesar apa, bersiap sedia membayar harga yang seperti itu, baru mampu melakukan pilihan 「taat kepada Allah, bukan taat kepada manusia」? (Kis. 5:29) Tanpa diragukan, Daniel sejak awal telah melakukan persiapan yang baik, menyambut akibat apapun yang mungkin terjadi.

Tindakan Daniel, membuat ia jatuh tepat ke dalam pelukan para perancang yang ingin mencelakaan dia (Daniel 6:12, 15). Hanya raja yang 「sangat sedih」 (Daniel 6:14), karena berdasarkan hukum Media Persia, larangan itu pasti tidak boleh diubah, walaupun ia menyayangkan Daniel, juga menemukan dirinya sendiri diperalat, justru harus segera menjalankan penghukuman, melemparkan Daniel ke dalam lubang singa. Tetapi perebutan dalam istana ini, akan sekali lagi menonjol fokus utama kitab Daniel: tidak peduli apapun keadaannya, Allah tetap memegang kendali. Penulis Alkitab terlebih lagi melalui mulut Darius, membawakan sebuah berita penting: 「Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau」 (ITB) (Daniel 6:16)

Renungkan: Daniel menempati kedudukan tinggi, sepertinya lancar segala-galanya, tiba-tiba ditimpah bahaya krisis. Di balik sikap yang tidak panik walau keadaan berubah, adalah ketahanan menjaga iman dan keberanian yang datang dari atas. Rohani yang tahan uji, bukan hal satu malam, tetapi berasal dari Daniel pelatihan dalam doa hari demi hari. Saat ada di hadapan bahaya kesulitan, Daniel tidak hanya memiliki kekuatan terus berlanjut datang ke hadapan Tuhan untuk berdoa, terlebih lagi mampu dari dasar hati mengucapkan syukur. Orang senantiasa berdekatan dengan Allah, yakni adalah 「orang berhikmat」 dalam Perjanjian Lama; dengan cara setetes demi setetes membangun hubungan, makin mengenal Tuhan dan kehendak-Nya, juga dari antaranya belajar mengerti untuk bersandar (Daniel 6:23) dan mengucap syukur.

Saudara dan saudari, bagi engkau apakah datang ke hadapan Tuhan adalah kebiasaan engkau, atau sebuah hal yang sudah lama tidak dijumpai? Seandainya engkau sehari-hari biasa tidak membaca Alkitab, berdoa, bagaimana bisa membangun hubungan dengan-Nya? Begitu datang keadaan sulit dan bahaya krisis dalam kehidupan, juga dari mana datangnya iman dan keberanian untuk menghadapinya? Mohon Tuhan mengaruniakan kita sebuah hati yang rindu berdekatan dengan Dia, selalu datang ke hadapan Dia, membangun hubungan kasih yang kekal, mendalam.


Tambahan Penerjemah:

Jika engkau ada dalam keraguan iman atau dalam pergumulan, datanglah kepada-Nya setiap hari dalam doa dan saat teduh membaca Firman perkataan-Nya, itu adalah satu-satunya obat. Janganlah menjauh dari doa dan Firman karena itu yang akan membuat engkau menjauh dari-Nya, seperti bola salju yang makin mengelinding makin membesar.

Daniel 6:1-9

「Kerohanian yang Indah」

Relasi antara kerohanian yang indah dan talenta kemampuan?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 6:1-9 [ITB])
1Lalu berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan; 2membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan.
3Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.
4Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya. 5Maka berkatalah orang-orang itu: 「Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!」
6Kemudian bergegas-gegaslah para pejabat tinggi dan wakil raja itu menghadap raja serta berkata kepadanya: 「Ya raja Darius, kekallah hidup tuanku! 7Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa. 8Oleh sebab itu, ya raja, keluarkanlah larangan itu dan buatlah suatu surat perintah yang tidak dapat diubah, menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali.」 9Sebab itu raja Darius membuat surat perintah dengan larangan itu.

Memasuki kitab Daniel fasal enam, kita menemukan Daniel tetap berada di Babel, juga tetap menempati jabatannya di dalam istana; tempat masih sama hanya saja dinasti yang ada di sana sudah berbeda, Persia kerajaan telah menggantikan Babel. Belsyazar di akhir fasal lima terbunuh, kuasa kerajaan jatuh ke tangan dalam Darius orang Media (Daniel 5:30-31).

Di awal fasal enam sudah dibeberkan latar belakang saat itu: 「berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan」 (Daniel 6:1). Darius adalah nama wangsa kerajaan Persia (ada juga peneliti berpendapat adalah sebuah title), di antaranya yang agak terkenal adalah Darius I (tahun 522-486 Sebelum Masehi), dalam pemerintahannya ia membangun sebuah struktur pemerintahan, dua puluh orang wakil untuk mengurus seluruh kerajaan, membawakan masa keemasan Persia. Darius dalam kitab Daniel fasal enam ini adalah raja Babel, di atasnya dia adalah raja Persia Cyrus (Koresh) (Daniel 1:21; 6:28; 10:1). Darius menggunakan cara pengutusan kekuasaan dan strategi distributif, selain mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja mengurus seluruh negeri, juga telah mengangkat tiga pejabat tinggi (kepala) mengawasi pekerjaan para wakil raja (Daniel 6:2). Daniel sudah diangkat termasuk salah satu dari tiga pejabat tinggi (kepala), dan raja ingin mengangkat lebih tinggi posisi orang Yahudi ini yang saat itu telah lanjut usia.

Penulis Alkitab secara eksplisit mengatakan dengan jelas, kinerja Daniel yang menonjol adalah berasal dari kerohaniannya yang indah (roh yang luar biasa). Apakah kehidupan rohani dan talenta atau kemampuan kerja harus memiliki hubungan? Secara fenomena kita dapat tidak setuju. Kitab Daniel dalam bentuk sastra hikmat, sekali lagi menekankan orang berhikmat adalah hormat dan takut akan Allah, orang yang bersandar kepada Allah, karena Allah adalah sumber datangnya hikmat. Kehidupan Daniel tepat adalah sebuah teladan, ia memiliki hubungan yang intim tanpa celah dengan Allah, memiliki kerohanian yang indah, talenta dan kemampuannya adalah datang dari Allah.

Membawa identitas tawanan, dapat berkembang jaya di dalam istana, Daniel mendatangkan iri hati kebencian kepala pejabat tinggi, wakil-wakil raja yang lain. Kepala pejabat tinggi dan wakil-wakil raja bersekongkol menjatuhkan Daniel dari kedudukannya yang tinggi, namun menemukan ia dalam pekerjaan dan kehidupan sama sekali tidak ada yang tercela. Mereka hanya bisa menciptakan sebuah kesalahan khusus bagi diri Daniel. Memilih untuk turun tangan dari segi imannya, karena mereka dengan jelas tahu bahwa Daniel hormat dan takut akan Allah, melihat bahwa ia pasti lebih memilih untuk bersalah kepada raja juga tidak akan bersedia bersalah kepada Allah.

Darius juga tidak setia dan ikut berkonspirasi, menyetujui permintaan sekelompok kepala pejabat tinggi, wakil-wakil raja, memerintahkan larangan, bahkan 「dibubuhkan meterai (tanda tangan) … yang tidak dapat diubah, menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali」 (Daniel 6:8-9) (「dibubuhkan meterai (tanda tangan)」 dalam KJV dan CUVT tidak ada dalam ITB). Dibubuhkan meterai, juga membawakan maksud larangan ini memiliki kuasa secara hukum dan segera berlaku. Berdasarkan undang-undang orang Media dan Persia adalah tidak dapat diubah. (Daniel 6:12, 15; Ester 1:19; 8:8).

Renungkan: hikmat adalah berasal dari hormat dan takut akan Allah, ini adalah salah satu topik utama dari sastra hikmat. Penulis Alkitab dengan eksplisit menjelaskan bahwa kinerja menonjol dari Daniel di tempat pekerjaan dalam istana, ini adalah karena ia memiliki kerohanian yang indah. Memiliki talenta memiliki kekuatan sesunguhnya adalah hal yang baik, kinerja unggul dalam pekerjaan juga merupakan kesaksian yang baik, tidak bertentangan dengan kerohanian yang indah.

Ada yang berharga untuk diwaspadai adalah, mana yang merupakan titik berat kehidupan anda, kesuksessan atau kehidupan rohani? Hari ini demi mencari kesuksessan, apakah engkau lebih baik mengorbankan waktu berdekatan bersama Allah, menunda mengusahakan bertumbuh rohani? Sangat jelas tidak sulit dipahami, tetapi dalam kesibukan berjuang, justru mudah membuat kabur garis batas. Kiranya kita tidak melupakan 「Bertambah besar kesedihan orang-orang yang mengikuti allah lain.」 (Maz. 16:4)

Talenta dan kemampuan Daniel pasti adalah berasal dari Allah, kesetiaannya terhadap raja terlebih lagi adalah berasal dari kesetiaan hatinya terhadap Allah. 「Sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya」 (Daniel 6:4). Daniel memberikan hati yang setia 100% di tempat pekerjaan, teladannya menjadi target kita bertekun, tidak untuk mencari perkenan manusia, tetapi dengan jelas mengetahui kepada siapa dirinya melayani (Kol. 3:22-24 「Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia」) tidak peduli berada dalam keadaan apapun, hati yang setia serta hormat dan takut akan Allah, selamanya adalah kualitas yang dipertahankan dengan tekun oleh orang Kristen dalam kehidupan.

 

Daniel 5:13-31

「Senantiasa Hormat dan Takut」

Sikap seorang yang mendapat mandat dari Allah?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 5:13-31 [ITB])
13Lalu dibawalah Daniel menghadap raja. Bertanyalah raja kepada Daniel: 「Engkaukah Daniel itu, salah seorang buangan yang telah diangkut oleh raja, ayahku, dari tanah Yehuda? 14Telah kudengar tentang engkau, bahwa engkau penuh dengan roh para dewa, dan bahwa padamu terdapat kecerahan, akal budi dan hikmat yang luar biasa.
15Kepadaku telah dibawa orang-orang bijaksana, para ahli jampi, supaya mereka membaca tulisan ini dan memberitahukan maknanya kepadaku, tetapi mereka tidak sanggup mengatakan makna perkataan itu.
16Tetapi telah kudengar tentang engkau, bahwa engkau dapat memberikan makna dan dapat menguraikan kekusutan. Oleh sebab itu, jika engkau dapat membaca tulisan itu dan dapat memberitahukan maknanya kepadaku, maka kepadamu akan dikenakan pakaian dari kain ungu dan pada lehermu akan dikalungkan rantai emas, dan dalam kerajaan ini engkau akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga.」
17Kemudian Daniel menjawab raja: 「Tahanlah hadiah tuanku, berikanlah pemberian tuanku kepada orang lain! Namun demikian, aku akan membaca tulisan itu bagi raja dan memberitahukan maknanya kepada tuanku.」
18「Ya tuanku raja! Allah, Yang Mahatinggi, telah memberikan kekuasaan sebagai raja, kebesaran, kemuliaan dan keluhuran kepada Nebukadnezar, ayah tuanku. 19Dan oleh karena kebesaran yang telah diberikan-Nya kepadanya itu, maka takut dan gentarlah terhadap dia orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa; dibunuhnya siapa yang dikehendakinya dan dibiarkannya hidup siapa yang dikehendakinya, ditinggikannya siapa yang dikehendakinya dan direndahkannya siapa yang dikehendakinya.
20Tetapi ketika ia menjadi tinggi hati dan keras kepala, sehingga berlaku terlalu angkuh, maka ia dijatuhkan dari takhta kerajaannya dan kemuliaannya diambil dari padanya. 21Ia dihalau dari antara manusia dan hatinya menjadi sama seperti hati binatang, dan tempat tinggalnya ada di antara keledai hutan; kepadanya diberikan makanan rumput seperti kepada lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai ia mengakui, bahwa Allah, Yang Mahatinggi, berkuasa atas kerajaan manusia dan mengangkat siapa yang dikehendaki-Nya untuk kedudukan itu.」
22「Tetapi tuanku, Belsyazar, anaknya, tidak merendahkan diri, walaupun tuanku mengetahui semuanya ini. 23Tuanku meninggikan diri terhadap Yang Berkuasa di sorga: perkakas dari Bait-Nya dibawa orang kepada tuanku, lalu tuanku serta para pembesar tuanku, para isteri dan para gundik tuanku telah minum anggur dari perkakas itu; tuanku telah memuji-muji dewa-dewa dari perak dan emas, dari tembaga, besi, kayu dan batu, yang tidak dapat melihat atau mendengar atau mengetahui, dan tidak tuanku muliakan Allah, yang menggenggam nafas tuanku dan menentukan segala jalan tuanku. 24Sebab itu Ia menyuruh punggung tangan itu dan dituliskanlah tulisan ini.」
25Maka inilah tulisan yang tertulis itu: 『Mene, mene, tekel ufarsin.』
26Dan inilah makna perkataan itu:
「Mene: masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri;
27Tekel: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan;
28Peres: kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia.」
29Lalu atas titah Belsyazar dikenakanlah kepada Daniel pakaian dari kain ungu dan pada lehernya dikalungkan rantai emas, dan dimaklumkanlah tentang dia, bahwa di dalam kerajaan ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga.
30Pada malam itu juga terbunuhlah Belsyazar, raja orang Kasdim itu.
31Darius, orang Media, menerima pemerintahan ketika ia berumur enam puluh dua tahun.

Sampai fasal kelima, Daniel sekali lagi terlibat bahaya krisis di istana. Daniel adalah berdasarkan mandat Yang Mahatinggi menjelaskan dari mana datangnya jari-jari tangan dan arti tulisan, maka ia menolak hadiah Belsyazar (Daniel 5:17), tentu saja ia sejak awal telah paham apa yang dinamakan hadiahsekejap mata akan berubah sedikitpun tidak punya nilai harganya (Daniel 5:31).

Terdapat ciri spesial dari catatan dalam perikop ini, yakni sebelum Daniel menjelaskan huruf tulisan, lebih dahulu menegur Belsyazar. Salah satu tanggung jawab dari seorang nabi, adalah saat raja berbuat dosa, bersalah kepada Allah, hendak berdasarkan nama Tuhan memberikan teguran dan peringatan (lihat 1 Sam. 13; 1 Sam. 15; 2 Sam. 12; 1 Raj. 18; Yer 36). Daniel memakai Nebukadnezar sebagai contoh, langsung menunjuk dosa Belsyazar. Nebukadnezar jauh agung berwibawa dibandingkan Belsyazar, tetapi saat Allah menghadapi ia yang 「tinggi hati, keras kepala tidak menerima pendapat orang, perbuatannya penuh kesombongan」 (Daniel 5: 20), ia mengerti untuk merendahkan hati, akhirnya memahami 「Allah, Yang Mahatinggi, berkuasa atas kerajaan manusia dan mengangkat siapa yang dikehendaki-Nya untuk kedudukan itu」 (Daniel 5:21). Sedangkan Belsyazar yang jauh tidak bisa dibandingkan Nebukadnezar, justru tidak saja belum belajar dari pengalaman nenek moyangnya (Daniel 5: 22), ia bahkan melanggar penistaan yang lebih lagi serius: penajisan bejana-bejana Bait Suci, dipakai sebagai alat menyembah berhala (Daniel 5:23). Inilah penyebab munculnya jari-jari tangan yang mengumumkan penghukuman (Daniel 5:24).

「Mene, mene, tekel ufarsin」 adalah tiga kata benda dalam bahasa Aram. Kata「mene」diulang satu kali, memiliki makna penekanan. Ketiga kata benda adalah satuan uang, diterjemahkan secara langsung adalah 「mina, mina, syikal, separuh」 (berdasarkan teks sebelum dan sesudahnya kira-kira maksudnya adalah menunjuk setengah syikal). Hal yang paling istimewa, adalah Daniel menggunakan tiga kata benda dalam bentuk kata kerja pasif , maknanya berubah menjadi 「menghitung」 (jumlah kuantiti), 「menimbang」 (berat), dan「dipisahkan setengah」: 「Mene adalah masa pemerintahan engkau dihitung oleh Allah dan telah diakhiri. Syikal (tekel) adalah engkau ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan. Peres (sinonim ufarsin) adalah kerajaanmu dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia.」 (Daniel 5:26-28) (Perhatikan bahwa terjemahan ITB bernada lunak dengan penggunaaan kata “tuanku” sedangkan KJV serta mayoritas terjemahan Inggris, dan CUVT Mandarin semua menggunakan kata “engkau” sehingga nada teguran lebih keras. Namun kata “tuanku” juga mempunyai keunggulan mengingatkan siapa Tuan yang sebenarnya. Lihat juga renungan Daniel 3:16-18 juga terdapat kontras yang sama.)

Semua ada dalam pegangan kendali Allah. Babel pernah satu kali kerajaan kuat tanpa tanding di seluruh muka bumi, tetapi hanya terbatas dalam batasan waktu yang ditentukan Allah. Sudah tiba waktunya, dinasti raja harus berakhir selesai, digantikan oleh Persia dan Media. Tepat karena Media Persia mendapatkan kekuasaan, kemudian hari barulah ada perintah Cyrus (Koresh) (Ezra 1:1-4), yang mengijinkan umat Israel kembali pulang tanah air, membangun ulang Bait Suci. Allah berdasarkan kehendak-Nya memimpin sejarah bergerak maju. Berita ini sekali lagi membawakan penghiburan dan pengharapan bagi umat yang ditawan.

Pengalaman Nebukadnezar dan Belsyazar, dengan jelas menunjukkan bahwa Allah berdasarkan kehendak-Nya sendiri mengaruniakan kekuasaan kepada raja penguasa di atas bumi; dan pada saat yang sama, Allah meminta mereka menjalankan keadilan dan penuh kebenaran, belas kasihan (Daniel 4:27). Saat raja penguasa berjalan serong di jalan sendiri, Allah akan melalui mimpi, penglihatan berbagai penyataan, memberikan peringatan melalui hamba Allah yang setia. Sayang sekali, Nebukadnezar dan Belsyazar belum meletakkan perintah Allah di dalam mata, orang pertama memandang kejayaan Babel sebagai jasa dirinya sendiri (Daniel 4:30), orang kedua terlebih lagi angkuh sampai secara terbuka menista Allah (Daniel 5:1-4). Ujung fasal lima mencatat akhir dari Belsyazar: 「Pada malam itu juga terbunuhlah Belsyazar, raja orang Kasdim itu. Darius, orang Media, menerima pemerintahan ketika ia berumur enam puluh dua tahun」 (Daniel 5:30-31). Ini adalah akhir dari seorang penghina penistaan Allah dan penyembah berhala, juga menyambung seruan berita utama kitab Daniel: Yang Mahatinggi, berkuasa atas kerajaan manusia dan mengangkat siapa yang dikehendaki-Nya untuk kedudukan itu (Daniel 4:17, 25, 32; 5:21). Raja yang berkuasa di bawah langit (termasuk 「kepala emas」), pasti ada di bawah kedaulatan absolut Tuhan Allah, juga hanya dapat menuruti rencana-Nya dalam mengangkat dan menurunkan, memegang kuasa hanya dalam masa periode yang Dia tentukan.

Renungkan: angkuh, merasa diri istimewa, tidak hormat takut akan Allah, bukan merupakan hak patent orang yang diluar kepercayaan iman. Pada kenyataannya, orang Kristen sangat mudah terjerumus dalam dosa ini dan tidak menyadarinya. Dengan mulut menyebutkan Yesus sebagai Tuhan, berseru tinggi Allah memegang kendali, dalam tingkah laku justru memandang pikiran diri sendiri sebagai patokan, tidak pernah tunduk di dalam kedaulatan Allah; bergembira atas kesuksessan, merasa diri lebih saleh lebih giat lebih hebat dibandingkan orang percaya yang lain, lupa bahwa semua berkat dan hal yang baik adalah datang dari Allah (Maz. 16:2 “Engkaulah Tuhanku, semua yang baik milik ku tidak ada di luar Engkau!” CUVT). Mohon Tuhan membantu kita, senantiasa memiliki hati yang hormat dan gentar akan Dia, agar kita terhindar dari kesalahan tanpa disadari dalam perkataan, perbuatan, atau pikiran memandang rendah Tuhan, kehilangan hormat dan gentar yang sepatutnya harus ada terhadap Dia (lihat Mat. 21:13; 1 Kor. 10:21-24; 11:17-18, 27-29; Kis. 5:1-5).


Tambahan Penerjemah:

Pengalaman Nebukadnezar dan Belsyazar bukan hanya pelajaran bagi orang yang menjadi pemimpin, tetapi bagi siapapun. Karena setiap orang adalah hamba dari Allah dalam bidang pekerjaan masing-masing.

Daniel 5:1-12

「Ada Terang dalam Hati」

Kontras karakter rohani Daniel dengan Belsyazar.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 5:1-12 [ITB])
1Raja Belsyazar mengadakan perjamuan yang besar untuk para pembesarnya, seribu orang jumlahnya; dan di hadapan seribu orang itu ia minum-minum anggur. 2Dalam kemabukan anggur, Belsyazar menitahkan orang membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar, ayahnya, dari dalam Bait Suci di Yerusalem, supaya raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu.
3Kemudian dibawalah perkakas dari emas dan perak itu, yang diambil dari dalam Bait Suci, Rumah Allah di Yerusalem, lalu raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu; 4mereka minum anggur dan memuji-muji dewa-dewa dari emas dan perak, tembaga, besi, kayu dan batu.
5Pada waktu itu juga tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian, dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu. 6Lalu raja menjadi pucat, dan pikiran-pikirannya menggelisahkan dia; sendi-sendi pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukan.
7Kemudian berserulah raja dengan keras, supaya para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum dibawa menghadap. Berkatalah raja kepada para orang bijaksana di Babel itu: “Setiap orang yang dapat membaca tulisan ini dan dapat memberitahukan maknanya kepadaku, kepadanya akan dikenakan pakaian dari kain ungu, dan lehernya akan dikalungkan rantai emas, dan di dalam kerajaanku ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga.”
8Tetapi semua orang bijaksana dari raja, yang telah datang menghadap, tidak sanggup membaca tulisan itu dan tidak sanggup memberitahukan maknanya kepada raja. 9Sesudah itu sangatlah cemas hati raja Belsyazar dan ia menjadi pucat; juga para pembesarnya terperanjat.
10Karena perkataan raja dan para pembesarnya itu masuklah permaisuri ke dalam ruang perjamuan; berkatalah ia: “Ya raja, kekallah hidup tuanku! Janganlah pikiran-pikiran tuanku menggelisahkan tuanku dan janganlah menjadi pucat; 11sebab dalam kerajaan tuanku ada seorang yang penuh dengan roh para dewa yang kudus! Dalam zaman ayah tuanku ada terdapat pada orang itu kecerahan, akal budi dan hikmat yang seperti hikmat para dewa. Ia telah diangkat oleh raja Nebukadnezar, ayah tuanku menjadi kepala orang-orang berilmu, para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum, 12karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan, yakni pada Daniel yang dinamai Beltsazar oleh raja. Baiklah sekarang Daniel dipanggil dan ia akan memberitahukan maknanya!”

Kitab Daniel fasal lima membawakan suatu perasaan familiar kepada pembaca. Walaupun latar belakang, tokoh tidak sama, namun terdapat tidak sedikit kemiripan skenario dan plot dengan fasal dua dan fasal empat. Misalnya, saat raja mendapatkan hal yang membingungkan sulit dipecahkan, sama-sama terburu-buru memanggil semua orang bijaksana di istana namun tidak mendapatkan apa yang dihendaki, paling akhir hanya Daniel yang mampu menjelaskan makna di balik mimpi atau penglihatan. Walaupun demikian, fasal lima tetap memiliki perbedaan. Pertama, sikap Daniel terhadap Nebukadnezar sangat berbeda terhadap Belsyazar; terhadap orang yang pertama, dari awal sampai akhir Daniel menyatakan rasa hormat, ada rasa mengkuatirkan, tetapi terhadap yang kemudian justru sama sekali tidak pernah menyatakan sedikitpun simpati. Kedua, Nebukadnezar dan Belsyazar sama-sama bersalah angkuh merasa diri tinggi, jawaban dua orang terhadap apa yang disingkapkan justru memiliki perbedaan besar; Nebukadnezar telah mendapatkan pelajaran dari kegagalan, memuji Yang Maha Tinggi setelah sembuh dari penyakit, dapat kembali ke takhta raja (fasal empat), namun bagi Belsyazar bahkan tidak ada kesempatan bertobat.

Kitab Daniel tidak menjelaskan kapan Nebukadnezar turun takhta atau meninggal, Belsyazar tiba-tiba muncul dalam fasal lima. Melalui karya tulis diluar Alkitab juga tidak dapat ditemukan nama raja Belsyazar. Menurut catatan sejarah, Nebukadnezar meninggal tahun 562 S.M, anak laki-lakinya Ewil-Merodakh (562-560 S.M, lihat 2 Raj. 25:27) melanjutkan takhta, tidak lama kemudian dibunuh. Dilanjutkan oleh Neriglissar (560-556 S.M) dan Labashi-Marduk, bertakhta tidak lama, paling akhir digulingkan oleh Nabonidus; yang merupakan raja Babel paling akhir, bertakhta sampai Persia raja Cyrus (Koresh) menyerang Babel (539 S.M). Belsyazar sebenarnya adalah anak laki-laki Nabonidus, ia mewakili ayahnya yang melarikan diri ke tanah Tema selama 10 tahun karena bersalah kepada imam Merodakh.

Di awal fasal lima, dicatat Belsyazar mengadakan perjamuan besar untuk para pembesarnya, seribu orang, terlihat seperti sebuah pesta perayaan yang gembira, sebenarnya saat itu tentara besar Persia telah sampai di dekat kota, di akhir fasal lima disebutkan bahwa Darius orang Media mengalahkan negeri Kasdim (Daniel 5:30).
Tentara musuh telah mencabut pedang dan menarik busur panah, kesulitan besar sudah datang. Tidak diketahui apakah ini adalah untuk mengumpulkan nyali, menenangkan hati orang, atau apakah melarikan diri dari kenyataan.

Berdasarkan catatan karya tulis di luar Alkitab, kejatuhan Babel adalah pada tahun 539 S.M. bulan 10 tanggal 12, beberapa hari sebelumnya, raja Persia Cyrus (Koresh) menyerang kalah Nabonidus dan tentaranya di Sippar yang tidak jauh dari Babel; dan pertempuran paling akhir adalah serangan tiba-tiba dari pihak musuh, merupakan latar belakang dari perjamuan malam ini. Belsyazar masih memiliki minat minum sepuasnya bersama kelompok pejabat.

Tetapi yang paling membuat orang terdiam tidak bisa berkata-kata, Belsyazar 「memerintahkan orang membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar, ayahnya (nenek moyangnya), dari dalam Bait Suci di Yerusalem, supaya raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu」 (Daniel 5:2, lihat Dan. 1:2). Memakai perkakas ibadah bangsa lain untuk minum anggur, menyatakan memandang rendah bahkan penistaan terhadap agama bangsa tersebut, walaupun Nebukadnezar angkuh juga tidak melakukan perbuatan seperti ini. Belsyazar tidak hanya memakai perkakas Bait Suci minum anggur, lebih lagi melakukan penghormatan (toast) minum anggur terhadap berhala buatan tangan manusia (Daniel 5:4). Penistaan Belsyazar tidak hanya terhadap perkakas Bait Suci, lebih lagi adalah TUHAN Yang Maha Tinggi.

Dalam keramaian minum, tiba-tiba muncul jari-jari tangan, menulis di tembok. Perjanjian Lama sering memakai 「jari-jari tangan」 menggambarkan perbuatan Allah (lihat Kel.7:19, 31:18; Maz. 8:3). Belsyazar samar-samar merasa ini adalah tanda buruk (Daniel 5:5-6), maka kaget dan menjadi pucat. Mirip keadaan fasal dua dan empat, di bawah janji「hadiah besar」 tetap tidak ada orang mampu menguakkan teka-teki tulisan di tembok (Daniel 5:7-8). Secara logika, tulisan di tembok ditulis dengan bahasa Aram yang pada saat itu umum dipakai, orang-orang berilmu sepatutnya bisa dengan mudah membaca dan menjelaskan, namun kenyataan tidak demikian. Melalui pengalaman fasal dua dan empat, pembaca mengerti bahwa penyataan dari Allah hanya mampu dikuakkan oleh hamba Allah.

Raja Belsyazar lahir lebih kemudian, tidak mengenal hamba Allah Daniel. Pada akhirnya adalah seorang tokoh yang sebenarnya tidak berada dalam pesta — pemaisuri (seharusnya adalah istri Nabonidus, yakni ibu dari Belsyazar) yang memperkenalkan Daniel kepada Belsyazar. Patut diperhatikan adalah kalimat perkenalan pemaisuri atas Daniel, yang menunjukkan ciri khas dari iman Daniel, juga hubungannya dengan Nebukadnezar: 「dalam kerajaan tuanku ada seorang yang penuh dengan roh para dewa yang kudus! Dalam zaman ayah tuanku ada terdapat pada orang itu kecerahan, akal budi dan hikmat yang seperti hikmat para dewa. Ia telah diangkat oleh raja Nebukadnezar, ayah tuanku menjadi kepala orang-orang berilmu, para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum, karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan, yakni pada Daniel yang dinamai Beltsazar oleh raja. Baiklah sekarang Daniel dipanggil dan ia akan memberitahukan maknanya!」 (Daniel 5:11-12) (Bandingkan karakter iman Daniel seperti yang disebutkan oleh pemaisuri dengan Belsyazar yang dalam kekelaman, penuh pengabaian)

Renungkan: sampai fasal lima kitab Daniel, tetap saling bersambut dengan topik utama keseluruhan kitab: tidak peduli bagaimanapun keadaan, bahkan pemegang takhta yang tidak mengenal, tidak hormat dan tidak menyembah TUHAN, semua tidak dapat mengubah kenyataan adalah Allah yang berkuasa: Dia memegang kendali di Sorga, juga memegang kendali dalam kerajaan di antara manusia; Dia hendak mengaruniakan kerajaan kepada siapa maka dikaruniakan kepada siapa, kapanpun sewaktu-waktu membuat rendah yang bertindak dengan angkuh; Dia menjaga jalannya dunia, juga memimpin arah gerak sejarah.

Sebagai orang Kristen, saat menghadapi kuasa kerajaan yang penuh tidak adil dan perlakuan curang, apakah engkau selalu berharap, mengetahui Allah tetap memegang kendali? Dalam zaman yang tidak mengenal Allah, dalam pandangan mata orang yang belum percaya Kristus, apakah engkau seorang yang memiliki Roh yang kudus di dalam dirimu, terang di dalam hati, memiliki hikmat sorgawi, kerohanian yang indah?

Daniel 4:28-37

「Kecongkakan Mendahului Kehancuran, Tinggi hati Mendahului Kejatuhan」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 4:28-37 [ITB])
28Semuanya itu terjadi atas raja Nebukadnezar;
29sebab setelah lewat dua belas bulan, ketika ia sedang berjalan-jalan di atas istana raja di Babel, 30berkatalah raja: 「Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?」
31Raja belum habis bicara, ketika suatu suara terdengar dari langit: 「Kepadamu dinyatakan, ya raja Nebukadnezar, bahwa kerajaan telah beralih dari padamu; 32engkau akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggalmu akan ada di antara binatang-binatang di padang; kepadamu akan diberikan makanan rumput seperti kepada lembu; dan demikianlah akan berlaku atasmu sampai tujuh masa berlalu, hingga engkau mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya!」
33Pada saat itu juga terlaksanalah perkataan itu atas Nebukadnezar, dan ia dihalau dari antara manusia dan makan rumput seperti lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai rambutnya menjadi panjang seperti bulu burung rajawali dan kukunya seperti kuku burung.
34Tetapi setelah lewat waktu yang ditentukan, aku, Nebukadnezar, menengadah ke langit, dan akal budiku kembali lagi kepadaku. Lalu aku memuji Yang Mahatinggi dan membesarkan dan memuliakan

Yang Hidup kekal itu,
karena kekuasaan-Nya ialah kekuasaan yang kekal
dan kerajaan-Nya turun-temurun.
35Semua penduduk bumi dianggap remeh;
Ia berbuat menurut kehendak-Nya
terhadap bala tentara langit dan penduduk bumi;
dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak tangan-Nya
dengan berkata kepada-Nya: 「Apa yang Kaubuat?」

36Pada waktu akal budiku kembali kepadaku, kembalilah juga kepadaku kebesaran dan kemuliaanku untuk kemasyhuran kerajaanku. Para menteriku dan para pembesarku menjemput aku lagi; aku dikembalikan kepada kerajaanku, bahkan kemuliaan yang lebih besar dari dahulu diberikan kepadaku.
37Jadi sekarang aku, Nebukadnezar, memuji, meninggikan dan memuliakan Raja Sorga, yang segala perbuatan-Nya adalah benar dan jalan-jalan-Nya adalah adil, dan yang sanggup merendahkan mereka yang berlaku congkak.

Setelah Nebukadnezar mendapatkan mimpi, Daniel mengingatkan dia agar menerima nasehatnya sebagai bawahan kepada atasan, dengan melakukan keadilan melepaskan diri dari pada dosa, dan dari pada kesalahan dengan menunjukkan belas kasihan terhadap orang yang tertindas (Dan. 4:27). Dapat dilihat TUHAN walaupun mengeluarkan peringatan keras terhadap Nebukadnezar, justru di saat yang sama memberikan kesempatan bertobat. Tetapi penulis kitab selanjutnya dengan satu kalimat singkat mencatat hasilnya: 「Semuanya itu terjadi atas raja Nebukadnezar」 (Dan. 4:28). Dari penjelasan mimpi sampai digenapinya mimpi, terdapat jedah waktu 12 bulan. Nebukadnezar jika bersungguh hati secara tulus bertobat, pasti memiliki waktu yang cukup, Sayang sekali ia tidak ada mencintai kesempatan yang Allah berikan.

Berdasarkan penemuan arkeologi dan beberapa karya tulis zaman kuno, kota Babel adalah seuah ibukota yang sangat sangat megah besar. Tembok kota memanjang 8000 meter lebih, bagian atas tembok dapat dilalui 4 kereta; Taman Gantung yang termasuk sebagai salah satu pemandangan ajaib dunia. Saat Nebukadnezar di atas istana raja melihat semua ini, bergembira, lupa bahwa kuasa dan kekuatannya adalah karunia dari Yang Maha Tinggi, lebih lagi tidak mempedulikan peringatan yang datang dari atas, membanggakan diri mampu dengan kekuatan kuasa membangun kota, semua kemuliaan dikembalikan kepada diri sendiri (Dan. 4:30). Ia sama sekali tidak menduga bahwa suara perkataannya belum hilang, penghakiman sudah datang segera. Perikop menyebutkan Nebukadnezar dalam sekejap mata berubah dari raja penguasa yang paling tinggi di bawah langit, menjadi seperti seekor binatang yang berkeliaran, dan mengalaminya selama 7 masa. Ada peneliti memperkirakan ini adalah semacam fenomena kekacauan psikologis, yang disebut sebagai 「Therianthropy」 atau 「Lycanthropy」, pengidapnya akan berhalusinasi, merasa dirinya adalah binatang, tingkah laku dan kehidupan meniru binatang.

Dalam karya tulis sejarah Babel tidak dapat ditemukan catatan terkait Nebukadnezar mengidap penyakit ini. Salah satu penyebabnya adalah Babel karya tulis berfokus mencatat 13 tahun masa awal Nebukadnezar memerintah, hal-hal yang kemudian sangat jarang disebutkan; kemungkinan yang lain adalah Nebukadnezar tidak mau peristiwa ini dicatat (tepat seperti karya tulis Mesir tidak menyebutkan peristiwa orang Israel keluar dari Mesir). Tidak peduli bagaimanapun, Nebukadnezar pernah satu kali mengidap penyakit ini dan mundur dari takhta, memang benar-benar dicatat dalam Kitab Daniel.

Mencatat sampai di sini, kitab Daniel 4:34-37 kembali ke bentuk surat perintah (atau surat pengumuman). 7 masa yang ditentukan Allah sudah selesai (Dan. 4:25), Nebukadnezar menengadah ke langit (Dan. 4:34). Ini bukan tindakan melihat ke atas yang tanpa disadari, tetapi mengenal Allah yang melampaui (supra), mengakui dirinya sendiri adalah nihil di hadapan Allah (Dan. 4:35). Memahami hal ini, Nebukadnezar akhirnya kembali normal kesadarannya, ia segera memuji Yang Maha Tinggi ini. Pujian Nebukadnezar (Dan. 4:34-35, 37) memiliki beberapa titik berat:

  1. Allah adalah Mahatinggi, Tuhan Yang Hidup kekal (Dan. 4:34)
  2. Allah adalah Penguasa yang sebenarnya (Dan. 4:34)
  3. Allah adalah Tuhan yang bertindak menurut kehendak-Nya sendiri, tidak ada orang mampu menghalangi tangan-Nya (Dan. 4:35)
  4. Allah yang segala perbuatan-Nya adalah benar dan jalan-jalan-Nya adalah adil (Dan. 4:37)
  5. Allah yang sanggup merendahkan mereka yang congkak (Dan. 4:37)

Setelah memahami Allah adalah besar dan mulia (Dan. 4:36) , Nebukadnezar tidak hanya kesadarannya kembali normal, juga kembali duduk di takhta raja. Surat pengumuman ditutup dengan pujian Nebukadnezar terhadap Yang Maha Tinggi.

Renungkan: Wibawa dan kuasa Nebukadnezar pada dunia saat itu sepertinya tidak ada tandingannya, tetapi kenyataan adalah 「Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya」 (Dan. 4:17, 25). Allah adalah Yang berkuasa, Dia mampu memakai orang siapapun untuk menggenapkan kehendak-Nya sendiri. Pada kenyataannya, Kitab Daniel dari sejak awal melalui peristiwa yang berbeda-beda membawakan pusat berita ini: adalah Allah yang membuat Nebukadnezar menang atas Yerusalem dan mengambil pergi perkakas-perkakas Bait Suci (Daniel 1:1-2); adalah Allah yang melalui mimpi memberi penyataan kepada Nebukadnezar, dan melalui hamba-Nya menjelaskan makna mimpi (Daniel fasal 2, 4); adalah Allah sendiri yang melindungi umat-Nya yang setia, dalam keadaan di bawah aniaya sama sekali tidak terluka (Daniel fasal 3); adalah Allah yang mengaruniakan negeri kepada Nebukadnezar. Tetapi saat Nebukadnezar menyombongkan diri merasa diri besar, melakukan berbagai ketidak-adilan, Allah menurunkan dia dari takhta raja: 「 yang sanggup merendahkan mereka yang berlaku congkak」 (Dan. 4:37)

“ Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing” (Rom. 12:3), saat seseorang melihat melampaui apa yang sepatutnya bagi dirinya sendiri, tanpa diragukan adalah mengijinkan diri terjerumus ke dalam sebuah bahaya krisis yang sangat besar. Di dalam Alkitab banyak tercatat contoh orang yang jatuh tersandung karena angkuh (lihat Kej. Fasal 3, 11). (Sesuai judul hari ini 「Kecongkakan Mendahului Kehancuran, Tinggi hati Mendahului Kejatuhan」)

Saudara dan saudari, kita harus waspada bertahan atas kemuliaan duniawi kosong yang berasal dari kuasa, harta, juga lebih lagi waspada keangkuhan rohani. Jika engkau memiliki berbagai kaarunia, pelayanan berbuah banyak, jangan lupa ini semua adalah datang dari karunia Allah, memahami 「Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga」 (Maz. 127:1)

Mohon Tuhan membantu kita, tidak peduli apakah berada di kedudukan tinggi atau tidak, memahami bahwa diri kita menempati tempat dan aturan yang diberikan Allah; agar kita selalu dengan hati Kristus Yesus sebagai hati kita, membuang pemusatan diri sendiri, berrendah hati, taat, dan bertekun menyelesaikan tugas dari Allah.

Daniel 4:10-27

「Yang Maha Tinggi Berkuasa dalam Kerajaan Manusia」

?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 4:10-27 [ITB])
10Adapun penglihatan yang kudapat di tempat tidurku itu, demikian:
「di tengah-tengah bumi ada sebatang pohon yang sangat tinggi; 11pohon itu bertambah besar dan kuat, tingginya sampai ke langit, dan dapat dilihat sampai ke ujung seluruh bumi. 12Daun-daunnya indah, buahnya berlimpah-limpah, padanya ada makanan bagi semua yang hidup; di bawahnya binatang-binatang di padang mencari tempat bernaung dan di dahan-dahannya bersarang burung-burung di udara, dan segala makhluk mendapat makanan dari padanya.」
13Kemudian dalam penglihatan yang kudapat di tempat tidurku itu tampak seorang penjaga, seorang kudus, turun dari langit; 14ia berseru dengan nyaring, demikian katanya: 『Tebanglah pohon itu dan potonglah dahan-dahannya, gugurkanlah daun-daunnya dan hamburkanlah buah-buahnya! Biarlah binatang-binatang lari dari bawahnya dan burung-burung dari dahan-dahannya! 15Tetapi biarkanlah tunggulnya tinggal di dalam tanah, terikat dengan rantai dari besi dan tembaga, di rumput muda di padang; biarlah ia dibasahi dengan embun dari langit dan bersama-sama dengan binatang-binatang mendapat bagiannya dari rumput di bumi! 16Biarlah hati manusianya berubah dan diberikan kepadanya hati binatang. Demikianlah berlaku atasnya sampai tujuh masa berlalu. 17Titah ini adalah menurut putusan para penjaga dan hal ini menurut perkataan orang-orang kudus, supaya orang-orang yang hidup tahu, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, bahkan orang yang paling kecil sekalipun dapat diangkat-Nya untuk kedudukan itu.』
18 「Itulah mimpi yang telah kudapat, aku, raja Nebukadnezar; sekarang engkau, Beltsazar, katakanlah kepadaku maknanya, sebab semua orang bijaksana dari kerajaanku tidak dapat memberitahukan maknanya kepadaku; tetapi engkaulah yang sanggup, karena engkau penuh dengan roh para dewa yang kudus!」
19Lalu berdirilah Daniel yang namanya Beltsazar, tercengang beberapa saat, pikiran-pikirannya menggelisahkan dia. Berkatalah raja: 「Beltsazar, janganlah mimpi dan maknanya itu menggelisahkan engkau!」 Beltsazar menjawab: 「Tuanku, biarlah mimpi itu tertimpa atas musuh tuanku dan maknanya atas seteru tuanku!
20Pohon yang tuanku lihat itu, yang bertambah besar dan kuat, yang tingginya sampai ke langit dan yang terlihat sampai ke seluruh bumi, 21yang daun-daunnya indah dan buahnya berlimpah-limpah dan padanya ada makanan bagi semua yang hidup, yang di bawahnya ada binatang-binatang di padang dan di dahan-dahannya bersarang burung-burung di udara — 22 tuankulah itu, ya raja, tuanku yang telah bertambah besar dan kuat, yang kebesarannya bertambah sampai ke langit, dan yang kekuasaannya sampai ke ujung bumi!」
23Tentang yang tuanku raja lihat, yakni seorang penjaga, seorang kudus, yang turun dari langit, sambil berkata: 『Tebanglah pohon ini dan binasakanlah dia, tetapi biarkanlah tunggulnya ada di dalam tanah, terikat dengan rantai dari besi dan tembaga, di rumput muda di padang, dan biarlah ia dibasahi dengan embun dari langit dan mendapat bagiannya bersama-sama dengan binatang-binatang di padang, hingga sudah berlaku yang demikian atasnya sampai tujuh masa berlalu–』
24inilah maknanya, ya raja, dan inilah putusan Yang Mahatinggi mengenai tuanku raja:
25「tuanku akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggal tuanku akan ada di antara binatang-binatang di padang; kepada tuanku akan diberikan makanan rumput, seperti kepada lembu, dan tuanku akan dibasahi dengan embun dari langit; dan demikianlah akan berlaku atas tuanku sampai tujuh masa berlalu, hingga tuanku mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
26Yang dikatakan tentang membiarkan tunggul pohon itu, berarti: kerajaan tuanku akan kembali tuanku pegang segera sesudah tuanku mengakui, bahwa Sorgalah yang mempunyai kekuasaan.」
27Jadi, ya raja, biarlah nasihatku berkenan pada hati tuanku: 「lepaskanlah diri tuanku dari pada dosa dengan melakukan keadilan, dan dari pada kesalahan dengan menunjukkan belas kasihan terhadap orang yang tertindas; dengan demikian kebahagiaan tuanku akan dilanjutkan!」

Nebukadnezar bermimpi melihat 「di tengah-tengah bumi」 ada sebatang pohon. Pohon ini tinggi sampai ke langit, besar tidak terbatas, adalah simbol subur kaya berlipat ganda; daun-daunnya indah hijau, buahnya berlimpah-limpah, adalah tempat bernaung bagi berbagai macam binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, sumber makanan. Dalam karya sastra daerah Timur Dekat zaman Kuno tidak sulit ditemukan yang memakai 「pohon」 sebagai simbol penggambaran atas raja penguasa, dalam Alkitab juga terdapat cara penulisan yang serupa (lihat Yeh. 17:1-10; 31:3-14). 「Pohon」 sebagai simbol peraturan dunia yang kudus; raja penguasa mewakili peraturan umat manusia, karena raja penguasa sebagai simbol orang yang sempurna, mencerminkan gambar Allah. Kerajaan Babel pada saat itu dipandang sebagai pusat dunia, juga adalah negara yang paling kuat saat itu di daerah Timur Tengah; Nebukadnezar lebih lagi memandang diri sebagai orang yang sempurna, berkuasa di bawah langit.

Penjaga kudus yang muncul dalam mimpi adalah 「utusan Allah」 (Daniel 4:13). Penjaga memproklamasikan hendak menghancurkan pohon besar ini, hanya sisa tunggulnya, diikat dengan rantai dari besi dan tembaga. Pohon walaupun ditebang, justru tidak sampai mati (karena tunggulnya dibiarkan tetap ada, tidak melukai akar pohon); rantai dari besi dan tembaga mengikat tunggulnya, memiliki fungsi melindungi (ada peneliti berpendapat titik beratnya adalah pada perihal 「mengikat」, tetapi berdasarkan konteks, sepertinya adalah menekankan 「perlindungan」).

Pengelihatan dalam mimpi tiba-tiba berubah, pohon menjadi binatang, makan rumput minum embun (Dan. 4:15). Penjaga selanjutnya memproklamasikan beberapa titik berat (Daniel 4:16-17):

  1. Hati manusianya berubah dan diberikan kepadanya hati binatang:
    Filsuf Tiongkok Mencius berpendapat manusia berbeda tipis dari binatang, perbedaannya adalah pada 「hati kebajikan dan keadilan」 . Namun dilihat dari penyataan yang diberikan Alkitab, manusia dan hewan lebih lagi memiliki perbedaan secara esensi. Apa yang dimaksudkan disini dengan 「hati binatang」 sangat mungkin adalah semacam fenomena kekacauan psikologi.
  2. Melintas tujuh masa:
    berdasarkan sastra bersifat khusus sastra apokaliptik, sepatutnya memandangnya sebagai satu periode yang sudah ditentukan.
  3. Yang Maha Tinggi berkuasa:
    Proklamasi dari penjaga, menjadi titik berat dan penutup mimpi ini: 「supaya orang-orang yang hidup tahu, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, bahkan orang yang paling kecil sekalipun dapat diangkat-Nya untuk kedudukan itu.」 (Daniel 4:17) ini tepat adalah inti keseluruhan kitab Daniel.

Kitab Daniel 4:19-33, dituliskan memakai kata panggil orang ketiga. Daniel telah menerima penyataan yang datang dari atas, menjelaskan Nebukadnezar adalah pusat dari kerajaan Babel, seluruh rakyat negeri itu mendapatkan perteduhan dari dia. Tetapi Nebukadnezar akan tumbang, hatinya akan digantikan hati hewan. Kehendak Yang Maha Tinggi terhadap Nebukadnezar bukan menggunting habis musnah, tetapi adalah menunggu ia 「mengetahui Sorgalah yang mempunyai kekuasaan (yakni Yang Maha Tinggi)」, kerajaan akan tetap akan kembali ia pegang.

Ini adalah sebuah berita penghakiman, saat yang sama juga bersyarat: asal Nebukadnezar mau mendengakan nasehat: 「 lepaskanlah diri tuanku dari pada dosa dengan melakukan keadilan, dan dari pada kesalahan dengan menunjukkan belas kasihan terhadap orang yang tertindas; dengan demikian kebahagiaan tuanku akan dilanjutkan!」 (ITB gunakan kata「Kebahagiaan」, KJV dan CUVT gunakan kata「tranquillity「 / peace and quiet / ketentraman」) (Daniel 4:27). Asalkan raja menjalankan keadilan penuh kebenaran, berbelas kasihan, memiliki kerendahan hati di hadapan Yang Maha Tinggi, maka punya kesempatan menikmati ketentraman (lihat Mikha 6:8 「Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?」)

Renungkan: mimpi Nebukadnezar, adalah sebuah peringatan yang keras dari Allah terhadap dia sebagai raja penguasa Babel. Walaupun Nebukadnezar menggenggam kekuasaan, tetapi ia tidak sepatutnya melupakan siapa sebenarnya yang berkuasa, adalah seturut kehendak siapa yang memilih orang menempati kedudukan tinggi ini (Daniel 4:25). Mimpi ini hendak mengingatkan Nebukadnezar, harus dengan kerendahan hati dan ketaatan kepada Dia Yang Maha Tinggi yang berkuasa, juga waspada menjaga kewajiban diri sebagai raja.

Hari ini kita walaupun bukan sebagai raja sebuah negara, namun masing-masing memiliki identitas di dunia ini yang Allah berikan kepada kita, kuasa dan tanggung jawab. Apakah engkau dengan jelas yakin bahwa semua ini adalah berasal dari karunia pemberian Allah, dan bukan merupakan kemampuan diri? Apakah engkau juga berusaha sekuat tenaga, menjalankan keadilan, penuh kebenaran, berbelas-kasihan, memiliki kerendahan hati berjalan bersama Allahmu? Jika dahulu ada kekurangan, mohon Tuhan tetap mengaruniakan kesempatan, agar kita bertobat dan berbalik kembali.

Daniel 4:1-9

「Penuh Roh yang Kudus」

Nebukadnezar tidak belajar dari pengalaman yang lalu?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 4:1-9 [ITB])
1Dari raja Nebukadnezar kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang diam di seluruh bumi: 「Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu!
2Aku berkenan memaklumkan tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang telah dilakukan Allah yang maha tinggi kepadaku.
3Betapa besarnya tanda-tanda-Nya dan
betapa hebatnya mujizat-mujizat-Nya!
Kerajaan-Nya adalah kerajaan yang kekal dan
pemerintahan-Nya turun-temurun!」
4「Aku, Nebukadnezar, diam dalam rumahku dengan tenang dan hidup dengan senang dalam istanaku;
5lalu aku mendapat mimpi yang mengejutkan aku, dan khayalanku di tempat tidurku serta penglihatan-penglihatan yang kulihat menggelisahkan aku.
6Maka aku mengeluarkan titah, bahwa semua orang bijaksana di Babel harus dibawa menghadap aku, supaya mereka memberitahukan kepadaku makna mimpi itu.
7Kemudian orang-orang berilmu, ahli jampi, para Kasdim dan ahli nujum datang menghadap dan aku menceritakan kepada mereka mimpi itu, tetapi mereka tidak dapat memberitahukan maknanya kepadaku.
8Pada akhirnya Daniel datang menghadap aku, yakni Daniel yang dinamai Beltsazar menurut nama dewaku, dan yang penuh dengan roh para dewa yang kudus. Lalu kuceritakan kepadanya mimpi itu:
9『Hai Beltsazar, kepala orang-orang berilmu! Aku tahu, bahwa engkau penuh dengan roh para dewa yang kudus, dan bahwa tidak ada rahasia yang sukar bagimu! Sebab itu inilah riwayat penglihatan mimpi yang kudapat, maka ceritakanlah kepadaku maknanya.』」

Alur kisah kitab Daniel fasal empat hampir sama dengan fasal dua, sama-sama dimulai dengan Nebukadnezar memanggil orang berilmu seluruh negeri menjelaskan mimpi dan tidak ada hasilnya, paling akhir adalah Daniel yang melalui penyingkapan memecahkan rahasia sebagai penyelesaian. Hanya bedanya dengan fasal dua, kali ini Nebukadnezar berinisiatif membocorkan isi mimpi kepada orang-orang berilmu, tetap tidak ada orang yang mampu memecahkan, raja segera memanggil Daniel, dapat dilihat ia telah dengan yakin Daniel tidak sama seperti orang berilmu yang lain: 「ia yang penuh dengan roh para dewa yang kudus」 (Daniel 4:8, 9).

Fasal empat sebenarnya adalah sepucuk surat perintah (atau surat pengumuman). Surat perintah dimulai pujian Nebukadnezar terhadap 「Allah Maha Tinggi」. Ia meninggikan perbuatan muzizat Allah, tanda-tanda, kerajaan, kuasa (Daniel 4:3), semua menyangkut Allah yang luar biasa besar kemampuan-Nya dan kedaulatan-Nya atas dunia. Pujian terhadap Allah yang dinaikkan Nebukadnezar, dibangun atas dasar ia hendak menggambarkan dengan teliti apa yang dialami oleh diri sendiri secara langsung. (Ia bisa menceritakan dengan teliti, artinya ia benar-benar paham.) Patut diperhatikan adalah, dalam pemerintahan Nebukadnezar, wilayah kerajaan Babel adalah Mesir hari ini melebar sampai Iran, juga dari Syria sampai Saudi Arabia, melingkupi banyak kebudayaan, bahasa dan bangsa yang berbeda-beda; Oleh karena itu, surat perintah raja Nebukadnezar adalah pemberitaan tentang perbuatan TUHAN kepada semua daerah, berbagai negara, berbagai suku. Hal ini bagi umat yang ditawan sungguh-sungguh mempunyai makna yang sangat mendalam: nama TUHAN Allah, ditinggikan oleh seorang raja penguasa dari bangsa asing di berbagai tempat, di hadapan bangsa, dan suku.

Sebelum mendapatkan mimpi, Nebukadnezar awalnya 「diam dalam rumahku dengan tenang dan hidup dengan senang dalam istanaku」 (Daniel 4:4), dapat diperkirakan peristiwa itu terjadi pada masa dinasti Babel sedang stabil makmur. Tanpa diduga datang sebuah mimpi aneh, mengacaukan kehidupan Nebukadnezar yang tenang; mimpi itu membuat orang takut, mengagetkan, raja samar-samar mengetahui mimpi ini bukan yang biasa-biasa, sehingga segera memanggil sekelompok orang berilmu menjelaskannya bagi dia. Kali ini walaupun raja tidak menyembunyikan isi mimpinya lagi, justru tetap tidak ada orang yang mampu menjelaskan makna mimpi. Alur peristiwa yang sudah dikenal baik ini sekali lagi mengingatkan kita: mimpi ini adalah datang dari Allah, penjelasan mimpi juga datang dari Allah; hanya melalui hamba Allah, baru mampu memahami penyingkapan mimpi.

Nebukadnezar pada akhirnya memanggil Daniel agar menjelaskan mimpi. Mengapa raja tidak sejak awal terpikir memanggil Daniel setelah memiliki pengalaman sebelumnya di fasal dua? Hal yang ironis adalah, Nebukadnezar mengatakan ia mengetahui Daniel penuh dengan roh para dewa yang kudus (Daniel 4:8, 9), tidak ada rahasia yang sukar bagi Daniel; pada saat yang sama justru memanggil Daniel dengan nama 「Beltsazar」 ( nama yang terkait dengan dewi Babel) (Daniel 4:8). Sebenarnya siapa yang Nebukadnezar imani? Dalam bahasa aslinya, kata 「kudus」 adalah dalam bentuk jamak, membawakan makna bahwa dalam konsep sang raja, ia percaya ada banyak roh dewa yang ada di dalam diri Daniel, sehingga Daniel hikmat melampaui orang, melampaui orang berilmu yang lain. Pada kenyataannya, Nebukadnezar tetap belum memahami Yang Daniel hormati dan sembah adalah satu-satunya Allah yang sejati.

Renungkan: apakah Nebukadnezar adalah potret diri kita? Pernah mengalami oleh diri sendiri secara langsung kemampuan besar Allah, dan kemudian hari justru lupa pada saat pertama datang di hadapan Tuhan memohon Dia? Hanya biasa menggantung 「Tuhan」di tepi mulut, tetapi di dasar hati justru tidak pernah membiarkan Dia menempati posisi utama.

Sungguh sia-sia jika pengalaman rohani yang lalu tidak membantu kita lebih mengenal Dia lagi, lebih bersandar kepada Allah lagi; perbuatan dan anugerah Allah dahulu pada diri kita, terlalu sayang jika tidak dapat menjadi modal bagi kita untuk menghadapi satu kali ujian.

Mohon Tuhan membantu kita, sering berharap kepada Allah, tidak melupakan perbuatan-Nya, hanya taat kepada perintah-Nya. (lihat Maz. 78:7 「supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya」)