Tag Archives: Memiliki Roh Kudus

Matius 4:2 (2)-PraPaskah

「Rasa lapar」

Oleh Rev. Dr. Chén Wéi Ān (陳韋安)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Matius 4:2 [TB2])
2 Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus
(Lukas 4:2 [TB2])
2 Empat puluh hari lamanya Ia dicobai Iblis. Selama hari-hari itu Ia tidak makan apa-apa dan setelah itu Ia lapar
.

Bagi sebagian orang-orang modern yang mampu, kelaparan merupakan hal yang bisa dihindari, tetapi malah menjadi pilihan yang populer, kita secara sengaja menciptakan rasa lapar untuk menurunkan berat badan atau berpuasa dalam upaya mencapai tujuan tertentu. Namun, rasa lapar Yesus adalah sesuatu yang sama sekali berbeda. Puasa-Nya bukan untuk membuktikan sesuatu atau mencapai tujuan duniawi, tetapi untuk memasuki hubungan yang lebih dekat dengan Bapa Surgawi-Nya. Rasa lapar-Nya menjadi kesaksian kepercayaan-Nya pada pemeliharaan Bapa.

Hakikat kebutuhan makan adalah mengingatkan kita akan sifat ketergantungan kita dalam kehidupan. Setiap kali kita makan, kita menyatakan fakta: kita tidak dapat mencukupi kebutuhan sendiri dan harus bergantung pada pasokan eksternal untuk bertahan hidup. Allah memberi makan orang Israel dengan manna di padang gurun, bukan hanya mengandalkan makanan saja, tetapi dengan kekuatan penciptaan Firman Allah. Rasa lapar Yesus di padang gurun menunjukkan kepada kita bahwa kehidupan sejati tidak hanya bergantung pada makanan materi, tetapi pada Allah yang menciptakan dan menyediakan segalanya.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Doa ini mengingatkan kita bahwa penyediaan makanan datangnya dari Allah, bukan dari kemampuan kita sendiri. Pengalaman Yesus di padang gurun merupakan cerminan mendalam dari kebenaran ini. Melalui kehidupan-Nya di dunia, Ia menunjukkan kepada kita bahwa bahkan di saat-saat paling lapar sekalipun, Ia memilih untuk percaya kepada Bapa daripada menyerah pada pencobaan. Rasa lapar-Nya menjadi contoh bagi kita untuk belajar bagaimana mengandalkan Tuhan
.

Refleksi:
Rasa lapar, sebagai kondisi manusia yang paling mendasar, mengingatkan kita akan kerapuhan dan sifat ketergantungan dari hidup ini. Rasa lapar Yesus lebih lanjut mengungkapkan hakikat kehidupan rohani: kepuasan sejati kita tidak terletak pada kelimpahan materi, tetapi pada hubungan dekat kita dengan Tuhan. Rasa lapar Yesus menunjukkan kepada kita bahwa kekuatan hidup yang sesungguhnya berasal dari Allah yang menyediakan segalanya. Inilah kebenaran yang Dia jalani di padang gurun, dan ini adalah pelajaran yang perlu dipelajari oleh kita masing-masing.


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Injil Matius

Renungan Injil Matius Pra-Pasakah 2025 (Matius 4:1-11)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah Yesus ditulis oleh Rev. Dr. Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan April 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Matius 4:2 (1)-PraPaskah

「Empat puluh hari」

Oleh Rev. Dr. Chén Wéi Ān (陳韋安)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Matius 4:2 [TB2])
2 Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus
(Lukas 4:1-2 [TB2])
2 Empat puluh hari lamanya Ia dicobai Iblis. Selama hari-hari itu Ia tidak makan apa-apa dan setelah itu Ia lapar
.

Apakah empat puluh hari panjang atau pendek? Jawaban atas pertanyaan ini mungkin tidak terletak pada lamanya waktu itu sendiri, tetapi pada bagaimana kita mengalami waktu tersebut. Bagi mereka yang sibuk dengan kehidupan, empat puluh hari mungkin berlalu dengan cepat; tetapi, bagi mereka yang berjuang melawan pencobaan, empat puluh hari mungkin terasa seperti perjalanan yang tidak ada habisnya.

Empat puluh hari Yesus Kristus merupakan pengalaman yang sangat mendalam. Alkitab mencatat bahwa Ia berpuasa di padang gurun selama empat puluh hari dalam menghadapi pencobaan. Ini bukan sekadar perjalanan waktu, tetapi ujian hakikat hidup. Bagi Yesus yang berinkarnasi, periode waktu ini bukan sekadar empat puluh hari dalam kalender, tetapi suatu proses dialog dengan waktu itu sendiri. Dia adalah Tuhan yang tidak terikat oleh waktu, tetapi Dia memilih untuk memasuki kerangka waktu, ke dalam pengalaman manusia, untuk merasakan beban setiap menit dan setiap detik.

Kita mungkin bertanya pada diri sendiri, apa arti empat puluh hari bagi kita? Apakah transisinya singkat atau penantian yang panjang? Seseorang pernah berkata, Dua puluh menit yang tampaknya biasa ini membuatku benar-benar mengalami kejutan yang biasa tetapi sakral. Lamanya waktu tidak terletak pada jumlahnya, tetapi pada bagaimana kita menemukan makna di dalamnya. Empat puluh hari yang Yesus jalani merupakan periode waktu yang sangat berarti. Periode ini bukan hanya merupakan ujian bagi kehidupan pribadi-Nya, tetapi juga merupakan penyingkapan dan pencerahan bagi kita masing-masing.

Barangkali, arti penting empat puluh hari adalah mengingatkan kita bahwa hakikat waktu bukanlah lamanya, melainkan bagaimana kita menghayati nilai kehidupan di dalamnya. Empat puluh hari Yesus di padang gurun menunjukkan kepada kita bahwa bahkan di saat-saat yang paling sulit, waktu dapat menjadi ruang untuk berjumpa dengan Allah. Bagi-Nya, empat puluh hari ini bukan saja hari-hari pencobaan, tetapi juga masa persekutuan erat dengan Bapa Surgawi.

Refleksi:
Mungkin kita masing-masing harus bertanya pada diri sendiri: Dalam hidup saya, apakah empat puluh hari ini hanya sekadar perjalanan waktu, ataukah kesempatan untuk bertemu Tuhan lagi dan lagi?


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Injil Matius

Renungan Injil Matius Pra-Pasakah 2025 (Matius 4:1-11)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah Yesus ditulis oleh Rev. Dr. Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan April 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Matius 4:1 (3)-PraPaskah

「Pencobaan」

Oleh Rev. Dr. Chén Wéi Ān (陳韋安)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Matius 4:1 [TB2])
1 Lalu Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis
(Lukas 4:1-2 [TB2])
2 Empat puluh hari lamanya Ia dicobai Iblis. Selama hari-hari itu Ia tidak makan apa-apa dan setelah itu Ia lapar
.

Hal lain yang berharga untuk kita renungkan: kedua Injil menggunakan dicobai sebagai awal dari seluruh pengalaman di padang gurun – sebagai sebuah cara penggambaran peristiwa. Kalimat pertama dari catatan tersebut dengan jelas menyatakan bahwa ini adalah kisah tentang dicobai. Pembaca memahami dan mengetahui bahwa pencobaan akan datang.

Itulah cara menceritakan peristiwa tersebut kepada pembaca. Bagi Yesus Kristus, Dia hadir secara pribadi, menghadapi pencobaan dari pengalaman langsung — siapa pun yang mengalami pencobaan tidak dapat mengetahui bahwa pencobaan tersebut telah dimulai. Pencobaan selalu datang tanpa peringatan atau tanda.

Pencobaan tidak akan mengumumkan dirinya terlebih dahulu, juga tidak akan memberi tahu Anda terlebih dahulu: Pencobaan akan datang ! Anda harus waspada ! Pencobaan selalu dimulai secara diam-diam. Pencobaan itu menyatu dengan kehidupan sehari-hari dan muncul dalam bentuk apa pun, benda, orang, dan detail dalam situasi kehidupan apa pun. Itu mungkin merupakan kebiasaan gaya hidup, itu mungkin merupakan rutinitas kerja sehari-hari, atau itu mungkin merupakan teman yang peduli terhadap kebutuhan Anda.

Singkatnya, pencobaan tidak memiliki awal yang formal, juga tidak memiliki akhir yang dapat diumumkan. Ia seperti udara, tidak seorang pun akan memperhatikannya, ia ada.

Bagi Yesus Kristus, Dia menghadapi pencobaan tanpa hak istimewa apa pun dibandingkan orang lain. Tentu saja, Allah Maha Tahu, tetapi kalau Allah menghendaki Yesus mengalami pencobaan, Ia harus mengalaminya dengan cara Anak Manusia – ini bukan berarti Yesus tidak dapat mengatasi pencobaan, tetapi karena Yesus akan mengalami pencobaan yang sesungguhnya, Ia harus mengalami awal pencobaan yang tanpa peringatan awal, awal yang tidak berwarna dan tidak berasa, ini seperti yang dialami orang biasa.

Yesus tidak mencari tahu bahwa pencobaan akan datang; Ia hanya tahu bahwa semua ini adalah bimbingan Roh Kudus.

Refleksi:
Apakah Anda menghadapi pencobaan? Harap pertimbangkan pertanyaan ini dengan cermat.


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Injil Matius

Renungan Injil Matius Pra-Pasakah 2025 (Matius 4:1-11)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah Yesus ditulis oleh Rev. Dr. Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan April 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Matius 4:1 (2)-PraPaskah

「Pimpinan Roh Kudus」

Oleh Rev. Dr. Chén Wéi Ān (陳韋安)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Matius 4:1 [TB2])
1 Lalu Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis
(Lukas 4:1 [TB2])
1 Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari Sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun

Mulai hari ini, kita akan menggunakan versi Matius dan Lukas untuk merenungkan bagian-bagian dari empat puluh hari Yesus di padang gurun, kalimat demi kalimat.
Kehidupan Yesus Kristus di dunia adalah contoh dan model bagi kita – Kehidupan-Nya di dunia bukan hanya proses kehidupan-Nya sendiri, tetapi juga akar, hakikat dan tujuan semua orang di dunia. Kehidupan Yesus memberi tahu kita bahwa hidup kita di dalam Tuhan memiliki semua kemungkinan.
Salah satu kemungkinannya adalah kehidupan Roh Kudus.
Ternyata ketika orang hidup, mereka tidak hanya hidup sendiri, tetapi mereka juga dapat hidup dalam Roh Kudus. Alkitab mempunyai banyak kata untuk menggambarkan keadaan seseorang di bawah Roh Kudus: pencurahan Roh Kudus, kepenuhan Roh Kudus, bimbingan Roh Kudus, kehadiran Roh Kudus, pengingat akan Roh Kudus, dst. Apapun kasusnya, kata-kata ini memberitahukan kita satu fakta penting: hidup kita bukan hanya sebuah keputusan yang dibuat atas kemauan kita sendiri, tetapi juga keterlibatan Roh Kudus dalam arti tertentu.
Kita menemukan bahwa Matius dan Lukas memiliki catatan yang sedikit berbeda tentang kondisi saat Yesus Kristus tiba di padang gurun. Matius memberi tahu kita bahwa Yesus dibawa (dipimpin) oleh Roh Kudus ke padang gurun; sedangkan Lukas mengatakan bahwa Yesus dipenuhi dengan Roh Kudus di Sungai Yordan dan kemudian dibawa (dipimpin) oleh Roh Kudus. Kita tidak tahu perbedaan antara keduanya. Bagaimana tepatnya Roh Kudus bekerja dalam kehidupan seseorang merupakan misteri Allah.
Namun, entah itu Matius atau Lukas, Alkitab menggunakan Roh Kudus sebagai awal dari seluruh pengalaman Yesus di padang gurun. Tidak ada penyebab lain.
Itu bukan keputusan Yesus sendiri, juga bukan hasil dari peristiwa apa pun di dunia manusia. Hanya Roh Kudus yang dapat menuntun kita ke dalam tujuan kedaulatan Allah – bahkan jika itu berarti perjalanan panjang melalui padang gurun atau lembah bayang-bayang kematian.

Refleksi:
Apakah Roh Kudus terlibat dalam kehidupan Anda? Mungkin Anda merasa sulit untuk memahaminya. Namun, kita mungkin tidak tahu bagaimana Roh Kudus bekerja dalam hidup kita. Kita hanya perlu tahu bahwa Dia benar-benar ada dalam hidup kita, membuka segala macam kemungkinan dalam hidup kita.


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Injil Matius

Renungan Injil Matius Pra-Pasakah 2025 (Matius 4:1-11)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah Yesus ditulis oleh Rev. Dr. Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan April 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yohanes 1:32-34

「Melihat Roh Kudus」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 1:32-34 [ITB])
32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. 33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. 34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.

Kesaksian Yohanes Pembaptis belum berakhir.

Selanjutnya, dia memakai sebuah bagian tentang Yesus dibaptis untuk memaparkan identitas Yesus Kristus. Patut diperhatikan bahwa ayat ini menekankan tentang Yohanes melihat Roh KudusAku telah melihat Roh. Jika kita membandingkan ketiga kitab Injil lainnya, Injil Lukas hanya memberikan gambaran objektif tentang turunlah Roh Kudus, dan tidak mencatat melihat Roh Kudus; Injil Matius memiliki gambaran bahwa Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, tetapi kata Ia ini menunjuk kepada Yesus sendiri; Injil Markus juga hanya mencatat bahwa saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya, tidak secara langsung menggambarkan siapa yang telah melihat Roh Kudus.

Namun, Injil Yohanes menyisipkan apa yang dilihat Yohanes Pembaptis: Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Bagaimana Yohanes melihat Roh Kudus? Bagaimana Roh Kudus dapat dilihat? Tentu tidak sulit bagi kita untuk memahami bahwa Yesus dapat melihat Roh Kudus, inilah interaksi antara Tritunggal Allah. Bapa mengirimkan Roh Kudus kepada Yesus dari surga, dan Yesus mendengar suara Bapa. Roh Kudus adalah kasih yang erat antara Bapa dan Putra. Ini adalah hubungan Allah Tritunggal, yang tidak pernah berubah sejak kekekalan.

Bagaimana kita memahami Yohanes melihat Roh Kudus? Yohanes Pembaptis membaptis Yesus, dan oleh karena Yesus sehingga ia mengalami hubungan Allah Tritunggal. Yohanes tidak hanya melihat Roh Kudus, tetapi dia mendengar suara Bapa: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus (ayat 33). Tidak dapat disangkal bahwa suara Bapa sebenarnya melalui Roh Kudus sehingga ia mendengar suara itu. Oleh karena itu, Yohanes Pembaptis sedang mengalami interaksi Tritunggal – dalam proses pembaptisan, ia memegang tubuh Yesus, melihat kedatangan Roh Kudus, dan melalui Roh Kudus sehingga ia mendengar suara Allah Bapa.

Seseorang dapat mengalami hubungan Tritunggal, semua hanya karena pekerjaan Roh Kudus di dunia. Jadi, secara permukaan, Yohanes sedang membaptis Yesus, tetapi fakta sebenarnya, Yohanes sendiri mengalami baptisan Roh Kudus yang dianugerahkan oleh Yesus. Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus, Di permukaan, Yesus seperti dibaptis dengan air oleh Yohanes, ternyata, Yohanes Pembaptis-lah yang menerima baptisan Roh Kudus oleh Yesus, dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah (ayat 34). … tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: Yesus adalah Tuhan, selain oleh Roh Kudus (1 Korintus 12:3) Oleh karena itu, Yohanes menerima baptisan Roh Kudus yang diberikan oleh Yesus dapat menyatakan: Yesus Kristus adalah Anak Allah. Ini jelas merupakan bukti dari Roh Kudus.

Renungkan:
Hari ini, kita semua telah mengalami baptisan Roh Kudus. Berdasarkan hal inilah kita dapat memberikan kesaksian tentang Tuhan. Apakah Anda melihat pekerjaan Roh Kudus? Atau, tidak mudah bagi Anda untuk melihat pekerjaan Roh Kudus pada orang lain, tetapi setidaknya Anda dapat melihat jejak-Nya dalam hidup Anda.


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Bilangan 11:26-30

「Cemburu dan memiliki pikiran yang luas」
Oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 11:26-30 [ITB])
26  Masih ada dua orang tinggal di tempat perkemahan; yang seorang bernama Eldad, yang lain bernama Medad. Ketika Roh itu hinggap pada mereka–mereka itu termasuk orang-orang yang dicatat, tetapi tidak turut pergi ke kemah–maka kepenuhanlah mereka seperti nabi di tempat perkemahan. 27 Lalu berlarilah seorang muda memberitahukan kepada Musa: Eldad dan Medad kepenuhan seperti nabi di tempat perkemahan.28 Maka menjawablah Yosua bin Nun, yang sejak mudanya menjadi abdi Musa: Tuanku Musa, cegahlah mereka! 29 Tetapi Musa berkata kepadanya: Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka! 30 Kemudian kembalilah Musa ke tempat perkemahan, dia dan para tua-tua Israel.

Seperti disebutkan dalam paragraf sebelumnya, Musa mengumpulkan para penatua dan para pemimpin di bawah arahan TUHAN. Oleh TUHAN diambil-Nya sebagian dari Roh yang hinggap padanya, dan ditaruh-Nya atas ketujuh puluh tua-tua itu; ketika Roh itu hinggap pada mereka, kepenuhanlah mereka seperti nabi, tetapi sesudah itu tidak lagi (Bil. 11:25). Tetapi mereka diberikan ilham oleh Roh Kudus untuk berbicara hanya pada kesempatan ini, dan sesudah itu tidak akan berbicara lagi. Menunjukkan bahwa mereka digerakkan berbicara, menerima konfirmasi (bukti) eksternal dari tugas kepemimpinan mereka, bukan karunia nubuat seperti halnya para nabi pada umumnya. Para tua-tua juga melalui hal ini percaya dan yakin atas pemilihan Allah, sehingga mereka dapat berbagi tanggung jawab atas kepercayaan berat untuk mengurus bangsa Israel bersama dengan Musa.

Selain tujuh puluh tua-tua yang berkata-kata di Kemah Pertemuan, kemudian juga ada Eldad dan Medad kepenuhan seperti nabi berkata-kata di perkemahan  (Bil. 11:27). Apa yang sebenarnya terjadi di sini tidak dijelaskan dengan jelas dalam Alkitab. Apakah itu berbicara dalam bahasa roh atau menyanyikan lagu-lagu rohani, tidak jelas. Tetapi yang pasti adalah bahwa penampilan mereka tidak memberikan kesan negatif kepada umat Israel dan tidak merasa tidak pantas. Sebaliknya, semua orang menerima fenomena supernatural ini sebagai bukti Roh Kudus. Ini mirip dengan kitab Kisah Para Rasul dalam Perjanjian Baru, di mana seluruh keluarga Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia, menerima Roh Kudus sebagai tanda keselamatan sehingga menghilangkan keraguan rasul Petrus, tetapi kemudian menjadi dasar paling penting dari Majelis Yerusalem (Kis. 10:47; 15:8).

Beberapa orang melihat bahwa Eldad dan Medad diilhami untuk berbicara di kemah, dan bergegas untuk memberi tahu Musa, dan Yosua bahkan meminta Musa untuk melarang kedua orang ini untuk digerakkan Roh Kudus berbicara, karena dia khawatir hal ini akan mengancam kepemimpinan Musa, Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? (Apakah engkau cemburu demi aku?). Tetapi Musa menggunakan kesempatan ini untuk mendorong Yosua untuk memiliki pikiran yang luas. Dia berkata, … Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka! (Bil. 11:29)

Renungkan:

Berbagi Roh Kudus tidak akan mengurangi kekuatan dan wewenang orang yang diambil oleh Tuhan sebagian dari Roh yang hinggap padanya. Ini mirip dengan Perjanjian Baru, Paulus dan para tua-tua lain yang menumpangkan tangan pada Timotius dan menerima karunia Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua. (1 Tim. 4:14); Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. (2 Tim. 1:6).

Tuhan Yesus mengutus murid-murid-Nya, Ia mengembusi mereka sehingga mereka menerima Roh Kudus. (Yoh. 20:22)


Renungan pemahaman Kitab Bilangan (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 1-16 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Februari 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Daniel 5:1-12

「Ada Terang dalam Hati」

Kontras karakter rohani Daniel dengan Belsyazar.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 5:1-12 [ITB])
1Raja Belsyazar mengadakan perjamuan yang besar untuk para pembesarnya, seribu orang jumlahnya; dan di hadapan seribu orang itu ia minum-minum anggur. 2Dalam kemabukan anggur, Belsyazar menitahkan orang membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar, ayahnya, dari dalam Bait Suci di Yerusalem, supaya raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu.
3Kemudian dibawalah perkakas dari emas dan perak itu, yang diambil dari dalam Bait Suci, Rumah Allah di Yerusalem, lalu raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu; 4mereka minum anggur dan memuji-muji dewa-dewa dari emas dan perak, tembaga, besi, kayu dan batu.
5Pada waktu itu juga tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian, dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu. 6Lalu raja menjadi pucat, dan pikiran-pikirannya menggelisahkan dia; sendi-sendi pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukan.
7Kemudian berserulah raja dengan keras, supaya para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum dibawa menghadap. Berkatalah raja kepada para orang bijaksana di Babel itu: “Setiap orang yang dapat membaca tulisan ini dan dapat memberitahukan maknanya kepadaku, kepadanya akan dikenakan pakaian dari kain ungu, dan lehernya akan dikalungkan rantai emas, dan di dalam kerajaanku ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga.”
8Tetapi semua orang bijaksana dari raja, yang telah datang menghadap, tidak sanggup membaca tulisan itu dan tidak sanggup memberitahukan maknanya kepada raja. 9Sesudah itu sangatlah cemas hati raja Belsyazar dan ia menjadi pucat; juga para pembesarnya terperanjat.
10Karena perkataan raja dan para pembesarnya itu masuklah permaisuri ke dalam ruang perjamuan; berkatalah ia: “Ya raja, kekallah hidup tuanku! Janganlah pikiran-pikiran tuanku menggelisahkan tuanku dan janganlah menjadi pucat; 11sebab dalam kerajaan tuanku ada seorang yang penuh dengan roh para dewa yang kudus! Dalam zaman ayah tuanku ada terdapat pada orang itu kecerahan, akal budi dan hikmat yang seperti hikmat para dewa. Ia telah diangkat oleh raja Nebukadnezar, ayah tuanku menjadi kepala orang-orang berilmu, para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum, 12karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan, yakni pada Daniel yang dinamai Beltsazar oleh raja. Baiklah sekarang Daniel dipanggil dan ia akan memberitahukan maknanya!”

Kitab Daniel fasal lima membawakan suatu perasaan familiar kepada pembaca. Walaupun latar belakang, tokoh tidak sama, namun terdapat tidak sedikit kemiripan skenario dan plot dengan fasal dua dan fasal empat. Misalnya, saat raja mendapatkan hal yang membingungkan sulit dipecahkan, sama-sama terburu-buru memanggil semua orang bijaksana di istana namun tidak mendapatkan apa yang dihendaki, paling akhir hanya Daniel yang mampu menjelaskan makna di balik mimpi atau penglihatan. Walaupun demikian, fasal lima tetap memiliki perbedaan. Pertama, sikap Daniel terhadap Nebukadnezar sangat berbeda terhadap Belsyazar; terhadap orang yang pertama, dari awal sampai akhir Daniel menyatakan rasa hormat, ada rasa mengkuatirkan, tetapi terhadap yang kemudian justru sama sekali tidak pernah menyatakan sedikitpun simpati. Kedua, Nebukadnezar dan Belsyazar sama-sama bersalah angkuh merasa diri tinggi, jawaban dua orang terhadap apa yang disingkapkan justru memiliki perbedaan besar; Nebukadnezar telah mendapatkan pelajaran dari kegagalan, memuji Yang Maha Tinggi setelah sembuh dari penyakit, dapat kembali ke takhta raja (fasal empat), namun bagi Belsyazar bahkan tidak ada kesempatan bertobat.

Kitab Daniel tidak menjelaskan kapan Nebukadnezar turun takhta atau meninggal, Belsyazar tiba-tiba muncul dalam fasal lima. Melalui karya tulis diluar Alkitab juga tidak dapat ditemukan nama raja Belsyazar. Menurut catatan sejarah, Nebukadnezar meninggal tahun 562 S.M, anak laki-lakinya Ewil-Merodakh (562-560 S.M, lihat 2 Raj. 25:27) melanjutkan takhta, tidak lama kemudian dibunuh. Dilanjutkan oleh Neriglissar (560-556 S.M) dan Labashi-Marduk, bertakhta tidak lama, paling akhir digulingkan oleh Nabonidus; yang merupakan raja Babel paling akhir, bertakhta sampai Persia raja Cyrus (Koresh) menyerang Babel (539 S.M). Belsyazar sebenarnya adalah anak laki-laki Nabonidus, ia mewakili ayahnya yang melarikan diri ke tanah Tema selama 10 tahun karena bersalah kepada imam Merodakh.

Di awal fasal lima, dicatat Belsyazar mengadakan perjamuan besar untuk para pembesarnya, seribu orang, terlihat seperti sebuah pesta perayaan yang gembira, sebenarnya saat itu tentara besar Persia telah sampai di dekat kota, di akhir fasal lima disebutkan bahwa Darius orang Media mengalahkan negeri Kasdim (Daniel 5:30).
Tentara musuh telah mencabut pedang dan menarik busur panah, kesulitan besar sudah datang. Tidak diketahui apakah ini adalah untuk mengumpulkan nyali, menenangkan hati orang, atau apakah melarikan diri dari kenyataan.

Berdasarkan catatan karya tulis di luar Alkitab, kejatuhan Babel adalah pada tahun 539 S.M. bulan 10 tanggal 12, beberapa hari sebelumnya, raja Persia Cyrus (Koresh) menyerang kalah Nabonidus dan tentaranya di Sippar yang tidak jauh dari Babel; dan pertempuran paling akhir adalah serangan tiba-tiba dari pihak musuh, merupakan latar belakang dari perjamuan malam ini. Belsyazar masih memiliki minat minum sepuasnya bersama kelompok pejabat.

Tetapi yang paling membuat orang terdiam tidak bisa berkata-kata, Belsyazar 「memerintahkan orang membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar, ayahnya (nenek moyangnya), dari dalam Bait Suci di Yerusalem, supaya raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu」 (Daniel 5:2, lihat Dan. 1:2). Memakai perkakas ibadah bangsa lain untuk minum anggur, menyatakan memandang rendah bahkan penistaan terhadap agama bangsa tersebut, walaupun Nebukadnezar angkuh juga tidak melakukan perbuatan seperti ini. Belsyazar tidak hanya memakai perkakas Bait Suci minum anggur, lebih lagi melakukan penghormatan (toast) minum anggur terhadap berhala buatan tangan manusia (Daniel 5:4). Penistaan Belsyazar tidak hanya terhadap perkakas Bait Suci, lebih lagi adalah TUHAN Yang Maha Tinggi.

Dalam keramaian minum, tiba-tiba muncul jari-jari tangan, menulis di tembok. Perjanjian Lama sering memakai 「jari-jari tangan」 menggambarkan perbuatan Allah (lihat Kel.7:19, 31:18; Maz. 8:3). Belsyazar samar-samar merasa ini adalah tanda buruk (Daniel 5:5-6), maka kaget dan menjadi pucat. Mirip keadaan fasal dua dan empat, di bawah janji「hadiah besar」 tetap tidak ada orang mampu menguakkan teka-teki tulisan di tembok (Daniel 5:7-8). Secara logika, tulisan di tembok ditulis dengan bahasa Aram yang pada saat itu umum dipakai, orang-orang berilmu sepatutnya bisa dengan mudah membaca dan menjelaskan, namun kenyataan tidak demikian. Melalui pengalaman fasal dua dan empat, pembaca mengerti bahwa penyataan dari Allah hanya mampu dikuakkan oleh hamba Allah.

Raja Belsyazar lahir lebih kemudian, tidak mengenal hamba Allah Daniel. Pada akhirnya adalah seorang tokoh yang sebenarnya tidak berada dalam pesta — pemaisuri (seharusnya adalah istri Nabonidus, yakni ibu dari Belsyazar) yang memperkenalkan Daniel kepada Belsyazar. Patut diperhatikan adalah kalimat perkenalan pemaisuri atas Daniel, yang menunjukkan ciri khas dari iman Daniel, juga hubungannya dengan Nebukadnezar: 「dalam kerajaan tuanku ada seorang yang penuh dengan roh para dewa yang kudus! Dalam zaman ayah tuanku ada terdapat pada orang itu kecerahan, akal budi dan hikmat yang seperti hikmat para dewa. Ia telah diangkat oleh raja Nebukadnezar, ayah tuanku menjadi kepala orang-orang berilmu, para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum, karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan, yakni pada Daniel yang dinamai Beltsazar oleh raja. Baiklah sekarang Daniel dipanggil dan ia akan memberitahukan maknanya!」 (Daniel 5:11-12) (Bandingkan karakter iman Daniel seperti yang disebutkan oleh pemaisuri dengan Belsyazar yang dalam kekelaman, penuh pengabaian)

Renungkan: sampai fasal lima kitab Daniel, tetap saling bersambut dengan topik utama keseluruhan kitab: tidak peduli bagaimanapun keadaan, bahkan pemegang takhta yang tidak mengenal, tidak hormat dan tidak menyembah TUHAN, semua tidak dapat mengubah kenyataan adalah Allah yang berkuasa: Dia memegang kendali di Sorga, juga memegang kendali dalam kerajaan di antara manusia; Dia hendak mengaruniakan kerajaan kepada siapa maka dikaruniakan kepada siapa, kapanpun sewaktu-waktu membuat rendah yang bertindak dengan angkuh; Dia menjaga jalannya dunia, juga memimpin arah gerak sejarah.

Sebagai orang Kristen, saat menghadapi kuasa kerajaan yang penuh tidak adil dan perlakuan curang, apakah engkau selalu berharap, mengetahui Allah tetap memegang kendali? Dalam zaman yang tidak mengenal Allah, dalam pandangan mata orang yang belum percaya Kristus, apakah engkau seorang yang memiliki Roh yang kudus di dalam dirimu, terang di dalam hati, memiliki hikmat sorgawi, kerohanian yang indah?